<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kereta api Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kereta-api/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kereta-api/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jan 2024 08:25:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kereta api Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kereta-api/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2024 08:24:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang menulis artikel ini, Penulis sedang dalam perjalanan menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Sembrani. Ini adalah kali pertama Penulis menaiki kereta eksekutif, bukan Ekonomi seperti biasanya. Hitung-hitung buat tambah pengalaman. Penulis berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, dan akan berhenti di Stasiun Jatinegara, Jakarta. Berbeda dengan kelas Ekonomi yang membutuhkan waktu tempuh belasan jam, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/">Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang menulis artikel ini, Penulis sedang dalam perjalanan menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Sembrani. Ini adalah kali pertama Penulis menaiki kereta eksekutif, bukan Ekonomi seperti biasanya. Hitung-hitung buat tambah pengalaman.</p>



<p>Penulis berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, dan akan berhenti di Stasiun Jatinegara, Jakarta. Berbeda dengan kelas Ekonomi yang membutuhkan waktu tempuh belasan jam, perjalanan kali ini hanya membutuhkan waktu sekitar 8 jam saja.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Perjalanan ke Jakarta</a> kali ini dalam rangka mengikuti acara <em>staycation </em>dari kantor yang akan berlangsung besok (5/1) sampai Minggu (7/1). Berhubung semua anggota tim bisa mengikuti acara ini, tentu sayang jika Penulis sampai<em> </em>tidak ikut.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<p>Nah, daripada bengong atau main HP, Penulis memutuskan untuk menulis sebuah artikel. Jujur saja, waktu membuka WordPress ini, Penulis belum terpikirkan akan menulis apa. Biar saja mengalir begitu saja, sehingga Penulis minta maaf jika pembahasannya<em> ngalor-ngidul</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Naik Kereta Api?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7001" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Dalam <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/">perjalanan ke Jakarta pada awal tahun 2023 silam</a>, Penulis memutuskan untuk naik pesawat terbaik, baik perjalanan pergi maupun pulangnya. Alasannya sederhana, karena Penulis hanya sebentar di Jakarta, jadi biar lebih efisien waktunya.</p>



<p>Nah, kalau yang edisi kali ini, bisa dibilang Penulis lebih longgar waktunya karena akan menginap di kos adik (yang dulu merupakan kos Penulis juga sewaktu masih berdomisili di Jakarta). Jadi, waktu menumpangnya bisa dibilang tidak terbatas.</p>



<p>Harga tiket pesawat juga masih sangat mahal karena tembus satu juta rupiah lebih. Hal ini dimaklumi, mengingat sekarang masih momen pergantian tahun. Mau naik bus, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mudik-pertama-dan-mengapa-saya-tidak-akan-naik-bus-lagi/">Penulis malah ada sedikit trauma karena kisah yang dulu pernah Penulis bagikan</a>.</p>



<p>Selain itu, pada dasarnya Penulis memang cenderung memilih kereta jika memiliki waktu yang cukup longgar. Entah mengapa Penulis sangat menikmati perjalanan di atas kereta api meskipun memakan waktu berjam-jam.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan bus, &#8220;suguhan&#8221; pemandangan yang diberikan kereta api memang terkesan monoton karena didominasi oleh area persawahan dan sesekali perkampungan. Hanya beberapa kali ada <em>view </em>yang menarik, seperti pantai dan PLTU Batang.</p>



<p>Hal agak minus lainnya dari naik kereta api adalah tidak adanya makan gratis seperti ketika kita naik bus. Jika lapar, kita harus membeli makanan yang dijual oleh pihak kereta. Sejujurnya, makanan kereta api cukup mahal dan kurang enak!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Naik Kereta Api?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7002" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Berhubung perjalanan menggunakan kereta api cukup memakan waktu, tentu kita harus pandai mencari aktivitas agar tidak merasa bosan. Penulis ingin berbagi sedikit tentang aktivitas apa saja yang biasanya dilakukan ketika naik kereta.</p>



<p>Pertama,<strong> menikmati pemandangan sembari melamun</strong>. Entah mengapa rasanya melamun di pinggir jendela kereta api itu <em>feel</em>-nya beda. Rasanya lebih khidmat begitu. Bagi Penulis, aktivitas ini bisa memberikan efek tenang yang lumayan.</p>



<p>Sesekali Penulis juga mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen menarik yang ditemukan di perjalanan. Hanya saja, karena laju kereta cukup kencang, maka terkadang akan terasa sulit untuk bisa menangkap momen tersebut, apalagi jika kamera ponselnya kentang.</p>



<p>Kedua, <strong>baca buku</strong>. Sudah menjadi kebiasaan Penulis untuk membawa buku ke mana-mana jika sedang menggunakan transportasi umum, termasuk kereta api. Apalagi, di atas kereta api guncangannya relatif kecil sehingga tidak akan membuat pusing kepala.</p>



