<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ProductivityHacks Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/productivityhacks/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/productivityhacks/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Oct 2021 10:40:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>#ProductivityHacks Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/productivityhacks/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Productivity Hacks #2: Don&#8217;t Break the Chain</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 15:09:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[#ProductivityHacks]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[to-do list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bisa menjadi manusia yang produktif adalah impian banyak orang. Kalau bisa, waktu kita di dunia yang sebentar ini digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Tapi yang namanya manusia, terkadang (atau sering?) ada rasa malas. Tak jarang kita memutuskan untuk menunda pekerjaan, hingga ada &#8220;pepatah&#8221; mengatakan kalau bisa dikerjakan besok kenapa sekarang? Penulis berusaha mendorong dirinya untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/">Productivity Hacks #2: Don&#8217;t Break the Chain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bisa menjadi manusia yang produktif adalah impian banyak orang. Kalau bisa, waktu kita di dunia yang sebentar ini digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat.</p>



<p>Tapi yang namanya manusia, terkadang (atau sering?) ada rasa malas. Tak jarang kita memutuskan untuk menunda pekerjaan, hingga ada &#8220;pepatah&#8221; mengatakan <em>kalau bisa dikerjakan besok kenapa sekarang?</em></p>



<p>Penulis berusaha mendorong dirinya untuk bisa menjadi manusia yang produktif. Salah satu caranya adalah dengan memiliki <a href="https://whathefan.com/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas harian</a>, yang pernah Penulis bahas beberapa waktu lalu.</p>



<p>Bisa dibilang, praktiknya susah luar biasa. Apalagi jika sudah berhenti lama melakukan kebiasaan baik, untuk memulainya lagi sangatlah sulit.</p>



<p>Akhir-akhir ini karena situasi hatinya yang sedang buruk, Penulis sedang gencar memulai hidup produktif lagi. Berbagai cara Penulis lakukan agar bisa seperti dulu lagi, ketika mampu konsisten melakukan rutinitas pagi.</p>



<p>Dari pengalamannya, Penulis menemukan satu kunci untuk bisa konsiten melakukan kebiasaan baik: <em><strong>don&#8217;t break the chain</strong></em><strong>. </strong>Jangan putuskan rantainya.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berhenti Menulis <em>To-Do List</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5233" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Susah Melawan Rasa Malas (<a href="https://unsplash.com/@cathrynlavery">Cathryn Lavery</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis kebetulan adalah tipe orang yang suka dengan rutinitas. Penulis tidak menyukai sesuatu yang sifatnya spontan dan mendadak. Kalau bisa, semua tertata rapi dan terorganisir dengan baik.</p>



<p>Oleh karena itu, salah satu metode untuk produktif yang cocok untuk Penulis adalah <strong><a href="https://whathefan.com/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">memiliki <em>to-do list</em> harian</a></strong>. Penulis rutin melakukannya mulai awal tahun ini, namun tersendat di bulan Juli karena berbagai macam alasan.</p>



<p>Salah satu hal yang membuat Penulis merasa malas menulis <em>to-do list </em>belakangan ini adalah karena merasa tidak banyak yang harus dikerjakan selain pekerjaan kantor dan menulis artikel blog. Akhirnya, buku <em>to-do list </em>Penulis pun terbengkalai beberapa minggu.</p>



<p>Penulis pun memutuskan untuk mengubah format buku <em>to-do list </em>miliknya. Anggap saja <em>to-do list </em>harian versi 2. Mungkin Penulis akan membuat artikel terpisah tentangnya karena Penulis sangat menyukai format baru ini.</p>



<p>Pada buku <em>to-do list </em>v2 ini, Penulis akan mencatat <em>morning routine </em>dan <em>evening routine </em>di sini. Setiap Penulis berhasil melakukan rutinitas atau kebiasaan ini, Penulis akan memberi tanda merah di kotaknya.</p>



<p>Ketika melihat daftar rutinitas yang berhasil dikerjakan hari ini, Penulis jadi terpacu untuk bisa melakukannya lagi keesokan harinya. Akhirnya,<strong> terbentuk semacam &#8220;rantai&#8221; kebiasaan</strong> yang membuat Penulis berusaha agar jangan sampai rantai itu putus.</p>



