<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prabowo Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/prabowo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/prabowo/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Oct 2023 00:08:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Prabowo Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/prabowo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Merindukan Banyak Pilihan Capres-Cawapres</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/merindukan-banyak-pilihan-capres-cawapres/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/merindukan-banyak-pilihan-capres-cawapres/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 23:57:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Anies]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melalui pengumuman semalam, akhirnya tiga pasangan calon presiden (capres) dan wakilnya (cawapres) resmi diumumkan. Prabowo Subianto resmi mendeklarasikan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakilnya. Prabowo dan Gibran resmi menyusul Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang sudah terlebih dahulu mendeklarasikan diri dan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika diingat-ingat, ini adalah kali pertama pemilihan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/merindukan-banyak-pilihan-capres-cawapres/">Merindukan Banyak Pilihan Capres-Cawapres</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Melalui pengumuman semalam, akhirnya tiga pasangan calon presiden (capres) dan wakilnya (cawapres) resmi diumumkan. <strong>Prabowo Subianto</strong> resmi mendeklarasikan <strong>Gibran Rakabuming Raka </strong>sebagai wakilnya.</p>



<p>Prabowo dan Gibran resmi menyusul <strong><a href="https://whathefan.com/politik-negara/apapun-yang-mereka-lakukan-salah/">Anies Baswedan</a>-Muhaimin Iskandar</strong> dan <strong>Ganjar Pranowo-Mahfud MD</strong> yang sudah terlebih dahulu mendeklarasikan diri dan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).</p>



<p>Jika diingat-ingat, ini adalah kali pertama pemilihan umum presiden (pilpres) memiliki lebih dari dua calon sejak tahun 2009. Dalam dua kali pilpres di tahun 2014 dan 2019, pesertanya selalu hanya dua.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sejarah Singkat Capres-Cawapres di Pilpres Indonesia</h2>



<p>Tentu ini menjadi angin segar karena pada akhirnya kita memiliki lebih banyak pilihan, walaupun tidak akan sebanyak pilpres tahun 2004 yang memiliki lima pasangan capres-cawapres. </p>



<p>Saat itu, tokoh-tokoh yang mendaftar untuk menjadi capres-cawapres adalah <strong>Wiranto-Salahuddin Wahid</strong>, <strong>Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi</strong>, <strong>Amien Rais-Siswono Yudo Husodo</strong>, <strong>Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla</strong>, serta <strong>Hamzah Haz-Agum Gumelar</strong>.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="601" height="400" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/image.png" alt="" class="wp-image-6927" style="aspect-ratio:1.5025;width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/image.png 601w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/image-300x200.png 300w" sizes="(max-width: 601px) 100vw, 601px" /><figcaption class="wp-element-caption">Surat Suara Pilpres 2004 (<a href="https://news.solopos.com/sejarah-hari-ini-5-juli-2004-pertama-pilpres-ri-langsung-1358274">Solopos</a>)</figcaption></figure>



<p>Pilpres 2004 harus dilakukan dalam dua kali putara, di mana SBY dan Megawati menjadi dua calon peraih suara tertinggi. Pada akhirnya, SBY berhasil mengalahkan Megawati yang notebene <em>incumbent </em>dan menjadi presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. </p>



<p>Di pilpres tahun 2009, seperti yang sudah disinggung di atas, jumlahnya mengecil menjadi tiga pasangan capres-cawapres. Mungkin karena saat itu Presiden SBY adalah seorang <em>incumbent </em>yang secara matematis agak sulit untuk dikalahkan.</p>



<p>Pasangan capres-cawapres pada tahun tersebut adalah <strong>Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto</strong>, <strong>Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono</strong>, dan<strong> Jusuf Kalla-Wiranto</strong>. Kali ini, SBY berhasil memenangkan pilpres hanya dalam satu putaran.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="768" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/image-1.png" alt="" class="wp-image-6928" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/image-1.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/image-1-300x225.png 300w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perolehan Suara Piala Presiden 2009</figcaption></figure>



<p>Setelah itu, di pilpres 2014 dan 2019, hanya ada dua pasangan yang bisa kita pilih. Pertarungan antara capresnya pun sama, yakni antara <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jokowi-dan-prabowo-sama-sama-putra-terbaik-bangsa/"><strong>Joko Widodo </strong>melawan <strong>Prabowo Subianto</strong></a>. Yang berbeda hanyalah wakilnya saja. Hasilnya seperti yang kita tahu, Jokowi selalu menang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Terhalang Presidential Threshold?</h2>



