<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>harta Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/harta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/harta/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jul 2024 14:57:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>harta Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/harta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Untuk Apa Uang dan Kekayaan Melimpah Jika Tidak Barokah?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-uang-dan-kekayaan-melimpah-jika-tidak-barokah/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-uang-dan-kekayaan-melimpah-jika-tidak-barokah/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 14:57:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[barokah]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7589</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak crazy rich yang pada akhirnya bermasalah dan terlibat dengan hukum. Contoh paling &#8220;panas&#8221; adalah kasus korupsi timah yang merugikan negara hingga 271 triliun yang melibatkan beberapa crazy rich. Kalau mundur ke belakang lagi, ada banyak kasus penipuan yang juga melibatkan crazy rich. Hingga hari ini, masih ada beberapa kasus yang masih mengintai para crazy [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-uang-dan-kekayaan-melimpah-jika-tidak-barokah/">Untuk Apa Uang dan Kekayaan Melimpah Jika Tidak Barokah?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Banyak <em>crazy rich </em>yang pada akhirnya bermasalah dan terlibat dengan hukum. Contoh paling &#8220;panas&#8221; adalah kasus korupsi timah yang merugikan negara hingga 271 triliun yang melibatkan beberapa <em>crazy rich</em>.</p>



<p>Kalau mundur ke belakang lagi, ada banyak kasus penipuan yang juga melibatkan <em>crazy rich</em>. Hingga hari ini, masih ada beberapa kasus yang masih mengintai para <em>crazy rich</em>, entah terlibat dalam pencucian uang maupun kasus-kasus lainnya. </p>



<p>Seperti yang kita tahu, para <em>crazy rich </em>ini kerap membagikan gaya hidupnya yang mewah, sehingga membuat sebuah fenomena kalau hidup itu harus bisa sampai berfoya-foya seperti mereka. Kita belum bisa dibilang sukses kalau uang dan kekayaannya belum melimpah.</p>



<p>Hal ini membuat Penulis merenung,<strong> <em>mengapa kita ini seolah begitu menghamba pada uang dan kekayaan</em></strong>?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<p>Uang itu penting. Uang bisa membuat kita hidup lebih tenang. Uang bisa membuat hidup kita lebih nyaman. Uang bisa membeli banyak keinginan kita. Uang bisa menjadi jalur untuk beribadah. Uang harus diakui telah menjadi barang yang penting di dunia.</p>



<p>Jika disuruh memilih antara miskin barokah atau kaya tidak barokah, pasti mayoritas dari kita akan memilih <strong>kaya barokah</strong>. Bahkan di dalam keyakinan Penulis, menjadi kaya itu dianjurkan karena kita bisa bersedekah, naik haji, menyantuni anak yatim piatu, dan lain sebagainya.</p>



<p>Memiliki uang dan kekayaan juga bisa meminimalisir potensi masalah yang terjadi. Kita tidak bingung ketika susu anak habis, tidak bingung ketika anak akan masuk sekolah, tidak bingung ketika genteng rumah bocor, dan lain sebagainya.</p>



<p>Uang dan kekayaan bisa mulai <strong>menjadi masalah ketika dijadikan sebagai target dalam hidup,</strong> bukannya sebagai alat. Kalau kita hidup untuk mengejar uang dan kekayaan saja, tidak akan ada puasnya. Nafsu kita sebagai manusia membuat kita terus merasa kurang jika tidak bersyukur.</p>



<p>Menjadikan uang dan kekayaan sebagai tujuan hidup akan mendorong kita untuk tak memedulikan bagaimana kita mendapatkannya. Korupsi, penipuan, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/">judi <em>online</em></a>, ada banyak cara instan dan pastinya haram untuk bisa menjadi kaya.</p>



<p>Mungkin ada yang berhasil menjadi kaya dengan cara tersebut, tapi bisa dipastikan hartanya tidak barokah. Karena tidak barokah, pasti ada saja hal buruk yang menimpanya. Beberapa <em>crazy rich </em>yang telah menjadi tersangka adalah contoh mudahnya.</p>