<p>Nah, inilah salah satu kunci keberhasilan untuk bisa konsisten melakukan kebiasaan dan menjadi lebih produktif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Rantai yang Tampak Mata</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5234" width="740" height="493" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption>Harus Kelihatan Mata (<a href="https://unsplash.com/@epicantus">Daria Nepriakhina</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebelumnya, Penulis sering mencatat kebiasaan-kebiasaan melalui aplikasi <em>Loop Habit Tracker</em> di smartphone-nya. Ada banyak kebiasaan yang Penulis tuliskan di sana, termasuk kewajiban sholat lima waktu.</p>



<p>Hanya saja karena tidak tampak fisik, Penulis menjadi tidak bersemangat untuk mengerjakan semuanya. Penulis seolah merasa tidak punya motivasi untuk mengerjakan daftar kebiasaan yang seharusnya dilakukan.</p>



<p>Setelah menonton beberapa video di YouTube, ternyata memang sebaiknya catatan kebiasaan itu ditulis dalam buku fisik yang selalu kelihatan mata. Kalau di smarpthone, kita harus buka aplikasinya terlebih dahulu.</p>



<p>Selain itu, kita pun jadi menuliskan daftar kebiasaan secara fisik setiap hari. Hal tersebut mampu memberikan sugesti kepada diri agar melakukan hal-hal yang sudah dicatat.</p>



<p>Maka dari itu, Penulis memutuskan untuk menuliskannya di buku catatan dan meletakkannya di atas meja sepanjang hari, berhubung Penulis menghabiskan sebagian besar waktunya di depan meja kerja.</p>



<p>Sebagai orang yang perfeksionis, Penulis akan merasa gatal apabila ada kotak-kotak yang masih kosong. Penulis pun jadi terdorong untuk segera melakukan kegiatan yang kotaknya masih kosong tersebut.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman tersebut, Penulis jadi meyakini kalau <strong>rantai kebiasaan yang ingin kita lakukan haruslah tampak mata</strong>. Salah satu caranya adalah dengan menuliskannya secara fisik dan meletakannya di tempat yang selalu terlihat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Mempertahankan Rantai Itu Penting</h2>



<p>Bagi orang yang ingin hidup produktif, memiliki rutinitas harian bisa menjadi salah satu hal yang sangat membantu. Namun, perlu dicatat bahwa yang susah adalah <a href="https://whathefan.com/produktivitas/menjaga-konsistensi/">mempertahankan konsistensi</a>.</p>



<p>Sekali rantai kebiasaan tersebut putus, dorongan untuk meninggalkan kebiasaan tersebut sangat besar. Rasanya begitu berat untuk memulai lagi dari awal. Ada juga perasaan kecewa karena rantai tersebut harus terputus.</p>



<p>Untuk menghindari hal tersebut, coba saja dimulai sedikit demi sedikit saja. Mungkin dari satu kebiasaan dulu. Jika sudah berhasil konsisten, tambah lagi kebiasaan baru dan begitu seterusnya.</p>



<p>Penulis sendiri sekarang sedang merutinkan delapan rutinitas, empat di pagi hari dan empat di malam hari. Walaupun terdengar banyak, sebenarnya kebiasaan yang Penulis catatkan tidak membutuhkan waktu panjang.</p>



<p>Ada beragam cara untuk mempertahankan rantai tersebut untuk tetap tersambung. Cara yang sedang Penulis terapkan adalah salah satunya. </p>



