Setelah Membaca Perahu Kertas

Sebagai penggemar Dee Lestari yang tergolong baru, Penulis berusaha mengumpulkan karya-karyanya sebagai koleksi. Yang lumayan susah adalah mencari buku yang telah lama terbit sehingga cukup sulit untuk menemukannya.

Salah satunya adalah Perahu Kertas yang versi filmnya dimainkan oleh Maudy Ayunda. Buku ini akhirnya Penulis beli pada ajang Islamic Book Fair (IBF) 2020, walau kondisinya sedikit memprihatinkan. Setidaknya, potongan harganya lumayan.

Setelah menamatkannya dalam waktu yang relatif singkat, Penulis pun merasakan penyesalan mengapa baru membacanya sekarang. Spoiler Alert!

Apa Isi Buku Ini?

Rasanya Penulis tidak perlu bercerita panjang lebar mengenai cerita Perahu Kertas ini karena ceritanya yang memang terkenal. Belum lagi soundtrack-nya yang dinyanyikan oleh Maudy.

Inti ceritanya adalah kisah cinta antara Kugy dan Kinan. Kugy merupakan seorang gadis mungil yang hobi berkhayal dan sedikit berantankan. Di sisi lain, Kinan adalah laki-laki cerdas yang di dalam nadinya mengalir darah seni.

Kugy hobi membuat cerita dongeng untuk anak-anak, Kinan memiliki hasrat besar dalam melukis. Pertemuan mereka berdua menimbulkan getaran-getaran yang belum pernah dirasakan oleh keduanya.

Namun jalan mereka tidak semulus itu. Ketika mereka bertemu untuk pertama kali, Kugy telah memiliki seorang pacar. Kinan juga dijodohkan oleh saudara sahabat Kugy. Meski saling memendam rasa, mereka belum ditakdirkan untuk bersama.

Setelah berbagai konflik, Kinan pergi ke Bali untuk menenangkan diri. Kugy fokus menyelesaikan studinya di Bandung dan berhasil kerja di suatu tempat yang bergengsi.

Di tempat kantornya, Kugy berkencan dengan bosnya sendiri. Di sisi lain, Kinan memacari anak dari kawan baik ibunya yang berbaik hati mau menampung dirinya.

Takdir mempertemukan mereka kembali berkat kejadian-kejadian yang tak terduga. Pada akhirnya, mereka menyadari perasaan satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk hidup bersama. Happy ending!

Setelah Membaca Buku Perahu Kertas

Ketika sedang menyusun novel Leon dan Kenji, terbesit rasa khawatir karena banyaknya peristiwa kebetulan tak terduga yang terjadi di dalam alurnya. Penulis khawatir kalau peristiwa-peristiwa tersebut terasa terlalu dipaksakan.

Setelah membaca novel ini, Penulis bisa bernapas sedikit lega karena ternyata Penulis sekaliber Dee pun juga menyisipkan banyak peristiwa tak terduga di dalam ceritanya.

Contohnya adalah pembeli lukisan-lukisan Kinan di Bali ternyata merupakan atasan sekaligus kekasih Kugy. Ketika Kugy pergi ke Bali, ia tanpa sengaja bertemu dengan pacar Kinan. Masih banyak sekali kebetulan-kebetulan yang terjadi.

Artinya, teknik seperti itu lumrah digunakan di dalam penulisan novel. Memang rasanya sulit terjadi di dunia nyata, tapi novel adalah dunia imajinasi penulisnya. Yang penting, jangan sampai kebetulan-kebetulan yang terjadi terlalu memaksa.

Tidak ada hal lain yang perlu Penulis komentari dari novel ini. Gaya bahasanya khas Dee yang sangat mengalir dan membuat Penulis merasa sulit berhenti. Banyak adegan yang berhasil membuat Penulis merasa gregetan karena keputusan-keputusan yang diambil oleh tokoh utamanya.

Novel Perahu Kertas membuat Penulis semakin merasa yakin untuk menyukai karya-karya Dee. Penulis tidak sabar, kapan Dee akan segera mengeluarkan karya terbarunya. Semoga saja bisa sespektakuler novel Aroma Karsa.

Direkomendasikan untuk semua kalangan yang menyukai bacaan romantis yang ringan dan menghibur sekaligus bikin gregetan.

Nilainya: 4.3/5.0



Kebayoran Lama, 30 Mei 2020, terinspirasi setelah membaca novel Perahu Kertas karya Dee Lestari

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.