<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>planet Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/planet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/planet/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:05:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>planet Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/planet/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Doraemon dan Prediksi Kerusakan Planet</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Doraemon]]></category>
		<category><![CDATA[Fujiko F. Fujio]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4162</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak seperti orang lain yang marathon drama Korea ataupun anime, Penulis sedang marathon komik Doraemon. Tidak ada alasan khusus, lagi ingin saja sekalian nostalgia. Bukan serial yang merupakan kumpulan cerita-cerita pendek, melainkan versi Petualangan yang totalnya ada 24 volume. Kebetulan, adik punya koleksi lengkap komik Doraemon. Ada satu hal yang menggelitik sanubari Penulis ketika membaca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet/">Doraemon dan Prediksi Kerusakan Planet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak seperti orang lain yang marathon drama Korea ataupun anime, Penulis sedang <strong>marathon komik Doraemon</strong>. Tidak ada alasan khusus, lagi ingin saja sekalian nostalgia.</p>



<p>Bukan serial yang merupakan kumpulan cerita-cerita pendek, melainkan versi Petualangan yang totalnya ada 24 volume. Kebetulan, adik punya koleksi lengkap komik Doraemon.</p>



<p>Ada satu hal yang menggelitik sanubari Penulis ketika membaca komik-komik Doraemon. Sang author,<strong> Fujiko F. Fujio</strong>, kerap menyisipkan pesan mengenai <strong>potensi kerusakan planet</strong> kita tercinta.</p>



<h3>Masa Depan yang Mengkhawatirkan</h3>



<p>Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Doraemon merupakan robot kucing dari abad 22. Ia pergi ke masa lalu untuk menolong Nobita yang, yah sudah tahu sendiri lah. Karena bertemu dengan Doraemon, Nobita kerap melakukan petualangan lintas galaksi dan lintas waktu.</p>



<p>Nah, ada beberapa judul yang menggambarkan kerusakan sebuah planet karena kesalahan manusia ataupun kekhawatiran &#8220;penduduk lain&#8221; akan kerusakan planet yang semakin berbahaya.</p>
<div id="attachment_4164" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4164" class="size-large wp-image-4164" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4164" class="wp-caption-text">Doraemon dan Planet Binatang (<a href="https://www.themoviedb.org/movie/161707-doraemon-nobita-to-animaru-puranetto/images/backdrops">The Movie Database</a>)</p></div>



