<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>standar ganda Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/standar-ganda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/standar-ganda/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Mar 2022 03:35:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>standar ganda Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/standar-ganda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Standar Ganda ala Barat</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2022 03:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[standar ganda]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Publik tengah dibuat khawatir dengan penyerangan Rusia ke Ukraina. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat kalau konflik ini dapat memicu Perang Dunia Ketiga dengan mengandalkan senjata nuklir yang mematikan. Dunia pun langsung merespon hal ini dengan mengecam serangan Rusia tersebut. Mayoritas negara, terutama negara barat, membela Ukraina dengan cara memberikan berbagai jenis sanksi kepada Rusia. Public [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">Standar Ganda ala Barat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Publik tengah dibuat khawatir dengan penyerangan Rusia ke Ukraina. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat kalau konflik ini dapat memicu Perang Dunia Ketiga dengan mengandalkan senjata nuklir yang mematikan.</p>



<p>Dunia pun langsung merespon hal ini dengan mengecam serangan Rusia tersebut. Mayoritas negara, terutama negara barat, membela Ukraina dengan cara memberikan berbagai jenis sanksi kepada Rusia. <em>Public figure </em>juga ramai-ramai menyuarakan perdamaian.</p>



<p>Menurut Penulis, melakukan invasi ke wilayah berdaulat dengan alasan apa pun memang tidak bisa dibenarkan. Hanya saja, Penulis merasa geram dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh pihak barat.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Hanya Rusia yang Dikecam?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5619" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Presiden Rusia, Vladimir Putin (<a href="https://www.reuters.com/markets/asia/vladimir-putin-tests-even-wall-streets-values-2022-03-02/">Reuters</a>)</figcaption></figure>



<p>Semua pihak yang memiliki afiliasi dengan barat mengutuk serangan Rusia ke Ukraina, termasuk ke Vladimir Putin selaku Presiden Rusia. Pemerintah, Hollywood, <em>public figure</em>, badan olahraga, beramai-ramai mengecam perang yang tengah terjadi ini.</p>



<p>Oke, itu adalah hal yang bagus karena mayoritas dari kita jelas lebih memilih hidup damai tanpa perasaan takut rumah kita akan dihujani rudal. Peperangan adalah hal yang sebisa mungkin dihindari.</p>



<p>Namun, ke mana mereka semua ketika <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">peperangan antara Israel dan Palestina terus bergejolak</a>? Ke mana mereka semua ketika banyak nyawa-nyawa tak berdosa di sana yang harus merenggang nyawa?</p>



<p>Ke mana mereka semua ketika Amerika Serikat melakukan invasi ke Afganistan dan Irak dengan alasan negara-negara tersebut memiliki senjata pemusnah massal yang hingga kini tidak terbukti?</p>



<p>Dua contoh di atas hanya sedikit contoh dari betapa bermuka duanya politik dunia barat. Selama menguntungkan bagi mereka, perang tidak masalah. Yang jadi masalah kalau perang tersebut sampai mengganggu kepentingan mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Semua Terkena Imbasnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5620" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Roman Abramovic (<a href="https://www.thetimes.co.uk/article/roman-abramovich-confirms-he-is-selling-chelsea-w30x30ngf">The Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bahkan merembet ke banyak hal, termasuk sepak bola dan Formula 1. Dampak yang terasa tidak hanya dirasakan oleh Rusia, tapi juga orang-orang yang berasal dari sana.</p>



<p>Roman Abramovic yang merupakan <em>owner </em>klub Chelsea bahkan langsung menjual klub kesayangannya tersebut. Padahal kita tahu, seberapa besar kontribusinya terhadap klub dan <em>passion</em>-nya untuk sepak bola. Jarang ada <em>owner </em>bola yang begitu peduli dengan klubnya.</p>



<p>Di ajang Formula 1, pembalap Haas Nikita Mazepin langsung diputus kontraknya. Meskipun ia sering menjadi ejekan karena bisa masuk ke ajang ini lewat bantuan &#8220;orang dalam&#8221;, perlakuan ini dianggap tidak adil.</p>



<p>Hanya karena mereka orang Rusia, mereka harus menelan pil pahit akibat sanksi yang diberikan oleh negara barat. Padahal, mereka belum tentu mendukung penyerangan yang dilakukan oleh Rusia.</p>



<p>Kenapa sanksi yang serupa tidak pernah diberikan kepada orang-orang yang berasal dari Amerika Serikat atau Israel yang sama-sama melakukan invasi ke negara lain? Atau memang dunia ini sudah berada di genggaman mereka sehingga bisa berbuat apa saja?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peran Media dan Perlawanan Publik di Media Sosial</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5621" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Whoever controls the media, controls the mind”</p><cite>Jim Morrison</cite></blockquote>



<p><em>Quote </em>di atas sangat terkenal, di mana pihak yang bisa menguasai dunia akan bisa menguasai pikiran. Logikanya sederhana, publik mengetahui informasi dari media massa, sehingga opini mereka bisa digiring ke arah tertentu.</p>



