<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Peterpan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/peterpan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/peterpan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 May 2023 03:50:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Peterpan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/peterpan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Maskulinitas pada Musik Dewa</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 May 2023 13:11:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa 19]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[maskulin]]></category>
		<category><![CDATA[Noah]]></category>
		<category><![CDATA[Peterpan]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6519</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak muda, Penulis cenderung menyukai musik dari band-band luar seperti Linkin Park, My Chemical Romance, Dragonforce, Good Charlotte, Simple Plan, dan lain-lain. Pada dasarnya, Penulis menyukai band yang bergenre rock. Untuk band Indonesia sendiri, tidak banyak yang Penulis sukai karena merasa tidak cocok dengan selera Penulis. Jika ada, mungkin hanya Peterpan atau yang sekarang telah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak muda, Penulis cenderung menyukai musik dari <em>band-band </em>luar seperti <a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a>, <a href="https://whathefan.com/musik/asleep-or-dead-my-chemical-romance/">My Chemical Romance</a>, <a href="https://whathefan.com/musik/dragonforce-guitar-hero-dan-legasi-yang-ditinggalkan/">Dragonforce</a>, Good Charlotte, Simple Plan, dan lain-lain. Pada dasarnya, Penulis menyukai <em>band </em>yang bergenre <em>rock.</em></p>



<p>Untuk <em>band </em>Indonesia sendiri, tidak banyak yang Penulis sukai karena merasa tidak cocok dengan selera Penulis. Jika ada, mungkin hanya <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">Peterpan</a> atau yang sekarang telah berubah menjadi Noah.</p>



<p>Nah, ketika berusaha mengingat-ingat<em> </em>apakah ada <em>band </em>Indonesia lain yang disukai, Penulis pun teringat akan salah satu <em>band </em>legendaris: <strong>Dewa 19</strong> atau <strong>Dewa</strong>. Bahkan, bersama Noah, musik-musik Dewa masih ada di <em>playlist </em>Penulis hingga sekarang.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Siapa yang Tidak Mendengarkan Lagu-Lagu Dewa?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Dewa - Pupus | Official Music Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/VQ-qjEV1m6M?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Harus diakui kalau Dewa memiliki banyak sekali lagu-lagu ikonik yang masih terdengar enak hingga sekarang. Meskipun sempat berganti vokalis dari Ari Lasso ke Once Mekel, <em>band </em>ini tetap bisa mempertahankan eksistensi mereka, bahkan setelah 30 tahun.</p>



<p>Kalau Penulis sendiri, dirinya lebih menyukai Dewa era Once karena nuansa <em>rock</em>-nya lebih terasa. Lagu-lagu Dewa favorit Penulis pun semuanya dari era Once, mulai dari &#8220;Pupus&#8221;, &#8220;Roman Picisan&#8221;, &#8220;Risalah Hati&#8221;, &#8220;Satu&#8221;, hingga &#8220;Pangeran Cinta&#8221;.</p>



<p>Tentu masih banyak lagu-lagu Dewa yang tidak kalah terkenal, seperti &#8220;Arjuna&#8221;, &#8220;Separuh Nafas&#8221;, &#8220;Kangen&#8221;, &#8220;Mistikus Cinta&#8221;, &#8220;Dewi&#8221;, &#8220;Aku Milikmu&#8221;, &#8220;Kirana&#8221;, &#8220;Kamulah Satu-satunya&#8221;, dan masih banyak lagi. Tak akan habis rasanya jika harus menyebutkan semua lagu top Dewa.</p>



<p>Tidak hanya karena musiknya saja yang membuat Dewa menjadi legenda, karena lirik yang dimiliki oleh Dewa pun terdengar mewah. Pemilihan kata-katanya sederhana, tapi kerap memiliki makna tersirat yang cukup dalam.</p>



<p>Dalam acara Mata Najwa, Najwa Shihab berkata ke Ahmad Dhani bahwa lirik-lirik yang dimiliki oleh Dewa sangat terasa maskulin. Contohnya adalah lirik &#8220;Mistikus Cinta&#8221;, yakni <em>&#8220;Aku bisa membuatmu, jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta, kepadaku&#8221;.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Maskulinitas Lirik ala Dewa </h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Dewa - Risalah Hati | Official Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/J6i53rCB0y8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah mendengar perkataan tersebut, Penulis jadi lebih mengamati lagu-lagu Dewa. Setelah diperhatikan secara saksama, ternyata memang benar kalau lirik-lirik Dewa terasa maskulin, bahkan untuk lagu-lagu yang bertemakan tentang patah hati.</p>



