<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Puisi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/puisi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2021 13:49:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Puisi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/puisi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Untuk Hati yang Terluka&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2021 13:39:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[pulih]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk hati yang terluka&#8230;Perasaan ini memang menyakitkanMencengkeram begitu kuatnyaMenyiksa seolah mencekik napasMembuat hati terasa gelap Untuk hati yang terluka&#8230;Pedih jadi makanan sehari-hariRasa seolah matiNadi seolah tak berdenyutRaga seolah tak berdaya Untuk hati yang terluka&#8230;Kenyataan memang kadang terasa pahitBanyak hal terbaik yang terlewatiBanyak yang terhenti tanpa diakhiriBanyak kejadian yang tak dimengerti *** Untuk hati yang terluka&#8230;Entah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/">Untuk Hati yang Terluka&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Perasaan ini memang menyakitkan<br>Mencengkeram begitu kuatnya<br>Menyiksa seolah mencekik napas<br>Membuat hati terasa gelap</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Pedih jadi makanan sehari-hari<br>Rasa seolah mati<br>Nadi seolah tak berdenyut<br>Raga seolah tak berdaya</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kenyataan memang kadang terasa pahit<br>Banyak hal terbaik yang terlewati<br>Banyak yang terhenti tanpa diakhiri<br>Banyak kejadian yang tak dimengerti</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Entah berapa kali kau harus merasa kecewa<br>Dikecewakan oleh ekspetasi <br>Dikecewakan oleh angan-angan<br>Dikecewakan oleh diri sendiri</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Tak akan pernah mudah untuk sembuh<br>Meskipun waktu terus bergulir<br>Meskipun lelah sudah mencapai batas<br>Meskipun diri ingin berhenti</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Mungkin ini akan membuatmu trauma<br>Takut mengalami hal yang sama<br>Takut mengulangi kesalahan yang sama<br>Takut memulai lembaran hidup baru</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kau tak sendirian dan tak akan pernah sendirian<br>Bersama kita coba lewati<br>Bersama kita coba untuk obati<br>Bersama kita coba menerima</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kau akan pulih dan pasti akan pulih<br>Tak peduli berapa detik yang harus dilalui<br>Tak peduli berapa bab yang harus dibaca<br>Tak peduli berapa kenyataan yang harus diterima</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat<br>Kau akan lebih tegar menjalani hidup<br>Kau akan lebih sabar menerima ujian<br>Kau akan lebih ikhlas menerima takdir</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang menimpamu sekarang akan membuktikan kalau kau mampu melewati ujian ini.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau alami sekarang akan membuatmu bertemu dengan versi dirimu yang lebih baik.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau derita sekarang akan mengajarkanmu apa itu kasih sayang dan perasaan cinta yang sejati.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau tangisi sekarang akan membuatmu menjadi lebih tegar dan mampu berjalan dengan kepala tegak.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau benci sekarang akan kau tinggalkan di belakang dan hanya menjadi histori semata.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau sesali sekarang akan memberimu pelajaran berharga yang tidak akan kau lupakan.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau renungkan sekarang akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatu.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Kau akan pulih. Kita akan pulih.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>NB: Bagian ketiga dari sajak ini terinspirasi dari lagu Peterpan yang berjudul <em>Kukatakan dengan Indah</em></p>



<p>Lawang, 26 Juli 2021, terinspirasi dari lagu Isyana Sarasvati yang berjudul sama</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@dannyg">DANNY G</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/">Untuk Hati yang Terluka&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi di Dalam Lirik: Peterpan dan Noah</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 09:24:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[lirik]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Noah]]></category>
		<category><![CDATA[Peterpan]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puitis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4245</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ditanya mengenai band atau penyanyi Indonesia favorit Penulis, Penulis tanpa ragu akan menjawab Peterpan atau yang sekarang telah bertransformasi menjadi Noah. Pada dasarnya, mulai SMP Penulis lebih menyukai musik luar negeri seperti Linkin Park, Avenged Sevenfold, hingga Good Charlotte. Bukannya tidak nasionalis, tapi memang masalah selera saja. Hanya saja, Penulis merasa cocok dengan&#160;style&#160;musik Peterpan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">Puisi di Dalam Lirik: Peterpan dan Noah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika ditanya mengenai band atau penyanyi Indonesia favorit Penulis, Penulis tanpa ragu akan menjawab <strong>Peterpan</strong> atau yang sekarang telah bertransformasi menjadi <strong>Noah</strong>.</p>



