<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>diskusi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/diskusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/diskusi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:29:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>diskusi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/diskusi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pentingkah Keperawanan?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/pentingkah-keperawanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2020 03:48:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[debat]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[open-minded]]></category>
		<category><![CDATA[pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3531</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertanyaan yang digunakan pada judul memang bisa dianggap kontroversial dan cukup sensitif. Pentingnya keperawanan adalah urusan masing-masing pribadi, tidak bisa digeneralisir. Di sini, Penulis sebenarnya hanya ingin sharing tentang kegiatan diskusi terbuka yang sering dilaksanakan oleh Karang Taruna. Kebetulan, tema terakhir yang dibahas itu. Catatan: Keperawanan di sini merujuk kepada kedua jenis gender (laki-laki dan perempuan) [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pentingkah-keperawanan/">Pentingkah Keperawanan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan yang digunakan pada judul memang bisa dianggap kontroversial dan cukup sensitif. Pentingnya keperawanan adalah urusan masing-masing pribadi, tidak bisa digeneralisir.</p>
<p>Di sini, Penulis sebenarnya hanya ingin <em>sharing </em>tentang kegiatan diskusi terbuka yang sering dilaksanakan oleh Karang Taruna. Kebetulan, tema terakhir yang dibahas itu.</p>
<p><em><strong>Catatan</strong>: Keperawanan di sini merujuk kepada kedua jenis gender (laki-laki dan perempuan)</em></p>
<h3>Pentingkah Keperawanan?</h3>
<p>Ketika pulang ke Malang pada akhir tahun 2019 kemarin, Penulis menggelar diskusi santai dengan ditemani kopi susu hangat. Tema yang diangkat adalah <strong>Pentingkah Keperawanan</strong>.</p>
<p>Mengapa tema itu yang diambil? Alasannya sederhana. Ketika sedang <em>chat </em>di grup seperti biasa, ide atau topik tersebut terlontar begitu saja.</p>
<p>Setelah itu, Penulis dengan beberapa anggota aktif yang sudah berusia 17 tahun ke atas berjanji untuk mendiskusikannya lebih lanjut ketika Penulis pulang. Ternyata, anggota yang berusia lebih muda pun tertarik untuk ikut terlibat dalam diskusi.</p>
<div id="attachment_3533" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3533" class="size-large wp-image-3533" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3533" class="wp-caption-text">Suasana Diskusi</p></div>
<p>Lantas, bagaimana pendapat para pengurus Karang Taruna aktif yang rata-rata masih berusia belasan tahun? Jawabannya kurang lebih seragam,<strong> keperawanan itu penting dan sudah seharusnya dijaga dengan baik</strong> hingga pernikahan.</p>
<p>Masalahnya, sebagaimana dulu Penulis ketika masih seusia mereka, beberapa anggota menyampaikan pendapat <strong>betapa buruknya orang-orang yang gagal menjaga keperawanannya</strong>.</p>
<p>Jawaban tersebut sesuai dengan perkiraan Penulis. Teman Penulis yang seumuran menangkap maksud Penulis mengangkat topik ini, sehingga ia mulai memberikan sudut pandang baru kepada mereka semua.</p>
<p>Intinya, walaupun kita menganggap keperawanan itu penting, jangan sampai kita memandang rendah orang lain yang sudah tidak memilikinya.</p>
<p>Kita tidak pernah tahu apa alasan dibalik hilangnya keperawanan tersebut, sehingga <a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">kita tidak boleh </a><em><a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">judgemental</a> </em>seenaknya sendiri. <a href="https://whathefan.com/renungan/dosa-terbesar-seorang-penjahat/">Merasa suci dengan melihat kesalahan orang lain</a> adalah hal yang kurang bijak.</p>
<p>Jadi, kalau kita menganggapnya penting ya dijaga dengan baik tanpa perlu menghakimi orang lain yang menganggapnya tidak terlalu penting.</p>
<h3>Diskusi Karang Taruna</h3>
<p>Di Karang Taruna tempat tinggal Penulis, ada sedikit jarak yang cukup lebar antara angkatan Penulis dengan angkatan di bawahnya. Selisihnya antara lima hingga sepuluh tahun.</p>
<p>Lebarnya jarak tersebut tidak membuat kami berkumpul dengan yang seumurannya saja. Semua bisa berbaur tanpa melupakan etika untuk menghormati yang lebih tua.</p>
<p>Nah, yang seangkatan dengan Penulis merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi. Tidak hanya akademik, tapi hal-hal yang bersentuhan dengan permasalahan sosial. Diskusi terbuka menjadi salah satu caranya.</p>
<p>Beberapa manfaat yang didapatkan dengan diskusi seperti ini antara lain mengasah <strong>daya kritis dan pemikiran logis</strong>, <strong>mengetahui permasalahan sosial yang sering terabaikan</strong>, <strong>meningkatkan keberanian untuk bersuara</strong>, dan lain sebagainya.</p>
<p>Alasan lain yang tak kalah penting, seperti contoh yang sudah Penulis sebutkan di atas, mereka <strong>mendapatkan sudut pandang baru</strong> dari sebuah permasalahan yang mungkin sebelumnya belum terpikirkan.</p>
