Connect with us

Permainan

Koleksi Board Game #13: Coup

Published

on

Dalam membeli sebuah board game, salah satu pertimbangan Penulis adalah pernah memainkannya. Kebetulan, Penulis beberapa kali mendapatkan kesempatan bermain board game yang dimiliki oleh Pandu.

Selain Catan yang menjadi “prioritas” utama karena menjadi salah satu favoritnya, board game lain yang ingin Penulis miliki adalah Coup. Secara singkat, board game yang satu ini bergenre deduksi di mana pemainnya harus lihai bermain peran sekaligus berbohong.

Dengan harganya yang relatif murah, tentu Coup menjadi banyak pilihan orang yang menyukai permainan seperti Werewolf. Namun, apakah Coup memang layak untuk dikoleksi dan mampu menawarkan keseruan yang sama?

Detail Board Game

  • Judul: Coup
  • Desainer: Rikki Tahta
  • Publisher: Indie Boards & Cards
  • Tahun Rilis: 2012
  • Jumlah Pemain: 2- 6 pemain
  • Waktu Bermain: 15 menit
  • Rating BGG: 7.0
  • Tingkat Kesulitan: 1.41/5
  • Harga: Rp200.000

Cara Bermain Coup

Coup memiliki objektif utama menjadi pemain terakhir yang bertahan, alias one man last standing. Di awal permainan, masing-masing pemain akan memiliki dua peran tersembunyi yang disebut sebagai Influence dan akan mendapatkan “modal” dua koin.

Pemain bisa menggunakan peran tersebut atau berpura-pura menjadi peran lain. Kenapa harus berpura-pura menjadi peran lain? Karena masing-masing peran memiliki efeknya. Total ada lima peran yang bisa digunakan di dalam Coup, yakni:

  1. Duke (Bupati): Tax (Ambil 3 koin)
  2. Assassin: Assassination (Bayar 3 koin, lalu pilih pemain untuk kehilangan Influence)
  3. Ambassador (Duta Besar): Exchange (tukar kartu dengan Court Deck), bisa memblok Steal dan Captain
  4. Captain (Kapten): Steal (ambil 2 koin dari pemain lain), bisa memblok Steal dan Captain
  5. Contessa: Blok Assassination

Setiap putaran, masing-masing pemain harus memilih satu aksi untuk dilakukan, yaitu:

  • Menggunakan efek kartu Influence (baik yang dimiliki maupun yang pura-pura dimiliki)
  • Income: Mengambil 1 koin
  • Foreign Aid: Mengambil 2 koin, bisa diblokir oleh Duke (Bupat)
  • Coup: Membayar 7 koin, melakukan Assassination kepada satu pemain

Lantas, apakah pemain yang berbohong atas perannya tidak bisa digugat? Tentu bisa. Setiap pemain mengikrarkan peran untuk mengaktifkan efeknya, pemain lain bisa melakukan Challange.

Jika yang di-Challenge ternyata benar-benar memiliki peran tersebut, maka pemain yang melakukan Challenge akan kehilangan satu Influence-nya dan pemain yang di-Challenge juga harus menukarkan perannya dengan peran baru dari deck.

Namun, jika yang di-Challenge ternyata terbukti berbohong, maka ia yang akan kehilangan satu Influence-nya. Pemain akan keluar dari pemainan begitu dua Influence-nya sama-sama mati. Permainan akan terus berlangsung hingga tersisa satu orang permain.

Setelah Bermain Coup

Coup (The Daily Evergreen)

Ekspektasi ketika bermain Coup adalah bermain Werewolf tanpa seorang moderator. Jika sedang nongki atau kumpul-kumpul, semua bisa ikut bermain. Itu yang pernah Penulis rasakan ketika memainkannya bersama teman-teman kantor dulu.

Dengan jenis peran yang sedikit (hanya ada 5) jika dibandingkan dengan Werewolf yang segudang, tentu kita harus pandai-pandai memutar otak untuk menentukan kapan timing yang tepat untuk bluffing, untuk melakukan Challenge, dan lain sebagainya

Namun, ketika memainkan board game ini bersama teman-teman yang kurang bisa bluffing, maka Coup akan terasa “krik krik” karena menjadi kurang menarik. Permainan juga akan terasa lurus-lurus saja tanpa banyak plot twist ataupun kejadian yang mengundang tawa.

Hal ini makin diperparah jika pemain tidak berani mengambil risiko dan bermain aman, sehingga hanya mengaktifkan kartu Influence yang ada di hadapannya. Akhirnya, pemain lain pun enggan melakukan Challenge karena merasa pemain lain hanya bermain aman.

