<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Korea Selatan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/korea-selatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/korea-selatan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2024 15:26:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Korea Selatan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/korea-selatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Korea Selatan dan Reality Show: Sarana Promosi Negara ke Dunia</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2024 15:26:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[variety show]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang pernah Penulis bahas dalam tulisan-tulisan sebelumnya, belakangan ini Penulis kembali mengikuti dunia per-K-Pop-an sejak berkenalan dengan Twice. Bahkan, yang kali ini bisa dibilang lebih intens berkat algoritma yang dimiliki oleh YouTube Music. Meskipun menikmati musiknya, sebenarnya Penulis tidak terlalu suka menonton video performance atau konser mereka. Penulis justru lebih tertarik menonton berbagai acara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/">Korea Selatan dan Reality Show: Sarana Promosi Negara ke Dunia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seperti yang pernah Penulis bahas dalam tulisan-tulisan sebelumnya, belakangan ini Penulis kembali mengikuti dunia per-K-Pop-an sejak berkenalan dengan Twice. Bahkan, yang kali ini bisa dibilang lebih intens berkat <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">algoritma yang dimiliki oleh YouTube Music</a>.</p>



<p>Meskipun menikmati musiknya, sebenarnya Penulis tidak terlalu suka menonton video <em>performance </em>atau konser mereka. Penulis justru lebih tertarik menonton berbagai acara <em>reality show </em>maupun <em>talkshow </em>yang melibatkan mereka.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis juga jadi sering menonton acara yang melibatkan para <em>idol girlband</em> yang musiknya Penulis dengarkan, terutama <em>Runningman </em>dan <em>Weekly Idol</em>. Apalagi, banyak dari mereka yang memiliki acaranya sendiri, seperti<em> <strong><a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Time to Twice</a></strong></em><strong> </strong>dan <strong><em>1, 2, 3 IVE</em></strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<p>Saat menonton acara-acara tersebut, Penulis pun jadi sadar akan sesuatu. Hampir di semua episode <em>reality show </em>tersebut, terselip berbagai hal yang terkesan &#8220;mempromosikan&#8221; Korea Selatan kepada dunia. <em>Reality show </em>digunakan untuk mempromosikan negaranya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Reality Show Korea Selatan Menjadi Sarana Promosi</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7477" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Acara Runningman Memperkenalkan Banyak Wisata dan Makanan Korea Selatan (<a href="https://lifeadventuresofgenina.blogspot.com/2013/09/tuesday-running-man-episode-161-running.html">Life Adventure of Gegina</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebelum bersentuhan dengan dunia K-Pop, yang Penulis ketahui tentang Korea Selatan hanya mereka pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Selain itu, yang Penulis tahu lagi tentu Park Ji-sung, pemain sepak bola top yang pernah berseragam <a href="https://whathefan.com/olahraga/daftar-pemain-manchester-united-yang-ingin-saya-jual-musim-depan/">Manchester United</a>. </p>



<p>Setelah berkenalan dengan K-Pop, Penulis jadi mulai mengenal Korea Selatan lebih luas. Selain dari segi musik dan persaingan industri yang keras, Penulis juga jadi banyak mengenal banyak hal mulai dari bahasa, budaya, hingga makanan.</p>



<p>Salah satu yang &#8220;berjasa&#8221; untuk hal tersebut bagi Penulis adalah <em><strong>Runningman</strong></em>. Acara yang sudah berjalan ratusan episode tersebut kerap diadakan di berbagai tempat di Korea Selatan, yang secara tak langsung menjadi sarana promosi wisata untuk menarik wisatawan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="[RUNNINGMAN] The spicy and scary chili jjamppong which has capsaicin and chilis (ENGSUB)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SkcP-I53Tyo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Meskipun acaranya &#8220;kejar-kejaran&#8221; (setidaknya di episode-episode awal), selalu ada saja<em> B-roll</em> yang memperlihatkan keindahan lokasi yang digunakan untuk syuting, entah itu di pusat kota Seoul hingga tempat yang jauh seperti Jeju Islands.</p>



<p>Tidak hanya tempat wisata yang ditonjolkan, banyak episode <em>Runningman </em>yang juga menonjolkan kuliner asli Korea Selatan. Selalu ada <em>shot </em>di mana para <em>member </em>dan bintang tamu terlihat sangat menikmati hidangan yang ada.</p>



