<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pernikahan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pernikahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pernikahan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 09:45:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pernikahan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pernikahan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 16:24:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[kencan]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[public figure]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin pagi ada reply dari story Instagram Penulis yang memasang foto pernikahan Isyana dan suaminya. Ia bertanya, apa yang dirasakan oleh seorang fans jika melihat idolanya menikah dengan orang lain. Karena Penulis bukan fans fanatik yang bakal galau tujuh hari tujuh malam ketika melihat idolanya berada di pelaminan, Penulis tidak tahu pasti mengenai jawabannya. Hanya saja, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin pagi ada <em>reply </em>dari <em>story </em>Instagram Penulis yang memasang foto pernikahan Isyana dan suaminya. Ia bertanya, apa yang dirasakan oleh seorang fans jika melihat idolanya menikah dengan orang lain.</p>
<p>Karena Penulis bukan fans fanatik yang bakal galau tujuh hari tujuh malam ketika melihat idolanya berada di pelaminan, Penulis tidak tahu pasti mengenai jawabannya.</p>
<p>Hanya saja, Penulis memiliki beberapa asumsi dari pengamatan pribadi mengenai fenomena di mana fans marah, hancur, pedih ketika melihat idolanya harus merajut asmara dengan orang lain.</p>
<h3>Ketika Cinta Tak Direstui</h3>
<p>Pada topik kali ini, Penulis akan mengambil contoh dari idola-idola Korea Selatan khususnya dari dunia K-Pop. Alasannya sederhana, banyak sekali contoh nyata mengenai ketidakrestuan fans ketika idolanya berkencan atau menikah dengan pasangannya.</p>
<div id="attachment_3424" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3424" class="size-large wp-image-3424" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3424" class="wp-caption-text">Sungmin dan Kim Sa-eun (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=r0j1ICr_TUA" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjBpIXVoLjnAhV1ILcAHU35AXoQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div>
<p>Mungkin yang paling Penulis ingat adalah kasus <strong>Sungmin Super Junior</strong>. Ia kini vakum dari <em>boyband </em>yang membesarkan namanya tersebut karena boikot dari para fans.</p>
<p>Apa sebabnya? Karena ia memutuskan untuk menikah dengan wanita yang ia cintai, <strong>Kim Sa Eung</strong>, pada tahun 2014. Banyak fans yang tidak siap mental dengan keadaan ini. Mereka seolah tak bisa menerima kenyataan tersebut.</p>
<div id="attachment_3430" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3430" class="size-large wp-image-3430" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3430" class="wp-caption-text">Taeyeon dan Baekhyun (<a class="o5rIVb a-no-hover-decoration irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwi-5IWOqLjnAhUO6XMBHU_gDNEQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Finikpop.com%2F15-pasangan-idols-yang-mungkin-tak-kamu-ketahui-pernah-pacaran-sebelumnya-part-2%2F&amp;psig=AOvVaw2ASv2wdtzgOAwFfPuqlPBc&amp;ust=1580919993471105" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi-5IWOqLjnAhUO6XMBHU_gDNEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">iniKpop</span></a>)</p></div>
<p>Kasus lainnya dialami oleh <strong>Taeyeon SNSD </strong>dan <strong>Baekhyun EXO</strong>. Pada saat mereka berkencan (sekitar tahun 2014), SNSD sudah berada di puncak popularitas dan EXO sedang merintis karir mereka.</p>
<p>Banyak fans EXO menganggap Baekyhyun telah mengkhianati mereka. Penulis sendiri tidak tahu mengapa mereka merasa seperti itu, mungkin karena Baekhyun pernah berjanji untuk tidak kencan dengan siapapun terlebih dahulu.</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, muncul petisi dari fans yang menginginkan Baekyun keluar dari <em>boyband </em>tersebut, meskipun hingga sekarang yang bersangkutan masih menjadi anggota EXO.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Almarhumah </a><strong><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Sulli f(x)</a> </strong>juga pernah mendapatkan hujatan ketika berpacaran dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua darinya. Sebagai salah satu member paling populer, ia dianggap tidak memedulikan perasaan fans.</p>
