<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nuklir Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/nuklir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/nuklir/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Jul 2023 14:44:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>nuklir Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/nuklir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Jika Perang Nuklir Benar-Benar Terjadi?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 10:22:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[Oppenheimer]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[perang nuklir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun tidak ditampilkan di dalam film Oppenheimer, Penulis bisa membayangkan betapa dahsyatnya ledakan bom atom yang dijatuhkan di dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Selain hancurnya kota, banyaknya korban jiwa juga menjadi bukti nyata. Penulis pun jadi berpikir, ledakan sedahsyat tersebut terjadi hampir 80 tahun yang lalu. Pasca-Perang Dunia 2, banyak negara yang tetap mengembangkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/">Bagaimana Jika Perang Nuklir Benar-Benar Terjadi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun tidak ditampilkan di dalam film <em>Oppenheimer</em>, Penulis bisa membayangkan betapa dahsyatnya ledakan bom atom yang dijatuhkan di dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Selain hancurnya kota, banyaknya korban jiwa juga menjadi bukti nyata.</p>



<p>Penulis pun jadi berpikir, ledakan sedahsyat tersebut terjadi hampir 80 tahun yang lalu. Pasca-Perang Dunia 2, banyak negara yang tetap mengembangkan bom mereka yang jauh lebih dahsyat. Beberapa yang pernah terdengar adalah <strong>Hydrogen Bomb</strong> dan <strong>Tsar Bomba</strong>.</p>



<p>Itu yang ketahuan dan diketahui oleh publik. Bagaimana dengan senjata-senjata rahasia yang lebih mematikan? Bagaimana dengan bom yang daya ledaknya jauh lebih eksplosif? Bagaimana dengan penggunaan senjata nuklir dan biologis?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner.jpg 1280w " alt="Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa/">Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa</a></div></div></div><p></p>


<p>Sama seperti kekhawatiran banyak pihak, Penulis pun jadi merasa was-was seandainya dunia kembali saling melempar senjata nuklir ke lawan mereka. Jika hal buruk tersebut benar-benar terjadi, akan seperti apa dampaknya ke kita?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Linkin Park dan Peringatannya akan Perang Nuklir</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="What I&#039;ve Done [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8sgycukafqQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Peringatan akan potensi terjadinya perang nuklir (ataupun jenis perang lainnya yang juga destruktif) bukan Penulis temukan pertama kali <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-oppenheimer/">setelah menonton <em>Oppenheimer</em></a>. Jauh sebelumnya, Penulis telah mengetahuinya dari album-album <strong>Linkin Park</strong>.</p>



<p>Sebagai informasi, nama album <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a> </strong></em>yang dirilis pada tahun 2007 tersebut diambil dari sebuah istilah metafora, yang merujuk kepada betapa dekatnya kita akan kehancuran gara-gara apa yang kita buat sendiri.</p>



<p>Beberapa <em>track </em>yang ada di dalamnya pun penuh dengan pesan perdamaian sekaligus pengingat betapa besar kerusakan yang telah kita buat. Tengok saja video klip dari lagu &#8220;What I&#8217;ve Done&#8221; yang terkenal.</p>



<p>Selang tiga tahun kemudian, Linkin Park merilis album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/"><strong>A Thousand Suns</strong></a></em>. Nama album ini diambil dari kutipan Bhagavad Gita yang diucapkan oleh J. Robert Oppenheimer, yang menggambarkan ledakan nuklir akan seterang seribu matahari.</p>



<p>Linkin Park juga menyisipkan pidato Oppenheimer yang paling terkenal, di mana ia sekali lagi mengutip Bhagavad Gita dan mengatakan, &#8220;<em>Now I am death, destroyer of the world</em>.&#8221; Banyak yang mengintepretasikan kalau ini menjadi penyesalannya karena telah membuat bom atom.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perang Dunia Berakhir, Pengembangan Senjata Terus Berlangsung</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="5 Recently Declassified Nuclear Test Videos" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/aTGNPiBGzpE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bom atom yang dibuat melalui Manhattan Project awalnya ditujukan ke Jerman. Namun, berhubung Jerman sudah menyerah duluan, alhasil bom atom tersebut dialihkan ke Jepang dengan tujuan membuat mereka menyerah dan mengakhiri perang.</p>



