<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#banggafilmindonesia Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/banggafilmindonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/banggafilmindonesia/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Apr 2023 14:08:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>#banggafilmindonesia Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/banggafilmindonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Apr 2023 14:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang]]></category>
		<category><![CDATA[NKCTHi]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam artikel ulasan mengenai film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Penulis sudah mengungkapkan bagaimana dirinya menyukai film tersebut. Oleh karena itu, tak heran jika Penulis ingin menonton sekuelnya, Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang. Penulis menonton film ini bersamaan dengan ketika menonton film Suzume no Tojimari. Ini adalah kali kedua Penulis menonton dua film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam artikel ulasan mengenai film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1/">Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini</a></em>, Penulis sudah mengungkapkan bagaimana dirinya menyukai film tersebut. Oleh karena itu, tak heran jika Penulis ingin menonton sekuelnya, <em><strong>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</strong></em>.</p>



<p>Penulis menonton film ini bersamaan dengan ketika menonton film <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-suzume-no-tojimari/">Suzume no Tojimari</a></em>. Ini adalah kali kedua Penulis menonton dua film di hari yang sama, setelah dulu sekali pernah menonton film <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/"><em>Sekala Niskala </em>dan <em>Hongkong Kasarung</em></a><em>.</em></p>



<p>Lantas, apakah <em>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang </em>berhasil meninggalkan kesan yang positif seperti pendahulunya? Atau justru film ini terasa B aja? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini, <em>SPOILER ALERT!</em></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="OFFICIAL TRAILER JALAN YANG JAUH JANGAN LUPA PULANG | TAYANG DI BIOSKOP 2 FEBRUARI 2023" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/RX_F6AoQphc?start=7&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Melanjutkan kisah dari <em>Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini</em>, <strong>Aurora </strong>(Sheila Dara) sedang menyelesaikan studinya di Inggris. Namun, fokusnya terpecah karena ia harus membantu pameran pacarnya, <strong>Jem </strong>(Ganindra Bimo). </p>



<p>Karena merasa gagal, Jem dan Aurora bertengkar hebat yang membuat hubungan mereka putus, dan Aurora pun keluar dan pindah ke hunian teman-temannya, <strong>Honey</strong> (Lutesha) dan <strong>Kit </strong>(Jerome Kurnia).</p>



<p>Semenjak kejadian itu, dua bulan Aurora hilang dan tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarganya yang di Indonesia. Untuk itu, <strong>Angkasa </strong>(Rio Dewanto) dan <strong>Awan </strong>(Rachel Amanda) pun pergi ke Inggris untuk mencari saudara mereka tersebut.</p>



<p>Setelah mereka bertiga bertemu, akhirnya diketahui kalau kehidupan Aurora sedang berantakan pascaputus dari Jem. Kuliahnya molor, sehingga ia harus bekerja ekstra agar bisa bertahan hidup di Inggris karena ia menolak menggunakan uang kiriman ayahnya.</p>



<p>Angkasa, yang mengetahui akar permasalahan adiknya adalah Jem, memutuskan untuk mencari Jem dengan bantuan Kit. Tanpa banyak babibu, ia pun langsung menghajar Jem yang mengakibatkan ia dilaporkan ke kepolisian.</p>



<p>Aurora tentu tidak ingin kakaknya masuk penjara karena itu juga akan membuat hidupnya makin runyam. Alhasil, ia pun berusaha bernegosiasi dengan Jem, di mana ia mau mencabut tuntutan tersebut dengan syarat Aurora harus balik dengannya.</p>



<p>Lantas, terjadilah pembicaraan antara mereka bertiga, yang intinya Aurora sebenarnya ingin berusaha membereskan urusannya sendiri. Selain itu, ia merasa kalau rumahnya yang sebenarnya adalah di sini, bukan di Indonesia.</p>



<p>Pada akhirnya, Angkasa dan Awan dapat memahami perasaan Aurora dan kembali ke Indonesia. Aurora sendiri melanjutkan kehidupannya di Inggris, sembari berusaha untuk segera menata ulang kehidupannya yang sempat berantakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="OFFICIAL FINAL TRAILER JALAN YANG JAUH JANGAN LUPA PULANG | TAYANG DI BIOSKOP 2 FEBRUARI 2023" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/e4bgx2LM1ik?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika dibandingkan dengan film sebelumnya yang terasa dekat, <em>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang </em>memang terasa &#8220;jauh&#8221; bagi Penulis. Mayoritas konflik yang ada di dalamnya benar-benar kurang <em>related </em>dengan kehidupan Penulis.</p>



<p>Penulis jelas tidak akan pernah menghilang selama dua bulan dari keluarganya, apapun alasannya. Rasanya begitu egois membuat orang tua kita khawatir setiap hari, hanya karena &#8220;ingin hidup tenang&#8221; dan tidak menginginkan perhatian dan kepedulian mereka.</p>



<p>Bagi Penulis, apapun alasannya, Aurora benar-benar menjadi sosok yang egois di film ini. Apalagi, konflik awal dari hilangnya Aurora berawal dari pacarnya, sosok yang tentunya ia kenal lebih sebentar daripada keluarganya.</p>



<p>Ia merasa keberadaannya selama ini sering terabaikan. Kepindahannya ke Inggris membuatnya mendapatkan perhatian berlebih yang selama ini tidak pernah ia dapatkan, dan ternyata ia memang tidak menyukai hal tersebut.</p>



<p>Penulis juga sedikit merasa kesal karena pada akhirnya Aurora kembali dengan Jem, sosok yang terlihat <em>toxic </em>dan manipulatif. Meskipun memberikan kesan akan &#8220;berubah menjadi lebih baik&#8221; di akhir film, Penulis tetap tidak suka jika ada laki-laki sekasar itu ke perempuan.</p>



<p>Mungkin ada Pembaca yang tidak setuju dengan pendapat Penulis, tapi memang sesulit itu bagi Penulis bisa bersimpati dengan Aurora. Padahal, karakternya adalah salah satu favorit Penulis di <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2/">Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini</a>.</em></p>



<p>Terlepas dari konflik utama yang berpusat pada Aurora, sebenarnya Penulis masih bisa menikmati film ini. Sinematografinya keren, bahkan terasa membumi karena hanya menyorot sisi-sisi kota London yang biasa tanpa pernah memperlihatkan sisi glamor kota tersebut.</p>



<p>Alurnya dibuat maju mundur seperti film sebelumnya, hanya saja tidak ada pemeran pengganti untuk menggambarkan versi lebih muda para karakternya karena mundurnya juga hanya beberapa bulan/tahun. </p>