<p>Contohnya adalah Doraemon Petualangan Vol. 10 yang berjudul <strong>Nobita dan Planet Binatang</strong>. Di sini diceritakan Nobita tanpa sengaja berpergian ke sebuah planet yang dihuni oleh binatang.</p>
<p>Semua binatang yang hidup di sana ternyata telah berevolusi sehingga dapat berbicara. Singkat cerita, planet ini tiba-tiba diserang oleh makhluk planet lain yang disebut Nimuge.</p>
<p>Ternyata, pasukan Nimuge berwujud manusia yang iri dengan planet binatang yang indah karena planetnya sendiri hancur dan menjadi tandus karena kecerobohan para pendahulunya.</p>
<div id="attachment_4165" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4165" class="size-large wp-image-4165" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4165" class="wp-caption-text">Nobita dan Kerajaan Awan (<a href="https://movieo.me/movies/doraemon-nobita-and-the-kingdom-of-clouds-hgbjcy">Movieo</a>)</p></div>
<p>Di komik Doraemon Petualangan Vol. 12 yang berjudul <strong>Nobita dan Kerajaan Awan</strong>, diceritakan Nobita dan kawan-kawan menemukan kerajaan awan.</p>
<p>Tak disangka para penduduk kerajaan awan memiliki Rencana Noa yang akan menurunkan air bah ke Bumi agar tidak terus dirusak dan dikotori oleh manusia.</p>
<p>Para penduduk awan menganggap Bumi telah mengalami krisis dengan pemborosan sumber daya alam, mengepulkan polusi, merusak ozon, mencemari lautan, pembuatan senjata nuklir, dan lain sebagainya.</p>
<div id="attachment_4166" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4166" class="size-large wp-image-4166" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4166" class="wp-caption-text">Nobita di Dunia Mainan (<a href="https://movieo.me/movies/doraemon-nobita-and-the-spiral-city-jcdbbk">Movieo</a>)</p></div>
<p>Selain itu, di komik Doraemon Petualangan Vol. 17 yang berjudul <strong>Nobita di Dunia Mainan</strong>, Nobita tanpa sengaja mendarat di sebuah planet kosong yang akhirnya menjadi tempat tinggal para mainan yang dihidupkan dengan alat milik Doraemon.</p>
<p>Ketika Nobita jatuh ke dalam tebing, ia bertemu dengan &#8220;pencipta&#8221; planet tersebut. Di sana, ia mengatakan bahwa dirinya yang membawa &#8220;benih kehidupan&#8221; ke Bumi dan berhasil, tidak seperti planet Mars yang gagal.</p>
<p>Walaupun begitu, ia berkata bahwa manusia Bumi mulai bertingkah laku seenaknya. Penghancuran lingkungan karena perang dan pencemaran dianggap berpotensi merusak planet yang telah ia buat.</p>
<div id="attachment_4167" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4167" class="size-large wp-image-4167" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4167" class="wp-caption-text">Petualangan Nobita di Luar Angkasa (<a href="https://www.flixwatch.co/movies/doraemon-the-movie-nobita-drifts-in-the-universe/">Flixwatch</a>)</p></div>
<p>Ada juga cerita di komik Doraemon Petualangan Vol. 19 yang berjudul <strong>Petualangan Nobita di Luar Angkasa</strong>. Nobita bertemu dengan penduduk planet Laguna yang menjadi pengembara antariksa.</p>
<p>Alasannya, 300 tahun yang lalu semua penduduk meninggalkan planet karena tidak dapat dihuni lagi. Peradaban yang terlalu maju membuat perubahan pada lingkungan sehingga tumbuhan pn menjadi layu.</p>
<p>Akibatnya, para penduduk planet tidak bisa berjalan ke luar tanpa alat bantu pernapasan. Manusia yang tersisa memutuskan untuk membangun kapal induk yang besar dan mencari planet baru yang dapat dihuni.</p>



<h3>Jika Sekarang Perang?</h3>



<p>Selain membaca komik Doraemon, Penulis juga sedang membaca buku <strong><em>Perang Eropa Jilid I</em></strong> karya <strong>P. K. Ojong</strong>. Buku tersebut mengulas Perang Dunia II di benua Eropa dengan cukup mendetail.</p>
<div id="attachment_4168" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4168" class="size-large wp-image-4168" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4168" class="wp-caption-text">Tank Canggih Jepang (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=q6MSZEvwm-4">YouTube</a>)</p></div>



<p>Melalui buku tebal itu, Penulis jadi tahu kalau senjata dan armada yang digunakan pada tahun 40an sudah sangat canggih. Setelah 80 tahun berselang, Penulis pun membayangkan sudah secanggih apa senjata sekarang?</p>



<p>Jika dihubungkan dengan komik Doraemon, bisa saja senjata yang ada sekarang sudah melampaui senapan angin ataupun alat kamuflase yang canggih. Kecanggihan senjata sekarang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Fujiko.</p>



<p>Teman Penulis mengatakan bahwa perang senjata sudah tidak dibutuhkan di era digital seperti sekarang. Media sosial sudah cukup untuk menjadi alat propaganda dan memengaruhi massa dalam jumlah yang masif.</p>



<p>Walaupun begitu, ancaman senjata bukannya tidak mungkin terjadi. Senjata nuklir, drone tanpa awak, bom kimiawi yang mematikan, entah ada apa lagi yang bisa saja mengancam kita sewaktu-waktu.</p>
<h3>Penutup</h3>



