<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>azab Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/azab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/azab/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Oct 2022 06:05:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>azab Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/azab/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2022 12:54:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[azab]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[spoiler]]></category>
		<category><![CDATA[spoiler film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6049</guid>

					<description><![CDATA[<p>Biasanya, menjelang sebuah film box office populer akan rilis, ada semacam ketakutan bagi para penontonnya: Spoiler. Apalagi di era media sosial seperti sekarang, spoiler sangat mudah tersebar dari satu perangkat ke perangkat lain. Orang yang merespons spoiler pun bisa dibagi menjadi dua, antara yang bodo amat dengan spoiler dan ada yang benar-benar menghindari spoiler. Sebenarnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/">Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Biasanya, menjelang sebuah film <em>box office </em>populer akan rilis, ada semacam ketakutan bagi para penontonnya: <em><strong>Spoiler</strong></em>. Apalagi di era media sosial seperti sekarang, <em>spoiler </em>sangat mudah tersebar dari satu perangkat ke perangkat lain.</p>



<p>Orang yang merespons <em>spoiler </em>pun bisa dibagi menjadi dua, antara yang <strong>bodo amat dengan <em>spoiler</em></strong><em> </em>dan ada yang <strong>benar-benar menghindari <em>spoiler</em></strong>. Sebenarnya ada juga yang tengah-tengah atau bahkan malah mencari <em>spoiler</em>. </p>



<p>Kalau yang bodo amat, ya udah, mereka tetap bisa menikmati filmnya. Nah, untuk yang menghindari <em>spoiler</em>, <em>mood </em>nonton mereka bisa langsung buyar, merasa kecewa dan marah, bahkan menyumpahi si pemberi <em>spoiler</em> agar terkena azab yang mengenaskan.</p>





<p>Penulis bisa dibilang termasuk yang menghindari <em>spoiler</em>, terutama untuk film yang disukainya. Bahkan, Penulis rela pergi ke bioskop jam 4 pagi demi bisa menonton <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">Avengers: Endgame</a> </em>di hari penayangan perdananya. Padahal, itu ditayangkan di hari kerja.</p>



<p>Berhubung ada satu peristiwa lucu yang baru saja terjadi, Penulis jadi tergelitik untuk menulis artikel tentang masalah tukang <em>spoiler </em>alias ini. Salah satunya adalah, apakah ada azab yang cocok untuk diterima para tukang <em>spoiler</em>?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Motivasi Tukang Spoiler?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler-banner_copy_1080x720-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6057" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler-banner_copy_1080x720-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler-banner_copy_1080x720-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler-banner_copy_1080x720-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler-banner_copy_1080x720.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Ilustrasi Tukang Spoiler sedang Menyiapkan Amunisinya (<a href="https://www.reviewgeek.com/39485/the-best-ways-to-stream-movies-and-videos-with-your-friends-online/">Review Geek</a>)</figcaption></figure>



<p>Mengapa orang menyebarkan <em>spoiler </em>film? Penulis memiliki beberapa asumsi. Salah satunya adalah karena <strong>iseng </strong>saja. Mereka ingin menggoda orang lain, biasanya orang dekat, agar merasa kesal.</p>



<p>Selain itu, bisa juga digunakan sebagai <strong>&#8220;panjat sosial&#8221;</strong> alias pansos. Kok bisa? Karena dengan menyebarkan <em>spoiler</em>, terutama di media sosial, posting mereka tentang <em>spoiler </em>tersebut akan jadi ramai, termasuk ramai akan hujatan dan makian.</p>



<p>Tukang <em>spoiler </em>bisa jadi <strong>merasa hebat</strong> dengan memberikan <em>spoiler </em>tersebut. Alasannya, mereka telah menonton film tersebut duluan dibandingkan orang lain. Aneh memang, kok butuh bikin orang lain kesal hanya demi merasa hebat.</p>



<p>Mungkin masih ada faktor-faktor lain yang membuat orang memutuskan untuk menjadi tukang <em>spoiler</em>. Hanya saja, menurut Penulis tiga alasan di atas lah yang menjadi alasan utama mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Di Mana Tukang Spoiler Beraksi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-3-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-6056" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-3-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-3-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-3-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-3.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Hindari untuk Sementara Waktu (Photo by <a href="https://unsplash.com/@obergeron">Olivier Bergeron</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, <strong>media sosial menjadi &#8220;lahan basah&#8221; untuk para tukang <em>spoiler</em></strong><em> </em>menjalankan aksinya. Apalagi, media sosial dengan format <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">infinity scroll</a> </em>tengah digandrungi oleh masyarakat ini.</p>



