Kenapa Saya Jomblo?

Karena penulis jelek, hitam, pendek, kurus, lemah, berkacamata, aneh, bau, gampang sakit, kampungan, norak, katrok, pinternya juga biasa aja, mudah depresi, tidak bisa diandalkan, gampang tersinggung, tidak kaya harta, pemurung, emosian, kekanakan, egois, terkadang bisa malas luar biasa, suka menunda pekerjaan, baperan, jarang datang tepat waktu, suka memaksakan kehendak, kurang percaya diri alias gampang minder, masih suka nonton anime kayak anak kecil, gampang khawatir, alim juga enggak, overprotective ke orang yang disayang, pencemburu akut, banyak hal yang enggak bisa dilakukan, kelebihannya sedikit, sering merasa insecure, dan yang terpenting belum ada yang mau sama penulis!

 

Sekian

 

 

Kebayoran Lama, 13 Oktober 2019, terinspirasi dari permintaan teman kantor untuk menuliskan keyword ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bercanda, tulisannya belum selesai kok. Alasan-alasan di atas penulis akui sering muncul di benak penulis ketika melakukan perenungan, tapi tidak sampai membuat patah semangat untuk mencari calon istri.

Gini-gini, penulis juga pernah pacaran. Dua kali. Penulis punya teman kuliah yang belum pernah pacaran seumur hidupnya. Penulis juga hampir saja menikah di usia muda, walau takdir berkata lain.

Jika dibandingkan dengan hal lain, permasalahan jodoh termasuk jarang membuat penulis merasa stres. Penulis percaya akan ada waktu terbaik ketika pada akhirnya penulis akan bertemu dengan orang yang ditakdirkan untuk hidup bersama.

Apalagi, penulis memiliki banyak adik perempuan yang cukup dekat dengan penulis. Ada sedikit perasaan takut bahwa penulis harus melepaskan ikatan dengan mereka jika memiliki pasangan baru (sa ae cari alasan!).

Yang bisa penulis lakukan sekarang adalah memantaskan diri sebaik mungkin, terlepas dari segala kekurangan yang telah penulis sebutkan di atas.

Contohnya, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang sudah disadari. Penulis punya banyak kesempatan untuk mengubah hal-hal negatif tersebut dengan berbagai cara.

Kalau fisik, ya mau bagaimana lagi. Yang bisa penulis lakukan adalah merawat diri sebaik mungkin. Menjaga penampilan adalah sesuatu yang sedang penulis pelajari sekarang.

Jadi, jika ada orang yang bertanya mengapa penulis masih jomblo, jawabannya ada banyak. Belum menemukan yang cocok mungkin menjadi alasan utamanya.

Apalagi, penulis mengandalkan intuisi untuk menemukan wanita yang dirasa pas untuk menyempurnakan kehidupan penulis. Selain itu, penulis juga merasa butuh untuk memantaskan diri terlebih dahulu.

Penulis juga harus mulai menabung sebagai modal pernikahan. Bukan cuma untuk pesta resepsinya, tapi juga sebagai modal membina rumah tangga ke depannya.

Memang penulis akui, muncul sedikit perasaan iri ketika melihat teman membagi momen bersama istri atau bahkan anaknya. Tapi, pernikahan bukan perlombaan, kan? Jadi, santai saja, jodoh sudah ada yang mengatur selama kita berusaha.

 

 

 

Kebay…, eh tadi sudah ding