<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ketua Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ketua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ketua/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ketua Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ketua/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 16:09:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[LPJ]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika meletakkan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna, penulis tidak lupa untuk membuat laporan pertanggunjawaban mengenai program kerja apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana. Penulis menjabat sebagai ketua selama 1 tahun 9 bulan 28 hari, terhitung sejak 3 September 2016 hingga 30 Juni 2018. Seperti yang pernah penulis sampaikan sebelumnya, fokus penulis adalah membentuk fondasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika meletakkan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna, penulis tidak lupa untuk membuat laporan pertanggunjawaban mengenai program kerja apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana.</p>
<p>Penulis menjabat sebagai ketua selama <strong>1 tahun 9 bulan 28 hari</strong>, terhitung sejak 3 September 2016 hingga 30 Juni 2018. Seperti yang pernah penulis sampaikan sebelumnya, fokus penulis adalah membentuk <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">fondasi organisasi</a> yang kuat.</p>
<p>Salah satu caranya adalah dengan membuat program kerja yang cukup banyak dan bervariasi dan membuat beberapa divisi yang berbeda. Kali ini, penulis ingin berbagi semua tentang itu.</p>
<h3>Divisi-Divisi Karang Taruna</h3>
<p>Pertama kali terbentuk, Karang Taruna memiliki enam divisi yang berbeda:</p>
<ul>
<li>Agama dan Kerohanian</li>
<li>Olahraga</li>
<li>Pendidikan dan Kesenian</li>
<li>Media dan Kerja Sama</li>
<li>Keterampilan dan Kewirausahaan</li>
<li>Sosial dan Lingkungan Hidup</li>
</ul>
<p>Setelah berjalan beberapa bulan, komposisi ini dirasa terlalu gemuk dan kurang efektif. Akhirnya, divisi-divisi ini pun dipadatkan menjadi empat divisi saja:</p>
<ul>
<li>Agama dan Lingkungan</li>
<li>Olahraga dan Pendidikan</li>
<li>Media dan Kerja Sama</li>
<li>Keterampilan dan Kewirausahaan</li>
</ul>
<p>Formasi empat divisi ini pun masih dirasa kurang efektif, sehingga pada akhirnya tinggal tersisa tiga divisi yang masih bertahan hingga sekarang di bawah kepengurusan yang baru:</p>
<ul>
<li>Agama dan Lingkungan</li>
<li>Pengembangan Sumber Daya Manusia</li>
<li>Media dan Humas</li>
</ul>
<p>Keberadaan divisi-divisi ini menjadi penting dalam terlaksananya progran kerja yang telah disusun. Selama penulis menjabat, terdapat <strong>29 program kerja</strong>, di mana 19 proker terlaksana, 2 terlaksana namun terhenti, dan 8 proker tidak terlaksana.</p>
<h4>Proker Terlaksana</h4>
<ol>
<li>Tadarusan Ketika Bulan Puasa</li>
<li>Memeringati Hari Raya Agama</li>
<li>Kerja Bakti</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a></li>
<li>Bakar-Bakar</li>
<li>Mengelola Akun Media Sosial</li>
<li>Mading</li>
<li>Pengadaan Kalender</li>
<li>Sore Sehat</li>
<li>Bermain Bersama</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-english-day/">SWI English Day</a></li>
<li>Rapat Rutin</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Peringatan 17-an</a></li>
<li>Jualan di Acara <em>Car Free Day</em></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/"><em>Next Gen Development Project</em></a></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/gen-x-swi-awards/"><em>Gen X SWI Awards</em></a></li>
<li>Pondok Ramadhan</li>
<li>Pemilihan Ketua Karang Taruna Periode 2018-2021</li>
</ol>
<h4>Proker Terlaksana Namun Terhenti</h4>
<ol>
<li>SWI Bermain Musik</li>
<li>SWI Berbahasa Indonesia</li>
</ol>
<h4>Proker Tidak Terlaksana</h4>
<ol>
<li>Ikut Pengajian dan Rutin Pergi ke Masjid</li>
<li>Studi Banding ke Karang Taruna Lain</li>
<li>Bakti Sosial</li>
<li>Mengikuti dan Mengadakan Lomba Antar RW</li>
<li>Desain Stiker Mobil untuk Warga</li>
<li>Karya Ilmiah dan Prakarya Remaja</li>
<li>Menjadi Tempat Pembayaran Listrik dan Air</li>
<li>Senam Sehat</li>
</ol>
<h3>Kendala Selama Menjabat</h3>
<p>Tentu saja ada banyak kendala yang penulis alami selama menjabat sebagai ketua di Karang Taruna. Apalagi, organisasi sosial ini benar-benar baru sehingga kami harus membuat patokan sendiri.</p>
<p>Masalah terbesar dan selalu berulang adalah masalah inisiatif anggota. Ada yang begitu semangat mencurahkan waktu dan tenaganya, tapi ada juga yang setengah-setengah. Ada anggota yang aktif, ada anggota yang jarang muncul.</p>
