<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ide Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ide/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ide/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ide Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ide/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Karang Taruna Junior</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/karang-taruna-junior/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2019 03:55:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[junior]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[katar jr]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2265</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsep ini baru terpikirkan ketika penulis menyadari bahwa sudah banyak anggota Karang Taruna di tempat penulis yang merantau keluar kota dengan tujuannya masing-masing. Kehilangan banyak anggota memiliki satu solusi: Regenerasi. Oleh karena itu, penulis mencoba berpikir tentang bagaimana regenerasi ini bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan Karang Taruna Junior. Awal Mula Ide Ini Muncul Bagaimana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/karang-taruna-junior/">Karang Taruna Junior</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep ini baru terpikirkan ketika penulis menyadari bahwa sudah banyak anggota Karang Taruna di tempat penulis yang <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">merantau keluar kota</a> dengan tujuannya masing-masing.</p>
<p>Kehilangan banyak anggota memiliki satu solusi: Regenerasi. Oleh karena itu, penulis mencoba berpikir tentang bagaimana regenerasi ini bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan <strong>Karang Taruna Junior</strong>.</p>
<h3>Awal Mula Ide Ini Muncul</h3>
<p>Bagaimana maksudnya? Sebagai informasi, di lingkungan tempat tinggal penulis, banyak sekali anak-anak kecil yang aktif. Apalagi jika ada <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">lomba 17-an</a>, mereka senangnya bukan main.</p>
<p>Sewaktu penulis menyempatkan diri untuk pulang pada bulan Februari kemarin, salah satu anak yang sekarang duduk di bangku kelas 6 SD bertanya kepada penulis:</p>
<blockquote><p>Mas, aku nanti Agustus jadi panitia kan, ya?</p></blockquote>
<p><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Sejak 2016 sebelum Karang Taruna terbentuk</a>, memang sudah menjadi tradisi bahwa anak yang sudah SMP bergabung menjadi kepanitiaan, sehingga wajar jika ia berharap bisa menjadi panitia yang terlihat seru (dan repot, tentu saja).</p>
<p>Sayangnya, tidak banyak anak yang seusia dengannya. Lebih banyak yang lebih muda darinya. Oleh karena itu, penulis jadi terpikirkan ide tentang Karang Taruna Junior.</p>
<h3>Konsep Karang Taruna Junior</h3>
<p>Pada intinya, Karang Taruna Junior ini dimaksudkan untuk membiasakan anak-anak kecil tersebut dengan lingkungan Karang Taruna. Mereka cukup tahu seperti apa kami bekerja dan menuntaskan program kerja.</p>
<p>Mereka tidak akan dibebani oleh pekerjaan yang berat. Mereka hanya cukup perlu melihat kami bekerja agar mendapatkan bayangan bagaimana dan apa saja yang dikerjakan di Karang Taruna.</p>
<p>Selama ini, beberapa kali mereka datang ketika kami sedang melaksanakan program kerja. Akan tetapi, kami tidak pernah memberitahu apa yang kami kerjakan dan mengapa kami melakukannya.</p>
<p>Dengan Karang Taruna Junior ini, penulis membayangkan kami akan memberikan semacam edukasi yang elementer seputar Karang Taruna kepada mereka.</p>
<p>Tidak selalu serius. Ketika kami <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">bermain bersama</a> atau <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/tahun-baru-ala-karang-taruna/">mengadakan acara bakar-bakar</a>, mereka juga akan diikutkan agar merasakan atmosfer kekeluargaan yang sudah dibangun sejak organisasi pemuda ini berdiri.</p>
<p>Mereka juga akan diberi penjelasan mengapa mereka perlu bergabung dengan Karang Taruna jika sudah cukup umur nanti. Yang jelas, rasa memiliki Karang Taruna harus ditanamkan kepada mereka sedini mungkin.</p>
<p>Tentu dibutuhkan pendekatan personal agar mereka berminat untuk bergabung dengan Karang Taruna. Kedekatan itulah yang berusaha penulis bangun dengan mereka selama ini, dan hasilnya penulis cukup dekat dengan mereka.</p>
<p>Permasalahannya, penulis tidak bisa selamanya berada di sana. Harus anggota-anggota yang masih aktif lah yang harus melakukan pendekatan tersebut.</p>
