<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>joker Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/joker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/joker/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 10:49:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>joker Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/joker/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jahat Karena Tersakiti</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/jahat-karena-tersakiti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 15:44:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[jahat]]></category>
		<category><![CDATA[joker]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2824</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah film Joker tayang di bioskop, ada banyak komentar yang muncul dari netizen. Penulis membaca beberapa pendapat tersebut, terutama yang membuat thread di Twitter. Film ini dianggap mampu memengaruhi psikologi orang, terutama yang kesehatan mentalnya sedang sedikit sakit. Yang lain mengatakan bahwa Joker related dengan kehidupannya. Penulis pernah menemukan video adegan intrograsi antara Batman dan Joker di film The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/jahat-karena-tersakiti/">Jahat Karena Tersakiti</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-joker/">film Joker</a> tayang di bioskop, ada banyak komentar yang muncul dari netizen. Penulis membaca beberapa pendapat tersebut, terutama yang membuat <em>thread </em>di Twitter.</p>
<p>Film ini dianggap mampu memengaruhi psikologi orang, terutama yang kesehatan mentalnya sedang sedikit sakit. Yang lain mengatakan bahwa Joker <em>related </em>dengan kehidupannya.</p>
<p>Penulis pernah menemukan video adegan intrograsi antara Batman dan Joker di film <a href="https://whathefan.com/musikfilm/film-favorit-saya-the-dark-knight/">The Dark Knight</a> yang terjemahannya salah sama sekali. Di video tersebut, Joker seolah-olah mengatakan bahwa <em>orang jahat adalah orang baik yang tersakiti</em>.</p>
<p>Padahal, Joker sama sekali tidak mengatakan hal tersebut. Penulis tahu karena adegan tersebut sudah puluhan kali penulis tonton. Dengan munculnya film Joker terbaru ini, kalimat tersebut kembali mencuat di linimasa media sosial penulis.</p>
<h3>Benarkah Orang Jahat Lahir Karena Tersakiti?</h3>
<div id="attachment_2825" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2825" class="size-large wp-image-2825" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2825" class="wp-caption-text">Sirius dan Harry (<a href="https://www.wizardingworld.com/features">Wizarding World</a>)</p></div>
<p>Bahwa ada orang jahat lahir karena tersakiti, penulis mengakui memang ada. Akan tetapi, penulis rasa jumlahnya sedikit walau perlu dibuktikan dengan melakukan survei.</p>
<p>Kalau tidak percaya, lihatlah para koruptor yang kalau ditangkap <em>cengengas-cengenges</em>. Apakah pembaca yakin mereka adalah orang baik, lalu memutuskan mencuri uang rakyat karena tersakiti? Penulis rasa tidak.</p>
<p>Di dalam serial <em>Harry Potter</em>, penulis sangat menyukai karakter Sirius Black yang diperankan oleh Gary Oldman. Salah satu kutipan terbaiknya adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>“<em>We’ve all got both light and dark inside us. What matter is the part we choose to act on.”</em></p></blockquote>
<p>Kita semua memiliki sisi terang dan gelapnya masing-masing. Kita lah yang memutuskan untuk memilih sisi yang mana. Mayoritas orang jahat <em>memilih </em>sisi buruknya dibandingkan dengan sisi baiknya.</p>
<p>Memang ada faktor eksternal yang memengaruhi orang berbuat jahat, seperti tekanan ekonomi, tak tahan dengan kondisi yang dialami, dan lain sebagainya. Tapi penulis meyakini bahwa pengaruh terbesar adalah dari dalam diri sendiri.</p>
<h3>Antara Joker dan Naruto</h3>