<p>Beberapa ilmuwan yang terlibat dalam Manhattan Project <strong>mengajukan petisi agar bom atom tidak perlu dijatuhkan</strong>. Namun, pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Harry Truman bersikeras dengan alasan Jepang tidak menghiraukan ultimatum mereka.</p>



<p>Alhasil, dengan dalih agar jumlah korban yang jatuh tidak lebih banyak lagi, bom atom pun dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Perang Dunia 2 pun resmi berakhir. Namun, pengembangan senjata nuklir tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Oppenheimer selaku kepala Manhattan Project</a> mendesak agar <strong>pemerintah AS berhenti mengembangkan senjata nuklir</strong>, yang kini hendak membuat Hydrogen Bomb dengan daya hancur yang berkali-kali lipat. Sayang, pendapatnya tidak digubris dan ia pun &#8220;dikucilkan&#8221;.</p>



<p>Pada masa-masa Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, banyak kekhawatiran kalau perang nuklir akan benar-benar terjadi, mengingat kedua kubu memang sama-sama gencar dalam mengembangkan arsenal tempur mereka.</p>



<p>Untungnya hingga Uni Soviet bubar, hal tersebut tidak pernah terjadi. Memang masih ada banyak perang di mana-mana, termasuk akibat perang ideologi antara kapitalisme melawan komunisme. Setidaknya, tidak ada kejadian seperti Hiroshima dan Nagasaki lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Senjata Tak akan Pernah Menghentikan Perang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6726" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perlombaan Senjata Tak Pernah Usai (<a href="https://www.sipri.org/commentary/topical-backgrounder/2018/how-much-does-russia-spend-nuclear-weapons">SIPRI</a>)</figcaption></figure>



<p>Terus berlangsungnya perang di berbagai belahan dunia seolah mematahkan harapan Oppenheimer dan ilmuwan lainnya. Mereka sebenarnya berharap kalau <strong>senjata yang mereka buat akan menghentikan perang</strong>, karena lawan terlalu takut untuk menyerang.</p>



<p>Kenyataannya, justru lawan jadi <strong>terdorong untuk menciptakan senjata yang jauh lebih hebat</strong>. Alhasil, masing-masing negara justru saling berlomba untuk membuat senjata terhebat yang akan membuat mereka ditakuti oleh lawan.</p>



<p>Contoh nyata bisa kita lihat di era Perang Dingin. Jika Amerika Serikat ditanya mengapa mereka membuat senjata nuklir, mereka akan menjawab karena Uni Soviet. Sebaliknya pun begitu,<em> </em>Uni Soviet membuat senjata nuklir karena Amerika Serikat. </p>



<p>Ketegangan dunia pun seolah berada di titik yang konstan. Seolah-olah ada bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Ketika <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">Rusia tiba-tiba menginvasi Ukraina</a>, siapa yang menyangka? Mungkin segelintir orang, tapi orang pada umumnya tidak akan mengira.</p>



<p>Kekhawatiran akan diluncurkannya senjata nuklir pun kembali mencuat. Sama seperti ketika Amerika Serikat menjatuhkan Fat Man dan Little Boy, bukan tidak mungkin ada negara lain yang ingin <em>show off</em> kepada dunia kalau mereka memiliki senjata yang pantas untuk ditakuti.</p>



<p>Pada akhirnya, <strong>pembuatan senjata tidak akan pernah menghentikan perang</strong>. Yang ada, justru akan melanggengkan perang. Saling curiga antarnegara akan terus terjadi, karena selalu ada kemungkinan kalau negara lain menyimpan senjata yang sangat berbahaya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Jika Perang Nuklir Benar-Benar Terjadi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6727" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Ledakan Bom Nuklir (<a href="https://www.colorado.edu/today/2022/08/15/nuclear-war-would-cause-global-famine-and-kill-billions-study-finds">University of Colorado Boulder</a>)</figcaption></figure>



<p>Lantas, bagaimana jika (amit-amit) perang nuklir benar-benar terjadi? Bagaimana jika para negara adidaya memutuskan untuk meluncurkan senjata pemusnah massal yang sama sekali tidak berperikemanusiaan tersebut?</p>



<p><strong>Ya sudah, terima takdir apa adanya.</strong> Tidak banyak hal yang bisa dilakukan orang biasa seperti kita. Tidak mungkin juga kita tiba-tiba terjun ke medan perang dan menghentikan semua aktivitas perang atau membatalkan peluncuran senjata nuklir.</p>