<p>Memang tidak mudah, tapi penulis yakin mereka bisa melakukannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 April 2019, terinspirasi dari kebutuhan regenerasi Karang Taruna</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/karang-taruna-junior/">Karang Taruna Junior</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Macet?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-dilakukan-ketika-macet/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-dilakukan-ketika-macet/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2018 17:55:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[mengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ah, Jakarta. Apa yang seringkali tercetus di pikiran ketika sedang memikirkan kota yang satu ini? Mungkin banyak yang akan menjawab macet, dan penulis menyetujuinya meskipun tidak terlalu sering terkena dampak macet tersebut karena belum memiliki kendaraan pribadi. Meskipun demikian, penulis lumayan akrab dengan yang namanya macet karena ketika di kota kecil seperti Malang pun sering [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-dilakukan-ketika-macet/">Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Macet?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, Jakarta. Apa yang seringkali tercetus di pikiran ketika sedang memikirkan kota yang satu ini? Mungkin banyak yang akan menjawab macet, dan penulis menyetujuinya meskipun tidak terlalu sering terkena dampak macet tersebut karena belum memiliki kendaraan pribadi.</p>
<p>Meskipun demikian, penulis lumayan akrab dengan yang namanya macet karena ketika di kota kecil seperti Malang pun sering terjadi. Oleh karena itu, penulis ingin sedikit berbagi apa yang bisa dilakukan ketika macet agar hati tetap gembira dan tidak menggerutu.</p>
<ol>
<li><strong>Bersenandung Ria</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_1925" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1925" class="size-full wp-image-1925" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_.png" alt="" width="900" height="447" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_.png 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_-300x149.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_-768x381.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_-356x177.png 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1925" class="wp-caption-text">Bernyanyi Tanpa Beban (Rixbury)</p></div>
<p>Bagi pembaca yang mengendarai mobil, musik bisa dijadikan senjata ampuh untuk menghilangkan suntuk karena macet. Kalau perlu, iringi dengan menyanyi alias karaoke untuk menghilangkan kebosanan.</p>
<p>Bagaimana dengan yang mengemudikan sepeda motor? Karena menggunakan <em>earphone </em>sangat tidak dianjurkan karena bisa mengganggu konsentrasi,  gunakanlah <em>tape</em> imajiner yang ada di dalam kepala, lalu ikut bersenandung sesuka hati.</p>
<p>Kalau yang menggunakan kendaraan umum? Ya cukup mendengarkan saja tanpa perlu bersenandung. Takutnya malah mengganggu penumpang yang lain.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Menonton Film</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_1931" style="width: 760px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1931" class="size-full wp-image-1931" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/HTB1Cqf6GVXXXXaAaXXXq6xXFXXXK.jpg" alt="" width="750" height="349" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/HTB1Cqf6GVXXXXaAaXXXq6xXFXXXK.jpg 750w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/HTB1Cqf6GVXXXXaAaXXXq6xXFXXXK-300x140.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/HTB1Cqf6GVXXXXaAaXXXq6xXFXXXK-356x166.jpg 356w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><p id="caption-attachment-1931" class="wp-caption-text">Khusus Penumpang (Alibaba)</p></div>
<p>Khusus untuk pengguna mobil bawalah banyak <em>sangu</em> film atau Youtube untuk ditonton ketika perjalanan. Akan tetapi, jika pembaca yang mengemudi, jelas tidak boleh ikut menonton film tersebut. Hanya penumpang saja yang boleh. Minimal, pengemudi mendengarkan dialog film tersebut.</p>
<p>Yang enak ketika menggunakan trasportasi umum. Penulis sering melihat orang-orang sedang menonton Youtube maupun drama Korea ketika berada di dalam TransJakarta ataupun KRL melalui ponselnya. Hal tersebut bisa pembaca tiru.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Mengritik Pemerintah</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_1926" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1926" class="size-full wp-image-1926" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3.-Semakin-Asyik-Jika-Ada-Teman-Diskusi-via-www.cinema52.com_.png" alt="" width="900" height="482" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3.-Semakin-Asyik-Jika-Ada-Teman-Diskusi-via-www.cinema52.com_.png 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3.-Semakin-Asyik-Jika-Ada-Teman-Diskusi-via-www.cinema52.com_-300x161.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3.-Semakin-Asyik-Jika-Ada-Teman-Diskusi-via-www.cinema52.com_-768x411.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3.-Semakin-Asyik-Jika-Ada-Teman-Diskusi-via-www.cinema52.com_-356x191.png 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1926" class="wp-caption-text">Diskusi di Kendaraaan (Cinema52)</p></div>