<h3>Ketika Cinta Direstui</h3>
<p>Walaupun begitu, ternyata ada juga pasangan idola Korea yang mendapatkan restu dari fans. Contohnya adalah <strong>Yoona SNSD</strong> dan <strong>Lee Seung-gi </strong>yang dianggap cocok satu sama lain oleh para fans, meskipun pada akhirnya mereka berdua harus berpisah jalan.</p>
<div id="attachment_3425" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3425" class="size-large wp-image-3425" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3425" class="wp-caption-text">Yoona dan Lee Seung-gi (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.wattpad.com/456795037-shall-we-marry-lee-seung-gi-yoona-lima" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjT7t3bpbjnAhWMcn0KHZzqDXsQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wattpad</span></a>)</p></div>
<p>Ada juga <strong>Kai EXO</strong> yang dikabarkan pernah berpacaran dengan <strong>Krystal f(x) </strong>ataupun dengan <strong>Jennie Blackpink </strong>dalam waktu yang berbeda.</p>
<p>Sebelum Kai dan Krystal resmi berkencan, banyak fans yang menjodoh-jodohkan mereka berdua. Akan tetapi, Penulis menemukan sumber yang mengatakan ada kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh hubungan tersebut.</p>
<p>Di sisi lain saat bersama Jennie (yang fotonya bocor pada tahun 2019 lalu), fans juga banyak yang mendukung mereka walau ada juga yang menentangnya.</p>
<div id="attachment_3427" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3427" class="size-large wp-image-3427" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3427" class="wp-caption-text">Song-Song Couple (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.kapanlagi.com/korea/song-song-couple-bercerai-pengacara-ungkap-berkas-perceraian-telah-masuk-pengadilan-9989da.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiU1rbkpbjnAhVJXn0KHV0KAdcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">KapanLagi.com</span></a>)</p></div>
<p>Bahkan, pernikahan antara <strong>Song Jong-ki</strong> dan <strong>Song Hye-kyo</strong> dianggap terjadi karena dorongan fans yang berharap mereka menjadi pasangan sungguhan di dunia nyata. Sayangnya, umur pernikahan tersebut tidak bertahan lama.</p>
<h3>Kenapa Bisa Seperti Itu?</h3>
<p>Sebenarnya tidak semua pasangan idol akan dibenci ataupun didukung sepenuhnya oleh para fansnya. Pasti lebih banyak kasus di mana orang-orang terbelah menjadi dua kubu, yang pro dan yang kontra.</p>
<div id="attachment_3428" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3428" class="size-large wp-image-3428" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3428" class="wp-caption-text">Suzy dan Minho ()</p></div>
<p>Ketika aktris cantik <strong>Bae Suzy </strong>berkencan dengan <strong>Lee Min Ho</strong>, banyak yang merestui hubungan tersebut karena keduanya terlihat serasi. Walaupun begitu, tidak sedikit fans dari kedua belah pihak yang tidak bisa menerimanya.</p>
<p>Ada juga <strong>Heechul Super Junior</strong> dan <strong>Momo Twice</strong> yang jarak usianya dianggap terlalu jauh, walau tak sedikit yang mendukung mereka berdua. Bahkan kisah Kai dan Jennie dikabarkan tidak disetujui oleh beberapa pihak.</p>
<p>Menjadi seorang <em>public figure </em>memang memiliki konsekuensi kehidupan kita akan di utak-atik oleh khalayak ramai. Apapun yang kita lakukan seolah dipantau oleh CCTV yang tak kasat mata.</p>
<p>Walaupun begitu, mereka tetaplah manusia biasa yang berhak untuk mencintai dan dicintai. Bagi mereka, aktivitas normal tersebut bisa menjadi sangat berisiko jika sudah dihadapkan dengan para fans.</p>
<p>Bagi beberapa fans garis keras (sering disebut sebagai <em><b>sasaeng</b></em>), seorang idola merupakan obsesi bahkan sumber kehidupan mereka. Imajinasi sering mereka ciptakan di dalam kepala untuk membuat mereka merasa hidup.</p>
<p>Kencan dan pernikahan sang idola akan merusak kenyamanan tersebut. Mereka khawatir sang idola akan fokus kepada pasangannya dan melupakan para fans yang sudah menemaninya selama ini.</p>