<p>Pada dasarnya, mulai SMP Penulis lebih menyukai musik luar negeri seperti <a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Linkin Park</a>, Avenged Sevenfold, hingga Good Charlotte. Bukannya tidak nasionalis, tapi memang masalah selera saja.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa cocok dengan&nbsp;<em>style&nbsp;</em>musik Peterpan yang puitis. Rasanya, band yang satu ini membawa warna yang berbeda untuk belantika musik Indonesia.</p>



<p>Penulis sempat berhenti total mendengarkan lagu-lagu Peterpan ketika sang vokalis, Ariel, tersandung kasus pornografi. Koleksi kasetnya langsung Penulis jual ke teman satu bangku.</p>



<p>Hanya saja beberapa tahun terakhir ini, Penulis memutuskan untuk mendengarkan mereka lagi karena merasa terlalu sayang untuk dilewatkan. Apalagi, Noah memiliki banyak lagu yang enak didengarkan.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Peterpan dan Album-Albumnya</h1>



<p>Sepengetahuan Penulis, Peterpan memiliki empat album plus satu album kompilasi. Keempat album tersebut adalah <em><strong>Taman Langit</strong></em> (2003), <strong><em>Bintang di Surga</em></strong> (2004), <strong><em>Alexandria</em></strong> (2005), dan <strong><em>Hari yang Cerah&#8230;</em></strong> (2007).</p>



<p>Yang menjadi favorit Penulis adalah album&nbsp;<em>Alexandria</em>. Album ini hanya memiliki lima lagu baru, di mana lima lagu lainnya merupakan hasil aransemen ulang. Hanya saja, Penulis menyukai semua lagu yang ada di album ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Peterpan - Ku Katakan Dengan Indah (Official Audio)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/G6YWDl0-IXU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis paling menyukai lagu&nbsp;<em><strong>Ku Katakan dengan Indah</strong>&nbsp;</em>yang liriknya sangat mengena di hati. Lirik ini yang paling Penulis sukai:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Kau beri rasa yang berbeda, mungkin ku salah<br>Mengartikannya, yang kurasa cinta</p></blockquote>



<p>Penulis juga menyukai lagu&nbsp;<em><strong>Di Belakangmu</strong>&nbsp;</em>dan&nbsp;<strong><em>Langit Tak Mendengar</em></strong>. Secara kualitas musik, Penulis sangat puas dengan album yang merupakan&nbsp;<em>soundtrack&nbsp;</em>film berjudul sama ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Peterpan - Bintang Di Surga (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Yi-C9okDw3A?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di urutan kedua, Penulis menyukai album&nbsp;<em>Bintang di Surga&nbsp;</em>yang legendaris. Sama seperti sebelumnya, Penulis menyukai semua lagu yang ada di dalam album ini.</p>



<p>Selain lagu&nbsp;<em>Ku Katakan dengan Indah&nbsp;</em>versi asli, Penulis juga menyukai lagu&nbsp;<em><strong>Di Atas Normal</strong>&nbsp;</em>dan&nbsp;<strong><em>Bintang di Surga</em></strong>. Apalagi, video klip <em>Bintang di Surga&nbsp;</em>dibuat macam film Hollywood.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Peterpan - Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fuEdMCclYn0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selanjutnya di album <em>Hari yang Cerah&#8230;,&nbsp;</em>Penulis menyukai lagi&nbsp;<em><strong>Hari yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi</strong>&nbsp;</em>dan&nbsp;<strong><em>Kota Mati</em></strong>. Album ini terdengar lebih modern dibandingkan album sebelumnya.</p>



<p>Penulis kurang menyukai album pertama mereka,&nbsp;<em>Taman Langit</em>, meskipun banyak lagu&nbsp;<em>hits&nbsp;</em>Peterpan berasal dari album ini. Sekali lagi, semua hanya masalah selera.</p>