<div id="attachment_2826" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2826" class="size-large wp-image-2826" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-2-1024x512.png" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-2-1024x512.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-2-300x150.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-2-768x384.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/jahat-karena-tersakiti-2.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2826" class="wp-caption-text">Naruto Sang Motivator (<a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Rift">Naruto Fandom</a>)</p></div>
<p>Di dalam film Joker, kita bisa melihat bagaimana seorang Arthur Fleck mengalami kepahitan hidup yang bertubi-tubi hingga mengubahnya menjadi sosok seperti Joker.</p>
<p>Akan tetapi, perlu diingat bahwa ia adalah <strong>karakter fiksi </strong>yang tak benar-benar ada di dunia. Tempatnya ia tinggal, Gotham, juga hanya sekadar buah imajinasi penciptanya.</p>
<p>Kebanyakan dari kita harusnya merasa beruntung karena tidak mengalami kepahitan hidup yang dirasakan oleh Arthur. Berbagai bentuk perlakuan buruk yang kita terima tidak seharusnya mengubah kita menjadi sosok yang jahat.</p>
<p>Penulis menemukan <em>thread </em>yang menarik di Twitter. Ada yang berusaha menghubungkan Joker dengan salah satu karakter anime paling populer, <strong>Naruto</strong>.</p>
<p>Naruto adalah contoh terbaik tentang bagaimana seseorang menjadikan perlakuan buruk yang ia terima menjadi sesuatu yang positif. Sejak kecil, ia hidup sebatang kara, dijauhi oleh orang-orang, tidak punya teman, dikhianati sahabat, dan lain sebagainya.</p>
<p>Apakah itu menjadikan Naruto sebagai orang jahat? Tidak! Ia menjadikan hal tersebut sebagai motivasinya untuk menjadi Hokage agar orang-orang mengakui keberadaannya.</p>
<p>Naruto juga terkenal karena bakatnya menjadi seorang motivator. Entah sudah berapa musuh yang berhasil ia kembalikan ke jalan yang benar berkat <em>bacotan</em>-nya. Semua itu bisa terjadi karena ia adalah orang yang optimistik dan penuh dengan energi positif.</p>
<p><em>Tapi kan Naruto cuma <a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">karakter anime</a>!</em></p>
<p>Mohon maaf, Joker juga lahirnya dari komik di tahun 1940. Jadi, menurut penulis kedudukan Joker dan Naruto sama, walaupun mungkin Naruto masih dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Disakiti oleh orang lain memang lumrah terjadi dalam hidup ini. Ada yang dosisnya kecil, tapi ada juga yang luar biasa menyakitkan. Akan tetapi, menjadikan karakter Joker sebagai pembenaran juga tidak penulis sepakati.</p>
<p>Kita hidup di lingkungan yang bhineka. Kita tinggal era di mana <em>society </em>mungkin bisa seburuk Gotham City. Walaupun begitu, penulis tetap meyakini bahwa pilihan untuk menjadi baik atau jahat ada di tangan kita.</p>
<p>Memang tidak bisa sehitam putih seperti itu. Keyakinan dan pendapat penulis pun bisa jadi salah. Mungkin penulis termasuk yang beruntung karena tidak sering mengalami peristiwa yang mengguncang jiwa.</p>
<p>Yang tidak penulis inginkan adalah ada orang-orang yang memanfaatkan eksistensi Joker sebagai tameng perbuatan jahat mereka. Penulis tidak ingin ada orang memutuskan berbuat jahat karena merasa tersakiti dan ingin balas dendam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 6 Oktober 2019, terinspirasi setelah melihat banyaknya netizen yang membuat status seperti itu.</p>
<p>Foto: <a href="https://youtu.be/t433PEQGErc">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/jahat-karena-tersakiti/">Jahat Karena Tersakiti</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Joker</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 11:04:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[batman]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Heath Ledger]]></category>
		<category><![CDATA[Joaquin Phoenix]]></category>
		<category><![CDATA[joker]]></category>