<p>Salah satu alasan mengapa pilihan capres-cawapres kita sedikit adalah adanya <em><strong>presidential threshold</strong></em>. Ketika aturan ini disahkan pertama kali di tahun 2003, ambangnya masih 15% jumlah kursi DPR atau 20% dari perolehan suara sah nasional dalam pemilu anggota DPR.</p>



<p>Nah, angka ini berubah mulai tahun 2009, di mana ambangnya menjadi 25% kursi di DPR atau 20% suara sah nasional dalam Pemilu Legislatif. Oleh karena itu, tak heran jika di tahun 2009 jumlah calonnya mengecil menjadi tiga saja.</p>



<p>Di tahun 2019, peraturan berubah menjadi 20% dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya. Alasannya, mulai tahun 2019 pemilu serentak diberlakukan. Ini juga berlaku untuk pilpres 2024 mendatang.</p>



<p>Sudah banyak pihak yang berusaha menggugat <em>presidential threshold </em>karena dianggap membatasi demokrasi. Apalagi, sekarang kita menggunakan perhitungan kursi di periode sebelumnya. Namun, hingga hari ini belum ada gugatan yang berhasil menang.</p>



<p>Memang, untuk bisa mencalonkan diri sebagai presiden, kita membutuhkan &#8220;kendaraan&#8221; berupa partai politik agar memiliki suara yang kuat di DPR ketika akan membuat keputusan. Calon independen alias bukan dari partai jelas akan kesulitan dalam hal ini.  </p>



<p>Alhasil, kita pun harus menerima kalau jumlah capres-cawapres kita di pemilu-pemilu yang akan datang tidak akan berjumlah banyak selama aturan <em>presidential threshold</em> masih berlaku. Pertanyaannya, apakah pasangan capres-cawapres yang maju benar-benar yang terbaik? </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Mengingat Jokowi <a href="https://whathefan.com/politik-negara/presiden-satu-periode/">sudah menjabat selama dua periode</a>, artinya kita akan memiliki presiden baru di tahun 2024 mendatang. Ada dua nama baru pada diri Anies dan Ganjar, ada pula Prabowo yang akan mengikuti kontestasi pilpres untuk keempat kalinya.</p>



<p>Ketika belum mulai saja, sudah banyak drama politik yang terjadi. Pertama adalah keluarnya Partai Demokrat dari Koalisi Perubahan yang mengusung Anies karena dipilihnya Muhaimin Iskandar sebagai cawapres tanpa seizin mereka.</p>



<p>Selain itu, permainan politik Jokowi juga cukup mengejutkan. Tidak hanya berdiri di dua kaki dengan mendukung Prabowo dan Ganjar, pada akhirnya anaknya menjadi cawapres dari Prabowo. Putusan MK yang kontroversial memuluskan langkah tersebut.</p>



<p>Banyak pihak yang mengkritik terpilihnya Gibran sebagai cawapres Prabowo karena dianggap sebagai upaya Jokowi untuk <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">memperkuat dinasti politiknya</a>. Prabowo juga dianggap sangat terlihat membutuhkan suara dari para pendukung Jokowi garis keras.</p>