<p><em>Fyi</em>, komik-komik tersebut kebanyakan dirilis pada tahun 80 hingga 90-an. Anehnya, masih banyak hal yang relevan hingga saat ini, termasuk potensi kerusakan planet yang semakin mengkhawatirkan.</p>
<p>Fujiko F. Fujio patut dipuji karena sosoknya yang visioner.  Jika perang benar-benar terjadi lagi, bukan tidak mungkin kerusakan planet yang diceritakan di komik-komik Doraemon akan terjadi sungguhan.</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>Lawang, 30 November 2020, terinspirasi setelah membaca komik-komik Doraemon Petualangan</p>



<p>Foto: <a href="https://screenrant.com/doraemon-best-manga-series/">Screenrant</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet/">Doraemon dan Prediksi Kerusakan Planet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/doraemon-dan-prediksi-kerusakan-planet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Listopia Space</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2020 12:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[semesta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Big Bad Wolf merupakan salah satu ajang pameran buku yang Penulis rutin kunjungi setiap tahun. Hingga saat ini, Penulis sudah empat kali ke sana. Tiga kali di Surabaya, satu kali di Tangerang. Kalau kata teman kantor Penulis, buku yang dijual pada ajang ini selalu itu-itu saja. Pernyataan ini memang benar, akan tetapi justru membawa keuntungan tersendiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/">Setelah Membaca Listopia Space</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Big Bad Wolf </em>merupakan salah satu ajang pameran buku yang Penulis rutin kunjungi setiap tahun. Hingga saat ini, Penulis sudah empat kali ke sana. Tiga kali di Surabaya, satu kali di Tangerang.</p>
<p>Kalau kata teman kantor Penulis, buku yang dijual pada ajang ini selalu itu-itu saja. Pernyataan ini memang benar, akan tetapi justru membawa keuntungan tersendiri bagi Penulis.</p>
<p>Bagaimana bisa? Dengan stok buku yang sama, Penulis bisa membeli buku yang dulu tak terbeli. Contohnya adalah <em><strong>Listopia Space</strong> </em>yang satu ini.</p>
<p>Penulis pertama kali menemukannya di tahun 2016 atau 2017. Ketika itu, Penulis memutuskan untuk tidak membelinya karena lebih memilih buku bertemakan luar angkasa yang lain.</p>
<p>Untunglah pada tahun 2019 kemarin, akhirnya Penulis bisa membeli buku imut ini yang tamat hanya dalam waktu 2 jam saja.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Buku berbahasa Inggris ini memiliki subjudul <em>50 Fascinating Top 10 Lists!</em> yang artinya isinya adalah seputar 10 fakta menarik seputar luar angkasa.</p>
<p>Ketika melakukan pengecekan di daftar isi, memang ada 50 fakta berbentuk daftar, masing-masing berisikan 10 benda atau makhluk ataupun lainnya.</p>
<p>Hanya saja, tidak ada pengategorian khusus yang membagi tiap-tiap daftar untuk lebih mempermudah navigasi. Bagi Penulis, akan lebih baik jika ada pembagian seperti fakta tentang planet, bintang, astronot, dan lain sebagainya.</p>
<p>Walaupun begitu, daftar fakta di buku ini seolah diurutkan sesuai dengan kategorinya. Pada bab-bab awal, kita akan mengetahui fakta-fakta seputar sistem tata surya kita.</p>
<p>Selanjutnya, ada beberapa fakta mengenai usaha manusia dalam mengeksplorasi alam semesta. Bagian ini, bagi Penulis, tidak begitu menarik.</p>
<p>Baru lah setelahnya dibahas mengenai obyek-obyek yang ada di luar sistem tata surya kita, seperti bintang terdekat ataupun galaksi teraneh yang ada.</p>
<p>Karena bentuknya yang seperti kumpulan fakta, tidak banyak yang bisa Penulis ceritakan dari buku ini.</p>
<h3>Setelah Membaca <em>Listopia Space</em></h3>
<p>Seharusnya, buku-buku semacam ini dinikmati oleh anak-anak karena berisikan banyak gambar yang menarik dan teks yang tidak terlalu banyak. Karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris, Penulis lebih menyukai buku seperti itu agar bisa mencernanya dengan mudah.</p>
<p>Sebagai buku yang <em>full color</em>, aroma dari buku ini sangat enak untuk dinikmati bagi kaum penyuka bau buku seperti Penulis. Fakta tersebut menjadi salah satu alasan mengapa buku ini layak dikoleksi.</p>
<p>Bahasanya juga tidak ada yang berat, mengingat target pasar buku ini diperuntukkan untuk anak kecil. Setiap fakta atau bagian akan menghabiskan dua hingga empat halaman saja.</p>
<p>Penulis menyayangkan tidak semua daftar di buku ini dilengkapi dengan ilustrasi. Hanya beberapa yang dianggap penting saja sehingga yang tidak dilengkapi dengan ilustrasi akan membuat kita berimajinasi.</p>
<p>Yang jelas, buku ini akan menambah wawasan bagi kita. Penulis merekomendasikan buku ini bagi para <em>astrophilia </em>seperti Penulis entah untuk menambah koleksi, hiburan, ataupun ingin mencari sesuatu yang baru.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 1 Februari 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Listopia Space </em>karya Mike Goldsmith</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/">Setelah Membaca Listopia Space</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kita Bukan Apa-Apa di Semesta Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 15:44:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[galaksi]]></category>
		<category><![CDATA[laniakea]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semesta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3353</guid>