<p>Media, termasuk media sosial, menjadi &#8220;senjata&#8221; yang ampuh untuk membuat propaganda tertentu yang menguntungkan pihak tertentu. Maka dari itu, tak heran jika berita-berita isinya kebanyakan menyudutkan Rusia. Setiap hari, selalu ada saja berita tentang konflik tersebut.</p>



<p>Akan tetapi, kemunculan media sosial juga bisa menjadi media alternatif sehingga publik bisa mendapatkan sudut pandang lain dari berita yang diedarkan media barat. Mereka pun tidak menelan bulat-bulat apa yang diberikan oleh barat.</p>



<p>Oleh karena itu, opini yang beredar di media sosial pun beraneka macam. Tidak hanya menyuarakan perdamaian, mereka (termasuk Penulis melalui tulisan ini) mempertanyakan ke mana semua pihak ini ketika terjadi konflik di daerah lain.</p>



<p>Bahkan di akun Instagram <a href="https://www.instagram.com/p/Cao8RMxo8fV/">@bundesliga</a>, mereka sampai menghapus komentar yang mempertanyakan hal ini. Untungnya, ada pihak yang sudah menyalin komentar tersebut dan kembali memostingnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>What about other countries being invaded before and recently? Their life does not matter? Vietnam, Syria, Iraq, Libya, Yemen, Afghanistan and Palestine etc&#8230; Majority of this country invaded by Western Powers and some ethnic cleansing. Their life does not matter because of their skin color or religion? Yes what is happening in Ukraine is wrong. But i was told there&#8217;s no room for politics in sports. Sadly today the western media and football organizations are being so hypocrite. <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/alllifematters/">#alllifematters</a></p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Perdamaian adalah hal yang diidamkan oleh mayoritas masyarakat yang tinggal di bumi. Sebisa mungkin, peperangan yang akan membunuh insan-insan tak bersalah dihindari, jangan sampai kiamat terjadi lebih cepat karena serangan nuklir yang mematikan.</p>



<p>Penulis dengan tegas tidak mendukung serangan Rusia ke Ukraina. Namun, Penulis merasa muak dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh negara barat. Media pun sudah dikendalikan sedemikian rupa untuk menggiring opini tertentu.</p>



<p>Olahraga yang katanya bebas dari politik nyatanya tetap terpengaruh. Para penggemar banyak menghujat di kolom komentar media sosial, mencibir standar ganda yang mereka tunjukkan secara nyata.</p>



<p>Semoga saja konflik Rusia-Ukraina segera berakhir dan kedua belah pihak menemukan <em>win-win solution</em>. Semoga dengan adanya konflik ini, kita jadi menyadari betapa memuakkannya standar ganda yang ditunjukkan oleh pihak barat.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 Maret 2022, terinspirasi dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh barat.</p>



