<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perubahan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/perubahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/perubahan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:03:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>perubahan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/perubahan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Atomic Habits</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-atomic-habits/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-atomic-habits/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2021 09:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[James Clear]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4425</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis banyak membaca buku tentang self-improvement, mulai dari John C. Maxwell, Anthony Robbins, Robert Kiyosaki, Dale Carnegie, Napoleon Hill, dan masih banyak lainnya. Buku-bukunya bagus, banyak memberikan inspirasi dan motivasi. Hanya saja, Penulis merasa buku-buku yang sudah Penulis baca terkadang terasa terlalu utopis. Akibatnya, praktik-praktik yang ada di dalam buku menjadi susah untuk diterapkan dalam kehidupan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-atomic-habits/">Setelah Membaca Atomic Habits</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis banyak membaca buku tentang <em>self-improvement</em>, mulai dari John C. Maxwell, Anthony Robbins, Robert Kiyosaki, Dale Carnegie, Napoleon Hill, dan masih banyak lainnya.</p>
<p>Buku-bukunya bagus, banyak memberikan inspirasi dan motivasi. Hanya saja, Penulis merasa buku-buku yang sudah Penulis baca terkadang terasa terlalu utopis.</p>
<p>Akibatnya, praktik-praktik yang ada di dalam buku menjadi susah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, setidaknya bagi Penulis sendiri. Sering Penulis lupa apa inti dari buku tersebut.</p>
<p>Nah, kalau buku <em><strong>Atomic Habits</strong> </em>karya <strong>James Clear</strong> yang satu ini berbeda. Penulis merasa buku ini <em>gue </em>banget dan langsung menobatkannya menjadi buku <em>self-improvement </em>terbaik.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Dari judulnya, mungkin kita sudah tahu kalau fokus buku ini adalah <strong>bagaimana cara menanamkan kebiasaan baik</strong> (dan menghilangkan kebiasaan buruk) <strong>dimulai dari yang terkecil.</strong></p>
<p>Bangun lebih awal lima menit, baca buku satu halaman per hari, menulis satu paragraf satu hari, lari satu putaran setiap pagi, dan banyak contoh lainnya.</p>
<p>Buku ini berusaha meyakinkan kita kalau<strong> perubahan itu dimulai dari yang terkecil</strong>, bukan hanya memikirkan hal-hal yang besar.</p>
<p>Dalam membentuk sebuah kebiasaan baik, kita bisa mengikuti langkah-langkah yang telah dituliskan Clear pada buku ini. Ada empat kaidah utama yang menjadi inti dari buku ini:</p>
<ol>
<li><strong>Menjadikannya Terlihat</strong></li>
<li><strong>Menjadikannya Menarik</strong></li>
<li><strong>Menjadikannya Mudah</strong></li>
<li><strong>Menjadikannya Memuaskan</strong></li>
</ol>
<p>Kita harus membuat kebiasaan baik bisa dilakukan dengan mudah. Contohnya adalah dengan selalu menyiapkan buku catatan di meja atau menyiapkan sepatu di depan pintu kamar.</p>
<p>Setelah itu, kita bisa mengombinasikan kebiasaan yang terkesan sulit dan merepotkan dengan kebiasaan yang menyenangkan untuk kita.</p>
<p>Faktor lingkungan juga sangat penting agar kita bisa mempertahankan kebiasaan baik. Perlu diingat, <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/menjaga-konsistensi/">mempertahankan kebiasaan</a> jauh lebih sulit daripada memulainya.</p>
<p>Tidak hanya memulai kebiasaan baik, Clear juga memberikan resep tentang bagaimana menghilangkan kebiasaan buruk. Empat kaidah di atas berubah menjadi:</p>
<ol>
<li><strong>Menjadikannya Tidak Kelihatan</strong></li>
