<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Uketsu Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/uketsu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/uketsu/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 15:11:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Uketsu Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/uketsu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Gambar Aneh</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 15:07:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Uketsu]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8703</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun tidak terlalu terkesan setelah membaca Teka-Teki Rumah Aneh, Penulis memutuskan untuk tetap membeli novel terbaru Uketsu. Kali ini, judulnya adalah Teka-Teki Gambar Aneh. Saat membaca ulasan sekilas yang beredar di media sosia, banyak yang menyebutkan kalau cerita di novel ini lebih gila dibandingkan novel yang pertama. Ekspektasi Penulis pun jadi meninggi, meskipun tetap menyiapkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/">[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Gambar Aneh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Meskipun tidak terlalu terkesan setelah membaca <em><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/">Teka-Teki Rumah Aneh</a></em>, Penulis memutuskan untuk tetap membeli novel terbaru <strong>Uketsu</strong>. Kali ini, judulnya adalah <em><strong>Teka-Teki Gambar Aneh</strong>.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat membaca ulasan sekilas yang beredar di media sosia, banyak yang menyebutkan kalau cerita di novel ini lebih gila dibandingkan novel yang pertama. Ekspektasi Penulis pun jadi meninggi, meskipun tetap menyiapkan ruang untuk merasa kecewa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untungnya, setelah menamatkan novel ini dalam durasi yang relatif singkat, Penulis bisa mengatakan kalau <em>Teka-Teki Gambar Aneh </em>memang lebih gila dari <em>Teka-Teki Rumah Aneh</em>! Penulis akan jelaskan alasannya pada tulisan kali ini.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SPOILER ALERT!!!</mark></strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-banner.jpg 1280w " alt="Koleksi Board Game #11: Dungeon Mayhem: Monster Madness" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-11-dungeon-mayhem-monster-madness/">Koleksi Board Game #11: Dungeon Mayhem: Monster Madness</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Teka-Teki Gambar Aneh</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Teka-Teki Gambar Aneh</em></li>



<li>Penulis: Uketsu</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Ke-2</li>



<li>Tanggal Terbit: Februari 2026 </li>



<li>Tebal: 312 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020687209</li>



<li>Harga: Rp99.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Teka-Teki Gambar Aneh?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan judulnya, kali ini kita akan disuguhi banyak gambar aneh yang jika dilihat sekilas tidak memiliki makna yang berarti. Memang, denah rumah bisa disebut sebagai &#8220;gambar&#8221; juga, tapi ini <em>literally </em>gambar berbagai macam hal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melansir dari sinopsis resminya, ada <strong>gambar yang dibuat seorang wanita hamil di internet</strong>, <strong>gambar yang dibuat seorang anak kecil sebagai hadiah Hari Ibu</strong>, dan<strong> gambar yang dibuat seorang korban pembunuhan di saat-saat terakhirnya</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita dibagi menjadi ke dalam empat bab, yang pada awalnya tidak terlihat seperti terhubung satu sama lain. Alurnya sendiri maju mundur, karena satu bab ke bab lainnya tidak linear dalam satu lini masa. Berikut adalah judul dari keempat bab di novel ini:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Gambar Wanita Berdiri Diterpa Angin</li>