<p>Album kompilasi mereka berjudul&nbsp;<em><strong>Sebuah Nama Sebuah Cerita</strong>&nbsp;</em>yang dirilis pada tahun 2008. Ada beberapa lagu baru juga di album ini dan Penulis sangat menikmati lagu&nbsp;<strong><em>Dilema Besar.</em></strong></p>



<h1 class="wp-block-heading">Noah dan Album-Albumnya</h1>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="NOAH - Jika Engkau (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8Rxj-Drr0dA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada tahun 2012, setelah Ariel menyelesaikan masa hukumannya, Peterpan resmi berubah nama menjadi Noah. Album pertama mereka adalah&nbsp;<strong><em>Seperti Seharusnya </em></strong>dengan <em>single </em>pertama <strong><em>Separuh Aku</em></strong>.</p>



<p>Pada album ini, Penulis lebih menyukai lagu <em><strong>Jika Engkau (Berartinya Dirimu)</strong>&nbsp;</em>dan&nbsp;<strong><em>Tak Lagi Sama</em></strong>. Kedua lagu ini sama-sama mengandung kegetiran dan ketakutan untuk ditinggalkan oleh sang kekasih.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="NOAH - Menunggumu (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/A_OJzo1LUMI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Noah juga melakukan aransemen ulang beberapa lagu Peterpan di album <strong><em>Second Chance</em></strong> yang rilis pada tahun 2014. Di salah satu&nbsp;<em>podcast</em>, Ariel mengatakan hal itu dilakukan agar lagu-lagu lama mereka memiliki versi yang terdengar Noah.</p>



<p>Di album ini, Penulis sangat sangat sangat menyukai aransemen ulang lagu&nbsp;<strong><em>Menunggumu&nbsp;</em></strong>yang dulu Peterpan nyanyikan bersama almarhum Chrisye. Di iTunes Penulis, lagu ini sudah Penulis putar lebih dari 400 kali, hampir tiga kali lipat dari lagu-lagu lainnya.</p>



<p>Pada tahun 2016, Noah merilis album&nbsp;<em>Sings Legends&nbsp;</em>di mana mereka melakukan aransemen ulang terhadap lagu-lagu milik legendaris, seperti lagu&nbsp;<strong><em>Andaikan Kau Datang</em></strong>-nya Koes Plus dan&nbsp;<em><strong>Sajadah Panjang</strong>&#8211;</em>nya Bimbo.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="NOAH - Kupeluk Hatimu (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/jFGkeMPq8Lo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Album utuh kedua Noah rilis pada tahun 2019 dengan judul <em><strong>Keterkaitan Keterikatan</strong></em>. Jumlah lagu di album ini tergolong sedikit jika dibandingkan dengan album-album sebelumnya, hanya ada delapan lagu.</p>



<p>Penulis paling suka dengan lagu&nbsp;<strong><em>Kupeluk Hatimu </em></strong>yang sendu dan<strong>&nbsp;<em>Jalani Mimpi </em></strong>yang sangat optimistik dan membuat semangat untuk menjalani hari.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="NOAH - Kala Cinta Menggoda (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Xyrpb1w5kkw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika pandemi kemarin, mereka juga melakukan aransemen ulang terhadap lagu&nbsp;<em><strong>Kala Cinta Menggoda</strong>&nbsp;</em>yang dipopulerkan oleh almarhum Chrisye. Penulis lebih menyukai versi baru ini dibandingkan versi aslinya yang bernada ceria.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Puisi di Dalam Lirik</h1>



<p>Formasi awal Peterpan terdiri dari enam orang, yakni <strong>Ariel</strong>, <strong>Lukman</strong>, <strong>Uki</strong>, <strong>Reza</strong>, <strong>Andika</strong>, dan <strong>Indra</strong>. Dua nama terakhir hengkang dan membentuk band sendiri dengan nama <strong>The Titans</strong>.</p>



<p>Ketika berubah menjadi Noah, personilnya bertambah satu: <strong>David</strong> sebagai pemain piano. Kini, Noah tinggal bertiga setelah Reza dan Uki memutuskan untuk pensiun dari dunia musik.</p>