<li><strong>Menjadikannya Tidak Menarik</strong></li>
<li><strong>Menjadikannya Sulit</strong></li>
<li><strong>Menjadikannya Mengecewakan</strong></li>
</ol>
<p>Bisa dibilang, cara-cara yang dilakukan adalah kebalikan dari sebelumnya. Sebisa mungkin buat kebiasaan buruk tersebut susah untuk dilakukan.</p>
<p>Seperti yang sudah kita ketahui, kebanyakan kebiasaan baik susah dilakukan dan kebiasaan buruk mudah dilakukan.</p>
<p>Selain empat kaidah yang menjadi empat bab utama di buku ini, ada satu bab lagi berjudul <strong>Taktik-Taktik Tingkat Mahir</strong>. Hanya saja, menurut Penulis bagian ini kurang menarik.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak sekali poin-poin yang bisa kita dapatkan dari buku ini. Hanya saja, kurang lebih intinya seperti yang sudah dituliskan di atas.</p>
<h3>Setelah Membaca Buku Atomic Habits</h3>
<p>Penulis sudah lama mengetahui tentang keberadaan buku ini. Hanya saja, waktu itu Penulis merasa ragu-ragu untuk membelinya karena khawatir isinya akan begitu-begitu saja.</p>
<p>Ternyata, keraguan Penulis salah. Buku ini memberi banyak hal kepada Penulis. Beberapa triknya sudah Penulis ketahui, tapi Penulis jadi mengetahuinya secara lebih detail.</p>
<p>Setiap bab memiliki beberapa subbab. Setiap akhir subbab, ada semacam <strong>ringkasan dari poin-poin yang telah dijabarkan</strong> sehingga kita bisa mengingatnya.</p>
<p>Penjelasan yang ada di buku ini kerap menggunakan pengalaman pribadi Clear sendiri, termasuk bagaimana susahnya memulai kebiasaan baik dan seringnya melakukan kebiasaan buruk.</p>
<p>Buku ini tidak terasa mengintimidasi yang mengharuskan kita ini itu. Justru, buku ini meyakinkan kita kalau memulai kebiasaan baik memang susah sehingga wajar jika kita sesekali gagal.</p>
<p>Hanya saja, mau baca buku sebanyak atau sebagus apapun akan menjadi <strong>percuma kalau kita tidak memiliki niat dan tekad yang kuat</strong>.</p>
<p>Buku ini hanya hadir sebagai alat bantu untuk membuat kita mengetahui bahwa yang namanya perubahan itu dimulai dari hal yang terkecil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>4.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 19 Februari 2021, terinspirasi setelah membaca buku <em>Atomic Habits </em>karya James Clear</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-atomic-habits/">Setelah Membaca Atomic Habits</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-atomic-habits/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Kayak Gini Sampai Kapan?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/mau-kayak-gini-sampai-kapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2019 05:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan buruk]]></category>
		<category><![CDATA[menunda]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[nanti]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[tunda]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis pernah mengakui bahwa dirinya termasuk pemalas. Entah berapa kali penulis merasa telah menyia-nyiakan waktu untuk melakukan hal yang kurang produktif, walaupun memang kita membutuhkannya dengan dosis yang terkontrol. Sebagai orang yang kerap overthinked, penulis pun melakuan interopeksi diri ketika menyadari bahwa dirinya telah melakukan hal tersebut. Biasanya, penulis akan memberikan motivasi kepada diri sendiri dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/mau-kayak-gini-sampai-kapan/">Mau Kayak Gini Sampai Kapan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis pernah mengakui bahwa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/saya-ini-pemalas/">dirinya termasuk pemalas</a>. Entah berapa kali penulis merasa telah menyia-nyiakan waktu untuk melakukan hal yang kurang produktif, walaupun memang kita membutuhkannya dengan dosis yang terkontrol.</p>
<p>Sebagai orang yang kerap <em>overthinked</em>, penulis pun melakuan interopeksi diri ketika menyadari bahwa dirinya telah melakukan hal tersebut.</p>