<p>Adegan <em>flashback </em>yang dimiliki juga kebanyakan hanya menjelaskan bagaimana pertemuan Aurora dengan Jem, Honey, hingga Kit. Jika tidak fokus, kita bisa kebingungan mana adegan yang menggambarkan saat ini, apalagi Honey kerap berganti rambut.</p>



<p>Untuk akting para pemerannya sendiri juga sudah cukup oke. Kredit khusus Penulis berikan kepada pemeran Honey dan Kit, karena mereka bisa menggambarkan sebagai sosok yang hadir sebagai &#8220;keluarga&#8221; bagi Aurora di Inggris.</p>



<p><em>Overall</em>, Penulis masih bisa menikmati <em>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang </em>meskipun tidak sampai meninggalkan kesan seperti <em>Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini.</em> Film ini dikabarkan akan memiliki film ketiganya, dan Penulis akan menantikannya.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 9 April 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.liputan6.com/showbiz/read/5193740/film-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-beri-penawaran-khusus-jelang-penayangan-2-februari-mendatang">Liputan6</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton NKCTHI (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 03:57:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[NKCTHi]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tulisan ini melanjutkan tulisan sebelumnya terkait film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Jika sebuah film sampai membutuhkan dua tulisan di Whathefan, tandanya Penulis sangat menikmati film tersebut. Pada bagian dua ini, Penulis akan menjelaskan tentang apakah film ini dapat related di dalam kehidupan kita dan bagaimana kesan Penulis setelah menonton film ini. Related? Kata teman-teman, film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2/">Setelah Menonton NKCTHI (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini melanjutkan tulisan sebelumnya terkait film <strong><em>Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)</em></strong>. Jika sebuah film sampai membutuhkan dua tulisan di <em>Whathefan</em>, tandanya Penulis sangat menikmati film tersebut.</p>
<p>Pada bagian dua ini, Penulis akan menjelaskan tentang apakah film ini dapat <em>related </em>di dalam kehidupan kita dan bagaimana kesan Penulis setelah menonton film ini.</p>
<h3><em>Related?</em></h3>
<p>Kata teman-teman, film ini tidak akan <em>related</em> dengan kehidupan kita karena bercerita tentang keluarga kaya, berbeda dengan film <em>Keluarga Cemara</em> misalnya (walaupun di film tersebut awalnya mereka juga keluarga kaya).</p>
<p>Setelah menonton film ini, ternyata konflik yang ada di dalamnya tidak ada urusan dengan harta. Permasalahan yang terjadi di dalamnya bisa terjadi di keluarga mana pun.</p>
<p>Dari sudut pandang ayah misalnya. Setelah pernah kehilangan satu anaknya, ia menjadi sangat menjaga anaknya yang berhasil selamat, Awan.</p>
<p><div id="attachment_3313" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3313" class="size-full wp-image-3313" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-1.jpg" alt="" width="1000" height="592" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-1.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-1-768x455.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-3313" class="wp-caption-text">Angkasa dan Adik-Adiknya (<a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?page=1&amp;ref_=ttmi_mi_sm">IMDb</a>)</p></div></p>
<p>Ia memutuskan untuk menutupi kebenaran agar anak-anaknya yang belum mengerti tak perlu merasakan kehilangan, walaupun ia harus membuat anak pertamanya, Angkasa, memanggul beban berat sejak kecil.</p>
<p><em>(Sedikit trivia, Penulis juga memiliki seorang adik perempuan kelahiran 1996 yang juga meninggal setelah dilahirkan)</em></p>
<p>Dari sudut pandang Aurora, merasa tidak dianggap di dalam keluarga lumrah terjadi. Ayahnya dan Angkasa terlihat terlalu memberi perhatian kepada adiknya, membuatnya merasa dikucilkan.</p>
<p>Tidak hanya anak tengah, kasus ini bisa terjadi pada siapapun dan tidak memandang urutan kelahiran. Misal, anak tunggal yang tiba-tiba memiliki adik, biasanya akan merasa seperti ini.</p>
<p><div id="attachment_3316" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3316" class="size-full wp-image-3316" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-2.jpg" alt="" width="1000" height="592" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-2.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-2-768x455.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-3316" class="wp-caption-text">Memaafkan Ayah (<a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?page=1&amp;ref_=ttmi_mi_sm">IMDb</a>)</p></div></p>
<p>Hidup dengan kontrol orang tua hingga merasa tak pernah punya pilihan dirasakan oleh si bungsu, Awan. Trauma yang dimiliki oleh ayahnya membuatnya harus menerima pengekangan, bahkan setelah ia sudah bekerja.</p>
<p>Jika ditarik kesimpulan, semua permasalahan yang terjadi diakibatkan oleh sebuah rahasia besar yang berusaha untuk ditutupi selama bertahun-tahun.</p>
<p>Seperti kata orang, <strong>serapi-rapinya </strong><strong>kebohongan pada akhirnya akan terbongkar juga</strong>. Inilah pesan moral utama yang Penulis tangkap dari film ini.</p>
<h3>Kesan Setelah Menonton <em>NKCTHI</em></h3>
<p>Sebelum nonton, Penulis sama sekali tidak tahu akan seperti apa cerita dari film ini. Nonton <em>trailer</em>-nya di YouTube saja belum pernah dan tak pernah terbesit di pikiran untuk melakukannya.</p>
<p>Apa yang Penulis tahu adalah film ini diangkat dari sebuah buku berjudul sama karya <strong>Marchella FP</strong>. Masalahnya, Penulis sama sekali tidak pernah minat untuk membeli bukunya karena isinya yang relatif sedikit (satu kalimat bisa memakan satu halaman berwarna-warni).</p>
<p><div id="attachment_3315" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3315" class="size-large wp-image-3315" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-3-768x456.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-3.jpg 1153w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3315" class="wp-caption-text">Buku NKCTHI (<a class="o5rIVb a-no-hover-decoration irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.blibli.com/friends/blog/5-quotes-sore-nkcthi/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjHurXK4I7nAhUnIbcAHVTBB5kQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Blibli.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Karena itu, Penulis sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana sebuah buku seperti itu akan diangkat menjadi sebuah film. Ternyata, hasilnya di atas ekspetasi.</p>