<p>Dari awal mendengarkan lagu Peterpan, Penulis langsung jatuh cinta dengan lirik-liriknya yang puitis. Mereka kerap menggunakan metafora yang terkadang sebenarnya tidak bisa Penulis pahami.</p>



<p>Hal ini bisa kita lihat pada album pertama mereka. Metafora yang digunakan kadang membuat bingung lagunya bercerita tentang apa. Tapi semakin ke sini, metafora yang berlebihan mulai dikurangi dan tiap lagu memiliki pesannya masing-masing.</p>



<p>Ketika Peterpan berubah menjadi Noah, Penulis merasa lirik-liriknya sudah tidak terlalu puitis. Masih indah, tapi kata-katanya menjadi lebih mudah dipahami. Yang jelas, Penulis masih mendengarkan lagu-lagunya hingga kini, terutama ketika hati sedang gundah gulana.</p>



<p>Lawang, 9 Desember 2020, terinspirasi setelah menyadari kalau rubrik Musik &amp; Film sudah lama tidak diisi</p>



<p>Foto: <a href="https://urbanradiobandung.com/news/kala-cinta-menggoda-versi-noah-kemarin-rilis/">Urban Radio Bandung</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">Puisi di Dalam Lirik: Peterpan dan Noah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2020 14:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kau merasakan Sebuah rindu yang hanya milikmu seorang? Karena yang dirindu tak merasakan rindu yang sama Atau bahkan tak merasakan rindu sedikitpun Pernahkah kau merasakan Sebuah rindu yang tak berbalas? Karena yang dirindu tak ada rasa setitikpun Seolah kita sedang memainkan hati sendiri Pernahkah kau merasakan Sebuah rindu yang terasa sebagai kesia-siaan? Karena kau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/">Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu yang hanya milikmu seorang?<br />
Karena yang dirindu tak merasakan rindu yang sama<br />
Atau bahkan tak merasakan rindu sedikitpun</p>
<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu yang tak berbalas?<br />
Karena yang dirindu tak ada rasa setitikpun<br />
Seolah kita sedang memainkan hati sendiri</p>
<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu yang terasa sebagai kesia-siaan?<br />
Karena kau terus memikirkannya<br />
Ketika ia sedang asyik dengan dunianya sendiri</p>
<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu tak berujung yang menyiksa?<br />
Karena yang dirindu tak memberikan asa<br />
Ketiadaan dirimu tak membuatnya merasa kehilangan</p>
<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu yang merundung tanpa ampun?<br />
Karena kau terus berharap<br />
Walau tahu harapan itu tak akan pernah terwujud</p>
<p>***</p>
<p>Kasih,<br />
Pertemuan ternyata tak selalu mengobati rindu<br />
Karena raga bertemu namun hati saling berpaling<br />
Hanya membuat rindu semakin perih</p>
<p>Bagaimana caranya melepas rindu<br />
Jika yang dirindu tak memberi kesempatan<br />
Jika yang dirindu tak berbalas<br />
Bagaiman caranya?</p>
<p>Benar kata Dilan<br />
Rindu itu berat<br />
Apalagi jika hanya milik seorang<br />
Sedang yang dirindu tak merasakannya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 9 November 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Tembang Talijiwo </em>karya Sujiwo Tejo</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/">Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rindu Tertinggi adalah Rindu yang Tak Terucap</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2020 11:45:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasih, Percayalah Rindu yang tertinggi adalah rindu yang tak terucap Diam tanpa bersuara sedikitpun Namun terdengar begitu nyaring di dalam hati Kasih, Bisakah kau rasakan kerinduanku ini? Kerinduan yang benar-benar tak terucap Karena bibir tak kuasa mengatakannya Karena hati tak kuat mengutarakannya Kasih, Apakah rindu tak terucap ini hanya milikku? Ataukah engkau juga merasakannya? Saling [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/">Rindu Tertinggi adalah Rindu yang Tak Terucap</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kasih,<br />
Percayalah<br />
Rindu yang tertinggi adalah rindu yang tak terucap<br />
Diam tanpa bersuara sedikitpun<br />
Namun terdengar begitu nyaring di dalam hati</p>
<p>Kasih,<br />
Bisakah kau rasakan kerinduanku ini?<br />
Kerinduan yang benar-benar tak terucap<br />
Karena bibir tak kuasa mengatakannya<br />
Karena hati tak kuat mengutarakannya</p>
<p>Kasih,<br />
Apakah rindu tak terucap ini hanya milikku?<br />
Ataukah engkau juga merasakannya?<br />
Saling bungkam tanpa kabar<br />
Namun diam-diam saling mendoakan</p>
<p>Kasih,<br />
Rindu yang diumbar belum tentu tulus<br />
Rindu yang digaungkan bisa saja palsu<br />