<p>Media sosial dengan format tersebut akan selalu memberikan &#8220;kejutan&#8221; kepada penggunanya, sehingga pengguna tidak akan tahu kalau video berikutnya adalah sebuah <em>spoiler</em>. Salah satu kawan Penulis sering bercerita betapa seringnya ia mendapatkan <em>spoiler </em>anime dari TikTok.</p>



<p>Kadang, ada juga yang langsung memberikan <strong><em>spoiler </em>melalui aplikasi pesan</strong> seperti WhatsApp. Biasanya, disebarkan ke grup, lalu akan ada &#8220;korban-korban&#8221; yang tanpa sengaja melihat <em>spoiler </em>tersebut.</p>



<p>Kalau sedang apes, tukang <em>spoiler </em>bahkan dengan <strong>berani melancarkan aksinya secara langsung </strong>ketika bertemu dengan &#8220;korban&#8221;. Bukan tidak mungkin kalau berawal dari hal ini akan terjadi baku hantam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Cara Menghindari Tukang Spoiler?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6058" width="726" height="484" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 726px) 100vw, 726px" /><figcaption> Begitu Tayang, Langsung Tonton! (<a href="https://www.hollywoodreporter.com/movies/movie-news/avengers-endgame-premiere-disney-dolby-build-high-tech-la-theater-1203843/">The Hollywood Reporter</a>)</figcaption></figure>



<p>Kita tidak bisa mengendalikan orang lain untuk tidak melakukan <em>spoiler</em>. Semakin kita berusaha untuk mengingatkan, yang ada mereka malah makin semangat untuk memberi <em>spoiler.</em> Untuk itu, lebih baik kita yang mengalah dan berusaha untuk menghindari mereka.</p>



<p>Cara paling mudah sebenarnya adalah <strong>berusaha untuk menontonnya secepat mungkin</strong>, kalau bisa di hari perdana penayangannya. Seperti yang sudah Penulis sebutkan di atas, Penulis rela berangkat jam 4 pagi demi menghindari <em>spoiler</em> film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-2-plot-holes/">Avengers: Endgame</a></em>.</p>



<p>Kalau tidak memungkinkan bagaimana? Setidaknya <strong>jangan gunakan media sosial</strong> sampai menonton filmnya juga menjadi cara yang ampuh. Apalagi, <em>spoiler </em>bisa dengan mudah berseliweran lewat Reels, Shorts, atau <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">TikTok</a> yang seringnya muncul begitu saja tanpa ada peringatan.</p>



<p>Bagaimana dengan kawan &#8220;jahil&#8221; yang tiba-tiba mengirim sesuatu ke kita atau grup? Kalau Penulis, <strong>jangan buka apapun yang ia kirimkan</strong>. Kalau perlu, untuk sementara blokir saja nomornya. Kalau sudah nonton filmnya, barulah kita buka kembali blokiran tersebut.</p>



<p>Untuk orang yang suka memberikan <em>spoiler </em>secara langsung, apakah ada cara untuk menghindarinya? Ya, <strong>jangan dekat-dekat dengan mereka</strong> terlebih dahulu. Kalau perlu, ikat dan lakban saja mulutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Azab yang Cocok untuk Tukang Spoiler?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-4-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-6059" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-4-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-4-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-4-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/azab-tukang-spoiler-4.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mari Kita Doakan agar Tukang Spoiler Segera Bertaubat (Photo by <a href="https://unsplash.com/@masjidmpd">Masjid Pogung Dalangan</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejujurnya pertanyaan ini Penulis gunakan sebagai <em>click bait </em>saja agar judul artikel ini lebih menarik. Tentu kata &#8220;azab&#8221; terdengar berlebihan untuk sebuah perbuatan yang bisa dianggap remeh seperti memberikan <em>spoiler</em>, walau memberi <em>spoiler </em>memang merugikan orang lain.</p>



<p>Setahu Penulis (silakan koreksi jika salah) <strong>membuat orang lain merasa kecewa atau marah termasuk dosa</strong>, walau Penulis tidak tahu dosanya seberat apa. Mungkin yang memberi <em>spoiler </em>akan memiliki kepuasan diri, tapi yang terkena <em>spoiler </em>akan merasa sebaliknya.</p>



