<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Steve Jobs Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/steve-jobs/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/steve-jobs/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Oct 2021 08:29:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Steve Jobs Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/steve-jobs/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2021 08:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[Nokia]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Cook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa tahun terakhir ini bukan tahun yang terlalu bagi Apple. Bukan karena penurunan profit (mereka masih jadi salah satu perusahaan terkaya di dunia), melainkan karena hujatan-hujatan yang dilemparkan oleh publik kepada mereka. Alasan utamanya adalah minimnya inovasi yang mereka hasilkan sekarang jika dibandingkan dengan era mendiang Steve Jobs. Banyak yang mencibir Apple hanya menjual produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa tahun terakhir ini bukan tahun yang terlalu bagi Apple. Bukan karena penurunan profit (mereka masih jadi salah satu perusahaan terkaya di dunia), melainkan karena hujatan-hujatan yang dilemparkan oleh publik kepada mereka.</p>



<p>Alasan utamanya adalah minimnya inovasi yang mereka hasilkan sekarang jika dibandingkan dengan era mendiang Steve Jobs. Banyak yang mencibir Apple hanya menjual produk lama yang dikemas baru, terutama dari lini iPhone dan MacBook.</p>



<p>Seandainya Jobs masih hidup, apakah ia bisa membawa Apple untuk tetap inovatif seperti dulu? Atau benarkah Apple benar-benar sudah berhenti berinovasi dan akan bernasib sama seperti Nokia dan Blackberry?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Steve Jobs Pernah Selamatkan Apple</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5355" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Steve Jobs (<a href="http://Neoluxor.cz">Neoluxor</a>)</figcaption></figure>



<p>Pasti banyak yang sudah mendengar kalau Steve Jobs pernah ditendang dari perusahaan yang ia dirikan di pertengahan 80-an. Jika pernah, pasti tahu kalau akhirnya Steve Jobs melakukan <em>comeback </em>di tahun 1996 dan menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut tersebut.</p>



<p>Bagaimana cara Steve Jobs menyelamatkan Apple di akhir 90-an dan berhasil menjadikannya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia? Hal pertama yang ia lakukan adalah menentukan fokus produk apa saja yang akan dijual. </p>



<p>Pada masa-masa ketika ditinggal Jobs, Apple mengeluarkan hampir segala macam produk, mulai dari printer hingga PDA ber-<em>stylus</em> bernama Newton yang sangat dibenci Jobs. Selain itu, komputer yang diproduksi Apple pun berseri-seri, mulai dari seri 1400 hingga 9600.</p>



<p>Begitu Jobs menjadi iCEO (interim CEO), ia hampir mencoret semua produk tersebut dan menentukan fokus Apple ke dalam 4 bidang yang ia tuliskan ke dalam tabel. </p>



<p>Dua kolom di atas diberi judul “<strong>Konsumen</strong>” dan “<strong>Pro</strong>”, lalu Dua baris di samping diberi judul “<strong>Desktop</strong>” dan “<strong>Portabel</strong>”. Empat produk itulah yang akan diproduksi Apple untuk menggantikan produk-produk di era sebelum Jobs.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5351" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Steve Jobs dan iPod (<a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjPobTYjODzAhVpgtgFHfF_A3kQFnoECAUQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.extremetech.com%2F&amp;usg=AOvVaw24S6Lh_elivD1W1Snks-9h">Extremetech</a>)</figcaption></figure>



<p>Kebangkitan Apple dimulai ketika <strong>iPod </strong>dirilis pada tahun 2001. Meskipun bukan pemutar musik <em>portable </em>pertama di dunia, iPod berhasil merevolusi cara <em>user </em>mendengarkan musik secara mudah.</p>



<p>Puncak kesuksesan Apple diraih <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">ketika <strong>iPhone </strong>rilis pada tahun 2007</a>, di mana Jobs mengatakan bahwa, &#8220;<em>Today Apple is going to reinvent the phone</em>&#8220;. <em>Smartphone </em>yang ditawarkan oleh Apple benar-benar berbeda dari milik kompetitor.</p>



