<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rapijali Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/rapijali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/rapijali/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Sep 2022 14:10:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Rapijali Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/rapijali/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Rapijali 3: Kembali</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-3-kembali/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-3-kembali/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2022 14:09:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Rapijali]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5771</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin untuk pertama kalinya, Penulis merasa kurang bersemangat membaca ketika mendapatkan novel terbaru dari Dee Lestari, Rapijali 3: Kembali. Padahal, Penulis ikut pre-order-nya, seperti seri Rapijali lainnya (dan seperti biasa, di Markas Buku). Bukan karena novel tersebut jelek, jelas tidak, melainkan karena sedang kurang bergairah saja untuk membaca novel. Mungkin Pembaca juga pernah mengalaminya, ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-3-kembali/">Setelah Membaca Rapijali 3: Kembali</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mungkin untuk pertama kalinya, Penulis merasa kurang bersemangat membaca ketika mendapatkan novel terbaru dari Dee Lestari, <em><strong>Rapijali 3: Kembali</strong></em>. Padahal, Penulis ikut <em>pre-order</em>-nya, seperti seri <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-1-mencari/">Rapijali</a> </em>lainnya (dan seperti biasa, di <a href="https://shopee.co.id/markasbuku">Markas Buku</a>).</p>



<p>Bukan karena novel tersebut jelek, jelas tidak, melainkan karena sedang kurang bergairah saja untuk membaca novel. Mungkin Pembaca juga pernah mengalaminya, ketika kita sama sekali tidak ingin melakukan hobi yang biasanya menyenangkan.</p>



<p>Lantas suatu ketika, Penulis sedang ingin membaca novel dan memutuskan untuk memulai membaca novel ini. Alhasil, hanya dalam waktu dua hari (bahkan nyaris dalam semalam) saja, Penulis berhasil menandaskan novel yang cukup tebal ini.</p>



<p>Ada banyak hal yang ingin Penulis sampaikan setelah selesai membaca novel ini. Bisa dibilang, pendapat Penulis tentang novel ini cukup campur aduk, walau secara keseluruhan Penulis masih menikmati novel ini. <em><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></em></p>





<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Judul: <em>Rapijali 3: Kembali</em></li><li>Penulis: Dee Lestari</li><li>Penerbit: Bentang </li><li>Cetakan: Pertama</li><li>Tanggal Terbit: Desember 2021</li><li>Tebal: 776 halaman</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Awalnya, Penulis mengira kalau novel ini akan membahas masa-masa kuliah dari para anggota <em>band </em>Rapijali. Ternyata, kita akan langsung dibawa lompat 8 tahun setelah peristiwa terakhir yang terjadi di <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-2-menjadi/">Rapijali 2: Menjadi</a></em>.</p>



<p>Meskipun karakternya telah beranjak dewasa, <em>core </em>dari novel ini tetap berkutat tentang masalah musik dan percintaan. Tentu ada konflik lain seperti masalah keluarga dan berdamai dengan masa lalu.</p>



<p>Setelah 8 tahun berlalu, Ping telah menjadi seorang penyanyi terkenal. Namun, ia kerap beberapa kali terkena serangan panik ketika konser, yang ternyata memiliki keterkaitan dengan masalah dengan dirinya sendiri dan masa lalunya.</p>



<p><em>Band </em>Rapijali sendiri telah tercerai-berai, di mana para anggotanya telah memiliki kesibukan masing-masing. Namun, undangan untuk tampil bersama di acara Reuni Akbar Sekolah Pradipa Bangsa membuat mereka harus bertemu kembali di satu titik.</p>



<p>Karena antaranggotanya ada konflik masing-masing, tentu menarik bagaimana mereka semua, terutama Ping, bisa berdamai. Jangan lupakan Oding yang juga begitu dirindukan oleh Ping di dalam sanubari hatinya yang paling dalam.</p>



<p>Sesuai dengan sinopsis buku yang ada di bagian belakang buku ini, <em>Rapijali 3: Kembali </em>akan memberikan semua jawaban yang muncul dari dua judul sebelumnya. Mampukah para karakter yang ada di dalamnnya berdamai dengan berbagai luka di masa lalu?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Rapijali 3: Kembali</h2>



