Connect with us

Film & Serial

Setelah Menonton Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Published

on

Sebenarnya sewaktu pertama kali mendengar Wiro Sableng akan tayang diangkat ke layar lebar, penulis tidak terlalu menaruh perhatian. Alasannya, penulis kurang memiliki ikatan emosional dengan serial tersebut, berbeda dengan Si Doel.

Ketertarikan mulai muncul ketika tanpa sengaja penulis mengetahui bahwa salah satu penulis idola, Seno Gumira Ajidarma, ikut mengambil peran sebagai penulis skenario.  Setelah itu, penulis banyak membaca testimoni dari orang-orang dan semua tanggapannya positif. Salah seorang kenalan penulis yang bernama Paskah mengatakan:

Pokok (film) Wiro Sabeng enggak bikin nyesel kalau udah nonton. Yang belum tahu asal usul atau kisahnya dijelasin di filmnya.

Maka sewaktu mencari kos di Depok dan menunggu teman, penulis menyempatkan diri menonton film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 yang diperankan oleh Vino G. Bastian tersebut. Penulis menonton di Cinema XXI Margo City (yang harga tiketnya lebih mahal dari harga reguler, padahal teaternya kecil).

Awalnya, penulis sempat takut salah masuk teater. Bagaimana tidak, opening dari film tersebut menunjukkan animasi 20th Century Fox yang terkenal. Ternyata setelah penulis baca, memang film ini diproduksi oleh raksasa dari Amerika Serikat tersebut, bekerjasama dengan Lifelike Pictures.

Lantas apa kesan penulis setelah selesai menonton film? Seperti kata Paskah, penulis jadi mengetahui asal usul Wiro Sableng dan bagaimana keseluruhan ceritanya. Sama sekali tidak ada rasa menyesal sudah menonton walau penulis akui masih ada kekurangan minor.

Penulis secara umum puas dengan film tersebut, melebihi ekspetasi. Akting Vino penulis rasa sudah Wiro Sableng banget, meskipun teman penulis tidak sepakat. Kredit khusus penulis berikan untuk Fariz Alfarazi yang memerankan tokoh Bujang Gila Tapak Sakti. Aktingnya cukup mengocok perut penonton.

Bujang Gila Tapak Sakti (https://www.imdb.com/title/tt6730970/mediaviewer/rm2135249920)

Ada beberapa hal yang mengganjal, seperti beberapa animasi yang kurang halus dan akting beberapa pemainnya sedikit kaku. Sebut saja Sherina yang memerankan tokoh Syahrini Anggini. Penulis terbayang-bayang film Petualangan Sherina sewaktu melihat ia kembali berakting.

Beberapa kebingungan terjadi terkait peran apa yang dimainkan oleh Marsha Timothy. Mengapa ia selalu tiba-tiba muncul dan menjadi penyelamat tanpa dijelaskan siapa dia dan apa tujuannya menolong. Selain itu, terdapat satu tokoh ketika pertarungan di kedai makan di mana ia memiliki gerakan seperti ajaran guru Wiro, Sinto Gendheng, tapi tidak dijelaskan lebih lanjut siapa dia.

Terlepas dari itu semua, film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 sangat menarik untuk ditonton. Film ini menjadi bukti, bahwa film Indonesia semakin berkembang menjadi lebih baik.

Oh ya sebagai tambahan, nampaknya film ini memiliki sekuel karena pada post-credit menunjukkan tokoh yang diperankan Abimana Aryasetya yang akan menjadi musuh Wiro berikutnya,

 

 

Jelambar, 14 September 2018, terinspirasi setelah menonton film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Sumber Foto: http://www.sisidunia.com/2018/02/13/akhirnya-rilis-tanggal-penayangan-film-wiro-sableng/140757

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Film & Serial

Setelah Menonton Hawkeye

Published

on

By

Setelah absen di tahun 2020, Marvel seolah “balas dendam” di tahun 2021. Selain merilis empat film ke layar lebar, Marvel juga merilis 5 serial sekaligus di layanan streaming Disney+. Yang menjadi penutup adalah serial Hawkeye.

Berakhir menjelang hari Natal, bisa dibilang serial ini cukup ringan dibandingkan dengan para pendahulunya. Konfliknya lokal saja, tanpa melibatkan manusia super maupun multiverse. Selain itu, Hawkeye juga berhasil membawa nuansa Natal bagi penontonnya.

Setelah tertunda lebih dari dua minggu, akhirnya Penulis berkesempatan untuk menulis ulasannya mengenai serial ini. SPOILER ALERT!!!