<p>Memang sebenarnya kami juga tidak bisa memaksa mereka untuk keluar. Akan tetapi, ajakan kami yang sedikit memaksa sebenarnya untuk kebaikan bersama. Sudah banyak anggota yang dulunya lebih sering di rumah, sekarang aktif bukan main.</p>
<p>Masalah konsistensi juga menjadi poin utama yang perlu diperhatikan. Sering sebuah proker sempat terhenti karena berbagai masalah dan alasan.</p>
<p>Rasa jenuh bisa menjadi salah satu alasannya. Oleh karena itu, kami menggagas banyak acara yang sifatnya santai dan bertujuan untuk meningkatkan <em>chemistry </em>antar anggota.</p>
<p>Selain acara bakar-bakar yang telah menjadi rutinitas, kamu juga membuat acara-acara menarik seperti <em>Next Gen Development Project </em>dan <em>Gen X SWI Awards</em>. Acara ini mampu membuat kami semua berkumpul dan saling kenangan yang berarti.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bagi penulis, Karang Taruna adalah bentuk pengabdian penulis kepada lingkungan tempatnya tinggal. Karena itulah penulis <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">mengalokasikan waktu dan tenaga</a> yang cukup besar untuk organisasi ini.</p>
<p>Apalagi, penulis menanggung beban sebagai ketua pertama setelah organisasi remaja ini vakum belasan tahun. Kalau fondasi yang penulis bangun tidak kuat, organisasi ini bisa rubuh kapanpun.</p>
<p>Tapi penulis merasa optimis bahwa organisasi ini akan bertahan di masa depan dengan beberapa catatan. Semoga saja, makin banyak proker yang bisa dilaksanakan oleh Karang Taruna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 November 2019, lagi malas nulis yang berat-berat, jadinya nulis ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 17:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[organigasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2132</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika sudah pernah membaca artikel Dulu Kerja di Mana?, mungkin para pembaca sekalian sudah paham bahwa penulis telah mengalokasikan sebagian (besar) waktunya setelah lulus untuk Karang Taruna. Pertanyaannya, mengapa? Karang Taruna yang pernah penulis pimpin berdiri sejak tahun 2016 setelah rangkaian acara peringatan kemerdekaan Indonesia berakhir. Penulis melihat adanya potensi yang dimiliki oleh remaja-remaja di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sudah pernah membaca artikel <a href="http://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">Dulu Kerja di Mana?</a>, mungkin para pembaca sekalian sudah paham bahwa penulis telah mengalokasikan sebagian (besar) waktunya setelah lulus untuk Karang Taruna. Pertanyaannya, mengapa?</p>
<p>Karang Taruna yang pernah penulis pimpin berdiri sejak tahun 2016 setelah <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">rangkaian acara peringatan kemerdekaan Indonesia</a> berakhir. Penulis melihat adanya potensi yang dimiliki oleh remaja-remaja di tempat penulis tinggal (untuk cerita lengkapnya, bisa dibaca di artikel <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Kelahiran Gen X SWI</a>).</p>
<p>Semenjak kelahirannya, Karang Taruna memiliki begitu banyak program kerja seperti <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a>, <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-english-day/">SWI English Day</a>, hingga <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a>. Ada juga acara spesial seperti <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a> dan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/gen-x-swi-awards/">Gen X SWI Awards</a>.</p>
<p>Semua proker tersebut tentu bukan tanpa kendala. Mengatur anggota yang rata-rata masih berada di usia sekolah bukan perkara mudah. Salah satu yang sering memicu emosi penulis adalah kurang aktifnya anggota ketika sedang rapat.</p>
<p>Beberapa anggota cenderung pasif ketika rapat dan menerima apapun keputusan yang diambil. Padahal, diadakannya rapat internal bertujuan untuk meningkatkan sikap kritis anggota. Jika di forum kecil saja tak bersuara, bagaimana di tempat yang lebih besar?</p>
<p>Selain itu, banyaknya anggota yang enggan untuk ikut serta ketika ada kegiatan Karang Taruna juga cukup membuat penulis stres. Memang itu hak mereka untuk tidak berpartisipasi, tapi bukankah salah satu tujuan dibentuknya Karang Taruna adalah sebagai tempat berkumpulnya para remaja?</p>
<p>Contoh dua masalah tersebut tidak membuat penulis patah semangat. Sebaliknya, penulis jadi semakin ingin membantu mereka untuk berkembang menjadi generasi yang lebih aktif (walaupun yang bersangkutan belum tentu ingin dibantu).</p>
<p>Jadi, mungkin jawaban pertanyaan &#8220;kenapa menghabiskan waktu untuk Karang Taruna?&#8221; adalah penulis ingin menyalurkan kepedulian penulis terhadap perkembangan generasi muda Indonesia mulai dari lingkup terkecil, yakni lingkungan penulis sendiri.</p>