<p>Jika perang nuklir benar-benar terjadi, maka artinya tengah malam (<em>midnight</em>) telah tiba. Apa yang diperingatkan oleh Linkin Park melalui albumnya benar-benar terjadi, dan kita harus menerima kenyataan kalau tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya.</p>



<p>Paling banter, yang bisa kita lakukan adalah menjadi aktivis dan kerap menyerukan perdamaian. Namun, seberapa lantang suara kita hingga akan didengar oleh para pemangku kekuasaan di dunia? Memang ada peluangnya, tapi sangat kecil.</p>



<p>Untuk sekarang, yang bisa kita lakukan hanyalah berharap perang nuklir tidak pernah terjadi. Sampai detik ini, terhitung baru Amerika Serikat saja yang pernah menjatuhkan senjata nuklir berupa bom atom ke negara lain. Semoga saja itu juga menjadi yang terakhir kalinya.</p>



<p>Kita hanya bisa berharap (dan berdoa) negara-negara besar yang membuat senjata-senjata berbahaya tersebut punya kesadaran untuk tidak memusnahkan kehidupan manusia sebelum hari kiamat tiba.  </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Juli 2023, terinspirasi setelah menonton film <em>Oppenheimer</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.nj.com/opinion/2022/12/even-a-very-limited-nuclear-war-could-kill-more-than-2-billion-people-opinion.html">NJ.com</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="http://www.immortalreviews.com/home/2017/5/11/how-linkin-parks-urgent-message-in-minutes-to-midnight-is-still-relevant-today">Immortal Reviews</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/">Bagaimana Jika Perang Nuklir Benar-Benar Terjadi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Linkin Park dan A Thousand Suns</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 14:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[A Thousand Suns]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3695</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika SMA, Penulis sudah menjadi fans berat Linkin Park dan hafal semua lagunya. Penulis pun menantikan kapan band ini akan merilis album terbarunya. Harapan Penulis terwujud ketika mereka merilis album&#160;A Thousand Suns&#160;pada tahun 2010. Di hari perilisan album ini, Penulis langsung mendownload albumnya. Sebelum albumnya rilis, Penulis sudah melihat&#160;single&#160;pertamanya yang berjudul&#160;The Catalyst&#160;yang ditayangkan di salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Linkin Park dan A Thousand Suns</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika SMA, Penulis sudah menjadi fans berat Linkin Park dan hafal semua lagunya. Penulis pun menantikan kapan band ini akan merilis album terbarunya.</p>



<p>Harapan Penulis terwujud ketika mereka merilis album&nbsp;<strong><em>A Thousand Suns&nbsp;</em></strong>pada tahun 2010. Di hari perilisan album ini, Penulis langsung mendownload albumnya.</p>



<p>Sebelum albumnya rilis, Penulis sudah melihat&nbsp;<em>single&nbsp;</em>pertamanya yang berjudul&nbsp;<em>The Catalyst&nbsp;</em>yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.</p>



<p>Secara konsep, Penulis sangat menyukai album ini!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Mengambil Pidato Tokoh Terkenal</h1>



<p>Apa yang membuat unik dari album ini adalah banyaknya pidato tokoh terkenal yang dikombinasikan dengan berbagai instrumen modern.</p>



<p>Ada tiga tokoh yang pidatonya digunakan, yakni <strong>Robert Oppenheimer</strong> (<em>The Radiance</em>), <strong>Mario Savio</strong> (<em>Wretches and Kings</em>), dan <strong>Martin Luther King Jr.</strong> (<em>Wisdom, Justice, and Love</em>).</p>



<figure class="wp-block-image alignnone size-large wp-image-3697"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-3697" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Oppenheimer, Savio, King</figcaption></figure>



<p>Judul albumnya diambil dari kutipan Oppenheimer yang bersumber dari sastra Hindu<i>.&nbsp;</i>Ia mengatakan bahwa bom atom terlihat sangat terang seperti seribu matahari.</p>



<p>Oppenheimer sendiri merupakan tokoh proyek Manhattan selama Perang Dunia 2 yang bertanggung jawab dalam produksi bom atom pertama. Ketakutan manusia terhadap perang nuklir menjadi konsep album ini.</p>



<p>Tidak hanya itu, album ini juga memiliki beberapa lagu yang berfungsi sebagai&nbsp;<em>bridging&nbsp;</em>atau transisi dari satu lagu ke lagu lainnya. Jika dihitung, hanya ada sembilan lagu utuh (dari 15 lagu) di dalam album ini.</p>



