<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sebastian Vettel Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sebastian-vettel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sebastian-vettel/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Oct 2022 12:05:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Sebastian Vettel Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sebastian-vettel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2022 11:48:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Dietrich Mateschitsz]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi tadi, Penulis dikejutkan dengan sebuah berita yang menyebutkan kalau bos Red Bull, Dietrich Mateschitz, meninggal dunia dalam usia 78 tahun karena sakit. Buat yang belum tahu, ia adalah salah satu orang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai 25,4 miliar dolar Amerika. Dietrich (selanjutnya akan Penulis sebut Om Didi) mendirikan Red Bull GmbH [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pagi tadi, Penulis dikejutkan dengan sebuah berita yang menyebutkan kalau bos Red Bull, <strong>Dietrich Mateschitz</strong>, meninggal dunia dalam usia 78 tahun karena sakit. Buat yang belum tahu, ia adalah salah satu orang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai 25,4 miliar dolar Amerika.</p>



<p>Dietrich (selanjutnya akan Penulis sebut Om Didi) mendirikan <strong>Red Bull GmbH</strong> pada tahun 1984 dengan menjalin kerja sama dengan pengusaha Thailand, Chaleo Yoovidhya, yang pemilik minuman energi Kratingdaeng. Berawal dari inilah ia mulai membangun kerajaan bisnisnya, termasuk di bidang olahraga.</p>



<p>Penulis sejujurnya baru mengetahui namanya akhir-akhir ini, ketika kanal YouTube <a href="https://www.youtube.com/watch?v=oghcWfsYK-s">BoxBoxNow Indonesia membuat video tentang sejarah tim Red Bull</a> dan bagaimana peran Om Didi yang berawal dari pengusaha minuman energi menjadi pemilik salah satu tim tersukses di <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Formula 1 (F1)</a>.</p>





<p>Untuk menenangnya, Penulis memutuskan untuk membuat sebuah tulisan singkat mengenai kontribusi Om Didi di F1 dan bagaimana ia bisa meninggalkan legasi di F1 dengan luar biasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Red Bull di F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6073" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mobil Red Bull Sauber yang Melekat di Ingatan Penulis (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Sauber_C19">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Semenjak mengenal F1 di awal tahun 2000-an, Penulis tidak asing dengan Red Bull. Pasalnya, mereka merupakan sponsor utama di tim Sauber yang waktu itu masih menggunakan <a href="https://whathefan.com/olahraga/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a> sebagai pembalapnya. Red Bull memang punya saham di sana sekitar 60%, tapi tetap saja Om Didi tidak bisa bergerak bebas.</p>



<p>Untuk itu, Om Didi memutuskan untuk membeli tim Jaguar Racing (dulunya bernama Stewart Grand Prix) pada tahun 2004 dan mengubahnya menjadi <strong>Red Bull Racing</strong>. Tidak cukup satu, Om Didi juga memutuskan untuk membeli klub legendaris asal Italia, Minardi, pada tahun 2005 dan mengubahnya menjadi <strong>Toro Rosso</strong> (banteng merah dalam bahasa Italia).</p>



<p>Uniknya, Toro Rosso yang dimaksudkan sebagai tim untuk membina pembalap muda justru meraih podium terlebih dahulu dibandingkan seniornya. Yang berhasil meraih podium tersebut, siapa lagi kalau bukan <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a></strong> ketika sedang berlaga di GP Italia pada tahun 2008.</p>



<p>Tidak hanya itu, Om Didi juga membeli sirkuit A-1 Ring di Austria dan mengubah namanya menjadi <strong>Red Bull Ring</strong>. Sirkuit ini pada akhirnya menjadi salah satu tuan rumah Grand Prix F1. Selain untuk balapan, sirkuit ini juga digunakan untuk membina pembalap-pembalap muda yang akan diproyeksikan untuk masuk ke tim utama.</p>



