<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>waifu Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/waifu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/waifu/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Jul 2022 16:34:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>waifu Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/waifu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2022 16:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[comedy]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Marin Kitagawa]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[waifu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat Penulis cukup update dengan berita-berita terbaru tentang dunia anime. Apalagi, kolega-kolega kerja Penulis cukup banyak yang menjadi penggemar anime (Baca: Wibu). Pada awal tahun 2022 ini, salah satu judul anime yang sering disebut adalah Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru atau My Dress-Up Darling. Salah satu penyebabnya adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/">Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat Penulis cukup <em>update </em>dengan berita-berita terbaru tentang dunia anime. Apalagi, kolega-kolega kerja Penulis cukup banyak yang menjadi penggemar anime (Baca: <em>Wibu</em>). </p>



<p>Pada awal tahun 2022 ini, salah satu judul anime yang sering disebut adalah <em><strong>Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru</strong></em> atau <em><strong>My Dress-Up Darling</strong></em>. Salah satu penyebabnya adalah kehadiran protagonis wanita utamanya yang langsung menjadi <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">waifu</a> </em>sejuta umat.</p>



<p>Berhubung genrenya adalah <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">comedy-romance-school</a> </em>yang jadi favorit, Penulis pun mencoba untuk menonton anime yang satu ini. Penulis ingin tahu, mengapa protagonis utama (pria juga, tidak hanya wanita) bisa begitu populer.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Si Cowok Hobi Buat Boneka, Si Cewek Hobi Cosplay</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="My Dress-Up Darling - Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/hbtyjcPaGp4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>Wakana Gojou </strong>merupakan anak SMA yang tidak terlalu menonjol, bahkan cenderung tertutup dan tidak punya teman. Salah satu penyebabnya adalah ia memiliki hobi yang &#8220;aneh&#8221;, yakni membuat boneka Hina, mengingat keluarganya memang perajin boneka tersebut. </p>



<p>Apalagi, ia memiliki trauma di masa kecilnya, di mana teman perempuannya begitu <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/"><em>judgemental </em>kepada dirinya</a>. Gara-gara kejadian tersebut, ia menutup rapat hobinya tersebut agar tidak diketahui orang lain.</p>



<p>Di sisi lain, <strong>Marin Kitagawa</strong> merupakan seorang perempuan (super) cantik yang sangat populer dan memiliki banyak teman. Bisa dibilang, kehidupannya berbeda 180 derajat dari kehidupan yang dimiliki oleh Wakana.</p>



<p>Pada suatu hari, tanpa sengaja Wakana dan Marin bertemu di ruang jahit sekolah. Dari sana, Marin mengetahui kalau Wakana memiliki hobi membuat boneka Hina. Uniknya, Marin sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.</p>



<p>Selain itu, Marin mengungkapkan bahwa dirinya juga memiliki hobi <em>cosplay</em>. Namun, kemampuan menjahitnya cukup payah. Karena Wakana memiliki <em>skill </em>menjahit yang cukup mumpuni, Marin pun meminta tolong bantuan Wakana.</p>



<p>Sejak itu, mereka berdua pun sering bersama dan menghargai hobinya mereka masing-masing! </p>



<p>Pada perjalanannya, mereka berdua juga berkenalan dengan <em>cosplayer </em>terkenal bernama <strong>Sajuna Inui</strong>. Selain itu, mereka juga berkenalan adik dari Sajuna, yakni <strong>Shinju Inui</strong> yang sering membantu kakaknya dalam melakukan <em>cosplay</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadi Populer Gara-gara Marin Semata?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="All the Best Marin Outfits and Cosplays from My Dress Up Darling" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/rnFp0SLVNCs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bisa dibilang, ini adalah salah satu anime dengan karakter paling sedikit yang pernah Penulis tonton. Selain empat nama yang sudah disebut di atas (dan kakek Wakana), karakter lain yang muncul di anime ini hanyalah karakter sampingan yang tidak punya peran apa-apa.</p>



<p>Ini membuat kita dibawa untuk fokus ke karakter utamanya. Bandingkan dengan <em>Spy X Family </em>(artikelnya segera menyusul) yang memiliki seabrek karakter dengan perannya masing-masing. Oleh karena itu, anime ini bisa jadi membosankan jika tidak dikemas secara menarik.</p>