					<description><![CDATA[<p>Entah sudah berapa tulisan yang menyebutkan bahwa Penulis adalah orang yang sangat suka sekali mengamati alam semesta. Mulai dari baca buku hingga menonton video dokumenter semua Penulis lakukan. Kemarin, Penulis menemukan serial 101 dari National Geographic yang membahas berbagai obyek di semesta. Video-video tersebut membuat Penulis merenungi tentang seberapa kecil kita sebenarnya. Di Mana Bumi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini/">Kita Bukan Apa-Apa di Semesta Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Entah sudah berapa tulisan yang menyebutkan bahwa Penulis adalah orang yang sangat suka sekali mengamati alam semesta. Mulai dari baca buku hingga menonton video dokumenter semua Penulis lakukan.</p>
<p>Kemarin, Penulis menemukan serial 101 dari National Geographic yang membahas berbagai obyek di semesta. Video-video tersebut membuat Penulis merenungi tentang seberapa kecil kita sebenarnya.</p>
<h3>Di Mana Bumi Berada?</h3>
<p><div id="attachment_3357" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3357" class="size-large wp-image-3357" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-1-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-1-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-1-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-1-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-1.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3357" class="wp-caption-text">Sistem Tata Surya (Wikipedia)</p></div></p>
<p>Dari tempat kita berpijak, <strong>Bumi</strong> ini terasa sangat luas. Apalagi jika kita sedang berdiri di sebuah gedung yang tinggi ataupun puncak gunung, hamparan Bumi seolah terbentang tanpa ujung.</p>
<p>Bumi kita memang luas, dengan diameternya yang kurang lebih 6.371 km. Walalupun begitu, Bumi hanyalah planet terbesar kelima di tata surya kita, setelah <strong>Jupiter</strong>, <strong>Saturnus</strong>, <strong>Uranus,</strong> dan <strong>Neptunus</strong>.</p>
<p>Yang membuat istimewa adalah Bumi merupakan planet terbesar yang bisa dipijak, karena keempat planet lainnya tidak memiliki permukaan yang solid. Jupiter dan Saturnus merupakan planet gas, sedangkan Uranus dan Neptunus merupakan es raksasa.</p>
<p>Tiga planet lainnya, <strong>Merkurius</strong>, <strong>Venus</strong>, dan <strong>Mars</strong>, memang memiliki permukaan yang berbatu seperti Bumi. Hanya saja, kondisi alamnya membuat kehidupan hampir tidak mungkin bisa berkembang.</p>
<p>Semua planet tersebut sama-sama mengelilingi <strong>Matahari</strong>, bintang di sistem tata surya kita yang menyokong kehidupan di Bumi. Dengan segala keteraturannya, ia menarik berbagai benda langit untuk mengelilingi dirinya.</p>
<p><div id="attachment_3358" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3358" class="size-large wp-image-3358" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3358" class="wp-caption-text">Milky Way (Tech Explorist)</p></div></p>
<p>Akan tetapi, sistem tata surya atau <em><strong>Solar System</strong> </em>kita pun hanya bagian kecil (bahkan sangat kecil) dari galaksi di mana kita tinggal: <em><strong>Milky Way</strong> </em>atau Bimasakti.</p>
<p>Galaksi kita berbentuk spiral dengan beberapa &#8220;lengan&#8221;. <em>Solar System</em> kita berada di <strong>Lengan Orion </strong>bersama sistem tata surya lainnya.</p>
<p>Mungkin ada milyaran bintang yang ada di dalam galaksi <em>Milky Way</em>. Semuanya mengelilingi pusat galaksi yang berjarak sekitar 27.700 tahun cahaya dari Matahari. Entah bagaimana cara mengukurnya dengan menggunakan meteran.</p>