<p>Seperti biasa, kita selalu bisa mengharapkan cerita yang mengalir ala Dee Lestari. Dialog yang dimiliki oleh para karakternya pun terasa natural dan berhasil membawa pembacanya  Plot ceritanya sendiri ringan ringan berat, cocok untuk remaja.</p>



<p>Ada tiga poin utama yang ingin Penulis singgung dari novel ini, yakni:</p>



<h3 class="wp-block-heading">Berdamai dengan Diri Sendiri</h3>



<p>Fokus utama dari novel ini bagaimana para karakternya, terutama para anggota <em>band </em>Rapijali, berdamai dengan konflik-konflik masa lalu sekaligus berdamai dengan dirinya sendiri. Terlebih lagi ada banyak <em>quote </em>yang <em>related </em>dengan kehidupan kita.</p>



<p>(Mohon maaf karena Penulis sudah cukup lama menamatkan novel ini, Penulis lupa ada di halaman berapa <em>quote </em>yang Penulis sukai)</p>



<p>Hanya saja, konflik batin yang terjadi memiliki kesan agak terlalu berputar-putar. Mungkin, itu memang dilakukan oleh Dee untuk menegaskan betapa sulitnya karakter yang ada di ceritanya untuk berdamai dengan diri sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Novel yang Dinamis, namun Perubahan Karakter Kurang Terasa</h3>



<p>Karena masing-masing karakter sedang berada di tempat yang berbeda-beda, perubahan sudut pandang karakternya cukup dinamis sehingga dibutuhkan fokus yang cukup tinggi. Apalagi, ada lompatan waktu hingga 8 tahun,</p>



<p>Adanya lompatan waktu membuat kita sering dibawa ke masa lalu (<em>flashback</em>) untuk memahami apa yang membawa karakter-karakter tersebut berada di posisi saat ini. Jadi, apa yang terjadi sekarang selalu memiliki keterkaitan dengan masa lalu.</p>



<p>Untuk perkembangan karakternya sendiri, Penulis merasa perubahan kedewasaan yang dialami para karakternya tidak terlalu terasa. Ping dan kawan-kawan masih terasa sebagai remaja yang sering mengalami konflik terkait percintaan.</p>



<p>Mungkin perubahan yang paling mengejutkan adalah yang dialami oleh Ardi, saudara tiri dari Ping. Ia yang di dua novel terlihat sebagai anak manja dan egosentris bertransformasi menjadi orang yang bijaksana dan telah berdamai dengan diri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Ending yang Terlalu Sempurna</h3>



<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangannya, mungkin Penulis merasa <em>ending </em>yang dimiliki oleh novel ini terlalu sempurna. Konklusinya memang menyenangkan, tapi terlalu panjang, serta terkesan klise dan <em>too good to be true</em>.</p>



<p>Selain itu, banyak adegan atau drama percintaan yang bagi Penulis terasa berlebihan, terutama Rakai dan Jemi. Ping dan Oding sebenarnya juga, tapi masih bisa ditolerir. Bahkan, hubungan Rakai-Ines dan Oding-Dayu juga sedikit terasa berlebihan.</p>



