<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>iPhone Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/iphone/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/iphone/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jul 2024 16:28:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>iPhone Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/iphone/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Pengakuan Sosial Menjadi Kebutuhan Pokok</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 16:28:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[harga diri]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pengakuan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Strava]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7640</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika menengok ke beberapa peristiwa yang sempat menjadi perbincangan netizen, Penulis menemukan sebuah pola di mana hidup di era sekarang terkesan membutuhkan pengakuan sosial sebanyak mungkin. Bahkan, banyak hal yang akan dilakukan untuk bisa mendapatkan pengakukan sosial tersebut, termasuk mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Kebutuhan untuk diakui dan tidak dipandang sebelah mata oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/">Ketika Pengakuan Sosial Menjadi Kebutuhan Pokok</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika menengok ke beberapa peristiwa yang sempat menjadi perbincangan netizen, Penulis menemukan sebuah pola di mana hidup di era sekarang terkesan membutuhkan pengakuan sosial sebanyak mungkin. </p>



<p>Bahkan, banyak hal yang akan dilakukan untuk bisa mendapatkan pengakukan sosial tersebut, termasuk mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Kebutuhan untuk diakui dan tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain seolah mengalahkan kebutuhan hidup lainnya.</p>



<p>Fenomena ini pun berhasil menarik perhatian Penulis. Berhubung banyak momen yang berhubungan dengan hal ini belum pernah Penulis bahas, Penulis ingin merangkum semuanya di sini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Berbagai Cara untuk Dapatkan Pengakuan Sosial</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7692" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rela Keluar Uang Demi Pengakuan Sosial (<a href="https://era.id/STORI/111685/menilik-jasa-sewa-iphone-kebutuhan-atau-sekadar-adu-gengsi">ERA.ID</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu adalah adanya<strong> joki Strava</strong>. Awalnya, Penulis tidak mengetahui apa itu Strava, hingga akhirnya menemukan fakta kalau itu merupakan sebuah aplikasi yang akan melacak aktivitas olahraga kita seperti lari atau bersepeda.</p>



<p>Tampaknya Strava ini menjadi gaya hidup yang sedang <em>hype</em>, di mana pengguna akan membagikan hasil olahraganya ke media sosial. Masalahnya ada saja orang yang enggan berolahraga, tapi tidak ingin ketinggalan dengan tren ini. </p>



<p>Alhasil, muncullah joki Strava. Mereka akan beraktivitas sesuai permintaan, lantas melakukan <em>screenshot </em>ke aplikasi Strava untuk dikirimkan ke klien. Nanti, klien bisa mengunggahnya ke media sosial seolah ia yang telah melakukannya.</p>



<p>Jika mundur lagi ke belakang, salah satu hal yang ramai dibicarakan ketika bulan puasa adalah adanya<strong> jasa sewa <em>lanyard</em> </strong>untuk digunakan ketika ikut buka puasa bersama (bukber). <em>Lanyard </em>tersebut seolah menjadi semacam medali yang bisa dibanggakan kepada teman-temannya, walau kenyataannya ia berbohong (di bulan puasa lagi).</p>



<p>Bicara tentang sewa, ada juga <strong>jasa sewa <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/">iPhone</a></strong>. <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">Ponsel buatan Apple ini</a> memang seolah telah beralih fungsi menjadi penanda status sosial. Bahkan, katanya kalau tidak menggunakan iPhone, maka kita tidak akan bisa masuk ke <em>circle </em>pertemanan!</p>



<p>Masih ada banyak contoh bagaimana kita seolah haus akan pengakuan sosial, termasuk memaksa orang lain memanggil kita haji. Namun, rasanya contoh-contoh di atas sudah cukup untuk menggambarkan fenomena ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Kita Begitu Haus dengan Pengakuan Sosial?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7693" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/pengakuan-sosial-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gak Punya iPhone Gak Boleh Masuk Circle (<a href="https://www.apple.com/mg/newsroom/2020/11/apples-iphone-12-pro-max-and-iphone-12-mini-land-in-stores-and-homes-worldwide/">Apple</a>)</figcaption></figure>



<p>Rasanya manusiawi jika kita merasa <em>insecure </em>dengan orang lain, apalagi jika kita merasa belum bisa sesukses orang lain. Namun, hal tersebut menjadi masalah apabila kita menggunakan jalan pintas untuk menutupi rasa <em>insecure </em>tersebut.</p>



<p>Dari contoh yang sudah Penulis sebutkan, kita rela mengeluarkan uang (yang Penulis yakin tidak sedikit) <strong>untuk membohongi orang lain</strong>. Padahal tidak olahraga, <em>update </em>Strava. Tidak kerja di BUMN, pakai <em>lanyard </em>BUMN. Punyanya ponsel Android murah, malah sewa iPhone.</p>



<p>Tidak hanya membohongi orang lain, hal tersebut juga bisa dikatakan sebagai <strong>membohongi diri sendiri</strong>. Hanya demi pengakuan sosial dan tidak direndahkan oleh orang lain, kita rela untuk melakukan hal-hal semu tersebut. </p>



<p>Penulis pernah mendapatkan cerita dari adik tentang temannya yang dari luar terlihat hidup glamor. Pakaiannya <em>modish</em>, ponselnya <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/">iPhone</a>, dan lain sebagainya. Kenyataannya, ia hidup dengan meminjam uang dari teman-temannya demi memenuhi gaya hidupnya tersebut.</p>



<p>Kita menemukan satu alasan untuk mengapa kita rela membohongi dirinya sendiri: <strong>demi menuruti gengsi dan gaya hidup</strong>. Demi mendapatkan pengakuan dari orang lain, utang ke banyak orang hingga tidak punya teman pun akan dilakukan.</p>



