<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dee Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/dee/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/dee/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:18:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Dee Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/dee/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Perahu Kertas</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-perahu-kertas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-perahu-kertas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2020 03:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dee]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kertas]]></category>
		<category><![CDATA[romantis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai penggemar Dee Lestari yang tergolong baru, Penulis berusaha mengumpulkan karya-karyanya sebagai koleksi. Yang lumayan susah adalah mencari buku yang telah lama terbit sehingga cukup sulit untuk menemukannya. Salah satunya adalah Perahu Kertas yang versi filmnya dimainkan oleh Maudy Ayunda. Buku ini akhirnya Penulis beli pada ajang Islamic Book Fair (IBF) 2020, walau kondisinya sedikit [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-perahu-kertas/">Setelah Membaca Perahu Kertas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebagai penggemar Dee Lestari yang tergolong baru, Penulis berusaha mengumpulkan karya-karyanya sebagai koleksi. Yang lumayan susah adalah mencari buku yang telah lama terbit sehingga cukup sulit untuk menemukannya.<br /><br />Salah satunya adalah <em><strong>Perahu Kertas </strong></em>yang versi filmnya dimainkan oleh Maudy Ayunda. Buku ini akhirnya Penulis beli pada ajang <em>Islamic Book Fair</em> (IBF) 2020, walau kondisinya sedikit memprihatinkan. Setidaknya, potongan harganya lumayan.<br /><br />Setelah menamatkannya dalam waktu yang relatif singkat, Penulis pun merasakan penyesalan mengapa baru membacanya sekarang. <em><strong>Spoiler Alert!</strong></em></p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>



<p>Rasanya Penulis tidak perlu bercerita panjang lebar mengenai cerita <em>Perahu Kertas </em>ini karena ceritanya yang memang terkenal. Belum lagi <em>soundtrack</em>-nya yang dinyanyikan oleh Maudy.<br /><br />Inti ceritanya adalah kisah cinta antara <strong>Kugy</strong> dan <strong>Kinan</strong>. Kugy merupakan seorang gadis mungil yang hobi berkhayal dan sedikit berantankan. Di sisi lain, Kinan adalah laki-laki cerdas yang di dalam nadinya mengalir darah seni.<br /><br />Kugy hobi membuat cerita dongeng untuk anak-anak, Kinan memiliki hasrat besar dalam melukis. Pertemuan mereka berdua menimbulkan getaran-getaran yang belum pernah dirasakan oleh keduanya.<br /><br />Namun jalan mereka tidak semulus itu. Ketika mereka bertemu untuk pertama kali, Kugy telah memiliki seorang pacar. Kinan juga dijodohkan oleh saudara sahabat Kugy. Meski saling memendam rasa, mereka belum ditakdirkan untuk bersama.<br /><br />Setelah berbagai konflik, Kinan pergi ke Bali untuk menenangkan diri. Kugy fokus menyelesaikan studinya di Bandung dan berhasil kerja di suatu tempat yang bergengsi.<br /><br />Di tempat kantornya, Kugy berkencan dengan bosnya sendiri. Di sisi lain, Kinan memacari anak dari kawan baik ibunya yang berbaik hati mau menampung dirinya.<br /><br />Takdir mempertemukan mereka kembali berkat kejadian-kejadian yang tak terduga. Pada akhirnya, mereka menyadari perasaan satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk hidup bersama. <em>Happy ending!</em></p>
<h3>Setelah Membaca Buku <em>Perahu Kertas</em></h3>
