<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lokal Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/lokal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/lokal/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Jun 2024 14:57:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>lokal Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/lokal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #14: Kakartu Se-kata</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-14-kakartu-se-kata/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-14-kakartu-se-kata/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2024 07:34:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Sekata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7178</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sampai koleksi board game yang ke-13 (Coup), semua merupakan produksi luar semua. Padahal, di Indonesia sendiri sudah banyak board game lokal yang sebenarnya tidak kalah menarik untuk dimainkan bersama-sama. Penulis pernah memainkan beberapa yang kebetulan Pandu punya, seperti Waroeng Wars dan Laga Jakarta. Namun, bukan board game lokal tersebut yang Penulis miliki duluan, melainkan Sekata [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-14-kakartu-se-kata/">Koleksi Board Game #14: Kakartu Se-kata</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sampai <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-13-coup/">koleksi <em>board game </em>yang ke-13 (Coup)</a>, semua merupakan produksi luar semua. Padahal, di Indonesia sendiri sudah banyak <em>board game </em>lokal yang sebenarnya tidak kalah menarik untuk dimainkan bersama-sama.</p>



<p>Penulis pernah memainkan beberapa <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">yang kebetulan Pandu punya</a>, seperti Waroeng Wars dan Laga Jakarta. Namun, bukan <em>board game </em>lokal tersebut yang Penulis miliki duluan, melainkan <strong>Sekata</strong> yang relatif lebih baru.</p>



<p>Dengan harga yang sangat ekonomis, <em>board game </em>ini cukup menantang pemain dalam jumlah kosa kata yang dimilikinya. Lantas, apakah <em>board game </em>ini bisa membantah kalau bahasa Indonesia itu miskin kosa kata?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game </h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Kakartu Se-kata</li>



<li>Desainer: Abraham Putra</li>



<li>Publisher: Ennoia Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2021</li>



<li>Jumlah Pemain: 3-10 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 5-15 menit</li>



<li>Rating BGG: &#8211;</li>



<li>Tingkat Kesulitan: &#8211;</li>



<li>Harga: Rp100.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Kakartu Se-kata</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Tutorial Main Board Game - Kakartu - Sekata" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/atjkfl6qB9Y?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dilihat dari kotaknya yang mungil, bisa ditebak kalau komponen yang dimiliki oleh Sekata sangat sederhana karena memang hanya terdiri dari kartu-kartu. Ada 102 kartu berwarna merah muda, 13 kartu berwarna kuning, 10 kartu berwarna hijau, dan 3 kartu kosong.</p>



<p>Setiap kartu yang berwarna merah muda berisi satu suku kata (bisa vokal saja, bisa gabungan konsonan dan vokal) seperti Ka dan Ta. Untuk kartu kuning/hijau, yang merupakan kartu bantu, seringnya berisi satu konsonan yang bisa digunakan oleh semua pemain.</p>



<p>Di awal permainan, masing-masing akan mendapatkan 10 kartu berwarna merah muda secara acak. Lalu, jejerkan tiga kartu kuning di tengah arena. Kartu kuning ini bisa digunakan oleh semua pemain kapan saja ketika mereka membutuhkan bantuan huruf yang tertera di sana.</p>



<p>Untuk kartu hijau sendiri sebenarnya memiliki efek yang sama dengan kartu kuning. Bedanya, kartu hijau dipegang oleh masing-masing pemain. Jujur, Penulis baru menyadari aturan ini ketika menulis artikel ini. Sebelumnya, Penulis mencampurnya dengan kartu kuning.</p>



<p>Permainan akan dimulai ketika satu kartu merah muda dari <em>deck </em>akan muncul ke arena. Pemain harus bisa membuat kata menggunakan kartu yang ada di tangannya (boleh di depan ataupun di belakang) dan boleh menggunakan bantuan kartu kuning jika diperlukan.</p>



<p>Nah, kartu yang diturunkan oleh pemain tersebut akan menjadi suku kata selanjutnya dalam permainan. Jika tidak ada pemain yang bisa membuat kata, maka boleh mengeluarkan satu kartu dari <em>deck</em>.</p>



<p>Secara aturan resmi, sebenarnya pemain yang sudah berhasil menyusun kata tidak boleh mengeluarkan kartu lagi hingga ada pemain lain yang berhasil menyusun kata. Namun, aturan ini sebenarnya fleksibel saja, jadi kalau mau cepat-cepatan habis juga tidak masalah.</p>



<p>Permainan akan berakhir jika ada satu pemain yang berhasil menghabiskan kartu tangannya. Namun, seperti dalam permainan UNO!, jika mau mengubah aturannya hingga ada satu orang terakhir yang kalah agar mendapatkan hukuman juga sah-sah saja, kok.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Kakartu Se-kata</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/review-kakartu-se-kata-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7198" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/review-kakartu-se-kata-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/review-kakartu-se-kata-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/review-kakartu-se-kata-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/review-kakartu-se-kata.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Board Game Kakartu Se-Kata (<a href="https://www.blibli.com/p/kartu-sekata-card-game/ps--MOB-60035-06226">Blibli</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun Kakartu Se-kata terdengar memiliki <em>gameplay </em>yang sangat sederhana, sejujurnya permainan ini benar-benar menarik dan kompetitif. Ketika membawa <em>board game </em>ini ke acara <em>outing </em>kantor, rekan-rekan Penulis seperti kecanduan memainkannya.</p>



