<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Si Putih Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/si-putih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/si-putih/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Si Putih Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/si-putih/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Si Putih</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2021 13:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Si Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5017</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tere Liye kembali melanjutkan serial Bumi yang kini sudah mencapai jilid ke-10 dan ke-11. Kali ini, Penulis akan membahas tentang buku ke-10, Si Putih, yang berpusat pada kucing milik Raib. Sebagai cerita spin-off, novel ini akan memiliki latar belakang yang jelas berbeda dengan serial Bumi lainnya. Kita akan dibawa ke klan baru bernama Polaris yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/">Setelah Membaca Si Putih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tere Liye kembali melanjutkan serial Bumi yang kini sudah mencapai jilid ke-10 dan ke-11. Kali ini, Penulis akan membahas tentang buku ke-10, <strong><em>Si Putih</em>,</strong> yang berpusat pada kucing milik Raib.</p>



<p>Sebagai cerita <em>spin-off</em>, novel ini akan memiliki latar belakang yang jelas berbeda dengan serial Bumi lainnya. Kita akan dibawa ke klan baru bernama Polaris yang belum pernah dikunjungi oleh Raib, Seli, dan Ali.</p>



<p>Ketika membeli novel ini, Penulis berharap akan mengetahui bagaimana <em>Si Putih </em>bisa sampai berada di depan rumah Raib dan akhirnya dipelihara. Sayangnya, novel ini akan memiliki sekuel sehingga tidak menjawab pertanyaan tersebut.</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Kali ini, kita akan dibawa berpetualang ke <strong>Klan Polaris</strong>, sebuah klan unik yang berada di konstelasi Ursa. Cerita berpusat pada tokoh bernama <strong>N-ou</strong> yang tinggal di kota E-um. </p>



<p>Tempat yang terbagi menjadi dua wilayah, di mana satu wilayah dibiarkan tanpa manusia agar ketika terjadi pandemi atau bencana lainnya, mereka bisa mengungsi ke bagian klan yang lebih aman.</p>



<p>Ketika N-ou berusia 12 tahun, pandemi mematikan tersebut muncul. Ia dan orangtuanya pun bergegas melewati dinding pembatas untuk mengungsi. Sayangnya di detik-detik terakhir, N-ou terpapar virus sehingga harus ditinggalkan di kota E-um.</p>



<p>N-ou yang sekarat tiba-tiba ditolong oleh seekor kucing berwarna putih yang kita kenal dengan nama Si Putih. Keajaiban pun menghampiri N-ou, ia berhasil selamat dari pandemi tersebut dan bertahan hidup. Setelah kondisinya pulih, ia mulai menelusuri tembok pembatas tersebut, berharap bisa menembusnya. </p>



<p>Sayang, lima tahun berlalu ia tidak menemukan celah sekecil apapun. Keinginannya untuk bertemu dengan orangtuanya pupus sudah. Ia pun membulatkan tekad untuk menyusuri area Timur, area yang selama ini terkesan misterius.</p>



<p>Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Pak Tua yang akan menjadi teman perjalanannya. Keberadaan orang tersebut membantu N-ou memahami dunia yang belum pernah ia dengar. Ia tidak sadar, perjalanannya kali ini akan membuatnya menyadari kekuatan terpendam yang ia miliki.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku <em>Si Putih</em></h2>



<p>Gimana ya, memang sih novel ini menghadirkan tokoh dan klan baru. Akan tetapi, formula petualangan yang digunakan tetap begitu-begitu saja. Tidak ada sesuatu yang bisa membuat pembaca merasa berdebar. Alurnya pun mudah ditebak dan tidak ada <em>suprise </em>sama sekali.</p>



<p>Kondisi pandemi yang menjadi konflik awal di novel ini nampaknya terinspirasi dari <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">pandemi Corona </a>yang terjadi di dunia nyata. Penulis berusaha untuk tidak <em>spoiler </em>terlalu banyak, tapi petualangan yang dihadapi N-ou bisa dibilang tidak ada yang baru. </p>



<p>Mungkin, hal yang baru di novel ini adalah adanya klan yang bisa mengendalikan hewan. Area Timur Klan Polaris ternyata dikuasai oleh Pengendali Hewan. </p>



<p>N-ou dan kucingnya ternyata bisa bersinergi dan menjadi petarung yang handal. Mereka berusaha untuk menggulingkan kekuasaan raja yang merupakan pengendali naga.</p>



<p>Karena ini bukunya Tere Liye, tanpa Penulis beritahu pun Pembaca mungkin sudah menebak kalau pada akhirnya N-ou berhasil mengalahkan sang raja. &#8220;Anak kemarin&#8221; bisa mengalahkan raja yang sudah berkuasa selama bertahun-tahun.</p>



<p>Bagaimana caranya? Tentu saja &#8220;bantuan dan kekuatan yang tiba-tiba muncul ketika keadaan terdesak&#8221;. Formula <em>ending</em>-nya sedikit mirip dengan <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang-pergi/">novel <em>Pulang-Pergi</em></a><em> </em>yang sudah Penulis ulas beberapa waktu lalu. </p>



<p>Ada beberapa bagian yang cukup membosankan di novel ini. Adegan Si Putih minta makan terlalu banyak diulang-ulang hingga rasanya sedikit memuakkan. </p>



<p><em>Character development</em>-nya? Rasanya juga begitu-begitu saja. N-ou berhasil menjadi remaja yang dewasa karena keadaan. Pak Tua tipe orang <em>tsundere </em>yang rasanya beberapa kali muncul di novel-novel Tere Liye.</p>



<p>Petualangan yang disajikan juga tidak bisa dibilang seru, hingga Penulis berpikir apakah karena faktor usia sehingga Penulis tidak bisa menikmati keseruan fantasi remaja ini?</p>



<p>Selain itu, akhir dari novel ini memiliki <em>ending </em>yang sangat menggantung. <em>Ending </em>tersebut seolah memaksa kita untuk membeli lanjutan dari novel ini yang berjudul <em>Bibi Gil</em>. Oh iya, Bibi Gil yang menjadi guru Miss Selena muncul di novel ini.</p>



<p>Sejujurnya, serial Bumi mulai membosankan. Penulis sempat memuji <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">novel Selena dan Nebula</a> yang memiliki alur cerita menarik serta penuh dengan intrik dan sedikit <em>plot twist</em>. Sayangnya, hal tersebut tidak Penulis temukan di sini.</p>



<p>Penulis akan tetap membeli <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial Bumi</a>. Bukan karena penasaran atau ceritanya menarik, melainkan karena <em>cover </em>dari buku-bukunya sangat <em>collectible</em> dan bagus untuk dipajang di rak buku.</p>



<figure class="wp-block-pullquote"><blockquote><p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p></blockquote></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 1 Juni 2021, terinspirasi setelah membaca novel <em>Si Putih </em>karya Tere Liye</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/">Setelah Membaca Si Putih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