<p>Untungnya, Marin jelas sangat menarik bagi para pecinta wanita 2D. Cantik, ceria, baik hati, selalu optimis, suka <em>cosplay</em>, naif, polos, kadang agresif, agak <em>bitchy</em>, dan tak segan mengekspos tubuhnya di hadapan laki-laki. </p>



<p>Oh ya, anime ini memiliki cukup banyak <em>fans service </em>dan cukup vulgar. Entah mengapa Penulis merasa anime ini, melalui Marin, seolah ingin menjual fantasi kepada laki-laki jomlo yang berharap bisa kedatangan sosok yang mirip Marin di kehidupan nyatanya. </p>



<p>(Penulis ingat pernah menemukan di komentar di Instagram, di mana si orang tersebut mengetikkan fantasinya melakukan seks dengan Marin, Sajuna, dan Shinju. Bagi Penulis, hal tersebut sudah sangat tidak sehat)</p>



<p>Di sisi lain, Wakana terlihat sebagai sosok <em>introvert </em>yang sangat handal dalam menahan hawa nafsunya. Melihat perempuan cantik dan seksi hampir sepenuhnya telanjang di hadapannya, ia bisa tidak melakukan tindakan asusila sama sekali.</p>



<p>Untuk jalan ceritanya sendiri, sejujurnya Penulis tidak terlalu mengerti mengapa ratingnya di situs <em>MyAnimeList </em>begitu tinggi. Bagi Penulis, cerita romansanya cukup standar dan penuh dengan klise khas anime. Mungkin, daya tarik Marin memang begitu tinggi.</p>



<p>Seperti biasa,<em> dragging </em>kedua protagonisnya cukup lama meskipun keduanya sudah saling menyukai. Jika melihat dari anime-anime sejenis yang pernah tayang, rasanya baru menjelang tamatlah mereka akan resmi menjadi sepasang kekasih.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Premis yang ditawarkan oleh <em>My Dress-Up Darling </em>cukup sederhana, sehingga cocok untuk yang mencari tontonan ringan dan menghibur. Seperti biasa, kita akan dibuat gemas dengan perkembangan kisah romansa antara kedua karakter utamanya.</p>



<p>Jika ingin menarik pelajaran dari anime ini, menurut Penulis adalah bagaimana kita seharusnya dapat menghargai hobi orang lain. Selama tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri, rasanya semua insan boleh melakukan apa saja yang ia suka.</p>



<p>Sayangnya, anime ini terkesan hanya menjual Marin untuk mendongkrak popularitasnya. Bukannya munafik, tapi jujur Penulis merasa risih jika sedang berniat menonton anime harus disuguhkan dengan banyaknya <em>fans service</em> seperti yang ada di anime ini.</p>