<p><div id="attachment_3359" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3359" class="size-large wp-image-3359" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3359" class="wp-caption-text">Laniakea (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://wallpaperaccess.com/lanikea-universe" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiFiKS6xqHnAhWPT30KHaRjBB4QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">WallpaperAccess</span></a>)</p></div></p>
<p>Galaksi kita pun hanya bagian kecil dari keseluruhan alam semesta. Bersama ratusan ribu galaksi lainnya, kita berada di sebuah <em>supercluster </em>yang bernama <strong>Laniakea</strong>.</p>
<p>Jika ditarik lebih jauh lagi, Laniakea pun hanya terlihat seperti setitik debu jika dibandingkan dengan alam semesta yang sudah diketahui oleh manusia. Padahal, ada masih banyak sisi semesta yang belum dijamah oleh manusia.</p>
<p>Penulis akan meletakkan susunannya di bawah ini seperti yang dilansir dari Wikipedia:</p>
<blockquote><p><a class="mw-selflink selflink">Bumi → Solar System</a> → Local Interstellar Cloud → Local Bubble → Gould Belt → Orion Arm → Milky Way → Milky Way subgroup → Local Group → Local Sheet → Virgo Supercluster → Laniakea Supercluster → Observable universe → Universe</p></blockquote>
<p>Untuk definisinya masing-masing, Penulis akan meletakkan sumbernya di bawah tulisan ini. Intinya, kita ini sebenarnya bukan apa-apa jika dibandingkan luasnya alam semesta ini.</p>
<h3>Kita Bukan Apa-Apa</h3>
<p>Mungkin kita merasa sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna karena diberi berbagai kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Tak jarang kita pun dibuat sombong karenanya.</p>
<p>Walaupun begitu, kita tak akan berdaya jika alam sudah berbicara. Mau teknologi secanggih apapun, kita tak akan pernah benar-benar bisa mengalahkan alam.</p>
<p>Itu baru alam yang ada di Bumi saja, bagaimana dengan entitas lain di luar Bumi? Coba bayangkan Bumi kembali dihantam meteor yang sama dengan yang memusnahkan dinosaurus, hampir tidak ada yang bisa kita lakukan.</p>
<p>Kita memang dianugerahi berbagai keistimewaan di Bumi ini. Bahkan posisi Bumi yang sangat tepat agar kehidupan bisa berlangsung saja sudah merupakan hal yang sangat luar biasa.</p>
<p>Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita menyukuri apa yang telah kita dapatkan di Bumi ini dan mampu menjaganya dengan baik. Jika merasa sombong, cobalah tengok langit agar sadar betapa kecilnya kita.</p>
<p>Tapi sayangnya, langit di perkotaan tertutup oleh polusi cahaya dan asap, sehingga susah untuk melihat alam semesta yang lebih luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Januari 2020, terinspirasi setelah menonton berbagai video tentang alam semesta produksi National Geographic</p>
<p>Foto: <a href="https://www.americamagazine.org/content/dispatches/universe-unfinished-theologian-john-haught-faith-and-cosmos">America Magazine</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Solar_System">Wikipedia</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=2HoTK_Gqi2Q&amp;t=5s">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/kita-bukan-apa-apa-di-semesta-ini/">Kita Bukan Apa-Apa di Semesta Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bumi Itu Datar</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2018 16:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[flat earth]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[tata