<p>Beruntung jika pasangan mereka bisa diterima dengan baik. Jika tidak? Alamat karir bisa anjlok karena tidak ada yang tertarik dengannya lagi.</p>
<p>Apalagi, banyak fans yang melakukan justifikasi apakah seseorang layak atau tidak menjadi kekasih idolanya. Hal ini aneh, mengingat kebanyakan fans sebenarnya tidak benar-benar kenal dengan idola ataupun pasangannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bagi sebagian orang, seorang idola haruslah menjadi milik bersama, bukan menjadi milik seseorang saja. Idola bisa menjadi idola berkat kehadiran fans, sehingga mereka merasa berhak untuk melakukan hal tersebut.</p>
<p>Sebenarnya mengidolakan orang lain sama sekali tidak masalah. Hanya saja, jika sampai berlebihan sampai muncul rasa memiliki yang posesif juga kurang baik.</p>
<p>Para <em>public figure </em>juga berhak memiliki kehidupan pribadi mereka, walaupun risiko untuk diuntit akan selalu ada. Menurut Penulis, fans sejati seharusnya akan mendahulukan kebahagiaan sang idola dibandingkan ego mereka sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Note: Mohon maaf jika ada kesalahan data ataupun fakta di atas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 Februari 2020, terinspirasi dari sebuah pertanyaan teman di Instagram</p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.koreaboo.com/stories/kpop-idol-dating-scandals-acceptance-real-reasons/">Koreaboo</a>, <a href="https://www.jazminemedia.com/2019/09/kpop-idols-who-paid-a-heavy-price-for-falling-in-love/">Jazzmine Media</a>, <a href="https://www.quora.com/Why-are-K-pop-fans-against-their-idols-marrying-dating">Quora</a>, <a href="https://www.allkpop.com/forum/threads/if-idols-were-open-about-their-dating-life-will-fans-stop-being-delucional.72150/">Allkpop</a>, <a href="https://www.kpopmap.com/why-dating-is-so-complicated-in-kpop/">Kpop Map</a>,</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Jomblo?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2019 05:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena penulis jelek, hitam, pendek, kurus, lemah, berkacamata, aneh, bau, gampang sakit, kampungan, norak, katrok, pinternya juga biasa aja, mudah depresi, tidak bisa diandalkan, gampang tersinggung, tidak kaya harta, pemurung, emosian, kekanakan, egois, terkadang bisa malas luar biasa, suka menunda pekerjaan, baperan, jarang datang tepat waktu, suka memaksakan kehendak, kurang percaya diri alias gampang minder, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/">Kenapa Saya Jomblo?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Karena penulis jelek, hitam, pendek, kurus, lemah, berkacamata, aneh, bau, gampang sakit, kampungan, norak, katrok, pinternya juga biasa aja, mudah depresi, tidak bisa diandalkan, gampang tersinggung, tidak kaya harta, pemurung, emosian, kekanakan, egois, terkadang bisa malas luar biasa, suka menunda pekerjaan, baperan, jarang datang tepat waktu, suka memaksakan kehendak, kurang percaya diri alias gampang minder, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/udah-tua-kok-masih-nonton-anime/">masih suka nonton anime kayak anak kecil</a>, gampang khawatir, alim juga enggak, <em>overprotective </em>ke orang yang disayang, pencemburu akut, banyak hal yang enggak bisa dilakukan, kelebihannya sedikit, sering merasa <em>insecure</em>, dan yang terpenting <strong>belum ada yang mau sama penulis!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekian</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 13 Oktober 2019, terinspirasi dari permintaan teman kantor untuk menuliskan <em>keyword </em>ini</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bercanda, tulisannya belum selesai kok. Alasan-alasan di atas penulis akui sering muncul di benak penulis ketika melakukan perenungan, tapi tidak sampai membuat patah semangat untuk mencari calon istri.</p>
<p>Gini-gini, penulis juga pernah pacaran. Dua kali. Penulis punya teman kuliah yang belum pernah pacaran seumur hidupnya. Penulis juga hampir saja menikah di usia muda, walau takdir berkata lain.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan hal lain, permasalahan jodoh termasuk jarang membuat penulis merasa stres. Penulis percaya akan ada waktu terbaik ketika pada akhirnya penulis akan bertemu dengan orang yang ditakdirkan untuk hidup bersama.</p>