<p>Bagi orang-orang yang menjadikan Marin sebagai <em>waifu </em>mereka, cepatlah sadar kalau tidak akan ada sosok seperti Marin di kehidupan nyata yang tiba-tiba hadir dan jatuh cinta kepada kalian!</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 13 Juli 2022, terinspirasi setelah menonton <em>My Dress-Up Darling</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.primevideo.com/detail/0PT62INRD6IUXU8JPDCPQHCPN6/ref=atv_nb_lcl_id_ID?language=id_ID&amp;ie=UTF8">Prime Video</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/">Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wanita 2D vs Wanita 3D</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 05:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[bias]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[waifu]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat penulis banyak berkecimpung di dunia yang berbau anime dan Korea. Tak jarang muncul diskusi antar rekan kantor untuk mendiskusikan hal-hal seputar dua bidang tersebut. Untungnya penulis memiliki &#8220;pengalaman&#8221; di kedua hal tersebut, sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti saat mengerjakan artikel. Oleh karena itu, sekarang penulis tertarik untuk menulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat penulis banyak berkecimpung di dunia yang berbau anime dan Korea. Tak jarang muncul diskusi antar rekan kantor untuk mendiskusikan hal-hal seputar dua bidang tersebut.</p>
<p>Untungnya penulis memiliki &#8220;pengalaman&#8221; di kedua hal tersebut, sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti saat mengerjakan artikel.</p>
<p>Oleh karena itu, sekarang penulis tertarik untuk menulis tentang wanita 2D versus wanita 3D atau lebih tepatnya, <em><strong>waifu vs bias</strong></em>.</p>
<h3><em>Waifu </em>vs<em> Bias</em></h3>
<p><div id="attachment_3108" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3108" class="size-large wp-image-3108" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3108" class="wp-caption-text">Lisa dan Hinata</p></div></p>
<p>Istilah <strong><em>waifu</em></strong> merujuk kepada karakter anime perempuan (kalau laki-laki disebut <em>husbando</em>) yang dijadikan sebagai pasangan fantasinya. Misalnya ada yang menjadikan Hinata Hyuuga dari Naruto sebagai <em>waifu</em>-nya.</p>
<p>Di sisi lain, <strong><em>bias</em></strong> menurut sepengetahuan penulis merupakan pilihan idola dari banyaknya member sebuah <em>girlband </em>ataupun <em>boyband</em> yang kebanyakan berasal dari Korea Selatan.</p>
<p>Perannya pun macam-macam. Ada yang menjadikannya sebagai <em>oppa </em>atau <em>unnie </em>tersayang, ada juga yang menjadikannya sebagai pacar imajinasi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Berdasarkan hasil pengamatan penulis, kedua kubu antara penyuka anime dan K-Pop saling tidak menyukai, bahkan cenderung saling meremehkan. Padahal, penulis menemukan beberapa persamaan antara <em>waifu</em> dan <em>bias</em> ini.</p>
<h3>Persamaan <em>Waifu dan Bias</em></h3>
<p>Pertama, <strong>mereka sama-sama tidak mungkin dimiliki oleh kita</strong>. Yang <em>waifu </em>berada di dunia dua dimensi, yang satu ada di negeri seberang. Walaupun mereka datang ke Indonesia, tetap saja mereka tak akan menyadari eksistensi kita.</p>
<p>Kedua, <strong>mereka sama-sama berbentuk nyaris sempurna seolah tanpa celah</strong>. Baik <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em>, pasti akan memiliki kecantikan di atas rata-rata atau sifat yang terlihat sempurna.</p>
<p>Ketiga, <strong>penggemarnya bisa ngamuk kalau sampai <em>waifu/bias</em>-nya dilecehkan</strong>. Mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk membela harga diri dari <em>waifu/bias</em>-nya.</p>
<p><em>Tapi kan bias manusia asli, beda sama waifu yang cuma kartun gambaran tangan!</em></p>
<p>Menurut penulis, sebenarnya itu hanya masalah selera saja. Ada yang lebih suka dengan manusia sungguhan, ada yang lebih terobsesi dengan karakter anime. Seharusnya, tidak boleh langsung dijustifikasi seperti itu.</p>
<h3>Kenapa Punya <em>Waifu/Bias</em>?</h3>
<p><div id="attachment_3110" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3110" class="size-large wp-image-3110" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3110" class="wp-caption-text">Terobsesi Secara Berlebihan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.pinterest.com/pin/111534528251061815/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi3ofaMy__lAhXGdCsKHSXSASUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pinterest</span></a>)</p></div></p>
