<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Innovators Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/the-innovators/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/the-innovators/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Sep 2018 14:35:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>The Innovators Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/the-innovators/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Asal Muasal Istilah Bug</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2018 08:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[bug]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[The Innovators]]></category>
		<category><![CDATA[Walter Isaacson]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis termasuk penggemar game sepakbola, mulai jaman Winning Eleven pada konsol Playstation hingga FIFA 18 yang sekarang terinstall di laptop penulis. Rasanya semua penggemar sepakbola secara otomatis akan suka bermain game sepakbola, apapun bentuknya. Salah satu hal yang sering menjadi bahan lelucon pada permainan tersebut adalah ketika terjadi bug yang menggelikan. Sebut saja kaki yang memanjang, pemain yang menembus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/">Asal Muasal Istilah Bug</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis termasuk penggemar <em>game</em> sepakbola, mulai jaman Winning Eleven pada konsol Playstation hingga FIFA 18 yang sekarang terinstall di laptop penulis. Rasanya semua penggemar sepakbola secara otomatis akan suka bermain <em>game </em>sepakbola, apapun bentuknya.</p>
<p>Salah satu hal yang sering menjadi bahan lelucon pada permainan tersebut adalah ketika terjadi <em>bug </em>yang menggelikan. Sebut saja kaki yang memanjang, pemain yang menembus pemain lain, dan lain sebagainya. Di Youtube pasti banyak sekali tersedia video kompilasinya.</p>
<p>Istilah <em>bug</em> sendiri sebenarnya digunakan untuk menjelaskan adanya masalah yang mengakibatkan sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tapi mengapa <em>error </em>tersebut diberi nama <em>bug</em>, yang notabene dalam bahasa Inggris memiliki arti serangga?</p>
<div id="attachment_1382" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1382" class="size-large wp-image-1382" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1382" class="wp-caption-text">Bug Pada FIFA 18 (https://www.youtube.com/watch?v=OraX2eyDSqU&amp;t=521s)</p></div>
<p>Walter Isaacson dalam bukunya yang berjudul <em>The Innovators</em> menjelaskan hal ini. Istilah ini pertama kali digunakan di masa ketika komputer belum secanggih sekarang dan masih berukuran satu ruangan. Adalah para kru dari Universitas Havard yang mempopulerkannya, tidak lama setelah perang dunia kedua berakhir.</p>
<p>Ketika itu, tim dari Universitas Harvard sedang mengembangkan komputer Mark II, penerus dari komputer sebelumnya Mark I. Komputer tersebut diletakkan di sebuah gedung yang tidak berjendela. Suatu saat, kerja Mark II terganggu sehingga semua kru sibuk mencari akar permasalahan tersebut.</p>
<div id="attachment_1381" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1381" class="size-full wp-image-1381" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_.jpg" alt="" width="900" height="512" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_-300x171.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_-768x437.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_-356x203.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1381" class="wp-caption-text">Mark II (via prezi.com)</p></div>
<p>Lalu coba tebak, apa yang menyebabkan hal tersebut? Ternyata ada seekor ngengat yang memiliki rentang sayap 10 cm tersangkut di salah satu <em>relay </em>elektromatis dari Mark II, hingga serangga tersebut menjadi gepeng. Berawal dari peristiwa tersebutlah istilah <em>bug </em>digunakan. Proses perbaikan <em>bug </em>juga disebut dengan istilah <em>debugging</em>.</p>