<p>Ketika sedang menyusun novel <em><a href="https://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji</a>, </em>terbesit rasa khawatir karena banyaknya peristiwa kebetulan tak terduga yang terjadi di dalam alurnya. Penulis khawatir kalau peristiwa-peristiwa tersebut terasa terlalu dipaksakan.<br /><br />Setelah membaca novel ini, Penulis bisa bernapas sedikit lega karena ternyata Penulis sekaliber Dee pun juga menyisipkan banyak peristiwa tak terduga di dalam ceritanya.<br /><br />Contohnya adalah pembeli lukisan-lukisan Kinan di Bali ternyata merupakan atasan sekaligus kekasih Kugy. Ketika Kugy pergi ke Bali, ia tanpa sengaja bertemu dengan pacar Kinan. Masih banyak sekali kebetulan-kebetulan yang terjadi.<br /><br />Artinya, teknik seperti itu lumrah digunakan di dalam penulisan novel. Memang rasanya sulit terjadi di dunia nyata, tapi novel adalah dunia imajinasi penulisnya. Yang penting, jangan sampai kebetulan-kebetulan yang terjadi terlalu memaksa.<br /><br />Tidak ada hal lain yang perlu Penulis komentari dari novel ini. Gaya bahasanya khas Dee yang sangat mengalir dan membuat Penulis merasa sulit berhenti. Banyak adegan yang berhasil membuat Penulis merasa <em>gregetan </em>karena keputusan-keputusan yang diambil oleh tokoh utamanya.<br /><br />Novel <em>Perahu Kertas </em>membuat Penulis semakin merasa yakin untuk menyukai karya-karya Dee. Penulis tidak sabar, kapan Dee akan segera mengeluarkan karya terbarunya. Semoga saja bisa sespektakuler novel <a href="https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/"><em>Aroma Karsa</em></a>.<br /><br />Direkomendasikan untuk semua kalangan yang menyukai bacaan romantis yang ringan dan menghibur sekaligus bikin <em>gregetan</em>.<br /><br />Nilainya: <strong>4.3/5.0</strong><br /><br /><br /><br />Kebayoran Lama, 30 Mei 2020, terinspirasi setelah membaca novel <strong><em>Perahu Kertas </em></strong>karya Dee Lestari</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-perahu-kertas/">Setelah Membaca Perahu Kertas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-perahu-kertas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2019 15:43:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Aroma Karsa]]></category>
		<category><![CDATA[Dee]]></category>
		<category><![CDATA[Di Balik Tirai Aroma Karsa]]></category>
		<category><![CDATA[non-fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu novel yang menurut penulis sangat bagus adalah Aroma Karsa karya penulis terkenal Dee Lestari. Novel tersebut disusun dengan sangat rinci dan detail yang menakjubkan. Sebagai orang yang juga hobi menulis novel, tentu penulis penasaran bagaimana Dee bisa membuat karya seperti itu. Pertanyaan yang menggantung di benak tersebut langsung tunai terjawab ketika buku Di Balik Tirai Aroma Karsa rilis. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa/">Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu novel yang menurut penulis sangat bagus adalah<em> </em><strong><a href="https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/"><em>Aroma Karsa</em></a> </strong>karya penulis terkenal <strong>Dee Lestari</strong>. Novel tersebut disusun dengan sangat rinci dan detail yang menakjubkan.</p>
<p>Sebagai orang yang juga hobi menulis novel, tentu penulis penasaran bagaimana Dee bisa membuat karya seperti itu. Pertanyaan yang menggantung di benak tersebut langsung tunai terjawab ketika buku <em><strong>Di Balik Tirai Aroma Karsa </strong></em>rilis.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Sebagai informasi, buku ini merupakan buku non-fiksi pertama dari Dee. Sesuai dengan judul, buku ini berisikan tips sekaligus proses bagaimana Dee menyusun novel <em>Aroma Karsa</em>.</p>
<p>Dee menjelaskan prosesnya dengan gaya narasi yang menyenangkan, sehingga penulis bisa menghabiskannya dengan waktu yang cukup cepat, terutama di bab-bab awalnya.</p>
<p>Ketika membaca novel <em>Aroma Karsa</em>, penulis sangat mengagumi kedetailan yang dimiliki oleh novel tersebut, terutama yang berkaitan dengan parfum.</p>