<p>Dalam periode tersebut, Penulis melihat tim Red Bull sebagai tim papan bawah, <em>mong </em>tim Jaguar memang bukan tim yang konsisten menembus papan atas. Namun, ternyata Penulis salah dan Red Bull bertransformasi menjadi tim yang sangat menjanjikan. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Dominasi Red Bull Lewat Vettel dan Verstappen</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6074" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen dan Mobil Red Bull-nya (<a href="https://thewest.com.au/sport/motorsport/max-verstappen-wins-2022-f1-world-title-c-8494337">The West Australian</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tahun 2009, ketika Brawn GP merajut kisah Cinderella-nya, tanpa diduga tim Red Bull yang dinahkodai <strong>Sebastian Vettel</strong> dan <strong>Mark Webber</strong> berhasil memberikan persaingan yang kuat terutama di paruh kedua musim. </p>



<p>Meskipun tidak menjadi juara, Red Bull berhasil mengunci beberapa kemenangan yang seolah menandakan kalau mereka siap menjadi tim papan atas. Mereka setidaknya mampu unggul di atas tim-tim yang selama ini menguasai F1.</p>



<p>Dominasi mereka dimulai pada musim 2010 hingga 2013, di mana Sebastian Vettel yang merupakan pembalap akademi mereka berhasil menjadi juara dunia empat kali berturut-turut, baik sebagai tim konstruktor maupun pembalap. </p>



<p>Sayangnya, dominasi mereka berhasil dipatahkan oleh Mercedes dan Lewis Hamilton, tim yang bermula dari Brawn GP. Untungnya, dominasi Mercedes berhasil dipatahkan secara dramatis oleh Red Bull melalui <strong>Max Verstappen </strong>yang berhasil menjadi juara dunia pada musim 2021. </p>



<p>Bahkan, ia berhasil mempertahankan gelarnya di musim 2022 ini di saat balapan masih menyisakan 4 <em>race </em>lagi. Mungkin, ini adalah pertanda bahwa Red Bull akan kembali mendominasi F1 (terlepas dari masalah <em>budget cap </em>yang sedang dihadapi sekarang).</p>



<p>Verstappen sendiri bergabung dengan Red Bull di tahun 2014 dan melakukan debut bersama Toro Rosso (sekarang Alpha Tauri) pada tahun berikutnya. Tak perlu lama, ia langsung promosi ke tim utama pada tahun 2016 karena talenta yang dimilikinya. </p>



<p>Tak heran jika Verstappen sampai mengatakan kalau tanpa Om Didi dirinya<strong> &#8220;<em>tidak akan berada di sini hari ini</em>&#8220;</strong>, menunjukkan betapa besarnya peran Om Didi dalam karirnya di F1.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Dengan sangat sedih kami mengetahui kematian Dietrich. Dia adalah pria yang luar biasa dan dia mencintai Formula Satu. Kami berutang banyak padanya sebagai sebuah tim, dan apa yang dia inginkan lebih dari segalanya adalah melihat kedua mobilnya keluar di kualifikasi hari ini. Pikiran saya bersama keluarganya,” kata kepala tim Red Bull, Christian Horner.</p></blockquote>



<p>Kiprah Om Didi di F1 tidak perlu dipertanyakan lagi, dengan berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh Red Bull semenjak terbentuk. Tidak hanya di F1, Om Didi juga memiliki beberapa tim olahraga lain seperti tim Nascar dan banyak olahraga ekstrem. </p>



<p>Red Bull juga diketahui memiliki beberapa tim sepak bola, seperti Red Bull Salzburg, New York Red Bulls, Re Bull Brasil, Red Bull Ghana, hingga yang paling terkenal RB Leipzig yang beberapa tahun terakhir mampu bersaing di papan atas Bundesliga.</p>



<p>Banyaknya klub olahraga yang dimiliki oleh Om Didi seolah membuktikan kalau ia melakukannya bukan hanya demi uang dan bisnis semata, tetapi karena <strong>ia memang benar-benar memiliki <em>passion </em>dalam bidang olahraga</strong>. </p>



<p>Kesabarannya dalam membangun tim Red Bull Racing di F1 menjadi bukti nyata lainnya. Kemunculan Red Bull di F1 yang notabene dikuasai oleh tim-tim dengan sejarah panjang seperti Ferrari, McLaren, dan Renault, sampai hari ini masih terkesan luar biasa. </p>



