<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apple Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/apple/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/apple/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Sep 2024 17:10:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Apple Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/apple/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[EA Sports FC]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[PES]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7818</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Jadi, pada dasarnya Apple mengeluarkan produk yang sama lagi?&#8221; Kurang lebih seperti itulah komentar mayoritas netizen ketika melihat video pengumuman iPhone seri terbaru, yang biasanya diadakan pada bulan September. Tahun ini pun komentar senada masih keluar ketika seri iPhone 16 rilis. Bisa dibilang, fitur yang benar-benar baru di seri iPhone 16 hanyalah tombol kamera (yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/">Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center"><em>&#8220;Jadi, pada dasarnya Apple mengeluarkan produk yang sama lagi?&#8221; </em></p>



<p>Kurang lebih seperti itulah komentar mayoritas netizen ketika melihat video pengumuman iPhone seri terbaru, yang biasanya diadakan pada bulan September. Tahun ini pun komentar senada masih keluar ketika seri iPhone 16 rilis.</p>



<p>Bisa dibilang, fitur yang benar-benar baru di seri iPhone 16 hanyalah tombol kamera (yang sudah lama ada di seri Sony Xperia) dan Apple Intelligence (yang cukup terlambat jika dibandingkan dengan kompetitornya). Selain letak kameranya yang berubah, selebihnya mirip dengan seri iPhone 15.</p>



<p>Di satu sisi, contoh di atas bisa disebut sebagai kebuntuan inovasi dan membuktikan bahwa perkembangan<em> </em>teknologi seolah sudah mendekati puncaknya. Di sisi lain, bisa jadi ini merupakan cara &#8220;bertahan hidup&#8221; mereka dengan mempertahankan kualitas yang telah dimiliki.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mending Gitu-Gitu Aja atau Coba Baru tapi Gagal?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7825" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Game Bola Terburuk, PES 2014 (<a href="https://www.youtube.com/watch?app=desktop&amp;v=0mQSlxRSdBE">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Komentar yang ada di atas artikel ini juga kerap ketika EA Sports meluncurkan <em>game</em> bola baru. Bahkan, ketika namanya berubah dari <em>FIFA </em>menjadi <em>EA Sports FC</em>, bisa dibilang yang berubah hanya menunya saja. Tidak banyak terobosan yang diluncurkan.</p>



<p>Membuat terobosan, terutama di dunia teknologi,<strong> butuh keberanian dan insting dalam melihat pasar</strong>. Jangan sampai produk yang diluncurkan justru menjadi bulan-bulanan masyarakat karena kualitasnya yang jauh dari ekspektasi.</p>



<p>Penulis akan memberikan contoh melalui <em>game Pro Evolution Soccer </em>(<em>PES</em>), atau yang belakangan berubah nama menjadi eFootball. Zaman Penulis kuliah, <em>PES 2013 </em>merupakan salah satu versi <em>game</em> bola terbaik, bahkan mungkin bisa dibilang sepanjang masa.</p>



<p>Namun, petaka tiba ketika <em>PES 2014 </em>rilis. Ketika memainkannya, Penulis benar-benar merasa bingung karena <em>game </em>ini benar-benar hancur dari segala sisi. Dari sisi visual, benar-benar sakit di mata. Dari sisi <em>gameplay</em>, benar-benar tidak nyaman memainkannya.</p>



<p>Ketika mencari alasannya di Reddit, salah satu alasannya adalah Konami selaku developer <em>PES </em>mencoba untuk menggunakan <em>engine</em> baru. Banyak yang menganggap<em> game</em> tersebut sebenarnya belum siap untuk dirilis ke pasar, tapi deadline sudah tiba.</p>



<p>Di sini kita bisa lihat kalau Konami sebenarnya berusaha untuk membuat inovasi dalam <em>PES 2014</em>. Namun, hasilnya sangat buruk dan berdampak hingga sekarang, di mana <em>PES</em> sudah bukan lagi saingan dari <em>game-game</em> bola keluaran EA Sports.</p>



<p>Mungkin karena belajar dari kesalahan <em>PES</em>, EA Sports pun tak berani untuk mengeluarkan inovasi yang benar-benar baru untuk <em>game </em>bolanya. Alhasil, mereka pun mengeluarkan <em>game </em>yang hampir sama setiap tahunnya demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.</p>



<p>Apple sendiri sebagai perusahaan teknologi <strong>telah berkali-kali mengalami kegagalan inovasi</strong>. Mungkin karena itulah, mereka menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan inovasi, walau akibatnya mereka harus rela dicap tidak inovatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Inovasi Apple Mandek karena Belajar dari Kesalahan?</h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7826" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Touch Bar, Inovasi yang Gagal (<a href="https://www.macrumors.com/2020/11/27/apple-force-touch-future-macbook-pro-touch-bar/">MacRumors</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika ditarik mundur ke belakang di zaman-zaman ketika Steve Jobs ditendang dari perusahaan, <strong>Macintosh </strong>dan <strong>Lisa </strong>yang merupakan komputer revolusioner pada masanya bisa dibilang kurang berhasil karena harganya yang mahal.</p>



<p>Itu bukan akhir dari kegagalan Apple, karena pada tahun-tahun berikutnya mereka kerap mengalami hasil buruk yang membuat mereka terancam bangkrut. Steve Jobs pun datang untuk menyelamatkan perusahaan dan berhasil membalikkan keadaan.</p>



<p>Inovasi gagal di era modern sempat terjadi pada MacBook, ketika mereka merilis fitur <strong>Touch Bar</strong>. Fitur ini hadir sebagai pengganti tombol F1-F12 yang intuitif. Meskipun revolusioner, fitur ini banyak tidak disukai hingga akhirnya Apple menghilangkannya.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Kegagalan-kegagalan inovasi yang pernah dialami Apple</a> mungkin menjadi pelajaran yang berharga bagi mereka. Oleh karena itu, rasanya wajar jika <strong>mereka terlihat &#8220;bermain aman&#8221;</strong> dengan mengeluarkan produk yang mirip-mirip terus setiap tahunnya.</p>



<p>Mereka beralih fokus dari mengeluarkan inovasi menjadi mempertahankan kualitas. <strong>Buat apa membuat sesuatu yang baru, apabila yang lama sudah bagus? </strong>Paling yang bisa mereka lakukan adalah terus meningkatkan apa yang sudah ada, bukan menggantikannya secara total.</p>



<p>Mungkin produk yang kerap mengalami perubahan yang cukup signifikan adalah <strong>iPod</strong> setidaknya dari sisi desain. Itu pun tak bertahan lama sebelum akhirnya produk tersebut digantikan oleh iPhone. MacBook dan iPad pun cukup mirip-mirip, tapi harus diakui kalau prosesor buatan mereka luar biasa.</p>



<p>Sekarang mari kita bicarakan iPhone. Harus diakui kalau iPhone, walaupun bukan pioner sejati,<strong> <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">telah mengubah pasar <em>smartphone </em>sejak 17 tahun yang lalu</a></strong>. Semenjak itu, Apple selalu merilis iPhone<em> </em>baru setiap tahunnya dengan berbagai lininya.</p>



<p>Kadang gagal total seperti iPhone 5C dan seri Mini, kadang terlihat sama-sama saja seperti iPhone 14 yang tidak beda jauh dengan iPhone 13, terkadang harus diakui cukup revolusioner seperti iPhone 5. Namun, satu yang pasti, iPhone tetap selalu digandrungi oleh masyarakat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Laris Manisnya iPhone di Pasaran</h2>



<p>Meskipun banyak yang <em>nyinyir </em>setiap iPhone baru dirilis dan selalu dibanding-bandingkan dengan Android, pada kenyataannya<strong> peminat iPhone setiap tahunnya selalu banyak</strong>. Pembaca bisa melihat data penjualan iPhone dari tahun ke tahun melalui daftar di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="711" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-1024x711.jpg" alt="" class="wp-image-7821" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-1024x711.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-300x208.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-768x534.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411.jpg 1340w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Data Penjualan iPhone dari Tahun ke Tahun (<a href="https://www.bankmycell.com/blog/how-many-iphones-have-been-sold/">Bank My Cell</a>)</figcaption></figure>



<p>Bisa dilihat dari grafik di atas, meskipun mengalami fluktuasi, penjualan iPhone bisa dibilang cukup stabil setiap tahunnya. Sejak tahun 2015, hanya sekali penjualan iPhone di bawah 200 juta unit. Sisanya, jelas berhasil membuat petinggi Apple tersenyum.</p>



<p>Angka tersebut jelas luar biasa, mengingat harga iPhone yang tidak pernah murah. Sejak rilis, iPhone selalu dianggap <em>flagship. </em>Mereka pernah meluncurkan versi &#8220;murah&#8221; seperti 5C, tapi hasilnya buruk. Ada juga alternatif seperti versi SE, tapi juga tidak terlalu populer.</p>



<p>Selain itu, jangan lupa kalau iPhone tidak memiliki terlalu banyak lini seperti produsen <em>smartphone </em>Android seperti Samsung. Seperti yang kita tahu, Samsung saja memiliki seri A, M, S, Fold, dan Flip. Belum lagi <em>smartphone</em> China yang juga memiliki banyak seri.</p>