<p>Apalagi, penulis memiliki <strong>banyak adik perempuan </strong>yang cukup dekat dengan penulis. Ada sedikit perasaan takut bahwa penulis harus melepaskan ikatan dengan mereka jika memiliki pasangan baru (<em>sa ae cari</em> <em>alasan</em>!).</p>
<p>Yang bisa penulis lakukan sekarang adalah memantaskan diri sebaik mungkin, terlepas dari segala kekurangan yang telah penulis sebutkan di atas.</p>
<p>Contohnya, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang sudah disadari. Penulis punya banyak kesempatan untuk mengubah hal-hal negatif tersebut dengan berbagai cara.</p>
<p>Kalau fisik, ya mau bagaimana lagi. Yang bisa penulis lakukan adalah merawat diri sebaik mungkin. Menjaga penampilan adalah sesuatu yang sedang penulis pelajari sekarang.</p>
<p>Jadi, jika ada orang yang bertanya mengapa penulis masih jomblo, jawabannya ada banyak. Belum menemukan yang cocok mungkin menjadi alasan utamanya.</p>
<p>Apalagi, penulis mengandalkan intuisi untuk menemukan wanita yang dirasa pas untuk menyempurnakan kehidupan penulis. Selain itu, penulis juga merasa butuh untuk memantaskan diri terlebih dahulu.</p>
<p>Penulis juga harus mulai menabung sebagai modal pernikahan. Bukan cuma untuk pesta resepsinya, tapi juga sebagai modal membina rumah tangga ke depannya.</p>
<p>Memang penulis akui, muncul sedikit perasaan iri ketika melihat teman membagi momen bersama istri atau bahkan anaknya. Tapi, pernikahan bukan perlombaan, kan? Jadi, santai saja, jodoh sudah ada yang mengatur selama kita berusaha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebay&#8230;, eh tadi sudah ding</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/">Kenapa Saya Jomblo?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Andai Indonesia Liberal</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/andai-indonesia-liberal/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/andai-indonesia-liberal/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2018 06:27:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[paham]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berkat diskusi lintas agama bersama seorang kawan yang beragama Katolik, penulis baru menyadari banyak hal tentang pernikahan. Pertama, tentang pernikahan beda agama, kedua tentang pernikahan sesama jenis. Keduanya sama-sama dilarang, sama seperti Islam. Selama ini penulis menganggap bahwa kedua hal tersebut diperbolehkan oleh agama mayoritas di negara-negara yang melegalkan hal tersebut. Di sinilah penulis baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/andai-indonesia-liberal/">Andai Indonesia Liberal</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berkat diskusi lintas agama bersama seorang kawan yang beragama Katolik, penulis baru menyadari banyak hal tentang pernikahan. Pertama, tentang pernikahan beda agama, kedua tentang pernikahan sesama jenis. Keduanya sama-sama dilarang, sama seperti Islam.</p>
<p>Selama ini penulis menganggap bahwa kedua hal tersebut diperbolehkan oleh agama mayoritas di negara-negara yang melegalkan hal tersebut. Di sinilah penulis baru memahami bahwa apa yang membolehkan hal tersebut bukanlah agama, melainkan ideologi.</p>
<p>Pada tulisan <a href="http://whathefan.com/2018/02/28/batasan-kebebasan-berekspresi/">Batasan Kebebasan Berekspresi</a>, penulis sudah menjabarkan definisi paham liberalisme. Secara singkat, penganut ideologi ini tidak ingin adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.</p>
<p>Apakah paham ini cocok di Indonesia? Jelas tidak sama sekali karena sila pertama kita berbunyi KETUHANAN YANG MAHA ESA. Selama kita berpegang teguh pada Pancasila, liberalisme tidak akan punya tempat di Indonesia.</p>
<p><strong>Sekarang mari kita berandai-andai jika Indonesia menjadi negara liberal, apa yang sekiranya akan terjadi?</strong></p>
<p>Mungkin para pembaca pernah melihat film <strong>3</strong> <strong>(Alif, Lam, Mim) </strong>yang sempat ditayangkan di bioskop. Pada film tersebut, diceritakan bahwa di masa depan terjadi revolusi yang mengakibatkan Pancasila direduksi menjadi Catursila dengan menghilangkan sila pertama.</p>