<p>Bagi Penulis, dosis drama yang ada di dalam film ini terasa pas. Tidak kekurangan, tidak juga berlebihan. Adegan-adegannya terasa natural dan tidak terasa <em>lebay</em> seperti sinetron.</p>
<p>Sepanjang film, Penulis berusaha menemukan <em>plot holes</em> dan gagal melakukannya. Adegan tiap adegannya terasa runtut dan semua kejadian memiliki alasan mengapa harus terjadi.</p>
<p><div id="attachment_3314" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3314" class="size-full wp-image-3314" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-4.jpg" alt="" width="1000" height="592" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-4.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2-4-768x455.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-3314" class="wp-caption-text">Ayah dan Ibu Ketika Muda (<a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?page=1&amp;ref_=ttmi_mi_sm">IMDb</a>)</p></div></p>
<p>Film ini bergerak maju mundur, di mana ayah dan ibu versi muda diperankan oleh <strong>Oka Antara</strong> dan <strong>Niken Anjani</strong>. Setiap ada sebuah kejadian di masa kini, akan terlihat <em>flash back</em> sekilas yang seolah menjelaskan mengapa itu bisa terjadi.</p>
<p>Eksekusi yang bagus dan akting para pemerannya menjadi nilai tambah dari film ini. Pesan moral yang dimiliki juga dapat banget, setidaknya untuk Penulis.</p>
<p>Yang jelas, film ini membuat Penulis menjadi semakin bersemangat untuk menonton film-film Indonesia di bioskop. Yah, kecuali film yang bergenre horor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 19 Januari 2020, terinspirasi setelah menonton film <em>Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini</em></p>
<p>Foto: <a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?page=1&amp;ref_=ttmi_mi_sm">IMDb</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2/">Setelah Menonton NKCTHI (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton NKCTHI (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 03:10:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[NKCTHi]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya, Penulis sama sekali tidak ada niatan untuk menonton film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) walaupun ulasan dari penonton relatif positif. Lantas, seorang teman kuliah mengajak Penulis untuk menonton. Pilihannya ada dua, IP Man 4 atai NKCTHI. Karena tidak pernah menonton IP Man, Penulis pun lebih memilih NKCTHI. Apalagi, ada Niken Anjani dan Sheila Dara yang Penulis idolakan. Hasilnya, Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1/">Setelah Menonton NKCTHI (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya, Penulis sama sekali tidak ada niatan untuk menonton film <strong><em>Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini </em>(NKCTHI)</strong> walaupun ulasan dari penonton relatif positif.</p>
<p>Lantas, seorang teman kuliah mengajak Penulis untuk menonton. Pilihannya ada dua, <em>IP Man 4 </em>atai <em>NKCTHI</em>. Karena tidak pernah menonton IP Man, Penulis pun lebih memilih <em>NKCTHI. </em>Apalagi, ada Niken Anjani dan Sheila Dara yang Penulis idolakan.</p>
<p>Hasilnya, Penulis merasa puas dengan film ini dan sangat bersemangat untuk menulis kesan setelah menonton film ini. <strong>SPOILER ALERT!</strong></p>
<h3>Jalan Cerita <em>NKCTHI</em></h3>
<p>Film ini berpusat kepada satu keluarga yang terdiri dari <strong>Ayah</strong> (Donny Damara), <strong>Ibu</strong> (Susan Bachtiar), <strong>Angkasa</strong> (Rio Dewanto), <strong>Aurora</strong> (Sheila Dara), dan <strong>Awan</strong> (Rachel Amanda).</p>
<p>Angkasa merupakan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga ini sekaligus berperan sebagai kakak tertua. Aurora merupakan anak kedua yang paling berbakat di antara saudara-saudara lainnya.</p>
<p>Si bungsu, Awan, merupakan lulusan arsitek yang sedang menapak karir. Keluarga ini relatif harmonis dan hidup bahagia. Mereka semua terlihat memprioritaskan keluarga dalam hidup.</p>
<p><div id="attachment_3306" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3306" class="size-full wp-image-3306" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-1.jpg" alt="" width="1000" height="593" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-1.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-1-768x455.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-3306" class="wp-caption-text">Awan dan Pekerjaannya (<a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?ref_=tt_mv_sm">IMDb</a>)</p></div></p>
<p>Karena sikapnya, Awan harus menerima pemecatan dari kantor tempatnya bekerja. Padahal, tempat tersebut merupakan impiannya selama ini. Hal ini pun membuatnya hancur.</p>
<p>Hal ini harus diperparah dengan kecelakaan yang menimpanya, kecelakaan yang membuatnya ayahnya yang over protektif semakin ketat dalam mengekang dirinya.</p>
<p>Di saat seperti itu, ia bertemu dengan <strong>Kale</strong> (Ardhito Pramono). Pertemuan tersebut membawa perubahan di dalam hidup Awan, bahkan berdampak ke keluarga kecilnya.</p>
<p><div id="attachment_3305" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3305" class="size-large wp-image-3305" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3305" class="wp-caption-text">Awan dan Kale (<a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?ref_=tt_mv_sm">IMDb</a>)</p></div></p>
<p><em>(Di bawah ini merupakan </em><strong>major spoiler</strong><em>, kalau berencana nonton jangan lanjut!)</em></p>
<p>Singkat cerita, saat pameran tunggal pertama Aurora sedang berlangsung, Awan bertengkar dengan ayahnya karena ia terlambat datang. Hal ini membuat Aurora, yang selama ini merasa tidak dianggap, menyuruh keluarganya untuk pergi dari pameran.</p>
<p>Saat di rumah, sang ayah mengumpulkan mereka semua untuk memberikan sekelumit nasehat. Ia memarahi Awan, lantas menyalahkan Angkasa karena telah membuat Awan berkenalan dengan Kale.</p>
<p>Sang ayah juga berkata bahwa semua yang ia lakukan adalah karena dirinya tidak ingin kehilangan anak-anaknya. Di situlah Aurora berdiri dan mengatakan bahwa mereka semua telah lama kehilangan dirinya.</p>
<p><div id="attachment_3304" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3304" class="size-large wp-image-3304" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3304" class="wp-caption-text">Aurora yang Tak Dianggap (<a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?ref_=tt_mv_sm">IMDb</a>)</p></div></p>
<p>Awan berusaha menenangkan Aurora dengan mengatakan ini semua salahnya, namun Angkasa berdiri dan mengatakan semua ini adalah salah ayahnya. Bahkan ia meminta tolong ibunya yang dari tadi diam untuk memberitahukan kebenarannya.</p>