<p>Bayangkan saja, merek minuman energi (meskipun mereka memang bekerja sama dengan konstruktor lain dalam membuat mesin) bisa berkompetisi dengan merek-merek yang memang terjun di bidang otomotif. </p>



<p>Meninggalnya Om Didi tentu menyedihkan, terutama bagi keluarga besar Red Bull. Namun, legasi yang ia tinggalkan akan masih terus berjalan hingga bertahun-tahun yang akan datang. Apalagi, Red Bull dan Verstappen tampaknya akan mendominasi F1 untuk musim-musim berikutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 23 Oktober 2022, terinpsirasi setelah mendengar berita kematian Dietrich Mateschitsz</p>



<p>Foto: <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article.breaking-red-bull-founder-dietrich-mateschitz-passes-away-aged-78.8IH4SaZBqwwfCZWYe3XwJ.html">F1</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=oghcWfsYK-s">Red Bull F1: Sebuah Epitome [SUPERCUT] &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Red_Bull_Racing">Red Bull Racing &#8211; Wikipedia</a></li><li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Dietrich_Mateschitz">Dietrich Mateschitz &#8211; Wikipedia</a></li><li><a href="https://www.theguardian.com/sport/2022/oct/22/red-bull-co-owner-dietrich-mateschitz-dies-aged-78-after-long-term-illness">Red Bull co-owner Dietrich Mateschitz dies, aged 78, after long-term illness | Red Bull | The Guardian</a></li><li><a href="https://www.japantimes.co.jp/news/2022/10/23/business/dietrich-mateschitz-red-bull-owner-dies/">Dietrich Mateschitz, marketing pioneer of Red Bull, dies at 78 | The Japan Times</a></li><li><a href="https://www.crash.net/f1/news/1015344/1/verstappen-pays-tribute-mateschitz-without-him-i-wouldn-t-be-here-today">Max Verstappen pays tribute to Dietrich Mateschitz: “Without him I wouldn’t be here today” | F1 | News (crash.net)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Suka Formula 1?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Kimi Raikkonen]]></category>
		<category><![CDATA[Lewis Hamilton]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Mercedes]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Max Verstappen berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia Formula 1 (F1) back-to-back setelah kemenangan yang ia raih di GP Suzuka, balapan yang bisa dibilang cukup membingungkan penonton, panitia, bahkan pembalapnya sendiri. Terlepas dari itu, performa Verstappen musim ini memang cukup luar biasa. Rasanya semua penonton F1 sepakat kalau ia memang layak untuk menyandang gelar tersebut, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Kenapa Saya Suka Formula 1?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Max Verstappen </strong>berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia Formula 1 (F1) <em>back-to-back </em>setelah kemenangan yang ia raih di GP Suzuka, balapan yang bisa dibilang cukup membingungkan penonton, panitia, bahkan pembalapnya sendiri.</p>



<p>Terlepas dari itu, performa Verstappen musim ini memang cukup luar biasa. Rasanya semua penonton F1 sepakat kalau ia memang layak untuk menyandang gelar tersebut, bahkan memprediksi kalau Verstappen dan Red Bull akan mendominasi F1 beberapa tahun ke depan.</p>



<p>Nah, Penulis jadi ingin sedikit berbagai mengenai bagaimana dirinya bisa menjadi penggemar F1, olahraga yang notabene tidak terlalu populer di Indonesia dan kalah pamor dari Moto GP yang lebih digandrungi oleh masyarakat kebanyakan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Suka F1 dan Michael Schumacher</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5991" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Idola Pertama di F1 (<a href="https://www.foxsports.com.au/motorsport/formula-one/f1-lewis-hamiltons-dominance-exceeding-michael-schumachers-peak-period-at-ferrari/news-story/5a68e76bd182d4da9d3cdf74d1e8203a">Fox Sports</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tulisan &#8220;<em><a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Idola Bernama Michael Schumacher</a></em>&#8220;, Penulis sudah pernah membahas sedikit mengenai awal mula bisa jatuh cinta dengan F1. Salah satu alasan utamanya adalah di rumah ada beberapa majalah yang membahas tentang F1 (yang sayangnya sudah hilang).</p>



