<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pendukung Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pendukung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pendukung/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Apr 2022 03:32:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pendukung Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pendukung/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jadi Pendukung Manchester United Itu Harus Ekstra Sabar</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2022 16:47:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Harry Maguire]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5673</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mengetahui Manchester United (MU) harus menghadapi Liverpool, Penulis sudah merasa pasrah duluan. Jika di Old Trafford saja skornya 0-5, entah berapa skornya jika bermain di Anfield. Apalagi, Cristiano Ronaldo harus absen karena baru kehilangan anaknya dan Raphael Varane harus menepi karena cedera. Rasa was-was semakin menjadi karena Ragnick menurunkan duo &#8220;Lord&#8220;: Harry Maguire dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/">Jadi Pendukung Manchester United Itu Harus Ekstra Sabar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika mengetahui Manchester United (MU) harus menghadapi Liverpool, Penulis sudah merasa pasrah duluan. Jika di Old Trafford saja skornya 0-5, entah berapa skornya jika bermain di Anfield.</p>



<p>Apalagi, <a href="https://whathefan.com/sepakbola/drama-ala-cristiano-ronaldo/">Cristiano Ronaldo</a> harus absen karena baru kehilangan anaknya dan Raphael Varane harus menepi karena cedera. Rasa was-was semakin menjadi karena Ragnick menurunkan duo &#8220;<em>Lord</em>&#8220;: Harry Maguire dan Phil Jones.</p>



<p>Benar saja, <em>feeling </em>buruk Penulis menjadi kenyataan. Manchester United dibantai lagi dengan skor <strong>0-4</strong>. Jika melihat cuplikan pertandingannya, pertahanan klub setan merah ini benar-benar amburadul dan bisa dianggap memalukan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5675" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Harusnya Penggemar yang Frustasi, Bukan Anda (<a href="https://www.goal.com/id/berita/manchester-united-dibantai-liverpool-roy-keane-marcus/bltddaaa69c7993e074">Goal.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Para legenda MU seperti Roy Keane dan Gary Neville sudah menunjukkan sisi frustasi mereka. Penulis pun begitu, apalagi kalau mengingat dulu kami punya Ferdinand dan Vidic, sedangkan sekarang klub terus memainkan pemain seperti Maguire.</p>



<p>Sebenarnya menerima hasil buruk seperti ini sudah biasa untuk kami para penggemar MU. Tidak hanya itu, ejekan dan perundungan dari berbagai penggemar tim bola lain juga sudah menjadi makanan sehari-hari hingga sampai mati rasa.</p>



<p>Ini seolah mempertegas kenyataan kalau jadi penggemar MU itu harus ekstra sabar dan punya mental tangguh.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Manchester United Jadi Sebobrok Ini?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5676" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Erik ten Hag (<a href="https://www.eurosport.com/football/premier-league/2021-2022/manchester-united-set-to-appoint-ajax-manager-erik-ten-hag-as-ralf-rangnick-replacement-in-days-repo_sto8890461/story.shtml">Eurosport</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa banyak yang menyerang MU tentu saja karena kejatuhannya <a href="https://whathefan.com/sepakbola/merindukan-sentuhan-sir-alex/">setelah ditinggal Sir Alex Ferguson</a>. Entah sudah berapa kali ganti pelatih, tetap saja prestasi MU makin ke sini makin nihil. </p>



<p><a href="https://whathefan.com/sepakbola/haruskah-ole-out-iya-ole-harus-out/">Ole yang sudah diganti Ralf Ragn</a>ick pun tak membawa perubahan yang signifikan. Manchester United telah menunjuk <strong>Erik ten Hag</strong> sebagai pelatih mulai musim depan, menggantikan Ragnick yang akan berpindah jabatan.</p>



<p>Seperti biasanya, pendukung klub setan merah memiliki optimisme tinggi setiap ada pergantian pelatih. Penulis tidak. Melihat permainan yang ditunjukkan oleh para pemain, rasanya tidak ada semangat untuk bisa menjadi seorang juara.</p>



<p>Ragnick memang mengatakan pada konferensi pers setelah melawan Liverpool, bahwa akan ada revolusi besar-besaran. Bahkan, bisa saja ada 10 pemain yang akan didatangkan dan beberapa nama tampaknya akan hengkang dari klub.</p>