<p>Foto: <a href="https://www.brown.edu/news/2022-02-16/ukraine">Brown University</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">Standar Ganda ala Barat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terbiasa dengan Standar Ganda</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/terbiasa-dengan-standar-ganda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2019 14:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>
		<category><![CDATA[standar ganda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3058</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis yakin banyak dari pembaca sekalian telah paham dengan istilah standar ganda. Sepengetahuan penulis, istilah tersebut merujuk ke sebuah sudut pandang yang dapat berubah tergantung subyek. Akhir-akhir ini, penulis sering merenungkan istilah ini sehingga memutuskan untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Daripada jadi penyebab insomnia, kan? Standar Ganda Dalam Politik Berdasarkan pengamatan penulis, hal ini kerap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/terbiasa-dengan-standar-ganda/">Terbiasa dengan Standar Ganda</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis yakin banyak dari pembaca sekalian telah paham dengan istilah <strong>standar ganda</strong>. Sepengetahuan penulis, istilah tersebut merujuk ke sebuah sudut pandang yang dapat berubah tergantung subyek.</p>
<p>Akhir-akhir ini, penulis sering merenungkan istilah ini sehingga memutuskan untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Daripada jadi penyebab insomnia, kan?</p>
<h3>Standar Ganda Dalam Politik</h3>
<p>Berdasarkan pengamatan penulis, hal ini kerap terjadi di ranah politik. Kita menjadi <a href="https://whathefan.com/politik/ketika-demokrasi-menjadi-subyektif/">condong untuk melihat siapanya, bukan apanya</a>. Subyeknya, bukan obyeknya.</p>
<p>Contohnya, politisi A yang baru membangun sebuah jembatan dianggap sebagai pencitraan semata. Di sisi lain ketika ada politisi B melakukan hal yang sama, ia dipuja-puja dan dianggap sebagai bapak pembangunan.</p>
<p>Sama seperti ketika menulis artikel <em><a href="https://whathefan.com/politik/apapun-yang-mereka-lakukan-salah/">Apapun yang Mereka Lakukan, Salah</a></em>, penulis melihat banyak dari kita hanya melihat yang ingin dilihat.</p>
<p>Ketika ada sesuatu yang tidak ingin dilihat, maka mereka akan pura-pura tidak melihat. Inilah yang semakin memperkuat bahwa standar ganda mengaburkan perspektif kita dalam menilai sesuatu secara obyektif</p>
<p>Tidak hanya di dunia politik, dalam kehidupan sehari-hari pun bisa seperti itu, terutama dalam konsep laki-laki dan perempuan. Pertanyaannya, kenapa bisa seperti itu?</p>
<h3>Terbiasa dengan Standar Ganda</h3>
<p>Penulis termasuk orang yang tidak begitu paham dengan konsep feminisme. Penulis tidak memahami kesetaraan seperti apa yang didambakan oleh para kaum feminis. Kesetaraan secara total? Kesetaraan dipandang dalam lingkup sosial?</p>
<p>Mungkin terdengar kolot dan kuno, tapi penulis selalu melihat laki-laki dan perempuan sebagai makhluk yang berbeda dengan kualitas dan kelebihan masing-masing. Lantas, mengapa harus dibuat sama?</p>
<p>Nah, konsep laki-laki dan perempuan inilah yang sering dijadikan contoh sebagai standar ganda. Contoh paling sederhana adalah menangis. Perempuan dianggap biasa jika meneteskan air mata, tapi laki-laki akan diejek cengeng jika melakukannya.</p>
<p>Contoh lain adalah karakter kepemimpinan. Dari beberapa literatur yang penulis baca, laki-laki yang memiliki jiwa kepemimpinan dianggap sebagai orang yang hebat dan bisa menjadi teladan.</p>
<p>Sedihnya, kalau perempuan yang memilikinya sering dianggap sebagai sifat <em>bossy </em>dan agresif. Mungkin jenis kesetaraan seperti inilah yang dituntut oleh mereka.</p>
<p>Di Indonesia, hal-hal seperti contoh di atas sering terjadi. Mungkin, karena masyarakat kita masih banyak terpatok dengan norma-norma tradisional yang sudah lama melekat hingga mendarah daging.</p>
<p>Inilah yang menurut menjadi salah satu penyebab mengapa kita terlihat terbiasa dengan standar ganda, bahkan hingga melebar ke aspek-aspek lain dalam kehidupan.</p>
<h3>Bisakah Lepas dari Standar Ganda?</h3>
<p>Penulis meyakini bahwa masyarakat Barat pun belum tentu bisa lepas dari standar ganda secara utuh. Memandang sesuatu secara subyektif bagi penulis adalah hal yang sangat manusiawi.</p>
<p>Dua hal yang paling susah dilepaskan dari standar ganda menurut penulis adalah dua hal di atas, yakni di dunia politik dan kesetaraan laki-laki dan perempuan.</p>
<p>Banyak masyarakat kita (mungkin termasuk penulis) yang memiliki <a href="https://whathefan.com/politik/akar-fanatisme-membabi-buta/">fanatisme membabi buta</a> kepada suatu tokoh politik. Akibatnya, kita susah untuk bersikap obyektif atas apa yang mereka kerjakan.</p>
<p>Untuk masalah kesetaraan gender lebih pelik lagi. Kita besar di lingkungan dengan berbagai standar tentang laki-laki dan perempuan, sehingga makin susah untuk melepaskan standar ganda yang sudah terpatri.</p>
<p>Akan tetapi bagi penulis sendiri, adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan justru menjadi bukti nyata bahwa kita harus saling melengkapi. Mungkin ada stigma yang harus dihilangkan, tapi tidak semuanya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Sebenarnya tak perlu contoh yang terlalu berat untuk menunjukkan kita hidup di lingkungan yang penuh dengan standar ganda. Banyak hal remeh yang bisa menjadi bukti nyata.</p>
<p>Laki-laki yang gemar menonton drama Korea dianggap cengeng. Perempuan yang suka mendengarkan musik rock dianggap aneh. Padahal, kita semua memiliki hak untuk bisa memilih apa yang kita sukai. Jadi, untuk apa kita menjustifikasi orang lain?</p>
<p>Tulisan ini bukan penulis gunakan untuk mendeklarasikan bahwa dirinya terlepas dari yang namanya standar ganda. Penulis pun masih sering melakukannya sampai sekarang.</p>
<p>Memang sulit untuk selalu obyektif, tapi setidaknya kita bisa meminimalisir kesubyekan kita ketika memandang sesuatu. Mungkin sampai kapan pun, standar ganda akan tetap dan selalu terjadi di sekitar kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 13 November 2019, terinspirasi dengan banyaknya temuan terkait standar ganda di sekitar penulis</p>
<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@magda-ehlers-pexels">Magda Ehlers</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/terbiasa-dengan-standar-ganda/">Terbiasa dengan Standar Ganda</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