<p>Pola ini juga Penulis temukan di <em>reality show </em>lainnya yang Penulis tonton seperti <em>Time to <strong>Twice</strong> </em>dan <em><strong>1, 2, 3 IVE</strong></em>. Bahkan salah satu <em>member </em>dari IVE, Rei, memiliki kanal YouTube sendiri bernama <strong>따라해볼레이 by섭씨쉽도 (Follow Rei)</strong> dan memiliki pola yang serupa. </p>



<p>Contoh di episode 27 ketika acara tersebut mengundang <em>member </em>IVE lainnya, Leeseo. Pada episode tersebut, Rei dan Leeseo melakukan piknik di pinggir sungai Han yang terkenal sembari menikmati berbagai makanan Korea Selatan. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="아이브 활동 중 레이 이서 업고 한강으로 튀어 | 따라해볼레이 EP.27" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/sOToBNXkYoM?list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selain itu, bahasa yang digunakan sudah pasti menggunakan bahasa Korea. Sama seperti penonton anime, penonton <em>reality show </em>Korea Selatan pun jadi termotivasi untuk bisa memahami bahasa Korea Selatan agar tidak perlu menggunakan <em>subtitle </em>lagi untuk menonton.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Indonesia (Harusnya) Bisa Mengadopsi Strategi Reality Show Korea Selatan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7478" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/reality-show-korea-selatan-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Konsep Reality Show Korea Selatan Bisa Kita Adopsi (<a href="https://x.com/JYPETWICE/status/1522501423543590913">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Tentu Korea Selatan tidak hanya memanfaatkan K-Pop dan <em>reality show </em>untuk menyebarkan berbagai budaya dan mempromosikan pariwisata serta makanannya. Drama dan film Korea Selatan pun sudah sangat mendunia.</p>



<p>Namun, menurut Penulis memanfaatkan <em><strong>reality </strong></em><strong><em>show </em>sebagai sarana promosi negara adalah ide yang cerdik</strong>.<em> </em>Berbeda dengan K-Pop dan drama yang mungkin cukup <em>segmented</em>, <em>reality show </em>cenderung bisa lebih dinikmati oleh orang banyak.</p>



<p>Contoh, Penulis biasanya mengajak ibunya untuk menonton acara-acara <em>reality show </em>Korea Selatan, tentu yang sekiranya bisa masuk dan dipahami oleh beliau. Walau kadang lebih banyak berkomentar mengenai &#8220;operasi plastik,&#8221; ibu Penulis ternyata bisa menikmati <em>reality show </em>tersebut.</p>



<p>Salah satu alasannya adalah<strong> <em>reality show </em>dikemas dalam bentuk hiburan</strong>, sehingga terkesan ringan dan mudah untuk dinikmati. Kita tidak perlu mengikuti alur cerita atau memiliki selera musik tertentu, karena <em>reality show </em>memang dibuat agar mudah dipahami.</p>



<p>Karena perannya untuk menghibur, tentu penonton akan sering tertawa ketika menontonnya. Oleh karena itu, penonton pun tak keberatan (dan mungkin tidak sadar) jika di dalam acara tersebut terselip promo-promo terselubung, entah dari segi pariwisata, budaya, maupun makanan.</p>



<p>Konsep inilah yang menurut Penulis perlu Indonesia tiru, <strong>bagaimana cara mempromosikan negara kita tercinta ini melalui acara <em>reality show </em>yang bisa diterima oleh banyak orang secara global</strong>. Menurut Penulis, peluang ini masih belum sering kita eksplorasi.</p>



<p>Mungkin permasalahan utamanya adalah <strong>belum terlalu mendunianya para <em>public figure </em>kita</strong> jika dibandingkan dengan <em>public figure </em>Korea Selatan. Penulis sendiri menonton <em>reality show </em><a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a> dan IVE karena itu acara mereka. Jika yang melakukan orang lain, mungkin Penulis tidak akan menontonnya, tak peduli mau semenarik apapun acaranya.</p>



