<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>revolusi industri Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/revolusi-industri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/revolusi-industri/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Apr 2020 12:08:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>revolusi industri Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/revolusi-industri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bumi (Tanpa) Manusia</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bumi-tanpa-manusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2020 12:05:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi industri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3748</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah ada hal positif yang muncul akibat meruaknya virus Corona ke segala penjuru dunia? Tanpa mengurangi empati kepada korban dan keluarganya, Penulis merasa ada. Dengan adanya virus ini, kebanyakan orang harus mengurangi kegiatannya dan berdiam diri di rumah. Banyak tempat kerja menerapkan kebijakan Work from Home sehingga jalanan lebih lenggang. Akibatnya, tingkat polusi berkurang secara signifikan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bumi-tanpa-manusia/">Bumi (Tanpa) Manusia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah ada hal positif yang muncul akibat meruaknya <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">virus Corona</a> ke segala penjuru dunia? Tanpa mengurangi empati kepada korban dan keluarganya, Penulis merasa ada.</p>
<p>Dengan adanya virus ini, kebanyakan orang harus mengurangi kegiatannya dan berdiam diri di rumah. Banyak tempat kerja menerapkan kebijakan <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/agar-wfh-tetap-produktif/"><em>Work from Home</em></a> sehingga jalanan lebih lenggang.</p>
<p>Akibatnya, tingkat polusi berkurang secara signifikan, hewan-hewan yang dulu tidak bebas bergerak jadi berani untuk muncul, dan masih banyak lainnya.</p>
<p>Penulis menjadi terpikir sesuatu, <strong>apakah Bumi memang lebih baik tanpa kehadiran manusia?</strong></p>
<h3>Zaman Dinosaurus dan Era Peperangan</h3>
<p>Jika mau percaya kepada para arkeolog, pernah ada suatu masa ketika reptil raksasa menguasai dunia. Alam bekerja secara baik hingga muncul bencana yang memusnahkan mereka.</p>
<p>Lantas, Bumi perlahan diambil oleh mamalia. Menurut penganut teori evolusi Charles Darwin, ada makhluk-makhluk yang akan menjadi cikal bakal manusia modern seperti sekarang.</p>
<div id="attachment_3751" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3751" class="wp-image-3751 size-large" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3751" class="wp-caption-text">Manusia dan Perang (<a class="o5rIVb irc_hol irc_lth" tabindex="0" href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleonic_Wars" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj8huy59vHoAhXd4XMBHX1pCQcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wikipedia</span></a>)</p></div>
<p>Kalau menurut keyakinan Penulis, Nabi Adam dan Hawa diturunkan dari surga karena melanggar perintah Tuhan. Mereka lah nenek moyang manusia, berawal dari dua orang hingga menjadi milyaran seperti sekarang.</p>
<p>Penulis banyak membaca buku sejarah, termasuk sejarah peradaban. Semenjak kemunculan manusia dan perlahan membangun peradaban, <strong>ada saja bentuk kerusakan yang ditimbulkan</strong>.</p>
<p>Tak terhitung berapa jumlah perang yang sudah dilakukan umat manusia. Ada yang demi memperluas kekuasaan, fasisme, menyebarkan ajaran agama, perebutan sumber daya, dan lain sebagainya.</p>
<p>Siapa yang dirugikan? Selain rakyat sipil yang tidak bersalah, alam pun turut menjadi korban. Kerusakan yang dihasilkan oleh perang jelas tidak sedikit.</p>
<h3>Revolusi Industri</h3>
<p>Selain perang, kerusakan alam secara masif juga dipicu oleh <strong>Revolusi Industri</strong> yang terjadi di sekitar abad 18 yang bermula di Britania Raya dan menyebar ke seluruh dunia.</p>
<div id="attachment_3752" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3752" class="size-large wp-image-3752" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3752" class="wp-caption-text">Revolusi Industri (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://www.history.com/news/second-industrial-revolution-advances" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCOiPo8328egCFQAAAAAdAAAAABAD" aria-label="Visit History.com"><span class="pM4Snf">History.com</span></a>)</p></div>
<p>Pertumbuhan penduduk meningkat pesat, roda ekonomi berputar lebih cepat, terjadinya perubahan besar-besaran di berbagai bidang, mulai dari pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, hingga teknologi.</p>
<p>Salah satu faktor yang mendorong hal tersebut adalah penemuan mesin uap oleh James Watt. Mesin tersebut membuat pekerjaan manusia bisa selesai lebih efisien dan cepat.</p>
<p>Efek sampingnya? Polusi yang gila-gilaan. Mesin uap membutuhkan batu bara sebagai bahan bakar, salah satu jenis bahan bakar fosil. Otomatis, dibutuhkan proses penambangan yang jelas merusak alam.</p>
<p>Kehidupan manusia memang menjadi lebih baik. Akan tetapi, ada tumbal yang harganya tidak murah.</p>
<h3>Bumi (Tanpa) Manusia</h3>
<p>Hanya dari dua contoh di atas (perang dan revolusi industri), kita bisa melihat betapa besar kerusakan alam yang dihasilkan oleh manusia untuk Bumi kita tercinta.</p>
<p><em>Apakah berarti Bumi akan lebih baik tanpa manusia?</em> Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.</p>
<div id="attachment_3753" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3753" class="size-large wp-image-3753" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/bumi-tanpa-manusia-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3753" class="wp-caption-text">Beruang Kutub Mencari Makan (<a class="o5rIVb irc_hol irc_lth" tabindex="0" href="https://www.nytimes.com/2019/06/19/world/europe/polar-bear-norilsk-russia.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiq0t7U9vHoAhUX63MBHczcAKYQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">The New York Times</span></a>)</p></div>
<p>Di dalam keyakinan Penulis, telah ditakdirkan bahwa manusia diturunkan ke Bumi untuk menjadi pemimpin di Bumi. Tidak ada makhluk lain yang secerdas dan sehebat manusia.</p>
<p>Hanya saja dalam prosesnya, banyak perbuatan kita yang menyimpang dan membuat alam kita rusak. Hutan semakin habis, laut semakin kotor, binatang banyak yang punah dan terancam punah, dan masih banyak contoh lainnya.</p>
<p>Untungnya di era modern seperti sekarang, kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan semakin meningkat. Orang-orang seperti <strong>Greta Thunberg</strong> bisa menginspirasi banyak orang dengan aksinya.</p>
<p>Jadi, Bumi memang bisa lebih baik tanpa ada manusia. Namun faktanya, manusia telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin di Bumi dan sudah seharusnya kita menjalankan amanat tersebut dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 April 2020, terinspirasi dengan banyaknya makhluk hidup lain yang bisa bergerak bebas selama pandemik Corona ini</p>
<p>Foto: <a href="https://www.thehour.com/news/article/As-humans-stay-indoors-wild-animals-take-back-15201739.php?src=nwkhpcp">TheHour</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bumi-tanpa-manusia/">Bumi (Tanpa) Manusia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
