Ironi Mencari Kehidupan di Planet Lain

Mengamati semesta merupakan hobi penulis sejak kecil. Pada tulisan Stephen Hawking dan Perenungan Alam Semesta, telah penulis ceritakan bagaimana penulis gemar membaca buku-buku yang berkaitan tentang ruang angkasa, meskipun banyak tidak pahamnya.

Akan tetapi, terdapat sisi yang membuat penulis merasa miris dengan perkembangan teknologi dalam menjelajah ruang angkasa. Mungkin pembaca juga tahu bahwa para astronom atau apapun namanya seolah berlomba-lomba mencari planet yang dapat ditinggali oleh manusia.

Orang yang bukan ilmuwan, seperti pemilik Amazon, Jeff Bezoz, juga menaruh minat hingga mendirikan perusahaan antariksa sendiri, Blue Origin. Bahkan beberapa tahun ke depan (mungkin benar-benar tahun depan), jalan-jalan ke luar angkasa akan menjadi tren yang akan dilakukan oleh segelintir orang yang berduit.

Jeff Bezoz (https://www.geekwire.com/2017/jeff-bezos-blue-origin-potty-puke-space/)

Tentu ini merupakan gagasan jangka panjang karena kekhawatiran mereka terhadap Bumi yang sudah mulai rusak. Di sinilah muncul keprihatinan penulis.

Penulis sering membayangkan, bagaimana seandainya alokasi dana untuk mencari kehidupan di planet lain dialih fungsikan untuk memperbaiki kehidupan di Bumi. Penulis sering berandai-andai, kira-kira berapa keluarga yang selamat dari kemiskinan dari biaya pembuatan satu pesawat ulang-alik.

Analoginya seperti ini. Rumah kita sudah rusak di sana-sini, bocor di mana-mana. Bukannya fokus merenovasi rumah, kita justru menggunakan dananya untuk mencari rumah di berbagai daerah, mulai Jakarta, Bali, Papua, hingga Taipei.

Kita melakukan perjalanan ke mana-mana hingga yang jauh karena kita tidak menemukan tempat yang ideal seperti rumah kita sendiri. Kita mencari rumah yang benar-benar persis dengan rumah lama kita yang butuh direnovasi.

Lah kenapa enggak beli tanah terus bangun sendiri?

Ya ini kan analogi, toh kita enggak mungkin membuat planet kan? Itu kekuasaan Tuhan yang Maha Besar. Intinya, mengapa kita berfokus mencari sesuatu yang baru daripada membenahi yang sudah ada?

Mungkin para ilmuwan yang bekerja di berbagai kantor antariksa memiliki pendapat lain, penulis tidak tahu. Penulis berharap ada kebaikan dari ekspolorasi yang telah dan akan dilakukan oleh para astronom. Minimal, menambah pengetahuan kita.

Yang bisa kita lakukan sebagai warga dunia yang baik adalah berusaha menjaga lingkungan, minimal yang ada di sekitar kita. Sekecil apapun konstribusi kita kepada planet ini, tentu ada maknanya dan seringkali lebih besar dari yang kita sangka.

 

 

Grand Metropolitan Mall Bekasi, 14 Maret 2018, terinspirasinya sudah lama, sehingga lupa apa yang menjadi inspirasi tulisan ini.

Photo by Jeremy Thomas on Unsplash

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.