Rindu yang diteriakkan ternyata tidak dalam<br />
Manakah yang akan engkau pilih?</p>
<p>Kasih,<br />
Aku sedang memeluk bayang yang tak tampak<br />
Membayangkan dirimu di dekapan<br />
Walau jauh tak terkira<br />
Hadirmu begitu terasa di sini</p>
<p>Kasih,<br />
Kapankah kita akan ditakdirkan bertemu?<br />
Setelah berpisah sekian lamanya<br />
Aku ingin bertemu denganmu kasih<br />
Rinduku sudah mencapai batasnya</p>
<p>Kasih,<br />
Kerinduan ini harus aku pendam dalam-dalam<br />
Bersabar hingga waktunya tiba<br />
Tapi percayalah kasih<br />
Rindu tak terucapku adalah sejatinya rindu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Sajak ini bisa dibilang sebagai bagian kedua dari sajak <a href="https://whathefan.com/sajak/kerinduan-seorang-kekasih/"><em>Kerinduan Seorang Kekasih</em></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Juni 2020, terinspirasi dari celetukan adik yang keluar begitu saja</p>
<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@andrew">Andrew Neel on Pexels</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/">Rindu Tertinggi adalah Rindu yang Tak Terucap</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Pulang</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/aku-ingin-pulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2020 09:20:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pulang]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3706</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku ingin pulang Secara terus terang Sayang harus terhalang Tanpa bisa membangkang Membuat jiwa terguncang Dan terasa melayang Aku ingin pulang Kuteriakkan dengan lantang Namun dilarang yang berwenang Dengan kata-kata yang usang Diucapkan secara berulang-ulang Tanpa bisa dipegang Aku ingin pulang Dari situasi yang tegang Ekonomi yang timpang Kondisi yang mengekang Jalanan terasa lengang Langit [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/aku-ingin-pulang/">Aku Ingin Pulang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin pulang<br />
Secara terus terang<br />
Sayang harus terhalang<br />
Tanpa bisa membangkang<br />
Membuat jiwa terguncang<br />
Dan terasa melayang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Kuteriakkan dengan lantang<br />
Namun dilarang yang berwenang<br />
Dengan kata-kata yang usang<br />
Diucapkan secara berulang-ulang<br />
Tanpa bisa dipegang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Dari situasi yang tegang<br />
Ekonomi yang timpang<br />
Kondisi yang mengekang<br />
Jalanan terasa lengang<br />
Langit cerah dengan cemerlang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Tak peduli walau harus menerjang<br />
Tak peduli walau harus menyerang<br />
Tak peduli walau harus tunggang-langgang<br />
Tak peduli walau harus telanjang<br />
Tak peduli walau harus jadi pecundang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Tapi harus bertahan di kandang<br />
Harus kuat berjuang<br />
Harus tangguh bagaikan karang<br />
Walau tubuh tinggal belulang<br />
Karena tak ada yang menopang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Ketika nanti saatnya menang<br />
Mulut berucap aku datang<br />
Saat tiba di depan gerbang<br />
Melihat wajah-wajah riang<br />
Menikmati hidup dengan tenang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 April 2020, terinspirasi dari keinginan diri yang ingin pulang ke kampung halaman</p>
<p>Foto: <strong><a href="https://www.pexels.com/@miriamespacio?utm_content=attributionCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=pexels">Miriam Espacio</a></strong> from <strong><a href="https://www.pexels.com/photo/person-standing-near-trees-3354135/?utm_content=attributionCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=pexels">Pexels</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/aku-ingin-pulang/">Aku Ingin Pulang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aku dan Mimpi</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/aku-dan-mimpi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2019 09:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[realita]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2218</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa aku baru saja tertidur? &#160; Serasa terbangun dari mimpi Masih terngiang tawa di kepala Bertukar canda dengan orang terkasih Mendengar cerita dari hati Menggoreskan kenangan baru &#160; Apakah benar aku hanya bermimpi? &#160; Rasanya begitu nyata Suara itu memang terdengar Asa itu memang terasa Sentuhan itu, dekapan itu Semua benar-benar menyentuhku &#160; Kenapa aku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/aku-dan-mimpi/">Aku dan Mimpi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Apa aku baru saja tertidur?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Serasa terbangun dari mimpi</p>