<p>Dee berusaha menyelipkan humor melalui interaksi Buto dan Inggil. Mereka seolah dihadirkan sebagai oase dari peliknya masalah percintaan yang ada di novel ini. Hanya saja, terkadang <em>jokes </em>yang ada agak kurang masuk di Penulis.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Dengan rilisnya novel ini, maka berakhirnya seri <em>Rapijali </em>yang disebut Dee sebagai karya yang telah tertidur selama bertahun-tahun. Novel ini akan Penulis rekomendasikan bagi Pembaca yang sedang mencari novel percintaan ringan.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 4 September 2022, terinspirasi setelah membaca novel <em>Rapijali 3: Kembali </em>karya Dee Lestari</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-3-kembali/">Setelah Membaca Rapijali 3: Kembali</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-3-kembali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Rapijali 2: Menjadi</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-2-menjadi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-2-menjadi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2021 10:50:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Rapijali]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5200</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai penggemar karya-karya Dee Lestari, membeli novel Rapijali 2: Menjadi seolah menjadi kewajiban. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk ikut pre-order (PO). Bisa dibilang, Penulis termasuk jarang ikut PO karena memilih untuk membelinya di toko buku. Selain itu, terkadang prosedurnya cukup ribet dan membuat Penulis malas melakukannya. Untungnya, Penulis berkenalan dengan Markas Buku yang kebetulan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-2-menjadi/">Setelah Membaca Rapijali 2: Menjadi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebagai penggemar karya-karya <a href="https://whathefan.com/?s=dee+lestari">Dee Lestari</a>, membeli novel <em><strong>Rapijali 2: Menjadi</strong> </em>seolah menjadi kewajiban. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk ikut <em>pre-order</em> (PO).</p>



<p>Bisa dibilang, Penulis termasuk jarang ikut PO karena memilih untuk membelinya di toko buku. Selain itu, terkadang prosedurnya cukup ribet dan membuat Penulis malas melakukannya.</p>



<p>Untungnya, Penulis berkenalan dengan <strong><a href="https://markasbuku.com/">Markas Buku</a> </strong>yang kebetulan dikelola oleh teman Penulis. Prosesnya cepat dan <em>gak pake ribet</em> sama sekali. Penulis juga mendapatkan potongan harga yang spesial.</p>



<p>Gara-gara ikut PO melalui <a href="https://markasbuku.com/">Markas Buku</a>, Penulis bisa membacanya novel ini lebih cepat jika dibandingkan harus menunggu muncul di toko buku. Apalagi, Penulis mendapatkan bonus tanda tangan!</p>



<p>Lantas, bagaimana kelanjutan dari perjalanan Ping di ibukota? <strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Novel ini dibuka dengan kelanjutan perjalanan Ping bersama <em>band </em>Rapijali-nya di kompetisi Band Idola Indonesia. Mereka berhasil lolos ke babak eliminasi dan mereka harus banyak mempersiapkan diri.</p>



<p>Selain itu, Ping juga harus mempersiapkan diri untuk mewujudkan cita-citanya: kuliah di Fakultas Musik Universitas Bakti Sancaya. Ping berharap ia bisa mendapatkan beasiswa sehingga tidak perlu bergantung kepada ayah angkatnya, Guntur.</p>



<p>Di sisi lain, Guntur sedang menghadapi goncangan yang luar biasa. Kehadiran Ping berhasil memantik keretakan rumah tangganya di tengah perjuangannya untuk dapat memenangkan Pilgub Jakarta.</p>



<p>Apalagi, Ardi telah mengetahui fakta bahwa Ping sebenarnya anak kandung ayahnya dari wanita lain. Fakta ini membuatnya begitu murka hingga ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang dapat menghancurkan karir ayahnya sendiri.</p>



<p>Kembali lagi ke Ping dan Rapijali, mereka pun diterpa masalah yang tidak mudah. Sang vokalis, Lodeh, mulai mendapatkan sorotan lebih banyak dari pada band itu sendiri berkat latar belakangnya yang menimbulkan simpati.</p>



<p>Selain itu, persiapan mereka untuk babak final sangat kurang. Hal ini membuat Ping memiliki pikiran untuk membawa mereka ke Batu Karas, rumahnya, untuk mendapatkan suasana baru serta inspirasi dalam bermusik.</p>



<p>Ping pun mau tidak mau harus bertemu kembali dengan Oding, temannya sejak kecil. Pelaku cinta segi empat pun untuk pertama kalinya bertemu di satu lokasi yang sama. Hal ini akan memberikan dampak yang luar biasa untuk Rapijali ke depannya.</p>



<p>Apakah Rapijali berhasil menang kompetisi? Apakah Guntur berhasil menjadi gubernur? Apakah Ping berhasil berkuliah di Universitas Bakti Sancaya? Semua pertanyaan tersebut terjawab di novel ini tanpa perlu menunggu novel ketiganya, <em>Rapijali 3: Kembali</em>, rilis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca <em>Rapijali 2: Menjadi</em></h2>