<p>Berhubung baru jalan tiga hari, Penulis belum bisa menyimpulkan kalau metode ini berhasil. Walaupun begitu, caranya layak untuk dicoba agar hidup ini menjadi lebih produktif.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 19 Agustus 2021, terinspirasi dari usahanya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih produktif</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@jjying">JJ Ying</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/">Productivity Hacks #2: Don&#8217;t Break the Chain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Productivity Hacks #1: To-Do List Harian</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2021 12:10:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[#ProductivityHacks]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[to-do list]]></category>
		<category><![CDATA[tugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4382</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi orang yang produktif setiap hari (setidaknya, ketika weekday) adalah salah satu impian Penulis dalam hidup. Hidup ini terlalu singkat untuk sesuatu yang sia-sia. Sayangnya, Penulis merupakan tipe orang yang malas dan suka menunda-nunda. Akibatnya, Penulis kerap lalai dalam memanfaatkan waktu dalam hidupnya. Menyadari kekurangan tersebut, Penulis memutuskan untuk membuat to-do list harian untuk mengetahui apa yang akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">Productivity Hacks #1: To-Do List Harian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi <strong>orang yang produktif</strong> setiap hari (setidaknya, ketika <em>weekday</em>) adalah salah satu impian Penulis dalam hidup. Hidup ini terlalu singkat untuk sesuatu yang sia-sia.</p>
<p>Sayangnya, Penulis merupakan tipe <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/saya-ini-pemalas/">orang yang malas</a> dan suka menunda-nunda. Akibatnya, Penulis kerap lalai dalam memanfaatkan waktu dalam hidupnya.</p>
<p>Menyadari kekurangan tersebut, Penulis memutuskan untuk membuat <strong><em>to-do list </em>harian</strong> untuk mengetahui apa yang akan dilakukan hari ini.</p>
<h3>Untuk Apa <em>To-Do List </em>Harian?</h3>
<p><div id="attachment_4385" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4385" class="size-large wp-image-4385" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4385" class="wp-caption-text">Buat Apa Sih? (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@breakingpic">Breakingpic</a>)</p></div></p>
<p>Ketika bermain game, misalnya PUBG Mobile, biasanya kita memiliki <strong>misi-misi yang harus diselesaikan</strong> untuk mendapatkan <em>reward </em>tertentu.</p>
<p>Di game-game Steam, ada beberapa <strong><em>achievement </em>yang bisa kita dapatkan</strong> jika sudah melakukan sesuatu di dalam game.</p>
<p>Hal-hal seperti itu membuat kita <strong>bersemangat untuk <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">bermain game</a></strong>. Akan muncul semacam kepuasan jika kita berhasil mendapatkannya.</p>
<p><strong>Itulah peran dari <em>to-do list </em>harian.</strong></p>
<p>Sama seperti game, kita akan <strong>merasa puas apabila bisa memberikan tanda centang</strong> kepada daftar pekerjaan yang telah dituntaskan.</p>
<p>Jika berhasil melakukan apa yang sudah dituliskan pada <em>to-do list</em>, kita akan merasa <strong>hari ini telah dijalani dengan produktif</strong> yang ujung-ujungnya baik bagi kesehatan mental.</p>
<p>Tentu saja daftar pekerjaannya yang berbau produktif, ya! Jangan sampai main game Mobile Legends 2 jam dimasukkan ke dalam <em>to-do list</em>, kalau seperti itu sama saja bohong.</p>
<p>Masukkan daftar pekerjaan yang produktif seperti belajar, mempelajari atau menemukan hal baru, membersihkan kamar, menyelesaikan tanggungan pekerjaan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Penulis sendiri biasanya menyantumkan <strong>&#8220;100% completed&#8221;</strong> sebagai penanda kalau semua <em>to-do list </em>hari ini berhasil dikerjakan. Anggap saja seperti mendapatkan <em>badges </em>di Steam.</p>
<h3>Bagaimana Cara Membuat <em>To-Do List </em>Harian?</h3>
<p><div id="attachment_4386" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4386" class="size-large wp-image-4386" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4386" class="wp-caption-text">To-Do List Penulis</p></div></p>
<p>Tidak ada patokan khusus untuk membuat <em>to-do list </em>harian. Sesukanya saja, tapi diusahakan yang bisa membuat kita merasa senang ketika menuliskannya.</p>
<p>Penulis pribadi memiliki hobi membuat <strong>catatan dengan rapi</strong>. Oleh karena itu, Penulis menjadikan sebuah buku dan mendesainnya sendiri menjadi <em>to-do list</em>.</p>
<p>Sebagai pemanis, Penulis memberikan tambahan ornamen-ornamen yang sederhana. Tidak lupa catatan harus berwarna-warni agar tidak monoton dan membosankan.</p>