<p>Cerita lain adalah bagaimana adik Penulis, yang ponselnya hanya Samsung biasa, seolah mendapatkan diskriminasi dari teman-temannya yang pada menggunakan iPhone. Ribet karena tidak bisa AirDrop, kata mereka.</p>



<p>Cerita-cerita tersebut menjelaskan alasan lain mengapa orang rela membohongi dirinya sendiri: <strong>karena terkadang lingkungan yang menuntut mereka seperti itu</strong>. Kondisi ini diperparah dengan media sosial yang kerap menunjukkan gaya hidup konsuntif.</p>



<p>Padahal, sebenarnya orang lain tidak peduli-peduli amat sama kita. Lantas, mengapa kita menjadi begitu bingung agar dipedulikan oleh mereka? Mengapa harus membohongi diri sendiri dan orang lain untuk itu? Penulis masih tidak habis pikir hingga sekarang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bertahun-tahun yang lalu, ayah Penulis memberikan nasehat kalau kita sebagai manusia tidak membutuhkan pengakuan orang lain. Siapa yang menyangka, nasehat tersebut masih sangat relevan hingga sekarang, bahkan terlalu relevan.</p>



<p>Terkadang kita memang membutuhkan validasi dari orang lain, terutama saat kita sedang <em>down</em>. Namun, <strong>validasi yang paling penting datang dari diri sendiri</strong>. Mau siapa pun memberi validasi, kalau kita tidak mampu memvalidasi diri sendiri, ya percuma.</p>



<p>Jadi, menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan validasi dari orang lain ya percuma, karena di lubuk hati terdalam kita tahu kalau kita sedang membohongi diri kita sendiri. Jalan pintas tersebut cuma menjadi topeng demi menutupi kenyataan hidup yang ada.</p>



<p>Daripada terus membohongi diri sendiri dan orang lain demi pengakuan sosial, <strong>lebih baik kita fokuskan diri untuk berbenah</strong>. Daripada terus mencari pengakukan sosial, lebih baik <strong>kita terus memperbaiki diri</strong> agar kita bisa mendapatkan pengakuan dari diri sendiri.</p>



<p>Tingkatkan <em>skill </em>dan <em>value </em>diri agar bisa beneran kerja di kantor yang prestise dan bisa beli ponsel impian. <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">Lawan rasa malas</a> dan mulai berolahraga. Itu memang pilihan yang lebih sulit, tapi itu merupakan jalan benar, bukan jalan pintas yang sesat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 21 Juli 2024, terinspirasi setelah melihat fenomena joki strava dan kejadian-kejadian lainnya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.siroko.com/blog/c/strava-a-basic-guide-for-beginner-cyclists/">SIROKO</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/">Ketika Pengakuan Sosial Menjadi Kebutuhan Pokok</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2022 14:34:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Dynamic Island]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone 14]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5918</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minggu kemarin, Apple baru saja merilis lini smartphone terbarunya, iPhone 14. Seperti biasa, tidak banyak perubahan yang dimiliki oleh iPhone terbaru ini, hanya beberapa peningkatan minor yang mungkin tidak terlalu dipedulikan orang. Bahkan, Apple tampaknya merasa tidak perlu repot-repot mengganti posisi kamera belakangnya, seperti yang mereka lakukan untuk membedakan iPhone 12 dan iPhone 13. Posisinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Minggu kemarin, Apple baru saja merilis lini <em>smartphone </em>terbarunya, <strong>iPhone 14</strong>. Seperti biasa, tidak banyak perubahan yang dimiliki oleh iPhone terbaru ini, hanya beberapa peningkatan minor yang mungkin tidak terlalu dipedulikan orang.</p>



<p>Bahkan, Apple tampaknya merasa tidak perlu repot-repot mengganti posisi kamera belakangnya, seperti yang mereka lakukan untuk membedakan iPhone 12 dan iPhone 13. Posisinya sama, diagonal. </p>



<p>Namun, untuk seri Pro ada sedikit perubahan yang mungkin akan membuat Apple <em>fanboy</em>/<em>fangirl </em>akan bersorak gembira. Alasannya, sudah tidak ada lagi <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/"><em>notch </em>yang ketinggalan zaman</a>, digantikan fitur <strong>Dynamic Island</strong> yang tampak <em>fluid </em>dan interaktif.</p>



<p>Menurut Penulis, fitur baru yang dihadirkan ini adalah bukti kalau Apple memang &#8220;lihai&#8221; dalam menutupi kekurangannya, sekaligus ingin mempertegas kalau mereka tidak hanya sekadar menyalin fitur dari kompetitor.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Fitur Dynamic Island pada iPhone</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Introducing Dynamic Island on iPhone 14 Pro | Apple" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/WuEH265pUy4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Inti dari fitur Dynamic Island pada iPhone adalah sebuah <em>notch </em>&#8220;melayang&#8221; yang mirip dengan konsep <em>punch hole </em>di HP-HP Android. Bedanya, ada berbagai gestur menarik yang akan menampilkan berbagai macam hal.</p>



<p>Beberapa di antaranya adalah notifikasi, pemutar musik, indikasi <em>pairing </em>terhadap perangkat-perangkat Apple, direksi aplikasi peta, dan lain-lainnya. Semua terlihat begitu <em>fluid </em>sehingga kita akan lupa ada sebuah &#8220;lubang&#8221; besar di layar iPhone kita.</p>



<p>Yah, kurang lebih seperti itu. Penulis kesulitan untuk menulis hal lain yang bisa diungkapkan terkait fitur tersebut, karena memang terkesan &#8220;begitu saja&#8221;. Intinya adalah bagaimana mengoptimalkan <em>punch hole </em>yang ada di layar supaya tidak terkesan menganggu.</p>