<p>Entah bagaimana caranya seolah Dee memberikan sihirnya sehingga Penulis sempat kesulitan untuk berhenti membaca novel ini. Penulis hanya membutuhkan tiga kali baca untuk menamatkannya, itu pun ditahan-tahan karena merasa sayang jika harus menghabiskannya.</p>



<p>Padahal, buku ini termasuk tebal karena memiliki 500 halaman. Karena ceritanya yang rasanya mengalir begitu saja dengan bahasa yang mudah dicerna, Penulis bisa menghabiskannya secara relatif cepat.</p>



<p>Dibandingkan dengan <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-1-mencari/">novel pertamanya</a>, <em>Rapijali 2: Menjadi </em>jelas memberikan sederet konflik yang enak untuk dinikmati dengan konklusi yang tidak menggantung pembacanya. Pertanyaan-pertanyaan yang terbesit di novel pertamanya terjawab di sini.</p>



<p>Walau alurnya masih sedikit terasa lambat, novel ini mampu memberikan rasa penasaran kepada pembacanya. Konflik para tokohnya, tidak hanya Ping, membuat kita bertanya apa yang akan terjadi selanjutnya.</p>



<p>Mungkin ada satu hal yang sedikit Penulis sayangkan, yakni latar waktunya yang kadang tidak dipaparkan secara jelas di bagian 1/4 akhir. Penulis masih bisa paham, tapi jadi sedikit meraba-raba kapan sebuah peristiwa di novel ini terjadi.</p>



<p>Ada satu bagian yang bisa dibilang menjadi <em>turning table </em>dari novel ini, yakni ketika Ardi memutuskan untuk membocorkan rahasia Guntur kepada lawan politik ayahnya. Tidak hanya mengandaskan kemenangan ayahnya, hal ini juga sangat memukul Ping.</p>



<p>Bisa dibilang, novel ini seolah menjadi transisi antara dua fase kehidupan Ping. Fase pertama (3/4 buku) adalah konklusi dari kehidupan barunya di Jakarta dan fase kedua (1/4 buku) adalah kehidupan pasca ia mengetahui fakta bahwa dirinya adalah anak kandung Guntur.</p>



<p>Di novel ketiganya nanti, kemungkinan besar kita akan melihat kehidupan kuliah Ping sekaligus menjawab akhir dari kisah cinta Ping, Oding, Rakai, dan Jemi. Bagaimana dengan nasib band Rapijali? Hal tersebut masih menjadi misteri.</p>



<p>Salah satu hal yang Penulis sukai dari novel ini adalah banyaknya <em>quote </em>yang sangat masuk ke hati, seperti:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>&#8220;Sama seperti semua manusia yang terlahir ke dunia, tak terkecuali dirinya. Semakin besar cinta, semakin telak cinta dapat melukai.&#8221;</strong></p></blockquote>



<p>Memang bagian akhir dari ini cukup bisa membuat pembacanya merasa sesak. Entah mengapa terjadi begitu banyak perpisahan yang menyakitkan di sekitar Ping. Siapa yang harus berpisah dengan siapa, lebih baik Pembaca membacanya sendiri.</p>



<p>Terakhir, Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada <a href="https://markasbuku.com/">Markas Buku</a> sehingga Penulis bisa menikmati novel terbaru dari Dee Lestari ini.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 8 Agustus 2021, terinspirasi setelah membaca novel <em>Rapijali 2: Menjadi</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-2-menjadi/">Setelah Membaca Rapijali 2: Menjadi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-2-menjadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Rapijali 1: Mencari</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-1-mencari/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-1-mencari/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2021 23:41:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Rapijali]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhirnya Dee Lestari, salah satu penulis favorit Penulis, merilis novel terbarunya. Menariknya, novel ini merupakan novel lama yang telah lama &#8220;dipetieskan&#8221; selama 27 tahun dan akhirnya ditulis kembali dengan berbagai penyesuaian. Karena punya teman yang memiliki toko buku online, Penulis bisa ikut pre-order novel ini tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Kok bisa? Sebagai ganti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-1-mencari/">Setelah Membaca Rapijali 1: Mencari</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Akhirnya <strong>Dee Lestari</strong>, salah satu penulis favorit Penulis, merilis novel terbarunya. Menariknya, novel ini merupakan novel lama yang telah lama &#8220;dipetieskan&#8221; selama 27 tahun dan akhirnya ditulis kembali dengan berbagai penyesuaian.</p>