Episode 1 – Jangan Pernah Bertemu Pahlawanmu

Kate Bishop (TechRadar)

Jalan Cerita Hawkeye Episode 1

Episode satu dimanfaatkan Marvel untuk memperkenalkan sosok Kate Bishop (Hailee Steinfeld), tentang mengapa ia mengidolakan Clint Barton/Hawkeye (Jeremy Renner), memiliki kemampuan memanah yang baik, tentang keluarganya, dan masih banyak lainnya.

Di sini juga diketahui bahwa ibunya, Eleanor (Vera Farmiga), telah bertunangan dengan Jack Duquesne (Tony Dalton) dalam sebuah acara charity. Kate mengetahui bahwa ada sebuah acara lelang pasar gelap di tempat tersebut, sebelum diinterupsi oleh Tracksuit Mafia.

Geng tersebut berusaha mengicar sebuah jam tangan yang berasal dari Avengers Compound. Kate lantas mencuri jubah Ronin milik Hawkeye yang juga dilelang di sana dan berusaha menghentikan mafia tersebut. Di sisi lain, Jack mencuri pedang milik Ronin.

Setelah mengalahkan Tracksuit Mafia dan menyamatkan seekor anjing liar yang kelak bernama Lucky the Pizza Dog, Kate pergi ke apartemennya. Lantas, ia berusaha melacak Armand Duquesne (Simon Callow) yang mengancam ibunya di tempat charity.

Ternyata, ia menemukan Armand telah terbunuh menggunakan pedang. Ketika berusaha lari dari lokasi terrsebut, ia juga dikepung oleh anggota Tracksuit Mafia sebelum diselamatkan oleh Clint.

Setelah Menonton Hawkeye Episode 1

Sebagai episode perdana, episode ini terasa cukup padat dan mampu menjabarkan apa dan siapa saja yang akan terlibat dalam serial ini. Kostum Ronin yang dilelang di pasar gelap menjadi penghubung pertama dari hubungan Kate dan Clint.

Konflik ini membuat Kate pun terseret sepanjang serial dan Clint harus membereskan masalah yang ia terima akibat masa-masanya menjadi seorang Ronin. Sebagai pembuka, episode ini cukup menarik.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 2 – Petak Umpet

Adegan yang Sedikit Tidak Jelas (Game Rant)

Jalan Cerita Hawkeye Episode 2

Kate membawa Clint ke apartemennya. Sayangnya, Tracksuit Mafia berhasil melacak keberadaan Kate dan membakar apartemennya, membuatnya dan Clint harus kabur ke tempat bibi Kate.

Setelah itu, Clint membawa anak-anaknya pulang dan berjanji kepada mereka akan pulang sebelum hari Natal. Ketika akan mengambil kembali kostum Ronin, ia menemukan kalau kostum tersebut telah diambil oleh anggota pemadam kebakaran New York bernama Grills.

Ternyata, Grills merupakan anggota dari live action role-playing game (LARP). Demi mendapatkan kostumnya kembali, Clint pun harus rela bermain peran bersama mereka.

Selanjutnya, Clint sengaja membiarkan dirinya tertangkap oleh Tracksuit Mafia. Kate, yang curiga kalau Jack merupakan pembunuh Armand, mengikuti Clint dan pada akhirnya tertangkap juga.

Di akhir episode, kita bisa melihat kalau Tracksuit Mafia dipimpin oleh seorang wanita bernama Maya Lopez (Alaqua Cox), yang kelak akan dikenal dengan nama Echo.

Setelah Menonton Hawkeye Episode 2

Secara keseluruhan Penulis kurang menyukai episode ini. Alasan pertama, pencarian Clint terhadap siapa yang memiliki kostumnya melalui media sosial terasa terlalu mulus dan tanpa halangan. Kedua, adegan Clint bermain peran juga terasa aneh dan ganjil.

Seorang Clint Barton juga seharusnya bisa menembus api yang belum terlalu parah untuk mengambil kostum Roninnya daripada harus kehilangannya lagi. Plot hole ini juga yang menjadi kekurangan episode ini.

Peringkat: 6 dari 10.

Episode 3 – Gema

Echo (Kanan) dan Kazi Menginterogasi Clint dan Kate (Los Angeles Times)

Jalan Cerita Hawkeye Episode 3

Maya menginterogasi Clint dan Kate demi menemukan posisi Ronin, yang ia anggap sebagai pelaku pembunuh ayahnya. Clint dan Kate berhasil kabur, meskipun Maya berhasil menghancurkan alat bantu dengarnya.