<p>Bagi Penulis, ini adalah <strong>langkah lihai yang berhasil dilakukan Apple untuk menutupi kekurangannya</strong>: Fakta bahwa 5 tahun sejak merilis iPhone X, barulah Apple berhasil menyingkirkan <em>notch </em>yang sudah menjadi ciri khasnya. </p>



<p>Orang akan jadi fokus terhadap apa saja yang bisa dilakukan oleh Dynamic Island tersebut, dan melupakan fakta bahwa sejak bertahun-tahun lalu penempatan kamera depan seperti itu sudah dilakukan oleh HP-HP Android.</p>



<p>Namun, harus diakui Apple sangat baik dalam mengaplikasikan fitur ini. Selain <em>interface</em>-nya yang sangat menarik, kita juga benar-benar bisa memanfaatkannya dengan baik. Penulis yakin akan ada banyak orang yang senang dengan fitur ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makin ke Sini, Makin Sekadar Gimmick</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="iPhone 14/Pro Impressions: Welcome to Dynamic Island!" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pTCgWVjB6UE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Meskipun banyak yang mencibir, Penulis yakin kalau fitur terbaru dari Apple ini akan segera diadaptasi oleh HP-HP Android. Buktinya, Xiaomi pun terlihat sudah meniru fitur ini untuk <em>smartphone </em>keluaran terbaru mereka.</p>



<p>Penulis merasa kalau inovasi di bidang<em> smartphone </em>sudah mencapai <em>peak</em>-nya. Bisa dibilang, hampir tidak ada lagi aspek yang bisa menjadi semacam pendobrak seperti yang dilakukan oleh Apple 15 tahun lalu, saat <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">mereka merilis iPhone pertama mereka</a>.</p>



<p>Bagaimana dengan <em>smartphone </em>lipat yang tengah populer? Menurut Penulis, itu pun hanya sekadar fungsi <em>gimmick </em>tanpa fungsi yang benar-benar dibutuhkan. Untungnya, banyak orang yang senang dengan fitur tersebut sehingga banyak yang berlomba membuatnya.</p>



<p>Penulis tidak akan kaget jika di waktu yang akan datang Apple akan merilis <em>smartphone </em>lipat perdananya. Penulis juga tidak akan terkejut jika Apple mengklaim hal tersebut sebagai sesuatu yang &#8220;revolusioner&#8221;.</p>



<p>Dalam beberapa tahun ke depan, rasanya perkembangan <em>smartphone </em>yang dirilis ke pasar akan cukup <em>stuck </em>dan begitu-begitu saja. Apple, yang dulu terkenal akan inovasinya, tampaknya juga akan cukup kesulitan untuk mengejutkan kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Fitur lain yang baru ada di iPhone 14 adalah Always on Display, yang di mana fitur ini juga sudah lama ada di HP-HP Android. Memang milik Apple terlihat lebih canggih dan estetik, tapi tetap saja konsep dasarnya sama dengan yang sudah-sudah.</p>



<p>Selain itu, hampir tidak ada yang baru dari iPhone 14. Ada beberapa fitur keren seperti <em>crash detection</em> dan beberapa fitur kamera, tapi tetap saja Penulis merasa kalau Apple tetap mengeluarkan <em>smartphone </em>yang begitu-begitu saja,</p>



<p>Penulis akan tetap merasa penasaran dengan satu hal, yakni bagaimana Apple akan kembali menutupi kekurangannya. Apakah mereka akan bisa kembali bermain lihai?</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 14 September 2022, terinspirasi dari fitur Dynamic Island yang terdapat pada iPhone 14 Pro</p>



<p>Foto: <a href="https://www.gizchina.com/2022/09/09/apples-iphone-14-pro-dynamic-island-is-not-something-new-at-all/">Gizchina</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2021 08:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[Nokia]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Cook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa tahun terakhir ini bukan tahun yang terlalu bagi Apple. Bukan karena penurunan profit (mereka masih jadi salah satu perusahaan terkaya di dunia), melainkan karena hujatan-hujatan yang dilemparkan oleh publik kepada mereka. Alasan utamanya adalah minimnya inovasi yang mereka hasilkan sekarang jika dibandingkan dengan era mendiang Steve Jobs. Banyak yang mencibir Apple hanya menjual produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa tahun terakhir ini bukan tahun yang terlalu bagi Apple. Bukan karena penurunan profit (mereka masih jadi salah satu perusahaan terkaya di dunia), melainkan karena hujatan-hujatan yang dilemparkan oleh publik kepada mereka.</p>



<p>Alasan utamanya adalah minimnya inovasi yang mereka hasilkan sekarang jika dibandingkan dengan era mendiang Steve Jobs. Banyak yang mencibir Apple hanya menjual produk lama yang dikemas baru, terutama dari lini iPhone dan MacBook.</p>



<p>Seandainya Jobs masih hidup, apakah ia bisa membawa Apple untuk tetap inovatif seperti dulu? Atau benarkah Apple benar-benar sudah berhenti berinovasi dan akan bernasib sama seperti Nokia dan Blackberry?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Steve Jobs Pernah Selamatkan Apple</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5355" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Steve Jobs (<a href="http://Neoluxor.cz">Neoluxor</a>)</figcaption></figure>



<p>Pasti banyak yang sudah mendengar kalau Steve Jobs pernah ditendang dari perusahaan yang ia dirikan di pertengahan 80-an. Jika pernah, pasti tahu kalau akhirnya Steve Jobs melakukan <em>comeback </em>di tahun 1996 dan menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut tersebut.</p>



<p>Bagaimana cara Steve Jobs menyelamatkan Apple di akhir 90-an dan berhasil menjadikannya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia? Hal pertama yang ia lakukan adalah menentukan fokus produk apa saja yang akan dijual. </p>