<p>Memang terkadang sejarah tercipta dari sebuah ketidaksengajaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, pernah dimuat di oyibanget.com dengan judul Asal Muasal Istilah Bug Pada Dunia Komputer Berasal Dari Peristiwa Ini</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://ericp27.deviantart.com">ericp27.deviantart.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/">Asal Muasal Istilah Bug</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merealisasikan Doraemon</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2018 15:46:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Doraemon]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[The Innovators]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=302</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun diputar sejak tahun 90an, saya rasa generasi milenial pun masih mengetahui tokoh robot kucing biru yang bernama Doraemon ini. Kondisi yang berbeda dialami oleh kartun lain, semisal Saint Seiya dan Sailor Moon. Salah satu faktor yang membuat Doraemon tak lekang oleh waktu adalah keajaiban dari kantongnya yang dapat mengeluarkan berbagai alat masa depan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/">Merealisasikan Doraemon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun diputar sejak tahun 90an, saya rasa generasi milenial pun masih mengetahui tokoh robot kucing biru yang bernama Doraemon ini. Kondisi yang berbeda dialami oleh kartun lain, semisal Saint Seiya dan Sailor Moon. Salah satu faktor yang membuat Doraemon tak lekang oleh waktu adalah keajaiban dari kantongnya yang dapat mengeluarkan berbagai alat masa depan untuk membantu Nobita. Selain itu, meskipun ia berbentuk robot, ia memiliki perasaan dan emosi layaknya manusia biasa. Singkatnya, Doraemon adalah teman idaman bagi semua orang.</p>
<p><em><strong>Pertanyaannya, apakah robot yang memiliki emosi seperti Doraemon akan benar-benar hadir di dunia?</strong></em></p>
<p>Dalam buku <strong><em>The Innovators</em></strong> karya Walter Isaacson, Ada Lovelace, salah satu pelopor dunia komputer bersama Charles Babbage, berpendapat bahwa sebuah mesin tidak akan dapat berpikir sendiri. Mesin hanya dapat membuat keputusan dari data-data yang dimasukkan oleh pengguna, bukannya memiliki inisiatif untuk mengeluarkan keputusannya sendiri.</p>
<p>Lalu antara tahun 1940 hingga 1950 ketika marak komputer-komputer awal seperti ENIAC, pembahasan mengenai apakah komputer dapat berpikir mulai muncul ke permukaan. Dengan ditemukannya transistor dan microchip semakin menambah optimisme para ahli komputer untuk membuat robot yang menyerupai manusia semirip mungkin.</p>
<p>Akhir 90an, Garry Kasparov, seorang Grand Master Catur dunia, berhasil dikalahkan oleh <em>Deep Blue</em>, sebuah komputer buatan raksasa teknologi, IBM. Hanya saja kemenangan ini dikarenakan <em>Deep Blue</em> dapat memprediksi langkah-langkah berdasarkan data yang dimasukkan oleh <em>programmer</em>, bukan karena ia dapat berpikir sendiri.</p>
<p><em><strong>Kecerdasan Buatan</strong></em></p>
<p>Kecerdasan buatan atau <em>Artificial Intelligence </em>juga semakin berkembang. Kini mereka dapat mengembangkan diri mereka sendiri dengan proses <em>self-</em><em>learning</em>. Namun perlu diingat bahwa mereka tetap butuh data awal yang diberikan oleh si pembuat. Karena itu, sejak digadang-gadang pada tahun 50an, mesin yang bisa berpikir sendiri belum benar-benar berhasil ditemukan.</p>
<p>Nah, jika harapan “berpikir sendiri” saja belum bisa ditemukan, bagaimana dengan robot yang memilki emosi seperti Doraemon? Bagaimana caranya memasukkan emosi ke dalam sebuah mesin? Bisa saja menggunakan logika berbasis kondisi, misal jika mesin tersebut diperlakukan jahat, maka mesin tersebut akan merespon dengan marah. Namun tetap saja, itu merupakan mesin yang di <em>setting</em> oleh manusia, bukan mesin yang dapat berpikir sendiri.</p>
<p>Mungkin saja satu abad lagi, masa dimana Doraemon lahir, telah ditemukan teknologi yang akan merealisakan Doraemon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 30 Januari 2018, setelah mencoba kombinasi beberapa teknik di Pare pada SWI Mengajar</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://evfxonline.com">evfxonline.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/">Merealisasikan Doraemon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