<p>Penulis tidak menemukan datanya, tapi Penulis akan berasumsi kalau secara kuantitas penjualan iPhone bukanlah yang tertinggi. Namun, sekali lagi itu adalah hal yang bisa dimaklumi karena iPhone tidak memiliki banyak varian dan dilabeli dengan harga yang cukup tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa iPhone Tetap Diminati Walau Gitu-Gitu Saja?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7828" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ya Begini-Begini Saja (<a href="https://www.techradar.com/phones/iphone/will-the-iphone-16-price-rise-or-fall">TechRadar</a>)</figcaption></figure>



<p>Data penjualan di atas membuktikan kalau iPhone memang tetap diminati oleh masyarakat, meskipun dianggap begitu-begitu saja. Ada banyak alasannya, seperti bagaimana iPhone telah dianggap sebagai<strong> penanda status sosial</strong>. </p>



<p>Penulis telah menyinggung hal ini di tulisan &#8220;<a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/">Ketika Pengakuan Sosial Menjadi Kebutuhan Pokok</a>.&#8221; Melalui sekitarnya saja, Penulis telah mendapat gambaran bagaimana iPhone bisa memengaruhi lingkar pertemanan. Dikucilkan karena tidak memiliki iPhone benar-benar terjadi. </p>



<p>Jika tak kuat mental, tentu kita akan berusaha bagaimana caranya untuk bisa memiliki iPhone, bahkan hingga melakukan hal buruk seperti menyewa iPhone untuk berbohong atau yang lebih parah menjual diri agar ada orang berduit yang mau membelikan dirinya iPhone.</p>



<p>Namun, menurut Penulis bukan hanya karena semata-mata itu saja. Selama bertahun-tahun, Apple berhasil <strong>membangun <em>brand</em>-nya dengan baik</strong>. Mungkin di dunia smartphone, iPhone sudah selevel dengan Louis Vuitton atau Channel di dunia <em>fashion</em>.</p>



<p><em>Brand </em>yang baik tentu diiringi dengan <strong>kualitas produk yang baik</strong>, dan itu telah dilakukan oleh Apple selama bertahun-tahun. Mau dinyinyirin seperti apapun, kualitas iPhone baik secara <em>hardware </em>maupun <em>software</em> harus diacungi jempol.</p>



<p>Memang, secara layar versi <em>base </em>dari iPhone masih 60Hz. Memang, secara baterai iPhone termasuk yang terburuk. Namun, ada banyak sisi plus dari iPhone, mulai dari dukungan <em>software </em>yang panjang, kamera yang juara, <em>build quality </em>yang premium, keamanan yang bikin tenang, dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jadi, kalau menurut Penulis, sebenarnya iPhone sama-sama saja seperti <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">merek <em>smartphone </em>lainnya yang memiliki plus-minusnya sendiri</a>. Mungkin, banyak pengguna Android yang sensitif kepada iPhone karena memang pengguna iPhone banyak yang <em>nyebelin </em>dan harganya yang dianggap <em>overprice</em>.</p>



<p>Walaupun terkesan begitu-begitu saja, sebenarnya kalau Penulis bisa memaklumi hal tersebut karena memang sudah tidak banyak inovasi yang bisa dikeluarkan di lini <em>smartphone</em>. Nanti kalau Apple buat ponsel lipat, dinyinyirin meniru Samsung. </p>



<p>Rasanya apapun yang dilakukan oleh Apple, entah mengeluarkan inovasi atau mengeluarkan produk yang mirip, tetap saja selalu salah di mata para netizen yang maha benar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 September 2024, terinspirasi setelah seri iPhone 16 dirilis tanpa banyak hal baru yang dijual</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://gizmodo.com/apple-iphone-16-1851244717">Gizmodo</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/">Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2022 14:34:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Dynamic Island]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone 14]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5918</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minggu kemarin, Apple baru saja merilis lini smartphone terbarunya, iPhone 14. Seperti biasa, tidak banyak perubahan yang dimiliki oleh iPhone terbaru ini, hanya beberapa peningkatan minor yang mungkin tidak terlalu dipedulikan orang. Bahkan, Apple tampaknya merasa tidak perlu repot-repot mengganti posisi kamera belakangnya, seperti yang mereka lakukan untuk membedakan iPhone 12 dan iPhone 13. Posisinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Minggu kemarin, Apple baru saja merilis lini <em>smartphone </em>terbarunya, <strong>iPhone 14</strong>. Seperti biasa, tidak banyak perubahan yang dimiliki oleh iPhone terbaru ini, hanya beberapa peningkatan minor yang mungkin tidak terlalu dipedulikan orang.</p>



<p>Bahkan, Apple tampaknya merasa tidak perlu repot-repot mengganti posisi kamera belakangnya, seperti yang mereka lakukan untuk membedakan iPhone 12 dan iPhone 13. Posisinya sama, diagonal. </p>



<p>Namun, untuk seri Pro ada sedikit perubahan yang mungkin akan membuat Apple <em>fanboy</em>/<em>fangirl </em>akan bersorak gembira. Alasannya, sudah tidak ada lagi <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/"><em>notch </em>yang ketinggalan zaman</a>, digantikan fitur <strong>Dynamic Island</strong> yang tampak <em>fluid </em>dan interaktif.</p>



<p>Menurut Penulis, fitur baru yang dihadirkan ini adalah bukti kalau Apple memang &#8220;lihai&#8221; dalam menutupi kekurangannya, sekaligus ingin mempertegas kalau mereka tidak hanya sekadar menyalin fitur dari kompetitor.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Fitur Dynamic Island pada iPhone</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Introducing Dynamic Island on iPhone 14 Pro | Apple" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/WuEH265pUy4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Inti dari fitur Dynamic Island pada iPhone adalah sebuah <em>notch </em>&#8220;melayang&#8221; yang mirip dengan konsep <em>punch hole </em>di HP-HP Android. Bedanya, ada berbagai gestur menarik yang akan menampilkan berbagai macam hal.</p>



<p>Beberapa di antaranya adalah notifikasi, pemutar musik, indikasi <em>pairing </em>terhadap perangkat-perangkat Apple, direksi aplikasi peta, dan lain-lainnya. Semua terlihat begitu <em>fluid </em>sehingga kita akan lupa ada sebuah &#8220;lubang&#8221; besar di layar iPhone kita.</p>



<p>Yah, kurang lebih seperti itu. Penulis kesulitan untuk menulis hal lain yang bisa diungkapkan terkait fitur tersebut, karena memang terkesan &#8220;begitu saja&#8221;. Intinya adalah bagaimana mengoptimalkan <em>punch hole </em>yang ada di layar supaya tidak terkesan menganggu.</p>



<p>Bagi Penulis, ini adalah <strong>langkah lihai yang berhasil dilakukan Apple untuk menutupi kekurangannya</strong>: Fakta bahwa 5 tahun sejak merilis iPhone X, barulah Apple berhasil menyingkirkan <em>notch </em>yang sudah menjadi ciri khasnya. </p>



<p>Orang akan jadi fokus terhadap apa saja yang bisa dilakukan oleh Dynamic Island tersebut, dan melupakan fakta bahwa sejak bertahun-tahun lalu penempatan kamera depan seperti itu sudah dilakukan oleh HP-HP Android.</p>



<p>Namun, harus diakui Apple sangat baik dalam mengaplikasikan fitur ini. Selain <em>interface</em>-nya yang sangat menarik, kita juga benar-benar bisa memanfaatkannya dengan baik. Penulis yakin akan ada banyak orang yang senang dengan fitur ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makin ke Sini, Makin Sekadar Gimmick</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="iPhone 14/Pro Impressions: Welcome to Dynamic Island!" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pTCgWVjB6UE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Meskipun banyak yang mencibir, Penulis yakin kalau fitur terbaru dari Apple ini akan segera diadaptasi oleh HP-HP Android. Buktinya, Xiaomi pun terlihat sudah meniru fitur ini untuk <em>smartphone </em>keluaran terbaru mereka.</p>



<p>Penulis merasa kalau inovasi di bidang<em> smartphone </em>sudah mencapai <em>peak</em>-nya. Bisa dibilang, hampir tidak ada lagi aspek yang bisa menjadi semacam pendobrak seperti yang dilakukan oleh Apple 15 tahun lalu, saat <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">mereka merilis iPhone pertama mereka</a>.</p>



<p>Bagaimana dengan <em>smartphone </em>lipat yang tengah populer? Menurut Penulis, itu pun hanya sekadar fungsi <em>gimmick </em>tanpa fungsi yang benar-benar dibutuhkan. Untungnya, banyak orang yang senang dengan fitur tersebut sehingga banyak yang berlomba membuatnya.</p>



<p>Penulis tidak akan kaget jika di waktu yang akan datang Apple akan merilis <em>smartphone </em>lipat perdananya. Penulis juga tidak akan terkejut jika Apple mengklaim hal tersebut sebagai sesuatu yang &#8220;revolusioner&#8221;.</p>



<p>Dalam beberapa tahun ke depan, rasanya perkembangan <em>smartphone </em>yang dirilis ke pasar akan cukup <em>stuck </em>dan begitu-begitu saja. Apple, yang dulu terkenal akan inovasinya, tampaknya juga akan cukup kesulitan untuk mengejutkan kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Fitur lain yang baru ada di iPhone 14 adalah Always on Display, yang di mana fitur ini juga sudah lama ada di HP-HP Android. Memang milik Apple terlihat lebih canggih dan estetik, tapi tetap saja konsep dasarnya sama dengan yang sudah-sudah.</p>