<p>Mungkin para tukang <em>spoiler </em>ini <strong>perlu belajar berempati</strong> untuk mengetahui perasaan orang-orang yang tidak ingin terkena <em>spoiler</em>. Coba posisikan diri sebagai mereka, bagaimana kecewa, marah, dan menurunnya antusiame dalam menonton film tersebut ketika mereka diberi <em>spoiler</em>.</p>



<p>Lagipula, memberikan <em>spoiler </em>kepada orang lain sama sekali tidak ada manfaatnya, kecuali memang orang tersebut sedang mencari <em>spoiler.</em> Bukankah kita dituntut oleh agama agar bisa bermanfaat untuk orang lain, dan bukan justru merugikannya?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Karena kerja di bidang media yang sering membahas <em>pop culture</em>, bisa dibilang Penulis sering sudah tahu sebuah <em>spoiler </em><strong>bahkan sebelum filmnya rilis</strong>. Ada banyak <em>leaker </em>yang memberikan informasi ini dan banyak orang yang ingin mengetahuinya.</p>



<p>Penulis bukan mau sok suci, karena kadang pun masih memberikan <em>spoiler</em> dengan maksud jahil atau bercanda. Tentu saja, &#8220;korban yang menjadi target&#8221; pun sudah Penulis pilih yang sekiranya tidak akan marah jika kena <em>spoiler</em> (kalau kesal masih mungkin).</p>



<p>Namun, Penulis menyadari ada orang-orang yang sangat tidak menolerir <em>spoiler </em>karena tidak ingin kehilangan momen. Perasaan terkejut, senang, sedih, dan lainnya ketika menonton film untuk pertama kalinya akan pudar begitu saja jika kita sudah diberi <em>spoiler</em>.</p>



