<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Napoleon Bonaparte Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/napoleon-bonaparte/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/napoleon-bonaparte/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Jun 2024 17:20:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Napoleon Bonaparte Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/napoleon-bonaparte/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2024 04:59:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[nepotisme]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Penulis memutuskan untuk menonton film Napoleon yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sayangnya, Penulis kurang menyukai film tersebut karena terlalu menonjolkan sisi drama percintaannya dengan Josephine. Salah satu alasan Penulis lumayan mengagumi sosok Napoleon adalah karena kejeniusannya dalam berperang. Hal tersebut justru kurang ditonjolkan di film ini, sehingga Penulis berpendapat kalau film ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, Penulis memutuskan untuk menonton film <em>Napoleon </em>yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sayangnya, Penulis kurang menyukai film tersebut karena terlalu menonjolkan sisi drama percintaannya dengan Josephine.</p>



<p>Salah satu alasan Penulis lumayan mengagumi sosok Napoleon adalah karena kejeniusannya dalam berperang. Hal tersebut justru kurang ditonjolkan di film ini, sehingga Penulis berpendapat kalau film ini lebih cocok untuk diberi judul <em>Napoleon &amp; Josephine</em>.</p>



<p>Selain itu, perjalanannya dari seorang <em>nobody </em>menjadi penguasa benua Eropa juga sangat menarik. Namun, dalam perjalanannya menjadi <em>somebody </em>tersebut, ia justru melakukan sesuatu yang kurang terpuji: <strong>nepotisme</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perjalanan Singkat Napoleon Menjadi Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7300" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jenderal Perang yang Jenius (<a href="https://historiamundum.com/napoleonic-era">Historia Mundum</a>)</figcaption></figure>



<p><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/">Napoleon Bonaparte</a> berawal dari pulau kecil bernama Corsica, yang dijual Republik Genoa ke Prancis pada tahun 1768 atau satu tahun sebelum Napoleon lahir. Penjualan tersebut menyebabkan munculkan gerakan kemerdekaan Corsica, walau tak pernah berhasil.</p>



<p>Napoleon pun mulai menapaki karier di militer Prancis. Karena kemampuannya di bidang militer memang mumpuni, ia cepat naik pangkat. Ketika Prancis dalam keadaan kacau setelah <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">revolusi Prancis</a> pada tahun 1789, bisa dibilang Napoleon berhasil &#8220;berperan&#8221; dengan baik.</p>



<p>Puncaknya tentu saja ketika Napoleon mengangkat dirinya sendiri menjadi kaisar pada tahun 1804, di mana ia meletakkan mahkotanya dengan tangannya sendiri, bukan dimahkotai oleh tokoh gereja seperti kebanyakan kerajaan atau kekaisaran lain.</p>



<p>Setelah itu, ia mengangkat Josephine, istrinya saat itu, untuk menjadi <em>empress </em>atau permaisuri. Tidak cukup menjadi kaisar Prancis, Napoelon juga mengangkat dirinya sebagai raja Italia pada tahun 1805. </p>



<p>Mungkin kisah yang paling kita ketahui tentang Napoleon setelah berhasil menjadi kaisar adalah tentang bagaimana ia bisa menguasai benua Eropa dengan cepatnya. Dalam perjalanannya, ia menjadikan saudara-saudaranya untuk menjadi raja di negara lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Napoleon Bernepotisme</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7301" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Louis Napoleon, Raja Belanda (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Bonaparte">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan status kaisar yang berhasil menakhlukkan banyak negara lain, Napoleon jelas punya kesempatan untuk menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingannya sendiri. Hal tersebut jelas ia manfaatkan dengan baik: ia jadikan saudara-saudaranya menjadi raja juga.</p>



<p><strong>Louis </strong>ia jadikan raja di Belanda (1806–1810), <strong>Joseph </strong>menjadi raja di Naples atau Napoli (1806–1808), <strong>Jérôme </strong>menjadi raja Westphalia (1807–1813, sekarang wilayah Jerman), hingga <strong>Joseph </strong>menjadi raja Spanyol (1808–1813).</p>



<p>Namun, bisa dilihat kalau waktu kekuasaan saudara-saudara Napoleon tersebut tidak berlangsung lama. Salah satu penyebabnya tentu saja karena penduduk asli negara tersebut tidak berkenan untuk dipimpin oleh orang asing.</p>



<p>Contoh yang paling terkenal adalah pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Spanyol. Secara memalukan, pasukan Napoleon berhasil dikalahkan oleh pasukan gerilya. Kabar ini tersebar ke seluruh Eropa, memantik semangat negara lain untuk memukul balik Prancis.</p>



