<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thriller Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/thriller/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/thriller/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:06:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>thriller Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/thriller/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ternak Manusia Ala The Promised Neverland</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2020 04:13:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[plot twist]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[The Promised Neverland]]></category>
		<category><![CDATA[thriller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4027</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam menonton anime, Penulis menghindari anime-anime berat yang tidak memiliki unsur komedi. Alasannya, tujuan Penulis menonton anime adalah sebagai hiburan semata. Hanya saja, suatu hari Ayu memberikan rekomendasi ke Penulis untuk menonton sebuah anime berjudul The Promised Neverland. Kebetulan, anime ini tersedia di Netflix. Awalnya, Penulis merasa berat karena genrenya. Ketika akhirnya Penulis coba untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland/">Ternak Manusia Ala The Promised Neverland</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam menonton anime, Penulis menghindari anime-anime berat yang tidak memiliki unsur komedi. Alasannya, tujuan Penulis menonton anime adalah sebagai hiburan semata.</p>
<p>Hanya saja, suatu hari Ayu memberikan rekomendasi ke Penulis untuk menonton sebuah anime berjudul <strong><em>The Promised Neverland</em></strong><em>. </em>Kebetulan, anime ini tersedia di Netflix.</p>
<p>Awalnya, Penulis merasa berat karena genrenya. Ketika akhirnya Penulis coba untuk menonton episode satu, Penulis keterusan sampai memutuskan untuk membaca cerita manganya sampai tamat!</p>
<h3>Peternakan Manusia</h3>
<div id="attachment_4094" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4094" class="size-large wp-image-4094" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4094" class="wp-caption-text">Utopia Palsu (<a href="https://www.kincir.com/movie/anime/promised-neverland-anime-hype-sesuai-ekspektasi">Kincir</a>)</p></div>
<p>Pada episode pertama, kita akan diperlihatkan sebuah panti asuhan. Di dalamnya, terdapat banyak anak kecil dalam rentang usia 5 sampai 12 tahun yang diasuh oleh seorang &#8220;Mama&#8221;.</p>
<p>Mereka semua terlihat sangat berbahagia. Rasa kekeluargaan yang dimiliki oleh masing-masing anak sangat terasa. Mereka juga sangat menyayangi Mama yang begitu baik hati.</p>
<p>Seperti halnya panti asuhan pada umumnya, akan ada waktu anak-anak tersebut akan diadopsi oleh orang tua angkat. Kali ini Conny yang akan diadopsi.</p>
<div id="attachment_4093" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4093" class="size-large wp-image-4093" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4093" class="wp-caption-text">Norman, Emma, Ray (<a href="https://screenrant.com/promised-neverland-season-2-updates-release-date-story/">Screen Rant</a>)</p></div>
<p>Ketika Conny telah pergi, ternyata boneka kesayangannya tertinggal di panti. <strong>Emma</strong> dan <strong>Norman</strong>, dua anak panti yang termasuk paling menonjol, memutuskan untuk mengantarkan boneka tersebut ke gerbang.</p>
<p>Ternyata, mereka justru menemukan fakta yang mengerikan. Conny tidak diadopsi, melainkan dibunuh untuk menjadi makanan iblis. Semua anak yang ada di panti tersebut hanyalah ternak yang dipelihara untuk dibunuh.</p>
<p>Dengan kecerdasan yang dimiliki, Emma dan Norman menyusun strategi untuk kabur dari panti asuhan tersebut. Mereka dibantu oleh <strong>Ray</strong>, salah satu anak panti lainnya yang juga memiliki kepintaran di atas rata-rata.</p>
<p>Rasanya cukup sampai di sini saja Penulis menjelaskan alur ceritanya karena takut memberikan <em>spoiler</em>. Apalagi, anime ini memiliki <em>plot twist </em>yang cukup banyak.</p>
<p>Setiap akhir episode, ada saja adegan yang membuat kita ingin menonton episode selanjutnya secepat mungkin.</p>
<h3>Penuh dengan Plot Twist, Tapi&#8230;</h3>