<p>Ketika ada lirik-lirik seperti &#8220;<em>kau hancurkan hatiku, bila kau tinggalkan aku</em>&#8221; pada &#8220;Separuh Nafas&#8221; dan &#8220;<em>kau buat remuk, seluruh hatiku</em>&#8221; pada &#8220;Pupus&#8221;, sama sekali tidak terkesan lemah. Justru, lirik-lirik ini seolah menggambarkan amarah dan perenungan.</p>



<p>Ada juga lagu-lagu dengan lirik berupa yang terkesan begitu percaya diri. Selain &#8220;Mistikus Cinta&#8221; di atas, ada juga lirik &#8220;<em>Semua ini, pasti akan musnah, tetapi tidak cintaku padamu</em>&#8221; pada &#8220;Pangeran Cinta&#8221; atau &#8220;<em>Akulah Arjuna, yang mencari cinta</em>&#8221; pada &#8220;Arjuna&#8221;.</p>



<p>Selain itu, ada juga lagu yang memiliki lirik dengan kesan <em>demanding</em> bahkan &#8220;mengancam&#8221;, seperti lagu &#8220;Cinta Gila&#8221; dengan lirik &#8220;<em>Aku kan berbuat apa saja, untuk mendapatkan kamu lagi</em>&#8220;.</p>



<p>Penulis pun membandingkan lirik-lirik Dewa dengan Noah, yang bagi Penulis lebih terasa melankolis. Noah memiliki banyak lagu-lagu bertema patah hati, tapi dibalut dengan lirik-lirik puitis yang membuatnya terasa lebih &#8220;tenang&#8221;.</p>



<p>Selain itu, lirik dari lagu-lagu Dewa juga terdengar lebih lugas dan jelas, dibandingkan dengan Noah yang penuh metafora. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa lagu-lagu Dewa lebih maskulin dan tidak terkesan cengeng.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika melihat sosok Ahmad Dhani yang menjadi motor dari <em>band </em>Dewa, rasanya wajar saja Dewa terasa maskulin. Sosoknya yang begitu percaya diri sekaligus jenius membuatnya bisa menciptakan lirik-lirik yang terasa gagah dan megah.</p>



<p>Bisa jadi, justru maskulinitas yang dimiliki oleh Dewa menjadi salah satu alasan mengapa Dewa bisa bertahan setelah 30 tahun. Tidak banyak <em>band </em>Indonesia yang mampu meraih <em>milestone</em> tersebut, apalagi setelah mengganti vokalis utamanya beberapa kali.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 Mei 2023, terinspirasi setelah menyetujui pendapat Najwa Shihab tentang lirik-lirik lagu Dewa yang terdengar Maskulin</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://wallpaperaccess.com/dewa-19">Wallpaper Access</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Kau Lakukan di Belakangku?</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2021 13:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[Di Belakangku]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kebohongan]]></category>
		<category><![CDATA[keterbukaan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Peterpan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang kau lakukan, di belakangkuMengapa tak kau tunjukkan, di hadapanku Untuk penggemar musik pop tahun 2000-an, lirik lagu di atas pasti tidak terasa asing. Lirik lagu tersebut Penulis ambil dari lagu Peterpan yang berjudul Di Belakangku dari album Bintang di Surga. Karena liriknya cukup puitis, Penulis butuh beberapa waktu untuk bisa memahaminya. Tafsiran Penulis, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/">Apa yang Kau Lakukan di Belakangku?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Apa yang kau lakukan, di belakangku<br>Mengapa tak kau tunjukkan, di hadapanku</p></blockquote>



<p>Untuk penggemar musik pop tahun 2000-an, lirik lagu di atas pasti tidak terasa asing. Lirik lagu tersebut Penulis ambil dari lagu Peterpan yang berjudul <em><strong>Di Belakangku</strong></em> dari album <em>Bintang di Surga</em>.</p>