<p>Masih terngiang tawa di kepala</p>
<p>Bertukar canda dengan orang terkasih</p>
<p>Mendengar cerita dari hati</p>
<p>Menggoreskan kenangan baru</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Apakah benar aku hanya bermimpi?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasanya begitu nyata</p>
<p>Suara itu memang terdengar</p>
<p>Asa itu memang terasa</p>
<p>Sentuhan itu, dekapan itu</p>
<p>Semua benar-benar menyentuhku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kenapa aku sudah di sini?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku sudah kembali ke realita</p>
<p>Menatap rutinitas di depan mata</p>
<p>Terbangun dengan senyuman</p>
<p>Sebagai orang yang berbahagia</p>
<p>Karena telah bermimpi indah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Atas Langit Kota Malang, 27 Februari 2019, terinspirasi setelah pulang sebentar</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/h9Rx3zOYZws?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Christopher Campbell</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/aku-dan-mimpi/">Aku dan Mimpi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Kamu</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2018 11:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1748</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk kamu yang tak pernah memberi kabar Aku masih menanti dengan sabar Berharap tawamu kembali terdengar Seolah tak pernah belajar Menyusun logika menggunakan nalar Untuk kamu yang mulai memudar Selalu terselip rindu untuk tersiar Asa timbul dan menjalar Berharap pundak ini menjadi tempatmu bersandar Membuat tubuhku bergetar Untuk kamu yang semakin samar Aku telah lama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/">Untuk Kamu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk kamu yang tak pernah memberi kabar<br />
Aku masih menanti dengan sabar<br />
Berharap tawamu kembali terdengar<br />
Seolah tak pernah belajar<br />
Menyusun logika menggunakan nalar</p>
<p>Untuk kamu yang mulai memudar<br />
Selalu terselip rindu untuk tersiar<br />
Asa timbul dan menjalar<br />
Berharap pundak ini menjadi tempatmu bersandar<br />
Membuat tubuhku bergetar</p>
<p>Untuk kamu yang semakin samar<br />
Aku telah lama tak sadar<br />
Rona wajahmu yang selalu datar<br />
Menyiratkan sesuatu yang hambar<br />
Di antara hubungan kita yang tawar</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, terinspirasi mereka yang tak pernah bertanya kabar</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/8eSrC43qdro?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Hannah Olinger</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/write-letter?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/">Untuk Kamu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mereka Bilang Saya Bhin-Bhin</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/mereka-bilang-saya-bhin-bhin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/mereka-bilang-saya-bhin-bhin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2018 08:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[akronim]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Games]]></category>
		<category><![CDATA[Bhin-Bhin]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bersabar dalam menjalani tugas Hingga usai waktu bekerja Ingin rasanya membantu semua Namun apa daya tenaga terbatas Berusaha untuk memberikan yang terbaik Hati terasa damai ketika berbagi ilmu Ibadah jangan sampai terlupa Niscaya mendapatkan balasan di akhirat &#160; &#160;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/mereka-bilang-saya-bhin-bhin/">Mereka Bilang Saya Bhin-Bhin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bersabar dalam menjalani tugas<br />
Hingga usai waktu bekerja<br />
Ingin rasanya membantu semua<br />
Namun apa daya tenaga terbatas</p>
<p>Berusaha untuk memberikan yang terbaik<br />
Hati terasa damai ketika berbagi ilmu<br />
Ibadah jangan sampai terlupa<br />