		<category><![CDATA[villain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2814</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena tidak mendapatkan kepastian dari teman-teman kantor, penulis memutuskan untuk menonton film Joker sendirian di hari perdananya. Mumpung ada satu bangku kosong di pojokan B1. Alasan mengapa penulis begitu bersemangat untuk menonton film ini adalah karena penulis menyukai Joker sejak film The Dark Knight, ketika mendiang Heath Ledger mampu memerankan nemesis dari Batman tersebut secara luar biasa. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/">Setelah Menonton Joker</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Karena tidak mendapatkan kepastian dari teman-teman kantor, penulis memutuskan untuk menonton film <em><strong>Joker</strong></em> sendirian di hari perdananya. Mumpung ada satu bangku kosong di pojokan B1.</p>
<p>Alasan mengapa penulis begitu bersemangat untuk menonton film ini adalah karena penulis menyukai Joker sejak film <em>The Dark Knight, </em>ketika mendiang Heath Ledger mampu memerankan nemesis dari Batman tersebut secara luar biasa.</p>
<p>Penulis penasaran, apakah Joaquin Phoenix mampu memerankan karakter ini Ledger. Harapan penulis, setidaknya lebih baik dari Jared Leto. <strong>SPOILER ALERT!</strong></p>
<h3>Jalan Cerita Joker</h3>
<p>Sebenarnya, jalan cerita film ini begitu sederhana. Kita akan melihat bagaimana seorang Arthur Fleck berangsur-angsur berubah menjadi sosok Joker karena pengaruh lingkungannya. Hampir tidak ada cerita lain selain itu.</p>
<div id="attachment_2817" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2817" class="size-large wp-image-2817" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2817" class="wp-caption-text">Badut (<a href="https://www.mtrnetwork.net/todd-phillips-arthur-fleck-is-not-the-joker/">MTR Network</a>)</p></div>
<p>Arthur bekerja sebagai seorang badut yang kerap mendapatkan perundungan. Ia juga sering dianggap aneh oleh teman-teman kerjanya, hingga ada konspirasi untuk menyingkirkannya.</p>
<p>Alasan dari keanehan Arthur adalah memiliki kelainan di otaknya yang membuatnya tiba-tiba bisa tertawa keras tanpa terpengaruh suasana hatinya. Hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman untuk orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Arthur tinggal bersama ibunya dalam keadaan miskin. Ia terlihat sebagai tipikal anak yang sangat sayang terhadap ibunya dan mampu merawatnya sepenuh hati.</p>
<p>Semua berubah ketika ia membaca surat yang ditulis ibunya untuk Thomas Wayne, salah satu orang terkaya di Gotham sekaligus ayahnya Bruce Wayne yang kelak menjadi Batman. Di surat tersebut, ia menemukan fakta bahwa dirinya merupakan anak dari Thomas.</p>
<p>Ketika Arthur berusaha untuk bertemu dengan Thomas, ia mendapatkan fakta mengejutkan lainnya. Ia bukan anak kandung dari ibunya. Ia hanyalah anak adopsi. Ibunya, ternyata mengalami gangguan delusional.</p>
<p>Mengetahui kenyataan ini, ia pun membunuh orang yang selama ini ia panggil ibu. Ini pembunuhan kelima yang ia lakukan, setelah menghabisi tiga orang yang merundungnya di kereta bawah tanah dan <em>love interest-</em>nya.</p>
<div id="attachment_2819" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2819" class="size-large wp-image-2819" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2819" class="wp-caption-text">Happy Face (<a href="http://aftercredits.com/2019/10/joker-2019/">What&#8217;s After the Credits?</a>)</p></div>
<p>Di tengah kekacauan ini, ia malah mendapatkan panggilan untuk tampil di acara favoritnya, The Murray Franklin Show. Hal ini bisa terjadi karena beberapa waktu lalu, videonya yang sedang melakukan <em>stand-up comedy </em>diputar di acara tersebut<em>.</em></p>
<p>Arthur pun datang ke acara tersebut dan minta diperkenalkan sebagai Joker. Di sana ia membuat pengakuan bahwa dirinya lah pelaku pembunuhan tiga orang di kereta bawah tanah.</p>