<p>Memang ada yang berhasil lolos dari jeratan hukum, tapi Penulis tidak yakin ia bisa hidup dengan tenang. Penulis membayangkan mereka akan senantiasa merasa was-was, tidak pernah merasa tenang meskipun memiliki banyak harta. </p>



<p>Mendapatkan uang dan kekayaan dengan cara yang tidak barokah terjadi <strong>ketika manusia tidak mampu mengalahkan ego dan nafsunya</strong>. Banyaknya keinginan tidak sebanding dengan pemasukan yang didapatkan. Alhasil, banyak cara haram yang dilakukan.</p>



<p>Penulis yakin para koruptor atau penipu itu bukan dari kalangan miskin. Jika memiliki gaya hidup yang sederhana, harta yang dimiliki sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa karena gengsi atau memang tamak saja, akhirnya mereka ingin menambah kekayaan secara cepat.</p>



<p>Uang dan kekayaan adalah hal yang tidak abadi dan tidak dibawa mati. Lantas, mengapa kita rela mendapatkannya dengan cara yang tidak barokah? <strong>Untuk apa punya banyak harta di dunia yang sementara, tapi cara mendapatkannya membuat kita kehilangan sesuatu yang abadi seperti surga? </strong></p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Tentu tak mudah untuk mempertahankan prinsip dan idealisme di era yang semakin positivistik ini: semua hanya bisa diukur dari sesuatu yang bisa dilihat, termasuk harta. Apalagi, kemunculan berbagai <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dilema-media-sosial-kita/">platform media sosial</a> semakin memperparah keadaan ini.</p>



<p>Kita belum dianggap sukses jika belum memiliki ini itu, yang mungkin sebenarnya tidak kita benar-benar butuhkan. <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/">Calon pasangan mengikuti standar TikTok</a> dan menuntut kita untuk bisa membelikan mereka ini itu. Ada banyak desakan seolah kita ini harus kaya dengan cepat, sehingga tak jarang orang memilih jalan pintas yang salah.</p>



<p>Terkadang kita ini saking cintanya dengan dunia, kita sampai lupa kalau ada kehidupan setelah kematian. <strong>Kita menjadi takut dengan kematian karena terlalu cinta dunia</strong>, <strong>terlalu mengejar dunia</strong>. </p>