<p>Akhirnya terungkap bahwa keluarga tersebut memiliki sejarah kelam yang selama ini telah ditutupi: ketika Awan lahir, ia memiliki saudara kembar yang tidak berhasil selamat.</p>
<p>Hal ini dirahasiakan dari Aurora dan Awan karena menurut ayah mereka tak perlu mengetahui trauma dan kesedihan ini. Ia ingin keluarganya hanya merasakan bahagia, walaupun itu membuat Angkasa harus menanggung beban selama 21 tahun.</p>
<p><div id="attachment_3303" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3303" class="size-full wp-image-3303" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-4.jpg" alt="" width="1000" height="593" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-4.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1-4-768x455.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-3303" class="wp-caption-text">Beban Angkasa (<a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?ref_=tt_mv_sm">IMDb</a>)</p></div></p>
<p>Setelah fakta ini terkuak, Angkasa dan Awan sama-sama keluar dari rumah. Sang ibu lah yang berusaha untuk menyatukan mereka kembali dan meminta mereka semua untuk memaafkan ayah mereka yang sudah menyadari kesalahannya.</p>
<p>Ketiga anaknya pun meneruskan hidupnya masing-masing. Angkasa tinggal di apartemennya sendiri, Aurora melanjutkan studi di luar negeri dengan uang pensiun ayahnya karena beasiswanya ditolak, dan Awan mulai merintis kembali karirnya.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Katanya, film ini susah untuk <em>related </em>dengan kehidupan kita karena keluarga yang ada di dalamnya merupakan keluarga menengah ke atas. Benarkah seperti itu? Penulis akan membahasnya pada bagian kedua dari tulisan ini. <em>Stay tuned!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 19 Januari 2020, terinspirasi setelah menonton film <em>Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini</em></p>
<p>Foto: <a href="https://www.imdb.com/title/tt10773114/mediaindex?ref_=tt_mv_sm">IMDb</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1/">Setelah Menonton NKCTHI (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Cinta Itu Buta</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-cinta-itu-buta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2019 11:18:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Itu Buta]]></category>
		<category><![CDATA[Dodit Mulyanto]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[romantis]]></category>
		<category><![CDATA[Shandy Aulia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berawal dari ajakan seorang sepupu untuk ketemuan, penulis akhirnya menonton film berjudul Cinta Itu Buta di Cinema XXI Plaza Senayan. Penulis bahkan baru tahu kalau ada film tersebut, sehingga baru menonton trailer-nya sebelum masuk ke dalam teater. Berhubung terakhir nonton film Indonesia (selain Gundala) adalah film Milly dan Mamet, maka penulis setuju saja. Spoiler Alert! Jalan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-cinta-itu-buta/">Setelah Menonton Cinta Itu Buta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari ajakan seorang sepupu untuk ketemuan, penulis akhirnya menonton film berjudul <strong><em>Cinta Itu Buta</em></strong> di Cinema XXI Plaza Senayan.</p>
<p>Penulis bahkan baru tahu kalau ada film tersebut, sehingga baru menonton <em>trailer</em>-nya sebelum masuk ke dalam teater. Berhubung terakhir nonton film Indonesia (selain <em><a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-gundala/">Gundala</a></em>) adalah film <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-milly-mamet/"><em>Milly dan Mamet</em></a>, maka penulis setuju saja.</p>
<p><strong>Spoiler Alert!</strong></p>
<h3>Jalan Cerita Cinta Itu Buta</h3>
<p><strong>Diah</strong> (Shandy Aulia) adalah seorang pemandu wisata di Korea Selatan. Ia bisa berbicara dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Korea. Bahkan, ia telah bertunangan dengan orang Korea bernama <strong>Jun-Ho</strong> (Chae In Woo).</p>
<p>Di sisi lain, adalah seorang pria Jawa lugu bernama <strong>Nik</strong> (Dodit Mulyanto) yang sedang patah hati karena dikhianati kekasihnya. Ia memutuskan untuk kabur ke Korea Selatan dan menggelandang di sana.</p>
<p><div id="attachment_2890" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2890" class="size-large wp-image-2890" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-4-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-4-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-4-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-4-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2890" class="wp-caption-text">Dodit Menang Banyak (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=9CLYiOXmMKU">YouTube</a>)</p></div></p>
<p>Suatu ketika, Diah mendapatkan sebuah pesan untuk menemui tunangannya di sebuah restoran. Sayangnya, ia harus melihat tunangannya sedang bermesraan dengan wanita lain yang notabene sahabatnya sendiri.</p>
<p>Ketika berjalan pulang, tiba-tiba Diah kehilangan penglihatannya dan jatuh pingsan. Setelah dirawat di rumah sakit, ia didiagnosis mengalami <em>temporary blindness </em>yang dipengaruhi oleh pikiran.</p>
<p>Diah pun menjalani kehidupannya sebagai orang buta. Namun, ia memutuskan untuk merahasiakan masalah ini dari kakaknya yang khawatir kepada dirinya.</p>
<p><div id="attachment_2887" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2887" class="size-large wp-image-2887" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2887" class="wp-caption-text">Tunangan Diah Bersama Wanita Lain (<a href="https://www.tribunnews.com/seleb/2019/09/30/shandy-aulia-akting-dengan-aktor-korea-selatan-di-film-cinta-itu-buta-ini-potret-tampan-chae-in-woo">Tribun News</a>)</p></div></p>
<p>Ketika sedang berbelanja di supermarket, Diah memergoki Nik sedang berada di belakangnya. Semenjak itu, Nik sering menemui Diah hingga membuatkan makanan.</p>
<p>Diah yang awalnya menolak kehadiran Nik lama-lama merasa nyaman. Mereka berdua sering jalan-jalan dan membuat kenangan bersama. Nik seolah menjadi mata untuk Diah.</p>
<p>Semua momen kebahagiaan tersebut membuat Diah secara tiba-tiba mendapatkan penglihatannya kembali. Nahas, Nik harus mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia koma.</p>
<p><div id="attachment_2888" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2888" class="size-large wp-image-2888" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2888" class="wp-caption-text">Sad Ending (<a href="http://test.amxa.ru/?p=19904">My CMS</a>)</p></div></p>
<p>Ketika itulah, semuanya terbongkar. Nik sudah lama mengamati Diah dari kejauhan. Ketika masih jadi gelandangan, Diah sering membuatkan makanan untuk Nik.</p>