<p>Jika di awalnya saja sudah banyak drama, entah apa yang akan terjadi pada beberapa bulan ke depan hingga pemilu dilaksanakan. Permainan politik dari masing-masing pihak tampaknya akan seru, bagai melihat permainan catur yang menegangkan. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 23 Oktober 2023, terinspirasi setelah tiga capres-cawapres resmi mendeklarasikan diri</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/merindukan-banyak-pilihan-capres-cawapres/">Merindukan Banyak Pilihan Capres-Cawapres</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/merindukan-banyak-pilihan-capres-cawapres/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Negara Tanpa Oposisi</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/negara-tanpa-oposisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2019 04:43:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[Parpol]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2918</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut pembaca, apa hal yang paling mengejutkan di tahun 2019 ini? Jika mengamati berita akhir-akhir ini, pasti jawabannya adalah bergabungnya Prabowo Subianto dalam kabinet presiden terpilih Joko Widodo. Berawal dari lawan pemilihan umum sekaligus oposisi selama lima tahun, nyatanya mereka justru bergabung di menit-menit akhir. Hal ini tentu menimbulkan banyak tafsir dari berbagai kalangan, terutama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/negara-tanpa-oposisi/">Negara Tanpa Oposisi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut pembaca, apa hal yang paling mengejutkan di tahun 2019 ini? Jika mengamati berita akhir-akhir ini, pasti jawabannya adalah bergabungnya Prabowo Subianto dalam kabinet presiden terpilih Joko Widodo.</p>
<p>Berawal dari lawan pemilihan umum sekaligus oposisi selama lima tahun, nyatanya mereka justru bergabung di menit-menit akhir. Hal ini tentu menimbulkan banyak tafsir dari berbagai kalangan, terutama dari pendukung fanatik mereka.</p>
<p>Penulis di sini berusaha untuk merangkum semua pendapat tersebut dan akan memberikan pendapat pribadi sebagai penutup.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Bergabungnya Prabowo ke kubu lawannya adalah tanda betapa beliau tidak memiliki harga diri. Rasanya belum pernah terjadi dalam sejarah, seorang bertarung di pemilihan presiden lantas merapat menjadi menteri untuk lawannya yang terpilih.</p>
<p>Kasus Hillary Clinton yang pernah menjadi menteri Barack Obama berbeda, karena mereka berdua berasal dari partai yang sama. PDIP dan Gerindra menjadi lawan selama lima tahun terakhir, mendadak rukun begitu saja.</p>
<p>Terlihat betapa ambisiusnya Prabowo untuk mendapatkan jabatan di sektor strategis, mengesampingkan para pendukungnya yang tak terima Prabowo bergabung dengan orang yang selama ini mereka hina.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Untuk apa ada pemilu jika pada akhirnya kedua orang tersebut bersatu menjadi pemegang kekuasaan di pemerintahan? Untuk ada ada darah tumpah dari pendukung yang mati-matian membela mereka?</p>
<p>Bukankah kemarin banyak pendukung Jokowi yang melancarkan serangan-serangan ke Prabowo, seperti penjahat HAM? Jika yang mereka tuduhkan benar, berarti Jokowi merekrut seorang pelanggar hak asasi?</p>
<p>Untuk apa kemarin capek-capek dukung Prabowo kalau ujung-ujungnya dia gabung ke Jokowi yang dihina-hina? Untuk apa kami bela-belain dia sampai ngotot?</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Kerelaan bergabungnya Prabowo menjadi menteri di kabinet Jokowi menunjukkan betapa besarnya pengabdian beliau untuk negara ini. Ia rela mengesampingkan egonya demi melindungi Indonesia.</p>
<p>Sektor pertahanan adalah salah satu yang paling sering disorot oleh Prabowo ketika debat presiden. Mungkin, Prabowo dan Jokowi sepakat bahwa posisi tersebut harus diisi oleh orang-orang yang berpengalaman.</p>
<p>Dengan segudang pengalaman militer yang dimiliki oleh Prabowo, pertahanan negara ini akan menjadi semakin tangguh dan negara lain tak akan berani macam-macam dengan kita.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Ini hanyalah sebuah pertunjukan yang telah diatur sedemikian rupa. Prabowo rela bergabung ke kubu Jokowi agar tahun 2024 bisa menjadi calon presiden lagi.</p>
<p>Dengan menjadi menteri, namanya akan sering disebut oleh media dan masyarakat tak akan lupa. Ketika waktu pemilihan sudah tiba, ia tinggal memperjelas posisinya sebagai calon yang layak untuk menggantikan Jokowi.</p>