<p>Memang sudah banyak sekali <em>public figure </em>kita yang mendunia, entah dari dunia musik, film, dan lainnya. Namun, Penulis cukup ragu kalau nama mereka sampai digila-gilai oleh orang dari negara lain seperti mereka menggilai <em>idol </em>K-Pop.</p>



<p>Kalaupun belum bisa mengglobal karena alasan tersebut, menyasar pasar lokal dulu pun tidak masalah. Kalau menargetkan masyarakat kita sendiri, tentu tujuannya adalah <strong>meningkatkan pariwisata domestik </strong>sekaligus <strong>memberikan edukasi</strong>.</p>



<p>Contoh yang baru saja Penulis temukan adalah seri <strong>Kisarasa </strong>di YouTube. Dipandu oleh Chef Renata dan Chef Juna, acara ini mampu membalut acara kuliner secara unik, di mana sinematografi dan narasinya berbeda dengan kebanyakan kanal kuliner lainnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="KISARASA | S3 - Episode 5 - RAGAM HIDANGAN PETIS KHAS SURABAYA" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/O5f_x5iMLNo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kisarasa seolah dibuat untuk melestarikan makanan-makanan khas nusantara, dengan menayangkannya kepada penonton. Dengan melihat episode-episodenya, pengetahuan kita akan kuliner menjadi meningkat, sekaligus menimbulkan keinginan untuk membeli makanan tersebut.</p>



<p>Namun, Kisarasa lebih cocok disebut sebagai dokumenter daripada <em>reality show</em> karena tidak memiliki unsur hiburan. Penulis merasa konten-konten berkualitas seperti acara ini kurang bisa diterima oleh mayoritas penonton Indonesia, apalagi jika melihat jumlah <em>view</em> video-videonya yang kebanyakan hanya berkisar di angka ratusan ribu hingga satu jutaan.</p>



<p>Penulis membayangkan ada sebuah konsep acara hiburan dengan kualitas seperti Kisarasa, tapi dibuat lebih ringan, penuh candaan, dan diselipi oleh berbagai promosi budaya, wisata, makanan, hingga bahasa daerah. Bahkan, kalau bisa acara tersebut dinikmati hingga penonton di luar Indonesia.</p>



<p>Semoga saja sebenarnya sudah ada, Penulis saja yang belum mengetahuinya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 19 Juni 2024, terinspirasi setelah menyadari kalau Korea Selatan memanfaatkan <em>variety show </em>sebagai media promosi wisata, budaya, hingga makanannya</p>



