Film Favorit Saya? The Dark Knight

Penulis bukan penggemar film. Jika ditanya beberapa judul film, kemungkinan besar penulis akan menjawab belum pernah menontonnya. Akan tetapi, penulis tetap punya film favorit, dan film tersebut adalah The Dark Knight.

Awal Mula Tahu Film Ini

Penulis hanya menyukai dua genre film, komedi dan superhero. Iya, penulis tahu superhero bukan termasuk genre, tapi biarlah penulis menganggapnya sebagai genre film.

Sebagai penggemar film superhero, tentu penulis menonton salah satu film paling fenomenal, The Dark Knight. FIlm ini mendapatkan nilai 9.0 di IMDB dan 94% di Rotten Tomatoes.

Sekilas informasi, penulis mengetahui film ini gara-gara ada video parodi mie ayam berbahasa Jawa yang menggunakan film ini. Pembaca bisa melihatnya melalui video di bawah ini.

Untuk part 2-nya, bisa dilihat di bawah ini.

Awalnya, penulis mengira film ini adalah film lama karena ketika para penjahat sedang berkumpul dan berbicara dengan Lau, ia berbicara dari TV tabung yang kelihatannya jadul.

Penulis baru tahu kemudian bahwa film tersebut adalah film baru pada waktu itu. Penulis tidak ingat kapan pertama kali menonton film ini, tapi setidaknya film ini adalah film yang paling sering penulis tonton.

Kenapa Suka Film Ini?

Joker (Business Insider)

Alasan pertama, tentu saja, karena Joker yang diperankan oleh almarhum Heath Ledger. Tidak ada yang menyangkal bahwa Joker di film ini adalah yang terbaik sepanjang masa, setidaknya sampai hari ini.

Memang, penulis tidak pernah membaca komiknya. Di versi kartunnya juga hanya pernah melihat sekilas. Tapi penulis merasa bahwa Ledger berhasil menampilkan salah satu versi Joker yang terbaik.

Banyak sekali kutipan-kutipan pada film ini yang sangat memorable di pikiran penontonnya. Yang paling terkenal tentu saja why so serious. 

Tidak hanya peran Joker, hampir semua karakter pada film ini diperankan oleh aktor-aktor yang cocok memerankannya. Christian Bale sebagai Bruce Wayne, Gary Oldman sebagai Komisaris Gordon, hingga Morgan Freeman sebagai Lucius Fox.

Selain itu, penulis sangat menyukai film yang peduli dengan detail-detail kecil. Pada film ini, banyak sekali hal-hal sepele yang ternyata berdampak pada keseluruhan film.

Banyak juga adegan yang mind blowing pada film ini, terutama ide-ide gila Joker yang ingin membuat kekacauan di Gotham City (karena alasan ini pula penulis menyukai film The Shawshank Redemption).

Mungkin film ini tidak membawa keseruan film aksi laga seperti Avengers: Infinity Wars. Akan tetapi, para penonton disuguhi oleh film dengan sinematografi dan jalan cerita yang hampir sempurna.

Alur ceritanya juga sangat susah ditebak (bagi penulis). Kita benar-benar kesulitan memahami ke mana kita akan dibawa oleh Christoper Nolan, sang sutradara film ini.

Adegan Favorit

Di antara banyaknya adegan yang menjadi favorit penulis (dan mungkin juga penggemar yang lain), yang paling penulis suka adalah adegan interogasi yang dilakukan Batman terhadap Joker.

Dua orang yang saling berlawanan ini pada akhirnya bertemu dan berbicara empat mata setelah Harvey Dent hilang. Tentu saja, Joker tidak menjawab begitu saja. Keadaan menjadi semakin intens ketika Joker berkata:

There are just minutes left so you’re gonna have to play my little game if you want to save…(with relish)…one of them.

Yang hilang Harvey Dent, mengapa Joker menggunakan kata them? Ternyata, Joker juga menculik Rachel, sahabat karib Wayne yang juga kekasih Dent. Di sinilah keadaan mulai bertambah kacau.

Joker memberikan dua alamat, sehingga Batman harus memilih salah satu yang akan diselamatkan. Tentu saja Batman memilih untuk menyelamatkan Rachel, dan pihak kepolisian meluncur untuk menyelamatkan Dent.

Ternyata, Joker memberikan informasi yang palsu. Ia menukar alamat kedua korbannya sehingga Batman menyelamatkan Dent dan Rachel harus tewas. Dent yang terkenal sebagai white knight pun bertransformasi menjadi Two-Face yang jahat. BOOM!

Itulah rencana terjahat Joker, menghancurkan kepercayaan publik bahwa masih ada orang baik di Gotham. Dent terkenal karena berhasil menghabisi para penjahat Gotham, dan melihatnya berubah menjadi penjahat akan merusak segalanya.

What a scene!

Penutup

Tentu tidak ada film yang sempurna, begitu pula film ini. Masih ada beberapa hal yang mengganjal dan membuat bertanya-tanya seperti kenapa Gordon melepaskan borgol Joker ketika interogasi.

Akan tetapi, kekurangan tersebut berhasil ditutupi dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, membuat film ini menjadi salah satu film terbaik sepanjang masa.

 

 

 

Kebayoran Lama, 7 April 2019, terinspirasi setelah menonton kembali The Dark Knight Untuk yang kesekian kalinya

Foto: WallpaperSafari