Connect with us

Film & Serial

Setelah Menonton Stand By Me Doraemon 2

Published

on

Sejak kecil, Penulis gemar membaca komik. Salah satunya adalah Doraemon. Penulis rasanya sudah membaca semua jilidnya, baik yang biasa maupun yang seri Petualangan. Apalagi, adik Penulis juga memiliki koleksi lengkap komiknya sehingga sewaktu-waktu bisa membaca ulang.

Untuk serial kartunnya (atau animenya) sendiri Penulis tidak terlalu mengikuti. Hanya selintas begitu saja ketika menyaksikan televisi di Minggu pagi. Pada dasarnya, Penulis lebih suka membaca komik daripada harus menonton animenya.

Beda cerita ketika Penulis menonton film Stand By Me yang pertama. Penulis menyukainya karena memasukkan banyak kepingan-kepingan cerita dari versi komiknya yang membuat Penulis bernostalgia. Dengan format tiga dimensi, Penulis merasa puas sekaligus haru ketika menonton film tersebut.

Ketika sekuelnya tayang di bioskop pada bulan Maret ini, Penulis pun tertarik untuk menontonnya. Setelah menjalani protokol kesehatan secara ketat, akhirnya Penulis kembali menonton di bioskop setelah 1.5 tahun!

Jalan Cerita Stand By Me Doraemon 2

Menurut Penulis, film pertama tidak memiliki fokus cerita, hanya menggabungkan apa yang pernah disajikan dalam format komik. Bagian Nobita yang membuktikan kalau dirinya bisa hidup tanpa Doraemon hanya menjadi klimaks cerita.

Nobita Bertemu Nenek (SciFi Japan)

Hal yang berbeda akan kita temukan pada sekuelnya. Fokus utama di sini adalah bagaimana Nobita merindukan neneknya dan memutuskan untuk pergi ke masa lalu. Di sana, Nobita mendengar permintaan neneknya yang ingin melihat Nobita menikah sebelum dirinya meninggal.

Kalau di versi komiknya, Nobita akan kembali ke masa kini dan pergi ke rumah Shizuka dan mengajaknya menikah. Kalau di versi filmnya ini, Nobita pergi ke masa depan untuk melihat bagaimana dirinya menikah dengan Shizuka.

Mereka pun menemui masalah, di mana Nobita dewasa ternyata kabur di hari pernikahan! Ia merasa belum siap sehingga merepotkan banyak sekali orang. Untuk sementara waktu, Nobita masa kini pun berubah menjadi Nobita dewasa dan menciptakan banyak kekacauan.

Bertukar Tubuh (Travelmaker Indonesia)

Nobita dewasa ternyata kabur ke masa kini sebelum ditemukan oleh Nobita masa kini dan Doraemon. Setelah menjalani berbagai kejadian (termasuk bertukar tubuh hingga hampir membahayakan nyawa mereka), Nobita dewasa mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dan akhirnya siap untuk melanjutkan acara pernikahannya.

Di sisi lain, Nobita masa kini dan Doraemon membawa nenek ke masa depan agar ia bisa melihat secara langsung prosesi pernikahan cucunya tersebut. Setelah itu, mereka pun pulang ke rumah dan waktu masing-masing.

Kesan Setelah Menonton Stand By Me Doraemon 2

Menarik untuk Penggemar Doraemon (Skyegrid Media)

Jika mengharapkan sebuah film animasi yang menawarkan jalan cerita menarik, Stand By Me Doraemon 2 jelas bukan pilihan yang tepat. Film ini lebih lebih ke arah “memberikan sesuatu yang baru kepada fans Doraeomon di seluruh dunia”.

Penulis sendiri ketika menonton film ini merasa bernostalgia dengan cerita-ceritanya. Setiap ada adegan yang muncul, Penulis sering berpikir, “Oh, ini dari komik yang ini, oh ini dari komik yang itu,” walaupun ada beberapa adegan yang benar-benar baru.

Sebagai bagian francise dari Doraemon, tentu ada banyak bagian-bagian yang lucu dan mengundang tawa. Hanya saja, tidak sampai membuat kita terbahak-bahak. Penulis sendiri hanya tertawa kecil beberapa kali.