<p>Ketika Nik sudah menyewa rumah di seberang rumah Diah, ia sering mengamati wanita tersebut dari kejauhan. Bahkan, ia pernah menyamar menjadi pisang agar bisa menghibur Diah yang sedang bersedih.</p>
<p>Pesan yang membuat Diah mengetahui perselingkuhan tunangan Koreanya juga ditulis oleh Nik. Seolah semua yang terjadi merupakan rencana Nik.</p>
<h3>Kesan Setelah Menonton Cinta Itu Buta</h3>
<p>Awalnya, penulis mengira film ini tentang seorang gadis cantik yang jatuh cinta dengan seorang laki-laki yang, ya begitulah. Tapi ternyata, dugaan penulis salah.</p>
<p>Film ini termasuk film yang oke untuk ditonton sebagai hiburan, bukan dengan logika ataupun nilai-nilai moral yang sering dituntut oleh kaum <em>social justice warrior</em>.</p>
<p><div id="attachment_2889" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2889" class="size-large wp-image-2889" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/cinta-itu-buta-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2889" class="wp-caption-text">Sedikit Creepy (<a href="https://www.idntimes.com/hype/entertainment/sita-amalia/menang-banyak-9-momen-dodit-mulyanto-bareng-artis-artis-cantik">IDN Time</a>)</p></div></p>
<p>Banyak hal yang mengganjal ketika menonton film ini. Yang paling kentara adalah kondisi kebutaan yang dialami oleh karakter Diah. Pertama, penulis baru mengetahui ada kondisi medis <em>temporary blindness </em>yang dipengaruhi oleh faktor pikiran.</p>
<p>Ketika penulis melakukan riset kecil-kecilan, yang namanya kebutaan sementara memang ada. Akan tetapi, penyebabnya ada berbagai macam, mulai pertanda stroke, glukoma, migrain parah, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tidak ada yang menyebutkan kebutaan bisa terjadi begitu saja hanya karena faktor pikiran. Jatuhnya jadi sama seperti film-film azab yang sering muncul di televisi.</p>
<p>Nah, Diah yang mengalami kebutaan di negeri orang justru menolak kakaknya datang agar ia bisa mendapatkan bantuan. Padahal, jika sampai terjadi hal-hal yang buruk tentu akan membuat pihak keluarga makin susah. Untungnya, ini cuma film.</p>
<p>Banyak yang menganggap apa yang dilakukan oleh Nik ke Diah adalah hal yang <em>creepy</em>. Membuntuti seorang wanita secara diam-diam dianggap sebagai pelecehan. Menurut penulis, hal tersebut wajar saja untuk kebutuhan film.</p>
<p>Komedinya juga dapat banget. Penulis sering tertawa walaupun tidak sampai terbahak-bahak. Dodit mampu membawakan komedi khasnya yang lugu ke dalam film ini.</p>
<p>Justru, penulis menikmati <em>twist </em>di bagian akhir film yang menunjukkan rentetan kejadian antara Diah dan Nik selama ini. Penulis juga menyukai <em>ending-</em>nya yang tidak <em>happy ending</em>.</p>
<p>Jika disuruh memberikan nilai untuk film ini, penulis akan memberikan nilai 6.5, <strong>6 karena Shandy Aulianya cantik banget</strong>. Dodit menang banyak di film ini!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 20 Oktober 2019, terinspirasi setelah menonton film Cinta Itu Buta</p>
<p>Foto: <a href="https://media.skyegrid.id/review-film-cinta-itu-buta-ketulusan-diantara-dua-pasangan-galau/">Skygrid Media</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-cinta-itu-buta/">Setelah Menonton Cinta Itu Buta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Aruna dan Lidahnya</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-aruna-dan-lidahnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-aruna-dan-lidahnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2018 08:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Aruna dan Lidahnya]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1446</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yang jelas, penulis merasa lapar setelah menonton film yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo tersebut. Bagaimana tidak, sepanjang film penulis melihat orang makan dengan lahapnya, di berbagai daerah di Indonesia. Film ini merupakan film kesebelas yang penulis tonton tahun ini, dan film Indonesia yang ketujuh. Bisa jadi, semangat film lokal yang penulis miliki berawal dari ajakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-aruna-dan-lidahnya/">Setelah Menonton Aruna dan Lidahnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yang jelas, penulis merasa lapar setelah menonton film yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo tersebut. Bagaimana tidak, sepanjang film penulis melihat orang makan dengan lahapnya, di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Film ini merupakan film kesebelas yang penulis tonton tahun ini, dan film Indonesia yang ketujuh. Bisa jadi, semangat film lokal yang penulis miliki berawal dari ajakan Chelsea Islan dengan hashtag andalannya, #banggafilmindonesia.</p>
<p>Diangkat dari novel karya Laksmi Pamuntjak dengan judul yang sama, garis besar film ini adalah perjalanan investigasi Aruna, seorang ahli wabah, untuk menyelidiki kasus flu burung yang baru. Dalam perjalanan tersebut, ia ditemani oleh dua sahabatnya, Bono sang chef (Nikolas Saputra) dan Nad sang kritikus makanan dan penulis (Hannah Al Rasyid).</p>
<p>Pada perjalanan investigasi tersebut, mereka <em>nyambi </em>dengan menyicipi berbagai kuliner yang ada di daerah. Di tengah-tengah perjalanan, muncul Farish (Oka Antara), mantan rekan kerja sekaligus laki-laki yang Aruna cintai.</p>
<p>Genre film ini bisa dibilang drama komedi, karena banyak adegan-adegan yang membuat penonton tertawa. <em>Rating</em>-nya yang dewasa membuat bahan bercanda yang dibawakan pun sedikit vulgar.</p>
<p>Yang menarik dari film ini adalah peran Aruna yang sering berbicara ke arah kamera untuk sekedar mencurahkan apa yang ia rasakan. Kadang, ia hanya menampilkan ekspresi wajah untuk menunjukkannya. Penulis membayangkan, seandainya tidak ada teknik tersebut, film ini akan terasa membosankan.</p>
<p><em>Plot twist </em>juga disediakan film ini, namun pada bagian mananya pembaca diharapkan menonton sendiri filmnya. Yang jelas, entah mengapa penulis merasa bahagia setelah menonton film ini. Mungkin karena merasa terhibur.</p>
<p>Ada bagian yang membuat penulis sedikit merinding, ketika Nad menceritakan kehidupan bebasnya. Ngeri membayangkan jika gaya hidup Nad yang ogah menikah ditiru oleh kalangan muda.</p>
