<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rating Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/rating/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/rating/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2022 14:29:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>rating Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/rating/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kadang Mental Gratisan Kita Itu Terlalu Parah</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 14:02:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[bajakan]]></category>
		<category><![CDATA[developer]]></category>
		<category><![CDATA[Elevate]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6134</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap pagi, Penulis (berusaha) membangun satu rutinitas: Mengasah otak menggunakan aplikasi Elevate. Aplikasi ini memiliki fitur yang sangat menarik dan sangat membantu dalam melatih kemampuan bahasa Inggris, matematika, hingga memori kita. Penulis sudah cukup lama menggunakan aplikasi, bahkan selama dua tahun terakhir sudah berlangganan layanan premiumnya. Alasannya, karena versi gratisnya tidak membuka semua jenis latihannya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/">Kadang Mental Gratisan Kita Itu Terlalu Parah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setiap pagi, Penulis (berusaha) <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">membangun satu rutinitas</a>: Mengasah otak menggunakan aplikasi <strong>Elevate</strong>. Aplikasi ini memiliki fitur yang sangat menarik dan sangat membantu dalam melatih kemampuan bahasa Inggris, matematika, hingga memori kita.</p>



<p>Penulis sudah cukup lama menggunakan aplikasi, bahkan selama dua tahun terakhir sudah berlangganan layanan premiumnya. Alasannya, karena versi gratisnya tidak membuka semua jenis latihannya. Selain itu, Penulis juga merasa sangat puas dengan aplikasi ini.</p>



<p>Tadi pagi, setelah merekomendasikan aplikasi ini ke seorang kawan, Penulis iseng mengecek kolom komentar di ulasannya. Rating aplikasi ini cukup tinggi, 4,6 dari sekitar 460 ribu pengguna (di App Store bahkan mencapai 4,8 dari sekitar 340 ribu pengguna).</p>





<p>Nah, menariknya ada beberapa (kalau bukan banyak) <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/">ulasan bintang satu</a> untuk aplikasi ini, dengan alasan yang menurut Penulis cukup konyol. Salah satunya adalah &#8220;tolong ditambahkan bahasa Indonesia&#8221;. Penulis hanya mengangkat satu alisnya ketika membaca ini.</p>



<p>Namun, ada satu lagi yang membuat Penulis merasa gemas dan mengelus dada: <strong>Mereka memberikan bintang satu karena protes aplikasi ini harus langganan jika ingin membuka semua fiturnya.</strong> Mereka ingin menikmati semua fiturnya secara gratis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Empati Kita ke Developer Itu Sepertinya Kurang</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Elevate - App Preview" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/djjyk8DVioo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sejatinya, aplikasi Elevate bisa digunakan secara gratis, walaupun memang ada limitasinya. Istilahnya, <em>freemium</em>. Namun, dari pengalaman Penulis pribadi, yang gratis saja sebenarnya sudah cukup, apalagi aplikasi ini tidak memiliki iklan yang menganggu.</p>



<p>Dalam membuat suatu aplikasi atau gim, tentu developer (terlepas dari <em>passion </em>dan sejenisnya) berharap bisa mendapatkan untung. Dengan begitu, mereka bisa terus mengembangkan apa yang telah mereka kerjakan.</p>



<p>Sayangnya, melalui contoh yang Penulis temukan pagi ini, sepertinya kesadaran kita akan hal ini masih kurang. Tampaknya <strong>mental gratisan yang kita miliki terlalu parah</strong>, hingga berharap banyak hal yang kita nikmati sudah seharusnya gratis.</p>



<p>Mungkin karena memiliki latar belakang sebagai lulusan IT, Penulis <strong>merasa berempati dengan para developer</strong> di balik sebuah aplikasi maupun gim, terutama akhir-akhir ini. Penulis paham rumitnya <em>coding</em>, terlebih jika aplikasinya cukup <em>complicated </em>seperti Elevate.</p>