<p>Pada masa-masa ketika ditinggal Jobs, Apple mengeluarkan hampir segala macam produk, mulai dari printer hingga PDA ber-<em>stylus</em> bernama Newton yang sangat dibenci Jobs. Selain itu, komputer yang diproduksi Apple pun berseri-seri, mulai dari seri 1400 hingga 9600.</p>



<p>Begitu Jobs menjadi iCEO (interim CEO), ia hampir mencoret semua produk tersebut dan menentukan fokus Apple ke dalam 4 bidang yang ia tuliskan ke dalam tabel. </p>



<p>Dua kolom di atas diberi judul “<strong>Konsumen</strong>” dan “<strong>Pro</strong>”, lalu Dua baris di samping diberi judul “<strong>Desktop</strong>” dan “<strong>Portabel</strong>”. Empat produk itulah yang akan diproduksi Apple untuk menggantikan produk-produk di era sebelum Jobs.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5351" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Steve Jobs dan iPod (<a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjPobTYjODzAhVpgtgFHfF_A3kQFnoECAUQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.extremetech.com%2F&amp;usg=AOvVaw24S6Lh_elivD1W1Snks-9h">Extremetech</a>)</figcaption></figure>



<p>Kebangkitan Apple dimulai ketika <strong>iPod </strong>dirilis pada tahun 2001. Meskipun bukan pemutar musik <em>portable </em>pertama di dunia, iPod berhasil merevolusi cara <em>user </em>mendengarkan musik secara mudah.</p>



<p>Puncak kesuksesan Apple diraih <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">ketika <strong>iPhone </strong>rilis pada tahun 2007</a>, di mana Jobs mengatakan bahwa, &#8220;<em>Today Apple is going to reinvent the phone</em>&#8220;. <em>Smartphone </em>yang ditawarkan oleh Apple benar-benar berbeda dari milik kompetitor.</p>



<p>Kehadiran iPhone dianggap benar-benar mengubah industri ponsel, bahkan membuat Nokia yang begitu dominan di awal 2000-an harus jatuh secara tragis. <em>Brand </em>lain pun kerap dianggap membuntuti kesuksesan Apple.</p>



<p>Begitulah cara Steve Jobs menyelamatkan Apple dari kebangkrutan. Sebenarnya masih banyak dobrakan yang dilakukan oleh Jobs, tetapi tiga contoh di atas sudah cukup. Pertanyaannya, dapatkah Jobs menyelamatkan Apple dari cap minim inovasi dari publik?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Benarkah Apple Sudah Berhenti Berinovasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5356" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Cook dan Apple Watch (<a href="https://www.latimes.com/business/la-fi-apple-cook-20140910-story.html">Los Angeles Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya kurang <em>fair </em>jika Apple dianggap sudah berhenti berinovasi. Mereka masih terus (berusaha) memproduksi barang berkualitas dengan penggunaan yang mudah untuk dipelajari, serta mendukung ekosistem Apple yang sangat solid.</p>



<p>Di era Tim Cook, setidaknya Apple sudah merilis <strong>Apple Watch</strong> yang mengubah lini jam tangan dan <strong>AirPods </strong>yang membuat para kompetitor berama-ramai membuat produk serupa. Jika Jobs masih hidup, kemungkinan ia juga akan merilis kedua produk tersebut.</p>



<p>Inovasi di era Jobs lebih &#8220;mudah&#8221; dilakukan karena<strong> memang belum ada produk yang bagus</strong>. Pemutar musik masih banyak yang ampas, <em>smartphone </em>yang ada penggunaannya begitu kompleks dan menyusahkan.</p>



<p>Jobs dan Apple, meskipun bukan sebagai yang pertama melakukannya, berhasil membuat barang produksi mereka menjadi pendobrak pasar. Itulah alasan utama mengapa Apple di era Jobs dianggap inovatif jika dibandingkan dengan era Cook.</p>



<p><strong>Kompetitor di era Cook jauh lebih sengit dibandingkan dengan era Jobs dulu</strong>. Samsung, Google, Microsoft, merek-merek China, semua berlomba-lomba menghadirkan produk terbaik untuk menarik perhatian konsumen, bahkan menemukan sebuah hal baru.</p>



<p>Bahkan, sebenarnya Cook sudah melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak dilakukan oleh Jobs, seperti benar-benar memperhatikan masalah lingkungan, lebih aktif di bidang amal, hingga berusaha untuk dekat dengan media. Hanya saja, rasanya pengguna tidak terlalu memedulikan hal tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Kenapa Apple Dicap Berhenti Berinovasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5357" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>iPhone 13 (<a href="https://www.techradar.com/reviews/iphone-13">TechRadar</a>)</figcaption></figure>



<p>Apple dicap tidak inovatif karena <strong>lini iPhone-nya seolah <em>stuck </em>sejak tahun 2017</strong>, ketika iPhone X pertama kali diperkenalkan. Selain kamera dan prosesor yang terus diperbarui, memang nampaknya tidak banyak hal yang berubah dari <em>smartphone </em>ini.</p>



<p>Parahnya lagi, Apple memutuskan untuk menghilangkan kepala <em>charger </em>dari kardus penjualan dengan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">alasan &#8220;lingkungan&#8221;</a>. Hal ini seolah mengulang kontroversi ketika Apple memutuskan untuk menghilangkan<em> </em>lubang <em>headphone jack </em>di iPhone 7 demi mendongkrak penjualan AirPods.</p>



<p>Selain itu, <strong>MacBook Pro</strong> yang baru saja mereka rilis juga menuai cibiran dari publik. Bukan karena fiturnya (bahkan Apple mendengar masukan pengguna sehingga mengembalikan beberapa <em>port</em>), melainkan <strong>karena harganya yang selangit</strong>.</p>