<p>Kemungkinan besar, Prabowo akan disandingkan dengan putri tungal Megawati, Puan Maharani. Dengan demikian, koalisi Gerindra dan PDIP di tahun 2009 akan kembali terulang.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Alhamdulillah, Prabowo dan Jokowi akhirnya bersatu demi membangun Indonesia yang lebih baik. Senang melihatnya mampu bergabung dan mengesampingkan hal lain.</p>
<p>Demi kemajuan bangsa ini, kita semua memang harus bersatu. Kita tidak boleh mengutamakan kepentingan pribadi ataupun kelompok, Indonesia yang harus diutamakan.</p>
<p>Tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada adalah Persatuan Indonesia. Orang-orang yang tidak menyukai kejadian ini mungkin adalah kumpulan orang sakit hati karena tidak mendapatkan apa-apa.</p>
<p>Semoga ini menjadi contoh baik untuk generasi-generasi mendatang, agar jangan sampai kita memusuhi sesama anak bangsa hanya karena perbedaan pandangan politik.</p>
<h3>Negara Tanpa Oposisi</h3>
<p>Kurang lebih seperti itulah beberapa pendapat yang berhasil penulis kumpulkan, baik dari teman-teman sekitar, keluarga, ataupun komentar netizen di internet. Bagaimana dengan pendapat penulis sendiri?</p>
<p>Secara pribadi, penulis bukanlah penggemar fanatik Joko Widodo ataupun Prabowo Subianto. Penulis meyakini bahwa <a href="https://whathefan.com/politik/jokowi-dan-prabowo-sama-sama-putra-terbaik-bangsa/">keduanya adalah putra terbaik bangsa</a>, sehingga siapapun yang terpilih semoga mampu membawa negara ini menjadi lebih baik.</p>
<p>Akan tetapi, lawan politik yang selama ini menjadi oposisi tiba-tiba berubah haluan nampaknya juga kurang etis. Setahu penulis, belum pernah terjadi di sejarah Indonesia hal seperti ini terjadi.</p>
<p>Bisa membayangkan seandainya Megawati menjadi salah satu menteri di kabinet Susilo Bambang Yudhoyono? Lawan SBY lainnya di 2004 (Amien Rais, Hamzah Has, Wiranto) juga tidak ada mengisi posisi menteri ketika periode pertama beliau.</p>
<p>Jika Gerindra yang selama ini menjadi oposisi utama di parlemen merapat, lantas siapa yang menjadi oposisi untuk pemerintahan Jokowi?</p>
<p>PAN dan Demokrat kemarin sempat menunjukkan gerak-gerik ingin bergabung, walau pada akhirnya mereka tidak mendapatkan jatah menteri. Bahkan, AHY yang digadang-gadang masuk kabinet juga tidak berhasil masuk.</p>
<p>Demokrat bahkan dianggap ingin aman dengan bermain di dua kaki. Bergabung ke pemerintahan enggak, tapi tidak tegas menjadi oposisi. Mereka akan memanfaatkan celah-celah kesempatan yang ada.</p>
<p>PKS? Mereka mengatakan akan tetap menjadi oposisi setia. Bahkan, mereka akan menggandeng ormas untuk melakukannya. Tapi melihat bagaimana perpindahan Gerindra, bukan tak mungkin mereka juga berubah haluan pada suatu hari nanti.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Negara yang mengusung konsep demokrasi sudah sewajarnya memiliki oposisi untuk mengontrol pemerintahan agar tidak bertindak sewenang-wenang. Indonesia bukan Korea Utara yang otoriter.</p>
<p>Terlalu naif jika kita percaya semua elit hanya ingin yang terbaik untuk negara ini. Penulis yakin, terselip kepentingan pribadi ataupun kelompok, baik skala kecil maupun besar.</p>
<p>Jika kita tidak bisa menggantungkan harapan kepada para partai politik, mungkin kita sebagai rakyat yang bisa menjadi oposisi. <a href="https://whathefan.com/politik/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang/">Turunnya mahasiswa ke jalan kemarin</a> menjadi contoh kalau kita mampu melakukannya.</p>
<p>Penulis sendiri merasa campur aduk melihat peristiwa langka ini. Heran bercampur dengan perasaan <em>apaan sih, </em>antara terkejut dan perasaan <em>ini dagelan apalagi ya Tuhan</em>. Tidak ada perasaan kecewa ataupun gembira.</p>
<p>Sebagai rakyat biasa yang tidak memiliki kekuasaan apa-apa, penulis akan terus mengamati jalannya pemerintahan ini. Siapa tahu, kolaborasi antara keduanya benar-benar bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Oktober 2019, terinspirasi setelah membaca berbagai tulisan seputar dipilihnya Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan di kabinet Presiden Joko Widodo</p>
<p>Foto: <a href="http://www.melekpolitik.com/2019/10/21/netizen-ini-sebut-bukan-kursi-menteri-yang-diincar-prabowo-tapi/">Melek Politik</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/negara-tanpa-oposisi/">Negara Tanpa Oposisi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jokowi dan Prabowo Sama-Sama Putra Terbaik Bangsa</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/jokowi-dan-prabowo-sama-sama-putra-terbaik-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Apr 2019 17:41:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[hoaks]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2310</guid>

