<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>selera Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/selera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/selera/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 10:45:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>selera Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/selera/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menyelamatkan Selera Musik</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/menyelamatkan-selera-musik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2020 14:43:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Indie]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[menyelamatkan]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[penyanyi]]></category>
		<category><![CDATA[selera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3585</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Penulis melihat story Instagram teman yang isinya cukup menggelitik. Ceritanya, teman Penulis ini sedang memberi tahu 3 daftar penyanyi atau grup musik terbaik versinya. Pada daftar tersebut, teman Penulis meletakkan seorang penyanyi Indie yang namanya dirahasiakan di urutan nomor dua. Ternyata, urutan tersebut menimbulkan protes dari salah seorang follower-nya. Ia mengeluarkan beberapa argumen yang intinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menyelamatkan-selera-musik/">Menyelamatkan Selera Musik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Penulis melihat <em>story </em>Instagram teman yang isinya cukup menggelitik. Ceritanya, teman Penulis ini sedang memberi tahu 3 daftar penyanyi atau grup musik terbaik versinya.</p>
<p>Pada daftar tersebut, teman Penulis meletakkan seorang penyanyi Indie yang namanya dirahasiakan di urutan nomor dua. Ternyata, urutan tersebut menimbulkan protes dari salah seorang <em>follower</em>-nya.</p>
<p>Ia mengeluarkan beberapa argumen yang intinya mengharuskan penyanyi Indie tersebut berada di nomor satu. Teman Penulis berusaha membalasnya dengan santai.</p>
<p>Ujung-ujungnya, <em>follower </em>tersebut mengatakan bahwa dirinya hanya ingin <strong>menyelamatkan selera musik</strong> teman Penulis. Lah, sejak kapan selera musik kita bisa diatur oleh orang lain? Hal ini menimbulkan kesan tersendiri bagi Penulis.</p>
<p>Penulis kira kejadian tersebut adalah kejadian langka yang jarang terjadi. Penulis yakin kalau penikmat musik Indie tidak banyak yang seperti itu.</p>
<p>Tapi kemarin, di postingan Instagram Si Juki, sang <em>author </em>juga membuat <a href="https://www.instagram.com/p/B9JdsIbHXQQ/">sketsa komik dengan tema yang serupa</a>! Bahkan kalimatnya sama: <strong>menyelamatkan selera musik!</strong></p>
<div id="attachment_3596" style="width: 755px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3596" class="size-full wp-image-3596" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-2.jpg" alt="" width="745" height="744" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-2.jpg 745w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-2-300x300.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-2-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 745px) 100vw, 745px" /><p id="caption-attachment-3596" class="wp-caption-text">Komik Si Juki (<a href="https://www.instagram.com/p/B9JdsIbHXQQ/">@jukihoki</a>)</p></div>
<p>Penulis jadi teringat sebuah <em>tweet </em>yang sudah agak lama, di mana ada warga Twitter yang &#8220;menyombongkan&#8221; penyanyi Indie favorit mereka sembari merendahkan orang-orang yang enggan mendengarkannya.</p>
<p>Kalau sudah seperti ini, berarti memang ada sesuatu yang salah.</p>
<h3>Selera Musik Hak Setiap Individu</h3>
<p>Sepengertian Penulis, yang namanya selera itu tergantung dari masing individu. Bisa karena pengaruh lingkungan, mendapatkan &#8220;hidayah&#8221;, bahkan kerap tanpa alasan yang pasti.</p>
<p>Begitu pun dengan musik. Apalagi, musik memiliki diversitas genre yang banyak sekali. Ada musik rock, pop, dangdut, keroncong, <em>reggae</em>, jazz, <em>classic</em>, K-Pop, EDM, dan lain sebagainya.</p>
<p>Penulis sendiri termasuk orang yang mendengarkan berbagai jenis musik. Di iTunes Penulis, ada Linkin Park, Girls&#8217; Generation, Chrisye, Michael Buble, Eminem, Queen, Steve Aoki, Justin Bieber, Mozart, sampai <em>soundtrack</em> anime.</p>
<div id="attachment_3592" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3592" class="size-large wp-image-3592" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-1-1024x557.jpg" alt="" width="800" height="435" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-1-1024x557.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-1-300x163.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-1-768x417.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/menyelamatkan-selera-musik-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3592" class="wp-caption-text">iTunes Penulis</p></div>