<p>Jika revolusi ini benar-benar terjadi dan ten Hag bisa memimpin tim, perubahan ke arah yang lebih baik mungkin memang bisa benar-benar terjadi. Apalagi, <a href="https://whathefan.com/sepakbola/menerka-formasi-mu-dengan-kedatangan-pemain-baru/">jika ia berani untuk mencadangkan (atau bahkan menjual) pemain beban</a> seperti sang kapten, Harry Maguire.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Harry Maguire, si Paling Menyusahkan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5677" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Harry Maguire (<a href="https://www.bola.com/inggris/read/4942083/liga-inggris-harry-maguire-makin-masuk-angin-mu-pastikan-belanja-bek-musim-panas-nanti">Bola.com</a>)</figcaption></figure>



<p><strong>Harry Maguire</strong> memang kerap menjadi &#8220;kambing hitam&#8221; atas penurunan performa MU beberapa tahun terakhir. Sebagai pemain dengan harga mahal dan menyandang ban kapten, permainannya kerap patut ditertawakan dan tak jarang membuat blunder yang menyusahkan.</p>



<p>Penulis pun tak habis pikir, mengapa pemain dengan kualitas seperti itu bisa terus bermain secara reguler dan menyandang ban kapten? Jika pemain <em>underperform</em>, sudah sewajarnya jika ia diganti oleh pemain lain.</p>



<p>Penulis memiliki dua teori mengapa Maguire masih terus dimainkan. Pertama, tidak ada pemain lain yang bisa menggantikan posisinya. Selain Raphael Varane, MU hanya punya Victor Lindelof, Eric Bailly, dan Phil Jones. </p>



<p>Kedua, dan Penulis curiga inilah alasan yang sebenarnya, adalah karena direksi MU ikut campur untuk terus memainkan Maguire. Bisa karena gengsi karena harganya, bisa karena ada kontrak yang menyebutkan Maguire harus bermain sejumlah pertandingan.</p>



<p>Jika mau berpikiran negatif, mungkin ada semacam denda yang harus dibayarkan direksi jika Maguire bermain dengan jumlah sedikit. Sebagai pebisnis, mungkin para direksi tersebut lebih memilih untuk memainkan si paling menyusahkan, terutama menyusahkan David De Gea.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Pendukung Manchester United Jadi Sasaran Ejekan Pendukung Tim Lain?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5678" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Contoh Twit Sombong (<a href="https://www.suara.com/bola/2020/12/09/094007/mu-gak-lolos-gini-doang-nih-grup-neraka-trending-topic-di-twitter?page=all">Suara.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika ada tim yang digdaya lantas mengalami penurunan performa, ejekan pasti datang terutama dari penggemar tim rival. Mudahnya, jika klub seperti Norwich City atau Southampton dibabat oleh lawannya, apakah penggemar tim lain akan merundung mereka? </p>



<p>Rasanya sangat jarang sekali terdengar atau terlihat di media sosial. Apalagi di Indonesia, yang notabene sangat jarang ada penggemar sepak bola yang memilih tim tersebut sebagai favoritnya.</p>



<p>Loh, bukannya masih klub hebat lain yang performanya juga menurun? Katakanlah Arsenal yang tak setangguh era awal 2000-an atau Barcelona pasca ditinggal Messi (walau akhir-akhir ini Barca mulai menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik sejak dilatih Xavi).</p>



<p>Nah, alasan lain kenapa MU jadi sasaran empuk adalah admin dan beberapa oknum penggemar yang <em>shombonk </em>amat. Kalau MU sedang berada di atas angin, mereka akan banyak bersuara dan merasa klubnya paling hebat di dunia. </p>



<p>Contoh mudahnya adalah twit &#8220;gini doang grup neraka&#8221; dan &#8220;senggol dong&#8221; yang dilakukan oleh admin medsos MU. Akibatnya, seluruh penggemar MU pun harus menerima getahnya dan harus belajar ekstra sabar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadi Pendukung Manchester United Memang Harus Ekstra Sabar</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5679" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pendukung MU (<a href="https://www.manutd.com/en/news/detail/top-40-official-man-utd-supporters-club-branches-revealed">Manchester United</a>)</figcaption></figure>



<p><em>Kalau sedang berada di posisi yang sulit, kenapa tetap menjadi pendukung MU? </em></p>



<p>Justru di saat-saat sulit seperti inilah kesetiaan penggemar kepada timnya sedang diuji. Mungkin mirip dengan penggemar Liverpool di era sebelum Jurgen Klopp masuk, di mana prestasi klub dan performanya bisa dianggap terjun bebas.</p>