surya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1641</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sadarilah bahwa selama ini kita telah dibohongi oleh Amerika Serikat dengan NASA-nya. Teori Heliosentris yang dikembangkan oleh Copernicus dan Galileo adalah sebuah pembohongan. Bumi adalah pusat alam semesta. Dunia ini terbentang datar. Benda-benda langit mengelilingi Bumi. Hukum gravitasi yang dituliskan Newton tidaklah nyata. Negara-negara adidaya menyimpan rahasia besar di balik tembok es Antartika. Mereka tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/">Bumi Itu Datar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sadarilah bahwa selama ini kita telah dibohongi oleh Amerika Serikat dengan NASA-nya. Teori Heliosentris yang dikembangkan oleh Copernicus dan Galileo adalah sebuah pembohongan. Bumi adalah pusat alam semesta.</p>
<p>Dunia ini terbentang datar. Benda-benda langit mengelilingi Bumi. Hukum gravitasi yang dituliskan Newton tidaklah nyata. Negara-negara adidaya menyimpan rahasia besar di balik tembok es Antartika. Mereka tidak ingin rahasia mereka terbongkar.</p>
<p><div id="attachment_1644" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1644" class="size-large wp-image-1644" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1644" class="wp-caption-text">via youtube.com</p></div></p>
<p>Hehehe, begitulah kira-kira secara umum teori-teori yang dilontarkan oleh kubu yang mempercayai teori bahwa planet tempat kita tinggal ini berbentuk datar, bukan bola seperti yang sudah diajarkan di sekolah sejak kita kecil.</p>
<p>Apakah teori-teori tersebut salah dan pantas ditertawakan? Tentu jangan. Bagaimanapun kita harus menghargai persepsi mereka. Jika bertemu mereka, bantahlah data mereka dengan data yang Anda miliki. Jangan hanya debat kusir yang tak berdasar.</p>
<p>Membuat analisa tanpa data adalah sebuah kesalahan besar, begitulah kira-kira ucapan Sherlock Holmes. Selama ini mayoritas dari kita mempercayai teori Heliosentris adalah sebuah kebenaran karena teori tersebut menyajikan data kepada kita.</p>
<p>Bagaimana dengan kubu <em>flat earth</em>? Tentu mereka juga memiliki data-data yang menyanggah data milik kubu lawan. Mereka mempertentangkan apa yang selama ini ditelan mentah-mentah oleh masyarakat dunia.</p>
<p><strong>Lalu, manakah yang penulis percaya?</strong></p>
<p>Untuk sementara, penulis masih yakin bahwa Bumi ini berbentuk bola. Tentu ada alasan-alasan yang mendasari keyakinan tersebut.</p>
<p>Pertama, penulis meyakini bahwa planet kita tentu memiliki bentuk yang sama dengan benda-benda yang kita amati setiap hari. Jika matahari dan bulan berbentuk bola, mengapa Bumi harus berbeda sendiri? Apa karena tempat tinggal manusia sehingga mendapatkan keistimewaan?</p>
<p>Kedua, hukum Fisika yang berhasil ditemukan oleh para ilmuwan sudah banyak terbukti dan teruji dari waktu ke waktu. Hukum Fisika membuat kita bisa memahami apa yang terjadi pada diri kita, pada planet kita.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/E9tL-lPsDZM?ecver=1" width="1519" height="514" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>Ketiga, teori yang diajukan oleh kaum bumi datar bisa didebat oleh kamu bumi bola dengan jawaban-jawaban yang ilmiah. Mungkin sudah banyak yang menonton saluran Youtube <strong>Flat Earth 101</strong>. Kebetulan, penulis menemukan <a href="https://www.kiblat.net/2016/07/13/bantahan-ilmiah-teori-konspirasi-flat-earth-fakta-atau-konspirasi-bag-1/">blog yang menangkis semua teori</a> yang ada pada video-video tersebut.</p>