Dalam perjalanan kaburnya, Clint menunjukkan beberapa trick arrow miliknya yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Setelah berhasil kabur, Kate mengajak Clint untuk pergi ke penthouse-nya untuk mengakses database kriminal milik Bishop Security, di mana Clint bertemu dengan Jack.

Setelah Menonton Hawkeye Episode 3

Di episode ini, adegan one-shot di mobil ketka Clint dan Kate kabur benar-benar menarik. Beberapa Trick arrow yang digunakan oleh Clint juga menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, episode ini memberikan petunjuk pertama mengenai kehadiran Kingpin (Vincent D’Onofrio) dari serial Daredevil di Netflix.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 4 – Mitra, Benar, Bukan?

Yelena Belova (The Wrap)

Jalan Cerita Hawkeye Episode 4

Setelah menjelaskan apa yang terjadi kepada Jack dan Eleanor, Clint pun pergi dari penthouse tersebut. Sebelum pergi, Eleanor mengingatkan Clint untuk tidak melibatkan Kate dalam urusannya.

Dengan bantuan istrinya, Laura (Linda Cardellini), ia mengetahui fakta bahwa Jack merupakan CEO dari Sloan Limited, sebuah perusahaan yang digunakan oleh Tracksuit Mafia untuk mencuci uang.

Setelah itu, Clint pergi menemui Kazi (Fra Fee) agar menghentikan ambisi Maya dalam mengejar Ronin. Laura memberi info kalau jam tangan yang dicuri Tracksuit Mafia terlacak dari sebuah apartemen, yang ternyata milik Maya.

Di tengah-tengah pertarungan antara Kate dan Maya, Clint diserang oleh seseorang yang ternyata adalah Yelena Belova (Florence Pugh) yang telah diperkenalkan di film Black Widow. Setelah pertarungan, Clint “mengusir” Kate demi menyelamatkan nyawanya.

Setelah Menonton Hawkeye Episode 4

Kemunculan Yelena di sini benar-benar mencuri panggung, setidaknya bagi Penulis yang memang menyukai karakternya. Meskipun tidak memiliki dialog, kemunculannya (yang sebenarnya sudah bisa ditebak) benar-benar menyenangkan.

Terlepas dari hal tersebut, episode empat terasa so-so dengan alur yang cukup. Konflik yang dihadapi oleh Clint dan Kate pun menjadi semakin rumit karena kehadiran Yelena.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 5 – Ronin

Interaksi antara Yelena dan Kate Selalu Menyenangkan (The Mary Sue)

Jalan Cerita Hawkeye Episode 5

Episode lima diawali dengan flashback ketika Yelena menjadi debu ketika Thanos menjentikkan jarinya di film Avengers: Infinity Wars. Setelah itu, kita bisa melihat kalau Jack ditangkap oleh kepolisian.

Kate kembali ke apartemennya dan menemukan kalau Yelena ada di sana. Mereka melakukan sebuah perbincangan, di mana Yelena mengatakan kalau dirinya ingin membunuh Clint Barton dan meminta Kate jangan ikut campur.

Di sisi lain, Clint melakukan recovery di apartemen Grills. Lalu, ia memancing Maya untuk bertemu dengannya menggunakan kostum Ronin. Clint juga memberi informasi bahwa kematian ayah Maya dilakukan karena permintaan bos Maya.

Hampir dikalahkan, Kate berhasil menyelamatkan Clint dan kabur, sedangkan Maya menjadi curiga ke Kazi. Episode ini diakhir dengan Yelena yang mengirim pesan ke Kate, menunjukkan ibunya memiliki koneksi dengan Kingpin.

Setelah Menonton Hawkeye Episode 5

Adegan perbincangan antara Yelena dan Kate membuat Penulis menyukai episode ini. Aksen Rusia yang dimiliki Florence Pugh benar-benar terasa seksi dan begitu adiktif untuk didengarkan.

Kemunculan pertama kali Kingpin di akhir episode juga menaikkan hype dari episode terakhir karena mengonfirmasi kalau Vincent D’Onofrio kembali memerankan sosok Kingpin.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 6 – Jadi, Inikah Natal?

Kingpin (Dualshockers)

Jalan Cerita Hawkeye Episode 6

Eleanor bertemu dengan Kingpin untuk memutus relasi mereka, di mana Clint dan Kate menemukan fakta bahwa Eleanorlah yang membunuh Armand. Dalam acara holiday party Eleanor, Kate menunjukkan fakta ini ke ibunya.

