Kenapa Suka Anime Bergenre Comedy-Romance-School?

Dulu jika ditanya apa genre anime favoritnya, pasti akan menjawab komedi. Alasannya sederhana, penulis baru menonton anime setelah lulus kuliah dan membutuhkan hiburan yang mampu mengundang tawa.

Akan tetapi jika bertanya sekarang, maka jawaban penulis akan berubah. Penulis suka menonton anime dengan kombinasi genre comedy-romance-school. Mengapa?

Daftar Anime Comedy-Romance-School yang Pernah Ditonton

Sebelum menjabarkan mengapa penulis menyukai genre ini, penulis ingin memberi daftar anime comedy-romance-school apa saja yang pernah penulis tonton. Siapa tahu, ada yang pernah menonton juga.

Chūnibyō Demo Koi ga Shitai! (Fanpop)
  • Ano Natsu de Matteru, tidak terlalu berkesan ke penulis
  • Ao Haru Ride, karena akhir ceritanya yang menggantung, penulis membeli komiknya, lumayan menarik
  • Baka to Test to Shoukanjuu, banyak yang menganggap anime ini sangat lucu, tapi penulis tidak terlalu suka
  • Bokura wa Minna Kawaisou, rekomendasi dari seorang teman karena karakter utama wanitanya bikin gemes
  • Chuunibyou demo Koi ga Shitai!, salah satu anime favorit, karakter Rikka Takahashi penulis jadikan inspirasi novel
Isshuukan Friends (Akiba Nation)
  • Clannad, anime yang paling membuat penulis baper hingga saat ini
  • D-frag, biasa saja
  • Gekkan Shojo Nozaki-kun, anime favorit juga karena kekocakan para karakternya
  • Isshuukan Friends, pertama kali tahu gara-gara nonton live-action-nya sewaktu liputan, sangat berkesan
  • Kaichou wa Maid-sama!, awalnya membosankan, namun pengembangan kisah cinta kedua karakter utamanya sangat menarik
Kimi Ni Todoke (Shinmaru)
  • Kimi ni Todoke, salah satu favorit lainnya!
  • Kokoro Connect, anime terakhir yang ditonton, jalan ceritanya susah ditebak hingga membuat penulis marathon 5 jam karena penasaran dengan akhirnya
  • Lovely Complex, ketika wanita jangkung jatuh cinta ke pria pendek, lumayan membosankan
  • Masamune-kun no Revenge, penuh dengan plot twist, sayang akhir dari animenya sendiri menggantung
  • Nijiiro Days, kisahnya manis, akhirnya yang gantung membuat penulis membeli komiknya hingga tamat
Sakurasou no Pet na Kanojo (Jurnal Otaku)
  • Nisekoi, salah satu anime yang penuh dengan misteri dan bikin penasaran, akhirnya juga gantung sehingga penulis harus membaca komiknya secara online
  • ReLife, salah satu anime terbaik yang pernah penulis tonton
  • Sakurasou no Pet na Kanojo, Mashiro Shiinanya terbaik
  • Seiren, biasa saja, tapi penulis jadi mendapatkan gambaran bagaimana seorang wanita yang bersifat bitchy
  • Toradora!, salah satu anime comedy-romance yang formulanya pas
  • Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru, salah satu anime yang tidak penulis sukai

Padahal belum genap dua tahun penulis menjadi penonton anime, tapi ternyata sudah ada banyak sekali. Itu belum termasuk anime-anime genre lain seperti My Hero Academia atau Barakamon.

Tapi dari anime-anime yang sudah disebutkan di atas, penulis mendapatkan inspirasi untuk novelnya.

Inspirasi Novel

Salah satu hobi penulis adalah menulis novel. Setidaknya, sudah dua novel yang penulis buat dan sudah diunggah di blog ini maupun di Wattpad.

Dalam proses pengerjaannya, penulis kerap kesulitan dalam membayangkan adegan romantis karena minimnya pengalaman yang dimiliki. Penulis jarang membaca novel dengan genre romance. Penulis juga tidak berhasrat untuk menyaksikan sinetron.

Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk mencari referensi melalui anime. Apalagi, penulis banyak mendapatkan inspirasi pembentukan karakter dari sana.

Anime romance yang penulis tonton harus memiliki unsur comedy di dalamnya agar tidak terlalu mellow. Penulis yang mudah baper ini tidak kuat melihat sesuatu yang seperti itu.

Nah, penulis suka membuat cerita dengan latar belakang anak sekolah. Maka dari itu, anime comedy-romance yang ditonton harus berlatar belakang sekolah.

Selain itu, ada sedikit alasan sedih mengapa penulis menyukai genre ini.

Masa-Masa Sekolah yang…

Ketika sekolah dulu, penulis termasuk murid yang biasa-biasa saja. Pinter banget enggak, nakal juga enggak. Tipe murid yang enggak bakal diinget sama guru lah, hahaha.

Penulis termasuk tipe orang yang susah punya teman karena beberapa alasan, sehingga lebih sering sendiri. Mungkin teman dekat penulis semasa sekolah hanya dua. Itu pun karena rumah kami bersebelahan.

Akibatnya, kehidupan sekolah penulis cenderung datar dan begitu-begitu saja. Jika disuruh mengingat masa-masa indah di sekolah, penulis akan merasa kesulitan.

Penulis tidak pernah memiliki pemikiran “duh, kangen nih sama masa-masa sekolah dulu”. Rasanya tak pernah sekalipun terbesit keinginan untuk mengulang kembali masa-masa tersebut, kecuali untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat.

Ketika melihat anime-anime dengan genre ini, penulis sedikit merasa iri karena kehidupan para siswa-siswa di sana terlihat berwarna. Penulis tahu itu semua cuma fiksi, tapi tetap saja perasaan tersebut muncul.

Jadi, salah satu alasan mengapa penulis menyukai genre comedy-romance-school adalah sebagai pelengkap kepingan puzzle di masa lalu penulis, walau sejatinya tak akan pernah lengkap dengan cara apapun.

Penutup

Karena baru beberapa tahun terakhir ini menonton anime, kebanyakan yang penulis tonton adalah anime-anime lama. Itu pun dapat setelah membaca beberapa rekomendasi dari internet.

Penulis tidak tahu sampai kapan dirinya akan menonton anime, apalagi dengan genre yang mungkin kurang cowok. Setidaknya, penulis akan tetap menontonnya selama penulis merasa membutuhkannya.

 

 

Kebayoran Lama, 12 Oktober 2019, terinspirasi setelah sadar bahwa banyak anime genre comedy-romance-school yang sudah ditontonnya

Foto: Anime Goodfon