Karena perasaan tidak puasnya terhadap baord game ini, Penulis cukup lama tidak membeli board game bergenre deduksi lagi, sampai nanti membeli sekuel Saboteur di akhir tahun 2023. Namun, level butuh bluffing-nya tentu tidak sebesar Coup.

Namun, sejujurnya salah satu alasan Penulis membeli Coup lebih karena ingin menambah koleksinya, mengingat harganya yang lumayan murah. Pada saat membeli Coup, Penulis membelinya bersama tiga board game lain, yakni Saboteur dan Sekata.

Nah, pada tulisan ulasan board game selanjutnya, Penulis akan membahas tentang Sekata, board game lokal yang akan menguji pengetahuan kita atas Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Stay tuned!


Lawang, 17 Maret 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri artikel board game

Permainan

Koleksi Board Game #17: Unstable Unicorns

Published

on

By

Saat berlibur ke Jakarta pada tahun 2023, Penulis pergi ke toko board game di Gandaria City. Dulu Penulis sering menemani rekan kerjanya ke sini, tapi waktu itu Penulis belum tertarik untuk mengoleksi board game.

Karena di tahun 2023 Penulis sudah mulai mengoleksi board game, maka Penulis pergi ke sana dengan niat membeli sesuatu jika ada yang cocok. Kebetulan, dua mbak yang berjaga di sana cukup ramah dan mau memberikan beberapa rekomendasi yang sekiranya cocok dengan Penulis.

Salah satu board game yang direkomendasikan ke Penulis adalah Unstable Unicorns. Di toko tersebut, harganya adalah Rp460 ribu. Meskipun lebih mahal dari harga pasaran, Penulis ingin tetap membelinya mengingat kedua mbak penjaga tersebut sudah “meladeni” Penulis cukup lama.

Namun, sebelum transaksi dilakukan, tiba-tiba bos toko board game tersebut datang dan mengajak rapat kedua mbak penjaga tersebut. Penulis mencoba untuk menunggu, tetapi setelah lebih dari 15 menit, Penulis memutuskan untuk pergi karena merasa tidak dihargai oleh si bos.

Setelah dari Gandaria City, Penulis menuju Grand Indonesia karena janjian dengan seorang teman. Sambil menunggu, Penulis berjalan-jalan dulu dan menemukan Unstable Unicorns dengan harga yang lebih murah, Rp430 ribu.

Proses Penulis membeli Unstable Unicorns memang terkesan “drama,” tapi percayalah kalau permainannya sendiri jauh lebih “drama” karena gameplay-nya yang kompetitif dan rusuh.

Detail Board Game Unstable Unicorns

  • Judul: Unstable Unicorns
  • Desainer: Ramy Badie
  • Publisher: Unstable Games
  • Tahun Rilis: 2017
  • Jumlah Pemain: 2-8 pemain
  • Waktu Bermain: 30-60 menit
  • Rating BGG: 6,2
  • Tingkat Kesulitan: 1,51/5
  • Harga: Rp400.000

Cara Bermain Unstable Unicorns

Dalam Unstable Unicorns, misi kita adalah siapa yang lebih dulu berhasil mengumpulkan 7 Unicorn di Stable-nya (6 jika 6-8 pemain). Stable di sini adalah istilah untuk menggambarkan arena masing-masing pemain.

Unstable Unicorns hanya terdiri dari beberapa kartu, seperti Exploding Kittens dan Kakartu: Se-kata. Secara garis besar, ada lima jenis kartu, yakni kartu Unicorn, Magic, Upgrade, Downgrade, dan Neigh.

Kartu Unicorn, yang disimbolkan dengan tanduk Unicorn, terdiri dari beberapa jenis juga, yakni Baby Unicorn (berwarna ungu), Basic Unicorn (indigo), dan Magical Unicorn (biru). Baby dan Basic tidak memiliki efek khusus seperti Magical.

Magic (bersimbol bintang) merupakan kartu yang memiliki efek tertentu yang aktif secara instan. Kartu Magic memiliki berbagai efek seperti mengembalikan atau menghancurkan kartu lawan.

Upgrade (panah atas) dan Downgrade (panah bawah) merupakan kartu dengan efek permanen yang akan stay di permainan sampai disingkirkan oleh kartu lain. Sesuai dengan namanya, Upgrade akan memberikan efek positif, sedangkan Downgrade berefek negatif.