<p>Selain itu, hampir tidak ada yang baru dari iPhone 14. Ada beberapa fitur keren seperti <em>crash detection</em> dan beberapa fitur kamera, tapi tetap saja Penulis merasa kalau Apple tetap mengeluarkan <em>smartphone </em>yang begitu-begitu saja,</p>



<p>Penulis akan tetap merasa penasaran dengan satu hal, yakni bagaimana Apple akan kembali menutupi kekurangannya. Apakah mereka akan bisa kembali bermain lihai?</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 14 September 2022, terinspirasi dari fitur Dynamic Island yang terdapat pada iPhone 14 Pro</p>



<p>Foto: <a href="https://www.gizchina.com/2022/09/09/apples-iphone-14-pro-dynamic-island-is-not-something-new-at-all/">Gizchina</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2021 08:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[Nokia]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Cook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa tahun terakhir ini bukan tahun yang terlalu bagi Apple. Bukan karena penurunan profit (mereka masih jadi salah satu perusahaan terkaya di dunia), melainkan karena hujatan-hujatan yang dilemparkan oleh publik kepada mereka. Alasan utamanya adalah minimnya inovasi yang mereka hasilkan sekarang jika dibandingkan dengan era mendiang Steve Jobs. Banyak yang mencibir Apple hanya menjual produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa tahun terakhir ini bukan tahun yang terlalu bagi Apple. Bukan karena penurunan profit (mereka masih jadi salah satu perusahaan terkaya di dunia), melainkan karena hujatan-hujatan yang dilemparkan oleh publik kepada mereka.</p>



<p>Alasan utamanya adalah minimnya inovasi yang mereka hasilkan sekarang jika dibandingkan dengan era mendiang Steve Jobs. Banyak yang mencibir Apple hanya menjual produk lama yang dikemas baru, terutama dari lini iPhone dan MacBook.</p>



<p>Seandainya Jobs masih hidup, apakah ia bisa membawa Apple untuk tetap inovatif seperti dulu? Atau benarkah Apple benar-benar sudah berhenti berinovasi dan akan bernasib sama seperti Nokia dan Blackberry?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Steve Jobs Pernah Selamatkan Apple</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5355" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Steve Jobs (<a href="http://Neoluxor.cz">Neoluxor</a>)</figcaption></figure>



<p>Pasti banyak yang sudah mendengar kalau Steve Jobs pernah ditendang dari perusahaan yang ia dirikan di pertengahan 80-an. Jika pernah, pasti tahu kalau akhirnya Steve Jobs melakukan <em>comeback </em>di tahun 1996 dan menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut tersebut.</p>



<p>Bagaimana cara Steve Jobs menyelamatkan Apple di akhir 90-an dan berhasil menjadikannya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia? Hal pertama yang ia lakukan adalah menentukan fokus produk apa saja yang akan dijual. </p>



<p>Pada masa-masa ketika ditinggal Jobs, Apple mengeluarkan hampir segala macam produk, mulai dari printer hingga PDA ber-<em>stylus</em> bernama Newton yang sangat dibenci Jobs. Selain itu, komputer yang diproduksi Apple pun berseri-seri, mulai dari seri 1400 hingga 9600.</p>



<p>Begitu Jobs menjadi iCEO (interim CEO), ia hampir mencoret semua produk tersebut dan menentukan fokus Apple ke dalam 4 bidang yang ia tuliskan ke dalam tabel. </p>



<p>Dua kolom di atas diberi judul “<strong>Konsumen</strong>” dan “<strong>Pro</strong>”, lalu Dua baris di samping diberi judul “<strong>Desktop</strong>” dan “<strong>Portabel</strong>”. Empat produk itulah yang akan diproduksi Apple untuk menggantikan produk-produk di era sebelum Jobs.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5351" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Steve Jobs dan iPod (<a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjPobTYjODzAhVpgtgFHfF_A3kQFnoECAUQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.extremetech.com%2F&amp;usg=AOvVaw24S6Lh_elivD1W1Snks-9h">Extremetech</a>)</figcaption></figure>



<p>Kebangkitan Apple dimulai ketika <strong>iPod </strong>dirilis pada tahun 2001. Meskipun bukan pemutar musik <em>portable </em>pertama di dunia, iPod berhasil merevolusi cara <em>user </em>mendengarkan musik secara mudah.</p>



<p>Puncak kesuksesan Apple diraih <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">ketika <strong>iPhone </strong>rilis pada tahun 2007</a>, di mana Jobs mengatakan bahwa, &#8220;<em>Today Apple is going to reinvent the phone</em>&#8220;. <em>Smartphone </em>yang ditawarkan oleh Apple benar-benar berbeda dari milik kompetitor.</p>



<p>Kehadiran iPhone dianggap benar-benar mengubah industri ponsel, bahkan membuat Nokia yang begitu dominan di awal 2000-an harus jatuh secara tragis. <em>Brand </em>lain pun kerap dianggap membuntuti kesuksesan Apple.</p>



<p>Begitulah cara Steve Jobs menyelamatkan Apple dari kebangkrutan. Sebenarnya masih banyak dobrakan yang dilakukan oleh Jobs, tetapi tiga contoh di atas sudah cukup. Pertanyaannya, dapatkah Jobs menyelamatkan Apple dari cap minim inovasi dari publik?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Benarkah Apple Sudah Berhenti Berinovasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5356" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Cook dan Apple Watch (<a href="https://www.latimes.com/business/la-fi-apple-cook-20140910-story.html">Los Angeles Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya kurang <em>fair </em>jika Apple dianggap sudah berhenti berinovasi. Mereka masih terus (berusaha) memproduksi barang berkualitas dengan penggunaan yang mudah untuk dipelajari, serta mendukung ekosistem Apple yang sangat solid.</p>



<p>Di era Tim Cook, setidaknya Apple sudah merilis <strong>Apple Watch</strong> yang mengubah lini jam tangan dan <strong>AirPods </strong>yang membuat para kompetitor berama-ramai membuat produk serupa. Jika Jobs masih hidup, kemungkinan ia juga akan merilis kedua produk tersebut.</p>



<p>Inovasi di era Jobs lebih &#8220;mudah&#8221; dilakukan karena<strong> memang belum ada produk yang bagus</strong>. Pemutar musik masih banyak yang ampas, <em>smartphone </em>yang ada penggunaannya begitu kompleks dan menyusahkan.</p>



<p>Jobs dan Apple, meskipun bukan sebagai yang pertama melakukannya, berhasil membuat barang produksi mereka menjadi pendobrak pasar. Itulah alasan utama mengapa Apple di era Jobs dianggap inovatif jika dibandingkan dengan era Cook.</p>



<p><strong>Kompetitor di era Cook jauh lebih sengit dibandingkan dengan era Jobs dulu</strong>. Samsung, Google, Microsoft, merek-merek China, semua berlomba-lomba menghadirkan produk terbaik untuk menarik perhatian konsumen, bahkan menemukan sebuah hal baru.</p>



<p>Bahkan, sebenarnya Cook sudah melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak dilakukan oleh Jobs, seperti benar-benar memperhatikan masalah lingkungan, lebih aktif di bidang amal, hingga berusaha untuk dekat dengan media. Hanya saja, rasanya pengguna tidak terlalu memedulikan hal tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Kenapa Apple Dicap Berhenti Berinovasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5357" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>iPhone 13 (<a href="https://www.techradar.com/reviews/iphone-13">TechRadar</a>)</figcaption></figure>



<p>Apple dicap tidak inovatif karena <strong>lini iPhone-nya seolah <em>stuck </em>sejak tahun 2017</strong>, ketika iPhone X pertama kali diperkenalkan. Selain kamera dan prosesor yang terus diperbarui, memang nampaknya tidak banyak hal yang berubah dari <em>smartphone </em>ini.</p>



<p>Parahnya lagi, Apple memutuskan untuk menghilangkan kepala <em>charger </em>dari kardus penjualan dengan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">alasan &#8220;lingkungan&#8221;</a>. Hal ini seolah mengulang kontroversi ketika Apple memutuskan untuk menghilangkan<em> </em>lubang <em>headphone jack </em>di iPhone 7 demi mendongkrak penjualan AirPods.</p>



<p>Selain itu, <strong>MacBook Pro</strong> yang baru saja mereka rilis juga menuai cibiran dari publik. Bukan karena fiturnya (bahkan Apple mendengar masukan pengguna sehingga mengembalikan beberapa <em>port</em>), melainkan <strong>karena harganya yang selangit</strong>.</p>



<p>Memang, hampir tidak ada laptop yang mampu menyaingi MacBook dari segi performa dan efisiensi. <em>Chip </em>M1 mereka benar-benar menjadi sebuah terobosan yang rasanya akan sulit disaingi oleh para produsen laptop lainnya.</p>