<p>Jika pembaca adalah penikmat kuliner, penulis menyarankan menonton film ini dan bawalah alat tulis untuk mencatat nama-nama makanan yang disantap para pemeran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 8 Oktober 2018, terinspirasi setelah menonton film Aruna dan Lidahnya</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://omovies.org/movie/535077/aruna-and-her-palate-2018-hd-720p-full-movie">https://omovies.org/movie/535077/aruna-and-her-palate-2018-hd-720p-full-movie</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-aruna-dan-lidahnya/">Setelah Menonton Aruna dan Lidahnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-aruna-dan-lidahnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wiro-sableng-pendekar-kapak-maut-naga-geni-212/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wiro-sableng-pendekar-kapak-maut-naga-geni-212/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2018 08:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[akting]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[legendaris]]></category>
		<category><![CDATA[silat]]></category>
		<category><![CDATA[Vino G. Sebastian]]></category>
		<category><![CDATA[Wiro Sableng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya sewaktu pertama kali mendengar Wiro Sableng akan tayang diangkat ke layar lebar, penulis tidak terlalu menaruh perhatian. Alasannya, penulis kurang memiliki ikatan emosional dengan serial tersebut, berbeda dengan Si Doel. Ketertarikan mulai muncul ketika tanpa sengaja penulis mengetahui bahwa salah satu penulis idola, Seno Gumira Ajidarma, ikut mengambil peran sebagai penulis skenario.  Setelah itu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wiro-sableng-pendekar-kapak-maut-naga-geni-212/">Setelah Menonton Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya sewaktu pertama kali mendengar Wiro Sableng akan tayang diangkat ke layar lebar, penulis tidak terlalu menaruh perhatian. Alasannya, penulis kurang memiliki ikatan emosional dengan serial tersebut, berbeda dengan Si Doel.</p>
<p>Ketertarikan mulai muncul ketika tanpa sengaja penulis mengetahui bahwa salah satu penulis idola, Seno Gumira Ajidarma, ikut mengambil peran sebagai penulis skenario.  Setelah itu, penulis banyak membaca testimoni dari orang-orang dan semua tanggapannya positif. Salah seorang kenalan penulis yang bernama Paskah mengatakan:</p>
<blockquote><p><em>Pokok (film) Wiro Sabeng enggak bikin nyesel kalau udah nonton. Yang belum tahu asal usul atau kisahnya dijelasin di filmnya.</em></p></blockquote>
<p>Maka sewaktu mencari kos di Depok dan menunggu teman, penulis menyempatkan diri menonton film <strong>Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212</strong> yang diperankan oleh Vino G. Bastian tersebut. Penulis menonton di Cinema XXI Margo City (yang harga tiketnya lebih mahal dari harga reguler, padahal teaternya kecil).</p>
<p>Awalnya, penulis sempat takut salah masuk teater. Bagaimana tidak, <em>opening </em>dari film tersebut menunjukkan animasi 20th Century Fox yang terkenal. Ternyata setelah penulis baca, memang film ini diproduksi oleh raksasa dari Amerika Serikat tersebut, bekerjasama dengan Lifelike Pictures.</p>
<p>Lantas apa kesan penulis setelah selesai menonton film? Seperti kata Paskah, penulis jadi mengetahui asal usul Wiro Sableng dan bagaimana keseluruhan ceritanya. Sama sekali tidak ada rasa menyesal sudah menonton walau penulis akui masih ada kekurangan minor.</p>
<p>Penulis secara umum puas dengan film tersebut, melebihi ekspetasi. Akting Vino penulis rasa sudah Wiro Sableng banget, meskipun teman penulis tidak sepakat. Kredit khusus penulis berikan untuk <a href="https://www.imdb.com/name/nm9321610/?ref_=tt_cl_t7">Fariz Alfarazi</a> yang memerankan tokoh Bujang Gila Tapak Sakti. Aktingnya cukup mengocok perut penonton.</p>
<p><div id="attachment_1330" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1330" class="size-large wp-image-1330" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/MV5BMTc5YWZlMGItN2M0Yy00NzRmLWEwY2EtMjI4ZjJkMmEzZDJmXkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/MV5BMTc5YWZlMGItN2M0Yy00NzRmLWEwY2EtMjI4ZjJkMmEzZDJmXkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/MV5BMTc5YWZlMGItN2M0Yy00NzRmLWEwY2EtMjI4ZjJkMmEzZDJmXkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/MV5BMTc5YWZlMGItN2M0Yy00NzRmLWEwY2EtMjI4ZjJkMmEzZDJmXkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/MV5BMTc5YWZlMGItN2M0Yy00NzRmLWEwY2EtMjI4ZjJkMmEzZDJmXkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/MV5BMTc5YWZlMGItN2M0Yy00NzRmLWEwY2EtMjI4ZjJkMmEzZDJmXkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1330" class="wp-caption-text">Bujang Gila Tapak Sakti (https://www.imdb.com/title/tt6730970/mediaviewer/rm2135249920)</p></div></p>
<p>Ada beberapa hal yang mengganjal, seperti beberapa animasi yang kurang halus dan akting beberapa pemainnya sedikit kaku. Sebut saja Sherina yang memerankan tokoh <s>Syahrini</s> Anggini. Penulis terbayang-bayang film Petualangan Sherina sewaktu melihat ia kembali berakting.</p>
<p>Beberapa kebingungan terjadi terkait peran apa yang dimainkan oleh Marsha Timothy. Mengapa ia selalu tiba-tiba muncul dan menjadi penyelamat tanpa dijelaskan siapa dia dan apa tujuannya menolong. Selain itu, terdapat satu tokoh ketika pertarungan di kedai makan di mana ia memiliki gerakan seperti ajaran guru Wiro, Sinto Gendheng, tapi tidak dijelaskan lebih lanjut siapa dia.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 sangat menarik untuk ditonton. Film ini menjadi bukti, bahwa film Indonesia semakin berkembang menjadi lebih baik.</p>
<p>Oh ya sebagai tambahan, nampaknya film ini memiliki sekuel karena pada <em>post-credit</em> menunjukkan tokoh yang diperankan Abimana Aryasetya yang akan menjadi musuh Wiro berikutnya,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 14 September 2018, terinspirasi setelah menonton film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.sisidunia.com/2018/02/13/akhirnya-rilis-tanggal-penayangan-film-wiro-sableng/140757">http://www.sisidunia.com/2018/02/13/akhirnya-rilis-tanggal-penayangan-film-wiro-sableng/140757</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wiro-sableng-pendekar-kapak-maut-naga-geni-212/">Setelah Menonton Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wiro-sableng-pendekar-kapak-maut-naga-geni-212/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Si Doel The Movie</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-si-doel-the-movie/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-si-doel-the-movie/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2018 10:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Si Doel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1150</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu alasan terbesar penulis ingin menonton film ini adalah rasa penasaran yang membayang selama bertahun-tahun. Penulis sering melihat Si Doel Anak Sekolahan yang berkali-kali diputar ulang di televisi, namun tidak pernah secara utuh. Yang penulis ingat dari memori masa kecil, Si Doel berkutat seputar seorang anak Betawi bernama Doel (Rano Karno) yang disuruh babenya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-si-doel-the-movie/">Setelah Menonton Si Doel The Movie</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu alasan terbesar penulis ingin menonton film ini adalah rasa penasaran yang membayang selama bertahun-tahun. Penulis sering melihat Si Doel Anak Sekolahan yang berkali-kali diputar ulang di televisi, namun tidak pernah secara utuh.</p>