Penulis justru menemukan satu pertanyaan besar yang tidak terjawab hingga film selesai: ke mana Doraemon di masa depan? Apakah ia telah pulang ke masa depan? Apakah ia rusak seperti versi komiknya sehingga memotivasi Nobita untuk belajar agar bisa memperbaiknya?

Mungkin jawaban dari pertanyaan ini sengaja disimpan untuk film ketiganya. Kalau memang benar seperti itu, kemungkinan besar film ketiganya akan memiliki jalan cerita yang akan menguras emosi penontonnya.

Selain itu, Penulis juga heran dengan betapa pesatnya kemajuan teknologi antara Nobita di masa kini dengan Nobita dewasa. Katakanlah Nobita menikah di usia 30-an, artinya ada jarak sekitar 20 tahun. Dalam waktu 20 tahun, bagaimana bisa Jepang menjadi secanggih di filmnya?

Film ini memberikan kita semua motivasi, anak sebodoh dan seceroboh Nobita saja bisa mendapatkan istri secantik, sepintar, dan sebaik Shizuka, masa kita kalah?

Lawang, 28 Maret 2021, terinspirasi setelah menonton film Stand By Me Doraemon 2

Foto: MARCUSGOHMARCUSGOH

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Film & Serial

Setelah Menonton Black Widow

Published

on

By

Setelah diundur selama lebih dari satu tahun karena adanya pandemi Covid-19, akhirnya film Black Widow rilis di bioskop dan layanan premium dari Disney+.

Sebagai penggemar film-film MCU, jelas film ini layak masuk ke dalam daftar tonton. Walau bukan penggemar karakter Natasha Romanoff yang diperankan oleh Scarlett Johansonn, rasanya tetap menarik menonton film solonya ini.

Karena sudah hampir dua minggu semenjak perilisannya pada tanggal 9 Juli 2021, rasanya Penulis sudah boleh menceritakan film yang satu ini. SPOILER ALERT!!!

Jalan Cerita Black Widow

Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa film Black Widow ini mengambil setting waktu antara film Captain America: Civil War dan Avengers: Infinity Wars. Hanya saja, kita diajak untuk kilas balik terlebih dahulu.

Nat Muda (Screen Rant)

Kisah bermula dari tahun 1995, ketika Natasha Romanoff kecil (Ever Anderson) hidup bersama “keluarga” mata-mata Uni Soviet di daerah Ohio, Amerika Serikat.

Ia memiliki seorang “adik” bernama Yelena Belova (Violet McGraw). Mereka tinggal bersama “ayah” dan “ibu” bernama Alexei (David Harbour) dan Melina (Rachel Weisz).

Suatu hari, mereka dikejar yang harus membuat mereka kabur ke Kuba. Sejak hari itu, Natasha dan Yelena pun menjadi pasukan yang dilatih di Red Room pimpinan Dreykov (Ray Winstone).

Kabur ke Norwegia (NewsBezzer)

Setelah kilas balik, kita bisa melihat kalau Nat sedang dikejar-kejar oleh Secretary Ross (William Hurt) karena penyerangannya kepada Raja Wakanda alias Black Panther. Ternyata, Nat sudah kabur hingga ke Norwegia.

Suatu hari, ia mendapatkan kiriman misterius. Gara-gara benda tersebut, ia diserang oleh Taskmaster (Olga Kurylenko) di tengah perjalanan. Namun, Nat berhasil menyelamatkan diri.

Ketika memeriksa barang tersebut, ia menyadari kalau pengirimnya adalah adiknya, Yelena (Florence Pugh). Ia pun memutuskan untuk pergi ke Budapest untuk menemuinya.

Nat dan Yelena (Movie News)

Setelah bertarung singkat, Nat dan Yelena harus menyelamatkan diri dari kejaran para pasukan Widow. Mereka mengincar cairan yang digunakan untuk menyadarkan para pasukan Widow dari pengaruh Dreykov tersebut.

Nat terkejut ketika mengetahui bahwa Dreykov masih hidup. Padahal, ia bersama Hawkeye pernah melakukan percobaan pembunuhan yang ternyata gagal. Ia pun berambisi untuk membunuh Dreykov dan menyelamatkan para Widow.