<p>Akan tetapi, harga yang begitu mahal bisa membuat pengguna lebih memilih laptop atau komputer Windows karena merasa dengan anggaran yang sama, mereka bisa mendapatkan produk yang lebih baik lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Akankah Apple akan Bernasib Sama dengan Nokia?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5358" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pernah Menjadi Raja di Masanya (<a href="https://www.engadget.com/nokia-3310-retro-user-reviews-wanted-150004653.html">Engadget</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika Apple memang <em>stuck </em>dan seolah terjebak di zona nyamannya, akankah mereka akan bernasib sama dengan Nokia?<strong> Rasanya tidak</strong>, setidaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat.</p>



<p>Berbeda dengan Nokia yang menggantungkan profitnya dari penjualan ponsel, Apple sekarang telah tumbuh besar dan memiliki banyak sekali produk yang dijual di pasaran. Mac, iPad, Apple Watch, AirPods, Apple Pencil, ada beragam produk untuk mendukung ekosistem Apple.</p>



<p><em>Brand </em>Apple yang telah dibangun oleh Jobs <strong>memiliki fondasi yang begitu kuat</strong>, sehingga rasanya tidak akan mudah goyah. Meskipun sudah berkurang, filosofi perusahaan masih berusaha dipertahankan oleh Cook dan tim.</p>



<p>Selain itu, masyarakat juga sudah mengakui kalau Apple adalah <em>brand </em>dengan kasta tertinggi untuk kategori teknologi. Bagi mereka yang ingin merasa <em>prestige</em>, memiliki produk Apple adalah sebuah kewajiban meskipun fitur yang ditawarkan produk kompetitor lebih baik.</p>



<p>Memang, sering ada candaan kalau Apple seolah selalu &#8220;terlambat&#8221; dalam menghadirkan fitur di produk mereka. Hanya saja, kualitas yang dimiliki biasanya lebih baik dari kompetitor yang sudah merilis fitur tersebut terlebih dahulu.</p>



<p>Patut untuk dicatat, publik akan semakin cerdas dalam memilih perangkat yang ideal dan bisa mengakomodir kebutuhan mereka. Jika Apple tidak mampu menawarkan kelebihan dibandingkan kompetitornya, mereka bisa saja ditinggalkan oleh fan garis kerasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Seandainya Jobs masih hidup dan menerapkan strategi yang sama, rasanya cap tidak inovatif dari publik akan sedikit berkurang karena Jobs mampu meyakinkan orang dengan lihainya. Kharisma yang dimiliki seolah membuat kita percaya begitu saja apa katanya.</p>



<p>Selain itu, Penulis merasa ada beberapa keputusan yang diambil diera Cook akan ditentang oleh Jobs. Dari dulu, Jobs selalu menekankan kesederhanaan lini produknya. Apple sekarang terlihat terlalu memiliki banyak pilihan. iPhone saja sekarang ada 4 jenis setiap tahun.</p>



<p>Mungkin akan ada produk revolusioner baru yang akan diperkenalkan oleh Jobs, meskipun Penulis sendiri kesulitan untuk membayangkan produk teknologi apa yang akan mendobrak pasar. Rasanya, semua teknologi yang kita pegang saat ini sudah bagus-bagus semua.</p>



<p>Jadi jika ditanya apakah Apple telah berhenti berinovasi, jawabannya adalah iya dan tidak. Di satu sisi, Apple terus memperkuat ekosistemnya dengan membuat lebih banyak produk baru. Di sisi lain, Apple nampak kesulitan untuk menemukan hal baru untuk perangkat mereka.</p>



