<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Meteora Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/meteora/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/meteora/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:41:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Meteora Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/meteora/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Linkin Park dan Meteora</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2020 16:47:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Meteora]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara semua album Linkin Park, yang menjadi favorit adalah Meteora. Dirilis pada tahun 2003, banyak lagu-lagu favorit Penulis yang berasal dari album ini. Selain itu, dua dari tiga lagu Linkin Park pertama yang Penulis dengarkan berasal dari album ini:&#160;Somewhere I Belong dan Faint. Walaupun begitu, pada akhirnya Penulis memutuskan untuk menomorsatukan lagu lain dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Linkin Park dan Meteora</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di antara semua album Linkin Park, yang menjadi favorit adalah <strong><em>Meteora</em></strong>. Dirilis pada tahun 2003, banyak lagu-lagu favorit Penulis yang berasal dari album ini.</p>



<p>Selain itu, dua dari tiga lagu Linkin Park pertama yang Penulis dengarkan berasal dari album ini:&nbsp;<em>Somewhere I Belong </em>dan <em>Faint</em>. Walaupun begitu, pada akhirnya Penulis memutuskan untuk menomorsatukan lagu lain dari album ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Kenapa Namanya&nbsp;<em>Meteora</em>?</h1>



<p>Mendengar nama albumnya, mungkin kita akan merasa penasaran dengan artinya. Apakah ada hubungannya dengan meteor? Ternyata bukan.</p>



<figure class="wp-block-image alignnone size-large wp-image-3631"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/meteora-1-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-3631" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/meteora-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/meteora-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/meteora-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/meteora-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Meteora, Yunani (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://www.klook.com/id/activity/6049-day-tour-meteora-train-athens/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCKjano-qi-gCFQAAAAAdAAAAABAD" aria-label="Kunjungi Klook"><span class="pM4Snf">Klook</span></a>)</figcaption></figure>



<p>Dari beberapa sumber yang pernah Penulis baca, <em>Meteora&nbsp;</em>diambil dari sebuah tempat suci (semacam biara) di Yunani. Penulis tidak mengetahui alasan pemilihan tempat tersebut.</p>



<p>Album ini terdengar sama seperti pendahulunya,&nbsp;<a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-hybrid-theory/"><em>Hybrid Theory</em></a>, di mana ketika mendengarkan lagunya kita tahu kalau lagu tersebut merupakan lagu Linkin Park.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu <em>Meteora</em></h1>



<p>Album ini berisikan 13 lagu, meskipun&nbsp;<em>track</em> nomor satu, <em>Foreword,&nbsp;</em>hanya terdengar seperti suara dentingan besi. Durasinya pun super singkat, hanya beberapa detik. Mungkin lagu ini dimaksudkan sebagai intro album.</p>



<p>Lagu langsung disambung dengan&nbsp;<em>Don&#8217;t Stay</em>. Pada lagu ini, kita hanya akan mendengarkan vokal Chester yang kuat. Yang membuat Penulis lumayan menyukai lagu ini apalagi kalau bukan gesekan&nbsp;<em>turntables&nbsp;</em>dari Mr. Han.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Somewhere I Belong [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="555" src="https://www.youtube.com/embed/zsCD5XCu6CM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em>Somewhere I Belong&nbsp;</em>yang sangat terkenal. Penulis masih sangat menyukai lagu ini karena memiliki paket lengkap:&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>Mike, vokal kuat dari Chester, gesekan DJ, dan iringan musik yang keras.</p>



<p>Selain lagunya, Penulis juga menyukai konsep video klipnya yang pada bagian awal menunjukkan kamar minimalis ala Jepang dan ada Gundamnya. Keinginan <a href="https://whathefan.com/renungan/filosofi-merakit-gundam/">Penulis memiliki Gundam</a> mungkin berawal dari video klip ini.</p>



<p><em>Lying from You&nbsp;</em>merupakan paket lengkap lainnya yang mendapatkan bintang 5 dari Penulis. Lagu ini terdengar lebih keras karena Chester berteriak pada lagu ini. Sayang, lagu ini tidak memiliki video klip.</p>



<p>Lagu kelima dari album ini adalah&nbsp;<em>Hit the Floor</em> yang terdengar sangat keras. Lagu ini termasuk yang paling jarang dinyanyikan Linkin Park ketika konser.</p>



<p>Lagu selanjutnya,&nbsp;<em>Easier to Run</em>, juga termasuk jarang dinyanyikan. Padahal, Penulis sangat menyukainya,terutama karena liriknya yang terkesan suram dan depresif. Penulis sempat membuat <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/lebih-mudah-untuk-lari/">artikel yang terinspirasi dari judul lagu</a> ini.</p>



<p>Justru lagu selanjutnya,&nbsp;<em>Faint</em>, yang termasuk sering ada di konser. Maklum, lagu ini menjadi salah satu lagu Linkin Park yang paling terkenal walau Penulis hanya menyukai sekadarnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
 <iframe title="Breaking The Habit [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/v2H4l9RpkwM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis tidak terlalu menyukai lagu&nbsp;<em>Figure&nbsp;</em>walau masih bisa menikmatinya. Beda cerita dengan lagu selanjutnya,&nbsp;<em>Breaking the Habit</em>, lagu terkenal Linkin Park lainnya.</p>