<p>Setelah itu, ia pun mengucapkan kalimat pidato yang menyayat hati tentang <em>society</em>. Ia juga menganggap Murray jahat karena telah mengundang dirinya hanya untuk memperolok-olok dirinya. Pada akhirnya, Murray mati dengan peluru bersarang di kepalanya.</p>
<p>Arthur ditangkap polisi tapi segera diselamatkan oleh sekelompok orang yang menganggap dirinya sebagai simbol perlawanan terhadap elit dan kekuasaan Gotham.</p>
<p>Film berakhir dengan wawancara Arthur dengan seorang psikolog tempatnya berkonsultasi dulu. Bedanya, sekarang dilakukan di rumah sakit jiwa, tempatnya ia berada sekarang.</p>
<p>Ketika keluar dari keluar ruangan, kita bisa melihat jejak kaki Arthur berwarna merah. Kemungkinan besar, itu adalah darah dari sang psikolog.</p>
<h3>Kesan Setelah Menonton Joker</h3>
<div id="attachment_2818" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2818" class="size-large wp-image-2818" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2818" class="wp-caption-text">Joaquin Phoenix Sebagai Joker (<a href="https://www.indiatoday.in/movies/hollywood/story/joaquin-phoenix-s-joker-box-office-collection-day-4-1606605-2019-10-06">India Today</a>)</p></div>
<p>Karena jalan ceritanya yang seperti itu, menurut penulis wajar jika ada kritikus yang menganggap film ini <em>nothing</em>. Pendapat tersebut banyak dihujat oleh netizen, apalagi setelah skor di <em>Rotten Tomatoes</em> cukup rendah.</p>
<p>Bahkan, ada yang menuduh pihak Disney sebagai pemilik lisensi Marvel telah membayar sejumlah uang agar film Joker mendapatkan ulasan yang buruk.</p>
<p>Penulis sendiri tidak berpendapat bahwa film ini <em>nothing</em>. Jelas film ini <em>something</em>, walaupun bukan tipikal favorit penulis. Phillip Todd selaku sutradara jelas berusaha menyajikan sesuatu yang baru untuk film superhero. Mungkin, kelasnya kelas film Oscar.</p>
<p>Bisa dibilang, <em>trailer </em>dari film ini sendiri sudah memuat banyak sekali keseluruhan film sehingga penulis merasa tidak banyak hal baru yang bisa penulis temukan ketika menonton filmnya.</p>
<p>Ada <em>double</em>&#8211;<em>twist </em>di pertengahan film, tentang siapa ibu Arthur sebenarnya. Selain itu, bisa dibilang tidak ada kejutan pada film ini. Bahkan, ketika Arthur sedang latihan bunuh diri ketika menjadi bintang tamu Murray, penulis yakin pada akhirnya ia akan membunuh Murray.</p>
<p>Penulis juga menikmati alur ceritanya yang runut, seolah tidak adegan yang percuma. Semua memiliki alasan mengapa harus ada. Mungkin, ini yang membuat film ini terasa sedikit berjalan lambat.</p>
<p>Ada beberapa adegan <em>gore </em>ringan di setengah bagian akhir film yang sama sekali tidak penulis sukai. Ada juga beberapa <em>plot-hole </em>yang penulis temukan karena tidak ada film yang sempurna.</p>
<p>Yang ingin penulis tekankan di sini adalah efek dari menonton film Joker. Film ini benar-benar kelam dan bisa memicu depresi. Bagi yang kesehatan mentalnya sedang tidak bagus, benar-benar tidak disarankan untuk menonton film ini.</p>
<p>Ketika membaca beberapa <em>tweet </em>di Twitter, ada yang mengatakan dampaknya begitu besar terhadap mereka hingga menimbulkan <em>anxiety </em>dan kepanikan. Penulis tidak berlebihan jika berkata bahwa film ini benar-benar mengguncang jiwa.</p>
<p>Lantas, siapa di antara Joaquin Phoenix dan Heath Ledger yang menurut penulis mampu memerankan Joker lebih baik? Sebenarnya, perbandingan ini tidak <em>apple to apple</em>.</p>
<p>Phoenix memerankan karakter Joker <em>sebelum </em>menjadi Joker, sedang Ledger memerankan karakter Joker yang <em>sudah </em>menjadi Joker. Tapi kalau disuruh memilih, penulis tetap memilih Ledger sebagai pemeran Joker terbaik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 6 Oktober 2019, terinspirasi setelah menonton film <em>Joker</em>.</p>