<div id="attachment_4095" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4095" class="size-large wp-image-4095" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4095" class="wp-caption-text">Penuh Plot Twist (<a href="https://wallpapersafari.com/w/LhK9ju">WallpaperSafari</a>)</p></div>
<p>Anime ini merupakan anime bergenre <em>mystery </em>dan <em>thriller </em>pertama yang Penulis tonton. Kalau bukan karena direkomendasikan oleh Ayu, Penulis tidak akan pernah menonton anime ini.</p>
<p>Salah satu kekuatan dari anime ini adalah episode pertamanya yang sangat menarik. Kita akan diperlihatkan sebuah utopia palsu yang mengerikan dan membuat Emma dan Norman mencari cara untuk kabur dari sana.</p>
<p>Penulis yang merasa penasaran dengan lanjutan ceritanya memutuskan untuk membaca komiknya. Kebetulan, serial ini hanya memiliki sekitar 180 <em>chapter </em>sehingga tidak dibutuhkan waktu lama untuk menamatkannya.</p>
<p>Jika boleh membocorkan sedikit, Penulis kurang menyukai kelanjutan dari <em>The Promised Neverland. </em>Unsur <em>plot twist </em>yang kental di animenya berkurang banyak, digantikan petualangan yang menegangkan.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga merasa <em>ending</em>-nya terlalu bahagia. Kekelaman yang Penulis rasakan ketika menonton animenya tidak terlalu terasa lagi di komik.</p>
<p>Setidaknya, anime ini membawa keseruan dan ketegangan yang lumayan. Animasinya juga di atas rata-rata sehingga kita betah untuk menontonnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 27 September 2020, terinspirasi setelah menonton dan membaca <em>The Promised Neverland</em></p>
<p>Foto: <a href="https://wall.alphacoders.com/by_sub_category.php?id=301917&amp;name=The+Promised+Neverland+Wallpapers"><span class="pM4Snf">Wallpaper Abyss &#8211; Alpha Coders</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland/">Ternak Manusia Ala The Promised Neverland</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhir yang Pekat Pada Suara</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 12:01:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[suara]]></category>
		<category><![CDATA[thriller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara padatnya rutinitas kerja, penulis sudah lama tidak menamatkan buku, sehingga rubrik Buku lama tidak memiliki tulisan baru. Untunglah, penulis membeli sebuah novel karya teman sekantor yang terbilang singkat, namun cukup memikat. Novel Suara merupakan novel karangan Ridho Ibadurrahman. Buku ini diterbitkan secara mandiri dan dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, Rp50.000. Bagi pembaca yang tertarik untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/">Akhir yang Pekat Pada Suara</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara padatnya rutinitas kerja, penulis sudah lama tidak menamatkan buku, sehingga rubrik <a href="http://whathefan.com/category/buku/">Buku</a> lama tidak memiliki tulisan baru. Untunglah, penulis membeli sebuah novel karya teman sekantor yang terbilang singkat, namun cukup memikat.</p>
<p>Novel <strong>Suara </strong>merupakan novel karangan Ridho Ibadurrahman. Buku ini diterbitkan secara mandiri dan dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, Rp50.000. Bagi pembaca yang tertarik untuk membeli buku ini, bisa dibeli di <a href="https://shopee.co.id/Suara-%E2%80%93-Ridho-Ibadurrahman-i.42055431.1701732329">Shopee</a> maupun <a href="https://www.bukuindie.com/p/suara-ridho-ibadurrahman/">BookIndie</a>.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Nah, sekarang kita akan mulai menjabarkan, apa sih isi novel yang kovernya sok misterius dengan dominasi warna hitam ini. Menggunakan <em>point of view </em>orang pertama, Suara berpusat pada seorang <em>soundman </em>sinetron bernama <strong>Goro</strong>.</p>
<p>Tokoh Goro ini memiliki rasa terhadap salah satu artis yang sedang <em>syuting </em>bersamanya. Ia bernama <strong>Bela</strong>. Ketika membaca, penulis membayangkan sosok Goro seperti Ridho, dan membayangkan Bela seperti <strong>Bella Saphira</strong>. Maklum, hanya Bella itu yang terlintas di pikiran penulis.</p>