<p>Karena <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">liriknya cukup puitis</a>, Penulis butuh beberapa waktu untuk bisa memahaminya. Tafsiran Penulis, lagu ini menceritakan tentang ketidakjujuran yang dilakukan kekasih kepada kita.</p>



<p>Untuk artikel <em>Tentang Rasa </em>kali ini, Penulis akan sedikit mengulik masalah ketidakjujuran dalam hubungan ini, sebuah sikap yang bisa merusak sebuah hubungan menjadi titik terendahnya.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Keterbukaan dalam Hubungan</h2>



<p>Penulis pernah membaca bahwa salah dua kunci sebuah hubungan berhasil adalah <strong>saling terbuka</strong> dan <strong>komunikasi yang baik</strong>. Kunci yang pertama jelas membutuhkan sebuah kejujuran dari kedua belah pihak, bukan hanya satu pihak semata.</p>



<p>Dengan saling terbuka, kita bisa saling tahu kondisi satu sama lain tanpa perlu menerka-nerka. Dengan saling terbuka, meskipun terkadang bisa menyakitkan, seharusnya masalah-masalah kesalahpahaman bisa terhindarkan.</p>



<p>Yang jadi masalah adalah jika salah satu memutuskan untuk tertutup dan berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Kalau pihak satunya tidak peka, maka <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-saya-toxic/">hubungan yang <em>toxic</em></a><em> </em>bisa saja terjalin dari sana.</p>



<p>Sesuatu yang dipendam begitu lama, bisa saja tiba-tiba meletus selayaknya gumpalan magma di perut gunung berapi. BOOM. Hubungan yang selama ini terlihat baik-baik saja ternyata menyimpan segudang permasalahan hanya karena tidak adanya keterbukaan.</p>



<p>Ada hal lain yang lebih berbahaya dari bersikap tertutup. Sudah tertutup, ia menunjukkan sikap yang berbeda di depan dan di belakang kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Kau Lakukan di Belakangku?</h2>



<p>Frasa yang digunakan pada <em>header </em>di atas bisa diidentikkan dengan banyak hal, seperti pengkhianatan yang dilakukan oleh teman atau perselingkuhan yang dilakukan oleh pacar.</p>



<p>Dalam tulisan ini, Penulis mengonotasikan sebagai <strong>perbedaan sikap yang dilakukan oleh seseorang kepada kita</strong>, apapun bentuk hubungannya. Di hadapan kita, ia terlihat begitu manis. Di belakang kita, ia menyemburkan kata-kata yang menyakitkan kita.</p>



<p>Di hadapan kita, ia berkata tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja. Di belakang kita, ia menceritakan semua kemarahan dan sumpah serapahnya tentang kita kepada orang lain.</p>



<p>Bisa saja ia beralasan melakukan hal tersebut karena (klisenya) tidak ingin menyakiti kita, tapi sudah tidak mampu untuk menahannya sendirian. Bisa saja ia beralasan kalau dirinya tidak terbiasa untuk terbuka ke orang lain.</p>



<p>Bersikap <em>fake </em>atau berpura-pura lekat dengan yang namanya kebohongan. Mau apapun alasannya, kebohongan jarang sekali menjadi pilihan yang benar. Apalagi dalam sebuah hubungan, kebohongan bisa menjadi duri yang menyakitkan.</p>



<p>Penulis selalu berprinsip sepahit-pahitnya kejujuran, lebih pahit lagi kebohongan. Alasannya, kita harus menerima dua hal buruk sekaligus: <strong>Pahitnya kebohongan</strong> dan <strong>pahitnya kenyataan yang ia sembunyikan</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Tak Kau Tunjukkan di Hadapanku?</h2>



<p>Memang, Penulis menyadari tidak semua orang bisa jujur apa adanya. Penulis menyadari bahwa terkadang <a href="https://whathefan.com/rasa/ternyata-tidak-semua-yang-dirasa-harus-diungkapkan/"><strong>ada hal-hal yang tidak bisa diungkapkan</strong></a> dan lebih baik disimpan untuk diri sendiri.</p>



<p>Minta solusi atau pendapat ke pihak ketiga memang sah-sah saja, dan kadang memang dibutuhkan. Mungkin, masalah yang dihadapi memang terlalu pelik sehingga dibutuhkan seorang mediator.</p>