<p>Yang penulis ingat dari memori masa kecil, Si Doel berkutat seputar seorang anak Betawi bernama Doel (Rano Karno) yang disuruh babenya (alm. Benyamin Sueb) untuk menjadi tukang insinyur. Babe ingin membuktikan bahwa anaknya yang keturunan Betawi asli juga bisa lulus menjadi sarjana.</p>
<p>Sinetron atau serial ini bisa dibilang sukses besar karena berhasil menempel di ingatan pemirsanya. Mungkin hanya generasi milenial yang tidak memiliki kenangan terhadap film legendaris ini.</p>
<p><strong>Jalan Cerita Si Doel the Movie</strong></p>
<p>Lantas, apa yang membuat penulis penasaran dengan Si Doel ini? Mungkin sama seperti penonton lain, penulis penasaran dengan kisah cinta segitiga antara Doel, Sarah (Cornelia Agatha), dan Zaenab (Maudy Koesnaedi). Lebih lanjut, sebenarnya bagaimana akhir dari serial Si Doel?</p>
<p>Setelah melihat film Si Doel the Movie ini, pertanyaan tersebut akhirnya terjawab. Karena mengandung <em>spoiler</em>, bagi pembaca yang berencana menonton film ini diharapkan jangan meneruskan membaca.</p>
<p><div id="attachment_1153" style="width: 610px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1153" class="size-full wp-image-1153" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/c903d6b1a7f7493e59b9a58f45e9bfc5_600x400.jpg" alt="" width="600" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/c903d6b1a7f7493e59b9a58f45e9bfc5_600x400.jpg 600w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/c903d6b1a7f7493e59b9a58f45e9bfc5_600x400-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/c903d6b1a7f7493e59b9a58f45e9bfc5_600x400-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><p id="caption-attachment-1153" class="wp-caption-text">Legenda (https://www.idntimes.com/life/inspiration/nurul-hardina-a-mai/5-pelajaran-hidup-berharga-dari-tokoh-sinetron-si-doel-anak-sekolahan-c1c2)</p></div></p>
<p>Ternyata, Si Doel lebih memilih Sarah daripada Zaenab, dan pada akhirnya menikah. Namun di tengah perjalanan, mereka bercerai karena, berdasarkan yang penulis lihat, Sarah cemburu kepada Doel yang menolong Zaenab yang sedang keguguran (Zaenab pada akhirnya menikah dengan orang lain).</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, Sarah memutuskan untuk pergi ke Belanda dalam kondisi mengandung. Doel yang tidak berdaya karena faktor ekonomi pun tidak bisa mencari Sarah.</p>
<p>Pada akhirnya, Doel menikah (siri?) dengan Zaenab. Setelah 14 tahun tanpa kabar, kawan karib Doel yang bernama Hans mengajak Doel ke Belanda untuk mengirim beberapa barang khas Betawi. Nah, ajakan ini ternyata memiliki misi rahasia, yakni mempertemukan Doel dengan anaknya, yang juga bernama Doel juga (mungkin bisa disebut Doel Jr.).</p>
<p>Setelah sempat <em>ngambek </em>dengan papanya, di akhir cerita Doel Jr. akhirnya mau menerima fakta bahwa Doel Sr. adalah papanya. Selain itu, Sarah juga memberikan dokumen kepada Doel Sr. agar ia dapat menceraikan dirinya (mereka belum pernah resmi bercerai).</p>
<p>Ya udah, filmnya begitu aja.</p>
<p><strong>Pendapat Penulis Tentang Si Doel the Movie</strong></p>
<p>Menurut penulis, film ini mampu membuat penontonya bernostalgia dengan baik. Hampir semua pemain inti yang masih hidup bermain dalam film ini. Bahkan enyak (Aminah Cendrakasih) memiliki peran yang vital di tengah kondisinya yang kurang baik.</p>
<p>Bang Mandra dapat membuat film ini terasa segar berkat lawakannya yang khas Betawi. Penulis membayangkan, jika tidak ada bang Mandra, film ini akan sangat terasa membosankan.</p>
<p>Yang membuat penulis heran, bagaimana Maudy Koenaedy masih terlihat segar dan cantik, seolah tidak bertambah tua. Seolah ada <em>laminating </em>yang melindungi kulitnya. Bahkan Cornelia Agatha telah berkembang dengan subur, hingga masuk ke dalam naskah skenario.</p>
<p><div id="attachment_1152" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1152" class="size-large wp-image-1152" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/5aa0d5bda0f36-si-doel-the-movie_1265_711-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/5aa0d5bda0f36-si-doel-the-movie_1265_711-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/5aa0d5bda0f36-si-doel-the-movie_1265_711-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/5aa0d5bda0f36-si-doel-the-movie_1265_711-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/5aa0d5bda0f36-si-doel-the-movie_1265_711-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/5aa0d5bda0f36-si-doel-the-movie_1265_711.jpg 1265w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1152" class="wp-caption-text">Pemeran SI Doel Sekarang (https://www.viva.co.id/foto/showbiz/20530-inilah-para-pemain-si-doel-the-movie)</p></div></p>
<p>Nah, yang menjadi masalah, film ini cenderung datar. Bahkan penulis kaget ketika <em>credit title </em>sudah muncul. <em>Loh, sudah selesai nih? Mana konfliknya?</em> Begitu kira-kira yang ada di benak penulis.</p>
<p>Mungkin emosi yang dirasakan oleh para pemain yang menjadi konfliknya. Zaenab yang cemas karena Doel jarang memberi kabar, Doel yang seolah tidak tahu harus berbuat apa ketika berhadapan Sarah, dan Sarah yang merasa bersalah karena meninggalkan Doel begitu saja.</p>
<p>Ini adalah film yang berusaha mengangkat emosi penontonnya dengan mempelihatkan konflik batin para pemainnya. Berhasil atau tidak, tergantung penontonnya masing-masing.</p>
<p>Dari ucapan Rano Karno, nampaknya akan ada sekuel film ini. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi enyak ketika bertemu Sarah, sedangkan enyak sudah mewanti-wanti Doel untuk tidak bertemu Sarah lagi.</p>
<p>Meskipun sedikit membuat kecewa, penulis menantikan lanjutan dari Si Doel the Movie ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Grand Metropolitan Mall, 14 Agustus 2018, terinspirasi setelah menonton film Si Doel the Movie.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-si-doel-the-movie/">Setelah Menonton Si Doel The Movie</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-si-doel-the-movie/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 11:05:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Chelsea Islan]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Hongkong Kasarung]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Sekala Niskala]]></category>