<p>Untuk itu, jika merasa puas Penulis biasanya tidak ragu mengeluarkan uang (yang jumlahnya tidak seberapa) untuk memberi <em>support </em>kepada para developer dari aplikasi atau gim yang Penulis gunakan, terutama jika mereka masih kecil atau <em>indie</em>. </p>



<p>Kembali lagi ke Elevate. Bagi yang enggan mengeluarkan biaya langganan tahunan untuk bisa menikmati semua fitur yang dimiliki Elevate, mungkin mencari <em>mod </em>adalah jalan keluarnya. Namun, sekali lagi, itu menunjukkan kalau empati kita ke developer masih sangat kurang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bajakan, Nikmat tapi Menimbulkan Perasaan Bersalah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6139" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sebenarnya Pakai Sesuatu yang Bajakan Itu Mengambil Hak Orang Lain (<a href="https://www.rws.com/blog/how-video-game-piracy-influences-localization/">RWS</a>)</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya aplikasi atau gim bajakan banyak beredar, media lain seperti film dan lagu pun banyak sekali yang bajakan. Bahkan, kalau tidak mau menggunakan yang bajakan, malah kadang akan dilihat aneh. Kalau ada gratis, ngapain yang berbayar?</p>



<p>Penulis belakangan ini menyadari dan sedang belajar tentang menghargai orang lain, bahkan ke orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun. Para developer di balik aplikasi atau sineas di balik sebuah film adalah beberapa di antaranya.</p>



<p>Untuk itu, Penulis benar-benar berusaha untuk <strong>tidak lagi menikmati sesuatu yang bersifat bajakan</strong>. Memang nikmat karena yang berbau bajakan selalu gratis dan kita tidak perlu mengeluarkan uang, tapi Penulis merasakan perasaan bersalah ketika menggunakannya.</p>



<p>Mungkin ada Pembaca yang menganggap Penulis munafik, karena pasti ada saja sesuatu yang berbau bajakan yang pernah digunakannya. Jujur, Penulis pun masih pelan-pelan menyingkirkan semua yang berbau bajakan dari hidupnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="505" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-1024x505.jpg" alt="" class="wp-image-6138" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-1024x505.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-300x148.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-768x379.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-1536x757.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-2048x1010.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Nonton Anime Legal dan Gratis di Bilibili</figcaption></figure>



<p>Dulu Penulis merasa kesulitan untuk menemukan layanan legal untuk menonton anime dan membaca manga. Lalu, Penulis menemukan situs <strong>Bilibili (Bstation)</strong> dan <strong>MangaPlus</strong> yang legal, sehingga sekarang bisa meninggalkan yang bajakan .</p>



<p>Untuk film, Penulis setidaknya berusaha untuk tidak mencari <em>link </em>ilegal. Kalau tidak ada di Disney+ yang memang Penulis berlangganan, lebih baik tidak usah menonton sekalian, bahkan jika filmnya benar-benar ingin Penulis tonton sekalipun.</p>



<p>Penulis dulu banyak mendengarkan lagu bajakan dan menaruhnya dengan rapi di iTunes. Sekarang, semuanya telah hilang dan Penulis beralih menggunakan <strong>YouTube Music</strong>. Gim <em>FIFA 18 </em>yang bajakan telah diganti dengan <strong><em>FIFA 22 </em></strong>yang Penulis beli di Steam dengan harga diskon.</p>



<p>Untungnya sekarang kalau beli laptop sudah <em>include </em>Windows dan Office gratis, sehingga tidak perlu lagi menggunakan bajakannya. Kalaupun ada aplikasi bajakan yang masih digunakan, mungkin Adobe Photoshop. Itupun jarang karena Penulis lebih sering menggunakan Canva.</p>



<p>Memang Penulis belum bisa sepenuhnya meninggalkan segala sesuatu yang berbau bajakan. Namun, Penulis akan benar-benar berusaha untuk segera meninggalkannya. Jujur, <strong>Penulis merasa bersalah dan berdosa karena sudah mengambil hak orang lain</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Walau terkadang masih bolong-bolong bahkan berhenti selama berminggu-minggu, Penulis sama sekali tidak merasa rugi telah berlangganan Elevate selama dua tahun. Dengan biaya sekitar Rp20 ribu per bulan, bagi Penulis rasanya sangat <em>worth it.</em></p>