<p>Baik memilih untuk memiliki <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em> sebenarnya tidak masalah. Penulis memandangnya seperti kita mengidolakan seseorang. Hanya saja jika sampai taraf yang menakutkan, tentu tidak baik untuk kehidupan kita.</p>
<p>Dari beberapa sumber yang penulis baca dan tonton, alasan yang paling kuat kenapa orang terobsesi secara berlebihan dengan <em>waifu/bias</em>-nya adalah karena memiliki permasalahan di kehidupan nyata.</p>
<p>Penulis pernah membuat artikel di tempat kerja mengenai apa yang membuat para <em>wibu </em>lebih memilih karakter dua dimensi. Ketika riset, penulis menemukan fakta bahwa mereka menganggap wanita asli sebagai makhluk yang mengerikan.</p>
<p>Mereka juga membandingkan kondisi fisik karakter anime yang dianggap sempurna jika dibandingkan dengan manusia sungguhan. Penemuan ini cukup mencengangkan bagi penulis.</p>
<p>Di sisi lain, orang-orang yang terobsesi dengan <em>bias-</em>nya secara berlebihan menganggap <em>oppa-</em>nya tidak akan pernah menyakiti perasaan mereka.</p>
<p>Mungkin mereka pernah disakiti oleh pasangannya di dunia nyata, sehingga merasa trauma dan melarikan diri ke idolanya. <em>Oppa-oppa </em>tersebut memang tidak akan menyakiti kita, <em>mong</em> tahu kita hidup di dunia ini aja enggak.</p>
<p>Orang yang terobsesi dengan karakter anime sering dianggap tidak normal. Menurut penulis, yang tidak normal adalah <strong>terobsesi berlebihan kepada apapun hingga memengaruhi perilakunya sehari-hari</strong>.</p>
<p>Terkadang ada yang bisa menikmati keduanya seperti penulis, tapi rasanya jumlahnya tidak terlalu banyak. Lebih banyak yang memilih salah satu. Lebih banyak lagi yang tidak memilih keduanya.</p>
<h3>Siapa <em>Waifu/Bias</em> Penulis?</h3>
<p><div id="attachment_3109" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3109" class="size-large wp-image-3109" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3109" class="wp-caption-text">Dari Kiri: Kosaki Onodera, Mio Akiyama, Jessica Jung</p></div></p>
<p>Jika disuruh memilih, penulis akan memilih wanita sungguhan yang bisa hadir menemani hari-hari kita. Pasti akan ada momen saling menyakiti, namun itu pasti terjadi di dalam sebuah hubungan antar manusia.</p>
<p>Tapi jika disuruh menyebutkan siapa <em>waifu</em> atau <em>bias</em>-nya, penulis juga sudah menyiapkan jawabannya.</p>
<p>Untuk <em>waifu</em>, penulis suka dengan sifat yang kalem, dewasa, baik hati, ceria, sedikit pemalu, dan penuh dengan energi positif.  Sifat-sifat tersebut dimiliki oleh <strong>Kosaki Onodera</strong> dari anime Nisekoi dan <strong>Mio Akiyama</strong> dari anime K-On!</p>
<p>Bagaimana dengan <strong>Rikka Takanashi </strong>yang sering disebut di blog ini? Penulis suka dengan sifatnya yang polos, ceria, penuh energi dan fantasi, tapi merasa kurang <em>srek</em> dengan sifat kekanakan yang ia miliki.</p>
<p>Bagaimana dengan <em>bias</em>? Seperti pada tulisan sebelumnya, penulis akan memilih <strong><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jessica-oh-jessica/">Jessica Jung</a> </strong>mantan personil Girls&#8217; Generation yang tinggal menunggu waktu unuk bubar seutuhnya.</p>
<p>Memang sedikit kontradiktif, mengingat sifat-sifat Jessica (setidaknya yang terlihat dari berbagai videonya) cukup berbeda dengan kritera <em>waifu </em>penulis. Entah mengapa bisa seperti itu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis tekankan sekali lagi, <strong>tidak ada yang salah jika ingin punya <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em></strong>. Yang salah itu jika terlalu terobsesi dengan mereka secara berlebihan hingga mengganggu interaksi sosial kita di dunia nyata.</p>
<p>Kita punya hak untuk menyukai apapun, namun perlu diingat kalau kita tidak hidup sendirian di dunia ini dan tidak akan pernah bisa hidup sendirian.</p>
<p>Jangan sampai kita tenggelam ke dalam obsesi berlebihan terhadap <em>waifu/bias </em>yang ujung-ujungnya malah merugikan diri kita sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 November 2019, terinspirasi dari perdebatan mana yang lebih baik antara wanita 2D dan 3D</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwi4vuqQvPzlAhVLKo8KHZkKDw8QjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fru.fanpop.com%2Fclubs%2Fmio-akiyama%2Fimages%2F16562095%2Ftitle%2Fmio-akiyama-screencap&amp;psig=AOvVaw1s4KWD8bCbUHyvPotHZwwL&amp;ust=1574465752521775">Fanpop</a> &amp; <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiTjozSvPzlAhWCeisKHe6LA0UQjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fadmdub.ru%2F24846-snsd-jessica-jung-wallpaper.html&amp;psig=AOvVaw1d4Uf8HtspsBcdNSxlUn9i&amp;ust=1574465889774878">Wallpapers and backgrounds</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