<p>Tentu pemain dengan kosa kata yang luas akan memiliki keunggulan dalam permainan. Namun, itu saja tidak cukup karena kita juga membutuhkan kecepatan agar bisa mendahului pemain lain. </p>



<p>Yang lucu adalah ketika mengalami kebuntuan, beberapa pemain akan mencoba &#8220;mengarang bebas&#8221; dan membuat kosa kata yang terdengar asing. Kalau sudah begitu, KBBI pun akan keluar untuk membuktikan apakah kata tersebut benar-benar ada atau tidak.</p>



<p>Biasanya, jika ternyata kata tersebut tidak ada dalam KBBI, maka hukuman yang akan didapatkan oleh pemain adalah mereka harus menarik satu tambahan kartu dari <em>deck</em>, yang tentunya akan memperbanyak jumlah kartu tangan mereka.</p>



<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangannya, mungkin <em>replaybility-</em>nya yang kurang karena <em>gameplay</em>-nya yang sederhana memang membuatnya menjadi cukup monoton. Bagi pemain <em>board game </em>veteran, jelas tidak akan merasakan keseruan dari <em>board game </em>ini.</p>



<p>Lantas, apakah <em>board game </em>ini bisa mematahkan pendapat mengenai kosa kata <a href="https://whathefan.com/buku/belajar-mencintai-bahasa-indonesia-pada-xe-no-glo-so-fi-lia/">bahasa Indonesia</a> yang sedikit? Sayangnya tidak bisa, karena ada keterbatasan di mana kata yang dibuat hanya bisa terdiri dari dua suku kata. Kata seperti Ko-Rup-Si saja tidak bisa dibuat.</p>