<p>Jika 1-2 tahun ke depan Apple tetap merilis iPhone baru tanpa pembaruan berarti, mungkin kita baru bisa berpendapat kalau Apple memang telah berhenti berinovasi, setidaknya dari lini <em>smartphone </em>yang berhasil membuat mereka menjadi perusahaan seperti sekarang.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Foto: <a href="https://emaratdaily.com/technews/apples-iphone-13-pro-and-iphone-13-pro-max-introduce-promotion-displays-and-macro-photography/">Emarat Daily</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=U5Yx2p2ZguU">Is Apple Still Innovative? &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=1nIgu3ou0A4">Apple Without Steve Jobs &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=wlZTmG3gR_o">Gravitas Plus: Will Apple be the Next Nokia? &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=wGKb3oUo8go">Why iPhone&#8217;s Features are Always &#8220;Late&#8221; &#8211; YouTube</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemunafikan Berbalut &#8220;Demi Lingkungan&#8221;</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 09:21:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[charger]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Xiaomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4321</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu iPhone 12 rilis pada bulan Oktober tahun 2020 kemarin, produk tersebut langsung menerima banyak kritik dan hujatan dari banyak pihak. Bukan karena barangnya jelek (jarang ada iPhone yang mengecewakan), melainkan untuk pertama kalinya Apple tidak menyertakan kepala charger di dalam kotak penjualannya! Bayangkan, kotak charger yang menjadi benda esensial sebuah smartphone justru ditiadakan. Iya kalau kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">Kemunafikan Berbalut &#8220;Demi Lingkungan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu <strong>iPhone 12</strong> rilis pada bulan Oktober tahun 2020 kemarin, produk tersebut langsung menerima banyak kritik dan hujatan dari banyak pihak.</p>
<p>Bukan karena barangnya jelek (jarang ada <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">iPhone yang mengecewakan</a>), melainkan untuk pertama kalinya <strong>Apple tidak menyertakan kepala charger di dalam kotak penjualannya!</strong></p>
<p>Bayangkan, kotak charger yang menjadi benda esensial sebuah <em>smartphone </em>justru ditiadakan. Iya kalau kita sudah punya seri yang lama, kalau baru pertama kali beli iPhone?</p>
<p>Dulu <em>earphone </em>karena lubang <em>audio jack </em>telah dihilangkan (dan demi mendongkrak penjualan AirPods, tentu saja), sekarang ini.</p>
<p>Penulis tidak akan kaget kalau suatu saat kabel <em>lighthing</em> atau kabel USB-C juga tidak dimasukkan ke dalam kotak penjualan.</p>
<p>Alasannya? Apalagi kalau bukan <strong>&#8220;demi lingkungan&#8221;</strong>.</p>
<h3>Yakin Demi Lingkungan?</h3>
<p><div id="attachment_4322" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4322" class="size-large wp-image-4322" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4322" class="wp-caption-text">iPhone 12 (<a href="https://www.apple.com/newsroom/2020/10/apple-introduces-iphone-12-pro-and-iphone-12-pro-max-with-5g/">Apple</a>)</p></div></p>
<p>Alasan klise <strong>&#8220;demi lingkungan&#8221;</strong> sudah sering terdengar keluar dari merek-merek teknologi. Logikanya memang masuk karena peralatan elektronik beserta aksesorisnya kerap <strong>menjadi sampah</strong> yang sulit untuk diurai kembali.</p>
<p>Hanya saja, kita ini kan ya enggak bodoh-bodoh amat. Kita semua tahu kalau &#8220;demi lingkungan&#8221; hanya digunakan sebagai pemanis.</p>
<p>Kita tahu tujuan asli menghilangkan kotak charger adalah <strong>&#8220;demi duit&#8221;</strong> atau<strong> &#8220;demi profit yang lebih besar lagi&#8221;</strong>. Enggak usah munafik lah.</p>
<p>Kenapa bisa seperti itu? Pertama, mereka bisa mendapatkan uang lebih dari penjualan kepala charger yang terpisah.</p>
<p><em>Lah, kalau dijual terpisah berarti kardus yang digunakan nambah, dong? </em></p>
<p>Selain itu, dengan kotak iPhone yang tipis, distribusi produk pun bisa lebih banyak sekali muat. Yang biasanya cuma bisa mengirim 100 kotak, sekarang bisa 150 kotak atau lebih.</p>
<p><em>Jadi lebih irit kan buat mereka?</em></p>
<p>Kalau memang Apple benar-benar niat memberikan sumbangsih terhadap kelestarian lingkungan, ganti dulu lah itu colokannya dengan USB-C yang digunakan merek HP lain.</p>
<p>Dengan keputusan Apple yang tetap mempertahankan kabel <em>lightning</em>, artinya kita ya harus punya kabel khusus itu, enggak bisa pinjam kabel USB-C punya teman atau saudara.</p>
<h3>Dan Akhirnya Diikuti Oleh Merek Lain&#8230;</h3>
<p><div id="attachment_4323" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4323" class="size-large wp-image-4323" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4323" class="wp-caption-text">Samsung Galaxy S21 (<a href="https://klgadgetguy.com/2021/01/27/galaxy-s21-get-started/">KLGadgetGuy</a>)</p></div></p>
<p>Ketika tahu Apple tidak menyertakan kepala charger di dalam paket penjualannya, <strong>Samsung</strong> dan <strong>Xiaomi</strong> menyindir habis-habisan pesaingnya itu.</p>
<p>Melihat hal tersebut, kita tentu bisa bernapas lega karena kedua merek tersebut akan tetap menyertakan kepala charger di HP-HP terbaru mereka nanti.</p>
<p><strong><em>Dan ternyata salah.</em></strong></p>
<p>Kedua merek tersebut mengikuti jejak langkah Apple dengan tidak menyertakan kepala charger di HP <em>flagship </em>terbaru mereka!</p>
<p>Alasan yang digunakan? Sama, <strong>&#8220;demi lingkungan&#8221;</strong>!</p>
<p>Xiaomi masih lebih baik karena memberikan pembeli pilihan mau memilih yang ada chargernya atau tidak dengan harga yang sama.</p>
<p>Samsung? Sama seperti Apple persis! <strong>Galaxy S21</strong> menjadi seri pertama yang tidak akan memiliki kepala charger.</p>
<p><em>Kalau ujung-ujungnya ngikutin (sama seperti sebelum-sebelumnya), ngapain nyindir Appple? <strong>Bisnis oh bisnis!</strong></em></p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Seandainya merek-merek teknologi tersebut benar-benar peduli terhadap isu lingkungan, ya jangan banyak-banyak lah mengeluarkan <em>smartphone.</em></p>
<p>Coba <strong>rilis <em>smartphone </em>baru setiap lima tahun sekali</strong>, jadi orang-orang hanya akan mengganti gawainya setiap lima tahun.</p>
<p>Apakah ini mungkin terjadi? Enggak lah, kalau enggak ada produk baru dan kita disuruh terus beli, <strong>mau dapat <em>cuan </em>dari mana mereka?</strong></p>
<p>Berbisnis dengan cara apapun selama legal silakan saja. Mau cuma ngirim <em>smartphone </em>baru tanpa kotak sama sekali juga silakan saja.</p>
<p>Namanya perusahaan pasti ingin dapat <strong>untung sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya</strong>. Itu hukum ekonomi yang rasanya sudah diketahui oleh semua orang.</p>
<p>Cuma alasan <strong>&#8220;demi lingkungan&#8221;</strong> itu loh yang bikin Penulis geli. <em>Mbok </em>ya pakai alasan lain yang enggak munafik tapi masih bisa diterima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 28 Januari 2021, terinspirasi setelah melihat banyaknya merek teknologi yang menggunakan alasan &#8220;demi lingkungan&#8221; untuk menambah profit mereka</p>
<p><strong>Foto:</strong> <a href="https://appleinsider.com/articles/20/10/31/review-iphone-12-and-iphone-12-pro-are-massive-upgrades-even-not-including-5g">Apple Insider</a></p>
<p><strong>Sumber Artikel:</strong></p>
<p><a href="https://www.androidauthority.com/xiaomi-mi-11-charger-1188270/">Xiaomi will offer Mi 11 without charger, but you can get one for free (androidauthority.com)</a></p>
<p><a href="https://www.theverge.com/2020/12/26/22200610/xiaomi-ceo-phone-no-charger-mocking-apple-iphone">Xiaomi’s Mi 11 won’t come with charger after it mocked Apple for not including a charger &#8211; The Verge</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">Kemunafikan Berbalut &#8220;Demi Lingkungan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2020 07:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis telah menjelaskan bagaimana Apple membeli sebuah startup lantas mengakui teknologi multi-touch sebagai ciptaan mereka. Penulis juga sudah menjabarkan bagaimana Jobs menekan dua tim yang berbeda untuk sama-sama menciptakan smartphone baru yang akan merevolusi dunia digital. Kali ini, Penulis akan menuliskan mengenai pengorbanan para karyawan yang sangat besar. Selain itu, Penulis juga akan menjelaskan apa peran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">tulisan sebelumnya</a>, Penulis telah menjelaskan bagaimana Apple membeli sebuah <em>startup </em>lantas mengakui teknologi <em>multi-touch </em>sebagai ciptaan mereka.</p>
<p>Penulis juga sudah menjabarkan bagaimana Jobs menekan dua tim yang berbeda untuk sama-sama menciptakan smartphone baru yang akan merevolusi dunia digital.</p>
<p>Kali ini, Penulis akan menuliskan mengenai pengorbanan para karyawan yang sangat besar. Selain itu, Penulis juga akan menjelaskan apa peran Steve Jobs sebenarnya dan apakah iPhone benar-benar merevolusi industri digital.</p>
<h3>Pengorbanan Para Karyawan</h3>
<p><div id="attachment_3400" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3400" class="size-large wp-image-3400" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3400" class="wp-caption-text">Prototipe iPhone (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiMge-NurLnAhXY73MBHTYZCHkQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fappleinsider.com%2Farticles%2F17%2F06%2F29%2Foriginal-iphone-keyboard-designer-shows-off-apples-wallaby-hardware-prototypes&amp;psig=AOvVaw3RTygp86jdCTJ34Pb_1d_-&amp;ust=1580718681855394" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiMge-NurLnAhXY73MBHTYZCHkQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">AppleInsider</span></a>)</p></div></p>
<p>Membuat iPhone tidak lah mudah. Karena membuat barang yang benar-benar baru, para karyawan Apple harus benar-benar menemukan sesuatu yang baru dan minim referensi.</p>
<p>Selama pengembangan iPhone, banyak karyawan yang memutuskan untuk keluar bahkan bercerai dari pasangannya. Tidak sedikit yang bekerja berminggu-minggu tanpa stop hingga tidur di kantor.</p>
<p>Emosi tim jadi tidak terkontrol sehingga banyak cekcok yang terjadi antar karyawan. Suasana benar-benar menimbulkan stres tingkat tinggi dan fakta ini jarang diketahui oleh orang lain.</p>
<p>Contoh masalah pada prototipe iPhone adalah <em>keyboard </em>yang terlalu kecil. Untungnya, salah seorang karyawan Apple bernama <strong>Ken Kocienda</strong> menemukan suatu sistem AI yang akan memprediksi huruf apa yang kira-kira akan kita tekan setelah menekan huruf tertentu,</p>