Terakhir, Neigh, adalah kartu untuk membatalkan kartu yang dimainkan oleh lawan, termasuk kartu Unicorn sekalipun. Neigh bisa dimainkan kapan pun, termasuk di giliran lawan. Jika ada kartu yang kena Neigh, maka kartu tersebut akan langsung otomatis masuk ke Discard Pile.

Setelah mengetahui jenis-jenis kartu yang ada di Unstable Unicorns, sekarang kita masuk ke cara bermainnya. Setiap putaran, ada beberapa step yang harus dilakukan oleh pemain, yaitu:

1. Mengaktifkan semua kartu di Stable yang memiliki kalimat “If this card is in your Stable at the beginning of your turn

2. Menarik kartu dari deck

3. Memilih satu dari empat aksi yang bisa dilakukan:

  • Memainkan kartu Unicorn/Magic/Upgrade/Downgrade dari tangan
  • Menarik kartu lagi dari deck

4. Menghitung kartu tangan, jika lebih dari 7, buang hingga kartu tangan mencapai 7

Permainan akan terus selama beberapa putaran hingga ada satu pemain yang berhasil mengumpulkan 7 kartu Unicord di Stable-nya. Apabila kartu deck habis, maka Discard Pile akan dikocok ulang dan menjadi deck baru.

Setelah Bermain Unstable Unicorns

Unstable Unicorns (Robin’s Nest)

Di antara board game lainnya yang telah dimiliki hingga saat ini, Unstable Unicorns layak dicap sebagai yang paling rusuh! Permainan ini memiliki unsur senggol-senggolan yang sangat kuat, di mana kita seakan dipaksa untuk menjatuhkan lawan.

Meskipun desain kartunya lucu-lucu, bisa dibilang kalau Unstable Unicorns itu jahat banget. Di saat kemenangan sudah terlihat di depan mata, maka pemain lain akan bekerja sama untuk segera menjatuhkan kita dengan berbagai cara yang ada.

Di awal permainan, biasanya para pemain akan bermain aman dulu dengan memainkan kartu-kartu Basic Unicorn yang tidak berefek. Kalau sudah ada yang terlihat memiliki Unicorn agak banyak di Stable-nya, kerusuhan pun akan dimulai.

Kartu-kartu Magical Unicorn di sini juga menjadi salah satu daya tarik dengan kemampuan uniknya masing-masing. Salah satu yang diincar oleh pemain adalah kartu-kartu yang bisa langsung memunculkan Unicorn lebih dari satu dalam satu putaran.

Keberadaan kartu Downgrade menjadi kartu yang paling ditakuti karena efek-efeknya yang memberikan kerugian secara signifikan. Penulis sendiri pernah mengalami mendapatkan lima kartu Downgrade sekaligus, sehingga hampir tidak bisa melakukan apa-apa.

Selain itu, kartu Neigh di sini memiliki peran yang mirip dengan kartu Nope di Exploding Kittens, apalagi kartu Neigh juga bisa di-cancel dengan kartu Neigh lainnya. Pengecualian terjadi jika ada yang menggunakan kartu Super Neigh, yang tidak bisa di-cancel sama sekali.

Jika disuruh menyebutkan kekurangan dari Unstable Unicorns, mungkin durasi permainannya yang terkadang bisa berjam-jam karena semua ingin menang. Jika sudah terlalu lama bermain, biasanya pemain justru akan membantu pemain lain agar permainan bisa segera berakhir.

Berkat Unstable Unicorns, Penulis jadi tertarik untuk memiliki board game lain yang dibuat oleh Unstable Games. Saat melakukan riset, salah satu ciri khas mereka adalah menghadirkan board game kompetitif dengan desain karakter/kartu yang lucu.

Skor: 9/10

Saat di Jakarta, Penulis tidak hanya membeli Unstable Unicorns. Ada satu lagi board game yang Penulis beli di Arcanum, Kuningan City. Sesuai dengan namanya, King of the Dice akan membuat kita berharap bisa bermain dadu sejago Sengkuni.


Lawang, 9 Juni 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri artikel board game ini

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #16: Bahamas

Published

on

By

Saat membeli Hellapagos, Penulis membelinya bersamaan dengan satu board game berjudul Bahamas. Sebenarnya board game ini sudah lama jadi incaran Penulis karena pernah diulas oleh RWHShadow dan terlihat seru.