<p>Karena punya teman yang memiliki toko buku <em>online</em>, Penulis bisa ikut <em>pre-order </em>novel ini tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Kok bisa? Sebagai ganti novel gratis, Penulis membuatkan resensi + <em>review </em>tipis-tipis untuk situs bukunya tersebut.</p>



<p>Penulis pun segera membaca novel ini dalam kurun waktu yang cukup singkat. Apalagi, bahasa dan tema dari novel ini bisa dibilang sangat ringan jika dibandingkan dengan novel <em><a href="https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/">Aroma Karsa</a></em> ataupun seri <em>Supernova</em>.</p>



<p>Berjudul <em><strong>Rapijali 1: Mencari</strong></em>, inilah ulasan Penulis tentangnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Novel ini berpusat pada tokoh <strong>Ping</strong>, seorang gadis (sampai bab 4 Penulis mengira Ping adalah laki-laki) yang hidup secara sederhana di <strong>Pantai Batu Karas</strong> bersama kakek yang sangat menyayanginya. Ia memiliki bakat bermain musik, yang besar kemungkinan menurun dari kakeknya yang seorang musisi.</p>



<p>Ping memiliki seorang sahabat bernama <strong>Oding</strong>, seorang pemuda yang sangat lihai dalam berselancar. Di mana ada Ping, di situ ada Oding. Begitu kata warga di sana melihat keakraban mereka berdua.</p>



<p>Kedamaian Ping berubah drastis ketika sang kakek, <strong>Yuda Alexander</strong>, meninggal secara tiba-tiba ketika band kecil mereka sedang manggung. Ping merasa terkhianati, apalagi keluarga Oding sudah mengetahui penyakit kanker yang telah lama menggerogoti tubuhnya.</p>



<p>Di tengah-tengah ketidakpastian hidupnya, Ping mendapatkan telepon dari seseorang dari Jakarta. Mereka pun melakukan pertemuan dan Ping harus menelan kenyataan kalau <strong>dirinya harus pindah ke ibukota untuk menjadi anak asuh Guntur</strong>, salah satu calon gubernur Jakarta.</p>



<p>Ping tak kuasa menolaknya, sebab itu adalah pesan dari mendiang kakeknya. Dengan terpaksa, dirinya harus pindah ke Jakarta dan menjalani kehidupan barunya bersama keluarga Guntur. Di sana, ia merasakan adanya penolakan dari istri dan anak laki-laki Guntur.</p>



<p>Kenapa Guntur mau mengasuh Ping yang bisa membuat reputasinya sebagai calon gubernur jatuh? Karena ternyata<strong> Ping merupakan anak kandungnya! </strong>Guntur sempat menjalin tali asmara bersama <strong>Kinari</strong>, ibu dari Ping. Kenyataan ini, sampai akhir novel, belum diketahui oleh Ping.</p>



<p>Selain itu, ia juga akan disekolahkan di salah satu sekolah elit, <strong>Pradipa Bangsa</strong>. Meskipun awalnya merasa sulit beradaptasi, Ping mulai menemukan teman-teman di sekolahnya. Bahkan, ia mengikuti sebuah audisi band yang membuatnya bisa menyalurkan <em>passion</em>-nya di dunia musik. </p>



<p>Sudah, kurang lebih seperti itu inti cerita beserta konflik dari novel ini. Masih akan ada dua buku lagi yang akan menjadi sekuel buku ini!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Rapijali 1: Mencari</h1>