					<description><![CDATA[<p>Grup keluarga sering kali dianggap sebagai ladang penyebaran hoaks terbaik. Hal tersebut ada benarnya, namun tak semuanya seperti itu. Contohnya, adalah salah satu broadcast dari ayah penulis yang berisikan sebuah pesan yang menurut penulis sangat bagus, terutama ketika suasana politik sedang panas-panasnya. Oleh karena itu, penulis ingin membaginya di sini agar pembaca sekalian bisa membacanya juga. Broadcast [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jokowi-dan-prabowo-sama-sama-putra-terbaik-bangsa/">Jokowi dan Prabowo Sama-Sama Putra Terbaik Bangsa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Grup keluarga sering kali dianggap sebagai ladang penyebaran hoaks terbaik. Hal tersebut ada benarnya, namun tak semuanya seperti itu.</p>
<p>Contohnya, adalah salah satu <em>broadcast </em>dari ayah penulis yang berisikan sebuah pesan yang menurut penulis sangat bagus, terutama ketika suasana politik sedang panas-panasnya.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis ingin membaginya di sini agar pembaca sekalian bisa membacanya juga. <em>Broadcast </em>ini dibuat oleh<em> Agus Taufiq, </em>entah siapa dia penulis kurang tahu<em>.</em></p>
<h3>Pilpres 2019: Pertarungan Putra Terbaik Bangsa</h3>
<p>Kita boleh kecewa pada Jokowi, boleh pula tak percaya pada Prabowo. Tapi kita harus akui, faktanya mereka adalah 2 orang putra terbaik bangsa.</p>
<h4>Jokowi</h4>
<p><div id="attachment_2312" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2312" class="size-large wp-image-2312" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2312" class="wp-caption-text">Jokowi (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.kompasiana.com/hans_steve/56b923e064afbdea04dec8ae/si-unik-jokowi-ahli-strategi-bagian-ii" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiv2q73j9DhAhXH_XMBHRpdBG4QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Kompasiana.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Jokowi adalah kisah nyata seorang rakyat biasa yang bisa menjadi manusia luar biasa. Impian banyak anak desa, doa dari semua orang tua untuk anaknya.</p>
<p>Ini bukan sinetron dan dongeng, ini nyata. Seorang anak pinggir kali, yang harus pindah rumah berkali-kali karena tak mampu bayar sewa juga kena penggusuran dari angkuhnya kehidupan kota.</p>
<p>Beliau lahir dari anak tukang kayu, pembelajar keras yang akhirnya mengantarkan dirinya masuk ke Jurusan Kehutanan <strong>Universitas Gajah Mada (UGM)</strong>, salah satu kampus terbaik yang tak semua orang mampu meraihnya.</p>
<p>Beliau bukan aktivis mahasiswa, tak punya nama di zamannya. Jokowi memilih menepi dari politik kampus.</p>
<p>Ia lebih suka naik gunung di akhir pekan, hingga akhirnya secara bertahap merintis bisnis dan menjadi pengusaha mebel di Surakarta.</p>
<p>Ya, doa jutaan orang tua, &#8220;bapak kuli, semoga kamu bisa jadi insinyur&#8221;. Jokowi adalah kisah nyata perjuangan anak miskin yang mengangkat derajat keluarganya melalui pendidikan dan kerja keras.</p>
<p>Jokowi bukan kader asli yang dibesarkan partai. Ia awalnya diminta menemani <strong>F.X. Hadi Rudyatmo</strong> (PDIP) yang enggan maju sebagai walikota Solo.</p>
<p>Alasannya, ia khawatir dengan isu agama dan memilih untuk menjadi wakil Jokowi yang diprediksi lebih bisa diterima publik Solo karena seorang muslim.</p>
<p>Jokowi menghadirkan kepemimpinan gaya baru di Solo. Berdialog dengan masyarakat yang akan direlokasi, menggusur dengan sangat manusiawi, bahkan dengan PKL dikirab layaknya festival budaya, dikawal satpol PP layaknya pejabat.</p>
<p>Tak ada kekerasan, pengggusuran itu dibuat menyenangkan. Tak heran, ia menang mutlak dalam periode kedua kepemimpinanannya di Solo.</p>
<p>Kecemerlangannya dalam memimpin mengantarkan beliau menapaki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta (2012) hingga menjadi Presiden RI (2014).</p>
<h4>Prabowo</h4>