<p>Kalau yang satu ini jangankan ketika macet, ketika ngopi dengan pak RT pun bisa dilakukan. Bedanya, tentu yang dikritik ketika berada di dalam kemacetan adalah mengapa masih saja ada kemacetan.</p>
<p>Beragam hal bisa kita salahkan, seperti kurangnya akses jalan hingga tidak memadainya transportasi umum. Bahkan jika pembaca memiliki imajinasi yang liar, bisa-bisa kemacetan dihubungkan dengan konspirasi iluminati.</p>
<ol start="4">
<li><strong>Berfilsafat</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_1927" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1927" class="size-full wp-image-1927" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/4.-Tiba-Tiba-Saja-Berfilsafat-via-www.drury_.edu_.jpg" alt="" width="900" height="506" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/4.-Tiba-Tiba-Saja-Berfilsafat-via-www.drury_.edu_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/4.-Tiba-Tiba-Saja-Berfilsafat-via-www.drury_.edu_-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/4.-Tiba-Tiba-Saja-Berfilsafat-via-www.drury_.edu_-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/4.-Tiba-Tiba-Saja-Berfilsafat-via-www.drury_.edu_-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1927" class="wp-caption-text">Berfilsafat (Drury)</p></div>
<p>Selain di toilet, kondisi ketika macet pun bisa menjadi tempat yang cocok untuk merenungi kehidupan yang telah dan akan kita alami. Di tengah bisingnya suara kendaraan dan pekatnya polusi udara, berfilsafat akan membuat semua itu seolah-olah tidak terjadi.</p>
<p>Pikiran kita akan menjadi jernih dan mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan kehidupan, seperti <a href="http://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/">untuk apa kita ada</a>.</p>
<ol start="5">
<li><strong> Membuat Skenario Film</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_1928" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1928" class="size-full wp-image-1928" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/5.-Menjadi-Sutradara-Dadakan-via-cinearchive.org_.jpg" alt="" width="900" height="520" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/5.-Menjadi-Sutradara-Dadakan-via-cinearchive.org_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/5.-Menjadi-Sutradara-Dadakan-via-cinearchive.org_-300x173.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/5.-Menjadi-Sutradara-Dadakan-via-cinearchive.org_-768x444.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/5.-Menjadi-Sutradara-Dadakan-via-cinearchive.org_-356x206.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1928" class="wp-caption-text">Sutradara Dadakan (Cinearchive)</p></div>
<p>Kembali ke poin kedua tentang menonton film. Bagaimana pengendara motor yang tidak mungkin memasang LCD pada sepeda motornya? Buatlah skenario film sendiri di dalam kepala.</p>
<p>Misalnya, kita membayangkan sebuah adegan di mana kita sedang membawa dokumen penting yang diincar oleh penjahat. Kita harus berkelok-kelok dengan gesit di antara mobil-mobil dan kendaraan lainnya.</p>
<p>Dijamin (walaupun tidak 100%) rasa bosan akan hilang selama kita masih berada di batas-batas aman berkendara.</p>
<ol start="6">
<li><strong>Berlagak Menjadi Seorang Sherlock Holmes</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_1929" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1929" class="size-full wp-image-1929" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/6.-Membuat-Deduksi-Ala-Sherlock-Holmes-via-serienoerd.wordpress.com_.jpg" alt="" width="900" height="506" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/6.-Membuat-Deduksi-Ala-Sherlock-Holmes-via-serienoerd.wordpress.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/6.-Membuat-Deduksi-Ala-Sherlock-Holmes-via-serienoerd.wordpress.com_-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/6.-Membuat-Deduksi-Ala-Sherlock-Holmes-via-serienoerd.wordpress.com_-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/6.-Membuat-Deduksi-Ala-Sherlock-Holmes-via-serienoerd.wordpress.com_-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1929" class="wp-caption-text">Deduksi Ala Sherlock Holmes (Serienoerd)</p></div>
<p>Tahu kan bagaimana kemampuan Sherlock Holmes ketika mengetahui apa yang dilakukan seseorang hanya dengan melihat, misalnya, kancing lengan bajunya? Kenapa tidak mencobanya ketika kita terjebak macet?</p>
<p>Lihat mobil yang ada di depan kita, lalu coba buat suatu kesimpulan. Misalkan di kaca belakang mobil terdapat stiker tempat rekreasi, artinya mobil tersebut pernah ke tempat tersebut. Lalu misalkan plat nomornya luar kota tapi kondisinya bersih, artinya yang punya peduli kebersihan.</p>