<p>Kehadiran iPhone dianggap benar-benar mengubah industri ponsel, bahkan membuat Nokia yang begitu dominan di awal 2000-an harus jatuh secara tragis. <em>Brand </em>lain pun kerap dianggap membuntuti kesuksesan Apple.</p>



<p>Begitulah cara Steve Jobs menyelamatkan Apple dari kebangkrutan. Sebenarnya masih banyak dobrakan yang dilakukan oleh Jobs, tetapi tiga contoh di atas sudah cukup. Pertanyaannya, dapatkah Jobs menyelamatkan Apple dari cap minim inovasi dari publik?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Benarkah Apple Sudah Berhenti Berinovasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5356" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Cook dan Apple Watch (<a href="https://www.latimes.com/business/la-fi-apple-cook-20140910-story.html">Los Angeles Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya kurang <em>fair </em>jika Apple dianggap sudah berhenti berinovasi. Mereka masih terus (berusaha) memproduksi barang berkualitas dengan penggunaan yang mudah untuk dipelajari, serta mendukung ekosistem Apple yang sangat solid.</p>



<p>Di era Tim Cook, setidaknya Apple sudah merilis <strong>Apple Watch</strong> yang mengubah lini jam tangan dan <strong>AirPods </strong>yang membuat para kompetitor berama-ramai membuat produk serupa. Jika Jobs masih hidup, kemungkinan ia juga akan merilis kedua produk tersebut.</p>



<p>Inovasi di era Jobs lebih &#8220;mudah&#8221; dilakukan karena<strong> memang belum ada produk yang bagus</strong>. Pemutar musik masih banyak yang ampas, <em>smartphone </em>yang ada penggunaannya begitu kompleks dan menyusahkan.</p>



<p>Jobs dan Apple, meskipun bukan sebagai yang pertama melakukannya, berhasil membuat barang produksi mereka menjadi pendobrak pasar. Itulah alasan utama mengapa Apple di era Jobs dianggap inovatif jika dibandingkan dengan era Cook.</p>



<p><strong>Kompetitor di era Cook jauh lebih sengit dibandingkan dengan era Jobs dulu</strong>. Samsung, Google, Microsoft, merek-merek China, semua berlomba-lomba menghadirkan produk terbaik untuk menarik perhatian konsumen, bahkan menemukan sebuah hal baru.</p>



<p>Bahkan, sebenarnya Cook sudah melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak dilakukan oleh Jobs, seperti benar-benar memperhatikan masalah lingkungan, lebih aktif di bidang amal, hingga berusaha untuk dekat dengan media. Hanya saja, rasanya pengguna tidak terlalu memedulikan hal tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Kenapa Apple Dicap Berhenti Berinovasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5357" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>iPhone 13 (<a href="https://www.techradar.com/reviews/iphone-13">TechRadar</a>)</figcaption></figure>



<p>Apple dicap tidak inovatif karena <strong>lini iPhone-nya seolah <em>stuck </em>sejak tahun 2017</strong>, ketika iPhone X pertama kali diperkenalkan. Selain kamera dan prosesor yang terus diperbarui, memang nampaknya tidak banyak hal yang berubah dari <em>smartphone </em>ini.</p>



<p>Parahnya lagi, Apple memutuskan untuk menghilangkan kepala <em>charger </em>dari kardus penjualan dengan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">alasan &#8220;lingkungan&#8221;</a>. Hal ini seolah mengulang kontroversi ketika Apple memutuskan untuk menghilangkan<em> </em>lubang <em>headphone jack </em>di iPhone 7 demi mendongkrak penjualan AirPods.</p>



<p>Selain itu, <strong>MacBook Pro</strong> yang baru saja mereka rilis juga menuai cibiran dari publik. Bukan karena fiturnya (bahkan Apple mendengar masukan pengguna sehingga mengembalikan beberapa <em>port</em>), melainkan <strong>karena harganya yang selangit</strong>.</p>



<p>Memang, hampir tidak ada laptop yang mampu menyaingi MacBook dari segi performa dan efisiensi. <em>Chip </em>M1 mereka benar-benar menjadi sebuah terobosan yang rasanya akan sulit disaingi oleh para produsen laptop lainnya.</p>