<p>Jadi ketika kita menekan huruf T, besar kemungkinan huruf selanjutnya adalah H karena banyak kata dalam bahasa Inggris yang seperti itu. Sistem <em>autocorrect </em>juga banyak membantu.</p>
<p>Hal ini terus berlangsung hingga hari presentasi telah tiba. iPhone masih belum benar-benar sempurna. Masih ada banyak masalah seperti <em>bug </em>CPU yang bisa membuat iPhone <em>crash </em>sewaktu-waktu.</p>
<p>Pada akhirnya presentasi iPhone berjalan dengan lancar, namun orang-orang di belakangnya kurang mendapatkan kredit yang layak mereka terima.</p>
<h3>Steve Jobs Ngapain?</h3>
<p><div id="attachment_3399" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3399" class="size-large wp-image-3399" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3399" class="wp-caption-text">Steve Wozniak Bersama Jobs (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.businessinsider.com/how-to-know-if-youre-more-like-steve-jobs-or-steve-wozniak-2017-7" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjV_7C3urLnAhXg6XMBHflkD5gQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Business Insider</span></a>)</p></div></p>
<p>Setelah membaca cerita-cerita di atas mungkin kita akan bertanya-tanya, lantas Jobs ngapain? Apa cuma marah-marah enggak jelas sambil menekan anak buahnya sedemikian rupa?</p>
<p>Jika dilihat dari kacamata negatif mungkin akan seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah pendiri sekaligus CEO dari Apple sehingga punya hak untuk bersikap seperti itu.</p>
<p>Walaupun begitu, Jobs adalah orang yang peduli dengan produk hebat. Tidak banyak orang yang sevisioner Jobs ketika melihat teknologi-teknologi bermunculan.</p>
<p>Dulu sewaktu <strong>Steve Wozniak</strong> menciptakan komputer <strong>Apple I</strong>, ia sama sekali tidak berpikir untuk menjualnya. Jobs lah yang menemukan potensi bahwa komputer buatan Woz akan merevolusi dunia dan itu terbukti benar.</p>
<p>Begitupun pada kasus iPhone dan produk-produk lainnya. Di dalam Apple, ia mampu mengumpulkan orang-orang terbaik untuk menciptakan produk-produk terbaik, meskipun dalam prosesnya memiliki dampak buruk untuk karyawannya.</p>
<p>Selain itu, kebanyakan perusahaan teknologi yang besar memiliki pemimpin yang kejam. Bill Gates yang keliatan sabar pun bisa galak tak karuan ketika memaki karyawannya yang melakukan kesalahan.</p>
<p>Terkadang, kekejaman itulah yang mendorong teknologi untuk maju hingga melampaui batasnya. Hasilnya mungkin bisa kita lihat pada Apple yang sekarang dipimpin oleh <strong>Tim Cook</strong>.</p>
<p>Apa inovasi terbaru yang dimiliki oleh Apple sekarang? Face ID? Apple Watch? Semua hanya bersifat komplementer alias pelengkap.Tidak ada produk yang benar-benar baru, walaupun mungkin kita sedang berada di ambang batas perkembangan teknologi.</p>
<p>Entah bagaimana yang terjadi di Apple sekarang, tapi rasanya sulit membayangkan Cook meneriaki karyawannya dan memberi <em>deadline </em>2 minggu untuk menciptakan produk yang benar-benar baru dan revolusioner.</p>
<h3>Apakah iPhone Benar-Benar Revolusioner?</h3>
<p><div id="attachment_3401" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3401" class="size-large wp-image-3401" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3401" class="wp-caption-text">Apps Store Pada iPhone 3GS (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.tapscape.com/ios-app-store-old-apps-old-iphones/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi16vujurLnAhXk6nMBHa6xDLEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Tapscape</span></a>)</p></div></p>
<p>iPhone sendiri sebenarnya tidak benar-benar merevolusi industri smartphone, kecuali antarmukanya yang benar-benar baru dan terlihat keren.</p>
<p>Sama seperti sekarang, sebenarnya iPhone waktu memiliki banyak sekali kekurangan. Jaringannya belum 3G, tidak punya kamera depan, tidak punya slot untuk memori eksternal (hingga sekarang), tidak bisa merekam video, dan lain sebagainya.</p>
<p>Baru pada iPhone 3G lah revolusi yang sebenarnya dimulai akibat munculnya Apps Store, walaupun kekurangan di iPhone generasi pertama masih ditemukan pada produk ini.</p>
<p>Awalnya, Jobs sama sekali tidak ingin ada aplikasi dari pihak ketiga karena khawatir akan merusak ekosistem Apple yang begitu rapi. Setelah dibicarakan lagi, akhirnya Jobs menyetujui adanya Apps Store dengan pengawasan ketat dari Apple.</p>
<p>iPhone telah mendorong Google untuk mengikuti di belakangnya dengan membeli dan mengembangkan sistem operasi Android. Microsoft juga ikut membuat sistem operasi sendiri, namun gagal di pasaran.</p>
<p>Kemunculan sistem Android membuat merek teknologi seperti Samsung membuat smartphone <em>touchscreen </em>mereka sendiri dan menjadi pesaing berat. Hingga kini, ada banyak sekali merek smartphone bertebaran di muka bumi.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>iPhone memang telah merevolusi dunia digital. Kenyamanan yang kita dapatkan dari gawai di genggaman kita berawal ketika iPhone mulai dijual.</p>
<p>Hampir semua jenis aktivitas bisa kita lakukan melalui smartphone, mulai dari bermain game, membuat catatan, mengirim surel, bertukar pesan dengan gratis, dan lain sebagainya.</p>
<p>Akan tetapi, terkadang kita melupakan jasa orang-orang yang ada di balik pembuatan produk tersebut. Mereka ini adalah pahlawan yang namanya sering tidak disebutkan.</p>
<p>Oleh karena itu, tulisan ini mengajak kepada para Pembacanya untuk bisa menghargai orang-orang yang ada di balik layar, bukan sekadar orang-orang yang selalu mendapatkan <em>spotlight</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 2 Februari 2020, terinspirasi setelah menonton video seputar sejarah iPhone</p>
<p>Foto: <a href="https://qz.com/881051/iphone-aapl-10-year-anniversary-how-people-described-it-in-2007/">Quartz</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=24O00Jz8R04">ColdFusion</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=xxBc1c3uAJw">Wall Street Journal</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=vN4U5FqrOdQ">Steve Jobs iPhone Presentation</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Feb 2020 08:25:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa smartphone buatan Apple, iPhone, telah merevolusi industri digital hampir secara keseluruhan. Sebelum produk ini diperkenalkan oleh mendiang Steve Jobs tahun 2007, yang disebut smartphone adalah HP-HP dengan keyboard plastik. Pemain besarnya antara lain Nokia, Blackberry, hingga Motorola. Ketika melakukan presentasi biasa, Jobs mengatakan akan mengumumkan tiga produk sekaligus yang ternyata [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa smartphone buatan Apple, <strong>iPhone</strong>, telah merevolusi industri digital hampir secara keseluruhan.</p>
<p>Sebelum produk ini diperkenalkan oleh mendiang <strong>Steve Jobs </strong>tahun 2007, yang disebut smartphone adalah HP-HP dengan keyboard plastik. Pemain besarnya antara lain Nokia, Blackberry, hingga Motorola.</p>
<p>Ketika melakukan presentasi biasa, Jobs mengatakan akan mengumumkan tiga produk sekaligus yang ternyata semuanya hanya terdapat pada satu perangkat:</p>
<ul>
<li><em>Widescreen iPod with touch screen control</em></li>
<li><em>A revolutionary mobile phone</em></li>
<li><em>Breakthrough internet communicator</em></li>
</ul>
<p>iPhone menggebrak industri smartphone karena menawarkan banyak hal baru, mulai dari layar <em>touchscreen</em>, <em>swipe to unlock</em>, kecepatan <em>scrolling</em>-nya yang hanya butuh satu usapan, hingga istilah <em>pinch </em>untuk memperkecil dan memperbesar gambar.</p>
<p>Hanya saja, ada beberapa sejarah kelam yang tidak diketahui oleh orang banyak mengenai bagaimana iPhone bisa lahir. Ada pengorbanan yang luar biasa besar dari orang-orang yang menciptakannya di belakang panggung.</p>
<h3>Bukan Penemu <em>Multi-Gesture</em></h3>
<p><div id="attachment_3390" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3390" class="size-large wp-image-3390" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3390" class="wp-caption-text">Cikal Bakal Multi-touch (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.microsoft.com/buxtoncollection/detail.aspx?id=213" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjm5smmtrLnAhWPXisKHa28AqcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Microsoft</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis berkali-kali menonton presentasi Jobs dalam memperkenalkan iPhone, sehingga bisa berkata banyak seputar acara perilisan iPhone.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Jobs mengatakan bahwa Apple telah mematenkan teknologi <em>multi-gesture </em>yang membuat layar mampu membaca apa yang kita lakukan pada layar tergantung gerakan jari yang dilakukan.</p>
<p>Masalahnya, teknologi tersebut bukanlah murni buatan Apple, melainkan temuan dari <em>startup </em>kecil bernama <em><strong>Fingerworks</strong> </em>yang didirikan oleh <strong>Wayne Westerman</strong>.</p>
<p>Hal ini berawal dari seorang karyawan Apple membawa alat buatan <em>Fingerworks </em>karena mengalami masalah pergelangan tangan. Rekan-rekannya di Apple tertarik dan mencoba untuk membuat sesuatu dari teknologi tersebut.</p>
<p>Kepala bagian desain Apple, <strong>Johnny Ive</strong>, mencoba untuk memberitahu Jobs mengenai ide ini. Hasilnya? Jobs menolaknya dengan mengatakan bahwa produk tersebut hanya akan digunakan untuk orang-orang yang ingin membaca di toilet.</p>
<p>Ive sedikit tersinggung dengan respon Jobs, dan tim secara diam-diam terus mengembangkan bagaimana layar <em>touchscreen </em>ini akan menjadi masa depan Apple. Jobs sendiri pada akhirnya berubah pikiran.</p>
<p>Penulis tidak terlalu mengerti kronologi pastinya, yang jelas pada saat itu Apple juga sedang mengembangkan cikal bakal iPad di masa depan, sebuah komputer layar sentuh.</p>
<p>Untuk itu, Apple memutuskan untuk membeli <em>Fingerworks. </em>Semenjak itu, nama Westerman seolah hilang begitu saja. Bahkan ketika iPhone diperkenalkan, ia tidak mendapatkan undangan acara.</p>
<h3>Tony Fadell vs Scott Forshall</h3>
<p><div id="attachment_3391" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3391" class="size-large wp-image-3391" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3391" class="wp-caption-text">Tony Fadell (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjp4pGDtrLnAhWIYysKHWVaCO0QjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.theinformation.com%2Farticles%2Ftony-fadell-leaving-nest&amp;psig=AOvVaw18PFxJv0HNrp3eDrwxeyY_&amp;ust=1580717586014588" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjp4pGDtrLnAhWIYysKHWVaCO0QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Information</span></a>)</p></div></p>