<p>Indonesia, pada film tersebut, menjadi negara liberal. Andai itu benar-benar terjadi, tanpa melihat film tersebut, mari kita urutkan hal-hal yang berpotensi terjadi.</p>
<p>Yang pertama, agama akan menjadi sesuatu yang ditakuti karena ia dianggap berpotensi mengekang kebebasan. Para penganutnya akan dicurigai sebagai orang-orang kolot yang menyukai terorisme. Mereka yang tak beragama merasa diri mereka yang paling benar karena tidak mau didikte oleh doktrin agama.</p>
<div id="attachment_951" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-951" class="size-full wp-image-951" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/alif-lam-mim_20161020_222741.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/alif-lam-mim_20161020_222741.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/alif-lam-mim_20161020_222741-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/alif-lam-mim_20161020_222741-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-951" class="wp-caption-text">Film 3 (http://style.tribunnews.com/2016/10/20/sinopsis-film-3-alif-lam-mim-sinema-yang-bakal-diputar-di-atlanta-asian-film-festival-2016)</p></div>
<p>Selanjutnya, pergaulan akan semakin bebas. Tidak ada lagi aturan yang membatasi mereka mau bergaul seperti apa. Mau punya anak di luar nikah pun bukan lagi menjadi hal yang memalukan. Mau nikah dengan sesama jenis hingga beda spesies pun dianggap hal yang lumrah.</p>
<p>Rasio bunuh diri akan meningkat karena masyarakatnya tidak mempunyai pegangan ketika dilanda depresi. Minuman keras sudah tidak mampu menghapus stres pada pikiran sehingga mereka memilih untuk menggantung lehernya.</p>
<p>Mana buktinya ketiga hal tersebut akan terjadi? Coba saja tengok negara-negara yang tidak menjadikan agama sebagai landasan bernegara, yang bangga karena bisa memberikan kebebasan yang sebebas-bebasnya kepada warga negaranya.</p>
<p>Beruntunglah para pendiri bangsa ini sepakat menyantumkan sila KETUHANAN YANG MAHA ESA sebagai dasar ideologi bernegara. Sudah sepatutnya setiap warga negara bertindak dan berperilaku sebagaimana yang telah diajarkan oleh agamanya masing-masing, tanpa terpengaruh ideologi-ideologi lain yang belum tentu cocok dengan kepribadian bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 4 Juli 2018, terinspirasi setelah berdiskusi masalah pernikahan dengan Angela</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.economist.com/books-and-arts/2009/02/05/anatomy-of-an-idea">https://www.economist.com/books-and-arts/2009/02/05/anatomy-of-an-idea</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/andai-indonesia-liberal/">Andai Indonesia Liberal</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/andai-indonesia-liberal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Tak Boleh Dipaksakan</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2018 02:01:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[keterpaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[paksa]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[tulus]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=923</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Kalau dipaksakan, namanya bukan cinta, tapi minta.&#8221; Gara-gara tamat membaca komik Nisekoi yang berjumlah 229 chapter, penulis jadi banyak merenungi kembali hakikat cinta. Apa itu cinta, kepada siapa ia layak diberikan, dan pertanyaan lainnya sering menjadi bahan pemikiran menjelang tidur. Salah satu yang mengganjal di pikiran penulis adalah cinta yang dipaksakan. Contohnya, ketika kita dipaksa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/">Cinta Tak Boleh Dipaksakan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Kalau dipaksakan, namanya bukan cinta, tapi minta.&#8221;</em></p>
<p>Gara-gara tamat membaca komik Nisekoi yang berjumlah 229 chapter, penulis jadi banyak merenungi kembali hakikat cinta. Apa itu cinta, kepada siapa ia layak diberikan, dan pertanyaan lainnya sering menjadi bahan pemikiran menjelang tidur.</p>
<p>Salah satu yang mengganjal di pikiran penulis adalah cinta yang dipaksakan. Contohnya, ketika kita dipaksa oleh pihak keluarga untuk menikahi calon yang telah mereka pilihkan. Latar belakang keluarga yang bersahaja bisa menjadi salah satu faktornya.</p>