<p>Pada perjalanan kali ini, Penulis membawa dua buku, yaitu <em>Meditations</em> dari Marcus Aurelius dan <em>Namaku Alam </em>dari <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-laut-bercerita/">Leila S. Chudori</a>. Penulis memutuskan untuk membaca <em>Meditations </em>dulu, tetapi hanya sanggup beberapa halaman karena sedang sulit fokus untuk membaca.</p>



<p>Ketiga,<strong> menulis artikel atau mencatan isi pikiran</strong>. Ini adalah aktivitas yang sedang Penulis lakukan sekarang. Menulis dengan suasana yang benar-benar baru dari rutinitas memicu otak untuk bisa mengeluarkan ide-ide segar untuk dituangkan. </p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis juga pernah memanfaatkan waktu perjalanannya di atas kereta api untuk mencatat apapun yang sedang ada di pikirannya. Jika sedang <em>overthinking</em> atau banyak hal yang sedang dipikirkan, Penulis menuliskannya semua untuk meredakannya. </p>



<p>Keempat, dan yang paling tidak direkomendasikan, adalah <strong>main HP</strong>. Aktivitas ini sebenarnya bisa dilakukan di mana saja, sehingga rasanya tidak perlu dilakukan untuk momen-momen yang jarang seperti ketika kita naik transportasi umum.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Yup, ternyata artikel ini jadi semacam artikel <em>behind the story </em>mengapa Penulis suka naik kereta api dan rekomendasi aktivitas yang bisa dilakukan. Itu semua benar-benar tidak direncanakan, mengalir begitu saja ketika jari Penulis menari-nari di atas <em>keyboard </em>tabletnya.</p>



<p>Hal ini juga menjadi bukti bahwa terkadang yang penting mulai aja dulu, tidak perlu menunggu semuanya matang dan sempurna. Terkadang inspirasi dan ide akan datang begitu kita sudah mengambil langkah pertama.</p>