<p>Semoga kita semua bisa menggunakan uang dan kekayaan sebagai alat semata, bukan tujuan. Semoga kita semua bisa mendapatkan uang dan kekayaan yang barokah, tidak diperoleh dengan cara yang salah dan merugikan banyak orang. Semoga kita semua bisa menggunakan uang dan kekayaan yang dimiliki untuk hal yang benar. Aamiin.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 3 Juli 2024, terinspirasi setelah menyadari kita sebagai manusia kerap menghamba ke uang dan kekayaan</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.psychologs.com/the-psychology-of-rich-people/#google_vignette">Psychology Magazine</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-uang-dan-kekayaan-melimpah-jika-tidak-barokah/">Untuk Apa Uang dan Kekayaan Melimpah Jika Tidak Barokah?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-uang-dan-kekayaan-melimpah-jika-tidak-barokah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Milikmu Bukanlah Milikmu</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/milikmu-bukanlah-milikmu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/milikmu-bukanlah-milikmu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2018 14:47:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[arogan]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[milik]]></category>
		<category><![CDATA[pinjam]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[tahta]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=871</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukan, judul di atas bukanlah judul FTV yang disiarkan televisi swasta. Itu adalah judul tulisan penulis kali ini, yang ingin mengajak kita semua merenungi makna kepemilikan, atau dalam bahasa Inggris disebut possession. Rasa memiliki merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan kesombongan pada diri seseorang. Ia merasa bahwa dengan memiliki sesuatu tersebut, ia memiliki derajat yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/milikmu-bukanlah-milikmu/">Milikmu Bukanlah Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan, judul di atas bukanlah judul FTV yang disiarkan televisi swasta. Itu adalah judul tulisan penulis kali ini, yang ingin mengajak kita semua merenungi makna kepemilikan, atau dalam bahasa Inggris disebut <em>possession</em>.</p>
<p>Rasa memiliki merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan kesombongan pada diri seseorang. Ia merasa bahwa dengan memiliki sesuatu tersebut, ia memiliki derajat yang lebih tinggi dari orang lain.</p>
<p>Sebagai contoh, terdapat orang yang dianugerahi kemampuan otak yang cemerlang. Dengan kemampuannya tersebut, ia cenderung menganggap orang lain bodoh dan hanya menghalangi jalannya untuk mendapatkan ilmunya. Ia merasa bahwa kepandaiannya adalah miliknya seorang dan tercipta karena usahanya seorang.</p>
<p>&#8211;<em>Itulah yang ada di benak Leon, karakter utama pada novel penulis (<a href="http://whathefan.com/category/kenji/">http://whathefan.com/category/kenji/</a>) yang dituliskan sebagai karakter yang arogan dan selalu membanggakan kemapuan nalar berpikirnya (sekali-kali numpang iklan novel sendiri enggak masalah kan 🙂</em>&#8211;</p>
<p>Contoh lain, orang yang memiliki harta melimpah hingga bingung ingin menghabiskannya untuk apa. Ia selalu membeli barang-barang yang <em>branded</em>, gemar berkeliling dunia hanya untuk dipamerkan, serta memandang rendah orang yang ia anggap tidak selevel dengan dirinya. Ia merasa harta yang dimilikinya adalah miliknya seorang dan diraih berkat kerja kerasnya seorang (atau kerja keras orangtuanya?).</p>
<p>Terakhir, seseorang yang memiliki pacar dengan paras yang cantik menawan. Ia pasang foto profil pacarnya seolah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia adalah orang yang beruntung karena dapat merebut hatinya. Ia pamer kemesraan di media sosial, seolah ingin meledek kaum jomblo yang hanya bisa memeluk lutut di sudut ruang ketika malam minggu. Ia merasa pacar yang dimilikinya hanya miliknya seorang, sehingga tidak boleh ada orang lain yang boleh mendekatinya.</p>
<p><strong>Padahal, apa yang kita miliki sebenarnya bukan milik kita. Semua hanya titipan-Nya, mulai dari tubuh, harta, hingga sanak keluarga. Sebagai orang yang dipinjami, tentu kita tidak boleh merasa memiliki barang yang dipinjamkan tersebut.</strong></p>
<p>Lebih parah lagi apabila kita menjadi angkuh karena pinjaman tersebut. Sebagai analogi, bayangkan ada seseorang yang sedang memamerkan Porsche kepada kawan-kawannya. Sudah berbicara panjang lebar, datanglah pemilik mobil yang sebenarnya. Tentu, ia akan malu bukan kepalang dan kawan-kawannya juga akan kehilangan <em>respect</em>.</p>
<p>Tentu kita tidak ingin kehilangan muka ketika mempertanggungjawabkan apa-apa saja yang dipinjamkan Tuhan kepada kita. Dipinjamkan kepandaian pikiran, digunakan untuk merakit bom. Dipinjamkan paras wajah menawan, digunakan untuk menjual diri. Dipinjamkan istri yang baik hati, malah selingkuh.</p>
<p>Bijaklah dalam menggunakan apa-apa saja yang dipinjamkan oleh Tuhan kepada kita, jangan sampai mengecewakan-Nya. Sesungguhnya, milikmu bukanlah milikmu, ia hanya titipan semata selama kita hidup di dunia yang hanya sejenak ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Batu, 12 Juni 2018, terinspirasi oleh ceramah Aa Gym di salah satu stasiun televisi.</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://timeluxuryservices.com/pages/Our+Fleet/26">https://timeluxuryservices.com/pages/Our+Fleet/26</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/milikmu-bukanlah-milikmu/">Milikmu Bukanlah Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/milikmu-bukanlah-milikmu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