		<category><![CDATA[Sule]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=537</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya tidak ada niatan untuk menonton di bioskop ketika penulis melakukan perjalanan ke Jakarta. Hanya saja, ketika membuat rekening Genius dari BTPN saat penulis berada di even Education Fair, penulis mendapatkan voucher menonton di Cinema XXI. Walaupun bukan termasuk hobi, apa salahnya menonton ketika punya tiket gratis. Maka penulis pun mencari-cari, film apa yang sekiranya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/">Setelah Menonton Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya tidak ada niatan untuk menonton di bioskop ketika penulis melakukan perjalanan ke Jakarta. Hanya saja, ketika membuat rekening Genius dari BTPN saat penulis berada di even Education Fair, penulis mendapatkan voucher menonton di Cinema XXI. Walaupun bukan termasuk hobi, apa salahnya menonton ketika punya tiket gratis.</p>
<p>Maka penulis pun mencari-cari, film apa yang sekiranya bisa dilihat. Setelah menimbang-nimbang dan teringat kampanye Chelsea Islan dengan hashtag #banggafilmindonesia, penulis pun memilih film <strong>Sekala Niskala </strong>yang mengangkat budaya Bali.</p>
<p>Setelah tertunda beberapa kali, penulis akhirnya berangkat menuju Cinema XXI yang berada di Taman Ismail Marzuki karena dekat dengan Masjid Cut Meutia (baca: <a href="http://whathefan.com/2018/03/21/pengalaman-sholat-jumat-di-masjid-cut-meutia/">Pengalaman Sholat Jum&#8217;at di Masjid Cut Meutia</a>).</p>
<p><strong>Sekala Niskala</strong></p>
<p><div id="attachment_538" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-538" class="size-full wp-image-538" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/xekspresi-sekala-niskala.jpg.pagespeed.ic_.gvosiN6i68.jpg" alt="" width="690" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/xekspresi-sekala-niskala.jpg.pagespeed.ic_.gvosiN6i68.jpg 690w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/xekspresi-sekala-niskala.jpg.pagespeed.ic_.gvosiN6i68-300x196.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/xekspresi-sekala-niskala.jpg.pagespeed.ic_.gvosiN6i68-356x232.jpg 356w" sizes="(max-width: 690px) 100vw, 690px" /><p id="caption-attachment-538" class="wp-caption-text">Sekala Niskala (http://www.suaramerdeka.com/ekspresi/detail/504/Sekala-Niskala-Hubungan-Magis-Antara-Saudara-Kembar)</p></div></p>
<p>Ketika berada di loket, penulis melihat bahwa film terbaru Sule, <strong>Hongkong Kasarung</strong>, telah tayang di bioskop. Maka dari itu penulis putuskan untuk menonton sekalian film tersebut. #banggafilmindonesia</p>
<p>Penulis sedikit terlambat karena waktunya yang agak mepet dengan waktu berakhirnya Sholat Jum&#8217;at. Pikir penulis, pasti sudah banyak yang datang. Ternyata, baru enam orang yang datang. Fakta ini penulis ketahui ketika memilih kursi di loket, ketika warna hijau mendominasi layar. Penulis sampai bertanya kepada petugas loket, yang kosong yang warna apa, merah atau hijau.</p>
<p>Karena banyak kursi kosong, penulis bisa bebas memilih kursi mana yang ingin diduduki. Bioskop serasa milik sendiri, walaupun di belakang banyak pasangan yang juga ikut menonton.</p>
<p>Lalu, bagaimana filmnya?</p>
<p>Melihat Sekala Niskala itu serasa membaca puisi. Multitafsir dan butuh penghayatan yang dalam. Penulis butuh browsing untuk bisa memahami film tersebut.</p>
<p>Ternyata, Sekala dan Niskala adalah dua dunia yang berbeda, di mana Sekala adalah dunia nyata di mana kita tinggal dan Niscaya adalah alam lain, yang di film ini merupakan dunia imajinasi dari karakter utama.</p>
<p>Budaya Bali dalam film ini sangat kentara, mulai dari bahasa hingga tarian-tarian yang ditampilkan. Benar-benar membawa budaya asli Indonesia, bukan hanya sekedar kata-kata dalam bahasa daerah (termasuk kata kotornya) seperti film sebelah.</p>
<p>Walaupun sempat tertidur karena banyaknya adegan sinden bernyanyi yang membuat penulis terkantuk-kantuk, penulis merasa puas melihat film ini, bagaikan melihat almarhum Rendra membawakan puisinya.</p>
<p><strong>Hongkong Kasarung</strong></p>
<p><div id="attachment_539" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-539" class="size-large wp-image-539" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-539" class="wp-caption-text">Hongkong Kasarung (youtube.com)</p></div></p>
<p>Setelah melihat film serius (sama sekali tidak ada humor dalam film Sekala Niskala), penulis menonton film komedi Hongkong Kasarung. Awalnya penulis agak skeptis melihat film komedi lokal, takutnya garing seperti kerupuk.</p>
<p>Untunglah, semua pesimisme penulis salah besar. Film tersebut kocak habis! Banyak adegan-adegan lucu yang berhasil membuat tawa penulis lepas. Guyonan khas Sule dkk muncul dalam film ini. Penggunaan bahasa Sunda menambah nilai positif film ini.</p>
<p>Intinya, film ini penulis rekomendasikan untuk semua kalangan usia.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Tahun 2018 ini merupakan rekor penulis dalam menonton film, dengan menonton 4 film dalam tiga bulan. Sebagai perbandingan, tahun 2017 kemarin, selama satu tahun penulis hanya menonton satu kali, yakni film Sword Art Online the Movie: Ordinal Scale (padahal penulis tidak pernah melihat serial Sword art Online, alhasil teman penulis menjadi korban karena penulis tak pernah berhenti bertanya tentang film tersebut).</p>
<p>Dari empat film tersebut, tiga di antaranya adalah film lokal (baca: Setelah Menonton Si Juki), hanya Black Panther yang film buatan luar (karena penulis penggemar Superhero).</p>
<p>Mengapa bisa seperti itu?</p>
<p>Karena penulis menyadari bahwa kita bisa berperan memajukan perfilman Indonesia dengan cara menontonnya. Kalau bisa, bukan film-film terkenal macam cinta-cintaan anak SMA itu, melainkan film-film yang mengangkat budaya lokal. Tapi jika maunya film yang bergenre romantis, ya enggak apa-apa, yang penting masih film lokal.</p>
<p>Semangat #banggafilmindonesia ini terinspirasi dari teman penulis semasa di Pare, bang Edo, yang pernah berkata:</p>
<p>&#8220;Kalau ada film Indonesia, aku akan berusaha untuk menontonnya.&#8221;</p>
<p>Kalau film-film <em>box office </em>dari luar negeri kan sudah tersebar ke mana-mana tuh, pasti banyak penontonnya. Karena itu, sebagai warga negara yang baik, menonton karya anak bangsa adalah salah satu bentuk dukungan kita kepada perfilman Indonesia agar semakin maju.</p>
<p>Sekali lagi, <strong>#banggafilmindonesia</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 23 Maret 2018, terinspirasi setelah menonton film Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/">Setelah Menonton Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
