Setelah Membaca Atomic Habits

Penulis banyak membaca buku tentang self-improvement, mulai dari John C. Maxwell, Anthony Robbins, Robert Kiyosaki, Dale Carnegie, Napoleon Hill, dan masih banyak lainnya.

Buku-bukunya bagus, banyak memberikan inspirasi dan motivasi. Hanya saja, Penulis merasa buku-buku yang sudah Penulis baca terkadang terasa terlalu utopis.

Akibatnya, praktik-praktik yang ada di dalam buku menjadi susah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, setidaknya bagi Penulis sendiri. Sering Penulis lupa apa inti dari buku tersebut.

Nah, kalau buku Atomic Habits karya James Clear yang satu ini berbeda. Penulis merasa buku ini gue banget dan langsung menobatkannya menjadi buku self-improvement terbaik.

Apa Isi Buku Ini?

Dari judulnya, mungkin kita sudah tahu kalau fokus buku ini adalah bagaimana cara menanamkan kebiasaan baik (dan menghilangkan kebiasaan buruk) dimulai dari yang terkecil.

Bangun lebih awal lima menit, baca buku satu halaman per hari, menulis satu paragraf satu hari, lari satu putaran setiap pagi, dan banyak contoh lainnya.

Buku ini berusaha meyakinkan kita kalau perubahan itu dimulai dari yang terkecil, bukan hanya memikirkan hal-hal yang besar.

Dalam membentuk sebuah kebiasaan baik, kita bisa mengikuti langkah-langkah yang telah dituliskan Clear pada buku ini. Ada empat kaidah utama yang menjadi inti dari buku ini:

  1. Menjadikannya Terlihat
  2. Menjadikannya Menarik
  3. Menjadikannya Mudah
  4. Menjadikannya Memuaskan

Kita harus membuat kebiasaan baik bisa dilakukan dengan mudah. Contohnya adalah dengan selalu menyiapkan buku catatan di meja atau menyiapkan sepatu di depan pintu kamar.

Setelah itu, kita bisa mengombinasikan kebiasaan yang terkesan sulit dan merepotkan dengan kebiasaan yang menyenangkan untuk kita.

Faktor lingkungan juga sangat penting agar kita bisa mempertahankan kebiasaan baik. Perlu diingat, mempertahankan kebiasaan jauh lebih sulit daripada memulainya.

Tidak hanya memulai kebiasaan baik, Clear juga memberikan resep tentang bagaimana menghilangkan kebiasaan buruk. Empat kaidah di atas berubah menjadi:

  1. Menjadikannya Tidak Kelihatan
  2. Menjadikannya Tidak Menarik
  3. Menjadikannya Sulit
  4. Menjadikannya Mengecewakan

Bisa dibilang, cara-cara yang dilakukan adalah kebalikan dari sebelumnya. Sebisa mungkin buat kebiasaan buruk tersebut susah untuk dilakukan.

Seperti yang sudah kita ketahui, kebanyakan kebiasaan baik susah dilakukan dan kebiasaan buruk mudah dilakukan.

Selain empat kaidah yang menjadi empat bab utama di buku ini, ada satu bab lagi berjudul Taktik-Taktik Tingkat Mahir. Hanya saja, menurut Penulis bagian ini kurang menarik.

Sebenarnya masih banyak sekali poin-poin yang bisa kita dapatkan dari buku ini. Hanya saja, kurang lebih intinya seperti yang sudah dituliskan di atas.

Setelah Membaca Buku Atomic Habits

Penulis sudah lama mengetahui tentang keberadaan buku ini. Hanya saja, waktu itu Penulis merasa ragu-ragu untuk membelinya karena khawatir isinya akan begitu-begitu saja.

Ternyata, keraguan Penulis salah. Buku ini memberi banyak hal kepada Penulis. Beberapa triknya sudah Penulis ketahui, tapi Penulis jadi mengetahuinya secara lebih detail.

Setiap bab memiliki beberapa subbab. Setiap akhir subbab, ada semacam ringkasan dari poin-poin yang telah dijabarkan sehingga kita bisa mengingatnya.

Penjelasan yang ada di buku ini kerap menggunakan pengalaman pribadi Clear sendiri, termasuk bagaimana susahnya memulai kebiasaan baik dan seringnya melakukan kebiasaan buruk.

Buku ini tidak terasa mengintimidasi yang mengharuskan kita ini itu. Justru, buku ini meyakinkan kita kalau memulai kebiasaan baik memang susah sehingga wajar jika kita sesekali gagal.

Hanya saja, mau baca buku sebanyak atau sebagus apapun akan menjadi percuma kalau kita tidak memiliki niat dan tekad yang kuat.

Buku ini hanya hadir sebagai alat bantu untuk membuat kita mengetahui bahwa yang namanya perubahan itu dimulai dari hal yang terkecil.

 

Nilainya: 4.5/5.0

 

 

Lawang, 19 Februari 2021, terinspirasi setelah membaca buku Atomic Habits karya James Clear

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.