<p>Apple pernah bekerja sama dengan Motorola untuk membuat HP dengan fitur iTunes bernama Motorola ROKR. Hasilnya? Sampah. Produk tersebut benar-benar gagal total. Mungkin itulah yang menjadi motivasi Jobs untuk melirik pasar <em>mobile</em>.</p>
<p>Jobs, yang terkenal akan kekejamannya terhadap karyawannya, memberi tim tenggat waktu dua minggu untuk membuat konsep smartphone buatan Apple. Inilah awal mimpi buruk bagi karyawan-karyawan Apple.</p>
<p>Ada dua konsep yang sama-sama diajukan ke Jobs: antara mengembangkan iPod menjadi HP baru atau membuat Mac versi kecil. Jobs sendiri tidak yakin mana yang akan berhasil, sehingga ia meminta keduanya untuk melanjutkan riset.</p>
<p>Pada tahun 2005-an, Apple menjadi sangat sukses berkat keberhasilan iPod-nya. Sekitar 50% pemasukan Apple berasal dari penjualan iPod yang dipimpin oleh <strong>Tony Fadell</strong>.</p>
<p>Ia berusaha membuat smartphone berdasarkan perangkat iPod yang sudah ada. Kala itu, iPod memiliki kontrol yang mudah dengan sistem gulirnya. Akan tetapi ketika digunakan sebagai telepon, sistem tersebut tidak terlalu efektif.</p>
<p><div id="attachment_3392" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3392" class="size-large wp-image-3392" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3392" class="wp-caption-text">Scott Forstall (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=apngavjVJqE" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj29NKMtrLnAhWMdn0KHfocDOYQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div></p>
<p>Di sisi lain, kepala <em>multi-touch </em>MacOS bernama <strong>Scott Forstall </strong>juga menyiapkan sebuah prototipe smartphone dengan layar <em>touchscreen </em>yang berbasis MacOS. Singkat cerita, ide dari tim Forshall lah yang akan dipilih untuk menjadi iPhone.</p>
<p>Ketika Jobs melakukan presentasi iPhone, ia menghapus kontak Fadell di hadapan penonton. Beberapa menganggap bahwa itu adalah pertanda Fadell akan segera dipecat dari Apple.</p>
<p>Fadell sendiri akhirnya keluar tak lama berselang setelah perilisan iPhone. Forstall sendiri juga dipecat pada tahun 2012 akibat kegagalan aplikasi Maps pada iOS 6.</p>
<h3>Masih Ada Hal Kelam Lainnya</h3>
<p>Kerasnya persaingan dalam membuat iPhone tidak hanya terjadi di level manajer, karyawan yang ada di level bawah pun kecipratan stresnya.</p>
<p>Bahkan mereka mungkin yang paling besar menerima tekanannya. Penulis akan menuliskannya lebih dalam pada bagian kedua tulisan ini.</p>
<p>Selain itu, sebenarnya apa peran Jobs dalam membuat iPhone? Mengapa ia yang justru paling banyak menerima kredit dan pujian dari pengguna iPhone?</p>
<p>Lantas, apakah benar iPhone mengubah industri telepon genggam secara keseluruhan sedangkan ia memiliki banyak fitur yang tidak dimiliki? Semua akan Penulis bahas pada bagian kedua dari tulisan <strong><em>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone</em></strong>!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 2 Februari 2020, terinspirasi setelah menonton video seputar sejarah iPhone</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjGpMXFtbLnAhWMXisKHS-wDpQQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fqz.com%2F881108%2Fwatch-steve-jobs-unveil-the-apple-aapl-iphone-on-jan-9-2007%2F&amp;psig=AOvVaw15SunXZHAMAoE7eCxsa7Ae&amp;ust=1580717447105392">Quartz</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=24O00Jz8R04">ColdFusion</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=xxBc1c3uAJw">Wall Street Journal</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=vN4U5FqrOdQ">Steve Jobs iPhone Presentation</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Apple Pada Inside Apple</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 15:26:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Inside Apple]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1717</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya memang agak berlebihan bila diberi judul rahasia, akan tetapi penulis tidak bisa menemukan padanan kata lain yang lebih menarik dari itu. Setidaknya, buku ini akan memberi banyak pengetahuan baru bagi orang-orang yang penasaran dengan Apple, termasuk penulis. Sedikit Drama Tentang Buku Ini Penulis selalu menyukai buku-buku yang berbau Steve Jobs dan Apple semenjak menamatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/">Rahasia Apple Pada Inside Apple</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya memang agak berlebihan bila diberi judul rahasia, akan tetapi penulis tidak bisa menemukan padanan kata lain yang lebih menarik dari itu. Setidaknya, buku ini akan memberi banyak pengetahuan baru bagi orang-orang yang penasaran dengan Apple, termasuk penulis.</p>
<h3>Sedikit Drama Tentang Buku Ini</h3>
<p>Penulis selalu menyukai buku-buku yang berbau Steve Jobs dan Apple semenjak menamatkan <a href="http://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">buku biografi resminya</a> yang ditulis oleh Walter Isaacson. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa penulis ambil dengan mendalami sejarah perusahaan teknologi tersebut beserta para pendirinya.</p>
<p>Dulu, sewaktu menemukan buku berjudul <strong>Inside Apple </strong>ini di toko buku Togamas, penulis sempat merasa ragu untuk membelinya karena beberapa alasan. Sewaktu hati sudah mantap untuk membelinya, eh stoknya sudah habis hingga terbitlah rasa sesal di dalam hati.</p>
<p>Untunglah, penulis bisa menemukan ini di <strong>Togamas Affandi</strong>, Yogyakarta, pada 16 Desember 2017, seusai menjalani tes IELTS. Bagi pecinta buku, pasti sudah paham bagaimana rasanya menemukan buku yang telah lama di cari-cari.</p>
<p><div id="attachment_1718" style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1718" class="size-full wp-image-1718" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_.jpg" alt="" width="720" height="540" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_.jpg 720w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><p id="caption-attachment-1718" class="wp-caption-text">Togamas Affandi (yogyakarta.panduanwisata.id)</p></div></p>
<p>Buku ini terdiri dari 10 bab yang berbeda dengan topiknya masing-masing. Salah satu hal yang membuat penulis merasa yakin untuk membeli buku ini adalah karena adanya kisah Apple di bawah kepemimpinan <strong>Tim Cook</strong>.</p>
<p>Akan tetapi, sewaktu awal-awal membaca buku ini, entah mengapa terasa begitu membosankan, sehingga buku ini tersimpan rapi di rak buku penulis. Sekitar 9 bulan kemudian, barulah penulis memutuskan untuk membaca buku ini kembali.</p>
<p>Saat itulah penulis merasa aneh, bagaimana dulu bisa merasa bosan, sedangkan pemaparan isinya begitu menarik dan menjelaskan berbagai aspek dari Apple yang sebelumnya belum pernah penulis ketahui. Pada akhirnya, buku ini penulis tamatkan dengan cepat.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Seperti judulnya, buku ini menjelaskan tentang bagaimana perusahaan sebesar Apple bekerja menghasilkan produk-produk yang digemari oleh banyak orang. <strong>Adam Lashinsky </strong>selaku penulis bisa menceritakan banyak hal karena kedekatannya dengan staf-staf penting Apple.</p>
<p>Banyak orang yang mengira kematian Steve Jobs akan berdampak besar kepada perusahaan yang telah didirikannya bersama Steve Wozniak tersebut. Pada buku ini, dijelaskan bahwa hal tersebut ditangkis oleh Apple melalui para anggotanya.</p>
<p>Roh, ideologi, dan pemikiran Jobs telah merasuki para petinggi Apple yang sekarang memegang dampuk kekuasaan untuk memimpin perusahaan dengan logo apel tergigit tersebut. Kekhawatiran akan runtuhnya Apple tidak terbukti, setidaknya sampai sekarang.</p>
<p><div id="attachment_1719" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1719" class="size-large wp-image-1719" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-1024x532.jpg" alt="" width="1024" height="532" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-1024x532.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-300x156.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-768x399.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-356x185.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1719" class="wp-caption-text">Tim Cook (dancingastronaut.com)</p></div></p>
<p>Penulis sangat terbantu dengan banyak membaca buku tentang Apple sebelumnya, karena banyak sekali orang-orang penting yang disebut, seperti <strong>John Ive</strong> dan <strong>Scoot Forshall</strong>. Tentu penulis akan sedikit kesulitan memahami isi buku jika tidak memiliki pengetahuan tentang mereka.</p>
<p>Secara garis besar, buku ini menceritakan tentang perbedaan Apple dari perusahaan-perusahaan lainnya, seperti ketatnya mereka dalam menjaga rahasia produk yang belum diluncurkan dan bagaimana Apple memperlakukan karyawannya.</p>
<p>Buku ini juga menjelaskan tentang berbagai strategi yang dilakukan Apple, baik ketika dipimpin oleh Jobs maupun oleh Cook, dalam menghadapi dinamika bisnis yang penuh gejolak, termasuk menghadapi lawan-lawan (yang kerap merangkap menjadi mitra) bisnisnya.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Buku ini penulis rekomendasikan bagi pembaca yang tertarik dengan sejarah perkembangan teknologi, khususnya Apple sebagai perusahaan. Budaya perusahaan diceritakan dengan baik oleh Lashinsky membuat kita bisa berimajinasi tengah berada di kantor Apple.</p>
<p>Kalau pembaca menginginkan buku yang menjelaskan tentang sosok Steve Jobs, maka buku ini kurang bisa memberikannya karena fokus dari buku ini adalah Apple-nya, bukan sang pendiri. Ada banyak buku yang bisa bercerita tentang itu.</p>
<p>Banyak bahasa teknis yang mungkin akan susah dipahami oleh orang awam, walaupun bahasa bercerita yang digunakan oleh Lashinsky tergolong mudah. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan motivasi bagi para wirausahawan yang sedang berusaha mendirikan perusahaannya.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 November 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku <strong>Inside Apple</strong> karya <strong>Adam Lashinsky</strong></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/">Rahasia Apple Pada Inside Apple</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Andai Steve Jobs Masih Hidup</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 08:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Pencil]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar dual-sim? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain? Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar <em>dual-sim</em>? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain?</p>