Kazi mendapatkan perintah untuk membunuh Eleanor atas perintah Kingpin, tetapi ia justru menargetkan Clint. Mendapatkan bantuan dari LARPers, semua tamu undangan di evakuasi.

Yelena pun turut hadir dalam acara tersebut untuk membunuh Clint, tetapi Kate berusaha menghentikannya. Anggota Tracksuit Mafia pun bermunculan dan ada banyak trick arrow baru yang dilepaskan oleh Clint dan Kate di episode ini. Kazi sendiri dihentikan oleh Maya yang membelot dan terbunuh.

Setelah menghentikan banyak anggota Tracksuit Mafia, Yelena melakukan pertarungan 1 vs 1 melawan Clint, di mana Clint berhasil meyakinkan Yelena kalau dirinya tidak membunuh kakaknya, Natasha Romanoff.

Di sisi lain, Kingpin berusaha menghentikan Eleanor yang kabur sebelum ditolong oleh Kate. Pertarungan pun terjadi di antara keduanya yang dimenangkan oleh Kate. Setelah itu, Eleanor ditangkap oleh pihak kepolisian.

Episode ini diakhiri adegan Maya yang menghentikan Kingpin, lantas terdengar suara tembakan. Clint sendiri berhasil pulang ke rumahnya bersama Kate, di mana ia membakar kostum Ronin miliknya.

Setelah Menonton Hawkeye Episode 6

Sama seperti serial The Falcon and the Winter Soldier (TFATWS), episode terakhir dari Hawkeye terasa berantakan dan terlalu ramai. Rasanya semua tumpah blek begitu saja di episode ini.

Kingpin yang terkenal cukup kuat, nyatanya kalah dari “anak magang”. Banyak fan yang merasa hal tersebut sedikit dipaksakan. Kemunculan Maya yang tiba-tiba dan melawan Kazi juga terasa klise.

Satu-satunya adegan yang bisa Penulis nikmati di episode final ini adalah adegan antara Kate dan Yelena di lift yang begitu kocak. Penulis berharap kalau mereka berdua akan memiliki porsi lebih banyak di film-film MCU mendatang.

Peringkat: 5 dari 10.

Penutup

Hawkeye dan Penerusnya (VOI.id)

Secara keseluruhan, serial Hawkeye masih bisa dinikmati, tetapi terasa biasa saja. Di antara lima serial Marvel yang telah tayang, Penulis akan menempatkan serial ini di posisi keempat, di atas TFATWS.

Ceritanya memang cenderung ringan dan sesuai dengan suasana Natal. Serial ini juga berhasil memperkenalkan sosok Kate Bishop dengan baik sebagai pengganti Clint Barton di MCU, sama seperti Yelena Belova menggantikan Natasha Romanoff.

Omong-omong soal Yelena, kemunculannya di serial ini benar-benar menyenangkan. Memiliki misi untuk membunuh Clint Barton, ia pada akhirnya luluh ketika mendengarkan siulan ala Nat. Namun, itu seperti menodai karirnya sebagai pembunuh bayaran, ia gagal membunuh targetnya.

Ada satu hal yang sangat mengganjal ketika menonton serial ini. Sampai menonton semua episodenya, Penulis tidak mengetahui apa alasan Tracksuit Mafia ingin mencuri sebuah jam tangan yang ternyata diketahui milik Laura Barton.

Selain itu, serial ini juga agak “mengecewakan” karena adegan post-credit-nya hanya menampilkan full version dari Rogers: The Musical. Padahal, biasanya Marvel menyisipkan info film/serial selanjutnya di sini.

Jika disimpulkan, Penulis akan memberikan serial ini nilai 6.5/10, di mana mayoritas angka tersebut disumbang oleh interaksi unik antara Yelena dan Kate.


Lawang, 9 Januari 2022, terinspirasi setelah menonton serial Hawkeye

Foto: Tom’s Guide

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Spider-Man: No Way Home

Published

on

By

Di tahun 2021 kemarin, film yang paling Penulis antisipasi tentu saja Spider-Man: No Way Home. Sempat ada ketakutan film ini akan ditunda karena adanya pembatasan-pandemi-entah apalagi-namanya, untungnya film ini tetap tayang di hari yang telah dijadwalkan.

Sama seperti ketika menonton Avengers: Endgame, Penulis memutuskan untuk menonton di hari pertama karena khawatir terkena spoiler. Bedanya, di Malang tidak ada bioskop yang tayang premier jam 5 pagi, sehingga Penulis memutuskan untuk nonton di malam hari sepulang kerja.