<p>Hanya saja, sikap yang seperti itu bisa mencederai hubungan tersebut, apalagi kalau sampai menceritakan masalah ke pihak ketiga tanpa pernah berusaha menyelesaikannya sendiri terlebih dahulu.  </p>



<p>Mungkin, ada yang ragu untuk terbuka karena pihak satunya bukan tipe orang yang bisa berlapang dada mendengarkan keterbukaan kita. Ketika kita coba terbuka, dianya malah marah-marah dan tidak bisa mendengarkan omongan kita.</p>



<p>Namun, setidaknya berdasarkan pengalaman Penulis, kebohongan seperti itu sangat menyakitkan, seolah ada yang menusuk dari belakang. Sakitnya datang secara tiba-tiba tanpa pernah bisa kita antisipasi.</p>



<p>Yang jelas, ada banyak alasan mengapa yang disembunyikan di belakang tersebut tidak pernah ditunjukkan di hadapan kita. Seringnya, kita tidak akan pernah tahu alasan mana yang menjadi penyebabnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Merespon Ketidakterbukaan</h2>



<p>Seperti yang banyak diajarkan pada aliran filsafat stoikisme, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">sifat orang tidak bisa kita kendalikan</a>. Satu-satunya yang bisa kita kendalikan adalah <strong>bagaimana kita merespon sikap ketidakterbukaan atau kebohongan orang lain tersebut</strong>.</p>



<p>Ada yang merasa kecewa, ada yang merasa dikhianati, ada yang merasa sedih, ada yang merasa marah. Ada yang langsung memutuskan hubungan, ada yang mengulik kesalahan-kesalahannya, ada yang ingin balas dendam atas sakit yang diterima.</p>



<p>Yang hebat jika bisa meresponnya dengan ikhlas dan tidak memperpanjang masalah tersebut. Yang hebat jika bisa memaklumi dan menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa jujur dan terbuka apa adanya, lalu menjadikannya sebagai bahan interopeksi diri.</p>



<p>Apa yang kau lakukan di belakangku? Entahlah, mungkin kita tidak akan pernah tahu. Mengapa tak kau tunjukkan di hadapanku? Ada berjuta alasan dan mungkin kita tidak perlu tahu.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 5 September 2021, terinspirasi dari lagu Peterpan yang berjudul <em>Di Belakangku</em></p>



<p>Foto: <a href="https://bugfox.net/fun/2016/01/25/erased-anime-early-impressions/">FunBlog</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/">Apa yang Kau Lakukan di Belakangku?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi di Dalam Lirik: Peterpan dan Noah</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 09:24:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[lirik]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Noah]]></category>
		<category><![CDATA[Peterpan]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puitis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4245</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ditanya mengenai band atau penyanyi Indonesia favorit Penulis, Penulis tanpa ragu akan menjawab Peterpan atau yang sekarang telah bertransformasi menjadi Noah. Pada dasarnya, mulai SMP Penulis lebih menyukai musik luar negeri seperti Linkin Park, Avenged Sevenfold, hingga Good Charlotte. Bukannya tidak nasionalis, tapi memang masalah selera saja. Hanya saja, Penulis merasa cocok dengan&#160;style&#160;musik Peterpan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">Puisi di Dalam Lirik: Peterpan dan Noah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika ditanya mengenai band atau penyanyi Indonesia favorit Penulis, Penulis tanpa ragu akan menjawab <strong>Peterpan</strong> atau yang sekarang telah bertransformasi menjadi <strong>Noah</strong>.</p>



<p>Pada dasarnya, mulai SMP Penulis lebih menyukai musik luar negeri seperti <a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Linkin Park</a>, Avenged Sevenfold, hingga Good Charlotte. Bukannya tidak nasionalis, tapi memang masalah selera saja.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa cocok dengan&nbsp;<em>style&nbsp;</em>musik Peterpan yang puitis. Rasanya, band yang satu ini membawa warna yang berbeda untuk belantika musik Indonesia.</p>



<p>Penulis sempat berhenti total mendengarkan lagu-lagu Peterpan ketika sang vokalis, Ariel, tersandung kasus pornografi. Koleksi kasetnya langsung Penulis jual ke teman satu bangku.</p>