<p>Dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya, lagu ini terdengar lebih &#8220;lembut&#8221;. Bahkan sepanjang lagu kita tidak akan mendengarkan&nbsp;<em>genjrengan&nbsp;</em>gitar keras seperti biasanya.</p>



<p>Vokal tinggi Chester dipamerkan di bagian <em>bridge </em>lagu. Biasanya kalau konser, Chester akan menyanyikan <em>reff</em>-nya tanpa diiringi musik yang akan memukau penonton. Sebagai tambahan, video klip dengan gaya animasi yang dimiliki juga sangat keren.</p>



<p>Setelah&nbsp;<em>Breaking the Habit</em>. ada lagu&nbsp;<em>From the Inside&nbsp;</em>yang juga menjadi salah satu favorit Penulis. Lagu ini termasuk paket lengkap plus&nbsp;<em>screaming&nbsp;</em>dari Chester.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="From The Inside [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/YLHpvjrFpe0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Video klipnya juga meninggalkan kesan untuk Penulis, di mana kita akan melihat anak kecil yang seolah terjebak dalam situasi rusuh di kotanya. Lagu ini benar-benar&nbsp;<em>badass</em>.</p>



<p>Album berlanjut dengan lagu&nbsp;<em>Nobody Listening&nbsp;</em>yang kesannya Jepang banget. Penulis memaklumi hal ini karena Mike Shinoda merupakan keturunan Jepang.</p>



<p>Jika di album&nbsp;<em>Hybrid Theory&nbsp;</em>ada lagu&nbsp;<em>Cure for the Itch&nbsp;</em>sebagai lagu instrumental, maka&nbsp;<em>Meteora&nbsp;</em>memiliki lagu&nbsp;<em>Session</em>. Di sini, kemampuan Mr. Han sebagai DJ benar-benar terdengar.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Numb [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kXYiU_JCYtU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Nah, lagu penutup dari album ini merupakan lagu nomor satu Penulis dari Linkin Park. Sampai kapanpun, posisinya tidak akan tergantikan oleh lagu lain.&nbsp;<em>Numb&nbsp;</em>menjadi lagu terakhir dari album&nbsp;<em>Meteora</em>.</p>



<p>Mungkin lagu ini tidak termasuk paket lengkap seperti&nbsp;<em>Somewhere I Belong&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>Lying from You</em> karena tidak ada&nbsp;<em>rap.&nbsp;</em>Hanya ada suara Mike sebagai&nbsp;<em>backing vocal&nbsp;</em>di bagian&nbsp;<em>bridge.</em></p>



<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis mengatakan bahwa dirinya merupakan tipe yang mendengarkan musik tanpa terlalu memedulikan lirik. Beda kasus dengan lagu ini yang liriknya benar-benar Penulis perhatikan.</p>



<p>Penulis menangkap kalau lagu ini berusaha menggambarkan seseorang yang telah lelah menjadi orang lain hingga kehilangan jati dirinya sendiri. Hal ini diperkuat oleh video klipnya.</p>



<p>Bisa dibilang lagu ini merupakan lagu yang paling sering membuat Penulis menangis. Padahal Penulis tidak merasa terlalu&nbsp;<em>related&nbsp;</em>dengan lagu ini, mungkin karena merasa terbawa oleh lagunya saja.</p>



<p>Ketika konser memperingati kematian Chester, Linkin Park memainkan lagu ini tanpa suara vokal. Suara penonton yang menjadi penggantinya. Saat melihatnya, air mata Penulis jatuh begitu saja.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p><em>Meteora </em>merupakan album favorit Penulis dari Linkin Park, atau bahkan album favorit dari semua grup musik. Komposisi daftar lagu yang ada di dalamnya benar-benar cocok dengan selera Penulis.</p>



<p>Apalagi, setelah album ini Linkin Park seperti mengalami perubahan genre musik. Mike Shinoda pada satu kesempatan menyebutnya sebagai proses evolusi band.</p>



<p>Walaupun begitu, Penulis tetap mendengarkan semua lagu yang dikeluarkan oleh Linkin Park sembari tetap mendengarkan lagu-lagu yang telah melambungkan nama mereka.</p>



<p>Album selanjutnya,&nbsp;<em>Minutes to Midnight. Stay tuned!</em></p>



<p><em><strong>NB:</strong></em><strong>&nbsp;</strong>Ketika menulis artikel ini, Penulis menonton ulang video klip yang berasal dari album ini. Ketika sampai di lagu Numb, Penulis kembali menangis.</p>



<p>Kebayoran Lama, 8 Maret 2020, terinspirasi karena ingin menulis sesuatu tentang Linkin Park</p>



<p>Foto: <a href="https://www.amazon.com/Meteora-Linkin-Park/dp/B00008H2LB">Amazon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Linkin Park dan Meteora</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