<p>Dari sana, Penulis jadi mengetah beberapa hal tentang F1, termasuk tentang sosok <strong>Michael Schumacher</strong> dan <strong>Ferrari </strong>yang begitu mendominasi di awal tahun 2000-an. Penulis yang punya kebiasaan &#8220;memilih yang terbaik&#8221; pun menjadikannya sebagai idola.</p>



<p>Bahkan, Penulis lebih tahu dulu F1 daripada sepak bola. Ketika kelas 2 SD, teman-teman  Penulis saling menyebutkan nama klub bola favoritnya. Penulis dengan polosnya menyebut nama Schumacher, hanya karena pernah melihatnya bermain sepak bola di laga amal. </p>



<p>Sebagai pendukung Schumi, nama panggilan Schumacher, tentu Penulis merasa senang karena ia berhasil menang terus. Bagi penggemar lain, mungkin F1 akan menjadi begitu membosankan karena adanya satu sosok yang terlalu dominan. (NB: Ini yang Penulis rasakan ketika melihat dominasi Hamilton di kemudian hari)</p>



<p>Lantas, dominasi tersebut dipatahkan oleh <strong>Fernando Alonso</strong> bersama <strong>Renault</strong> di tahun 2005-2006. Tentu saja Penulis merasa sedih karena idolanya tidak juara, apalagi Schumacher memutuskan untuk pensiun di akhir musim 2006 karena masalah politik di Ferrari.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Idola Pengganti Schumacher?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5992" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Raikkonen Pengganti Schumacher (<a href="https://www.motorsport.com/f1/news/kimi-raikkonen-retires-2007-title-ferrari/6658500/">Motorsport.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Karena tidak ada Schumacher, tentu Penulis harus menemukan idola baru untuk didukung. Pilihan tersebut jatuh ke <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a></strong>, yang kebetulan juga merupakan pengganti Schumacher di Ferrari.</p>



<p>Penulis tentu merasa bahagia ketika ia berhasil menjadi juara dunia di tahun 2007. Bayangkan, berhasil menjadi juara di musim debutnya bersama Ferrari. Lebih serunya lagi, ia berhasil menjadi juara hanya dengan jarak 1 poin dari <em>rookie </em><strong>Mclaren</strong>, <strong>Lewis Hamilton</strong>.</p>



<p>Sayangnya, Raikkonen tidak bertahan lama di Ferrari. Setelah musim 2008, kontraknya diputus karena Ferrari ingin merekrut Fernando Alonso. Nah, Alonso kan mantan rival Schumacher, jadi susah untuk Penulis memilihnya sebagai pengganti idola.</p>



<p>Di tahun 2009, ada tim  baru yang berhasil mencuri perhatian: <strong>Brawn GP</strong>. Berasal dari tim Honda yang akan segera meninggalkan F1, siapa yang sangka kalau tim tersebut bisa meraih gelar juara lewat <strong>Jenson Button</strong>. </p>



<p>Penulis tidak lantas menjadi penggemar Button, hanya saja Penulis mendukung tim ini untuk bisa menjadi jaura dunia. Hanya saja, Brawn GP juga tidak bertahan lama karena keburu dibeli oleh <strong>Mercedes</strong>, yang kelak akan mendominasi F1. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Masa-Masa Meninggalkan F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5993" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dominasi Hamilton Bikin Jenuh (<a href="https://racingnews365.com/mercedes-offers-clear-hint-that-hamilton-will-race-in-2022">RacingNews365</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahun 2009, semua mata tertuju pada Brawn GP. Padahal, ada satu tim baru yang juga cukup mencuri perhatian: <strong>Red Bull</strong>. Bagaimana bisa merek minuman energi bisa memiliki mobil F1 yang kompetitif? (Ini akan Penulis bahas khusus nanti)</p>



<p>Salah satu alasannya adalah mereka memiliki pembalap handal, <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a></strong>. Penulis pun menjagokan Vettel bersama Red Bull. Ternyata, pilihan Penulis tidak salah karena kombo Vettel-Red Bull berhasil membuahkan juara dunia empat kali berturut-turut (2010-2013).</p>



<p>Selain itu, Schumacher secara mengejutkan juga melakukan <em>comeback </em>dan bergabung dengan Mercedes untuk balapan selama 3 musim. Raikkonen juga <em>comeback </em>untuk bergabung dengan Lotus pada tahun 2012. </p>