<p>Hanya saja beberapa tahun terakhir ini, Penulis memutuskan untuk mendengarkan mereka lagi karena merasa terlalu sayang untuk dilewatkan. Apalagi, Noah memiliki banyak lagu yang enak didengarkan.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Peterpan dan Album-Albumnya</h1>



<p>Sepengetahuan Penulis, Peterpan memiliki empat album plus satu album kompilasi. Keempat album tersebut adalah <em><strong>Taman Langit</strong></em> (2003), <strong><em>Bintang di Surga</em></strong> (2004), <strong><em>Alexandria</em></strong> (2005), dan <strong><em>Hari yang Cerah&#8230;</em></strong> (2007).</p>



<p>Yang menjadi favorit Penulis adalah album&nbsp;<em>Alexandria</em>. Album ini hanya memiliki lima lagu baru, di mana lima lagu lainnya merupakan hasil aransemen ulang. Hanya saja, Penulis menyukai semua lagu yang ada di album ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Peterpan - Ku Katakan Dengan Indah (Official Audio)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/G6YWDl0-IXU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis paling menyukai lagu&nbsp;<em><strong>Ku Katakan dengan Indah</strong>&nbsp;</em>yang liriknya sangat mengena di hati. Lirik ini yang paling Penulis sukai:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Kau beri rasa yang berbeda, mungkin ku salah<br>Mengartikannya, yang kurasa cinta</p></blockquote>



<p>Penulis juga menyukai lagu&nbsp;<em><strong>Di Belakangmu</strong>&nbsp;</em>dan&nbsp;<strong><em>Langit Tak Mendengar</em></strong>. Secara kualitas musik, Penulis sangat puas dengan album yang merupakan&nbsp;<em>soundtrack&nbsp;</em>film berjudul sama ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Peterpan - Bintang Di Surga (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Yi-C9okDw3A?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di urutan kedua, Penulis menyukai album&nbsp;<em>Bintang di Surga&nbsp;</em>yang legendaris. Sama seperti sebelumnya, Penulis menyukai semua lagu yang ada di dalam album ini.</p>



<p>Selain lagu&nbsp;<em>Ku Katakan dengan Indah&nbsp;</em>versi asli, Penulis juga menyukai lagu&nbsp;<em><strong>Di Atas Normal</strong>&nbsp;</em>dan&nbsp;<strong><em>Bintang di Surga</em></strong>. Apalagi, video klip <em>Bintang di Surga&nbsp;</em>dibuat macam film Hollywood.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Peterpan - Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fuEdMCclYn0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selanjutnya di album <em>Hari yang Cerah&#8230;,&nbsp;</em>Penulis menyukai lagi&nbsp;<em><strong>Hari yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi</strong>&nbsp;</em>dan&nbsp;<strong><em>Kota Mati</em></strong>. Album ini terdengar lebih modern dibandingkan album sebelumnya.</p>



<p>Penulis kurang menyukai album pertama mereka,&nbsp;<em>Taman Langit</em>, meskipun banyak lagu&nbsp;<em>hits&nbsp;</em>Peterpan berasal dari album ini. Sekali lagi, semua hanya masalah selera.</p>



<p>Album kompilasi mereka berjudul&nbsp;<em><strong>Sebuah Nama Sebuah Cerita</strong>&nbsp;</em>yang dirilis pada tahun 2008. Ada beberapa lagu baru juga di album ini dan Penulis sangat menikmati lagu&nbsp;<strong><em>Dilema Besar.</em></strong></p>



<h1 class="wp-block-heading">Noah dan Album-Albumnya</h1>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="NOAH - Jika Engkau (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8Rxj-Drr0dA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada tahun 2012, setelah Ariel menyelesaikan masa hukumannya, Peterpan resmi berubah nama menjadi Noah. Album pertama mereka adalah&nbsp;<strong><em>Seperti Seharusnya </em></strong>dengan <em>single </em>pertama <strong><em>Separuh Aku</em></strong>.</p>