<p>Ternyata, Dee melakukan riset secara serius hingga mengikuti kursus membuat parfum! Sampai sedalam itu riset yang dilakukan oleh penulis profesional hingga membuat penulis malu yang sering kali melakukan riset hanya berdasarkan hasil pencarian internet.</p>
<p>Tidak cukup di situ, Dee juga mengunjungi banyak tempat untuk mendapatkan gambaran yang jelas, bukan sekadar di awang-awang. <strong>TPU Bantar Gebang</strong> dan kaki <strong>Gunung Lawu</strong> adalah salah satu contoh kecilnya.</p>
<p>Selain mengamati melalui matanya sendiri, Dee juga mendengarkan kisah-kisah dari orang lain yang dijadikan sebagai narasumber. Ia bertanya kepada peracik parfum, ahli anggrek, penjaga gunung Lawu, dan lain-lainnya.</p>
<p>Itu semua dijelaskan baru di bab dua. Di bab-bab selanjutnya, masih ada ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang gemar menulis, seperti menyusun jalan cerita dan pembentukan karakter.</p>
<p>Dee tidak sekadar menuliskan proses yang baik-baik saja. Ia dengan apa adanya juga berbagi cerita tentang kesusahan-kesusahan yang ia alami selama pembuatan novel seperti tekanan yang membuat pusing kepala hingga tidak tercapainya <em>deadline</em>.</p>
<p>Di bab-bab terakhir buku ini, ada beberapa tulisan dari orang-orang yang membantu Dee menyelesaikan naskahnya. Menarik, karena kita bisa mengetahui proses pembuatan novel dari berbagai sudut pandang.</p>
<h3>Apa Pendapat Penulis Tentang Buku Ini?</h3>
<p>Jelas buku ini membawa banyak sekali inspirasi untuk penulis yang memang gemar menulis sejak kecil. Dengan gaya bahasanya khas, Dee seolah sedang memberikan kelas menulis secara langsung kepada penulis.</p>
<p>Selain sebagai buku yang memberikan tips-tips menulis, <em>Di Balik Tirai Aroma Karsa </em>terasa seperti buku di mana Dee berbagai suka dukanya ketika menulis sebuah novel. <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/belajar-dari-pengalaman-orang-lain/">Belajar dari pengalaman orang lain</a> memang salah satu kegiatan favorit penulis.</p>
<p>Beberapa bagian mungkin akan terasa menjemukan, terutama ketika membaca kisah orang-orang yang membantu Dee. Mungkin karena bahasanya yang berubah begitu saja.</p>
<p>Yang jelas, buku ini sangat cocok untuk para pembaca yang hobi atau sudah memiliki niatan untuk menulis novel. Akan tetapi, penulis sarankan untuk membaca novel <em>Aroma Karsa </em>terlebih dahulu sebelum membaca buku yang satu ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>4.3/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 17 Agustus 2019, terinspirasi setelah menamatkan buku <em>Di Balik Tirai Aroma Karsa </em>karya <em>Dee Lestari</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa/">Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemilihan Diksi dan Totalitas Riset Pada Aroma Karsa</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2018 12:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Aroma Karsa]]></category>
		<category><![CDATA[Dee]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[diksi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[penciuman]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1070</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, penulis baru saja menyelesaikan novel terbaru karya Dewi Lestari yang berjudul Aroma Karsa. Penulis membelinya sewaktu ada promo yang lumayan di Togamas Dieng pada tanggal 23 April 2018. Novel yang cukup tebal ini cukup dibeli dengan harga Rp. 93.750, di mana harga aslinya mencapai Rp. 125.000. Sebelumnya ada beberapa buku Dee, panggilan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/">Pemilihan Diksi dan Totalitas Riset Pada Aroma Karsa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, penulis baru saja menyelesaikan novel terbaru karya Dewi Lestari yang berjudul <strong>Aroma Karsa</strong>. Penulis membelinya sewaktu ada promo yang lumayan di Togamas Dieng pada tanggal 23 April 2018. Novel yang cukup tebal ini cukup dibeli dengan harga Rp. 93.750, di mana harga aslinya mencapai Rp. 125.000.</p>