<p>Ketertarikan yang dimiliki oleh <del>Ridho</del> Goro ternyata disambut oleh Bela. Maka kedua pasangan ini memutuskan untuk pergi berlibur berdua ke salah satu daerah eksotis di Indonesia untuk meningkatkan <em>chemistry </em>di antara mereka.</p>
<p>Di sela-sela perjalanan, terungkap bahwa adik kandung Goro tengah hilang diculik oleh sekelompok orang. Hilangnya adik Goro inilah yang menurut penulis menjadi arah cerita novel ini. Lalu, apa hubungannya dengan kehidupan asmara Goro dan Bela? Jawabannya ada di novel Suara ini.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Jika ditanya orang, ber-<em>genre </em>apakah novel ini, maka penulis akan menjawab <em>romance-thriller</em>. Balutan romansa antara Goro dan Bela dituliskan dengan sedikit vulgar yang sebenarnya agak nanggung (penulis berpendapat demikian karena pernah membaca <a href="http://whathefan.com/buku/penyiksaan-rezim-pada-saman/">Saman</a>-nya Ayu Utami).</p>
<p>Setelah dimanjakan dengan cerita romantis di bagian awal hingga tengah buku, kita akan dibuat tegang dengan berbagai adegan seputar perjuangan dan dilema Goro demi  menyelamatkan adik perempuannya tersebut.</p>
<p>Untuk pemilihan judul Suara sendiri, penulis memiliki beberapa pendapat. Bisa jadi Suara dipilih karena tokoh utama bekerja sebagai <em>soundman</em>, bisa juga karena &#8220;suara-suara yang tidak sengaja terdengar&#8221; oleh tokoh Goro berhasil mengungkap keberadaan adiknya.</p>
<p>Lebih dari itu, mungkin berkat suara-suara yang didengar oleh Goro, kehidupannya menjadi berubah secara dramatis. Suara-suara yang didengar oleh Goro menjadi saksi bisu kejadian-kejadian yang menimpa Goro.</p>
<p>Yang jelas, walaupun alur ceritanya berhasil penulis tebak (karena penulis penggemar berat serial detektif seperti <a href="http://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Agatha Christie</a>), <em>ending </em>yang dimiliki novel ini cukup membuat penulis berkata &#8220;wow&#8221;. Penulis yakin para pembaca akan merasakan sensasi yang sama.</p>
<p>Untuk kekurangannya, tentu ada beberapa. Selain <em>typo </em>yang bertebaran, peletakkan dialog yang kurang tepat membuat penulis harus membaca ulang. Contohnya seperti ini:</p>
<p><em>&#8220;Beb.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Beb.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Apaan sih?&#8221;</em></p>
<p>Dua kata beb di atas diucapkan oleh orang yang sama. Seharusnya, kedua dialog tersebut bisa dijadikan satu atau dipisah dengan sepenggal kalimat seperti ini:</p>
<p><em>&#8220;Beb.&#8221;</em></p>
<p><em>Ia tak bergeming meskipun aku yakin ia mendengarku. Aku coba untuk memanggilnya sekali lagi.</em></p>
<p><em>&#8220;Beb.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Apaan sih?&#8221; </em></p>
<p>Itu pendapat penulis karena novel-novel yang selama ini penulis baca seperti itu. Adapun novel seperti Sherlock Holmes yang memiliki dialog panjang, biasanya memang dibagi menjadi beberapa tanda kutip yang bersambung. Bingung? Ya sudah tidak apa-apa.</p>
<p>Untuk alur ceritanya sendiri, penulis merasakan sedikit ada ketergesa-gesaan pada novel ini. Banyak bagian yang sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi, sehingga tebal buku ini bisa bertambah dan kompleksitas yang dimiliki juga semakin membuat para pembacanya penasaran.</p>
<p>Lalu, apakah novel ini penulis rekomendasikan? Jawabannya adalah iya, jika pembaca adalah orang yang suka sebuah novel singkat namun memiliki alur cerita yang memikat dengan <em>ending </em>yang pekat.</p>
<p>Nilainya <strong>3.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Bagi yang ingin membaca novel karangan penulis, bisa mampir ke tautan yang ada di bawah ini</p>
<ul>
<li><a href="http://whathefan.com/category/distopia-bagi-kia/">Distopia Bagi Kia</a></li>
<li><a href="http://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji (Buku 1)</a></li>
<li><a href="http://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-2/">Leon dan Kenji (Buku 2)</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Februari 2019, terinspirasi setelah menamatkan novel Suara dalam waktu 1 jam 15 menit</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/">Akhir yang Pekat Pada Suara</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