<p>Meskipun deduksi kita <em>ngawur</em>, tidak masalah. Toh kita tidak kenal dengan yang punya mobil. Percayalah, berlagak menjadi seorang Sherlock Holmes lumayan mengusir kebosanan.</p>
<ol start="7">
<li><strong>Mencari Inspirasi</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_1930" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1930" class="size-full wp-image-1930" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/7.-Terkadang-Inspirasi-Datang-Begitu-Saja-via-www.huffingtonpost.com_.jpg" alt="" width="900" height="480" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/7.-Terkadang-Inspirasi-Datang-Begitu-Saja-via-www.huffingtonpost.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/7.-Terkadang-Inspirasi-Datang-Begitu-Saja-via-www.huffingtonpost.com_-300x160.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/7.-Terkadang-Inspirasi-Datang-Begitu-Saja-via-www.huffingtonpost.com_-768x410.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/7.-Terkadang-Inspirasi-Datang-Begitu-Saja-via-www.huffingtonpost.com_-356x190.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1930" class="wp-caption-text">Mengundang Inspirasi (Huffingtonpost)</p></div>
<p>Kawan, kalian pikir dari mana penulis memperoleh ide untuk menulis tulisan ini? Dari macet! Macet yang dialami oleh penulis sendiri ketika sedang berada di perjalanan. Poin-poin di atas datang begitu saja satu persatu hingga menjadi sebuah kesatuan.</p>
<p>Tulisan ini adalah bukti nyata, bahwa banyak inspirasi yang akan menghampiri kita di kala macet sedang menjebak.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Sebenarnya masih banyak yang bisa dilakukan, terutama ketika berposisi sebagai penumpang. Sebut saja bermain game ataupun membaca buku. Tapi penulis rasa saran-saran di atas sudah cukup mewakili.</p>
<p>Tulisan ini sebelumnya pernah tayang di <strong>oyibanget.com</strong> yang sudah almarhum. Penulis menulisnya ulang karena masih hutang dua tulisan di tahun 2018. Karena waktu yang semakin sempit, penulis akhirnya mencari-cari tulisan lama untuk dipublikasi ulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melawai, 1 Januari 2018, setelah mendengar suara kembang api dari kejauhan</p>
<p>Foto:</p>
<div id="attachment_1925" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1925" class="size-full wp-image-1925" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_.png" alt="" width="900" height="447" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_.png 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_-300x149.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_-768x381.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/1.-Bernyanyi-Tanpa-Beban-via-rixbury.com_-356x177.png 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1925" class="wp-caption-text">Bernyanyi Tanpa Beban (Rixbury)</p></div>
<p><a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@simbayu">Julian Schröpel</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-dilakukan-ketika-macet/">Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Macet?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-dilakukan-ketika-macet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Balik Nama Whathefan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/di-balik-nama-whathefan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/di-balik-nama-whathefan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2018 14:38:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jadi, pada suatu saat ketika sedang chatting bersama seorang teman, ia tiba-tiba mengirimkan kata-kata &#8220;what the&#8230;&#8221;. Tiba-tiba, penulis langsung terpikirkan nama whathefan karena bagus dan terdengar unik. Selain itu, wtf yang selama ini berkonotasi negatif penulis harapkan bisa menjadi positif. Akhirnya penulis gunakan nama tersebut sebagai judul blog pribadi penulis Udah gitu aja. &#160; &#160; [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/di-balik-nama-whathefan/">Di Balik Nama Whathefan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi, pada suatu saat ketika sedang chatting bersama seorang teman, ia tiba-tiba mengirimkan kata-kata &#8220;what the&#8230;&#8221;. Tiba-tiba, penulis langsung terpikirkan nama whathefan karena bagus dan terdengar unik. Selain itu, <em>wtf</em> yang selama ini berkonotasi negatif penulis harapkan bisa menjadi positif. Akhirnya penulis gunakan nama tersebut sebagai judul blog pribadi penulis</p>
<p>Udah gitu aja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 15 Maret 2018, setelah mencari-cari foto kegiatan SWI Barang Bekas</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/di-balik-nama-whathefan/">Di Balik Nama Whathefan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/di-balik-nama-whathefan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