<p>Apakah yang demikian selalu disebut pemaksaan? Belum tentu. Bisa jadi kita merasa srek dengan calon yang dipilihkan dan sama sekali tidak merasa dipaksakan oleh orangtua.</p>
<p>Yang namanya dipaksakan, berarti membutukan pihak yang merasa terpaksa. Entah salah satu atau malah kedua-duanya. Hubungan yang dipaksakan jarang sekali yang langgeng. Kalaupun langgeng, belum tentu mereka bahagia menjalani kehidupan yang seperti demikian.</p>
<p>Selain dari faktor eksternal, seperti contoh orangtua di atas, ada pula faktor internal yang dapat menimbulkan keterpaksaan dalam hubungan. Contoh, karena rasa iba ketika melihat seseorang jomblo mulai lahir menyatakan perasaannya, membuat kita terpaksa menerimanya. Atau contoh lain, karena butuh uang kita terpaksa menikah dengan kakek-kakek kaya.</p>
<p>Alasan-alasan yang menyebabkan keterpaksaan ini, apabila telah hilang, membuat hubungan pun akan terasa hampa. Bagaimana tidak, kita sudah tidak memiliki lagi alasan untuk membalas perasaan orang tersebut. Yang ada, hanya akan saling menyakiti diri satu sama lain.</p>
<p>Cinta memiliki keterkaitan yang erat dengan ketulusan. Penulis meyakini bahwa dalam mencintai seseorang, terutama lawan jenis, kita harus mencintainya karena Tuhan. Kita mencintainya karena ingin menjalankan perintah-Nya, menyempurnakan agama. Dengan niat yang demikian, insyaAllah ketulusan akan hadir dalam hubungan kita.</p>
<p>Oleh karena itu, cinta tak dapat dipaksakan. Ia mengalir begitu saja karena cinta hadir berkat petunjuk-Nya bagi yang meyakini. Cinta tak pernah dan tak akan hadir karena keterpaksaan. Ia bukan benda mati yang dapat diminta begitu saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 26 Juni 2018, terinspirasi setelah membaca komik Nisekoi</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.huffingtonpost.com/alicia-armeli-msed-msn-rdn-chlc/relief-for-depression-the_b_9595340.html">https://www.huffingtonpost.com/alicia-armeli-msed-msn-rdn-chlc/relief-for-depression-the_b_9595340.html</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/">Cinta Tak Boleh Dipaksakan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sering Dibully Karena Jomblo? Tangkis Dengan Jurus Berikut</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/sering-dibully-karena-jomblo-tangkis-dengan-jurus-berikut/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/sering-dibully-karena-jomblo-tangkis-dengan-jurus-berikut/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2018 03:53:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=644</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak anekdot-anekdot yang menekan kaum jomblo sehingga hidup mereka yang berat menjadi semakin berat. Apalagi jika ada teman yang menikah, pasti pertanyaan &#8220;kapan nyusul?&#8221; akan datang menerjang mereka. Daripada semakin tertekan, cobalah jurus-jurus berikut ketika kejombloan membuat kalian dibully. Sedang Mencari Calon Istri/Suami Ini merupakan alasan klasik yang sangat realistik jika sudah berusia 20an, karena yang dicari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/sering-dibully-karena-jomblo-tangkis-dengan-jurus-berikut/">Sering Dibully Karena Jomblo? Tangkis Dengan Jurus Berikut</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak anekdot-anekdot yang menekan kaum jomblo sehingga hidup mereka yang berat menjadi semakin berat. Apalagi jika ada teman yang menikah, pasti pertanyaan &#8220;kapan nyusul?&#8221; akan datang menerjang mereka. Daripada semakin tertekan, cobalah jurus-jurus berikut ketika <em>kejombloan </em>membuat kalian di<em>bully</em>.</p>
<ol>
<li><strong>Sedang Mencari Calon Istri/Suami</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_646" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-646" class="wp-image-646 size-full" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Mencari-Pasangan-Hidup-via-www.playbuzz.com_.jpg" alt="" width="900" height="547" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Mencari-Pasangan-Hidup-via-www.playbuzz.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Mencari-Pasangan-Hidup-via-www.playbuzz.com_-300x182.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Mencari-Pasangan-Hidup-via-www.playbuzz.com_-768x467.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Mencari-Pasangan-Hidup-via-www.playbuzz.com_-356x216.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-646" class="wp-caption-text">Mencari Pasangan Hidup (www.playbuzz.com)</p></div>