Penulis berusaha untuk menurunkan ekspektasinya ketika menonton karena takut kecewa. Untunglah, film ini benar-benar berhasil membawa nostalgia dengan cara yang smooth serta suguhan cerita yang tidak biasa!

SPOILER ALERT!!!

(NB: Artikel ini baru selesai ditulis setelah 24 hari setelah Penulis menonton filmnya karena beberapa alasan)

Jalan Cerita Spider-Man: No Way Home

Film ini terkoneksi langsung dengan akhir film Spider-Man: Far From Home, di mana Mysterio (Jake Gyllenhaal) membocorkan identitas Peter Parker (Tom Holland) sebagai Spider-Man ke publik. Hal ini sontak membuat kehidupannya berubah total.

Masyarakat terbagi menjadi dua kubu, yang mendukung dan membenci Peter. Tuntutan hukum pun membayanginya, di mana ia dibantu oleh (suprise pertama) Matt Murdock a.k.a. Daredevil yang diperankan oleh Charlie Cox!

Tidak hanya membuatnya menderita, MJ (Zendaya) dan Ned (Jacob Batalon) pun harus terkena apesnya karena dianggap orang yang dekat dengan Peter sehingga ditolak oleh MIT dan beberapa kampus lainnya.

Oleh karena itu, Peter pun terpikir untuk meminta bantuan kepada Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) untuk membuat orang melupakan fakta bahwa dirinya adalah Spider-Man. Sayangnya, intervensi Peter ketika Strange merapal mantra membuat kacau multiverse.

Kemunculan Villain dari Masa Lalu

Hello Peter (YouTube)

Kekacauan pertama muncul ketika Peter berusaha bicara dengan orang MIT untuk meminta pihak kampus mempertimbangkan ulang keputusan untuk menolak MJ dan Ned. Tiba-tiba, muncullah villain pertama dari universe lain, Doc Ock (Alfred Molina)!

Kewalahan menghadapi Doc Ock, Peter harus mendapatkan serangan susulan dari Norman Osborn/Green Goblin (Willem Dafoe). Untunglah, Strange memindahkan Peter bersama Doc Ock ke Sanctum dan menjelaskan apa yang tengah terjadi.

Intinya, mantra yang diucapkan Strange menjadi kacau akibat intervensi Peter. Akibatnya, mantra justru menarik orang dari universe lain yang mengetahui fakta kalau Peter Parker adalah sosok di balik Spider-Man.

Strange pun meminta Peter untuk mulai “berburu” villain lain yang masuk ke universe mereka. Peter juga mendapatkan kostum baru berwarna hitam yang akan memudahkannya memindah para villain tersebut.

Setelah berhasil “menangkap” Elektro (Jamie Foxx) dan Sandman (Thomas Haden Church), Peter mengetahui kalau Norman ternyata menghampiri bibinya, May Parker (Marisa Tomei), yang ingin meminta bantuan ke Peter.

Kenaifan Seorang Peter

Spider-Man vs Doctor Strange (Kincir)

Peter pun membawa Norman ke Sanctum, yang di mana Strange langsung memasukkannya ke dalam “kurungan” multiverse. Ia membawa sebuah kotak bernama Machina Dichotomous yang akan memulangkan semua villain tersebut.

Merasa kasihan karena tahu para villain tersebut akan kembali ke universe mereka hanya untuk mati, Peter pun dengan naifnya berusaha menghentikan Strange dan mencuri kotak tersebut.

Strange membawanya ke mirror dimension dan melakukan pertarungan melawan Peter. Lucunya, Peter justru menang dan berhasil menjebak Strange di dimensi buatannya sendiri. Peter pun menawarkan ke semua villain, dirinya ingin membantu mereka semua berubah menjadi lebih baik lagi sebelum kembali ke universe mereka masing-masing.

Kematian Bibi May

Bibi May (Insider)

Semua villain pun dibawa ke apartemen milik Happy (Jon Favreau) untuk membuat alat ataupun serum untuk memulihkan mereka semua. Peter dibantu oleh Norman yang memang something of a scientist himself.

Orang pertama yang berhasil diobati adalah Otto Octavius, yang akhirnya bisa mengendalikan tentakel-tentakelnya lagi. Mereka pun melanjutkan aktivitas tersebut, sebelum Peter menyadarai kalau Norman telah dikuasai kembali oleh Green Goblin.