<p>Kita mendapatkan banyak sudut pandang dengan bertemu banyak orang dari beragam latar belakang. Penulis mendapatkannya ketika ke Kampung Inggris, jadi <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-awal-dari-segalanya/"><em>volunteer </em>Asian Games</a>, hingga <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">bekerja di Jakarta</a>.</p>
<p>Ketika berada di lingkungan keluarga, sekolah, bahkan kampus, pergaulan Penulis kurang luas sehingga temannya ya itu-itu aja. Hal tersebut membuat sudut pandang Penulis kurang luas.</p>
<p>Agar para generasi muda di Karang Taruna tidak mengalami hal yang sama, kami pun berusaha memberikan beragam sudut pandang baru kepada mereka sedini mungkin. Harapannya, mereka akan menjadi generasi yang <em>open-minded </em>dan mampu menerima perbedaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 Februari 2020, terinspirasi dari diskusi Karang Taruna terakhir yang mengangkat tema Pentingkah Keperawanan</p>
<p>Foto: <a href="https://medium.com/@Shesreallyfat/dont-ask-me-when-i-lost-my-virginity-659d85f107cd">Medium</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pentingkah-keperawanan/">Pentingkah Keperawanan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kedunguan dalam Berdebat</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/kedunguan-dalam-berdebat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/kedunguan-dalam-berdebat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2018 02:26:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[argumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[debat]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[dungu]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[kedunguan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rocky Gerung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kata dungu akhir-akhir ini menjadi populer sekaligus kontroversi karena sering digunakan oleh Rocky Gerung dalam tweet-tweetnya. Orang-orang yang merasa tudingan dungu ditujukan kepada dirinya tentu merasa marah, meskipun dungu di sini dimaksud dalam kemampuan bernalar, bukan dungu secara personal. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata dungu memiliki makna: sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh; [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/kedunguan-dalam-berdebat/">Kedunguan dalam Berdebat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kata dungu akhir-akhir ini menjadi populer sekaligus kontroversi karena sering digunakan oleh Rocky Gerung dalam <em>tweet-tweet</em>nya. Orang-orang yang merasa tudingan dungu ditujukan kepada dirinya tentu merasa marah, meskipun dungu di sini dimaksud dalam kemampuan bernalar, bukan dungu secara personal.</p>
<p>Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata dungu memiliki makna:</p>
<p style="text-align: center;"><em>sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh;</em></p>
<p>Sedangkan kedunguan sama dengan kebodohan atau kebebalan. Kebodohan memiliki arti sifat-sifat bodoh atau ketidaktahuan. Jadi, judul di atas ingin menyampaikan tentang sifat-sifat bodoh yang dilakukan orang ketika berdebat.</p>
<p>Banyak hal yang bisa dikategorikan sebagai kedunguan dalam berdebat, sebut saja menyebut data hoax. Namun pada tulisan kali ini, penulis hanya ingin menekankan satu perbuatan yang menurut penulis paling dungu di antara kedunguan lainnya.</p>
<p>Menyerang personal ketika kalah berdebat.</p>
<p>Hal ini kerap terjadi kepada orang-orang yang sudah tidak memiliki argumentasi dalam konteks perdebatan. Semua perkataannya telah dipatahkan oleh lawan debatnya, sehingga ia memutuskan untuk menyerang secara pribadi, baik fisik maupun psikis.</p>
<p>Biasanya, orang-orang seperti ini adalah tipikal orang yang tidak mau kalah meskipun salah.</p>
<p>Sebagai contoh, karena tidak memahami ucapan lawan bicaranya, ia mengalihkan pembicaraan:</p>
<p><em>&#8220;Masa wajah jelek kayak gitu bisa mimpin.&#8221;</em></p>
<p>Atau</p>
<p><em>&#8220;Pasti dia anak haram, makanya kelakuannya seperti itu.</em>&#8221;</p>
<p>Mungkin jenis-jenis kalimat seperti di atas jarang keluar di televisi. Akan tetapi, coba cek di media sosial. Astaga, benar-benar menyedihkan. Sedemikian dangkal pola pemikiran kita sehingga yang bisa kita lakukan hanya menyerang tanpa bisa mendebat konteks perbincangan.</p>
<p>Idealnya, kita menghargai lawan debat kita dan mengakui apabila argumen kita kalah dengan miliknya. Sayang, kedewasaan berdebat masih menjadi barang yang langka di negara ini. Atau, bahkan di dunia sekalipun?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 13 April 2018, terinspirasi setelah membaca linimasa twitter milik Rocky Gerung</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://vancouverdebate.ca/">https://vancouverdebate.ca/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/kedunguan-dalam-berdebat/">Kedunguan dalam Berdebat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/kedunguan-dalam-berdebat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