<p>Memang, hampir tidak ada laptop yang mampu menyaingi MacBook dari segi performa dan efisiensi. <em>Chip </em>M1 mereka benar-benar menjadi sebuah terobosan yang rasanya akan sulit disaingi oleh para produsen laptop lainnya.</p>



<p>Akan tetapi, harga yang begitu mahal bisa membuat pengguna lebih memilih laptop atau komputer Windows karena merasa dengan anggaran yang sama, mereka bisa mendapatkan produk yang lebih baik lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Akankah Apple akan Bernasib Sama dengan Nokia?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5358" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pernah Menjadi Raja di Masanya (<a href="https://www.engadget.com/nokia-3310-retro-user-reviews-wanted-150004653.html">Engadget</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika Apple memang <em>stuck </em>dan seolah terjebak di zona nyamannya, akankah mereka akan bernasib sama dengan Nokia?<strong> Rasanya tidak</strong>, setidaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat.</p>



<p>Berbeda dengan Nokia yang menggantungkan profitnya dari penjualan ponsel, Apple sekarang telah tumbuh besar dan memiliki banyak sekali produk yang dijual di pasaran. Mac, iPad, Apple Watch, AirPods, Apple Pencil, ada beragam produk untuk mendukung ekosistem Apple.</p>



<p><em>Brand </em>Apple yang telah dibangun oleh Jobs <strong>memiliki fondasi yang begitu kuat</strong>, sehingga rasanya tidak akan mudah goyah. Meskipun sudah berkurang, filosofi perusahaan masih berusaha dipertahankan oleh Cook dan tim.</p>



<p>Selain itu, masyarakat juga sudah mengakui kalau Apple adalah <em>brand </em>dengan kasta tertinggi untuk kategori teknologi. Bagi mereka yang ingin merasa <em>prestige</em>, memiliki produk Apple adalah sebuah kewajiban meskipun fitur yang ditawarkan produk kompetitor lebih baik.</p>



<p>Memang, sering ada candaan kalau Apple seolah selalu &#8220;terlambat&#8221; dalam menghadirkan fitur di produk mereka. Hanya saja, kualitas yang dimiliki biasanya lebih baik dari kompetitor yang sudah merilis fitur tersebut terlebih dahulu.</p>



<p>Patut untuk dicatat, publik akan semakin cerdas dalam memilih perangkat yang ideal dan bisa mengakomodir kebutuhan mereka. Jika Apple tidak mampu menawarkan kelebihan dibandingkan kompetitornya, mereka bisa saja ditinggalkan oleh fan garis kerasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Seandainya Jobs masih hidup dan menerapkan strategi yang sama, rasanya cap tidak inovatif dari publik akan sedikit berkurang karena Jobs mampu meyakinkan orang dengan lihainya. Kharisma yang dimiliki seolah membuat kita percaya begitu saja apa katanya.</p>



<p>Selain itu, Penulis merasa ada beberapa keputusan yang diambil diera Cook akan ditentang oleh Jobs. Dari dulu, Jobs selalu menekankan kesederhanaan lini produknya. Apple sekarang terlihat terlalu memiliki banyak pilihan. iPhone saja sekarang ada 4 jenis setiap tahun.</p>



<p>Mungkin akan ada produk revolusioner baru yang akan diperkenalkan oleh Jobs, meskipun Penulis sendiri kesulitan untuk membayangkan produk teknologi apa yang akan mendobrak pasar. Rasanya, semua teknologi yang kita pegang saat ini sudah bagus-bagus semua.</p>



<p>Jadi jika ditanya apakah Apple telah berhenti berinovasi, jawabannya adalah iya dan tidak. Di satu sisi, Apple terus memperkuat ekosistemnya dengan membuat lebih banyak produk baru. Di sisi lain, Apple nampak kesulitan untuk menemukan hal baru untuk perangkat mereka.</p>