<p>Selain itu, demi melanggengkan kekuasaannya, tentu ia harus memiliki keturunan, sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh Josephine. Oleh karena itu, Napoleon memutuskan untuk bercerai dengannya dan menikahi Marie Louise, putri kerajaan Austria.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7302" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon II (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Bonaparte">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Melalui pernikahan tersebut, Napoleon dikarunia seorang anak yang dikenal dengan nama <strong>Napoleon II</strong>. Saat Napoleon lengser dari kursi kekaisarannya pada tahun 1814 dan dibuang ke pulau Elba, Napoleon II yang baru berusia tiga tahun ditampuk menjadi pengganti.</p>



<p>Namun, Napoleon II hanya beberapa minggu berkuasa, sebelum akhirnya digantikan oleh Louis XVIII. Selain itu, Napoleon II juga berumur pendek. Ia meninggal ketika berusia 21 tahun karena penyakit <em>tuberculosis</em>.</p>



<p>Kembali ke Napoleon, ia sempat kembali menjadi kaisar pada tahun 1815 untuk jangka waktu yang pendek. Namun, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">setelah ia mengalami kekalahan terakhirnya</a>, ia dibuang jauh-jauh ke pulau St. Helena.</p>



<p>Lantas, apakah nepotisme Napoleon berhenti ketika ia turun takhta sebagai kaisar? Jika melihat tahun berakhirnya kekuasaan saudara-saudaranya, bisa dikatakan begitu. Tidak ada Napoleon, maka tidak ada yang menjadi &#8220;pelindung&#8221; bagi saudara-saudaranya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7299" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://www.britannica.com/biography/Napoleon-III-emperor-of-France">Britannica</a>)</figcaption></figure>



<p>Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1842, <strong>Louis Napoleon Bonaparte </strong>atau <strong>Napoleon III </strong>yang merupakan keponakan Napoleon dan anak dari Louis berhasil menjadi presiden Republik Prancis pertama. </p>



<p>Namun, mungkin karena terinspirasi dari pamannya, Napoleon III mengubah statusnya dari presiden menjadi kaisar pada tahun 1852. Artinya, ia mengubah status republik negaranya kembali menjadi kekaisaran. </p>



<p>Napoleon III berkuasa lebih lama dari pamannya, di mana ia menjadi kaisar hingga tahun 1870 atau sekitar 18 tahun (total 22 tahun jika dihitung sejak ia menjadi presiden) setelah mengalami kekalahan atas Prusia. Ia meninggal pada tahun 1873, </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Nepotisme bisa dilakukan dengan mudah oleh <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/">Napoleon Bonaparte</a> karena statusnya sebagai kaisar di sebuah negara monarki. Mungkin karena takut kekuasaannya bisa hilang, ia pun berusaha melanggengkan kekuasaannya dengan menempatkan saudara-saudaranya sendiri di posisi-posisi penting. </p>



<p>Namun, kita bisa melihat kalau nepotisme yang Napoleon lakukan tidak berakhir dengan baik. Kekaisarannya berakhir dalam waktu kurang dari 10 tahun, kekuasaan saudara-saudaranya bahkan lebih pendek, bahkan berakhir sebelum Napoleon turun takhta.</p>