<p>Foto: <a href="https://www.adventuresinpoortaste.com/2019/10/04/joker-review-phoenix-mesmerizes-in-this-dark-tale/">AiPT!</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/">Setelah Menonton Joker</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Favorit Saya? The Dark Knight</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2019 11:01:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[batman]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[joker]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[The Dark Knight]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2269</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis bukan penggemar film. Jika ditanya beberapa judul film, kemungkinan besar penulis akan menjawab belum pernah menontonnya. Akan tetapi, penulis tetap punya film favorit, dan film tersebut adalah The Dark Knight. Awal Mula Tahu Film Ini Penulis hanya menyukai dua genre film, komedi dan superhero. Iya, penulis tahu superhero bukan termasuk genre, tapi biarlah penulis menganggapnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/">Film Favorit Saya? The Dark Knight</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis bukan penggemar film. Jika ditanya beberapa judul film, kemungkinan besar penulis akan menjawab belum pernah menontonnya. Akan tetapi, penulis tetap punya film favorit, dan film tersebut adalah <strong>The Dark Knight</strong>.</p>
<h3>Awal Mula Tahu Film Ini</h3>
<p>Penulis hanya menyukai dua genre film, komedi dan superhero. Iya, penulis tahu superhero bukan termasuk genre, tapi biarlah penulis menganggapnya sebagai genre film.</p>
<p>Sebagai penggemar film superhero, tentu penulis menonton salah satu film paling fenomenal, The Dark Knight. FIlm ini mendapatkan nilai <strong>9.0</strong> di IMDB dan <strong>94%</strong> di Rotten Tomatoes.</p>
<p>Sekilas informasi, penulis mengetahui film ini gara-gara ada video parodi <em>mie ayam </em>berbahasa Jawa yang menggunakan film ini. Pembaca bisa melihatnya melalui video di bawah ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/acGocArM61U" width="384" height="216" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Untuk part 2-nya, bisa dilihat di bawah ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/ENvWKfRKb9Q" width="384" height="216" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>Awalnya, penulis mengira film ini adalah film lama karena ketika para penjahat sedang berkumpul dan berbicara dengan Lau, ia berbicara dari TV tabung yang kelihatannya jadul.</p>
<p>Penulis baru tahu kemudian bahwa film tersebut adalah film baru pada waktu itu. Penulis tidak ingat kapan pertama kali menonton film ini, tapi setidaknya film ini adalah film yang paling sering penulis tonton.</p>
<h3>Kenapa Suka Film Ini?</h3>
<div id="attachment_2271" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2271" class="size-large wp-image-2271" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image-1024x511.jpg" alt="" width="800" height="399" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image-1024x511.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image-768x383.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2271" class="wp-caption-text">Joker (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.businessinsider.com.au/heath-ledger-diary-kept-to-play-the-joker-in-the-dark-knight-2015-8" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjvzeej2b3hAhXOfSsKHe0YBPEQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Business Insider</span></a>)</p></div>
<p>Alasan pertama, tentu saja, karena <strong>Joker</strong> yang diperankan oleh almarhum <strong>Heath Ledger</strong>. Tidak ada yang menyangkal bahwa Joker di film ini adalah yang terbaik sepanjang masa, setidaknya sampai hari ini.</p>
<p>Memang, penulis tidak pernah membaca komiknya. Di versi kartunnya juga hanya pernah melihat sekilas. Tapi penulis merasa bahwa Ledger berhasil menampilkan salah satu versi Joker yang terbaik.</p>
<p>Banyak sekali kutipan-kutipan pada film ini yang sangat <em>memorable </em>di pikiran penontonnya. Yang paling terkenal tentu saja <em>why so serious. </em></p>