Untuk itu, mereka membutuhkan bantuan kepada ayah dan ibu mereka. Mereka mengeluarkan Alexei dari penjara, lantas Alexei menunjukkan di mana Melina tinggal.

Red Room (International Business Times)

Melina ternyata memberitahu Dreykov kalau Nat dan Yelena ada di rumahnya. Mereka semua pun dibawa ke markas Red Room yang ternyata berada di semacam markas terbang di langit.

Plot twist terjadi ketika ternyata Melina dan Nat bertukar peran dengan menggunakan topeng penyamaran. Singkat cerita, pertarungan pun terjadi di markas tersebut dan tentu saja kubu Nat berhasil meruntuhkan Red Room untuk selamanya.

Beberapa minggu setelah pertempuran tersebut, kita bisa melihat Nat sudah berambut seperti di film Avengers: Infinity Wars. Berkat bantuan temannya, ia bisa mendapatkan Quinjet dan hendak menyelamatkan para Avengers yang ditahan oleh pemerintah.

Yelena dan Val (The Direct)

Sama seperti film MCU lainnya, film ini juga memiliki adegan post-credit di mana kita bisa melihat Yelena mengunjungi makam Nat yang gugur di film Avengers Endgame.

Yang mengejutkan, tiba-tiba di sebelahnya muncul Val (Julia Louis-Dreyfus) yang sempat kita lihat di serial The Falcon and the Winter Soldier.

Ternyata, Yelena bekerja untuk Val. Ia diberi misi khusus: membunuh Hawkeye yang dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian Natasha!

Setelah Menonton Black Widow

Film Black Widow merupakan keinginan fans yang sudah lama digaungkan untuk tayang. Sayangnya karena beberapa alasan, justru film Captain Marvel lah yang menjadi film superhero wanita solo pertama.

Bagi Penulis sendiri, film ini memiliki alur cerita yang rapi dan hampir tidak memiliki plot hole. Mungkin ada satu, di mana Nat berhasil selamat setelah mengalami berbagai peristiwa yang harusnya membunuh seorang manusia biasa.

Hanya saja, Penulis merasa film ini bagus yang standar saja. Kalau ada fans yang memberi nilai 10/10 ya tidak apa-apa, tapi bagi Penulis sendiri nilainya tidak sampai setinggi itu.

Aksi dan Dramanya Cukup Seimbang (Polygon)

Apa yang kuat dari film ini adalah kuatnya chemistry antara Scarlett dan Florence sebagai pemeran Nat dan Yelena. Rasanya hubungan mereka benar-benar terasa dekat dan intim, apalagi ketika Yelena memberikan vest kesayangannya ke Nat.

Bicara soal Yelena, bisa dibilang ia mencuri panggung di film ini. Meskipun film ini berpusat pada Nat, banyak yang salah fokus dan langsung menyukai karakter Yelena.

Dibandingkan dengan Nat yang serius, Yelena terasa lebih asyik dan sedikit kekanakan. Favorit Penulis adalah adegan ketika ia bergidik setelah mencoba pose mendarat ala Nat.

Yelena Mencuri Perhatian (YouTube)

Yang kurang dari film ini adalah kehadiran Taskmaster yang kurang terasa dampaknya. Karakternya adalah tipikal villain yang akan segera mudah dilupakan oleh para fans.

Film ini bisa menjadi film solo yang bagus untuk Nat dan menjawab banyak pertanyaan dari fans selama ini. Gabungan antara aksi dan dramanya bisa disajikan secara berimbang dan tidak berlebihan.

Sayangnya, mungkin film ini menjadi film terakhir kita melihat Scarlett Johansson di MCU. Hanya saja, Penulis tidak keberatan jika Florence Pugh akan menggantikannya sebagai Black Widow baru.

Peringkat: 7 dari 10.

Lawang, 25 Juli 2021, terinspirasi setelah menonton Black Widow

Foto: GamesRadar

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Loki (Bagian 2)

Published

on

By

Jika boleh memberikan peringkat kepada tiga serial Marvel yang sudah tayang, Penulis akan memberikan peringkat seperti ini:

  1. WandaVision (8/10)
  2. Loki (7.5/10)
  3. The Falcon and the Winter Soldier (5/10)

Penulis menyukai serial Loki karena ceritanya yang penuh dengan misteri dan cukup sulit untuk ditebak. Hanya saja, Penulis lebih menyukai jalan cerita WandaVision karena beberapa alasan.