Pertarungan pun terjadi di apartemen tersebut yang akhirnya memakan korban Bibi May. Sebelum mati, ia mengucapkan kalimat yang sangat terkenal dari franchise Spider-Man dengan sedikit tambahan:

With great power, there must also come great responsibility

Peter II dan Peter III

SUPRISE MADAFAKA!!! (Futurecon)

Berpindah ke MJ dan Ned yang memegang Machina Dichotomous. Mereka mengetahui berita tentang berulahnya para villain tersebut, dan berusaha untuk mencari Peter dengan menggunakan portal ala Strange yang alatnya ada di tangan Ned.

Anehnya, Ned berhasil melakukannya dan memunculkan Peter, tapi versi Andrew Garfield (Peter III)! Sontak isi bioskop pun begitu riuh melihat sosoknya. Apalagi, tak lama kemudian Peter versi Tobey Maguire (Peter II) juga muncul!

Mereka berempat pun memutuskan untuk menghampiri Peter versi Tom Holland (Peter I). Setelah berbicara ini itu, mereka pun memutuskan melanjutkan membuat alat/serum untuk menyembuhkan para villain dan memancing mereka untuk datang ke Patung Liberty.

Pertarungan Akhir

Final Battle (ScreenRant)

Singkat cerita, terjadilah pertarungan antara ketiga Spider-Man menghadapi semua villain tersebut. Banyak momen yang merujuk ke film-film Spider-Man sebelumnya, membuat perasaan nostalgia berkembang begitu besarnya.

Villain pertama yang berhasil disembuhkan adalah Sandman, yang dilanjutkan oleh Elektro di mana Doc Ock membantu para Spider-Man. “Reuni” antara dirinya dan Peter II cukup mengharukan bagi para penonton. Sosok terakhir yang berhasil disembuhkan adalah Lizard.

Di tengah pertarungan, Ned tanpa sengaja membuka portal yang menuju ke Strange, di mana ia terlihat heran karena Ned bisa membuka portal tersebut. Ia pun ingin segera mengembalikan mereka semua ke universe mereka, sebelum Green Goblin melempar bom yang membuat Machina Dichotomous meledak dan mengacaukan multiverse.

Peter I yang ingin membunuh Green Goblin dicegah oleh Peter III, dan pada akhirnya bisa menyembuhkan Norman. Meskipun semua sudah terobati, Strange tampak kesulitan menutup portal multiverse yang sudah kadung terbuka.

Peter I pun meminta ke Strange untuk merapalkan mantra agar semua orang melupakan fakta dirinya adalah Spider-Man, yang artinya MJ dan Ned sekalipun akan melupakannya. Dengan berat hati, Strange pun mengabulkan permintaan tersebut dan Peter berpamitan dengan semuanya.

Akhir Film yang Dark

Kostum Baru Spider-Man (ComicBook)

Setelah krisis dilalui, Peter mencoba untuk menghampiri MJ dan Ned agar mereka mengingat dirinya. Namun, dirinya berubah pikiran dan membiarkan kedua orang yang berharga baginya tersebut menjalani hidup mereka dengan bahagia dan aman dari bahaya.

Peter pun memulai hidupnya yang baru tanpa Bibi May dan teman-temannya, menanggalkan kostum Spider-Man pemberian Tony Stark, serta berperan sebagai Friendly Neighborhood Spider-Man.

Ada dua post-credit di film ini, di mana yang pertama hanya menampilkan Eddie Brock/Venom (Tom Hardy) yang kembali ke universe-nya, tapi meninggalkan secuil symbiote di universe Peter.

Post-credit keduanya, yang sejujurnya lebih mengejutkan dibandingkan filmnya, menampilkan teaser untuk film Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Penulis sudah membuat ulasannya duluan.

Setelah Menonton Spider-Man: No Way Home

Efek yang Penulis terima setelah menonton film ini sama seperti ketika Penulis selesai menonton Avengers: Endgame. Entah berapa lama Penulis terdiam karena terkena damage yang tidak main-main. Bahkan, rasanya film ini lebih terasa damage-nya.