<p>Jika 1-2 tahun ke depan Apple tetap merilis iPhone baru tanpa pembaruan berarti, mungkin kita baru bisa berpendapat kalau Apple memang telah berhenti berinovasi, setidaknya dari lini <em>smartphone </em>yang berhasil membuat mereka menjadi perusahaan seperti sekarang.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Foto: <a href="https://emaratdaily.com/technews/apples-iphone-13-pro-and-iphone-13-pro-max-introduce-promotion-displays-and-macro-photography/">Emarat Daily</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=U5Yx2p2ZguU">Is Apple Still Innovative? &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=1nIgu3ou0A4">Apple Without Steve Jobs &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=wlZTmG3gR_o">Gravitas Plus: Will Apple be the Next Nokia? &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=wGKb3oUo8go">Why iPhone&#8217;s Features are Always &#8220;Late&#8221; &#8211; YouTube</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2020 07:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis telah menjelaskan bagaimana Apple membeli sebuah startup lantas mengakui teknologi multi-touch sebagai ciptaan mereka. Penulis juga sudah menjabarkan bagaimana Jobs menekan dua tim yang berbeda untuk sama-sama menciptakan smartphone baru yang akan merevolusi dunia digital. Kali ini, Penulis akan menuliskan mengenai pengorbanan para karyawan yang sangat besar. Selain itu, Penulis juga akan menjelaskan apa peran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">tulisan sebelumnya</a>, Penulis telah menjelaskan bagaimana Apple membeli sebuah <em>startup </em>lantas mengakui teknologi <em>multi-touch </em>sebagai ciptaan mereka.</p>
<p>Penulis juga sudah menjabarkan bagaimana Jobs menekan dua tim yang berbeda untuk sama-sama menciptakan smartphone baru yang akan merevolusi dunia digital.</p>
<p>Kali ini, Penulis akan menuliskan mengenai pengorbanan para karyawan yang sangat besar. Selain itu, Penulis juga akan menjelaskan apa peran Steve Jobs sebenarnya dan apakah iPhone benar-benar merevolusi industri digital.</p>
<h3>Pengorbanan Para Karyawan</h3>
<p><div id="attachment_3400" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3400" class="size-large wp-image-3400" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3400" class="wp-caption-text">Prototipe iPhone (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiMge-NurLnAhXY73MBHTYZCHkQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fappleinsider.com%2Farticles%2F17%2F06%2F29%2Foriginal-iphone-keyboard-designer-shows-off-apples-wallaby-hardware-prototypes&amp;psig=AOvVaw3RTygp86jdCTJ34Pb_1d_-&amp;ust=1580718681855394" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiMge-NurLnAhXY73MBHTYZCHkQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">AppleInsider</span></a>)</p></div></p>
<p>Membuat iPhone tidak lah mudah. Karena membuat barang yang benar-benar baru, para karyawan Apple harus benar-benar menemukan sesuatu yang baru dan minim referensi.</p>
<p>Selama pengembangan iPhone, banyak karyawan yang memutuskan untuk keluar bahkan bercerai dari pasangannya. Tidak sedikit yang bekerja berminggu-minggu tanpa stop hingga tidur di kantor.</p>
<p>Emosi tim jadi tidak terkontrol sehingga banyak cekcok yang terjadi antar karyawan. Suasana benar-benar menimbulkan stres tingkat tinggi dan fakta ini jarang diketahui oleh orang lain.</p>
<p>Contoh masalah pada prototipe iPhone adalah <em>keyboard </em>yang terlalu kecil. Untungnya, salah seorang karyawan Apple bernama <strong>Ken Kocienda</strong> menemukan suatu sistem AI yang akan memprediksi huruf apa yang kira-kira akan kita tekan setelah menekan huruf tertentu,</p>
<p>Jadi ketika kita menekan huruf T, besar kemungkinan huruf selanjutnya adalah H karena banyak kata dalam bahasa Inggris yang seperti itu. Sistem <em>autocorrect </em>juga banyak membantu.</p>
<p>Hal ini terus berlangsung hingga hari presentasi telah tiba. iPhone masih belum benar-benar sempurna. Masih ada banyak masalah seperti <em>bug </em>CPU yang bisa membuat iPhone <em>crash </em>sewaktu-waktu.</p>
<p>Pada akhirnya presentasi iPhone berjalan dengan lancar, namun orang-orang di belakangnya kurang mendapatkan kredit yang layak mereka terima.</p>
<h3>Steve Jobs Ngapain?</h3>
<p><div id="attachment_3399" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3399" class="size-large wp-image-3399" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3399" class="wp-caption-text">Steve Wozniak Bersama Jobs (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.businessinsider.com/how-to-know-if-youre-more-like-steve-jobs-or-steve-wozniak-2017-7" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjV_7C3urLnAhXg6XMBHflkD5gQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Business Insider</span></a>)</p></div></p>
<p>Setelah membaca cerita-cerita di atas mungkin kita akan bertanya-tanya, lantas Jobs ngapain? Apa cuma marah-marah enggak jelas sambil menekan anak buahnya sedemikian rupa?</p>
<p>Jika dilihat dari kacamata negatif mungkin akan seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah pendiri sekaligus CEO dari Apple sehingga punya hak untuk bersikap seperti itu.</p>
<p>Walaupun begitu, Jobs adalah orang yang peduli dengan produk hebat. Tidak banyak orang yang sevisioner Jobs ketika melihat teknologi-teknologi bermunculan.</p>
<p>Dulu sewaktu <strong>Steve Wozniak</strong> menciptakan komputer <strong>Apple I</strong>, ia sama sekali tidak berpikir untuk menjualnya. Jobs lah yang menemukan potensi bahwa komputer buatan Woz akan merevolusi dunia dan itu terbukti benar.</p>
<p>Begitupun pada kasus iPhone dan produk-produk lainnya. Di dalam Apple, ia mampu mengumpulkan orang-orang terbaik untuk menciptakan produk-produk terbaik, meskipun dalam prosesnya memiliki dampak buruk untuk karyawannya.</p>
<p>Selain itu, kebanyakan perusahaan teknologi yang besar memiliki pemimpin yang kejam. Bill Gates yang keliatan sabar pun bisa galak tak karuan ketika memaki karyawannya yang melakukan kesalahan.</p>