<p>Sampai artikel ini ditulis, Kakartu Se-kata masih menjadi satu-satunya <em>board game </em>lokal yang Penulis miliki. Penulis masih belum menemukan <em>board game </em>lokal lain yang berhasil mendorong Penulis untuk membelinya. Semoga suatu saat nanti ada, aamiin.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Setelah ini, Penulis akan membahas mengenai <em>board game </em>yang bertemakan <em>heist </em>dan bisa dimainkan untuk mengajak ribut pemain lain. <em>Board game </em>ini bisa dibilang cukup jarang yang menjual, sehingga Penulis harus membelinya dari Jakarta. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Bahamas</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 April 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri artikel <em>board game</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-14-kakartu-se-kata/">Koleksi Board Game #14: Kakartu Se-kata</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-14-kakartu-se-kata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 11:05:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Chelsea Islan]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Hongkong Kasarung]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Sekala Niskala]]></category>
		<category><![CDATA[Sule]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=537</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya tidak ada niatan untuk menonton di bioskop ketika penulis melakukan perjalanan ke Jakarta. Hanya saja, ketika membuat rekening Genius dari BTPN saat penulis berada di even Education Fair, penulis mendapatkan voucher menonton di Cinema XXI. Walaupun bukan termasuk hobi, apa salahnya menonton ketika punya tiket gratis. Maka penulis pun mencari-cari, film apa yang sekiranya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/">Setelah Menonton Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya tidak ada niatan untuk menonton di bioskop ketika penulis melakukan perjalanan ke Jakarta. Hanya saja, ketika membuat rekening Genius dari BTPN saat penulis berada di even Education Fair, penulis mendapatkan voucher menonton di Cinema XXI. Walaupun bukan termasuk hobi, apa salahnya menonton ketika punya tiket gratis.</p>
<p>Maka penulis pun mencari-cari, film apa yang sekiranya bisa dilihat. Setelah menimbang-nimbang dan teringat kampanye Chelsea Islan dengan hashtag #banggafilmindonesia, penulis pun memilih film <strong>Sekala Niskala </strong>yang mengangkat budaya Bali.</p>
<p>Setelah tertunda beberapa kali, penulis akhirnya berangkat menuju Cinema XXI yang berada di Taman Ismail Marzuki karena dekat dengan Masjid Cut Meutia (baca: <a href="http://whathefan.com/2018/03/21/pengalaman-sholat-jumat-di-masjid-cut-meutia/">Pengalaman Sholat Jum&#8217;at di Masjid Cut Meutia</a>).</p>
<p><strong>Sekala Niskala</strong></p>
<p><div id="attachment_538" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-538" class="size-full wp-image-538" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/xekspresi-sekala-niskala.jpg.pagespeed.ic_.gvosiN6i68.jpg" alt="" width="690" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/xekspresi-sekala-niskala.jpg.pagespeed.ic_.gvosiN6i68.jpg 690w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/xekspresi-sekala-niskala.jpg.pagespeed.ic_.gvosiN6i68-300x196.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/xekspresi-sekala-niskala.jpg.pagespeed.ic_.gvosiN6i68-356x232.jpg 356w" sizes="(max-width: 690px) 100vw, 690px" /><p id="caption-attachment-538" class="wp-caption-text">Sekala Niskala (http://www.suaramerdeka.com/ekspresi/detail/504/Sekala-Niskala-Hubungan-Magis-Antara-Saudara-Kembar)</p></div></p>
<p>Ketika berada di loket, penulis melihat bahwa film terbaru Sule, <strong>Hongkong Kasarung</strong>, telah tayang di bioskop. Maka dari itu penulis putuskan untuk menonton sekalian film tersebut. #banggafilmindonesia</p>
<p>Penulis sedikit terlambat karena waktunya yang agak mepet dengan waktu berakhirnya Sholat Jum&#8217;at. Pikir penulis, pasti sudah banyak yang datang. Ternyata, baru enam orang yang datang. Fakta ini penulis ketahui ketika memilih kursi di loket, ketika warna hijau mendominasi layar. Penulis sampai bertanya kepada petugas loket, yang kosong yang warna apa, merah atau hijau.</p>
<p>Karena banyak kursi kosong, penulis bisa bebas memilih kursi mana yang ingin diduduki. Bioskop serasa milik sendiri, walaupun di belakang banyak pasangan yang juga ikut menonton.</p>
<p>Lalu, bagaimana filmnya?</p>
<p>Melihat Sekala Niskala itu serasa membaca puisi. Multitafsir dan butuh penghayatan yang dalam. Penulis butuh browsing untuk bisa memahami film tersebut.</p>
<p>Ternyata, Sekala dan Niskala adalah dua dunia yang berbeda, di mana Sekala adalah dunia nyata di mana kita tinggal dan Niscaya adalah alam lain, yang di film ini merupakan dunia imajinasi dari karakter utama.</p>
<p>Budaya Bali dalam film ini sangat kentara, mulai dari bahasa hingga tarian-tarian yang ditampilkan. Benar-benar membawa budaya asli Indonesia, bukan hanya sekedar kata-kata dalam bahasa daerah (termasuk kata kotornya) seperti film sebelah.</p>
<p>Walaupun sempat tertidur karena banyaknya adegan sinden bernyanyi yang membuat penulis terkantuk-kantuk, penulis merasa puas melihat film ini, bagaikan melihat almarhum Rendra membawakan puisinya.</p>
<p><strong>Hongkong Kasarung</strong></p>
<p><div id="attachment_539" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-539" class="size-large wp-image-539" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/maxresdefault.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-539" class="wp-caption-text">Hongkong Kasarung (youtube.com)</p></div></p>
<p>Setelah melihat film serius (sama sekali tidak ada humor dalam film Sekala Niskala), penulis menonton film komedi Hongkong Kasarung. Awalnya penulis agak skeptis melihat film komedi lokal, takutnya garing seperti kerupuk.</p>
<p>Untunglah, semua pesimisme penulis salah besar. Film tersebut kocak habis! Banyak adegan-adegan lucu yang berhasil membuat tawa penulis lepas. Guyonan khas Sule dkk muncul dalam film ini. Penggunaan bahasa Sunda menambah nilai positif film ini.</p>
<p>Intinya, film ini penulis rekomendasikan untuk semua kalangan usia.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Tahun 2018 ini merupakan rekor penulis dalam menonton film, dengan menonton 4 film dalam tiga bulan. Sebagai perbandingan, tahun 2017 kemarin, selama satu tahun penulis hanya menonton satu kali, yakni film Sword Art Online the Movie: Ordinal Scale (padahal penulis tidak pernah melihat serial Sword art Online, alhasil teman penulis menjadi korban karena penulis tak pernah berhenti bertanya tentang film tersebut).</p>
<p>Dari empat film tersebut, tiga di antaranya adalah film lokal (baca: Setelah Menonton Si Juki), hanya Black Panther yang film buatan luar (karena penulis penggemar Superhero).</p>
<p>Mengapa bisa seperti itu?</p>
<p>Karena penulis menyadari bahwa kita bisa berperan memajukan perfilman Indonesia dengan cara menontonnya. Kalau bisa, bukan film-film terkenal macam cinta-cintaan anak SMA itu, melainkan film-film yang mengangkat budaya lokal. Tapi jika maunya film yang bergenre romantis, ya enggak apa-apa, yang penting masih film lokal.</p>
<p>Semangat #banggafilmindonesia ini terinspirasi dari teman penulis semasa di Pare, bang Edo, yang pernah berkata:</p>
<p>&#8220;Kalau ada film Indonesia, aku akan berusaha untuk menontonnya.&#8221;</p>
<p>Kalau film-film <em>box office </em>dari luar negeri kan sudah tersebar ke mana-mana tuh, pasti banyak penontonnya. Karena itu, sebagai warga negara yang baik, menonton karya anak bangsa adalah salah satu bentuk dukungan kita kepada perfilman Indonesia agar semakin maju.</p>
<p>Sekali lagi, <strong>#banggafilmindonesia</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 23 Maret 2018, terinspirasi setelah menonton film Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/">Setelah Menonton Sekala Niskala dan Hongkong Kasarung</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