<p>Untuk itu, ada baiknya jika kita bisa <strong>menahan diri untuk tidak memberikan <em>spoiler </em></strong>ke orang lain karena, menurut Penulis, banyak mudaratnya daripada positifnya (atau malah tidak ada?). Biarkan orang-orang bisa merasakan sensasi menonton film seperti seharusnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 21 Oktober 2022, terinspirasi setelah ada seorang kawan yang dengan jahilnya memberikan <em>spoiler </em>film <em>Black Adam</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.bostonglobe.com/ideas/2018/10/27/why-little-evil-good-and-lot-empathy-bad/lsJyWqUrkHWrYLcTtnTQyI/story.html">The Boston Globe</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/">Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bencana Datang karena Maksiat?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bencana-datang-karena-maksiat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 14:40:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[azab]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awal tahun 2020 harus dibuka dengan banyaknya bencana di berbagai tempat, mulai dari banjir di Indonesia hingga kebakaran di Australia yang seolah tak kunjung padam. Di Twitter, sempat ramai cuitan salah satu komedian yang tujuannya menyindir orang-orang yang kerap menghubung-hubungkan terjadinya bencana dengan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Sepengamatan Penulis, cuitan tersebut mendapatkan respon negatif [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bencana-datang-karena-maksiat/">Bencana Datang karena Maksiat?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Awal tahun 2020 harus dibuka dengan banyaknya bencana di berbagai tempat, mulai dari banjir di Indonesia hingga kebakaran di Australia yang seolah tak kunjung padam.</p>
<p>Di Twitter, sempat ramai cuitan salah satu komedian yang tujuannya menyindir orang-orang yang kerap menghubung-hubungkan terjadinya bencana dengan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.</p>
<p>Sepengamatan Penulis, cuitan tersebut mendapatkan respon negatif dan kebanyakan netizen merutuknya, walaupun tak sedikit yang membelanya (mungkin dari para fansnya yang &#8220;<em>open-minded</em>&#8220;).</p>
<p>Terlepas dari kontroversi tersebut, benarkah bencana bisa datang karena perbuatan maksiat yang dilakukan oleh manusia?</p>
<h3>Definisi Maksiat</h3>
<p><div id="attachment_3261" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3261" class="size-large wp-image-3261" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3261" class="wp-caption-text">Apa Itu Maksiat? (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.ibiza-spotlight.com/magazine/2019/08/clubbing-on-ibiza-on-budget" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj4gpWIpP7mAhWQdn0KHQ5pBNUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Ibiza Spotlight</span></a>)</p></div></p>
<p>Dalam pemahaman sehari-hari, kata &#8220;<strong>maksiat</strong>&#8221; sering diidentikkan dengan perbuatan tercela yang biasanya dilarang oleh agama. Contohnya yang paling mudah adalah berzina dan mabuk-mabukan.</p>
<p>Jika menggunakan logika manusia, jelas seolah tidak ada hubungannya antara berzina dan timbulnya bencana alam. Paling mentok kita akan menganggap bencana tersebut datang sebagai bentuk azab kepada manusia.</p>
<p>Penulis pernah menemukan lelucon di media sosial yang mengatakan bahwa jika memang seperti itu, maka orang Kalimantan adalah orang yang baik-baik karena jarang terkena bencana.</p>
<p>Setahu Penulis, gempa bumi hampir tidak pernah mampir ke sana, beda dengan mayoritas daerah lain di wilayah Indonesia. Mungkin itu yang menjadi salah satu alasan mengapa <a href="https://whathefan.com/politik/analogi-perpindahan-ibu-kota/">ibu kota akan dipindahkan ke sana</a>.</p>
<p>Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemahaman tersebut menjadi lebih luas seperti yang tertera di bawah ini:</p>
<blockquote><p><b class="main highlight">maksiat</b><span class="per-suku">/mak·si·at/</span> <em class="jk" title="nomina (kata benda)">n</em> perbuatan yang melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercela, buruk, dan sebagainya): <em>salat itu mencegah &#8211;;</em></p></blockquote>
<p>Artinya, semua perbuatan yang melanggar aturan agama adalah perbuatan maksiat. Nah, ketika sholat Jumat kemarin, Penulis mendapatkan pencerahan dari sang khotib mengenai korelasi antara bencana dan maksiat.</p>
<h3>Merusak Alam adalah Bentuk Kemaksiatan</h3>
<p><div id="attachment_3262" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3262" class="size-large wp-image-3262" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3262" class="wp-caption-text">Greta Thunberg (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.businessinsider.com/greta-thunberg-nobel-peace-prize-why-she-didnt-win-2019-10" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiyzbeOpP7mAhUVVH0KHa7tCDcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Business Insider</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis yakin semua agama mengajarkan kita untuk menjaga dan melestarikan alam. Kita adalah bagian mereka, sehingga tak patut bagi kita untuk merusaknya dengan berbagai aktivitas.</p>
<p>Perusakan alam, menurut sang khotib sholat Jumat, merupakan <strong>salah satu bentuk kemaksiatan yang kita lakukan kepada lingkungan</strong>. Bisa berupa hal besar seperti deforestasi hingga yang sepele seperti membuang sampah tidak pada tempatnya.</p>
<p>Jika kita sudah mengedapan ego dan melupakan tugas kita untuk menjaganya, alam pun akan murka dan memberikan balasan kepada kita. Sudah banyak sekali contoh yang menghampiri kita.</p>
<p>Lantas, apa yang bisa kita lakukan sekarang? Jika tidak bisa melakukan hal besar seperti yang dilakukan oleh <strong>Greta Thunberg</strong>, mulailah dari hal-hal yang sepele dan ada di sekitar kita.</p>
<p>Mengurangi penggunaan sampah plastik, hidup secukupnya tanpa perlu berlebihan, hingga menanam pohon merupakan contoh-contoh kecil yang bisa kita lakukan untuk tidak melakukan kemaksiatan kepada alam.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Di dalam kepercayaan yang Penulis yakini, memang ada yang menyebutkan bahwa kemaksiatan bisa menimbulkan azab berupa bencana alam. Akan tetapi, Penulis tidak menganggap hanya kemaksiatan seperti berzina yang bisa menimbulkan azab tersebut.</p>
<p>Perusakan lingkungan menjadi salah satu bentuk kemaksiatan yang fatal karena dampaknya bisa mengenai semua orang, termasuk yang tidak melakukannya. Bahkan makhluk hidup lain yang tak bersalah pun menjadi korbannya.</p>
<p>Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi perusakan lingkungan dan melakukan antisipasi agar dampak yang ditimbulkan bencana tersebut bisa diminimalisir di masa depan. Jika mampu, berilah bantuan kepada korban bencana sesuai kemampuan kita.</p>
<p>Semoga saudara-saudara kita yang terdampak bencana, di mana pun mereka berada, segera diberikan kemudahan dan ketabahan untuk menghadapinya. Amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Januari 2020, terinspirasi setelah mendengarkan khotbah Sholat Jumat di masjid Gandaria City</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiGkLj7o_7mAhXTbX0KHS_dATcQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.nbcnews.com%2Fnews%2Fworld%2Faustralia-wildfire-map-2020-n1109741&amp;psig=AOvVaw2K6fdiVFIb1OHXp1mcRo24&amp;ust=1578926031404097">NBC News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bencana-datang-karena-maksiat/">Bencana Datang karena Maksiat?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