Salah satu alasan mengapa Penulis menunda beli board game ini adalah karena tidak tersedia di toko board game langganan Penulis dan hanya tersedia di toko board game di Jakarta. Selain itu, harganya juga lumayan, yaitu Rp405 ribu untuk komponen yang tidak seberapa.

Untungnya, setelah membelinya, ternyata board game ini memang seseru ulasannya dan sangat cocok digunakan sebagai party game di tongkrongan. Penulis akan jelaskan lebih spesifik tentang board game ini di bawah.

Detail Board Game

  • Judul: Bahamas
  • Desainer: Nicolas Normandon
  • Publisher: Matagot
  • Tahun Rilis: 2019
  • Jumlah Pemain: 4-8 pemain
  • Waktu Bermain: 30-45 menit
  • Rating BGG: 6,4
  • Tingkat Kesulitan: 1,33/5
  • Harga: Rp405.000

Cara Bermain Bahamas

Plot utama Bahamas adalah tentang kaburnya sekelompok perampok yang baru saja berhasil melakukan pencurian dan kabur menggunakan pesawat. Naas, di tengah perjalanan pesawat tersebut mengalami kerusakan dan akan terjatuh.

Para perampok yang berada di dalam pesawat pun saling berebut parasut dan uang yang telah dirampok. Semua berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dan mengambil uang sebanyak mungkin. Nah, pemenang Bahamas akan ditentukan oleh kedua hal tersebut.

Pertama, Penulis akan bahas dulu tentang komponennya yang sebenarnya tidak terlalu banyak. Bahamas terdiri dari 10 kartu karakter, beberapa kartu action dan uang, serta dadu unik yang akan menentukan action yang bisa kita lakukan.

Karena komposisinya yang minimalis tersebutlah Penulis di atas menyebutkan kalau board game ini cukup mahal, sehingga kerap menunda-nunda untuk membelinya. Untung saja gameplay-nya yang menarik menutupi kekurangan tersebut.

Di awal permainan, masing-masing pemain akan mendapatkan satu kartu karakter (masing-masing punya kemampuan unik), dua kartu action (ada guide-nya) dan uang. Pilih satu orang untuk bermain duluan, lalu setiap awal putaran kocok sejumlah dadu (jumlah pemain dikurangi satu).

Pemain pertama memilih salah satu dadu untuk mengaktifkan kekuatannya, lalu memberikan sisanya kepada pemain yang ia pilih. Hal tersebut berlangsung sampai dadu habis, dan pemain yang tidak kebagian dadu akan mengocok dan memilih dadu duluan.

Kartu action yang ada di tangan pemain bisa dimainkan kapan saja meskipun bukan gilirannya. Selain itu, di antara kartu action ada kartu FBI di mana jika pemain berhasil mengumpulkan tiga item FBI yang berbeda, maka mereka akan langsung menang.

Salah satu elemen utama dari Bahamas adalah dadunya yang masing-masing mata dadunya memiliki ikon dan kekuatannya unik, yakni:

  • Gambar Pesawat: Pemain mengaktifkan kekuatan karakternya
  • Gambar Kartu: Menarik satu kartu action (setiap dadu memiliki dua gambar kartu)
  • Gambar Kantong Uang: Menarik satu kartu uang
  • Gambar Kartu dan Pistol: Merebut satu kartu action lawan
  • Gambar Kantong Uang dan Pistol: Merebut satu kartu uang lawan

Permainan akan terus berlangsung dan proses saling merebut kartu akan terus terjadi. Permainan otomatis berakhir ketika kartu dengan gambar pesawat jatuh dari deck kartu action muncul.

Setelah permainan berakhir, masing-masing pemain harus bisa menunjukkan kartu parasut atau lifeboat yang menandakan mereka berhasil selamat. Jikat tidak memiliki kartu tersebut, maka uang yang berhasil dikumpulkan pemain tidak akan dihitung.

Setelah itu, barulah kita akan menghitung total jumlah uang yang berhasil didapatkan. Pemain dengan jumlah uang tertinggi akan keluar menjadi pemenangnya.

Setelah Bermain Bahamas

Board Game Bahamas (eBay)

Bahamas adalah salah satu party board game yang akan Penulis bawa ke tongkrongan. Tidak hanya karena seru dan kompetitif, board game ini juga memiliki replaybility yang oke karena setiap permainan pasti akan memiliki cerita yang berbeda.

Pemenang tidak akan ketahuan hingga akhir permainan karena meskipun ada pemain yang terlihat memegang banyak kartu uang, belum tentu nominalnya besar-besar. Punya 10 kartu uang dengan nominal 100.000 akan kalah dengan 5 kartu dengan nominal 400.000.

