Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte adalah seorang kaisar Perancis yang berhasil menakhlukan dataran Eropa dengan pasukannya. Namanya penulis gunakan sebagai nama karakter utama di novel Kenji (Alexander Napoleon Caesar, gabungan dari tiga pemimpin dunia). Salah seorang jenderal perang yang penulis kagumi sejak kecil karena membaca komik biografinya.

Ya, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar penulis sudah gemar membaca biografi, meskipun baru berbentuk komik. Yang pertama kali baca adalah Walt Disney, dilanjutkan tokoh-tokoh lain termasuk Napoleon Bonaparte.

Napoleon sebenarnya bukanlah berasal dari Prancis, ia berasal dari pulau kecil Corsica, yang dijual Italia kepada Prancis. Semenjak remaja ia mendambakan untuk memerdekan Corsica, meskipun takdir membuatnya ia menjadi salah satu kaisar Prancis yang paling berpengaruh.

Pulau Corsica (http://worldofwinetastingadventures.blogspot.co.id/2015/05/france-unit-10b-corsica.html)

Tentu sebagai penguasa Eropa, banyak perang yang dimenangkan oleh Napoleon. Dari buku yang penulis baca, terdapat tiga perang yang gagal dimenangkan oleh Napoleon. Yang pertama adalah kekalahan armada laut Napoleon yang selalu dikalahkan oleh armada Inggris pimpinan Horatio Nelson. Selanjutnya adalah peperangan terakhir Napoleon di Waterloo, yang membuat ia diasingkan ke pulau St. Helena hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Pertempuran yang paling menyakitkan bagi Napoleon adalah kegagalan menakhlukan Rusia. Banyak faktor yang menyebabkan kekalahan pada perang yang terjadi pada tahun 1812 ini.

Pertama, tentara Rusia yang tidak mau berhadapan langsung dengan tentara Napoleon. Ini merupakan siasat licik untuk mengulur waktu dan memancing pasukan Napoleon semakin masuk ke daerah kekuasaan Rusia. Pasukan Napoleon memang berhasil menguasai Moskwa, ibukota Rusia. Sayangnya, seluruh penduduk maupun pemimpin Rusia telah meninggalkan Moskwa tanpa terlihat ada itikad baik untuk melakukan perundingan.

Kedua, tentara Rusia membakar habis kota-kota yang akan dilewati pasukan Napoleon, sehingga mereka tidak akan menemukan bahan makanan untuk bertahan hidup. Mereka tega menghancurkan rumah-rumah penduduknya sendiri demi memenangkan pertempuran.

Ketiga, dan yang terfatal, adalah kesalahan strategi Napoleon dalam menghadapi musim dingin di Rusia. Napoleon berangkat pada bulan Juni, ketika musim semi masih berlangsung. Akan tetapi, dengan strategi mundur teratur dari pasukan Rusia, Napoleon berada di Rusia hingga musim dingin tiba, sesuatu yang tidak diantisipasi olehnya.

Kalah Oleh Musim Dingin (https://www.inyourpocket.com/moscow/The-Patriotic-War-of-1812_72897f)

Akhirnya, Napoleon memutuskan untuk mundur. Ketika mundur inilah pasukan Rusia melakukan penyerangan secara membabi buta. Dari sekitar 600 ribu pasukan yang dibawa, hanya sekitar 27.000 yang berhasil kembali ke Perancis dengan selamat.

Kekalahan inilah yang memicu kejatuhan Napoleon sebagai penguasa Eropa.

 

 

Jelambar, 12 Mei 2018, terinspirasi setelah membaca ulang komik Napoleon Bonaparte

Sumber Foto: https://www.worldatlas.com/articles/napoleon-bonaparte-world-leaders-in-history.html

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.