Nonfiksi

[REVIEW] Setelah Membaca Merawat Luka Batin

Published

on

Kesehatan mental menjadi salah satu concern Penulis dalam beberapa tahun terakhir ini. Bukan hanya demi dirinya sendiri, tapi juga karena ingin tahu bagaimana Penulis harus bersikap jika ada orang dekatnya yang sedang mengalami struggle dengan hal tersebut.

Tak hanya itu, Penulis juga ingin memahami dunia psikologi lebih dalam lagi, walaupun mungkin Penulis hanya akan paham dari sisi permukaan. Penulis jelas tidak berniat ingin jadi psikolog abal-abal, hanya ingin pengetahuannya seputar hal tersebut semakin luas.

Dengan alasan-alasan tersebut, Penulis pun mencoba untuk membaca buku-buku yang berhubungan dengan kesehatan mental. Salah satunya adalah Merawat Luka Batin karya dr. Jiemy Adrian Sp.KJ.

Disclaimer: Penulis mengetahui bahwa belum lama ini, penulis buku ini yakni dr. Jiemy baru saja mendapatkan tuduhan pelecehan seksual dan terbukti tidak bersalah. Buku ini hanya akan fokus membahas isi bukunya.

Detail Buku Merawat Luka Batin

  • Judul: Merawat Luka Batin
  • Penulis: dr. Jiemy Adrian Sp.KJ
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Cetakan:
  • Tanggal Terbit:
  • Tebal: 326 halaman
  • ISBN: 9786020661520
  • Harga: Rp98.000

Apa Isi Buku Merawat Luka Batin?

Melalui sinopsis yang ada di bagian belakang buku ini, sebenarnya inti dari Merawat Luka Batin adalah tentang proses berpikir. Namun, kita tidak diajak untuk selalu berpikir positif seperti kata-kata motivator, tapi juga memahami saat kita berpikir negatif.

Buku ini dibagi menjadi 8 bab, yakni:

  1. Apa Itu Depresi?
  2. Memersepsi Realitas
  3. Memahami Sisi Gelap Diri Kita: Pikiran yang Liar
  4. Menerangi Gelapnya Pikiran dan Perasaan
  5. Berlatih Mindfullness
  6. Bagaimana Menghadapi Dorongan untuk Menyakiti Diri Sendiri
  7. Mencegah Depresi Hidup Kembali
  8. Mengasihi Seseorang dengan Depresi: Sebuah Langkah bagi Keluarga dan Sahabat

Dari daftar isi di atas, kita bisa mendapatkan gambaran apa saja langkah-langkah yang diberikan oleh dr. Jiemy untuk bisa memahami pikiran dan perasaan kita sendiri. Kita diberi deskripsi dan mengapa hal tersebut muncul terlebih dahulu untuk lebih bisa memahaminya.

Depresi bisa dibilang menjadi salah satu pusat buku ini, terutama yang disebabkan oleh trauma masa lalu, sehingga memiliki bab tersendiri dan ditaruh paling depan pula. Banyak informasi dasar seputar depresi mulai dari definisi, ciri-ciri, hingga cara mengatasinya.

Setelah lebih memahami apa yang terjadi dengan proses berpikir kita dan mengapa perasaan kita bereaksi secara tertentu, ada bagian-bagian yang membagikan tips praktis untuk menangani hal tersebut. Jadi sederhananya, kita harus mengenali dan memahami sesuatu terlebih dahulu untuk bisa mencari solusinya.

Selain itu, buku ini juga menyiapkan bab khusus untuk membantu para caregiver yang mungkin memiliki keluarga atau teman yang sedang bermasalah dengan kesehatan mentalnya. Bukan untuk menggantikan profesional tentu saja, tapi setidaknya kita bisa melakukan beberapa hal untuk membantu mereka.

Setelah Membaca Merawat Luka Batin

Sepanjang membaca buku ini, Penulis menemukan banyak sekali langkah-langkah praktis yang bisa kita lakukan, bahkan buat yang merasa tidak memiliki masalah dengan kesehatan mental sekali pun. Sarannya pun bisa dipertanggungjawabkan mengingat daftar pustaka di bagian belakang buku ini cukup panjang.

Contoh, pola tidur yang buruk bisa memengaruhi kesehatan mental kita, sehingga ada beberapa bagian buku ini yang memberikan beberapa tips untuk membantu kita bisa tidur melalui penerapan Sleep Hygiene. Tips tersebut bisa digunakan siapa saja, bukan?

Tak hanya itu, sepanjang buku ini kita tidak akan merasa dihakimi atau digurui, mungkin karena yang menulis memang seorang psikolog yang kerap berhadapan dengan berbagai jenis pasien. Jadinya, ya kita merasa enjoy ketika membacanya.

Bahasanya juga sebisa mungkin menghindari kata-kata yang sulit dipahami, sehingga Penulis pun bisa menandaskan buku ini dengan lumayan cepat. Mungkin di bab 1 ada beberapa bagian yang lumayan teknis, tapi selain itu semua relatif mudah dicerna oleh orang awam.

Penulis merasa setuju kalau buku ini berusaha mengajak kita untuk memahami proses berpikir, apalagi Penulis adalah orang yang mudah overthinking. Ada banyak hal yang dijelaskan mengenai cara mengatasi pikiran-pikiran “liar” yang kerap muncul tiba-tiba tanpa diundang.

Apalagi, ada beberapa quote menarik di buku ini yang bisa menjadi pengingat di masa-masa sulit. Berikut beberapa di antaranya:

  • (h. 221) “Tidak ada yang baru dari masa lalu. Tidak ada yang pasti dari masa depan. Yang kita miliki hanya masa kini, di sini.”
  • (h. 226) “Kita akan mendapatkan kontrol dengan melepaskan keinginan untuk mengontrol. Tenangkan egomu dan menyerahlah.”

Salah satu poin yang benar-benar masuk ke kepala Penulis adalah memahami mengapa orang berpikiran untuk mengakhiri hidupnya. Menurut dr. Jiemy, sebenarnya mereka bukan ingin mati begitu saja, tapi ingin menghilangkan rasa sakit yang mereka alami. Bunuh diri adalah cara permanen untuk mengatasi masalah yang sementara.

Nah, buku ini banyak sekali memberikan tips apa yang perlu dilakukan jika “serangan” depresi maupun keinginan untuk mengakhiri hidup datang. Tidak hanya dari sisi korban, tapi juga dari sisi kita sebagai orang-orang terdekatnya.

Kesimpulannya, buku ini membuat kita merasa dipahami tanpa merasa dihakimi. Membaca buku ini sedikit terasa seperti sesi psikologi yang menyenangkan, walau tentu saja bagi orang-orang tertentu disarankan untuk tetap datang ke psikolog sungguhan.

Penulis merasa kalau buku ini bisa membantu banyak orang yang sedang struggle dengan kesehatan mentalnya, terutama di era modern seperti sekarang. Tak perlu merasa malu jika kita merasa butuh membaca buku ini, karena hidup ini memang tanggung jawab kita, bukan orang lain.

Selain itu, buku ini juga mengajak kita untuk lebih bisa berempati kepada orang-orang yang mengalami masalah kesehatan mental. Hal tersebut terjadi bukan sekadar karena “kurang bersyukur” atau “kurang dekat dengan Tuhan.” Kalau tidak bisa membantu, minimal berempati dengan keadaannya, tidak perlu menghakimi seenak hati.

SKOR: 8/10


Lawang, 19 Oktober 2026, terinspirasi setelah membaca Merawat Luka Batin karya dr. Jiemy Adrian Sp.KJ

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

Fanandi's Choice

Exit mobile version