<p>Sayangnya, ketika mulai kuliah (sekitar tahun 2012), entah mengapa Penulis mulai meninggalkan F1. Apalagi, setelah Vettel juara di tahun 2013, Hamilton bersama Mercedes (sempat terselip nama <strong>Nico Rosberg</strong>) begitu mendominasi F1 di era <em>hybrid</em>.</p>



<p>Jadi, kemungkinan besar Penulis berhenti mengikuti F1 adalah karena tidak adanya lagi sosok idola dan dominasi Hamilton yang membuat F1 terasa membosankan. Barulah di (akhir) musim 2021, gairah Penulis untuk kembali mengikuti F1 muncul.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kembali Mengikuti F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5994" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen Bakal Mendominasi F1 di Masa-Masa yang akan Datang? (<a href="https://www.si.com/formula1/2022/10/09/verstappen-crowned-f1-world-champion-after-wet-confusing-japanese-grand-prix">Sports Illustrated</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis tertarik untuk kembali mengikuti F1 adalah karena ada sosok yang terlihat bisa merusak dominasi Hamilton: <strong>Max Verstappen </strong>dari<strong> Red Bull</strong>. Bahkan, poin keduanya berada di angka yang sama hingga GP terakhir di Abu Dhabi.</p>



<p>Penulis yang tidak mengikuti dari awal musim memutuskan untuk menonton balapan terakhir di situ. Sebuah keputusan yang benar, karena balapan tersebut menyajikan drama gila yang tidak akan dilupakan oleh semua penggemar F1!</p>



<p>Penulis tidak akan membahas kontroversi tersebut. Yang jelas, balapan tersebut berhasil membangkitkan kembali kesukaan Penulis terhadap F1. Selain mengikuti secara penuh musim 2022 ini, Penulis juga banyak menonton video-video F1 di YouTube.</p>



<p>Selain dari kanal resmi F1 untuk &#8220;mengejar ketertinggalan&#8221;, Penulis juga merupakan penonton setia dari <strong><a href="https://youtube.com/c/BoxBoxNowIndonesia">BoxBoxNowIndonesia</a></strong> dan <a href="https://youtube.com/c/F1SpeedIndonesia"><strong>F1 Speed Indonesia</strong></a>. Banyak sekali pengetahuan yang Penulis dapatkan dari 2 kanal tersebut.</p>



<p>Bahkan, Penulis sampai membuat <em>sheet </em>yang menjelaskan mengenai sejarah tim dan pembalap-pembalap yang pernah turut serta di F1. Mungkin, suatu hari nanti Penulis akan coba <em>share </em>tentang itu di blog ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dengan keluarnya Verstappen sebagai juara dunia musim 2022, Penulis pun tak sabar untuk menantikan musim 2023 yang tentu diharapkan semakin seru. Apalagi, akan ada beberapa sirkuit baru seperti Las Vegas yang tentunya menarik untuk ditonton.</p>



<p>Penulis sendiri bukan penggemar Verstappen, meskipun Penulis bisa dibilang condong ke tim Red Bull sekarang. Oleh karena itu, Penulis berharap akan ada juara baru di tahun 2023 nanti. Apalagi, ada banyak nama potensial yang bisa menjadi penantang juara.</p>



<p>Bagi Penulis, F1 adalah <strong>ajang balap yang paling seru</strong> dibandingkan yang lain, bahkan jika dibandingkan Moto GP yang kesannya lebih banyak menyajikan aksi salip-menyalip. Apalagi, sekarang F1 telah meninggalkan kesan eksklusivitasnya dan bisa diakses oleh banyak orang.</p>



<p>Selain itu, bentuk mobil dan <em>livery </em>F1 kerap tampil dengan desain yang elegan dan mewah. Apalagi di tahun 2022 ini, banyak sekali desain mobil yang terlihat luar biasa sehingga Penulis sangat ingin memiliki miniaturnya. Sayang, harganya mahal tidak karuan.</p>