<p><div id="attachment_2313" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2313" class="size-large wp-image-2313" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2313" class="wp-caption-text">Prabowo (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://www.sipayo.com/2018/10/andi-arief-sebut-prabowo-kurang-serius-jadi-presiden.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjz7YnKkNDhAhWq4XMBHanuBr8QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Sipayo.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Prabowo adalah putra mahkota dalam berbagai kisah. Putra terbaik dalam segala aspek.</p>
<p>Kakeknya adalah Pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), <strong>Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo</strong>, beliau juga Anggota BPUPKI dan Ketua DPAS pertama.</p>
<p>Ayahnya adalah begawan ekonomi legendaris republik ini, <strong>Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo</strong>, yang namanya diabadikan menjadi nama gedung di Kementerian Keuangan.</p>
<p>Sumitro juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Menristek, Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era <strong>Soekarno</strong> dan <strong>Soeharto</strong>.</p>
<p>Soemitro juga terkenal sebagai kritikus yang berani dengan keras menentang kebijakan-kebijakan ekonomi Soekarno dan Soeharto yang dianggap tidak pro rakyat.</p>
<p>Bahkan pernah menjadi buron ke luar negeri di masa pemerintahan Soekarno karena dianggap terlalu vokal dan berbahaya.</p>
<p>Saat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Sumitro pernah &#8220;didiamkan&#8221; tak disapa Bu Tien Soeharto selama setahun karena menolak memberikan hak istimewa dalam perdagangan.</p>
<p>Prabowo lulus sekolah menengah di usia 16 tahun, lebih muda dari sebayanya. Di usia 17 tahun, Prabowo bersama aktivis legendaris <strong>Soe Hok Gie</strong> mendirikan LSM Pembangunan, yang fokus pada pembangunan desa dan merupakan LSM Pertama di Indonesia.</p>
<p>Di tengah keluarga intelektual, ia justru memilih jalan berbeda menjadi prajurit bangsa. Prabowo adalah lulusan Akademi Militer tahun 1974.</p>
<p>Meski di militer, Prabowo tetap mewarisi tradisi intelektual ayahnya. Beliau terkenal sebagai tentara yang paling rajin membaca dangan koleksi buku yang sangat banyak dan menguasai 4 bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Perancis, Belanda, dan Jerman.</p>
<p>Prabowo berkali-kali dikirim mengikuti pelatihan dan kursus di luar negeri tahun 1974, 1975, 1977, 1981.</p>
<p>Beliau juga pernah mengenyam pendidikan <em>Counter Terorist Course Gsg-9</em> di Jerman dan <em>Special Forces Officer Course</em> di <em>Fort Benning,</em> USA.</p>
<p>Beliau bersama Putra Raja Yordania menjadi lulusan terbaik dari pendidikan militer yang diikutinya di Amerika.</p>
<h3>Permainan Buzzer</h3>
<p>Percayalah, isu Jokowi akan membangkitkan PKI dan Prabowo akan mendirikan Khilafah hanyalah permainan <em>buzzer</em> untuk menakut-nakuti kita.</p>
<p>Jokowi jelas masih berusia 5 tahun saat PKI dibubarkan, ayahnya pun jelas bukan intelektual PKI, hanya tukang kayu yang tak tahu urusan politik PKI.</p>
<p>Prabowo, meski diidentikkan dengan ABRI Hijau dan sangat dekat dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) milik B.J. Habibie di tahun 1998, nyatanya ibu dan adik Prabowo adalah seorang nasrani.</p>
<p>Prabowo dan ayahnya muslim. Saat natal maupun lebaran, mereka merayakan bersama-sama. Begitulah keberagaman dan toleransi yang hidup di keluarga Prabowo.</p>
<h3>Prestasi Jokowi dan Prabowo</h3>
<p>Jokowi pernah dinobatkan sebagai salah satu walikota terbaik dunia, pun begitu dengan Prabowo yang mampu meraih banyak prestasi saat memimpin kopassus dan membuat kopassus menjadi salah satu satuan elit terbaik di dunia dan pasukannya memiliki kesejahteraan di atas rata-rata.</p>
<p>Jokowi sukses dengan Asian Games, kita semua dibuat terpesona dengan upacara pembukaan dan penutupan yang luar biasa.</p>
<p>Tapi jangan lupakan bahwa medali terbanyak yang mengatrol peringkat Indonesia adalah cabor Pencak Silat yang dibina oleh Prabowo sebagai ketua IPSI.</p>