Tidak hanya itu, punya kartu uang dengan nominal terbesar pun belum tentu menang jika tidak memiliki kartu parasut atau lifeboat. Uang yang sudah susah payah dikumpulkan menjadi hangus begitu saja.

Selain itu, adanya karakter juga membuat permainan jadi bervariasi, meskipun kemampuan yang dimiliki tidak sampai mengubah jalannya pertandingan. Efeknya bisa dibilang hanya sedikit lebih enak dari efek dadu yang telah digulirkan.

Adanya kartu action yang berpotensi untuk merusuh lawan juga cukup menyenangkan. Hanya saja, sepengalaman Penulis bermain, ada beberapa kartu action yang efeknya tidak terlalu bagus. Seringnya, pemain mengincar kartu action dari deck/lawan karena butuh parasut.

Terkadang pemain juga mengincar kartu FBI agar bisa menang instan tanpa perlu menghitung jumlah uang. Akan tetapi, mengumpulkan ketiga kartu item FBI yang berbeda membutuhkan hoki tingkat tinggi. Jarang ada pemain yang menang melalui jalur ini.

Jika disuruh menyebutkan kekurangan Bahamas, mungkin justru karena kesederhanaannya. Bagi pemain board game yang next level, board game semacam ini pasti terasa membosankan karena tidak ada tantangannya dan tidak membutuhkan strategi tertentu.

Overall, Bahamas adalah salah satu board game favorit Penulis yang cocok digunakan untuk memeriahkan suasana ketika sedang kumpul bersama teman maupun keluarga. Banyaknya “senggol-senggolan” membuat Bahamas terasa seru dan menyenangkan.

Rating: 8/10

Penulis membeli Hellapagos dan Bahamas pada bulan Desember 2022. Pada bulan Januari 2023, Penulis berlibur ke Jakarta selama satu minggu. Di sela-sela libur tersebut, Penulis berhasil menemukan satu board game yang lebih rusuh dan jahat: Unstable Unicorns.


Lawang, 3 Juni 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #15: Hellapagos

Published

on

By

Sampai koleksi ke-14, Kakartu Se-kata, semua board game yang Penulis miliki bersifat kompetitif, di mana masing-masing pemain harus bisa mengalahkan pemain lainnya untuk bisa menang. Belum pernah ada board game yang sifatnya kooperatif.

Penulis sendiri sebenarnya termasuk jarang memainkan board game kooperatif. Seumur hidupnya, Penulis baru memainkan Pandemic yang dimiliki oleh Pandu. Itu pun sampai sekarang Penulis tidak benar-benar paham bagaimana caranya.

Nah, karena muncul keinginan untuk membeli board game kooperatif, Penulis pun mencari beberapa alternatif selain Pandemic. Pilihan tersebut akhirnya jatuh ke Hellapagos, sebuah board game yang bertema survival di pulau tak berpenghuni.

Detail Board Game

  • Judul: Hellapagos
  • Desainer: Laurence Gamelin, Philippe Gamelin
  • Publisher: Gigamic
  • Tahun Rilis: 2017
  • Jumlah Pemain: 3-12 pemain
  • Waktu Bermain: 20 menit
  • Rating BGG: 6,6
  • Tingkat Kesulitan: 1,33/5
  • Harga: Rp325.000

Cara Bermain Hellapagos

Sebagai game kooperatif, tujuan utama dari Hellapagos adalah membawa sebanyak mungkin pemain yang terdampar untuk bisa selamat dari pulau terpencil. Untuk itu, kita harus bisa membuat rakit sejumlah pemain yang ada beserta bekal perjalanan.

Selain karena konsep kooperatifnya, satu hal yang membuat Penulis tertarik dengan Hellapagos adalah komponennya yang menarik. Selain sejumlah kartu dan papan permainannya, ada semacam karung dan bola-bola kayu dengan bahan yang cukup bagus.

Untuk kartunya sendiri ada beberapa jenis, seperti kartu peti yang dipegang oleh pemain dan berisi berbagai efek dan kartu cuaca yang menentukan kadar air yang bisa dikumpulkan (sekaligus satu kartu sebagai penanda permainan akan berakhir).

Selain itu, ada juga kartu yang menjadi penanda berapa rakit yang berhasil dibangun dan kartu yang menandakan seorang pemain sakit/mati. Bola kayu yang disebutkan tadi memiliki dua fungsi, yakni untuk mengumpulkan ikan untuk makan atau kayu untuk rakit.