<p>Jadi, kurang lebih itulah alasan mengapa Penulis bisa suka dengan Formula 1. Ada &#8220;sejarah panjang&#8221; di baliknya, meskipun Penulis sempat bersikap apatis selama bertahun-tahun karena berbagai alasan. Mungkin, setelah ini Penulis akan terus intens dalam mengikuti F1.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Foto: <a href="https://www.ikbariyasport.com/f1-2022-news-japanese-grand-prix-suzuka-max-verstappen-championship-red-bull-racing-fia-regulations-tyres-rain-pierre-gasly-safety/">Ikbariyasport</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Kenapa Saya Suka Formula 1?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebastian Vettel: The Inspector yang Dicintai Penggemar F1</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 14:05:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5822</guid>

					<description><![CDATA[<p>Secara mengejutkan, Penulis mendapatkan kabar dari adik kalau salah satu pembalap legendaris Formula 1 yang sedang membela tim Aston Martin, Sebastian Vettel, memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2022 ini. Ketika memerhatikan kolom komentar baik di Instagram maupun YouTube, semua mengutarakan kesedihannya atas pembalap yang dikenal memiliki pengetahuan luas seputar dunia balap yang ia geluti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel: The Inspector yang Dicintai Penggemar F1</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Secara mengejutkan, Penulis mendapatkan kabar dari adik kalau salah satu pembalap legendaris Formula 1 yang sedang membela tim Aston Martin, <strong>Sebastian Vettel</strong>, memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2022 ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Sebastian Vettel Announces F1 Retirement" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/r3BgDLfRTjk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika memerhatikan kolom komentar baik di Instagram maupun YouTube, semua mengutarakan kesedihannya atas pembalap yang dikenal memiliki pengetahuan luas seputar dunia balap yang ia geluti tersebut.</p>



<p>Penulis sebagai penggemar Formula 1 pun tergerak untuk menulis tentangnya di blog ini, sebagai bentuk terima kasih atas semua yang telah ia berikan untuk ajang balap ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Awal Karir Vettel di Formula 1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5827" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Vettel dan Kubica (<a href="https://www.essentiallysports.com/f1-news-former-f1-driver-reveals-bmw-wasnt-convinced-to-sign-sebastian-vettel-in-2008/">Essentially Sports</a>)</figcaption></figure>



<p>Vettel memulai karirnya di Formula 1 sebagai <em>test driver </em>untuk tim BMW Sauber tahun 2006 di usianya yang ke 19 tahun 53 hari. Ketika pembalap utama berhalangan (seperti Jacques Villeneuve dan Robert Kubica), ia tampil di beberapa Grand Prix.</p>



<p>Pada pertengahan 2007, BMW Sauber melepas Vettel ke Toro Rosso, <em>sister team </em>dari Red Bull yang dulunya bernama Minardi. Di tahun pertamanya, ia masih menjadi seorang <em>test driver</em>. Baru di tahun 2008-lah ia menjadi pembalap utama bersama Sébastien Bourdais.</p>



<p>Vettel sah menjadi pembalap termuda yang mampu memenangkan balapan Formula 1 ketika berlaga di Grand Prix Italia. Itu menjadi kemenangan perdana Toro Rosso, bahkan mendahului Red Bull yang merupakan tim utamanya.</p>



<p>Pada masa-masa ini, Penulis sama sekali belum <em>notice </em>kalau ada pembalap berbakat dalam diri Vettel. Saat itu, F1 sedang cukup sengit, di mana penentuan juara pada musim 2007 dan 2008 begitu ketat hingga ke balapan terakhir.  </p>



<h2 class="wp-block-heading">Dominasi Vettel Bersama Red Bull</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5828" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dominasi Vettel Bersama Red Bull (<a href="https://www.redbull.com/nz-en/sebastian-vettel-career-retrospective">Red Bull</a>)</figcaption></figure>



<p>Berkat penampilannya di tahun 2008, ia berhasil mendapatkan gelar Rookie of the Year. Performanya yang impresif membuatnya ditarik ke tim utama, Red Bull, pada tahun 2009 untuk menggantikan David Coulthard yang pensiun dan berduet dengan Mark Webber.</p>



<p>Vettel berhasil membawa kemenangan perdana untuk Red Bull pada Grand Prix China. Performanya cukup baik di musim pertamanya bersama Red Bull, tetepi masih kalah dari Jenson Button bersama Brawn GP yang akhirnya keluar menjadi juara dunia.</p>