<p>Selain itu, untuk pertama kalinya mereka tidak mencantumkan nama band ataupun judul album pada covernya. Hal ini dipertahankan pada album <em>The Hunting Party</em> dan <em>One More Light</em>.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu <em>A Thousand Suns</em></h1>



<p>Lagu ini dibuka dengan intro yang berjudul&nbsp;<strong><em>The Requiem</em></strong>. Liriknya sendiri diambil dari lirik lagu&nbsp;<em>The Catalyst</em> dengan suara vokal Mike yang diubah menggunakan <em>vocoder</em>.</p>



<p>Ketika membaca sumber lain, ternyata lagu ini juga menggabungkan beberapa komponen dari lagu lain. Untuk pertama kali, Penulis menyukai intro album Linkin Park.</p>



<p>Lagu ini terdengar menyatu dengan lagu&nbsp;<em><strong>The Radiance</strong>&nbsp;</em>yang berisikan pidato dari Robert Oppenheimer diriingi dengan <em>electronic beat </em>sederhana.</p>



<p>Ketika iTunes Festival di London pada tahun 2011, Mr. Han memainkan pidato ini dengan <em>epic, </em>walaupun bagi kebanyakan fans mungkin akan terdengar aneh.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Burning In The Skies (Official International Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kh_YCSW5lPc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Baru di lagu ketiga lah,&nbsp;<em><strong>Burning in the Skies</strong>,&nbsp;</em>kita bisa mendengarkan sebuah lagu utuh. Di sini, Chester hanya bernyanyi di bagian&nbsp;<em>reff</em> di mana Mike menyanyikan sisanya.</p>



<p>Di dalam video klipnya, kita bisa melihat beberapa aktivitas random yang sedang dalam kondisi&nbsp;<em>slow motion&nbsp;</em>sebelum terkena efek ledakan bom nuklir. Genrenya sendiri menurut Penulis masuk ke dalam&nbsp;<em>pop-rock</em>.</p>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em><strong>Empty Space</strong> </em>di mana kita bisa mendengarkan suara jangkrik dan semacam suara pertempuran. Lagu ini&nbsp;berfungsi sebagai <em>interlude&nbsp;</em>untuk lagu selanjutnya,&nbsp;<strong><em>When They Come for Me</em></strong>.</p>



<p>Lagu tersebut diawali dengan <em>distorted synth stabs </em>yang unik. Mike mendominasi lagu ini dengan <em>rap-</em>nya sehingga lagu ini terkesan bergenre&nbsp;<em>hip-hop</em>.</p>



<p>Semua personel menjadi <em>backing vocal</em>, sementara Chester hanya memiliki sedikit bagian di bagian akhir lagu. Ada juga suara yang dihasilkan toa, yang kalau di dalam konser berasal dari suara Brad.</p>



<p><em>Beat </em>drum juga terdengar sepanjang lagu. Ketika konser, Chester dan Brad menjadi penabuhnya. Yang jelas, lagu ini benar-benar terdengar seperti hasil eksperimen yang ekstrem.</p>



<p><em>Track&nbsp;</em>nomor enam adalah <em><strong>Robot Boy</strong>&nbsp;</em>yang kurang Penulis sukai. Lagu ini diawali dengan dentingan piano dan vokal Chester yang lembut. Ketika lagu berakhir, terdengar sedikit intro dari lagu selanjutnya, <strong><em>Jornada Del Muerto</em></strong>.</p>



<p>Lagu ini menggunakan Bahasa Spanyol sebagai judul, namun liriknya menggunakan Bahasa Jepang. Hal tersebut membuat lagu ini menjadi satu-satunya lagu Linkin Park yang menggunakan judul dan lirik bahasa asing selain Bahasa Inggris.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Waiting For The End [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5qF_qbaWt3Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Jornada Del Muerto&nbsp;</em>merupakan lagu transisi untuk lagu selanjutnya,&nbsp;<em><strong>Waiting for the End</strong>,&nbsp;</em>yang menjadi lagu favorit Penulis dari album ini.</p>



<p>Apa yang membuat Penulis suka dari lagu ini adalah banyaknya permainan&nbsp;<em>synth,&nbsp;</em><em>rap&nbsp;</em>dari Mike, serta vokal tinggi Chester di bagian akhir lagu. Klimaksnya sangat terasa.</p>