<p>Mungkin mental gratis yang kita miliki terkadang agak keterlaluan, hingga kita melupakan tentang orang-orang yang ada di balik suatu aplikasi maupun gim. Ide, tenaga, waktu mereka yang sudah dikeluarkan untuk memberikan layanan terbaik sudah seharusnya diapresiasi.</p>



<p>Penulis memang tidak bisa mengendalikan orang lain untuk bisa lebih menghargai para developer. Namun, setidaknya Penulis bisa saling mengingatkan untuk lebih menghargai developer melalui tulisan ini. Semoga saja bisa diterima oleh para Pembaca sekalian.</p>



<p>Bagi Pembaca yang tertarik untuk mengunduh aplikasi Elevate, silakan klik tautan di bawah ini:</p>



<div class="wp-block-buttons is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button is-style-fill"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wonder&amp;hl=en&amp;gl=US">DOwnload Elevate di Play Store</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://apps.apple.com/us/app/elevate-brain-training/id875063456">Download Elevate di App Store</a></div>
</div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 5 November 2022, terinspirasi setelah membaca kolom ulasan aplikasi Elevate</p>



<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.tapsmart.com%2Fapps%2Freview-elevate-award-winning-brain-training-app%2F&amp;psig=AOvVaw1mK18kPowlbWvqLnocmEUF&amp;ust=1667744890496000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CA4QjhxqFwoTCKiwwoCgl_sCFQAAAAAdAAAAABAD">Tapsmart</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/">Kadang Mental Gratisan Kita Itu Terlalu Parah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Logika Sesat Bintang Satu</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 14:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bintang satu]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5796</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, ada satu fenomena di sekitar kita yang menarik sekaligus memprihatinkan bagi Penulis: Adanya &#8220;serangan&#8221; bintang satu di internet tanpa dilandasi penilaian yang objektif. Contoh terbaru adalah yang menimpa salah satu tempat bermain di sebuah mal. Salah satu YouTuber gaming terkenal Indonesia membuat sebuah konten di mana ia telah menghabiskan uang sekitar 1,3 juta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/">Logika Sesat Bintang Satu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini, ada satu fenomena di sekitar kita yang menarik sekaligus memprihatinkan bagi Penulis: Adanya &#8220;serangan&#8221; bintang satu di internet tanpa dilandasi penilaian yang objektif.</p>



<p>Contoh terbaru adalah yang menimpa salah satu tempat bermain di sebuah mal. Salah satu YouTuber <em>gaming </em>terkenal Indonesia membuat sebuah konten di mana ia telah menghabiskan uang sekitar 1,3 juta untuk permainan capit yang bisa mendapatkan berbagai hadiah.</p>



<p>Di video tersebut, sang YouTuber memang terlihat kesal karena tidak pernah berhasil meskipun sudah mengeluarkan uang banyak. Alhasil, tempat bermain tersebut langsung diserbu penggemar sang YouTuber dan menghujaninya dengan bintang satu di Google.</p>





<p>Ketika Penulis mencoba untuk membaca <em>review-</em>nya di Google, terlihat jika mereka ikut melampiaskan emosi mereka walaupun mereka tidak mengalami kerugian apapun. Ada yang menulis tempat tersebut <em>scam</em>, ada yang cuma ikut-ikutan, dan lain sebagainya.</p>



<p>Melihat respons negatif yang sedemikian besar, sang YouTuber pun langsung memutuskan melakukan <em>takedown </em>video tersebut. Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur, banjir bintang satu sudah membuat rating dari tempat tersebut benar-benar anjlok.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bukan Pertama Kalinya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5799" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sungai Aare (<a href="https://www.bern.com/en/aare-river">Bern</a>)</figcaption></figure>