<p>Kalau di negara demokrasi seperti Indonesia, nepotisme seperti itu seharusnya tidak mungkin dilakukan, bukan? Atau justru sedang terjadi, dengan cara yang lebih halus sehingga orang menjadi tidak sadar kalau nepotisme sedang berlangsung?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 31 Mei 2024, terinspirasi setelah menonton film <em>Napoleon </em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://editions.covecollective.org/content/coronation-napoleon-bonaparte">COVE</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/House_of_Bonaparte">House of Bonaparte &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_II">Napoleon II &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Discovery: Napoleon</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2020 23:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Big Bad Wolf]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Biasanya ketika berkunjung ke acara Big Bad Wolf (BBW), Penulis akan berburu buku anak-anak yang bahasa Inggrisnya mudah dipahami. Kalaupun beli buku berat, biasanya hanya dijadikan sebagai koleksi semata. Hal yang berbeda terjadi pada BBW tahun ini karena Penulis memberanikan diri untuk membaca buku-buku berbahasa Inggris yang cukup tebal, bukan sekadar ensiklopedia anak. Salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/">Setelah Membaca Discovery: Napoleon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya ketika berkunjung ke acara <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-1/"><em>Big Bad Wolf</em> (BBW)</a>, Penulis akan berburu buku anak-anak yang bahasa Inggrisnya mudah dipahami. Kalaupun beli buku berat, biasanya hanya dijadikan sebagai koleksi semata.</p>
<p>Hal yang berbeda terjadi pada BBW tahun ini karena Penulis memberanikan diri untuk membaca buku-buku berbahasa Inggris yang cukup tebal, bukan sekadar ensiklopedia anak.</p>
<p>Salah satu yang Penulis beli adalah <strong><em>Discovery: Napoleon </em></strong>yang memiliki subjudul <em>My ambition was great. </em>Entah mengapa Penulis merasa subjudul ini sedikit <em>creepy </em>dan aneh.</p>
<p>Lantas, bisakah Penulis memahami isi buku ini?</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Pada tulisan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/"><em>Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</em></a>, Penulis sudah memberitahu kalau dirinya merupakan penggemar kaisar Prancis tersebut. Penulis juga membaca buku <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/"><em>Misteri Napoleon</em></a> yang cukup menarik.</p>
<p>Penulis memutuskan untuk membeli buku ini karena sudah mengetahui sebagian besar kisah hidupnya, sehingga setidaknya punya semacam dasar ilmu untuk memahami buku ini.</p>
<p>Apalagi, buku ini dilengkapi dengan berbagai ilustrasi yang sangat menarik dan berhasil membuat Penulis merasa sedang berada di era-era <em>Napoleonic Wars</em>.</p>
<p>Buku ini dibagi menjadi lima bab, yakni:</p>
<ol>
<li><strong><em>Son of the Revolution</em></strong>, bercerita tentang masa kecil Napoleon di pulau kecil bernama Corsica hingga ia bergabung dengan militer Prancis. Bab ini berakhir dengan kekalahan Napoleon di Mesir melawan pasukan Inggris.</li>
<li><strong><em>The Conquest of Power</em></strong>, menceritakan bagaimana pengaruh Napoleon dalam sistem pemerintahan Prancis yang baru saja menyingkirkan sistem monarki. Pada akhirnya, Napoleon malah menjadi kaisar baru Prancis.</li>
<li><strong><em>The Founder of Contemporary France</em></strong>, ada banyak inovasi yang dilakukan oleh Napoleon semenjak menjabat sebagai kaisar.</li>
<li><strong><em>The God of War</em></strong>, tidak hanya membuat berbagai terobosan baru, Napoleon juga ingin memperluas wilayan kekuasaannya dengan melakukan invasi ke berbagai wilayah.</li>
<li><strong><em>The Fall</em></strong>, menceritakan tentang kejatuhan Napoleon yang diawali dengan pemberontakan di Spanyol, kekalahan memalukan dari Rusia, hingga akhirnya harus dibuang ke Pulau St. Helena.</li>
</ol>
<p>Di bagian akhir, ada beberapa salinan dokumen yang berkaitan dengan kehidupan Napoleon. Hanya saja, Penulis memutuskan untuk tidak membacanya karena kurang menarik.</p>
<p>Selain itu, ada juga kronologi kehidupan Napoleon dari awal hingga akhir serta beberapa informasi menarik lainnya seputar Napoleon.</p>
<h3>Setelah Membaca Buku Discovery: Napoleon</h3>
<p>Sebagai penggemar Napoleon, buku ini benar-benar bisa memuaskan Penulis melalui visual-visual yang ada di dalamnya. Apalagi, buku ini <em>full color </em>sehingga sangat memanjakan mata.</p>
<p>Meskipun tergolong buku sejarah-biografi, bahasanya tidak berat-berat amat. Mengetahui sedikit latar belakangnya mungkin membuat Penulis bisa memahami sebagian besar isi bukunya.</p>
<p>Kejadian tiap kejadiannya dituliskan sesuai dengan urutan kronologi yang rapi. Banyak kutipan-kutipan dari Napoleon (atau mungkin juga dari orang-orang yang ada di sekitarnya) yang akan Pembaca temukan.</p>
<p>Hanya saja, buku ini terlihat sedikit ringkih dan mudah tertekuk. Mungkin karena jenis kertas yang digunakan. Penulis harus ekstra hati-hati ketika menamatkannya.</p>
<p>Di bagian kover belakang, tertera harga aslinya adalah $12.95 atau setara dengan Rp190 ribuan jika menggunakan kurs sekarang. Penulis mendapatkannya seharga tujuh puluh ribu rupiah dan merasa sangat sangat <em>worth it</em>.</p>
<p>Kalau pembaca adalah seorang penggemar Napoleon atau setidaknya penggemar sejarah, buku ini sangat Penulis rekomendasikan untuk menemani waktu-waktu sengang.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.2/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 15 Mei 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Discovery: Napoleon </em>karya Thiery Lentz</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/">Setelah Membaca Discovery: Napoleon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 May 2018 04:55:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kekalahan]]></category>
		<category><![CDATA[musim dingin]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan]]></category>
		<category><![CDATA[Perancis]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=717</guid>