<p>Jika ditanya apa solusinya, Penulis pun merasa bingung. Menendang keluar Harry Maguire dan beberapa pemain yang menyusahkan mungkin bisa menjadi solusi, tapi rasanya belum tentu hal tersebut akan membereskan semua permasalahan yang ada.</p>



<p>Masuknya pelatih baru pun belum menjadi jaminan nasib klub akan berubah menjadi lebih baik. Adanya revolusi yang dicanangkan oleh Ragnick mungkin bisa menjadi awal yang baik, tapi tetap saja semua tergantung dari eksekusinya.</p>



<p>Direksi tim pun disorot oleh penggemar untuk bisa mendatangkan pemain yang tepat. Jika melihat beberapa tahun terakhir, sering sekali MU melakukan pembelian <em>flop</em>, berbanding terbalik dengan Liverpool yang rekrutannya lebih murah tapi efektif.</p>



<p>Oleh karena itu, <a href="https://whathefan.com/sepakbola/antara-manchester-united-dan-venezuela/">kami para penggemar MU pun harus belajar bersabar</a> lagi dari segala bentuk ejekan dan perundungan. Tabah saja menghadapi berbagai &#8220;serangan&#8221; dari para penggemar tim lain. </p>



<p>Anggap saja ini akan membantu kita menjadi orang yang lebih tabah dalam menghadapi ujian hidup. Seorang pendukung Manchester United, di masa-masa sulit seperti sekarang, memang harus belajar ekstra sabar.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 21 April 2022, terinspirasi setelah melihat kekalahan telak (lagi) dari Manchester United ketika bertamu ke Liverpool</p>