<p>Penulis tidak pernah mempermasalahkan pilihan musik orang, walaupun dulu masih suka nge-<em>judge </em>beberapa penyanyi atau grup band yang tidak disukai. Selera adalah hak dari setiap individu.</p>
<p>Nah, oleh karena itu Penulis merasa heran kalau ada orang-orang yang sampai menganggap selera musiknya paling tinggi sembari merendahkan orang lain.</p>
<p>Tak cukup di situ, tak jarang mereka juga memaksakan selera mereka ke orang lain dengan membeberkan sederet alasan mengapa kita harus mendengarkan lagu mereka.</p>
<p>Manusia itu kan diciptakan berbeda-beda. Kembar identik aja pasti memiliki perbedaan. Selera musik pun pasti akan berbeda tiap individunya, kenapa harus dipermasalahkan?</p>
<p>Jujur saja, kita yang bukan penggemar musik Indie ini tidak merasa sedang butuh diselamatkan. Kita merasa <em>enjoy-enjoy </em>aja dengan selera musik yang kita dengarkan.</p>
<p>Kalau pun mereka menganggap selera musik kita sampah, ya biar saja. Toh, kita mendengarkan dengan telinga kita sendiri, bukan telinga mereka. Kenapa harus pusing mikirin hidup orang lain, <em>sih</em>?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Untuk saat ini, Penulis memang belum bisa menjadi penggemar musik Indie karena pada dasarnya menyukai musik yang keras. Apalagi, Penulis tipe orang yang menikmati dentuman musiknya, bukan syahdu liriknya.</p>
<p>Walaupun begitu, Penulis memiliki banyak teman yang menjadi penikmat musik Indie. Terkadang, Penulis juga mendengarkan musik-musik yang mereka mainkan melalui <em>speaker </em>dan bisa ikut menikmatinya.</p>
<p>Teman-teman Penulis tersebut juga tidak pernah merasa selera musik mereka adalah yang terbaik, sehingga Penulis yakin hanya oknum-oknum tertentu yang terlalu berlebihan dalam menyukai musik Indie.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/karakter/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/">Menghargai perbedaan itu dimulai yang terkecil</a>. Kalau kita tidak bisa menghargai selera musik orang lain, bagaimana bisa berharap kita akan menghargai untuk sesuatu yang lebih besar?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 2 Maret 2020, terinspirasi dari anak Indie yang merasa selera musik mereka adalah yang terbaik</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@spencerimbrockphoto?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Spencer Imbrock</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menyelamatkan-selera-musik/">Menyelamatkan Selera Musik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghargai Perbedaan dari yang Terkecil</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 16:51:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[beda]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[selera]]></category>
		<category><![CDATA[tontonan]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2116</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam sebuah rapat, atasan penulis bercerita bahwa dirinya harus menggunakan aplikasi lain agar bisa mendengarkan musik dangdut. Alasannya, banyak yang menertawakan jika ia mendengarkan lagu dangdut menggunakan aplikasi Spotify. Sama halnya dengan penulis yang selera musiknya bisa dibilang berbeda dari orang-orang kebanyakan. Penulis menyukai berbagai genre, mulai lagu rock yang keras seperti Linkin Park hingga musik instrumental yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/">Menghargai Perbedaan dari yang Terkecil</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah rapat, atasan penulis bercerita bahwa dirinya harus menggunakan aplikasi lain agar bisa mendengarkan musik dangdut. Alasannya, banyak yang menertawakan jika ia mendengarkan lagu dangdut menggunakan aplikasi Spotify.</p>
<p>Sama halnya dengan penulis yang selera musiknya bisa dibilang berbeda dari orang-orang kebanyakan. Penulis menyukai berbagai genre, mulai lagu <em>rock </em>yang keras seperti <a href="http://whathefan.com/musikfilm/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-saya-dengan-linkin-park/">Linkin Park</a> hingga musik instrumental yang berasal dari <em>soundtrack </em>anime.</p>
<div id="attachment_2126" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2126" class="size-large wp-image-2126" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2126" class="wp-caption-text">Vokalis Linkin Park (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjz-dmFwqLgAhXaEHIKHWPKC3wQjB16BAgBEAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fspur.innovware.net%2Fnews%2Fchester-bennington-linkin-park-lead-singer-dead%2F&amp;psig=AOvVaw3YvNr8e55cebZpcBS8_nNj&amp;ust=1549384704003408" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjz-dmFwqLgAhXaEHIKHWPKC3wQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Spur Magazine &#8211; Innovware</span></a>)</p></div>