<p>Terakhir, penulis mengikuti pendapat ulama. Setidaknya ada dua ustadz yang mengatakan bahwa Bumi berbentuk bulat, yakni Abdul Somad dan Zakir Naik. Sampai saat ini penulis belum menemukan ada seorang ustadz yang percaya bahwa Bumi itu datar,</p>
<p><strong>Hal Terpenting</strong></p>
<p>Dari semua tulisan tadi, terkadang manusia lupa hal terpentingnya. Yang lebih <em>urgent </em>untuk dipikirkan bersama adalah bagaimana kita berbuat baik untuk Bumi kita, untuk tempat tinggal kita tercinta ini.</p>
<p>Mau mendukung teori yang manapun, kalau kita masih saja acuh terhadap lingkungan, ya percuma. Kalau kita percaya bumi ini berbentuk bola lantas berbuat kerusakan di dunia, ya buat apa.</p>
<p><div id="attachment_1643" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1643" class="size-large wp-image-1643" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1643" class="wp-caption-text">Photo by Sergei Akulich on Unsplash</p></div></p>
<p>Biarlah mereka yang memiliki data dan kemampuan otak saling adu argumen untuk menentukan teori siapa yang paling benar, karena menentukan planet merupakan pengujian ilmiah yang bisa dibuktikan. Berbeda dengan mengukur hati seseorang yang tak bisa dilihat.</p>
<p>Kita, yang tidak mempunyai data dan tidak memiliki kemampuan untuk meneliti alam semesta, bertugas untuk menjaga Bumi dengan apapun yang bisa kita lakukan. Hal-hal yang paling sepele seperti mengurangi penggunaan plastik pun memiliki dampak terhadap lingkungan.</p>
<p>Apapun keyakinan kita terhadap bentuk Bumi, yang harus kita pikirkan bersama adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian planet ini. Mau bentuknya bulat, kotak, ataupun segitiga, tugas kita sebagai manusia adalah merawat planet ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 November 2018, terinspirasi setelah menonton saluran Youtube Flat Earth 101 yang kolom komentarnya dinonaktifkan</p>
<p>Photo: blenderartists.org<a href="http://blenderartists.org">http://blenderartists.org</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/">Bumi Itu Datar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ironi Mencari Kehidupan di Planet Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/ironi-mencari-kehidupan-di-planet-lain/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/ironi-mencari-kehidupan-di-planet-lain/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2018 07:43:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[ironi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ruang angkasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1142</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengamati semesta merupakan hobi penulis sejak kecil. Pada tulisan Stephen Hawking dan Perenungan Alam Semesta, telah penulis ceritakan bagaimana penulis gemar membaca buku-buku yang berkaitan tentang ruang angkasa, meskipun banyak tidak pahamnya. Akan tetapi, terdapat sisi yang membuat penulis merasa miris dengan perkembangan teknologi dalam menjelajah ruang angkasa. Mungkin pembaca juga tahu bahwa para astronom [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/ironi-mencari-kehidupan-di-planet-lain/">Ironi Mencari Kehidupan di Planet Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengamati semesta merupakan hobi penulis sejak kecil. Pada tulisan <a href="http://whathefan.com/2018/01/24/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/">Stephen Hawking dan Perenungan Alam Semesta</a>, telah penulis ceritakan bagaimana penulis gemar membaca buku-buku yang berkaitan tentang ruang angkasa, meskipun banyak tidak pahamnya.</p>