<p>Untuk pribadi penulis sendiri, dengan aktif di Karang Taruna (apalagi sebagai ketua), penulis bisa berkontribusi untuk lingkungan penulis. Penulis tidak ingin hanya hidup sekadar &#8220;menumpang tidur&#8221;. Penulis ingin meninggalkan jejak, jejak yang kini sedang dilanjutkan oleh <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/tim-transisi-gen-x-swi/">ketua baru</a>.</p>
<p>Jawaban terakhir dari pertanyaan tersebut adalah penulis memiliki misi pribadi sebagai seorang ketua untuk <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">membangun fondasi organisasi</a> yang kuat. Demi kuatnya fondasi tersebut, penulis harus mengalokasikan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.</p>
<p>Karang Taruna dengan kepengurusan yang baru sudah berjalan sekitar enam bulan. Tentu mereka akan mengalami kendala, apalagi penulis cukup dominan ketika memimpin, dan itu merupakan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">satu kesalahan penulis sebagai ketua</a>.</p>
<p>Penulis sekarang hanya bisa <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/memantau-dari-jauh/">memantau mereka dari jauh</a>, mengamati bagaimana mereka mengelola organisasi yang telah kami bangun bersama-sama. Tentu penulis mengharapkan mereka bisa lebih sukses, karena dengan demikian, penulis tidak perlu menyesal telah mengorbankan waktu demi mereka.</p>
<p>Ah, seharusnya penulis tak perlu merasa menyesal apapun yang terjadi. Bukankah yang namanya cinta <a href="http://whathefan.com/renungan/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">sejatinya tidak perlu merasa berkorban</a>?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Februari 2019, terinspirasi setelah mengamati perkembangan Karang Taruna setelah 6 bulan penulis tinggal</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2018 14:58:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis masih belajar agar dapat menjadi pemimpin yang baik, setidaknya bagi diri penulis sendiri. Dulu, ketika masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna, terdapat satu kesalahan di antara kesalahan-kesalahan lainnya yang menurut penulis paling fatal, dan itu menjadi pembelajaran yang baik untuk penulis. Apa itu? Memikul beban sendirian. Karena sifat perfeksionis yang dimiliki, penulis seringkali merasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis masih belajar agar dapat menjadi pemimpin yang baik, setidaknya bagi diri penulis sendiri. Dulu, ketika masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna, terdapat satu kesalahan di antara kesalahan-kesalahan lainnya yang menurut penulis paling fatal, dan itu menjadi pembelajaran yang baik untuk penulis. Apa itu?</p>
<p>Memikul beban sendirian.</p>
<p>Karena sifat perfeksionis yang dimiliki, penulis seringkali merasa tidak puas dengan kinerja anggota penulis. Selain itu, karena kurang telaten, penulis kerap mengerjakan tugas-tugas organisasi sendirian.</p>
<p>Jelas ini tidak sehat bagi organisasi. Oke, tugas organisasi memang selesai, tapi bagaimana dengan pengembangan anggota? Jika yang berpikir dan mengerjakan hanya ketua, lantas bagaimana anggotanya bisa belajar?</p>
<p>Ya, itu merupakan salah satu hal yang penulis sesali selama menjadi ketua Karang Taruna, dan penulis berusaha agar hal tersebut tidak terulang di kepengurusan selanjutnya. Caranya, ya mewanti-wanti agar jangan sampai ketua yang baru mengulangi kesalahan yang sama.</p>
<p>Akibat menanggung beban sendirian, penulis beberapa kali merasa kebingungan sendiri, merasa stres sendiri. Selain itu, teman-teman seangkatan penulis banyak yang sudah merintis karir di luar lingkungan, sehingga penulis merasa tidak ada tempat untuk melakukan <em>sharing</em>. Padahal, hal tersebut juga bisa dilakukan dengan angkatan yang lebih muda.</p>
<p>Memang, ada anggota yang pasif, ada yang aktif. Penulis rasa semua organisasi seperti itu. Yang seharusnya penulis lakukan adalah membagi apa yang penulis pikirkan tentang organisasi, terlepas apakah mereka memberikan respon atau tidak. Setidaknya, mereka akan memahami apa yang terjadi di organisasi.</p>
<p>Kesuksesan seorang pemimpin tidak hanya dilihat ketika mereka menjabat, tetapi apakah organisasi yang mereka pimpin bisa menjadi lebih baik ketika berganti kepemimpinan.</p>
<p>Semoga saja kesalahan yang penulis buat bisa diatasi oleh ketua yang baru. Tentu, dengan pendampingan dari penulis sendiri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan yang pernah dibuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 2 Agustus 2018, terinspirasi ketika melihat kepanitian 17an yang baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