Niscaya mendapatkan balasan di akhirat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/mereka-bilang-saya-bhin-bhin/">Mereka Bilang Saya Bhin-Bhin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/mereka-bilang-saya-bhin-bhin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesombongan Manusia</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/kesombongan-manusia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/kesombongan-manusia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2018 10:05:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=832</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terkadang manusia itu sombong Merasa diri paling benar Tak memedulikan pendapat orang Bersikeras dengan keyakinannya &#160; Terkadang manusia itu sombong Merasa diri paling bagus parasnya Memandang rendah orang lain Menganggap mereka sekumpulan sampah &#160; Terkadang manusia itu sombong Merasa diri paling pintar Membodoh-bodohkan orang lain Menjatuhkan kawan yang melawan &#160; Terkadang manusia itu sombong Merasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/kesombongan-manusia/">Kesombongan Manusia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang manusia itu sombong</p>
<p>Merasa diri paling benar</p>
<p>Tak memedulikan pendapat orang</p>
<p>Bersikeras dengan keyakinannya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkadang manusia itu sombong</p>
<p>Merasa diri paling bagus parasnya</p>
<p>Memandang rendah orang lain</p>
<p>Menganggap mereka sekumpulan sampah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkadang manusia itu sombong</p>
<p>Merasa diri paling pintar</p>
<p>Membodoh-bodohkan orang lain</p>
<p>Menjatuhkan kawan yang melawan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkadang manusia itu sombong</p>
<p>Merasa diri paling berpunya</p>
<p>Memandang sinis si miskin</p>
<p>Tanpa ada keinginan untuk berbagi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkadang manusia itu sombong</p>
<p>Merasa diri paling gagah</p>
<p>Membusungkan dada di jalanan</p>
<p>Berharap ada pujian menghampirinya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkadang manusia itu sombong</p>
<p>Merasa lebih hebat dari Tuhannya</p>
<p>Menyalah-nyalahkan firman-Nya</p>
<p>Membuat opini yang menyimpang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 25 Mei 2018, terinspirasi beberapa <em>tweet </em>di Twitter</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/bqpsxgfG4pE">https://unsplash.com/photos/bqpsxgfG4pE</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/kesombongan-manusia/">Kesombongan Manusia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/kesombongan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerinduan Seorang Kekasih</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/kerinduan-seorang-kekasih/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/kerinduan-seorang-kekasih/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2018 15:03:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=471</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasih, Rindu itu terkadang terasa pedih Karena ada selisih Antara kita yang menyisih Kasih, Rindu jangan ditagih Karena ia akan bertumpang tindih Akan perasaan yang bersih Kasih, Rindu itu kita yang pilih Karena hidup kadang tertatih Walau tak jarang membuat kita terkikih Kasih, Rindu janganlah dibuat sedih Karena ia hanyalah selingan lirih Dari perjuangan kita yang gigih Kasih, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/kerinduan-seorang-kekasih/">Kerinduan Seorang Kekasih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Kasih,</div>
<div>Rindu itu terkadang terasa pedih</div>
<div>Karena ada selisih</div>
<div>Antara kita yang menyisih</div>
<div></div>
<div>Kasih,</div>
<div>Rindu jangan ditagih</div>
<div>Karena ia akan bertumpang tindih</div>
<div>Akan perasaan yang bersih</div>
<div></div>
<div>Kasih,</div>
<div>Rindu itu kita yang pilih</div>
<div>Karena hidup kadang tertatih</div>
<div>Walau tak jarang membuat kita terkikih</div>
<div></div>
<div>Kasih,</div>
<div>Rindu janganlah dibuat sedih</div>
<div>Karena ia hanyalah selingan lirih</div>
<div>Dari perjuangan kita yang gigih</div>
<div></div>
<div>Kasih,</div>
<div>Rindu itu perasaan yang jernih</div>
<div>Karena ia bagaikan obat untuk pulih</div>
<div>Dari duka yang perih</div>
<div></div>
<div>Kasih,</div>
<div>Aku ingin berterimakasih</div>
<div>Atas segala perasaan yang telah kuraih</div>
<div>Semua akan tercatat di kertas putih</div>
<div>Darimu, oh kasih</div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/IfZagMEc62E">https://unsplash.com/photos/IfZagMEc62E</a></div>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/kerinduan-seorang-kekasih/">Kerinduan Seorang Kekasih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/kerinduan-seorang-kekasih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