<p>Akan tetapi, harga yang begitu mahal bisa membuat pengguna lebih memilih laptop atau komputer Windows karena merasa dengan anggaran yang sama, mereka bisa mendapatkan produk yang lebih baik lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Akankah Apple akan Bernasib Sama dengan Nokia?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5358" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pernah Menjadi Raja di Masanya (<a href="https://www.engadget.com/nokia-3310-retro-user-reviews-wanted-150004653.html">Engadget</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika Apple memang <em>stuck </em>dan seolah terjebak di zona nyamannya, akankah mereka akan bernasib sama dengan Nokia?<strong> Rasanya tidak</strong>, setidaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat.</p>



<p>Berbeda dengan Nokia yang menggantungkan profitnya dari penjualan ponsel, Apple sekarang telah tumbuh besar dan memiliki banyak sekali produk yang dijual di pasaran. Mac, iPad, Apple Watch, AirPods, Apple Pencil, ada beragam produk untuk mendukung ekosistem Apple.</p>



<p><em>Brand </em>Apple yang telah dibangun oleh Jobs <strong>memiliki fondasi yang begitu kuat</strong>, sehingga rasanya tidak akan mudah goyah. Meskipun sudah berkurang, filosofi perusahaan masih berusaha dipertahankan oleh Cook dan tim.</p>



<p>Selain itu, masyarakat juga sudah mengakui kalau Apple adalah <em>brand </em>dengan kasta tertinggi untuk kategori teknologi. Bagi mereka yang ingin merasa <em>prestige</em>, memiliki produk Apple adalah sebuah kewajiban meskipun fitur yang ditawarkan produk kompetitor lebih baik.</p>



<p>Memang, sering ada candaan kalau Apple seolah selalu &#8220;terlambat&#8221; dalam menghadirkan fitur di produk mereka. Hanya saja, kualitas yang dimiliki biasanya lebih baik dari kompetitor yang sudah merilis fitur tersebut terlebih dahulu.</p>



<p>Patut untuk dicatat, publik akan semakin cerdas dalam memilih perangkat yang ideal dan bisa mengakomodir kebutuhan mereka. Jika Apple tidak mampu menawarkan kelebihan dibandingkan kompetitornya, mereka bisa saja ditinggalkan oleh fan garis kerasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Seandainya Jobs masih hidup dan menerapkan strategi yang sama, rasanya cap tidak inovatif dari publik akan sedikit berkurang karena Jobs mampu meyakinkan orang dengan lihainya. Kharisma yang dimiliki seolah membuat kita percaya begitu saja apa katanya.</p>



<p>Selain itu, Penulis merasa ada beberapa keputusan yang diambil diera Cook akan ditentang oleh Jobs. Dari dulu, Jobs selalu menekankan kesederhanaan lini produknya. Apple sekarang terlihat terlalu memiliki banyak pilihan. iPhone saja sekarang ada 4 jenis setiap tahun.</p>



<p>Mungkin akan ada produk revolusioner baru yang akan diperkenalkan oleh Jobs, meskipun Penulis sendiri kesulitan untuk membayangkan produk teknologi apa yang akan mendobrak pasar. Rasanya, semua teknologi yang kita pegang saat ini sudah bagus-bagus semua.</p>



<p>Jadi jika ditanya apakah Apple telah berhenti berinovasi, jawabannya adalah iya dan tidak. Di satu sisi, Apple terus memperkuat ekosistemnya dengan membuat lebih banyak produk baru. Di sisi lain, Apple nampak kesulitan untuk menemukan hal baru untuk perangkat mereka.</p>