					<description><![CDATA[<p>Napoleon Bonaparte adalah seorang kaisar Perancis yang berhasil menakhlukan dataran Eropa dengan pasukannya. Namanya penulis gunakan sebagai nama karakter utama di novel Kenji (Alexander Napoleon Caesar, gabungan dari tiga pemimpin dunia). Salah seorang jenderal perang yang penulis kagumi sejak kecil karena membaca komik biografinya. Ya, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar penulis sudah gemar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Napoleon Bonaparte adalah seorang kaisar Perancis yang berhasil menakhlukan dataran Eropa dengan pasukannya. Namanya penulis gunakan sebagai nama karakter utama di novel Kenji (Alexander Napoleon Caesar, gabungan dari tiga pemimpin dunia). Salah seorang jenderal perang yang penulis kagumi sejak kecil karena membaca komik biografinya.</p>
<p>Ya, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar penulis sudah gemar membaca biografi, meskipun baru berbentuk komik. Yang pertama kali baca adalah Walt Disney, dilanjutkan tokoh-tokoh lain termasuk Napoleon Bonaparte.</p>
<p>Napoleon sebenarnya bukanlah berasal dari Prancis, ia berasal dari pulau kecil Corsica, yang dijual Italia kepada Prancis. Semenjak remaja ia mendambakan untuk memerdekan Corsica, meskipun takdir membuatnya ia menjadi salah satu kaisar Prancis yang paling berpengaruh.</p>
<p><div id="attachment_718" style="width: 973px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-718" class="size-full wp-image-718" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map.jpg" alt="" width="963" height="650" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map.jpg 963w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map-300x202.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map-768x518.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map-356x240.jpg 356w" sizes="(max-width: 963px) 100vw, 963px" /><p id="caption-attachment-718" class="wp-caption-text">Pulau Corsica (http://worldofwinetastingadventures.blogspot.co.id/2015/05/france-unit-10b-corsica.html)</p></div></p>
<p>Tentu sebagai penguasa Eropa, banyak perang yang dimenangkan oleh Napoleon. Dari buku yang penulis baca, terdapat tiga perang yang gagal dimenangkan oleh Napoleon. Yang pertama adalah kekalahan armada laut Napoleon yang selalu dikalahkan oleh armada Inggris pimpinan Horatio Nelson. Selanjutnya adalah peperangan terakhir Napoleon di Waterloo, yang membuat ia diasingkan ke pulau St. Helena hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.</p>
<p>Pertempuran yang paling menyakitkan bagi Napoleon adalah kegagalan menakhlukan Rusia. Banyak faktor yang menyebabkan kekalahan pada perang yang terjadi pada tahun 1812 ini.</p>
<p>Pertama, tentara Rusia yang tidak mau berhadapan langsung dengan tentara Napoleon. Ini merupakan siasat licik untuk mengulur waktu dan memancing pasukan Napoleon semakin masuk ke daerah kekuasaan Rusia. Pasukan Napoleon memang berhasil menguasai Moskwa, ibukota Rusia. Sayangnya, seluruh penduduk maupun pemimpin Rusia telah meninggalkan Moskwa tanpa terlihat ada itikad baik untuk melakukan perundingan.</p>
<p>Kedua, tentara Rusia membakar habis kota-kota yang akan dilewati pasukan Napoleon, sehingga mereka tidak akan menemukan bahan makanan untuk bertahan hidup. Mereka tega menghancurkan rumah-rumah penduduknya sendiri demi memenangkan pertempuran.</p>
<p>Ketiga, dan yang terfatal, adalah kesalahan strategi Napoleon dalam menghadapi musim dingin di Rusia. Napoleon berangkat pada bulan Juni, ketika musim semi masih berlangsung. Akan tetapi, dengan strategi mundur teratur dari pasukan Rusia, Napoleon berada di Rusia hingga musim dingin tiba, sesuatu yang tidak diantisipasi olehnya.</p>
<p><div id="attachment_719" style="width: 743px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-719" class="size-full wp-image-719" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/43367.jpg" alt="" width="733" height="550" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/43367.jpg 733w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/43367-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/43367-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 733px) 100vw, 733px" /><p id="caption-attachment-719" class="wp-caption-text">Kalah Oleh Musim Dingin (https://www.inyourpocket.com/moscow/The-Patriotic-War-of-1812_72897f)</p></div></p>
<p>Akhirnya, Napoleon memutuskan untuk mundur. Ketika mundur inilah pasukan Rusia melakukan penyerangan secara membabi buta. Dari sekitar 600 ribu pasukan yang dibawa, hanya sekitar 27.000 yang berhasil kembali ke Perancis dengan selamat.</p>
<p>Kekalahan inilah yang memicu kejatuhan Napoleon sebagai penguasa Eropa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 12 Mei 2018, terinspirasi setelah membaca ulang komik Napoleon Bonaparte</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.worldatlas.com/articles/napoleon-bonaparte-world-leaders-in-history.html">https://www.worldatlas.com/articles/napoleon-bonaparte-world-leaders-in-history.html</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