<p>Foto Banner: <a href="https://www.telegraph.co.uk/football/2022/04/19/liverpool-vs-manchester-united-player-ratings-thiago-alcantara/">The Telegraph</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/">Jadi Pendukung Manchester United Itu Harus Ekstra Sabar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 08:53:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[kedewasaan]]></category>
		<category><![CDATA[memilh]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[ricuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1124</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Terlepas dari siapapun para calon, ditunggu perang program dan gagasan-gagasannya. Perang hal-hal konkrit. Udah capek sama hal-hal yang superficial dan berbau identitas.” Itu merupakan tweet dari teman penulis yang sedang melanjutkan studi S2nya di Belanda, mengomentari tentang suasana politik Indonesia yang semakin memanas ini. Penulis menyepakati idenya tersebut, dan berkembang menjadi tulisan ini. Entah apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Terlepas dari siapapun para calon, ditunggu perang program dan gagasan-gagasannya. Perang hal-hal konkrit. Udah capek sama hal-hal yang superficial dan berbau identitas.</em>”</p>
<p>Itu merupakan <em>tweet </em>dari teman penulis yang sedang melanjutkan studi S2nya di Belanda, mengomentari tentang suasana politik Indonesia yang semakin memanas ini. Penulis menyepakati idenya tersebut, dan berkembang menjadi tulisan ini.</p>
<p>Entah apa penyebabnya, tapi beberapa tahun terakhir, suasana politik di Indonesia rasa-rasanya semakin keruh. Demokrasi sehat yang diharapkan oleh para pejuang reformasi seolah tak terjadi.</p>
<p>Keberadaan media sosial (penulis merasa menjadi terlalu sering menyalahkan keberadaan media sosial) bisa jadi menjadi salah satu penyebabnya. Penyebaran informasi yang bisa terjadi begitu cepat tanpa adanya proses validasi menyebabkan <em>black campaign </em>tumbuh dengan subur.</p>
<p>Masyarakat kini cenderung memilih berdasarkan siapanya, bukan berdasarkan apanya (Baca juga: <a href="http://whathefan.com/2018/01/19/ketika-demokrasi-menjadi-subyektif/">Ketika Demokrasi Menjadi Subyektif</a>). Kita menjadi pendukung yang fanatik, seolah menutup mata dari kekurangan orang yang kita dukung (Baca juga: <a href="http://whathefan.com/2018/05/25/akar-fanatisme-membabi-buta/">Akar Fanantisme Membabi Buta</a>).</p>
<p><div id="attachment_1134" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1134" class="size-large wp-image-1134" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-1024x684.jpg" alt="" width="1024" height="684" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-1024x684.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-768x513.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-356x238.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash.jpg 1504w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1134" class="wp-caption-text">Jangan Menutup Mata (Photo by maxime caron on Unsplash)</p></div></p>
<p>Sebaliknya, kita juga menutup mata terhadap kebaikan orang yang menjadi lawan politik orang yang kita dukung. Ketika mereka melakukan keburukan sejelek apapun itu, hujatan muncul dari bibir kita.</p>
<p>Jelas bukan demokrasi seperti ini yang kita harapkan dengan penggulingan mantan presiden Soeharto. Kita mengharapkan demokrasi yang obyektif dan menghargai pilihan orang lain.</p>
<p>Mungkin ada beberapa pemilih yang mempercayai aturan yang tertulis di agamanya (termasuk penulis), namun ada juga yang mempercayai tafsir lain. Penulis tidak mempersalahkan hal tersebut selama mereka juga menghargai pilihan penulis.</p>
<p>Setelah pengumuman calon presiden dan wakilnya, penulis menyimak berbagai <em>timeline </em>di media sosial, mulai Twitter, Instagram hingga Line Today. Penulis membaca media yang pro petahana, pro penantang, dan netral (kalau masih ada). Ini penulis lakukan agar dapat melakukan penilaian yang tidak berat sebelah, meskipun suara penulis hanya bernilai satu, sama dengan suara yang dimiliki pemilih lainnya.</p>
<p>Jujur, sekarang penulis belum bisa menentukan pilihan, walaupun ada kecondongan terhadap salah satu pasangan capres-cawapres. Penulis masih menantikan manuver-manuver politik yang akan mereka lakukan. Selain itu, debat-debat antara calon juga menjadi salah satu hal yang penulis nantikan.</p>
<p><strong>Ributnya Para Pendukung</strong></p>
<p>Menyaksikan dinamika politik itu sebenarnya menarik. Banyak hal yang bisa berubah dengan sedemikian cepat, kadang terdapat <em>plot twist </em>yang tak disangka-sangka. <em>Sense</em>-nya sama dengan membaca novel detektif.</p>
<p>Banyak juga hal yang membuat kita gemas, lantas tertawa kecil. Apalagi jika bukan keributan yang dilakukan oleh antar pendukung di media sosial (lagi-lagi media sosial disalahkan).</p>
<p>Sebagai contoh, pendukung kubu penantang menagih janji-janji kubu petahana yang belum terealisasi. Pendukung kubu petahana bertanya balik, emang calon kalian udah ngapain aja? Calon gue udah kerja nyata.</p>
<p>Contoh lain, pendukung kubu petahana protes, ngurus provinsi aja belum becus, mau naik jadi cawapres. Pendukung kubu penantang menyerang balik, lah bukannya pilihan lu juga gitu dulu?</p>
<p>Isu agama pun juga menjadi menarik, karena dari yang penulis amati, pendukung kubu petahana seringkali menyuarakan “ulama jangan ikut berpolitik”. Sekarang, dengan pilihan cawapres petahana, pendukung kubu penantang menggunakannya sebagai senjata.</p>
<p><div id="attachment_1133" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1133" class="size-large wp-image-1133" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash.jpg 1368w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1133" class="wp-caption-text">Ricuh di Dunia Maya (Photo by Hermes Rivera on Unsplash)</p></div></p>
<p>Keributan antar pendukung ini juga memiliki andil dalam memperkeruh suasana politik di Indonesia. Mereka pada akhirnya menyerang secara personal, bukan memberi kritik program-program yang ditawarkan oleh masing-masing calon.</p>
<p>Kedewasaan dalam berpolitik memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bernegara yang menganut sistem demokrasi. Banyak yang menganggap, sebenarnya Indonesia belum siap melaksanakan demokrasi karena mentalnya yang belum siap kalah.</p>
<p>Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengawal pesta demokrasi (siapa yang sejatinya berpesta?) ini dengan baik. Pilihlah calon yang menurut kita paling bisa membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik.</p>
<p>Dan ingatlah kata-kata Aa Gym pada acara Indonesia Lawyer pada Selasa (7/8) kemarin, bahwa semuanya sudah ditakdirkan oleh Tuhan, semuanya sudah tertulis. Jadi yakinlah bahwa apapun hasilnya, merupakan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kayuringin, Bekasi, 11 Agustus 2018, terinspirasi dari <em>tweet </em>Aya, teman penulis yang sedang melanjutkan studi di Belanda.</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/IBWJsMObnnU?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Arnaud Jaegers</a> on <a href="https://unsplash.com/?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