<p>Bagi Penulis, lagu ini terdengar seperti versi modern lagu <em>Papercut</em>. Selain itu, Penulis juga sangat menyukai konsep video klipnya yang sangat keren.</p>



<p>Lagu&nbsp;<em><strong>Blackout</strong></em> menjadi satu-satunya lagu di dalam album ini di mana Chester melakukan&nbsp;<em>screaming</em>. Bisa dibilang, ini merupakan salah satu lagu terunik selain lagu&nbsp;<em>When They Come for Me.</em></p>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em><strong>Wretches and Kings</strong>&nbsp;</em>yang diawali dengan pidato dari Mario Savio mengenai betapa menjijikkannya perkembangan teknologi.</p>



<p>Lagu ini juga memiliki banyak efek yang unik. Mike juga melakukan&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>di lagu ini. Yang menyenangkan dari lagu ini, Penulis bisa mendengar gesekan&nbsp;<em>turntables&nbsp;</em>Mr. Han sekali lagi.</p>



<p>Kita juga akan mendengarkan pidato dari Martin Luther King Jr. pada lagu <em><strong>Wisdom, Justice, and Love</strong>,</em> di mana suara Martin makin lama makin terdengar seperti suara robot menjelang akhir lagu.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Iridescent [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/xLYiIBCN9ec?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pesan tersirat dari efek tersebut masyarakat kita yang semakin lama semakin kehilangan empatinya seperti robot.&nbsp;Lagu ini merupakan transisi untuk lagu selanjutnya,&nbsp;<em><strong>Iridescent</strong>.</em></p>



<p>Lagu ini merupakan&nbsp;<em>soundtrack&nbsp;</em>dari film&nbsp;<em>Transformers: Dark of the Moon.&nbsp;</em>Lagu ini terdengar sangat&nbsp;<em>ballad&nbsp;</em>jika dibandingkan dengan lagu Linkin Park yang lain. Selain itu, liriknya juga masih terkait dengan ancaman bom nuklir.</p>



<p>Kemudian ada lagu <strong><em>The Fallout</em></strong> yang liriknya diambil dari lirik lagu&nbsp;<em>Burning in the Skies</em>. Sekali lagi, Mike menyanyikannya dengan menggunakan&nbsp;<em>vocoder&nbsp;</em>sehingga suaranya berubah.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Catalyst [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/51iquRYKPbs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Lagu tersebut merupakan transisi untuk lagu selanjutnya,&nbsp;<strong><em>The Catalyst</em></strong>. Lagu ini diawali dengan gesekan&nbsp;<em>turntable&nbsp;</em>yang sangat asyik untuk didengarkan, lantas disambung dengan suara vokal Mike dan Chester.</p>



<p>Sebagai&nbsp;<em>single&nbsp;</em>pertama dari album, lagu ini dianggap sebagai representasi sempurna untuk menggambarkan perubahan band. Durasinya cukup panjang, lima setengah menit.</p>



<p>Album ditutup dengan album&nbsp;<em><strong>The Messenger</strong>&nbsp;</em>yang menjadi satu-satunya lagu akustik di semua album Linkin Park. Penulis kurang menyukai lagu ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Jika didengarkan, mungkin album ini terasa aneh karena banyaknya perbedaan yang dimiliki dengan album-album sebelumnya. Sekali lagi Linkin Park memutuskan untuk keluar dari zona nyaman.</p>



<p>Lebih banyak eksperimen musik yang dilakukan para personelnya di dalam album ini. Banyak instrumental yang terdengar, membuat album ini tidak bisa disamakan dengan album lain.</p>



<p>Selain itu, album ini memiliki transisi terbanyak dari lagu ke lagu, membuat album ini seolah-olah tersambung dari lagu pertama hingga lagu terakhir. Itu menjadi poin plus lainnya untuk album ini.</p>



<p>Setelah album ini, Penulis mulai mendengarkan musik-musik Korea hingga tak sadar kalau Linkin mengeluarkan album baru lagi dua tahun kemudian.</p>



<p>Album selanjutnya, <em><strong>Living Things</strong>.&nbsp;Stay tuned!</em></p>



<p>Kebayoran Lama, 22 Maret 2020, terinspirasi karena ingin menulis serial artikel tentang Linkin Park</p>



<p>Foto: <a href="https://www.amazon.com/Thousand-Suns-2LP-Linkin-Park/dp/B003V9J6R0">Amazon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Linkin Park dan A Thousand Suns</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