Pada tulisan kali ini, Penulis akan memberikan opininya tentang serial Loki per episode

Episode 1: Pembukaan yang Mantap

Sisi Lain Loki (The Mary Sue)

Sebagai pembuka, episode bisa menjadi pembukaan yang luar biasa. Kita bisa melihat bagaimana Loki yang terlihat begitu kuat sebagai main villain di film The Avengers menjadi tidak berdaya ketika ditangkap TVA.

Salah satu adegan yang menurut Penulis lucu adalah ketika Loki buru-buru mencari tiketnya ketika melihat tersangka lain direset begitu saja oleh pasukan TVA.

Ketika melakukan interview dengan Mobius, kita bisa melihat sisi lain Loki yang mungkin selama ini belum pernah kita lihat. Adegan ketika ia menangis ketika melihat Frigga dan Odin mati benar-benar menyentuh hati.

Peringkat: 9 dari 10.

Episode 2: Melihat Kecerdasan Loki

The Metaphor Guy (The Direct)

Salah satu alasan Loki direkrut oleh Mobius adalah untuk membantunya menangkap varian Loki lain yang menyebabkan keonaran di The Sacred Timeline. Mobius butuk sudut pandang dari Loki.

Oleh karena itu, di episode 2 kita bisa melihat kecerdasan Loki dalam menemukan lokasi varian Loki lain tersebut, yang nantinya kita ketahui bernama Sylvie.

Loki adalah karakter yang suka menggunakan metafora. Hal itulah yang membuatnya menggunakan salad milik Mobius untuk menjelaskan teorinya di mana Sylvie kemungkinan akan bersembunyi di timeline yang akan kiamat.

Segala teori yang diajukan Loki benar dan TVA berhasil menemukan tempat Sylvie bersembunyi. Hanya saja, pada akhirnya Loki “berkhianat” dengan mengejar Sylvie dan meninggalkan Mobius.

Peringkat: 8 dari 10.

Episode 3: Telenovela

Kisah Roman Diri Sendiri (CNET)

Episode 3 berfokus pada hubungan antara Loki dan Sylvie. Mereka yang awalnya bertikai bisa memiliki perasaan cinta. Mungkin, ini adalah salah satu bukti bahwa Loki adalah karakter yang narsis. Kalau ia mencintai seseorang, pasti dirinya sendiri.

Oleh karena itu, episode 3 ini bisa dibilang mirip dengan telenovela yang menjual kisah benci jadi cinta. Hanya melalui beberapa percakapan dalam waktu kurang dari 1 hari, bisa timbul chemistry sekuat itu.

Yang Penulis suka dari episode ini adalah adegan ketika mereka berdua berusaha mencapai pesawat penyelamat yang menggunakan teknik seolah-olah diambil one shot. Menurut Penulis, itu teknik yang keren dan menarik.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 4: TERBAIK!!!!

Memberi Efek Terkejut (Inverse)

Di antara semua episode yang dimiliki oleh Loki, Penulis paling menyukai episode ini. Bahkan, Penulis menontonnya sampai tiga kali saking sukanya dengan episode ini.

Dari awal hingga akhir, episode ini terasa begitu intens dan penuh dengan kejutan. Yang pertama adalah ketika ada cameo dari Lady Sif yang absen di film Thor: Ragnarok.

Setelah itu, kejadian ketika Mobius direset benar-benar memberikan efek kejutan yang tidak menyenangkan. Bagaimana Mobius bercerita tentang keinginannya untuk menjalani kehidupan sebelum TVA benar-benar menyedihkan.

Untuk plot twist tentang Time Keepers yang ternyata hanya robot, sebenarnya Penulis sudah menebaknya. Yang mengejutkan tentu saja ketika Loki direset oleh Renslayer hingga rasanya ingin mengumpat.

Apalagi, episode ini memiliki adengan post-credit di mana Loki bertemu varian lainnya di The Void. Episode ini bisa dibilang nyaris sempurna!

Peringkat: 10 dari 10.