<p>Bisa dibilang, kisah dongeng Brawn GP benar-benar luar biasa waktu itu, hingga menutup adanya tim baru bernama Red Bull yang juga tampil luar biasa. Padahal, dulu tim tersebut bernama Jaguar (sebelumnya Stewart) dan sama sekali tidak berprestasi.</p>



<p>Pada musim 2010-lah dominasi Vettel dan Red Bull di Formula 1 dimulai. Hingga musim 2013, Vettel berhasil menjadi juara dunia empat kali berturut-turut. Ia juga mencatatkan rekor sebagai juara dunia termuda (23 tahun 123 hari) yang masih bertahan hingga saat ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Karir Vettel di Ferrari dan Aston Martin</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5829" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Jatuhnya Vettel Bersama Ferrari (<a href="https://thesportsrush.com/f1-news-sebastian-vettel-has-been-contemplating-about-retirement-since-ferrari-days/">The Sports Rush</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah kehilangan gelar pada musim 2014, Vettel memutuskan untuk pindah ke tim legendaris Ferrari, tim impiannya sejak kecil mengingat Michael Schumacher adalah idolanya. Ia akan menggantikan Fernando Alonso dan akan berpasangan dengan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a>.</p>



<p>Sayangnya, tidak ada gelar juara dunia yang berhasil ia raih bersama tim kuda jingkrak tersebut. Dominasi Mercedez dan kurang harmonisnya hubungan Vettel bersama tim di beberapa musim terakhirnya menjadi beberapa alasannya.</p>



<p>Pada akhirnya, Vettel memutuskan untuk pindah ke tim Aston Martin pada musim 2021. Banyak yang menganggap kepindahannya tersebut dikarenakan karena Ferrari lebih memilih Charles Leclerc sebagai pembalap nomor satunya.</p>



<p>Berhubung Aston Martin adalah tim papan tengah (jika bukan tim papan bawah), maka tidak ada gelar juara yang berhasil ia raih. Dengan alasan ingin fokus ke keluarganya, Vettel resmi pensiun setelah musim 2022 ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Vettel adalah satu dari sedikit pembalap yang dicintai oleh hampir semua penggemar F1. Humoris, memiliki pengetahuan yang luas seputar F1, <em>humble</em>, juara dunia empat kali, menjadi mentor Mick Schumacher, menjadi beberapa alasannya. </p>



<p>Salah satu hal yang begitu membuat Penulis terperangah adalah <a href="https://youtu.be/LH9yXEpoMEw">ia mampu mengingat semua juara dunia F1</a>, dari yang terbaru hingga juara pertama. Tidak ada pembalap F1 lain yang memiliki kemampuan sehebat ini. Ia sampai mendapatkan julukan Inspector Seb.</p>



<p>Penulis sendiri langsung merasa kagum dengannya ketika ia berhasil menjadi juara dunia bersama Red Bull, tim yang bisa dibilang tergolong baru. Meskipun tidak sampai <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/idola-bernama-michael-schumacher/">mengidolakannya seperti Penulis ke Schumacher</a>, Vettel punya tempat spesial di hati.</p>



<p>Sayang sekali kepindahannya ke Ferrari seolah membuat karirnya meredup. Selain Mercedes yang terlalu superior, adanya konflik internal di dalam tubuh Ferrari juga semakin membuatnya tertekan dan akhirnya memutuskan untuk hengkang ke Aston Martin.</p>



<p>Walaupun begitu, Vettel akan tetap dikenang sebagai pembalap legendaris yang akan dicintai oleh penggemar F1. Semoga saja harapan penggemar agar ia menjadi presiden FIA bisa terkabulkan di masa depan. <strong>#ThankYouSeb</strong></p>



<p></p>



<p>NB: Yang menggantikan kursi Vettel di Aston Martin adalah Fernando Alonso, pembalap legendaris lainnya</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 1 Agustus 2022, terinspirasi setelah mendengar pengumuman kalau Vettel akan pensiun dari dunia F1</p>



<p>Foto: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel: The Inspector yang Dicintai Penggemar F1</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
