<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jatuh Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/jatuh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/jatuh/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2021 10:17:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>jatuh Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/jatuh/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Semakin Tinggi Harapannya, Semakin Sakit Jatuhnya</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 10:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspetasi]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bung Karno pernah membuat quote yang berbunyi, &#8220;bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.&#8221; Sayangnya realita berbicara lain, setidaknya menurut Penulis. Ketika kita memiliki harapan yang tinggi, jatuhnya juga akan tinggi. Kalau jatuhnya tinggi, rasa sakit yang diterima pun akan begitu terasa. Hal ini bisa berlaku di mana pun, entah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/">Semakin Tinggi Harapannya, Semakin Sakit Jatuhnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bung Karno pernah membuat <em>quote </em>yang berbunyi, &#8220;<em>bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang</em>.&#8221;</p>



<p>Sayangnya realita berbicara lain, setidaknya menurut Penulis. Ketika kita memiliki harapan yang tinggi, jatuhnya juga akan tinggi. Kalau jatuhnya tinggi, <strong>rasa sakit yang diterima pun akan begitu terasa</strong>.</p>



<p>Hal ini bisa berlaku di mana pun, entah itu masa depan, cita-cita, karir, percintaan, dan lain sebagainya. Semua hal yang bisa membuat kita berharap dapat membuat kita merasa sakit juga.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Bersiap untuk Merasa Kecewa</h2>



<p>Tulisan ini terinspirasi dari salah satu video dari Jerome Polin ketika ia membuat video ulang tahunnya. Pembaca bisa menonton videonya di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="(10C3-110Ln(e)+13) TAHUN! AWALNYA MAU NGEPRANK, EH MALAH..." width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/MFAO1o5Dp8g?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ada satu <em>quote </em>darinya yang sangat cocok untuk tema tulisan kali ini, yakni:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Gak ada salahnya berekspetasi, tapi juga harus mempersiapkan hati untuk menerima fakta yang tidak menyenangkan.&#8221;</p><cite>Jerome Polin</cite></blockquote>



<p>Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berharap, toh itu salah satu sifat dasar manusia. Hanya saja, kita juga harus mempersiapkan hati apabila yang diharapkan tidak terjadi.</p>



<p>Contohnya adalah kisah Jerome yang berharap akan diberikan kejutan oleh teman-temannya ketika jam 12 tepat. Ternyata tidak ada yang datang, walau akhirnya jam 1 lewat sedikit ada beberapa orang yang memberi kejutan.</p>



<p>Ketika kita berharap pada sesuatu, maka kita harus mempersiapkan diri apabila <a href="https://whathefan.com/karakter/dikecewakan-ekspektasi/">harapan tersebut tidak terjadi</a>. Jangan hanya membayangkan senangnya saja, kecewanya pun harus dipersiapkan.</p>



<p>Penulis akan mengambil contoh harapan tentang hubungan kita dengan seseorang. Anggaplah kita menyayangi seseorang dan berharap bisa menjadi pasangannya. Sayangnya, harapan kita tidak terkabul karena cinta kita bertepuk sebelah tangan.</p>



<p>Salah seorang <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kok-mainnya-sama-anak-kecil/">&#8220;adik&#8221; Penulis</a> pernah berkata bahwa ketika ia sudah memutuskan untuk menyayangi seseorang, ia telah sadar perasaan tersebut sudah sepaket dengan perasaan kecewa.</p>



<p>Dalam contoh ini, berharap orang memberikan rasa sayang yang sebesar kita berikan bisa menimbulkan kekecewaan jika tidak terealisasi. Maka dari itu, ketika memutuskan untuk menyayangi seseorang, kita harus bersiap menelan pil terpahitnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Agar Jatuhnya Tidak Sakit</h2>



<p>Secara garis besar, ada dua cara yang bisa kita lakukan agar kita tidak terlalu merasa sakit ketika terjatuh: <strong>ekspetasinya yang diturunkan</strong> atau <strong>kitanya yang harus menguatkan diri</strong>.</p>



<p>Cara pertama, kita harus bisa mengukur seberapa ekspetasi yang dikeluarkan. Jangan sampai ekspetasi tersebut tidak realistis sehingga kemungkinan tidak jatuhnya kecil.</p>



<p>Mengelola harapan jelas bukan perkara mudah. Untuk masalah ini, kita harus menyadari bahwa ada kalanya kita tidak berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan dan percaya akan mendapatkan ganti yang lebih baik.</p>