<p>Foto Feature Image: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=sOToBNXkYoM&amp;list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB&amp;index=31">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/">Korea Selatan dan Reality Show: Sarana Promosi Negara ke Dunia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Hidup Apa Adanya</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-hidup-apa-adanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2020 12:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Suhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[self-care]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3611</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika membeli sebuah buku, Penulis biasanya akan mencari yang padat akan tulisan. Penulis sama sekali tidak tertarik dengan buku yang didominasi oleh gambar dan tulisan-tulisan fancy. Cerita berubah ketika Penulis menemukan buku Hidup Apa Adanya yang ditulis oleh Kim Suhyun, walau bukunya memang lebih berisi dibandingkan, katakanlah, buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.  Buku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-hidup-apa-adanya/">Setelah Membaca Hidup Apa Adanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika membeli sebuah buku, Penulis biasanya akan mencari yang padat akan tulisan. Penulis sama sekali tidak tertarik dengan buku yang didominasi oleh gambar dan tulisan-tulisan <em>fancy</em>.</p>
<p>Cerita berubah ketika Penulis menemukan buku <strong><em>Hidup Apa Adanya </em></strong>yang ditulis oleh <strong>Kim Suhyun</strong>, walau bukunya memang lebih berisi dibandingkan, katakanlah, buku <em><a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1/">Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini</a>. </em></p>
<p>Buku ini menganggap dirinya sebagai sebuah kumpulan <em>to-do-list </em> yang harus kita lakukan dalam menghadapi dunia yang makin keras ini. Dengan tema <em>self-care </em>yang diangkat, ternyata buku ini sangat <em>related </em>dengan kehidupan kita.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Meskipun terlihat sedikit tebal, kita bisa menghabiskan buku ini secara cepat karena isinya yang tidak terlalu padat. Buku ini dibagi menjadi enam bagian utama. yakni:</p>
<ul>
<li>Agar bisa hidup dengan menghormati diri sendiri</li>
<li>Agar bisa hidup sebagai diriku sendiri</li>
<li>Agar tidak tenggelam dalam rasa cemas</li>
<li>Agar bisa hidup bersama dengan yang lainnya</li>
<li>Untuk dunia yang lebih baik</li>
<li>Untuk kehidupan yang lebih berarti dan juga lebih baik</li>
</ul>
<p>Bisa dilihat dari judul-judul bagiannya, buku ini berusaha membahas berbagai permasalahan yang kerap melanda generasi milenial. Setiap bagian terdiri dari beberapa subbagian yang terkadang hanya terdiri dari dua halaman.</p>
<p>Bagian pertama mengajak kita untuk lebih <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mencintai-diri-sendiri/">mencintai diri sendiri</a> tanpa perlu memedulikan perkataan orang lain. Di zaman dengan <em>social pressure </em>yang begitu tinggi seperti sekarang, kita sering melupakan hal-hal fundamental.</p>
<p>Ada beberapa tips yang diberikan oleh Kim, seperti menghapus berbagai angka dalam kehidupan dan tidak terpengaruh perkataan orang lain.</p>
<p>Bagian kedua mengajak kita untuk menjadi diri sendiri tanpa terpengaruh orang lain. Kita jangan sampai tunduk begitu saja pada anggapan umum atau standar masyarakat pada umumnya.</p>
<p>Bagian ketiga membahas mengenai rasa <em>insecure </em>yang kerap melanda kita yang masih muda ini. Dengan tingginya intesitas kita bermain media sosial, secara tidak langsung kita akan membandingkan diri kita dengan orang lain.</p>
<p>Padahal, kebanyakan orang hanya akan memposting sisi bahagia mereka atau justru hanya sekadar pencitraan semata. Kita tidak benar-benar tahu bagaimana kehidupan orang lain.</p>
<p>Bagian empat membahas bagaimana kita hidup bersosial dengan lebih baik di masyarakat. Bagian lima membahas bagaimana kita harus menghadapi dunia ini dan bagian enam memberi beberapa tips agar kehidupan yang kita jalani menjadi lebih baik.</p>
<h3>Setelah Membaca Buku <em>Hidup Apa Adanya</em></h3>
<p>Isi dari buku ini merupakan hasil pemikiran dari Kim Suhyun atas kehidupannya sendiri. Ia sering berpikir buruk tentang dirinya sendiri, sesuatu yang mungkin juga sering kita lakukan.</p>
<p>Ia pun berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan hasilnya adalah buku ini. Penulis menganggap buku ini sebagai buku motivasi dengan gaya yang berbeda.</p>
<p>Buku ini mengajak kita untuk menikmati hidup ini apa adanya agar kita bisa bahagia dengan mudah. Bagi orang-orang yang kerap merasa <em>insecure</em>, buku ini hadir sebagai pelipur lara.</p>
<p>Sang penulis buku ini hanyalah seorang biasa yang menjalani rutinitas hidupnya seperti manusia kebanyakan (setidaknya itu yang terlihat dari buku ini).</p>
<p>Oleh karena itu, buku ini terasa amat dekat dan <em>related </em>dengan kehidupan kita yang biasa-biasa ini. Apalagi, bahasa yang digunakan juga bahasa sehari-hari yang ringan dan mudah dicerna.</p>
<p>Salah satu poin yang kerap dibahas di buku ini adalah tidak memedulikan pendapat atau penilaian <a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">orang lain yang <em>judgemental</em></a>. Kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang, jadi jangan terlalu terpengaruh dengan kata orang lain.</p>
<p>Pikiran Penulis menjadi menjadi lebih terbuka tentang bagaimana menikmati hidup, menjadi diri sendiri, hingga menerima keadaan yang sedang dijalani.</p>
<p>Direkomendasikan untuk semua orang yang kerap merasa <em>insecure </em>terhadap dunia yang makin kejam.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.4/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 8 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Hidup Apa Adanya</em> karya Kim Suhyun</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-hidup-apa-adanya/">Setelah Membaca Hidup Apa Adanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
