Bumi Itu Datar

Sadarilah bahwa selama ini kita telah dibohongi oleh Amerika Serikat dengan NASA-nya. Teori Heliosentris yang dikembangkan oleh Copernicus dan Galileo adalah sebuah pembohongan. Bumi adalah pusat alam semesta.

Dunia ini terbentang datar. Benda-benda langit mengelilingi Bumi. Hukum gravitasi yang dituliskan Newton tidaklah nyata. Negara-negara adidaya menyimpan rahasia besar di balik tembok es Antartika. Mereka tidak ingin rahasia mereka terbongkar.

via youtube.com

Hehehe, begitulah kira-kira secara umum teori-teori yang dilontarkan oleh kubu yang mempercayai teori bahwa planet tempat kita tinggal ini berbentuk datar, bukan bola seperti yang sudah diajarkan di sekolah sejak kita kecil.

Apakah teori-teori tersebut salah dan pantas ditertawakan? Tentu jangan. Bagaimanapun kita harus menghargai persepsi mereka. Jika bertemu mereka, bantahlah data mereka dengan data yang Anda miliki. Jangan hanya debat kusir yang tak berdasar.

Membuat analisa tanpa data adalah sebuah kesalahan besar, begitulah kira-kira ucapan Sherlock Holmes. Selama ini mayoritas dari kita mempercayai teori Heliosentris adalah sebuah kebenaran karena teori tersebut menyajikan data kepada kita.

Bagaimana dengan kubu flat earth? Tentu mereka juga memiliki data-data yang menyanggah data milik kubu lawan. Mereka mempertentangkan apa yang selama ini ditelan mentah-mentah oleh masyarakat dunia.

Lalu, manakah yang penulis percaya?

Untuk sementara, penulis masih yakin bahwa Bumi ini berbentuk bola. Tentu ada alasan-alasan yang mendasari keyakinan tersebut.

Pertama, penulis meyakini bahwa planet kita tentu memiliki bentuk yang sama dengan benda-benda yang kita amati setiap hari. Jika matahari dan bulan berbentuk bola, mengapa Bumi harus berbeda sendiri? Apa karena tempat tinggal manusia sehingga mendapatkan keistimewaan?

Kedua, hukum Fisika yang berhasil ditemukan oleh para ilmuwan sudah banyak terbukti dan teruji dari waktu ke waktu. Hukum Fisika membuat kita bisa memahami apa yang terjadi pada diri kita, pada planet kita.

Ketiga, teori yang diajukan oleh kaum bumi datar bisa didebat oleh kamu bumi bola dengan jawaban-jawaban yang ilmiah. Mungkin sudah banyak yang menonton saluran Youtube Flat Earth 101. Kebetulan, penulis menemukan blog yang menangkis semua teori yang ada pada video-video tersebut.

Terakhir, penulis mengikuti pendapat ulama. Setidaknya ada dua ustadz yang mengatakan bahwa Bumi berbentuk bulat, yakni Abdul Somad dan Zakir Naik. Sampai saat ini penulis belum menemukan ada seorang ustadz yang percaya bahwa Bumi itu datar,

Hal Terpenting

Dari semua tulisan tadi, terkadang manusia lupa hal terpentingnya. Yang lebih urgent untuk dipikirkan bersama adalah bagaimana kita berbuat baik untuk Bumi kita, untuk tempat tinggal kita tercinta ini.

Mau mendukung teori yang manapun, kalau kita masih saja acuh terhadap lingkungan, ya percuma. Kalau kita percaya bumi ini berbentuk bola lantas berbuat kerusakan di dunia, ya buat apa.

Photo by Sergei Akulich on Unsplash

Biarlah mereka yang memiliki data dan kemampuan otak saling adu argumen untuk menentukan teori siapa yang paling benar, karena menentukan planet merupakan pengujian ilmiah yang bisa dibuktikan. Berbeda dengan mengukur hati seseorang yang tak bisa dilihat.

Kita, yang tidak mempunyai data dan tidak memiliki kemampuan untuk meneliti alam semesta, bertugas untuk menjaga Bumi dengan apapun yang bisa kita lakukan. Hal-hal yang paling sepele seperti mengurangi penggunaan plastik pun memiliki dampak terhadap lingkungan.

Apapun keyakinan kita terhadap bentuk Bumi, yang harus kita pikirkan bersama adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian planet ini. Mau bentuknya bulat, kotak, ataupun segitiga, tugas kita sebagai manusia adalah merawat planet ini.

 

 

Kebayoran Lama, 7 November 2018, terinspirasi setelah menonton saluran Youtube Flat Earth 101 yang kolom komentarnya dinonaktifkan

Photo: blenderartists.orghttp://blenderartists.org

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.