Episode 5: Sedikit Mengulur-Ulur Waktu

Sedikit Absurd (The Tech Hack)

Dalam salah satu wawancara, Tom Hiddleston mengatakan kalau episode favoritnya adalah episode 4 dan 5. Melihat betapa bagusnya episode 4, Penulis pun jadi berharap banyak pada episode 5.

Sayangnya, ekspetasi Penulis terlalu tinggi. Jika dibandingkan dengan episode sebelumnya, episode ini terasa biasa saja dan terasa sedikit mengulur-ulur waktu.

Ketika para Loki bertikai demi memperebutkan tahta, entah mengapa rasanya sangat absurd dan aneh. Lalu, bagaimana Mobius bisa menemukan mobil yang berfungsi sehingga menyelamatkan Sylvie?

Loki dan Sylvie akhirnya bertemu, sehingga cerita ala telenovela kembali terjadi sebelum mereka berusaha untuk menyerang Alioth. Di sini, kita juga bisa melihat Classic Loki sedikit overpowered dengan menciptakan ilusi Asgard yang luar biasa.

Peringkat: 6 dari 10.

Episode 6: Akhir yang Menggantung

He Who Remains (Collider)

Sebagai pamungkas, episode 6 terasa sedikit kurang nendang, berbeda dengan ending dari WandaVision walaupun jelas jauh lebih baik dari ending TFATWS.

Kehadiran He Who Remains yang diperankan oleh Jonathan Majors sebenarnya sudah banyak ditebak oleh fans, walaupun tebakannya ia akan muncul sebagai Kang the Conqueror.

Di episode ini, kita akan banyak disuguhkan dialog antara He Who Remains, Loki, dan Sylvie. Intinya, percakapan tersebut menimbulkan perbedaan pendapat antara Loki dan Sylvie.

Hanya saja, ending yang dimiliki oleh Loki memang memberikan dampak yang besar karena multiverse menjadi berantakan semenjak He Who Remains dibunuh oleh Sylvie.

Seperti yang telah banyak diketahui oleh fans, phase 4 dari MCU akan berfokus pada multiverse. Film Spider-Man: No Way Home dan Doctor Strange in the Multiverse of Madness kemungkinan besar terjadi karena hal ini.

Peringkat: 7 dari 10.

Penutup

Serial Loki berhasil menyuguhkan cerita yang menarik dan memiliki pengaruh yang besar terhadap MCU ke depannya. Akhirnya memang menggantung, tapi bisa dimaklumi mengingat serial ini memiliki season kedua.

Berbeda dengan TFATWS yang memiliki banyak karakter lama, bisa dibilang hanya Loki yang karakter lama. Selain itu, semua karakter yang baru diperkenalkan di serial ini.

Penulis secara pribadi menyukai akting Owen Wilson sebagai Mobius. Untuk akting Sophia Di Martino sendiri sebagai Sylvie, awalnya terlihat kebanting dengan akting-nya Tom Hiddleston, walau di episode selanjutnya semakin membaik.

Selain itu untuk scoring-nya, Penulis paling menyukai scoring yang dimiliki oleh serial ini. Bisa dibilang, scoring yang dimililki adalah yang terbaik jika dibandingkan dua serial sebelumnya.

Hingga kini belum ada konfirmasi kapan season 2 akan dimulai, apakah tahun ini atau tahun depan setelah Doctor Strange in the Multiverse of Madness.


Lawang, 18 Juni 2021, terinspirasi setelah menonton serial Loki

Foto: Cinemags

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Loki (Bagian 1)

Published

on

By

Serial ketiga Marvel yang tayang di Disney+, Loki, baru saja merilis episode terakhirnya pada hari Rabu (14/7) kemarin. Oleh karena itu, sudah waktunya Penulis membuat artikel review-nya.

Banyak fans Marvel yang beranggapan kalau Loki adalah yang terbaik dibandingkan dengan dua serial sebelumnya, yakni WandaVision dan The Falcon and the Winter Soldier (TFATWS).

Kalau pengaruhnya ke Marvel Cinematic Universe (MCU), mungkin Loki memang memberikan dampak yang jauh lebih besar. Hanya saja, Penulis secara pribadi tetap lebih suka WandaVision dibandingkan Loki.