<p>Terkadang, kekejaman itulah yang mendorong teknologi untuk maju hingga melampaui batasnya. Hasilnya mungkin bisa kita lihat pada Apple yang sekarang dipimpin oleh <strong>Tim Cook</strong>.</p>
<p>Apa inovasi terbaru yang dimiliki oleh Apple sekarang? Face ID? Apple Watch? Semua hanya bersifat komplementer alias pelengkap.Tidak ada produk yang benar-benar baru, walaupun mungkin kita sedang berada di ambang batas perkembangan teknologi.</p>
<p>Entah bagaimana yang terjadi di Apple sekarang, tapi rasanya sulit membayangkan Cook meneriaki karyawannya dan memberi <em>deadline </em>2 minggu untuk menciptakan produk yang benar-benar baru dan revolusioner.</p>
<h3>Apakah iPhone Benar-Benar Revolusioner?</h3>
<p><div id="attachment_3401" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3401" class="size-large wp-image-3401" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3401" class="wp-caption-text">Apps Store Pada iPhone 3GS (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.tapscape.com/ios-app-store-old-apps-old-iphones/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi16vujurLnAhXk6nMBHa6xDLEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Tapscape</span></a>)</p></div></p>
<p>iPhone sendiri sebenarnya tidak benar-benar merevolusi industri smartphone, kecuali antarmukanya yang benar-benar baru dan terlihat keren.</p>
<p>Sama seperti sekarang, sebenarnya iPhone waktu memiliki banyak sekali kekurangan. Jaringannya belum 3G, tidak punya kamera depan, tidak punya slot untuk memori eksternal (hingga sekarang), tidak bisa merekam video, dan lain sebagainya.</p>
<p>Baru pada iPhone 3G lah revolusi yang sebenarnya dimulai akibat munculnya Apps Store, walaupun kekurangan di iPhone generasi pertama masih ditemukan pada produk ini.</p>
<p>Awalnya, Jobs sama sekali tidak ingin ada aplikasi dari pihak ketiga karena khawatir akan merusak ekosistem Apple yang begitu rapi. Setelah dibicarakan lagi, akhirnya Jobs menyetujui adanya Apps Store dengan pengawasan ketat dari Apple.</p>
<p>iPhone telah mendorong Google untuk mengikuti di belakangnya dengan membeli dan mengembangkan sistem operasi Android. Microsoft juga ikut membuat sistem operasi sendiri, namun gagal di pasaran.</p>
<p>Kemunculan sistem Android membuat merek teknologi seperti Samsung membuat smartphone <em>touchscreen </em>mereka sendiri dan menjadi pesaing berat. Hingga kini, ada banyak sekali merek smartphone bertebaran di muka bumi.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>iPhone memang telah merevolusi dunia digital. Kenyamanan yang kita dapatkan dari gawai di genggaman kita berawal ketika iPhone mulai dijual.</p>
<p>Hampir semua jenis aktivitas bisa kita lakukan melalui smartphone, mulai dari bermain game, membuat catatan, mengirim surel, bertukar pesan dengan gratis, dan lain sebagainya.</p>
<p>Akan tetapi, terkadang kita melupakan jasa orang-orang yang ada di balik pembuatan produk tersebut. Mereka ini adalah pahlawan yang namanya sering tidak disebutkan.</p>
<p>Oleh karena itu, tulisan ini mengajak kepada para Pembacanya untuk bisa menghargai orang-orang yang ada di balik layar, bukan sekadar orang-orang yang selalu mendapatkan <em>spotlight</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 2 Februari 2020, terinspirasi setelah menonton video seputar sejarah iPhone</p>
<p>Foto: <a href="https://qz.com/881051/iphone-aapl-10-year-anniversary-how-people-described-it-in-2007/">Quartz</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=24O00Jz8R04">ColdFusion</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=xxBc1c3uAJw">Wall Street Journal</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=vN4U5FqrOdQ">Steve Jobs iPhone Presentation</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Feb 2020 08:25:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa smartphone buatan Apple, iPhone, telah merevolusi industri digital hampir secara keseluruhan. Sebelum produk ini diperkenalkan oleh mendiang Steve Jobs tahun 2007, yang disebut smartphone adalah HP-HP dengan keyboard plastik. Pemain besarnya antara lain Nokia, Blackberry, hingga Motorola. Ketika melakukan presentasi biasa, Jobs mengatakan akan mengumumkan tiga produk sekaligus yang ternyata [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa smartphone buatan Apple, <strong>iPhone</strong>, telah merevolusi industri digital hampir secara keseluruhan.</p>
<p>Sebelum produk ini diperkenalkan oleh mendiang <strong>Steve Jobs </strong>tahun 2007, yang disebut smartphone adalah HP-HP dengan keyboard plastik. Pemain besarnya antara lain Nokia, Blackberry, hingga Motorola.</p>
<p>Ketika melakukan presentasi biasa, Jobs mengatakan akan mengumumkan tiga produk sekaligus yang ternyata semuanya hanya terdapat pada satu perangkat:</p>
<ul>
<li><em>Widescreen iPod with touch screen control</em></li>
<li><em>A revolutionary mobile phone</em></li>
<li><em>Breakthrough internet communicator</em></li>
</ul>
<p>iPhone menggebrak industri smartphone karena menawarkan banyak hal baru, mulai dari layar <em>touchscreen</em>, <em>swipe to unlock</em>, kecepatan <em>scrolling</em>-nya yang hanya butuh satu usapan, hingga istilah <em>pinch </em>untuk memperkecil dan memperbesar gambar.</p>
<p>Hanya saja, ada beberapa sejarah kelam yang tidak diketahui oleh orang banyak mengenai bagaimana iPhone bisa lahir. Ada pengorbanan yang luar biasa besar dari orang-orang yang menciptakannya di belakang panggung.</p>
<h3>Bukan Penemu <em>Multi-Gesture</em></h3>
<p><div id="attachment_3390" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3390" class="size-large wp-image-3390" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3390" class="wp-caption-text">Cikal Bakal Multi-touch (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.microsoft.com/buxtoncollection/detail.aspx?id=213" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjm5smmtrLnAhWPXisKHa28AqcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Microsoft</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis berkali-kali menonton presentasi Jobs dalam memperkenalkan iPhone, sehingga bisa berkata banyak seputar acara perilisan iPhone.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Jobs mengatakan bahwa Apple telah mematenkan teknologi <em>multi-gesture </em>yang membuat layar mampu membaca apa yang kita lakukan pada layar tergantung gerakan jari yang dilakukan.</p>