Callback dan Easter Egg

Film Ini Menguji Pengetahuan Fan Marvel (MARCA)

Tidak hanya dari kemunculan beberapa karakter lama yang muncul kembali, nostalgia juga dihadirkan melalui callback yang jumlahnya tidak main-main. Ada beberapa yang Penulis langsung ngeh ketika menontonnya:

  • The power of the sun in the palm of my hand” kembali diucapkan Doc Ock setelah sebelumnya juga pernah ia katakan di film Spider-Man 2
  • Adegan Spider-Man mengenakan jubah Doctor Strange mengingatkan kita pada episode 5 What If…? yang bertemakan zombi
  • I’m something of a scientist myself” dari Norman Osborn yang juga muncul di film Spider-Man pertama
  • Sakit punggung alias “my back” yang pernah diucapkan Tobey di film Spider-Man 2
  • Peter II yang memanggil Peter III dengan sebutan amazing, merujuk kepada judul film yang dibintanginya
  • Beberapa musuh lama Peter II dan Peter III disebutkan ketika semua Peter membahas siapa saja lawan yang pernah mereka hadapi
  • Adengan redemption ketika Peter III menyelamatkan MJ
  • Strange yang terayun-ayun di Grand Canyon selama 12 jam, callback dari I’ve been falling for 30 minutes-nya Loki di film Thor: Ragnarok
  • MJ masih mengenakan kalung dahlia pemberian Peter meskipun dirinya tidak ingat siapa Peter
  • Lego milik Ned yang dipajang oleh Peter I di kamar barunya pernah muncul di Spider-Man: Homecoming.

Selain itu, easter egg yang dimiliki oleh film ini juga banyak sekali. Beberapa di antaranya adalah:

  • Poster Rogers: The Musical yang juga muncul di serial Hawkeye
  • Konfirmasi kalau Nick Fury yang ternyata sudah lama berada di luar Bumi
  • Cerita Peter II yang mengatakan teman baiknya hampir membunuhnya (Harry Osbord yang diperankan James Franco) membuat Ned mendeklarasikan dirinya tidak akan melakukan hal yang sama ke Peter I
  • Meme Spider-Man menunjuk Spider-Man lainnya yang sangat populer, digambarkan ketika Ned memanggil nama Peter
  • Elektro menyebut Black Spider-Man yang merujuk ke Spider-Man versi Miles Morales

Penutup Trilogi yang Bittersweet

Akhir Trilogi yang Cukup Pahit (Den of Geek)

Spider-Man: No Way Home adalah penutup yang manis (atau pahit?) untuk trilogi pertama Spider-Man versei Tom Holland. Bisa dibilang, ini adalah transisi seorang Peter yang bocah menjadi sosok yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Kenaifannya telah membuatnya kehilangan banyak, mulai Bibi May hingga teman dan kekasihnya. Tidak ada satupun orang yang mengingat bahwa Peter Parker pernah hadir di dunia. Jika ini terjadi di dunia nyata, mungkin sudah ada dorongan untuk bunuh diri.

Kemunculan dua Peter Parker versi lama dan beberapa villain juga bisa ditampilkan dengan baik dan cukup mulus, tanpa terasa terlalu memaksa. Porsi yang dimiliki juga cukup berimbang, mereka bukan sekadar cameo yang hanya asal tempel.

Akting yang ditampilkan oleh para aktor pun cukup mencuri panggung. Willem Dafoe, Alfred Molina, dan Andrew Garfield menjadi beberapa favorit Penulis. Sayangnya, akting Tobey Maguire terasa sedikit kaku, mungkin karena sudah lama tidak bermain film.

Mungkin ada beberapa plot hole, seperti kenapa Peter tidak meminta Doctor Strange membuat orang melupakan apa yang dikatakan oleh Mysterio saja. Sihir yang dirapalkan oleh Doctor Strange untuk mendatangkan semua karakter pun sebenarnya bisa diperdebatkan.

Tindakan Peter yang mengubah banyak kejadian dengan menyelamatkan para villain sepertinya akan merusak tatanan multiverse, tema utama dari phase 4 ini. Bahkan, Doctor Strange tampaknya akan menanggung konsekuensinya di film solonya nanti.

Jelas film ini masuk ke dalam daftar 5 film Marvel terbaik versi Penulis, jika bukan yang terbaik. Cerita, komedi, akhir yang cenderung dark, nostagia-nostalgia yang diberikan dan tidak terlalu memaksa, menjadi nilai plus dari film ini.


Lawang, 26 Desember 2021, terinspirasi setelah menonton Spider-Man: No Way Home

Foto: VOI.id

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Teaser Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Published

on

By

Ketika menonton film Spider-Man: No Way Home di bioskop, tidak banyak adegan yang membuat Penulis terkejut. Memang menyenangkan untuk ditonton dan bisa dibilang salah satu film Marvel terbagus, tetapi unsur suprise-nya tidak benar-benar mengejutkan.