<h3>Perbedaan Gaya Kepemimpinan</h3>
<p><div id="attachment_2314" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2314" class="size-large wp-image-2314" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/jokowi-prabowo-3.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2314" class="wp-caption-text">Jokowi dan Prabowo (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://jarrak.id/closing-ceremony-asian-games-2018-tayangkan-momen-berpelukan-jokowi-prabowo/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjfi5nCkNDhAhXhmuYKHXG6D8sQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">JARRAK.ID</span></a>)</p></div></p>
<p>Akuilah, mereka berdua ada putra terbaik bangsa. Hanya berbeda gaya bahasa, Jokowi yang orang Solo tulen khas dengan keramahan dan suara lembutnya, gaya yang santai dan banyak bercanda.</p>
<p>Kita semua tentu senang dengan gaya kepemimpinan yang asik dan merakyat. Beliau membawa gaya baru dalam definisi pemimpin di Indonesia.</p>
<p>Prabowo setengah Banyumas (Ayah) dan setengah Minahasa (Ibu). Banyumas memang ibarat Bataknya Jawa. Gaya Banyumasan lebih tinggi nada suaranya, sedikit ceplas ceplos dan terbuka dibanding jawa bagian Joglosemar (Jogja Solo Semarang) dengan tata bahasa krama inggil.</p>
<p>Ditambah ibu yang dari Sulawesi dan latar bekalang militer. Wajar gaya bicaranya tegas dan berapi-api.</p>
<p>Tapi tentu kita semua bangga jika punya pemimpin yang mampu berorasi dengan lantang dengan bahasa Inggris yang fasih dalam memperjuangkan Palestina dan negeri tertindas lainnya di depan rapat PBB dan forum-forum internasional.</p>
<p>Jadi, baik gaya yang santai ataupun berapi-api ini hanya masalah selera pemilih saja, yang terpenting adalah keberpihakannya pada rakyat.</p>
<p><strong>Jika Jokowi bukan orang yang baik tidak mungkin Prabowo memperjuangkannya untuk maju sebagai Gubernur DKI, </strong>dimana dulu Megawati hampir tidak merestui, tapi Prabowo yang memperjuangkan.</p>
<p>Sebaliknya, Anda yang meyakini Jokowi adalah orang baik, artinya harus juga meyakini Prabowo adalah orang baik <strong>karena munculnya Jokowi ke Jakarta tak lepas dari perjuangan Prabowo dan adiknya yang menyokong dana kampanye Jokowi.</strong></p>
<p>Jadi, stop terbawa arus informasi yang menghayutkan kita menjelek-jelekkan personal capres. Kita harus kritis terhadap kebijakan dan program para Capres, tapi bukan menjatuhkan personalnya.</p>
<p>Kritik kebijakan dan programnya, bukan personalnya atau latar belakang keluarganya. Tugas kita berikutnya adalah mempelajari program yang ditawarkan dan mengenali siapa-siapa saja yang berada dibalik Sang Capres pilihan.</p>
<p><strong>Karena kita telah sepakat keduanya orang baik, tinggal kita menilai orang-orang di sekitar mereka.</strong></p>
<p>Bagi yang tetap ingin menyerang personal Jokowi dan Prabowo, pertanyaan sederhananya: Apakah Anda sudah lebih baik dari Jokowi dan Prabowo?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis tidak tahu kebenaran fakta-fakta yang disajikan, tapi inti dari tulisan ini adalah mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk berhenti menyerang capres dan menyebarkan hoaks.</p>
<p>Kita sangat mudah percaya informasi-informasi yang kebenarannya patut diragukan. Berbagai kampanye hitam ditebar untuk menjatuhkan elektabilitas calon lainnya.</p>
<p>Siapapun nanti yang terpilih, semoga bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 15 April 2019, terinspirasi setelah mendapatkan <em>broadcast </em>di grup keluarga</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://tirto.id/prabowo-ajak-jokowi-berkuda-bZGW" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiQ4dHPkNDhAhXX7nMBHZPFD8MQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Tirto.ID</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jokowi-dan-prabowo-sama-sama-putra-terbaik-bangsa/">Jokowi dan Prabowo Sama-Sama Putra Terbaik Bangsa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