<p>Tidak hanya peran Joker, hampir semua karakter pada film ini diperankan oleh aktor-aktor yang cocok memerankannya. <strong>Christian Bale</strong> sebagai <strong>Bruce Wayne</strong>, <strong>Gary Oldman</strong> sebagai <strong>Komisaris Gordon</strong>, hingga <strong>Morgan Freeman</strong> sebagai <strong>Lucius Fox</strong>.</p>
<p>Selain itu, penulis sangat menyukai film yang peduli dengan detail-detail kecil. Pada film ini, banyak sekali hal-hal sepele yang ternyata berdampak pada keseluruhan film.</p>
<p>Banyak juga adegan yang <em>mind blowing </em>pada film ini, terutama ide-ide gila Joker yang ingin membuat kekacauan di Gotham City (karena alasan ini pula penulis menyukai film <em>The Shawshank Redemption</em>).</p>
<p>Mungkin film ini tidak membawa keseruan film aksi laga seperti <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/"><em>Avengers: Infinity Wars</em></a>. Akan tetapi, para penonton disuguhi oleh film dengan sinematografi dan jalan cerita yang hampir sempurna.</p>
<p>Alur ceritanya juga sangat susah ditebak (bagi penulis). Kita benar-benar kesulitan memahami ke mana kita akan dibawa oleh <strong>Christoper Nolan</strong>, sang sutradara film ini.</p>
<h3>Adegan Favorit</h3>
<p>Di antara banyaknya adegan yang menjadi favorit penulis (dan mungkin juga penggemar yang lain), yang paling penulis suka adalah adegan interogasi yang dilakukan Batman terhadap Joker.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/_ChPTKPzB4I" width="384" height="216" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Dua orang yang saling berlawanan ini pada akhirnya bertemu dan berbicara empat mata setelah Harvey Dent hilang. Tentu saja, Joker tidak menjawab begitu saja. Keadaan menjadi semakin intens ketika Joker berkata:</p>
<blockquote><p>There are just minutes left so you&#8217;re gonna have to play my little game if you want to save&#8230;(with relish)&#8230;one of them.</p></blockquote>
<p>Yang hilang Harvey Dent, mengapa Joker menggunakan kata <em>them</em>? Ternyata, Joker juga menculik Rachel, sahabat karib Wayne yang juga kekasih Dent. Di sinilah keadaan mulai bertambah kacau.</p>
<p>Joker memberikan dua alamat, sehingga Batman harus memilih salah satu yang akan diselamatkan. Tentu saja Batman memilih untuk menyelamatkan Rachel, dan pihak kepolisian meluncur untuk menyelamatkan Dent.</p>
<p>Ternyata, Joker memberikan informasi yang palsu. Ia menukar alamat kedua korbannya sehingga Batman menyelamatkan Dent dan Rachel harus tewas. Dent yang terkenal sebagai <em>white knight </em>pun bertransformasi menjadi <em>Two-Face </em>yang jahat. <strong>BOOM!</strong></p>
<p>Itulah rencana terjahat Joker, menghancurkan kepercayaan publik bahwa masih ada orang baik di Gotham. Dent terkenal karena berhasil menghabisi para penjahat Gotham, dan melihatnya berubah menjadi penjahat akan merusak segalanya.</p>
<p><em>What a scene!</em></p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Tentu tidak ada film yang sempurna, begitu pula film ini. Masih ada beberapa hal yang mengganjal dan membuat bertanya-tanya seperti kenapa Gordon melepaskan borgol Joker ketika interogasi.</p>
<p>Akan tetapi, kekurangan tersebut berhasil ditutupi dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, membuat film ini menjadi salah satu film terbaik sepanjang masa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 April 2019, terinspirasi setelah menonton kembali The Dark Knight Untuk yang kesekian kalinya</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://wallpapersafari.com/batman-dark-knight-wallpaper/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjCoriC6r3hAhWRdn0KHcuXAnkQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">WallpaperSafari</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/">Film Favorit Saya? The Dark Knight</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