Di awal permainan, kita akan dibekali dengan sejumlah makanan dan air yang akan berkurang sejumlah pemain di akhir ronde. Di setiap putaran baru, kita akan membuka kartu cuaca baru dan masing-masing pemain akan memilih untuk melakukan satu dari empat aksi yang tersedia.

Aksi yang pertama adalah mengumpulkan air, di mana jumlahnya ditentukan dari angka yang ditunjukkan pada kartu cuaca. Aksi yang kedua adalah mengambil ikan dengan cara mengambil bola kayu dari karung yang tersedia. Ikan yang didapatkan tergantung gambar ikan yang muncul di bola tersebut.

Aksi ketiga dan yang cukup vital adalah mengumpulkan kayu untuk membuat rakit. Jika kita berhasil mengumpulkan lima kayu, maka kita berhasil membuat satu rakit. Namun, hati-hati, karena ada ular beracun (dilambangkan dengan warna hitam) yang akan membuat pemain idle selama satu putaran.

Aksi terakhir yang bisa dilakukan adalah mengambil kartu peti dari deck, yang diletakkan di semacam kapal karam. Bisa dibilang, ini adalah aksi yang dianggap paling egois dan membuat pemain yang terlalu sering mengambilnya menjadi incaran untuk ditumbalkan.

Nah, setelah semua pemain telah melakukan salah satu aksi, maka selanjutnya adalah mengecek apakah stok air dan makanannya aman. Jika aman, maka akan lanjut ke ronde berikutnya. Jika tidak, maka akan ada vote untuk menumbalkan satu orang.

Permainan berakhir dalam tiga kondisi. Pertama, semua pemain telah berhasil memiliki rakit beserta minimal satu makanan dan air. Kedua, jika kartu badai telah muncul dari kartu cuaca. Jika jumlah rakit lebih sedikit, maka pemain harus melakukan vote untuk menentukan siapa yang akan selamat.

Kondisi terakhir adalah jika semua pemain mati, entah dengan cara apa. Sepanjang pengalamannya bermain Hellapagos, Penulis lebih sering menemukan permainan berakhir pada kondisi kedua, tapi dengan jumlah rakit yang sedikit.

Setelah Bermain Hellapagos

Jika disuruh memilih satu board game yang harus dijual, maka Hellapagos ini akan menjadi yang paling “terdepan.” Sepertinya board game kooperatif memang tidak cocok untuk Penulis dan circle-nya.

Selain menjadi salah satu board game yang paling jarang dimainkan, Hellapagos sampai saat ini juga menjadi board game yang belum bisa dikalahkan. Mau coba pakai strategi apapun, ada saja hal yang menjegal kami untuk selamat.

Sebagai party game, Hellapagos juga kurang seru jika hanya dimainkan sekitar 4-5 orang. Akan tetapi, kalau jumlah pemainnya terlalu banyak, permainan juga akan menjadi terlalu panjang dan cenderung membosankan bagi pemain yang sedang menunggu giliran.

Unsur pengkhianatan yang diharapkan datang ketika terdesak pun akan jarang terjadi jika pemain adalah tipe yang lurus-lurus saja. Apalagi, jika ada pemain yang menunjukkan gelagat aneh, mudah saja untuk menyingkirkannya dari permainan ketika melakukan vote.

Penulis sempat membuat variasi dengan menyisipkan “Joker” di mana ada pemain yang tugasnya menyabotase agar tidak ada yang bisa selamat dari pulau tersebut. Varian ini membuat permainan menjadi lebih seru, tapi rasanya masih belum cukup.

Belajar dari Hellapagos, tampaknya board game dengan mode permainan kooperatif memang kurang cocok untuk Penulis yang orangnya cukup kompetitif. Oleh karena itu, Penulis hingga saat ini belum pernah lagi membeli board game kooperatif.

NB: Sebenarnya ada satu board game kooperatif yang sudah Penulis coba dan cukup menyenangkan, yakni Zombicide. Sayangnya, harga board game tersebut mencapai Rp1,6 juta untuk versi base game-nya saja, sehingga rasanya Penulis tidak akan pernah membelinya.

RATING: 5/10

Saat membeli Hellapagos, Penulis membelinya bersamaan dengan satu board game lagi yang sama-sama party game. Bedanya, ini adalah salah satu party game yang Penulis sukai karena cukup kompetitif. Board game tersebut adalah Bahamas.


Lawang, 14 Mei 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2018 Whathefan