<p>Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin miskin inovasi semenjak meninggalnya Jobs pada tahun 2011 karena kanker.</p>
<p><strong>Apple Pencil</strong></p>
<p>Penulis pernah menulis tentang Apple Pencil ketika dirilis pada tahun 2015. Tentu hal tersebut membuat penulis mengangkat alis karena keheranan. Bukankah Steve Jobs membenci <em>stylus</em>, walapun diberi nama pensil?</p>
<p>Singkat cerita, ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996 (setelah perusahaan tersebut terus menerus mengalami kerugian), Apple telah terjun ke pasar <em>Personal Digital Assistant </em>(PDA) dengan nama Newton. Ketika Jobs pada akhirnya naik jabatan, ia langsung menghentikan produksi Newton (dan berbagai produk lainnya yang dianggap Jobs sebagai sampah).</p>
<p><div id="attachment_1388" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1388" class="size-full wp-image-1388" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg" alt="" width="768" height="213" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-300x83.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-356x99.jpg 356w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1388" class="wp-caption-text">Apple Pencil (http://www.idownloadblog.com/2017/05/24/apple-patent-pencil-iphone/)</p></div></p>
<p>Ketika iPhone pertama rilis pada tahun 2007, ia dengan secara gamblang menyatakan ketidaksukaannya akan <em>stylus</em>. Alasannya sederhana, kita telah dianugerahi <em>stylus </em>terbaik, yakni jari -jari kita.</p>
<p>Berdasarkan fakta itu, penulis jelas berpendapat bahwa adanya produk tersebut jelas bertentangan dengan filosofi yang dianut oleh Jobs. Beda cerita seandainya Jobs meralat ucapannya, sesuatu yang nampaknya sangat jarang terjadi karena ia memiliki keyakinan dan insting yang bagus.</p>
<p><strong>Ke Mana Apple Mengarah?</strong></p>
<p>Visi Jobs dengan Apple sangat jelas, menciptakan pasar. Hampir semua produk yang dirilis di bawah komandonya menjadi pionir. Sebutkan saja iPod, iPhone, hingga iPad. Walaupun pada kenyataannya, produk Apple jarang menjadi yang pertama dalam menciptakan inovasi tersebut.</p>
<p>Sekarang, apa yang menjadi inovasi pada Apple di bawah pimpinan Tim Cook? Coba dibandingkan dengan Samsung dengan layar lengkungnya ataupun Oppo dengan kamera naik turunnya. Mungkin hal inovatif terakhir yang dilakukan oleh Apple adalah Face ID, walaupun penulis yakin pengembang <em>smartphone </em>lainnya juga sudah lama menyiapkan hal tersebut.</p>
<p><div id="attachment_1387" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1387" class="size-large wp-image-1387" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1387" class="wp-caption-text">Inovatif (youtube.com)</p></div></p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, akankah Apple berubah haluan dari pencipta pasar menjadi mengikuti arus pasar seperti yang dilakukan oleh John Sculley (mantan CEO Apple yang memecat Jobs) dulu? Apakah Apple membutuhkan penyegaran seperti yang dilakukan Microsoft dengan menuntuk Satya Nadella sebagai CEO menggantikan Steve Balmer?</p>
<p>Mari kita amati bersama-sama perkembangan Apple dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya ke depannya. Tentu yang bisa kita harapkan, perkembangan teknologi yang mereka kembangkan bisa membawa kebaikan untuk kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, terinpirasi setelah penulis membutuhkan portofolio untuk tes kerja di Mainspring Technology</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/">http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Revolusi Diri karena Steve Jobs</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2018 12:13:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[out of the box]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Walter Isaacson]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain tanggal lahir pembalap legendaris Formula 1 Alain Prost, 24 Februari juga merupakan tanggal lahir mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri Apple. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini penulis ingin menulis sedikit tentang orang yang sering menyebutkan kata revolusioner pada presentasinya tersebut. Steve Jobs by Walter Isaacson Buku pertama tentang Steve Jobs yang penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Revolusi Diri karena Steve Jobs</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain tanggal lahir pembalap legendaris Formula 1 Alain Prost, 24 Februari juga merupakan tanggal lahir mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri Apple. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini penulis ingin menulis sedikit tentang orang yang sering menyebutkan kata revolusioner pada presentasinya tersebut.</p>
<p><strong>Steve Jobs by Walter Isaacson</strong></p>
<p>Buku pertama tentang Steve Jobs yang penulis beli adalah biografi resminya yang ditulis oleh Walter Isaacson. Sebelum itu, penulis tidak mengetahui apa-apa tentang Jobs, kecuali ia adalah pendiri Apple yang terkenal karena produk-produk premiumnya. Alasan penulis ingin membeli buku tersebut adalah diharapkan bisa menambah motivasi penulis yang sedang studi di jurusan Informatika.</p>
<p>Memang benar, banyak sekali motivasi-motivasi yang penulis dapatkan dari buku tersebut. Meskipun sangat tebal, penulis telah menghabiskannya dua kali karena Isaacson selaku penulis bisa menceritakan kehidupan Jobs dengan apik.</p>
<p>Buku ini adalah buku favorit nomer satu penulis, dan bisa dibilang buku ini turut &#8220;merevolusi&#8221; pola pikir penulis yang sebelumnya hanya terbawa arus begitu saja.</p>
<p><strong>Membiasakan Diri Melampaui Batas</strong></p>
<p>Ketika membaca biografi tersebut, penulis menangkap bahwa Jobs adalah seorang yang visioner. Ia melihat beberapa langkah ke depan dan selalu menargetkan sesuatu yang bagi orang lain melampaui batas. Sifat ini, ditambah dengan perfeksionisnya, membuat banyak orang yang stres ketika bekerja dengan Steve Jobs. Lagipula, Jobs dikenal kejam terhadap bawahannya yang tidak bisa memenuhi ekspetasinya.</p>
<p><div id="attachment_442" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-442" class="size-large wp-image-442" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-1024x698.jpg" alt="" width="1024" height="698" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-1024x698.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-300x205.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-768x524.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-356x243.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-442" class="wp-caption-text">Berpikir Melampaui Batas</p></div></p>
<p>Karakter ini penulis hayati ketika merefleksi diri untuk mengubah sifat penulis yang jarang menargetkan diri. Penulis sadar, bahwa hidup tanpa target sama dengan menyetir tanpa tujuan. Kita tidak akan pernah tahu kemana kita akan membawa kendaraan &#8220;hidup&#8221; kita dan hanya berputar-putar tanpa arah yang jelas.</p>
<p><strong>Berpikir Di Luar Kotak (atau Tanpa Kotak Sama Sekali)</strong></p>
<p>Sifat menginspirasi lain yang dimiliki oleh Jobs adalah pola pikirnya yang sering kali tidak terpikirkan oleh orang lain. Ia bukan penemu yang original (contoh: GUI pada Macintosh dicuri dari XEROX PARC), namun ialah yang membuat penemuan tersebut menjadi terkenal dan digunakan oleh khalayak umum.</p>
<p><div id="attachment_443" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-443" class="size-large wp-image-443" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-443" class="wp-caption-text">Jobs dan Macintosh</p></div></p>
<p>Pemutar musik bukanlah barang baru ketika iPod diluncurkan. Namun iPodlah yang memulai perpindahan dari musik analog menjadi musik digital. iPhone bukanlah handphone dengan teknologi <em>touchscreen</em> pertama, namun iPhonelah yang memulai revolusi industri ponsel genggam (hingga membuat Nokia yang mengusai pasar ketika itu terjun bebas).</p>
<p>Mengapa Jobs bisa melakukan hal tersebut? Bagi penulis, jawabannya adalah karena ia berpikir di luar kotak ketika pesaing masih berpikir di dalam kotak. Bahkan, terkadang ia tidak menganggap ada kotak sama sekali (Jobs terkenal suka melanggar aturan, dan ini tidak baik untuk ditiru). Berani berbeda bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih di masa kini.</p>
<p><strong>Buku Steve Jobs Lainnya</strong></p>
<p>Tulisan ini akan sangat panjang jika penulis menuliskan semua inspirasi yang didapatkan dari buku tersebut. Pada tulisan kali ini, penulis menyukupkannya hanya dengan dua poin di atas. Penulis ingin membahas buku-buku tentang Steve Jobs lainnya.</p>
<p>Setelah buku tersebut, penulis semakin penasaran dengan Steve Jobs dan Apple. Beberapa buku yang penulis beli setelah itu adalah:</p>
<ul>
<li>Inside Steve&#8217;s Brain dan Jony Ive (kepala designer Apple, salah satu anak emas Jobs) karya Leander Kahney</li>
<li>Apple vs Google karya Fred Vogelstein</li>
<li>Life by Design karya George Beahm</li>
<li>Inside Apple karya Adam Lashinsky</li>
</ul>
<p>Selain itu, ketika ada even <strong>Big Bad Wolf </strong>yang mengobral buku impor, penulis memborong banyak sekali buku terkait Steve Jobs, termasuk versi asli biografi karya Isaacson. Buku-buku impor tentang Steve Jobs yang penulis miliki antara lain:</p>
<ul>
<li>Kompilasi Majalah Time</li>
<li>The Apple Revolution karya Luke Dormehl</li>
<li>Steve Jobs: The Man Who Thought Different karya Karen Blumenthal</li>
<li>iWoz karya Steve Wozniak (pendiri Apple selain Jobs) bersama Gina Smith</li>
<li>Becoming Steve Jobs karya Brent Schlender dan Rick Tetzeli</li>
</ul>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Jobs adalah manusia biasa yang tak lepas dari kekurangan. Masa muda Jobs adalah salah satu sisinya yang sama sekali tidak ingin penulis tiru. Namun penulis harus memberikan kredit spesial kepada Steve Jobs dan Walter Isaacson sebagai penulis biografinya, karena telah merevolusi pola pikir penulis seperti yang sering dilakukan Jobs dan Apple kepada industri digital.</p>
<p>Andai penulis tidak pernah membaca buku tersebut, penulis tidak tahu apakah pola pikir mengikuti arus yang dimiliki akan dapat berganti dengan pola pikir selalu menaruh target di depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 24 Februari 2018, setelah (lumayan) sembuh dari flu yang melanda sejak pagi.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Revolusi Diri karena Steve Jobs</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