<p>Akan tetapi, terdapat sisi yang membuat penulis merasa miris dengan perkembangan teknologi dalam menjelajah ruang angkasa. Mungkin pembaca juga tahu bahwa para astronom atau apapun namanya seolah berlomba-lomba mencari planet yang dapat ditinggali oleh manusia.</p>
<p>Orang yang bukan ilmuwan, seperti pemilik Amazon, Jeff Bezoz, juga menaruh minat hingga mendirikan perusahaan antariksa sendiri, <strong>Blue Origin</strong>. Bahkan beberapa tahun ke depan (mungkin benar-benar <em>tahun depan</em>), jalan-jalan ke luar angkasa akan menjadi tren yang akan dilakukan oleh segelintir orang yang berduit.</p>
<p><div id="attachment_1144" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1144" class="size-full wp-image-1144" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/170405-blue-chat-630x461.jpg" alt="" width="630" height="461" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/170405-blue-chat-630x461.jpg 630w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/170405-blue-chat-630x461-300x220.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/170405-blue-chat-630x461-348x255.jpg 348w" sizes="(max-width: 630px) 100vw, 630px" /><p id="caption-attachment-1144" class="wp-caption-text">Jeff Bezoz (https://www.geekwire.com/2017/jeff-bezos-blue-origin-potty-puke-space/)</p></div></p>
<p>Tentu ini merupakan gagasan jangka panjang karena kekhawatiran mereka terhadap Bumi yang sudah mulai rusak. Di sinilah muncul keprihatinan penulis.</p>
<p>Penulis sering membayangkan, bagaimana seandainya alokasi dana untuk mencari kehidupan di planet lain dialih fungsikan untuk memperbaiki kehidupan di Bumi. Penulis sering berandai-andai, kira-kira berapa keluarga yang selamat dari kemiskinan dari biaya pembuatan satu pesawat ulang-alik.</p>
<p>Analoginya seperti ini. Rumah kita sudah rusak di sana-sini, bocor di mana-mana. Bukannya fokus merenovasi rumah, kita justru menggunakan dananya untuk mencari rumah di berbagai daerah, mulai Jakarta, Bali, Papua, hingga Taipei.</p>
<p>Kita melakukan perjalanan ke mana-mana hingga yang jauh karena kita tidak menemukan tempat yang ideal seperti rumah kita sendiri. Kita mencari rumah yang benar-benar persis dengan rumah lama kita yang butuh direnovasi.</p>
<p><em>Lah kenapa enggak beli tanah terus bangun sendiri?</em></p>
<p>Ya ini kan analogi, toh kita enggak mungkin membuat planet kan? Itu kekuasaan Tuhan yang Maha Besar. Intinya, mengapa kita berfokus mencari sesuatu yang baru daripada membenahi yang sudah ada?</p>
<p>Mungkin para ilmuwan yang bekerja di berbagai kantor antariksa memiliki pendapat lain, penulis tidak tahu. Penulis berharap ada kebaikan dari ekspolorasi yang telah dan akan dilakukan oleh para astronom. Minimal, menambah pengetahuan kita.</p>
<p>Yang bisa kita lakukan sebagai warga dunia yang baik adalah berusaha menjaga lingkungan, minimal yang ada di sekitar kita. Sekecil apapun konstribusi kita kepada planet ini, tentu ada maknanya dan seringkali lebih besar dari yang kita sangka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Grand Metropolitan Mall Bekasi, 14 Maret 2018, terinspirasinya sudah lama, sehingga lupa apa yang menjadi inspirasi tulisan ini.</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/4dpAqfTbvKA?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Jeremy Thomas</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/galaxy?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/ironi-mencari-kehidupan-di-planet-lain/">Ironi Mencari Kehidupan di Planet Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/ironi-mencari-kehidupan-di-planet-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