<p>Dengan perbedaan ini, penulis merasa lagu yang penulis dengarkan tidak akan bisa dinikmati oleh kebanyakan orang. Apalagi, kalau kebetulan penulis mendengarkan lagu yang kata kolega seperti &#8220;suara cewek kejepit&#8221;.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis lebih sering mendengarkan sendiri lagu-lagu penulis dan tidak menyetelnya melalui <em>speaker </em>bersama. Tidak masalah, yang minoritas harus mendahulukan kepentingan mayoritas.</p>
<p>Begitu pula dengan selera tontonan. Ada sebuah <em>stereotype</em> bahwa anime adalah serial untuk anak-anak. Padahal, anime juga memiliki <em>genre</em> dan segmen sendiri-sendiri, sama seperti drama Korea maupun serial yang ada di Netflix.</p>
<p>Setiap individu memiliki selera masing-masing, dan sudah seharusnya dari hal sekecil itu kita bisa belajar tentang menghargai perbedaan.</p>
<h3>Menghargai Perbedaan dari yang Terkecil</h3>
<p>Mengetahui fakta ini, penulis hanya bisa tersenyum, mungkin dengan sedikit prihatin. Mengapa? Karena merasa bahwa untuk menghargai perbedaan sekecil selera musik saja tidak bisa, bagaimana menghargai perbedaan yang lebih besar?</p>
<p>Penulis tidak heran jika masyarakat kita sangat mudah sekali tersulut untuk bertikai hanya karena perbedaan pendapat. Jangankan memilih presiden, bahkan bisa jadi untuk tingkat ketua RW saja bisa ribut.</p>
<p>Vokalis dari band <strong>Nirvana, Kurt Cobain<em>, </em></strong>mempunyai sebuah <em>quote </em>yang mungkin cocok dengan topik tulisan kali ini:</p>
<blockquote><p>They laugh at me because I&#8217;m different; I laugh at them because they&#8217;re all the same</p></blockquote>
<p>Menurut penulis, seharusnya kita tidak perlu saling menertawakan seperti yang dikatakan oleh Cobain. Yang suka dengan hal yang sedang populer, ya tak usah menertawakan yang ingin berbeda. Yang ingin berbeda, juga tak perlu merasa lebih tinggi derajatnya dari orang kebanyakan.</p>
<p>Yang namanya <a href="http://whathefan.com/karakter/budaya-menghargai-di-indonesia/">menghargai</a>, bagi penulis artinya berusaha memahami perbedaan orang lain. Selama tidak melanggar norma dan agama, tidak ada yang salahnya menyukai sesuatu atau memiliki selera yang unik. Tidak ada yang salah menjadi berbeda dari orang kebanyakan, dengan syarat yang telah disebutkan di atas.</p>
<div id="attachment_2125" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2125" class="size-large wp-image-2125" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000-1024x576.png" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2125" class="wp-caption-text">Menghargai Perbedaan Selera (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.videoblocks.com/video/friends-lying-at-home-and-listening-music-together-qms1cqz" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiO5Zvgw6LgAhUCWX0KHYn7DIQQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Video Blocks</span></a>)</p></div>
<p>Dengan menanamkan sikap saling menghargai terhadap sesama, penulis yakin hidup kita akan lebih tenang karena tak perlu repot-repot <em>julid </em>ke orang lain. Cara menanam sikap tersebut ya dimulai dari hal terkecil, seperti selera musik dan tontonan.</p>
<p>Penulis bisa bilang seperti ini karena pernah <em>julid </em>di masa lalu. Dulu bilang &#8220;<a href="http://whathefan.com/musikfilm/%EB%A6%AC%EC%8C%8D-%ED%9E%99%ED%95%A9-%EB%93%80%EC%98%A4-%EC%BD%94%EB%A6%AC%EC%95%84/">Korea</a> apa bagusnya sih?&#8221;, eh ternyata pernah suka sama SNSD dan Super Junior. Dulu <em>nyinyir </em>&#8220;<a href="http://whathefan.com/category/animekomik/">anime</a> apa bagusnya sih?&#8221;, eh sekarang punya koleksi puluhan anime di laptopnya.</p>
<p>Oleh karena dua pengalaman itu, penulis menjadi sadar bahwa sudah seharusnya kita menghargai selera orang lain tanpa perlu memberikan justifikasi yang tidak bermanfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 Februari 2019, terinspirasi dari sebuah rapat siang yang membahas <em>partnership </em>dengan salah satu pengembang aplikasi musik</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://www.fanpop.com/clubs/anime-music/images/37535480/title/k-on-just-joined-here-photo" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwit6J27xKLgAhXaTn0KHXJ1DEoQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Fanpop</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/">Menghargai Perbedaan dari yang Terkecil</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