<p>Jika dibandingkan dengan novel <em>Aroma Karsa </em>atau serial <em>Supernova</em>, <em>Rapijali </em>terkesan <strong>ringan karena diambil dari sudut pandang anak SMA dengan konflik yang cenderung dekat dan realistis</strong>. Ping tidak perlu berhadapan dengan makhluk dari dunia lain, ia hanya perlu hidup di &#8220;dunia yang berbeda&#8221;.</p>



<p>Bahkan seingat Penulis, baru kali ini anak SMA menjadi tokoh utama dari novel karya Dee. Tokoh utama novel <em>romance <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-perahu-kertas/">Perahu Kertas</a></em>, Kugi dan Keenan, sama-sama berangkat dari bangku kuliah. Sepertinya ada beberapa karakter di serial <em>Supernova</em> yang merupakan anak SMA, tapi konfliknya jauh lebih berat.</p>



<p>Penulis bukannya meremehkan konflik yang harus dihadapi oleh Ping. Pindah ke keluarga baru yang benar-benar asing jelas hal yang berat bagi banyak orang. Hanya saja, setidaknya Ping masih memiliki Guntur yang peduli kepadanya dan teman-teman sekolah yang mau menerima dirinya.</p>



<p>Karena ceritanya ringan, Penulis pun sedikit merasa aneh dengan novel ini. Pemilihan katanya memang masih enak dibaca, tapi <strong>daya magis Dee kurang terasa</strong>. Tidak terlalu banyak permainan diksi yang menarik, sesuatu yang Penulis sukai dari seorang Dee Lestari.</p>



<p><strong>Konfliknya juga terasa kurang <em>greget</em></strong>. Tidak ada klimaks di bagian akhir novel, meskipun Penulis paham novel ini akan memiliki lanjutan sehingga kemungkinan besar klimaksnya ada di sana. Cerita novel ini cenderung <em>flat </em>meskipun masih menarik untuk diikuti.</p>



<p>Setelah pindah ke Jakarta, Ping hampir tidak bertemu masalah besar. Apalagi, ia berkenalan dengan teman-teman yang tidak memandang rendah dirinya. Jika di dunia nyata, anak desa yang masuk sekolah elit pasti akan diremehkan, bahkan di-<em>bully</em>.</p>



<p>Ketika mengetahui Ping memiliki semacam &#8220;kekuatan super&#8221; di dunia musik, awalnya Penulis menduga kemampuannya seperti kemampuan penciuman Jati di novel <em>Aroma Karsa</em>. Kekuatan tersebut cukup menonjol di novel ini, tapi tidak terlalu. </p>



<p>Ping bisa memainkan hampir semua alat musik dan semua lagu hanya dengan mendengarkannya. Ia tidak bisa membaca not balok, sehingga ia mendapatkan pelatihan khusus dari ibu temannya. </p>



<p>Oh iya, ada beberapa lagu yang disebutkan di novel ini. Sayangnya, Penulis tidak ada yang tahu lagu-lagu tersebut sehingga harus membuka YouTube.</p>



<p>Untuk kisah romantisnya, ada banyak &#8220;segi&#8221; dalam novel ini. Ping tertarik dengan teman satu bandnya, Rakai. Ia memiliki saingan Jemi, salah satu murid paling menonjol di sekolahnya. Anak laki-laki Guntur, Ardi, suka dengan Jemi. Rakai dan Jemi terlihat saling tertarik. Jangan lupa masih ada Oding yang seolah terlupakan setelah Ping pindah ke Jakarta.</p>



<p>Buku pertama ini bisa disebut sebagai bagian pembukaan atau perkenalan. Meskipun sedikit mengecewakan, Penulis tetap merekomendasikan buku ini kepada siapapun yang butuh bacaan ringan untuk mengisi waktu.</p>



<p>Nilai: <strong>4.0/5.0</strong></p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 22 Maret 2021, terinspirasi setelah membaca buku <em>Rapijali 1: Mencari</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-1-mencari/">Setelah Membaca Rapijali 1: Mencari</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-rapijali-1-mencari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