<li>Gambar Kabut yang Menutupi Unit Mansion</li>



<li>Gambar Terakhir Guru Seni Rupa</li>



<li>Gambar Pohon Pelindung Burung Gelatik</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, setidaknya akan ada empat gambar berbeda yang akan menjadi pusat dari masing-masing cerita, karena masih ada gambar-gambar lainnya juga. Yang menggambar pun juga berbeda-beda, tapi tidak akan Penulis jelaskan di sini karena berpotensi <em>spoiler</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis telah sering mengatakan kalau format seperti ini adalah salah satu favoritnya, apalagi kalau keterhubungannya benar-benar tak terpikirkan. Nah, novel ini pun begitu, di mana tiap-tiap cerita memiliki karakter yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di cerita pertama misalnya, ceritanya berpusat pada karakter <strong>Sasaki</strong> dan <strong>Kurihara</strong> (orang yang sama di novel pertama), yang sama-sama merupakan anggota dari kelompok <em>occult</em>. Mereka berdua mendiskusikan sebuah blog yang terasa janggal bernama <strong>&#8220;Catatan Hati Nanashino Ren&#8221;</strong>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di blog tersebutlah mereka menemukan sekumpulan gambar aneh yang berusaha mereka pecahkan, apalagi jika membaca tulisan-tulisan pemilik blog. Total ada lima gambar yang terlihat tidak memiliki hubungan sama sekali di cerita pertama ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Fun Fact: Blog tersebut benar-benar ada! Pembaca bisa mengaksesnya di <a href="https://nanashinoren.blog.jp/"><strong>https://nanashinoren.blog.jp/</strong></a></mark></em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu di cerita kedua, <em>angle</em>-nya bergeser ke seorang anak bernama <strong>Yuta</strong> yang baru akan menginjak usia enam tahun. Di cerita ketiga, bergeser lagi ke kematian seorang guru seni rupa bernama <strong>Miura</strong>. Bisa dibayangkan, bukan, bagaimana cerita-cerita di buku ini seolah berdiri sendiri?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang bisa Penulis katakan adalah, gambar-gambar aneh di novel ini bukanlah sekadar gambar biasa. Gambar-gambar di sini adalah sebuah petunjuk, baik untuk mengetahui watak seseorang, pesan kematian, hingga petunjuk tentang adanya kasus pembunuhan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Teka-Teki Gambar Aneh</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis cukup terperangah setelah menamatkan novel ini.<strong> <em>Plot twist </em>yang dimiliki benar-benar mengejutkan </strong>dan sama sekali tak terpikirkan. Bahkan, Penulis bisa bilang kalau setiap bab memiliki <em>twist-</em>nya sendiri. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterhubungan antara empat bab di novel ini sebenarnya <strong>berpusat pada satu karakter</strong>, yang tidak akan Penulis ungkap di sini. Namun, kita tidak akan menyadarinya hingga akhir bab kedua, atau bahkan ketika akhir bab tiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Begitu semuanya terungkap, kita baru menyadari betapa besarnya skema kriminal yang terjadi sepanjang novel ini. Tulisan dan gambar-gambar aneh di blog yang ditemukan Sasaki dan Kurihara ternyata hanya <em>tip of the iceberg</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, motif tiap pembunuhan yang terjadi di novel ini pun bukan karena dendam, harta, atau hal-hal yang kerap kita jumpai pada cerita-cerita detektif pada umumnya. Ketika motifnya terkuak di bab empat, kita akan sulit memercayainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, keberadaan pihak polisi baru muncul menjelang akhir cerita. Artinya, kejahatan yang dilakukan oleh pelaku berhasil ia sembunyikan dengan baik selama bertahun-tahun, walau pada akhirnya ada seseorang yang berhasil membongkar semuanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Pace </em>cerita di sini pun cukup cepat</strong>, apalagi jika mengingat ada empat cerita yang berbeda. Itulah yang membuat Penulis hanya membutuhkan waktu singkat untuk menamatkannya, karena selalu ada hal yang menimbulkan rasa penasaran. Mungkin juga karena terjemahan buku ini mudah untuk dicerna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis bersyukur bahwa <strong>konklusi dari novel ini tidak memiliki keterkaitan dengan dunia okultisme</strong>, seperti yang Penulis temukan di <em>Teka-Teki Rumah Aneh</em>. Penulis merasa cukup puas dengan penjelasan akhirnya yang lebih ke sisi psikologis yang <em>mindblowing</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika disuruh membicarakan kekurangannya, jujur Penulis kesulitan menemukannya. Penulis tidak menemukan <em>plot hole </em>atau hal ganjil yang membuat Penulis tidak puas dengan novel ini. Penulisannya rapi dan tertata, sehingga semua hal telah mendapatkan penjelasan yang cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, justru <strong>motif pelaku di novel ini menjadi tanda tanya besar bagi Penulis</strong>. Benarkah ada orang yang tega melakukan pembunuhan-pembunuhan dengan motif seperti itu? Apakah itu karena sang pelaku seorang psikopat yang sadis sekaligus <em>overprotective</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulannya, Penulis menikmati novel ini dan merekomendasikannya kepada Pembaca yang menyukai kisah detektif yang di permukaan terlihat sederhana, tapi memiliki kerumitan di dalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: <strong>9/10</strong></mark></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 6 Juni 2026, terinspirasi setelah membaca <em>Teka-Teki Gambar Aneh </em>karya Uketsu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/">[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Gambar Aneh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-gambar-aneh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Rumah Aneh</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 14:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Uketsu]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya sudah sejak lama novel Teka-Teki Rumah Aneh karya Uketsu mencuri perhatian Penulis. Namun, entah mengapa Penulis belum merasa terdorong untuk membelinya, meskipun sebenarnya suka dengan novel &#8220;teka-teki&#8221;. Nah, membaca novel-novel detektif Keigo Higashino yang akhirnya membuat Penulis memutuskan untuk membeli dan membaca novel ini. Toh, novel ini tidak terlalu tebal, sehingga bisa cepat ditandaskan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/">[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Rumah Aneh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya sudah sejak lama novel <em><strong>Teka-Teki Rumah Aneh</strong></em> karya <strong>Uketsu</strong> mencuri perhatian Penulis. Namun, entah mengapa Penulis belum merasa terdorong untuk membelinya, meskipun sebenarnya suka dengan novel &#8220;teka-teki&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, membaca <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/">novel-novel detektif Keigo Higashino</a> yang akhirnya membuat Penulis memutuskan untuk membeli dan membaca novel ini. Toh, novel ini tidak terlalu tebal, sehingga bisa cepat ditandaskan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Benar saja, tak butuh lama Penulis menghabiskan novel ini karena misterinya yang membuat penasaran. Dengan durasi sekitar 3-4 jam, Penulis bisa langsung menyelesaikan novel ini. Lantas, apakah novel ini sebagus kata orang?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-banner.jpg 1200w " alt="Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Teka-Teki Rumah Aneh</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>Teka-Teki Rumah Aneh</em></li>