Hal ini wajar saja, mengingat Penulis bekerja di industri media yang (salah satunya) membahas tentang film. Rumor dan leaked sudah jadi makanan sehari-hari, sehingga Penulis tahu banyak tentang apa yang “kira-kira” akan muncul.

(Review tentang film Spider-Man: No Way Home masih on progress, walau sudah menonton hampir dua minggu lalu)

Nah, bisa dibilang Penulis lebih terkejut ketika melihat post-credit scene film ini, karena tanpa disangka menampilkan teaser berdurasi kurang lebih 2 menit tentang film Doctor Strange in the Multiverse of Madness!!!

Suprise, madafaka!!! (ScreenRant)

Ketika pertama kali menonton teaser ini di bioskop, Penulis bisa dibilang melewatkan banyak detail penting karena saking terkejutnya. Bahkan, Penulis baru sadar kalau ada dua Doctor Strange di akhir teaser, yang mengingatkan dirinya akan serial What If…? episode 4.

Hal ini seolah mengonfirmasi kalau serial animasi pertama dari Marvel Studios tersebut memang benar-benar canon dengan Marvel Cinematic Universe (MCU), jika varian Strange yang kita lihat benar-benar Strange Supreme yang kekuatannya overpowered.

Untungnya, Marvel Studios “berbaik hati” dengan merilis teaser tersebut ke YouTube setelah 10 hari penayangan film Spider-Man: No Way Home. Penulis pun sudah menontonnya lebih dari 10 kali karena benar-benar senang dengan teaser tersebut.

Untuk detail dan easter egg dari trailer tersebut kebetulan sudah pernah Penulis ulas secara cukup mendalam di tempat kerja, sehingga di sini Penulis akan lebih fokus kepada kesan dan prediksinya terhadap film ini. Yang mau baca artikelnya, monggo dibaca di bawah ini:

Selain film ketiga Spider-Man, sekuel Doctor Strange adalah salah satu film di phase 4 yang paling Penulis antisipasi. Salah satu alasannya adalah film ini akan befokus pada salah dua dari karakter favorit Penulis di MCU: Doctor Strange dan Scarlet Witch.

Film ini juga akan menitikberatkan pada konsep multiverse yang sudah disinggung di beberapa film atau serial Marvel sebelumnya. Tampaknya, film ini akan menjadi konsekuensi dari penggunaan mantra yang dirapalkan Strange di No Way Home.

Hanya saja, sama sekali belum bisa ditebak seperti apa alur cerita dari film ini atau siapa yang akan menjadi villain utama. Ada banyak kandidatnya, seperti varian jahat Strange, Karl Mordo, hingga Scarlet Witch sendiri. Feeling Penulis, film ini akan benar-benar madness!

Bakal Jadi Villain Utama? (ComingSoon.net)

Menurut rumor yang beredar, film ini akan banjir cameo jika melihat intro Marvel-nya yang mencomot intro dari film-film lama Marvel seperti X-Men dan Fantasic Four. Ada juga yang menyebut kalau Deadpool akan muncul. Hanya saja, Penulis tidak berani berekspektasi.

Film ini juga menjadi lebih menarik berkat kedatangan superhero baru bernama America Chavez yang akan diperankan oleh Xochitl Gomez. Kita sudah melihat penampilannya sedikit di teaser, yang cukup akurat dengan versi komiknya.

Kemampuannya adalah berpindah dimensi menggunakan portal berbentuk bintang, sehingga memungkinkan dirinya untuk menjelajahi multiverse. Kemampuannya ini jelas sangat nyambung dengan tema filmnya.

America Chavez dari Belakang (ComicBook)

Prediksi Penulis, film ini nantinya akan terhubung langsung dengan film Ant-Man and the Wasp: Quantumania yang sama-sama mengusung konsep multiverse. Bisa saja, Kang the Conqueror muncul pertama kali di film ini akibat kekacauan multiverse yang diakibatkan Strange.

Penulis pun menjadi semakin tak sabar menonton film ini, yang sayangnya harus mundur hingga 6 Mei 2022 atau beberapa hari setelah lebaran. Rasanya Penulis akan langsung menontonnya di hari pertama tayang, sama seperti Spider-Man: No Way Home dan Avengers: Endgame.

Untuk yang belum menonton teaser dari film Doctor Strange in the Multiverse of Madness, bisa ditonton melalui video di bawah ini:


Lawang, 26 Desember 2021, terinspirasi setelah menonton trailer Doctor Strange in the Multiverse of Madness berkali-kali

Foto: The Illuminerdi

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2021 Whathefan