<p>Masalahnya, teknologi tersebut bukanlah murni buatan Apple, melainkan temuan dari <em>startup </em>kecil bernama <em><strong>Fingerworks</strong> </em>yang didirikan oleh <strong>Wayne Westerman</strong>.</p>
<p>Hal ini berawal dari seorang karyawan Apple membawa alat buatan <em>Fingerworks </em>karena mengalami masalah pergelangan tangan. Rekan-rekannya di Apple tertarik dan mencoba untuk membuat sesuatu dari teknologi tersebut.</p>
<p>Kepala bagian desain Apple, <strong>Johnny Ive</strong>, mencoba untuk memberitahu Jobs mengenai ide ini. Hasilnya? Jobs menolaknya dengan mengatakan bahwa produk tersebut hanya akan digunakan untuk orang-orang yang ingin membaca di toilet.</p>
<p>Ive sedikit tersinggung dengan respon Jobs, dan tim secara diam-diam terus mengembangkan bagaimana layar <em>touchscreen </em>ini akan menjadi masa depan Apple. Jobs sendiri pada akhirnya berubah pikiran.</p>
<p>Penulis tidak terlalu mengerti kronologi pastinya, yang jelas pada saat itu Apple juga sedang mengembangkan cikal bakal iPad di masa depan, sebuah komputer layar sentuh.</p>
<p>Untuk itu, Apple memutuskan untuk membeli <em>Fingerworks. </em>Semenjak itu, nama Westerman seolah hilang begitu saja. Bahkan ketika iPhone diperkenalkan, ia tidak mendapatkan undangan acara.</p>
<h3>Tony Fadell vs Scott Forshall</h3>
<p><div id="attachment_3391" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3391" class="size-large wp-image-3391" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3391" class="wp-caption-text">Tony Fadell (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjp4pGDtrLnAhWIYysKHWVaCO0QjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.theinformation.com%2Farticles%2Ftony-fadell-leaving-nest&amp;psig=AOvVaw18PFxJv0HNrp3eDrwxeyY_&amp;ust=1580717586014588" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjp4pGDtrLnAhWIYysKHWVaCO0QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Information</span></a>)</p></div></p>
<p>Apple pernah bekerja sama dengan Motorola untuk membuat HP dengan fitur iTunes bernama Motorola ROKR. Hasilnya? Sampah. Produk tersebut benar-benar gagal total. Mungkin itulah yang menjadi motivasi Jobs untuk melirik pasar <em>mobile</em>.</p>
<p>Jobs, yang terkenal akan kekejamannya terhadap karyawannya, memberi tim tenggat waktu dua minggu untuk membuat konsep smartphone buatan Apple. Inilah awal mimpi buruk bagi karyawan-karyawan Apple.</p>
<p>Ada dua konsep yang sama-sama diajukan ke Jobs: antara mengembangkan iPod menjadi HP baru atau membuat Mac versi kecil. Jobs sendiri tidak yakin mana yang akan berhasil, sehingga ia meminta keduanya untuk melanjutkan riset.</p>
<p>Pada tahun 2005-an, Apple menjadi sangat sukses berkat keberhasilan iPod-nya. Sekitar 50% pemasukan Apple berasal dari penjualan iPod yang dipimpin oleh <strong>Tony Fadell</strong>.</p>
<p>Ia berusaha membuat smartphone berdasarkan perangkat iPod yang sudah ada. Kala itu, iPod memiliki kontrol yang mudah dengan sistem gulirnya. Akan tetapi ketika digunakan sebagai telepon, sistem tersebut tidak terlalu efektif.</p>
<p><div id="attachment_3392" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3392" class="size-large wp-image-3392" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3392" class="wp-caption-text">Scott Forstall (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=apngavjVJqE" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj29NKMtrLnAhWMdn0KHfocDOYQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div></p>
<p>Di sisi lain, kepala <em>multi-touch </em>MacOS bernama <strong>Scott Forstall </strong>juga menyiapkan sebuah prototipe smartphone dengan layar <em>touchscreen </em>yang berbasis MacOS. Singkat cerita, ide dari tim Forshall lah yang akan dipilih untuk menjadi iPhone.</p>
<p>Ketika Jobs melakukan presentasi iPhone, ia menghapus kontak Fadell di hadapan penonton. Beberapa menganggap bahwa itu adalah pertanda Fadell akan segera dipecat dari Apple.</p>
<p>Fadell sendiri akhirnya keluar tak lama berselang setelah perilisan iPhone. Forstall sendiri juga dipecat pada tahun 2012 akibat kegagalan aplikasi Maps pada iOS 6.</p>
<h3>Masih Ada Hal Kelam Lainnya</h3>
<p>Kerasnya persaingan dalam membuat iPhone tidak hanya terjadi di level manajer, karyawan yang ada di level bawah pun kecipratan stresnya.</p>
<p>Bahkan mereka mungkin yang paling besar menerima tekanannya. Penulis akan menuliskannya lebih dalam pada bagian kedua tulisan ini.</p>
<p>Selain itu, sebenarnya apa peran Jobs dalam membuat iPhone? Mengapa ia yang justru paling banyak menerima kredit dan pujian dari pengguna iPhone?</p>
<p>Lantas, apakah benar iPhone mengubah industri telepon genggam secara keseluruhan sedangkan ia memiliki banyak fitur yang tidak dimiliki? Semua akan Penulis bahas pada bagian kedua dari tulisan <strong><em>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone</em></strong>!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 2 Februari 2020, terinspirasi setelah menonton video seputar sejarah iPhone</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjGpMXFtbLnAhWMXisKHS-wDpQQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fqz.com%2F881108%2Fwatch-steve-jobs-unveil-the-apple-aapl-iphone-on-jan-9-2007%2F&amp;psig=AOvVaw15SunXZHAMAoE7eCxsa7Ae&amp;ust=1580717447105392">Quartz</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=24O00Jz8R04">ColdFusion</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=xxBc1c3uAJw">Wall Street Journal</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=vN4U5FqrOdQ">Steve Jobs iPhone Presentation</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