<p>Mungkin ada yang lebih nyaman dan merasa praktis dengan <strong>menggunakan aplikasi</strong> di ponsel. Kalau Penulis merasa tidak cocok karena <em>feel</em>-nya tidak dapat.</p>
<p>Ada yang lebih suka <strong>menuliskannya di </strong><em><strong>sticky notes</strong> </em>dan menempelkannya di tempat yang mudah terlihat. Macam-macam, metodenya bisa dipilih sesuka hati.</p>
<h3>Bagaimana Jika Banyak Tugas yang Tidak Diselesaikan?</h3>
<p><div id="attachment_4387" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4387" class="size-large wp-image-4387" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3-1024x607.jpeg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3-1024x607.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3-300x178.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3-768x455.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4387" class="wp-caption-text">Gagal? Tetep Gas! (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@freestocks">freestocks.org</a>)</p></div></p>
<p>Sudah membuat <em>to-do list </em>tapi ternyata sampai menjelang tidur <strong>masih banyak tugas yang belum selesai?</strong> Tenang, itu merupakan hal yang lumrah dalam dunia per-<em>to-do-list-</em>an.</p>
<p>Penulis sangat sering mengalaminya. Sebagai orang yang <em>moody</em>, terkadang suasana hati yang sedang berantakan bisa membuat Penulis mengabaikan semua tugas yang sudah ditulis.</p>
<p>Yang penting, <strong>jangan berhenti membuat </strong><em><strong>to-do list</strong>. </em>Kalau punya kebiasaan baik harus dipertahankan, jangan dihentikan hanya karena merasa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/menjaga-konsistensi/">tidak mampu konsisten</a>.</p>
<p>Ketika kita melakukan evaluasi <em>to-do list </em>yang gagal dikerjakan, memang <strong>akan memunculkan perasaan bersalah</strong> yang membuat kita malas untuk menulis <em>to-do list </em>lagi.</p>
<p>Tidak apa-apa, nikmati saja perasaan bersalah tersebut sembari berusaha besok akan lebih baik lagi. Jika ada yang tidak selesai hari ini, coba untuk diselesaikan besok.</p>
<p>Inilah pentingnya untuk <strong>tidak membuat </strong><em><strong>to-do list </strong></em><strong>terlalu banyak </strong>ketika baru mulai. Daftar tugas yang terlalu banyak berpotensi terbengkalai dan akhirnya membuat kita malas.</p>
<p>Hanya ada <strong>satu <i>to-do list </i></strong>pun tidak masalah, misalnya latihan mengerjakan latihan soal SBMPTN sebanyak 5 soal dalam sehari. Yang penting adalah komitmen kita untuk mengerjakannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Mencatat <em>to-do list </em>harian bisa jadi tidak cocok untuk sebagian orang, terutama orang yang benci rutinitas dan menyukai hal-hal yang berbau spontan (<em>uhuy!</em>).</p>
<p>Berhubung Penulis tipe orang yang suka dengan rutinitas, mencatat <em>to-do list </em>setiap hari bisa meningkatkan produktivitas dan membuat dirinya bersemangat menjalani hidup.</p>
<p>Ketika tulisan ini ditulis, Penulis telah berhasil <strong>menyelesaikan tujuh tugas</strong> yang dibuat pada pagi hari ini. Kelihatan hebat? Sebenarnya tidak jika melihat hari-hari sebelumnya.</p>
<p>Sabtu dan Minggu kemarin, Penulis <strong>tidak mencatat <em>to-do list </em>sama sekali</strong>. Akibatnya, Penulis menghabiskan waktunya untuk bermain game dan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/istirahat-dari-media-sosial/"><em>scroll </em></a><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/istirahat-dari-media-sosial/">media sosial berjam-jam</a>.</p>
<p>Pada hari Kamis dan Jumat kemarin, <strong>hanya satu dari lima tugas yang berhasil dikerjakan</strong>. Alasannya seperti yang sudah disebutkan di atas, <em>mood </em>sedang tidak karuan.</p>
<p>Walaupun gagal berkali-kali, Penulis tidak berhenti mencatat <em>to-do list </em>harian karena merasa bisa membantu Penulis untuk tetap produktif.</p>
<p>Perasaan gembira yang muncul ketika berhasil meninggalkan tanda centang sangat memuaskan. Penulis harap, para Pembaca sekalian juga bisa merasakannya setelah membuat <em>to-do list </em>harian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Tulisan ini menjadi tulisan pertama dalam serial <em>Productivity Hacks</em>. Ditunggu tulisan-tulisan yang bisa memotivasi diri untuk lebih produktif lagi!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 Februari 2021, terinspirasi setelah dirinya merasa mendapatkan banyak manfaat dengan mencatat <em>to-do list </em>harian</p>
<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/id-id/@ivan-samkov">Ivan Samkov · Fotografi (pexels.com)</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">Productivity Hacks #1: To-Do List Harian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