<p>Ini merupakan alasan klasik yang sangat realistik jika sudah berusia 20an, karena yang dicari adalah calon istri/suami, bukan calon pacar.  Untuk menemukan seorang istri/suami yang ideal, dibutuhkan banyak pertimbangan dari beragam aspek, sehingga tidak bisa asal pilih. Terlebih lagi, calon istri/suami tersebut harus bisa diterima oleh pihak keluarga kalian. Dengan kata lain, kalian memilih pasangan dengan selektif.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Katakan Bahwa Kamu Single, Bukan Jomblo</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_647" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-647" class="size-full wp-image-647" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Bukan-Jomblo-Tapi-Single-via-www.claytonladuerotary.org_.jpg" alt="" width="900" height="530" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Bukan-Jomblo-Tapi-Single-via-www.claytonladuerotary.org_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Bukan-Jomblo-Tapi-Single-via-www.claytonladuerotary.org_-300x177.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Bukan-Jomblo-Tapi-Single-via-www.claytonladuerotary.org_-768x452.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Bukan-Jomblo-Tapi-Single-via-www.claytonladuerotary.org_-356x210.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-647" class="wp-caption-text">Bukan Jomblo, Tapi Single (www.claytonladuerotary.org)</p></div>
<p>Jomblo itu nasib, sedangkan <em>single</em> itu pilihan. Alasan ini bisa digunakan jika penyebab kalian jomblo adalah karena memang sedang ingin sendiri. Meskipun bukan itu alasannya, katakan saja seperti itu, semata-mata untuk menjaga harga diri kalian. Dari sudut pandang bahasa, jauh lebih elegan mengatakan “saya <em>single</em>” dibandingkan “saya jomblo”.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Katakan Bahwa Kamu Sedang Mengalah</strong></li>
</ol>
<div id="attachment_648" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-648" class="size-full wp-image-648" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Lihat-Saja-Siapa-Yang-Bakal-Nikah-Duluan-via-photo.elsoar.com_.jpg" alt="" width="900" height="542" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Lihat-Saja-Siapa-Yang-Bakal-Nikah-Duluan-via-photo.elsoar.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Lihat-Saja-Siapa-Yang-Bakal-Nikah-Duluan-via-photo.elsoar.com_-300x181.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Lihat-Saja-Siapa-Yang-Bakal-Nikah-Duluan-via-photo.elsoar.com_-768x463.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Lihat-Saja-Siapa-Yang-Bakal-Nikah-Duluan-via-photo.elsoar.com_-356x214.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-648" class="wp-caption-text">Lihat Saja Nanti (photo.elsoar.com)</p></div>
<p>Dalam bahasa jawanya disebut <em>ngepur</em>. Artinya, membiarkan teman-teman kalian untuk pacaran terlebih dahulu. Kalian membiarkan mereka menikmati masa-masa pacaran, padahal kalian yakin bahwa pada akhirnya yang menikah duluan adalah kalian, meskipun jodoh masih belum nampak. Yang penting keyakinan dulu. Kalau semisal mereka ternyata menikah duluan, ya nasib.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 18 April 2018, pernah dimuat di oyibanget.com dengan judul Sering Dibully Karena Jomblo? Tangkis Dengan 5 Hal Ini</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://io9.gizmodo.com/bruce-lee-wields-the-most-impractical-lightsabers-ever-1822053643">https://io9.gizmodo.com/bruce-lee-wields-the-most-impractical-lightsabers-ever-1822053643</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/sering-dibully-karena-jomblo-tangkis-dengan-jurus-berikut/">Sering Dibully Karena Jomblo? Tangkis Dengan Jurus Berikut</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/sering-dibully-karena-jomblo-tangkis-dengan-jurus-berikut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