<p>Sebelumnya ada beberapa buku Dee, panggilan akrabnya, yang sudah penulis habiskan seperti Filosofi Kopi dan Serial Supernova yang mencapai enam jilid tersebut. Dari pengalaman, apa yang penulis suka dari Dee adalah pemilihan diksi yang indah, namun tidak sampai membuat maknanya hilang.</p>
<p>Untunglah pada <strong>Aroma Karsa </strong>karakteristik Dee tersebut tetap terjaga. Sebelumnya, penulis akan menjelaskan secara singkat tentang isi cerita, baru setelah itu akan penulis kupas tentang pemilihan diksi.</p>
<p><strong>Semua Tentang Penciuman</strong></p>
<p>Pertama kali membaca sinopsis yang tertera di sampul bagian belakang, penulis mengira ini adalah novel sejarah seperti novel-novel karya Langit Krisna Hariadi. Namun jika dibaca lebih seksama lagi, ternyata novel ini merupakan novel yang berpusat pada seseorang bernama Jati Wesi yang memiliki kemampuan penciuman super, hingga ia dijuluki sebagai si Hidung Tikus.</p>
<p>Jati hidup dan besar di TPA Bantar Gebang sebagai anak pungutan. Kemampuannya yang luar biasa membuat ia bekerja di salah satu tempat penjual parfum eceran sebagai peracik, hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Raras Prayagung, pemilik perusahaan raksasa bernama Kemara.</p>
<p>Raras Prayagung terobsesi untuk mencari Puspa Karsa, tanaman rahasia yang ia ketahui dari lontar warisan neneknya. Kemampuan hidung Jati diharapkan oleh Raras dapat membantunya mencari Puspa Karsa, walaupun anak angkatnya, Tanya Suma, memiliki kemampuan serupa.</p>
<p>Ceritanya mengalir dengan cantik, membuat saya tidak terasa menghabiskan ratusan lembar dalam beberapa jam. Sampai setengah buku, saya belum bisa menebak ke mana arah cerita ini, yang tentu membuat penulis semakin penasaran.</p>
<p>Tiga perempat buku, penulis sudah bisa memahami ke mana cerita ini berjalan, dan di situ penulis mulai berkurang antusiasmenya. Bukan karena ceritanya yang membosankan, melainkan karena adanya unsur &#8220;alam lain&#8221; pada novel ini, sesuatu yang tidak penulis sukai.</p>
<p>Untunglah pada akhirnya penulis tetap menamatkan novel ini, dan merekomendasikannya kepada pembaca yang sudah cukup umur.</p>
<p><strong>Pemilihan Diksi dan Totalitas Riset</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>Badai telah sengaja merembeskan aroma dan membiarkan sekelumit rahasia kedatangannya terungkap.</em></p>
<p>Di atas merupakan salah satu contoh pemilihan diksi yang penulis sukai. Penulis tidak terlalu paham bahasa sastra, yang jelas Dee merupakan salah satu kiblat penulis dalam merangkai kata menjadi sebuah keutuhan dalam kalimat.</p>
<p>Selain pemilihan diksi, yang patut diapresiasi dari Dee adalah totalitasnya dalam melakukan riset. Coba baca satu paragraf berikut.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Ada kualitas urea, laktosa, amonia (mungkin bisa dicoba pakai ambergris, </em>civet<em>, </em>fennel<em>, kesturi). Hangat, lembab, manis, dan amis.</em></p>
<p>Penulis hanya mengetahui beberapa istilah tersebut, dan penulis yakin orang yang awam juga merasa asing dengan istilah tersebut. Penulis meyakini bahwa Dee mengetahui itu semua berdasarkan riset yang mendalam, demi bahan novelnya. Sebuah usaha yang patut ditiru oleh seluruh penulis di Indonesia, bahkan dunia.</p>
<p>Dengan membaca <strong>Aroma Karsa</strong>, penulis sadar bahwa masih (sangat) butuh untuk belajar, belajar, dan belajar menulis lebih baik lagi.</p>
<p>Nilainya <strong>4.1/5</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 31 Juli 2018, terinspirasi setelah membaca novel Aroma Karsa</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/">Pemilihan Diksi dan Totalitas Riset Pada Aroma Karsa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