<p>Pada album ini, Penulis lebih menyukai lagu <em><strong>Jika Engkau (Berartinya Dirimu)</strong>&nbsp;</em>dan&nbsp;<strong><em>Tak Lagi Sama</em></strong>. Kedua lagu ini sama-sama mengandung kegetiran dan ketakutan untuk ditinggalkan oleh sang kekasih.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="NOAH - Menunggumu (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/A_OJzo1LUMI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Noah juga melakukan aransemen ulang beberapa lagu Peterpan di album <strong><em>Second Chance</em></strong> yang rilis pada tahun 2014. Di salah satu&nbsp;<em>podcast</em>, Ariel mengatakan hal itu dilakukan agar lagu-lagu lama mereka memiliki versi yang terdengar Noah.</p>



<p>Di album ini, Penulis sangat sangat sangat menyukai aransemen ulang lagu&nbsp;<strong><em>Menunggumu&nbsp;</em></strong>yang dulu Peterpan nyanyikan bersama almarhum Chrisye. Di iTunes Penulis, lagu ini sudah Penulis putar lebih dari 400 kali, hampir tiga kali lipat dari lagu-lagu lainnya.</p>



<p>Pada tahun 2016, Noah merilis album&nbsp;<em>Sings Legends&nbsp;</em>di mana mereka melakukan aransemen ulang terhadap lagu-lagu milik legendaris, seperti lagu&nbsp;<strong><em>Andaikan Kau Datang</em></strong>-nya Koes Plus dan&nbsp;<em><strong>Sajadah Panjang</strong>&#8211;</em>nya Bimbo.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="NOAH - Kupeluk Hatimu (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/jFGkeMPq8Lo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Album utuh kedua Noah rilis pada tahun 2019 dengan judul <em><strong>Keterkaitan Keterikatan</strong></em>. Jumlah lagu di album ini tergolong sedikit jika dibandingkan dengan album-album sebelumnya, hanya ada delapan lagu.</p>



<p>Penulis paling suka dengan lagu&nbsp;<strong><em>Kupeluk Hatimu </em></strong>yang sendu dan<strong>&nbsp;<em>Jalani Mimpi </em></strong>yang sangat optimistik dan membuat semangat untuk menjalani hari.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="NOAH - Kala Cinta Menggoda (Official Music Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Xyrpb1w5kkw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika pandemi kemarin, mereka juga melakukan aransemen ulang terhadap lagu&nbsp;<em><strong>Kala Cinta Menggoda</strong>&nbsp;</em>yang dipopulerkan oleh almarhum Chrisye. Penulis lebih menyukai versi baru ini dibandingkan versi aslinya yang bernada ceria.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Puisi di Dalam Lirik</h1>



<p>Formasi awal Peterpan terdiri dari enam orang, yakni <strong>Ariel</strong>, <strong>Lukman</strong>, <strong>Uki</strong>, <strong>Reza</strong>, <strong>Andika</strong>, dan <strong>Indra</strong>. Dua nama terakhir hengkang dan membentuk band sendiri dengan nama <strong>The Titans</strong>.</p>



<p>Ketika berubah menjadi Noah, personilnya bertambah satu: <strong>David</strong> sebagai pemain piano. Kini, Noah tinggal bertiga setelah Reza dan Uki memutuskan untuk pensiun dari dunia musik.</p>



<p>Dari awal mendengarkan lagu Peterpan, Penulis langsung jatuh cinta dengan lirik-liriknya yang puitis. Mereka kerap menggunakan metafora yang terkadang sebenarnya tidak bisa Penulis pahami.</p>



<p>Hal ini bisa kita lihat pada album pertama mereka. Metafora yang digunakan kadang membuat bingung lagunya bercerita tentang apa. Tapi semakin ke sini, metafora yang berlebihan mulai dikurangi dan tiap lagu memiliki pesannya masing-masing.</p>



<p>Ketika Peterpan berubah menjadi Noah, Penulis merasa lirik-liriknya sudah tidak terlalu puitis. Masih indah, tapi kata-katanya menjadi lebih mudah dipahami. Yang jelas, Penulis masih mendengarkan lagu-lagunya hingga kini, terutama ketika hati sedang gundah gulana.</p>



<p>Lawang, 9 Desember 2020, terinspirasi setelah menyadari kalau rubrik Musik &amp; Film sudah lama tidak diisi</p>



<p>Foto: <a href="https://urbanradiobandung.com/news/kala-cinta-menggoda-versi-noah-kemarin-rilis/">Urban Radio Bandung</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">Puisi di Dalam Lirik: Peterpan dan Noah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