Apa Cerita Loki?

Sama seperti TFATWS, Loki memiliki 6 episode. Bedanya, Loki tayang setiap hari Rabu ketika dua serial sebelumnya tayang setiap hari Jumat.

Ceritanya sendiri berawal ketika para Avengers melakukan perjalanan waktu untuk mengambil Infinity Stones. Salah satu destinasi mereka adalah New York tahun 2012, ketika Loki (Tom Hiddleston) datang menyerang Bumi.

Sayangnya, kelalaian Tony Stark mengakibatkan Tesseract jatuh ke tangan Loki dan ia pun menggunakan benda tersebut untuk kabur. Nah, di sinilah petualangan Loki dimulai.

Episode 1: Glorious Purpose

Loki yang Kabur (Marvel)

Ketika kabur menggunakan Tesseract, Loki terdampar di gurun Gobi, Mongolia. Kehadirannya di sana langsung memancing datangnya Time Variance Authority (TVA).

Kaburnya Loki dianggap merusak The Sacred Timeline sehingga ia harus dibawa ke TVA untuk diadili. Loki pun dibuat tak berdaya dan harus menjalani serangkaian proses hukum.

Ketika berada di hadapan hakim Ravonna Renslayer (Gugu Mbatha-Raw), ia didakwa bersalah atas kejahatan waktu dan mendapatkan hukuman berupa direset.

Hanya saja, ia diselamatkan oleh salah satu agen TVA, Mobius M. Mobius (Owen Wilson). Sang agen butuh bantuan Loki untuk menangkap varian Loki yang lain.

Episode 2: The Variant

Loki dan Mobius (Vulture)

Loki secara resmi diperbantukan Mobius untuk menangkap variannya. Hanya saja, ia sempat berusaha menipu Mobius dan pasukan TVA lainnya sehingga sempat bermasalah.

Untungnya, Loki diberi kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa dirinya berguna. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Loki.

Loki pun memiliki gagasan kalau sang varian kemungkinan bersembunyi di timeline di mana kiamat akan terjadi. Alasannya, apapun yang akan dilakukan varian tidak akan memengaruhi The Sacred Timeline.

Setelah melakukan pencarian, Loki berkesimpulan bahwa varian Loki ini bersembunyi di Roxxcart Mall, Haven Hills, Alabama, pada tahun 2050.

Loki pun bertemu dengan variannya yang ternyata seorang wanita bernama Sylvie (Sophia Di Martino). Setelah berkonfrontasi, Loki pun mengejar varian dirinya dan meninggalkan Mobius.

Episode 3: Lamentis

Loki dan Sylvie (Marvel)

Sylvie ternyata berencana menyerang markas TVA dan Time Keepers. Sayangnya, rencana yang sudah ia susun bertahun-tahun digagalkan oleh Loki. Mereka berdua justru pergi ke planet Lamentis yang akan segera kiamat.

Tidak ingin berakhir di sana, Loki dan Sylvie pun berusaha untuk mencari keadaan yang bisa membawa mereka keluar dari planet tersebut. Pada episode ini, hubungan antara keduanya dibuat menjadi lebih dekat.

Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, mereka harus berhadapan dengan fakta bahwa kendaraan yang bisa membawa mereka keluar dari planet tersebut hancur karena ditabrak pecahan bulan.

Episode 4: The Nexus Event

Varian Loki Lainnya (Greenscene)

Mobius dan pasukan TVA terus berusaha mencari keberadaan Loki dan Sylvie. Mereka akhirnya berhasil, ketika perasaan cinta antara Loki dan Sylvie menimbulkan peristiwa Nexus yang unik.

Keduanya pun digiring ke markas TVA untuk diinterogasi. Loki mendapatkan perlakukan unik, di mana ia mengalami time looping dan harus menerima pukulan dari Lady Sif (Jaimie Alexander) yang menjadi cameo di episode ini.

Di sisi lain, salah satu pasukan TVA, B-15 (Wunmi Mosaku), merasakan sensasi aneh setelah pikirannya dirasuki oleh Sylvie. Ia merasa bahwa dirinya pernah memiliki kehidupan di masa lalu.