<p>Cara kedua, ibaratnya seperti lagu <em>Terlatih Patah Hati </em>karya The Rain feat Endank Soekamti. Kita harus menempa diri hingga menjadi sosok yang tangguh dan seringnya hal ini bisa terjadi karena telah terbiasa.</p>



<p>Kalau kitanya bisa bertahan dari rasa sakit dan kecewa apapun, mau jatuh setinggi apapun kita akan tetap merasa kuat dan hanya merasa sedikit terluka. Dengan kepala tegak kita bisa kembali melanjutkan hidup.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Mengulang perkataan Jerome, tidak ada yang salah dari berekspetasi. Hanya saja, kita juga harus mempersiapkan diri jika hal yang diinginkan tidak terjadi.</p>



<p>Semakin tinggi harapan, semakin tinggi pula jatuhnya jika tidak kesampaian. Oleh karena itu, kita yang harus pintar-pintar mengelola harapan atau melatih diri menjadi sosok yang bisa menahan sakitnya terjatuh.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 31 Juli 2021, terinspirasi setelah menonton video dari Jerome Polin</p>



<p>Foto: <a href="https://novocom.top/view/2e361f-anime-girl-falling-from-the-sky-base/">Anime Girl Falling From The Sky Base &#8211; Novocom.top</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/">Semakin Tinggi Harapannya, Semakin Sakit Jatuhnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/semakin-tinggi-harapannya-semakin-sakit-jatuhnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Seperti Boneka Daruma</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-seperti-boneka-daruma/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-seperti-boneka-daruma/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2021 01:52:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[boneka daruma]]></category>
		<category><![CDATA[Doraemon]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nobita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4852</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara nonton film Stand By Me 2 Doraemon, Penulis jadi teringat salah satu panel komik Doraemon yang mengharukan. Sama seperti fokus cerita film ini, cerita panel tersebut juga memiliki keterkaitan dengan nenek Nobita. Ceritanya, Nobita sedang bermain dengan mainan-mainan dari masa kecilnya berkat alat dari Doraemon. Ia begitu senang karena bisa memunculkan alat-alat berdasarkan memorinya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-seperti-boneka-daruma/">Menjadi Seperti Boneka Daruma</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara nonton film <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-stand-by-me-doraemon-2/">Stand By Me 2 Doraemon</a>, Penulis jadi teringat salah satu panel komik Doraemon yang mengharukan. Sama seperti fokus cerita film ini, cerita panel tersebut juga memiliki keterkaitan dengan nenek Nobita.</p>



<p>Ceritanya, Nobita sedang bermain dengan mainan-mainan dari masa kecilnya berkat alat dari Doraemon. Ia begitu senang karena bisa memunculkan alat-alat berdasarkan memorinya. Doraemon pun mengingatkan Nobita, jangan sampai ia terbuai masa lalu sampai lupa masa depannya.</p>



<p>Apa jawaban dari Nobita? Ia mengatakan: </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Buat apa memikirkan masa depan, jauh lebih menyenangkan masa lalu.&#8221; </p></blockquote>



<p>Hal ini sebenarnya wajar, mengingat masa kini Nobita tidak terlalu menyenangkan. Dirinya kerap dicap bodoh dan hampir tidak bisa melakukan apa-apa. Hampir setiap hari ia di-<em>bully </em>oleh Giant dan Suneo. Jika tidak ada Doraemon, mungkin hidupnya akan terus mengalami kesialan.</p>



<p>Akan tetapi, Nobita lantas menemukan sebuah <strong>mainan boneka daruma</strong>. Gara-gara itu, ia teringat oleh neneknya dan memori masa kecilnya melintas begitu saja.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4855" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Nobita dan Nenek (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://themovielist.net/movielist/movie/132382/Doraemon--A-Grandmother-s-Recollections;jsessionid=27rfsrz1qw7twy3y1qzyd8pc">TheMovieList.net</a>)</figcaption></figure>



<p>Waktu itu, ceritanya Nobita tengah terjatuh di halaman dan menangis. Tiba-tiba, di sampingnya menggelinding sebuah boneka daruma. Ternyata, boneka tersebut dilemparkan oleh neneknya yang sedang sakit.</p>



<p>Nobita pun segera mengambil boneka tersebut dan segera menuntuk neneknya untuk kembali masuk ke rumah. Neneknya pun berkata, dirinya punya harapan agar Nobita bisa tumbuh seperti boneka daruma. <strong>Mau jatuh berapa kali pun, boneka daruma akan selalu bangkit lagi.</strong></p>



<p>Nobita kecil pun berjanji kalau dirinya akan menjadi seperti boneka daruma. Nobita pun menangis ketika mengingat kenangan ini karena tak lama seperti itu, nenek yang sangat menyayanginya meninggal dunia. </p>