<p>Yang jelas, Penulis merasa senang karena bisa berbagai tentang kereta api, salah satu transportasi umum yang digemari. Semoga saja tulisan ini bisa mendorong Pembaca yang belum pernah naik kereta api untuk mau mencoba menaikinya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Di Atas Kereta Api Sembrani, 4 Januari 2024, terinspirasi karena ingin menulis sesuatu dalam perjalanannya menuju Jakarta</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/">Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Naik Kereta Bandara Soekarno-Hatta</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-naik-kereta-bandara-soekarno-hatta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-naik-kereta-bandara-soekarno-hatta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 May 2018 15:13:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[bandara Soekarno-Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[kalayang]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[kereta bandara]]></category>
		<category><![CDATA[KRL]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[skytrain]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<category><![CDATA[tiket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam rangka mengikuti tes Asian Games, maka penulis merantau lagi ke Jakarta. Seperti biasa, penulis akan menginap di rumah tante yang terletak di Jelambar, Grogol Petamburan. Tahun lalu, penulis menggunakan bus Damri jurusan Gambir, lalu turun di Menara Penisula. Setelah itu, penulis memesan taksi online untuk menuju Jelambar. Tiket busnya sendiri tetap 40.000, walaupun tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-naik-kereta-bandara-soekarno-hatta/">Pengalaman Naik Kereta Bandara Soekarno-Hatta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka mengikuti tes Asian Games, maka penulis merantau lagi ke Jakarta. Seperti biasa, penulis akan menginap di rumah tante yang terletak di Jelambar, Grogol Petamburan.</p>
<p>Tahun lalu, penulis menggunakan bus Damri jurusan Gambir, lalu turun di Menara Penisula. Setelah itu, penulis memesan taksi online untuk menuju Jelambar.</p>
<p>Tiket busnya sendiri tetap 40.000, walaupun tidak sampai di terminal akhir. Belum termasuk ongkos taksi onlinenya. Oleh karena itu, penulis ingin mencoba fasilitas kereta bandara yang terhitung baru.</p>
<p>Begitu tiba di bandara dan mengisi perut yang belum terisi, penulis bertanya kepada petugas di mana stasiun bandaranya. Ternyata, untuk menuju stasiun kita harus naik Kalayang alias Skytrain. Ini merupakan kereta layang yang memfasilitasi penumpang yang hendak ke stasiun bandara maupun bepindah ke Terminal 2 dan 3.</p>
<p>Awalnya penulis kira untuk naik Kalayang itu kita perlu membeli tiket. Ternyata tidak, fasilitas tersebut GRATIS. Ditambah lagi, kita bisa merasakan naik kereta layang sembari menikmati pemandangan di sekitar bandara.</p>
<p><div id="attachment_734" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-734" class="size-large wp-image-734" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/20171211-130839-5a2e65bddd0fa86ce572cfa5-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/20171211-130839-5a2e65bddd0fa86ce572cfa5-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/20171211-130839-5a2e65bddd0fa86ce572cfa5-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/20171211-130839-5a2e65bddd0fa86ce572cfa5-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/20171211-130839-5a2e65bddd0fa86ce572cfa5-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/20171211-130839-5a2e65bddd0fa86ce572cfa5.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-734" class="wp-caption-text">Kalayang (https://www.kompasiana.com/irwanrinaldi/5a2e5baaf133446ba74290c3/menjajal-kalayang-di-bandara-soekarno-hatta)</p></div></p>
<p>Pembelian tiket menggunakan mesin otomatis, kurang lebih mirip dengan <em>vending machine</em>-nya KRL. Bedanya, kita bisa membayar menggunakan kartu debit.</p>
<p>Untuk saat ini, baru terdapat dua stasiun pemberhentian, yakni stasiun Batu Ceper dan Sudirman Baru. Penulis membeli tiket kereta menuju Sudirman Baru, harganya Rp. 70.000. Cukup mahal, tapi tak apalah untuk pengalaman baru.</p>
<p>Begitu masuk, penulis merasa masuk ke dalam gerbong kereta kelas bisnis, karena posisi duduknya yang tidak berhadapan. Maklum, selama ini penulis hanya pernah merasakan kelas ekonomi jika berpergian menggunakan kereta api.</p>
<p>Ternyata memang enak naik kereta macam ini, apalagi kondisinya sepi, belum ramai penumpang. Mungkin karena fasilitas baru, sehingga belum banyak orang yang memanfaatkannya.</p>
<p><div id="attachment_735" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-735" class="size-full wp-image-735" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Kereta-bandara-800x533_c.jpg" alt="" width="800" height="533" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Kereta-bandara-800x533_c.jpg 800w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Kereta-bandara-800x533_c-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Kereta-bandara-800x533_c-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Kereta-bandara-800x533_c-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-735" class="wp-caption-text">Serasa Kelas Bisnis (https://venuemagz.com/news/menhub-budi-karya-sumadi-uji-kereta-bandara/)</p></div></p>
<p>Ketika kereta sampai di stasiun Batu Ceper, penulis baru menyadari satu kebodohan yang sangat fatal. Bahkan hingga sekarang, penulis merasa kesal dengan diri sendiri, kenapa bisa melakukan kesalahan seperti itu.</p>
<p>Perlu diketahui, rumah tante penulis terletak di dekat stasiun Grogol. Seharusnya, penulis berhenti di stasiun Batu Ceper saja karena tidak perlu transit. Selain itu, biayanya pasti lebih murah karena jaraknya yang lebih pendek.</p>
<p>Jika berhenti di stasiun Sudirman Baru, penulis masih harus jalan kaki ke stasiun Sudirman yang lama. Setelah melewati stasiun Karet dan Tanah Abang, penulis harus transit di stasiun Duri untuk naik kereta jurusan Tangerang. Nanti, barulah turun di stasiun Grogol, lalu pesan ojek online untuk menuju rumah tante penulis.</p>
<p>Untuk memudahkan pembaca agar dapat membayangkan apa yang penulis alami, bisa dilihat di peta KRL berikut:</p>
<p><div id="attachment_733" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-733" class="size-large wp-image-733" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/commuterline-route-map-update-8-october-2017-724x1024.jpg" alt="" width="724" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/commuterline-route-map-update-8-october-2017-724x1024.jpg 724w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/commuterline-route-map-update-8-october-2017-212x300.jpg 212w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/commuterline-route-map-update-8-october-2017.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/commuterline-route-map-update-8-october-2017-180x255.jpg 180w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /><p id="caption-attachment-733" class="wp-caption-text">Rute KRL (https://jakartabytrain.com/the-maps/commuter-line-route-map/)</p></div></p>
<p>Semua kejadian selalu memiliki hikmah yang tersimpan. Setidaknya, penulis jadi sadar bahwa kita harus teliti sebelum membeli sesuatu, termasuk tiket perjalanan. Kita harus cermat dalam melihat situasi yang dihadapi, dan jangan biarkan lengah membuat kita melakukan kesalahan yang tidak perlu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 13 Mei 2018, terinspirasi setelah mencoba kereta bandara</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/3187191/diresmikan-11-desember-berapa-harga-tiket-kereta-bandara-soetta">https://www.liputan6.com/bisnis/read/3187191/diresmikan-11-desember-berapa-harga-tiket-kereta-bandara-soetta</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-naik-kereta-bandara-soekarno-hatta/">Pengalaman Naik Kereta Bandara Soekarno-Hatta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-naik-kereta-bandara-soekarno-hatta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