<p>Biasanya, penulis akan memberikan motivasi kepada diri sendiri dengan berkata dalam hati, <em>mau kayak gini sampai kapan?</em></p>
<h3>Kebiasaan Menunda-Nunda</h3>
<p>Salah satu kebiasaan buruk yang sering penulis lakukan adalah menunda-nunda pekerjaan yang semestinya harus segera diselesaikan. Contohnya adalah aktivitas mencatat agenda dan keuangan setiap hari.</p>
<p>Tak jarang karena suka menunda, akhirnya penulis sama sekali tidak mencatat dalam jangka waktu yang cukup lama. Paling lama pernah satu bulan.</p>
<p>Ketika sadar bahwa dirinya telah berbuat salah, penulis pun melakukan <em>self-punishment</em>. Bagaimana caranya? Dengan memaksa diri untuk mencatat segala kegiatan dan arus keuangan selama satu bulan itu!</p>
<p>Itu merupakan kegiatan sangat melelahkan dan butuh waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya. Bayangkan, bagaimana bisa penulis mengingat apa yang penulis lakukan satu bulan yang lalu pada jam tertentu.</p>
<p>Kalau aktivitas mungkin bisa sedikit dikarang, tapi bagaimana dengan pemasukan dan pengeluaran penulis? Sebagai orang yang perfeksionis, ada beberapa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">rupiah yang tidak diketahui lari ke mana</a> merupakan siksaan sendiri,</p>
<p>Setelah selesai menjalani &#8220;masa hukuman&#8221; tersebut, biasanya penulis berjanji ke diri sendiri untuk tidak lagi menunda-nunda. Yah, walaupun pada kenyataannya penulis masih sering mengulangi kesalahan tersebut.</p>
<h3>Tidak Ada Kata Nanti</h3>
<p>Pernah merasakan munculnya perasaan bahagia karena merasa telah melakukan banyak hal produktif? Itulah yang mendorong penulis rajin menulis agenda mulai awal kuliah hingga sekarang.</p>
<p>Sisi buruknya adalah ketika kebiasaan menunda-nunda dan rasa malas datang menghampiri. Dengan tidak menuliskan agenda harian, penulis bisa terlihat seperti kehilangan motivasi dan banyak menghabiskan waktu dengan sia-sia.</p>
<p>Mungkin terlihat aneh, bagaimana satu peristiwa kecil bisa memengaruhi kehidupan penulis secara keseluruhan. Tapi ini menjadi bukti bahwa menunda pekerjaan bisa menjadi buruk bagi diri kita.</p>
<p>Oleh karena itu selain bergumam <em>mau sampai kapan kayak gini</em>, penulis juga berkata dalam hati <em>tidak ada kata nanti. </em>Kalau mau melakukan sesuatu, segera lakukan saat ini juga.</p>
<p>Apakah berat? Jika tidak diiringi dengan niat yang kuat, hal ini bisa teramat berat. Semuanya berawal dari diri kita sendiri, mau berubah atau tidak.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Dari banyaknya buku-buku biografi dan <em>self-improvement </em>yang sudah penulis baca, salah satu kunci kesuksesan pada hidup adalah dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.</p>
<p>Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bersantai, ya. Bersantai adalah kewajiban yang harus kita lakukan agar tidak stres dan melepaskan penat. Cuma kalau terlalu santai juga tidak boleh.</p>
<p><em>Mau sampai kapan kayak gini? </em>Kata-kata ini penulis jadikan pelecut semangat seusai melakukan interopeksi diri. Penulis yakin perubahan itu dimulai dari diri sendiri.</p>
<p>Kata-kata tersebut juga sering penulis gumamkan dalam hati ketika mengulangi kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya sebagai pengingat diri, karena kita hidup hari ini tanpa tahu apa yang akan terjadi keesokan hari.</p>
<p>Kalau kita merasa ada sesuatu yang salah dengan diri kita, coba mulai lihat ke dalam diri sendiri dan lakukan perubahan dari yang terkecil. Memang sulit, tapi bisa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 Desember 2019, terinspirasi setelah kembali mengulang kebiasaan menunda-nunda pekerjaan</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@maiq">Tom Morel</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/mau-kayak-gini-sampai-kapan/">Mau Kayak Gini Sampai Kapan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