<p>Nobita pun segera bangkit dan mulai belajar agar bisa menjadi seperti apa yang diharapkan oleh neneknya. Ia ingin menjadi seperti boneka daruma yang selalu bangkit, sebanyak apapun ia jatuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jatuh 99 Kali, Bangkit 100 Kali</h2>



<p>Dalam film Batman Begins, Alfred pernah berkata kepada Bruce Wayne muda:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-2.bak_-1024x576.png" alt="" class="wp-image-4857" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-2.bak_-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-2.bak_-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-2.bak_-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-2.bak_.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>(<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://uxmisfit.com/2017/02/05/inspiring-quote-6-why-do-we-fall-so-we-can-learn-to-pick-ourselves-up/">UXMISFIT.COM</a>)</figcaption></figure>



<p>Kalau kita tidak pernah terjatuh, kita tidak akan pernah belajar bagaimana caranya untuk bangkit. <strong>Jatuh sekali, bangkit dua kali. Jatuh 99 kali, bangkit 100 kali.</strong> Mau berapa kali pun gagal, kita akan terus berusaha lebih baik lagi.</p>



<p>Memang, terkadang ada kalanya kita menyadari diri kita penuh dengan keterbatasan. Ada sesuatu yang seolah ditakdirkan tidak akan berhasil kita lakukan. Menyadari kapasitas diri, bukan merasa pesimistis, juga penting dalam hidup ini.</p>



<p>Jika kita tidak pernah belajar tentang astronomi dan tidak pernah melatih fisik, jangan bermimpi untuk menjadi seorang astronot. Jika kita memiliki kekurangan fisik yang membuat kita tidak bisa menjadi sesuatu, jangan dipaksakan.</p>



<p>Setelah mengetahui kemampuan diri, kita bisa menentukan apa saja yang ingin kita kejar dalam hidup ini sesuai dengan kemampuan tersebut. Belajar, berlatih, menjalin relasi dengan orang lain, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tujuan hidup kita.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4856" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/menjadi-seperti-boneka-daruma-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Terjatuh (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://medium.com/@TonyLoyd/trust-falling-while-naked-e877a16918c3">Medium</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam perjalanannya, kita mungkin akan mengalami yang namanya kegagalan. Hal itu sangat wajar dan bisa terjadi pada siapapun. Perusahaan sebesar Google dan Microsoft pun pernah mengeluarkan produk yang gagal total di pasaran.</p>



<p>Yang penting, jangan mudah menyerah. Sekali gagal, kita coba lagi dengan cara yang lain. Dua kali gagal, coba lagi dengan cara yang lain. Jika kita terus-menerus menemui kebuntuan, mungkin ada yang salah dengan tujuan kita dan tidak ada salahnya untuk mengubah tujuan tersebut.</p>



<p>Penulis akan mengambil contoh dari kehidupannya sendiri. Penulis sudah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">empat kali gagal ketika mencoba mengambil beasiswa S2 keluar negeri</a>. Setelah kegagalan keempat, Penulis berpikir untuk mengubah tujuan tersebut dengan mencoba bekerja dulu.</p>



<p>Penulis pun <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">mendapatkan pekerjaan di bidang media di Jakarta</a>, area pekerjaan yang menjadi <em>passion </em>Penulis. Siapa yang menyangka Penulis merasa nyaman bekerja di area ini dan sedang meniti karirnya. Tujuan untuk mendapatkan beasiswa pun teralihkan. Penulis sekarang ingin menjadi seorang profesional di bidang ini.</p>



<h2 class="has-text-align-center wp-block-heading">***</h2>



<p>Kita tidak benar-benar tahu apa yang terbaik untuk diri kita. Tuhan yang Maha Tahu lah yang benar-benar mengetahuinya. Bisa saja kita sengaja digagalkan di satu tempat untuk mendapatkan yang terbaik di tempat lain, terkadang tanpa pernah kita duga sama sekali.</p>



<p>Untuk itu, tugas kita sebagai manusia adalah terus berusaha bangkit dari kegagalan-kegagalan yang akan kita temui dalam hidup. Sama seperti boneka daruma, <strong>kita harus terus bangkit walaupun harus terjatuh berapa kali pun.</strong></p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 2 April 2021, terinspirasi setelah teringat salah satu panel komik Doraemon yang membahas boneka daruma.</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://blog.govoyagin.com/daruma/">Voyagin Blog</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-seperti-boneka-daruma/">Menjadi Seperti Boneka Daruma</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-seperti-boneka-daruma/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