<li>Penulis: Uketsu</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Ke-14</li>



<li>Tanggal Terbit: Mei 2025</li>



<li>Tebal: 224 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020669960</li>



<li>Harga: Rp79.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Teka-Teki Rumah Aneh?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Novel ini berkisah dari sudut pandang orang pertama<strong> seorang penulis</strong> (namanya tidak pernah disebutkan) spesialis <em>occult </em>alias hal-hal gaib. Nah, suatu ketika, ia dimintai tolong kenalannya untuk memeriksa suatu denah rumah yang menurutnya aneh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini, kita bisa melihat kalau konsep &#8220;rumah aneh&#8221; langsung disajikan di awal cerita, bahkan di halaman pertama. Denah rumah yang awalnya tampak normal-normal saja langsung diperlihatkan begitu mulai membaca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sang penulis tersebut tentu merasa kebingungan dengan denah rumah tersebut, sehingga ia minta bantuan kenalannya yang bernama <strong>Kurihara-san</strong>, seorang arsitek, yang akhirnya menunjukkan apa keanehan pada denah rumah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nantinya, kita akan sering melihat percakapan antara keduanya di novel ini. Bukan dalam bentuk paragraf, melainkan menggunakan format nama karakter, titik dua (:), baru kalimatnya. Semua percakapan menggunakan format tersebut, sehingga  membuat <em>pace </em>novel ini terasa cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di novel ini, denah rumah kerap diperlihatkan berkali-kali, terkadang hanya sebagian saja. Dengan demikian, kita tidak perlu capek-capek membolak-balikkan halaman, walau kekurangannya membuat novel ini cepat habis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berangkat dari keanehan tersebut, tokoh penulis pun membuat artikel tentang rumah tersebut dengan harapan akan ada orang yang memiliki informasi lebih. Tak lama kemudian, ia pun menerima email dari seseorang yang akan membawa mereka ke sebuah misteri yang kelam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak akan bercerita terlalu dalam mengenai isi buku ini, mengingat apa yang membuat novel misteri menarik adalah misterinya. Namun, Penulis bisa mengatakan kalau <strong>denah rumah yang aneh di sini tidak hanya satu</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, nanti akan terungkap kalau ada alasan khusus kenapa rumah-rumah tersebut memiliki denah yang aneh. Bisa dibilang, konklusi cerita yang dibagi menjadi empat bab ini tidak tertebak, kalau bukan jadi terlalu jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bab selanjutnya, akan ada lebih banyak <em>spoiler</em> yang akan mengurangi keseruan jika Pembaca berniat membaca buku ini. Jadi,<strong> <em>spoiler alert</em>!</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Teka-Teki Rumah Aneh</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pada dasarnya memang menyukai novel detektif dan misteri. Jauh sebelum kenalan dengan <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-a-midsummers-equation/">novel-novel Keigo</a>, Penulis sudah membaca semua novel <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Agatha Christie</a> dan Sherlock Holmes. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, standar Penulis jadi agak tinggi. Penulis menganggap <em>Teka-Teki Rumah Aneh </em>adalah cerita misteri yang menarik, tapi tidak sampai membuat Penulis menganggap sebagai salah satu yang terbaik yang pernah Penulis baca.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Yang Plus dari Teka-Teki Rumah Aneh</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah Penulis singgung, kita langsung disuguhi denah rumah yang awalnya terlihat normal, tapi ternyata memiliki keanehan. Apalagi, &#8220;rumah anehnya&#8221; bukan hanya itu, sehingga kita jadi menyadari kalau<strong> ini adalah sebuah pola tertentu</strong>, bukan sekadar kesalahan arsitektur saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah hal yang berhasil membuat penasaran bagi tokoh penulis dan Kurihara-san. Berawal dari pertanyaan, mereka justru jadi melakukan penyelidikan untuk mengulik apa maksud dari denah rumah aneh tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buat Penulis, salah satu kekuatan utama novel ini adalah <strong>bagaimana kita mampu dibuat merasa penasaran seperti tokoh di dalamnya</strong>. Terlalu banyak pertanyaan yang muncul ketika melihat fakta yang ada, sehingga kita terus ingin tahu seperti apa jawabannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu juga menjadi salah satu alasan lain mengapa <em>pace </em>cerita ini cepat dan tidak terlalu bertele-tele. Tidak ada polisi yang melakukan wawancara seperti di novel-novel Keigo. Apalagi, kita tidak perlu susah-susah membayangkan denahnya karena gambarnya selalu tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, entah bagaimana novel ini juga bisa terasa lumayan &#8220;horor&#8221; hingga Penulis merasa merinding ketika membacanya. Padahal, sama sekali tidak ada adegan hantu atau gangguan makhluk halus.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Yang Kurang dari Teka-Teki Rumah Aneh</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, Penulis kurang menyukai konklusi dari cerita ini yang <strong>memiliki hubungan dengan okultisme</strong>. Keluarga pembunuh yang terjebak &#8220;ritual&#8221; memakan korban tersebut terasa agak bodoh karena mau termakan kata &#8220;orang pintar&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, semua itu berawal dari hubungan inses yang dialami oleh keluarga tersebut, yang menjadi awal dari semua tragedi yang terjadi selanjutnya. Jumlah korban berjatuhan hanya karena kepercayaan yang sesat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin ada pembaca novel ini yang menyukai konklusi seperti itu. Namun, Penulis sendiri tidak menyukai unsur-unsur seperti itu, karena <strong>misteri bisa terjadi karena ketidaktahuan orang</strong>, bukan karena disusun secara cerdik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oh iya, di bagian akhir setelah cerita terkesan berakhir, ternyata Uketsu justru memilih <strong>memberikan <em>open ending </em>kepada Pembaca </strong>terhadap salah satu karakter kunci di cerita ini. Padahal, Penulis berharap kalau misterinya harus tuntas tanpa menimbulkan pertanyaan baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, novel ini tetap menjadi bacaan misteri yang menegangkan dan akan membuat kita kesulitan untuk berhenti membaca karena penasaran. Setelah membaca Teka-Teki Rumah Aneh, rasanya kita akan jadi memperhatikan setiap detail denah rumah yang kita lihat!</p>



<p class="wp-block-paragraph">SKOR: <strong>7/10</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat menulis artikel ini, Penulis sempat ke Gramedia dan melihat ada &#8220;sekuel&#8221; novel ini dengan judul <em><strong>Teka-Teki Gambar Aneh</strong></em>. Menarik untuk ditunggu apakah novel ini juga mampu membuat Penulis merasa merinding dan tak bisa berhenti membaca.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 24 Februari 2026, terinspirasi setelah membaca buku <em>Teka-Teki Rumah Aneh </em>karya Uketsu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/">[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Rumah Aneh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