Mobius menemukan fakta yang menyadarkan dirinya ada yang salah dengan TVA. Ia pun memutuskan untuk membantu Loki. Sayangnya, tindakannya ketahuan oleh Renslayer dan Mobius pun direset.

Loki dan Sylvie dibawa ke hadapan Time Keepers, tapi berhasil memberikan perlawanan dan Sylvie berhasil memenggal salah satu kepala Time Keepers. Ternyata, mereka hanyalah robot tanpa pikiran.

Di saat Loki akan mengutarakan perasaannya kepada Sylvie, Renslayer berhasil menghunuskan tongkat untuk mereset Loki. Sylvie berhasil mengalahkan Renslayer dan menuntut penjelasan darinya.

Episode ini menjadi satu-satunya episode Loki yang memiliki adegan post-credit, di mana Loki terbangun di sebuah tempat dan bertemu dengan varian Loki yang lain.

Episode 5: Journey Into Mystery

Masih Banyak Varian Loki Lainnya (IGN)

Ternyata, orang yang direset oleh TVA akan dikirim ke tempat bernama The Void. Di sana, ada monster bernama Alioth yang akan memakan segalanya.

Loki bertemu dengan varian Loki lainnya, seperti Classic Loki (Richard E. Grant), Kid Loki (Jack Veal), Boastful Loki (DeObia Oparei), hingga Crocodile Loki. Mereka pun berusaha untuk menyelamatkan diri dari Alioth.

Di sisi lain, Sylvie berusaha menginterogasi Renslayer sebelum akhirnya memutuskan untuk mereset dirinya sendiri. Ketika sampai di The Void, ia berhasil diselamatkan oleh Mobius yang menemukan mobil.

Loki dibawa ke markas para Loki, sebelum menyadari ada peristiwa kudeta yang dilakukan oleh varian Loki lainnya. Untungnya, Loki bersama Classic Loki, Kid Loki, dan Crocodile Loki berhasil kabur dari tempat tersebut dan mereka akhirnya bertemu dengan Sylvie dan Mobius.

Setelah berdiskusi, akhirnya mereka memutuskan untuk memengaruhi Alioth dengan kekuatan sihir Sylvie. Dengan pengorbanan yang dilakukan oleh Classic Loki, mereka berhasil menemukan sebuah tempat tersembunyi di mana dalang di balik TVA berada.

Episode 6: For All Time. Always.

Sylvie dan Loki Bertarung di Hadapan He Who Remains (Barbados News)

Loki dan Sylvie akhirnya bertemu dengan dalang di balik TVA. Ia adalah He Who Remains (Jonathan Majors), orang yang dianggap fans sebagai varian dari Kang the Conqueror.

He Who Remains bercerita bahwa dirinya dulu merupakan ilmuwan dari Bumi di abad ke-31. Ia menemukan multiverse dan bertemu dengan varian dirinya yang lain.

Sayang, ada varian dirinya yang lain yang berambisi untuk menakhlukkan universe lain. Perang multiverse pun terjadi, namun pada akhirnya He Who Remains menjadi pemenangnya setelah berhasil menjinakkan Alioth.

Ia mengatakan kalau dirinya memang sudah lama menantikan Loki dan Sylvie agar mereka berdua bisa menggantikan perannya sebagai penjaga The Sacred Timeline.

Loki dan Sylvie berbeda pendapat. Ketika Sylvie tetap ingin membunuh orang yang menyebabkan ia menderita selama ini, Loki berpendapat kalau kematian He Who Remains bisa mengakibatkan hal buruk.

Mereka berdua akhirnya bertarung, namun Sylvie berhasil membuang Loki ke markas TVA. Sylvie pun membunuh He Who Remains dan timeline pun menjadi berantakan tak karuan.

Loki yang berada di markas TVA segera menemui Mobius untuk menjelaskan yang terjadi. Sayangnya, Mobius terlihat tidak mengingat Loki sama sekali. Ketika ia melihat patung Time Keepers, ia melihat bahwa patung tersebut telah berubah menjadi patung He Who Remains.

Bersambung ke bagian 2…


Lawang, 17 Juli 2021, terinspirasi setelah menonton serial Loki

Foto: IGN Southeast Asia

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2021 Whathefan