<p>Ini bukan pertama kalinya kejadian seperti ini terjadi. Ketika almarhum Eril (anak dari Ridwan Kamil) meninggal di Sungai Aare, banyak netizen yang juga memberikan bintang satu kepada sungai tersebut.</p>



<p><em>Iya, sebuah sungai diberi bintang satu oleh netizen kita</em>.</p>



<p>Padahal, sungai tersebut tidak salah apa-apa. Kematian Eril merupakan takdir yang pasti akan terjadi. Memberi bintang satu hanya akan memalukan nama Indonesia di mata internasional karena aksi yang norak tersebut.</p>



<p>Pernah juga kejadian ada sebuah aplikasi di Polandia yang harus menerima <em>review </em>buruk hanya karena namanya sama dengan aplikasi/layanan di Indonesia. Ini seolah menjadi bukti kalau literasi kita masih sangat rendah.</p>



<p>Di dunia <em>esports </em>(tempat Penulis sering berkecimpung sekarang), mungkin tidak ada &#8220;fitur&#8221; untuk memberi bintang satu. Sebagai gantinya, jurus <em>report </em>akun lawan pun dilakukan jika tim kesayangannya kalah.</p>



<p>Contoh-contoh kasus di atas patut kita evaluasi bersama, bagaimana kita belum bisa dewasa dalam menggunakan internet secara global.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kedewasaan dalam Menggunakan Internet</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5800" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Internet Penuh dengan Orang Toxic (<a href="https://bdtechtalks.com/toxic-centralized-internet/">Tech Talks</a>)</figcaption></figure>



<p>Memang, kita boleh mengekspresikan diri di internet. Apa yang dilakukan oleh para netizen dengan memberikan bintang satu adalah wujud kekecewaan mereka. Kebetulan, bintang satu seolah bisa memberikan <em>impact </em>yang lebih besar daripada sekadar <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berkata-kotor-di-media-sosial/">marah-marah membuat status di media sosial</a>.</p>



<p>Namun, apa yang dilakukan tersebut jelas merugikan pihak lain. Tempat bermain yang baru saja dihujani bintang satu sebelumnya sering mendapatkan <em>review </em>yang positif dari pengunjung yang benar-benar pernah ke sana.</p>



<p>Opini <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-saya-toxic/">toxic</a></em> yang mereka berikan jelas sangat bersifat subyektif hanya demi &#8220;melindungi&#8221; atau &#8220;membela&#8221; idola mereka. Apalagi, mereka sendiri belum pernah ke lokasi tersebut sehingga rasanya memang benar-benar aneh.</p>



<p>Fitur memberi rating kepada suatu tempat di Google sebenarnya berfungsi untuk membantu pengguna lain yang belum pernah ke sana. Jika mereka ingin pergi ke tempat tersebut, beberapa ingin tahu bagaimana ulasan tentang tempat tersebut, apakah banyak yang puas atau justru banyak yang kecewa.</p>



<p>Dengan adanya serangan bintang satu tersebut, tentu rating dari tempat tersebut menjadi turun sehingga membuat orang lain merasa ragu-ragu ingin pergi ke sana. Logika sesat ini pada akhirnya akan merugikan tempat yang bersangkutan.</p>



<p>Untuk itu, kita perlu belajar untuk lebih dewasa lagi dalam menggunakan internet. Salah satu caranya adalah dengan memahami apa fungsi sebuah fitur dan menggunakannya secara tepat. Selain itu, kita harus menghindari melakukan hal-hal yang bisa merugikan pihak lain.</p>



<p>Entah sampai kapan logika sesat dengan memberikan bintang satu secara subyektif bahkan iseng ini bisa berakhir. Semoga saja pada akhirnya, kita semua bisa lebih dewasa dalam menggunakan dan memanfaatkan internet.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 7 Juli 2022, terinspirasi setelah adik bercerita tentang adanya sebuah tempat bermain yang diserbu dengan bintang satu setelah seorang YouTuber bermain di sana</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/s/photos/arcade">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/">Logika Sesat Bintang Satu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