<p>Jika 1-2 tahun ke depan Apple tetap merilis iPhone baru tanpa pembaruan berarti, mungkin kita baru bisa berpendapat kalau Apple memang telah berhenti berinovasi, setidaknya dari lini <em>smartphone </em>yang berhasil membuat mereka menjadi perusahaan seperti sekarang.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Foto: <a href="https://emaratdaily.com/technews/apples-iphone-13-pro-and-iphone-13-pro-max-introduce-promotion-displays-and-macro-photography/">Emarat Daily</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=U5Yx2p2ZguU">Is Apple Still Innovative? &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=1nIgu3ou0A4">Apple Without Steve Jobs &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=wlZTmG3gR_o">Gravitas Plus: Will Apple be the Next Nokia? &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=wGKb3oUo8go">Why iPhone&#8217;s Features are Always &#8220;Late&#8221; &#8211; YouTube</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencuri Bernama Jobs dan Gates</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2020 02:29:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[GUI]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Xerox PARC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4039</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalo ditanya tentang siapa tokoh teknologi yang paling berpengaruh di abad 21, pasti akan banyak yang menjawab Steve Jobs dan Bill Gates.  Jobs terkenal karena berhasil membawa Apple menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, sedangkan Gates kerap menjadi orang terkaya dunia berkat kesuksesan Microsoft. Di balik kesuksesan kedua tokoh ini, ada sebuah peristiwa yang bisa dibilang kurang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/">Pencuri Bernama Jobs dan Gates</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo ditanya tentang siapa tokoh teknologi yang paling berpengaruh di abad 21, pasti akan banyak yang menjawab <strong>Steve Jobs </strong>dan <strong>Bill Gates<em>. </em></strong></p>
<p>Jobs terkenal karena berhasil membawa Apple menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, sedangkan Gates kerap menjadi orang terkaya dunia berkat kesuksesan Microsoft.</p>
<p>Di balik kesuksesan kedua tokoh ini, ada sebuah peristiwa yang bisa dibilang kurang beretika pada tahun 70 hingga 80-an. Keduanya kerap dianggap sebagai seorang pencuri ide dan sukses dari curian tersebut. Bagaimana kisahnya?</p>
<h3>Lahirnya <em>Graphic User Interface (GUI)</em></h3>
<p>Penulis hobi membaca buku yang berkaitan dengan sejarah komputer, mulai era <strong>Charles Babbage</strong> dan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/"><strong>Ada Lovelace</strong></a> hingga era <strong>Sergey Brin</strong> dan <strong>Larry Page</strong>.</p>
<p>Oleh karena itu Penulis bisa mengerti kalau di awal komputer tercipta, hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakannya. Orang awam akan kesulitan untuk mengoperasikan komputer untuk perhitungan sederhana.</p>
<p><div id="attachment_4043" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4043" class="size-large wp-image-4043" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4043" class="wp-caption-text">Xerox PARC (<a href="https://www.techspot.com/guides/477-xerox-parc-tech-contributions/"><span class="pM4Snf">TechSpot</span></a>)</p></div></p>
<p>Tampilan antarmuka seperti Windows maupun MacOS yang kita gunakan sekarang baru lahir pada tahun 70-an. Coba tebak, perusahaan apa yang menemukannya? Jawabannya adalah <strong>XEROX</strong>!</p>
<p>Mungkin kita hanya mengenal perusahaan ini sebagai penghasil mesin fotokopi, mungkin yang terbaik di dunia. Namun pada era tersebut, mereka memiliki departemen <em><strong>Palo Alto Research Center (PARC)</strong> </em>yang sangat inovatif.</p>
<p><div id="attachment_4042" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4042" class="size-large wp-image-4042" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4042" class="wp-caption-text">Komputer Revolusioner (<a href="https://spectrum.ieee.org/view-from-the-valley/tech-history/silicon-revolution/the-xerox-alto-struts-its-stuff-on-its-40th-birthday"><span class="pM4Snf">IEEE Spectrum</span></a>)</p></div></p>
<p>Mereka membuat sebuah komputer yang memiliki <em>Graphic User Interface </em>(GUI) dan bisa digerakkan dengan sebuah perangkat bernama <em>mouse </em>(tetikus).</p>
<p>Penemuan tersebut sangat revolusioner, namun manajemen Xerox tidak terlalu memedulikannya. Justru seorang pria berusia 20-an lah yang melihat potensi dari inovasi yang ditemukan oleh tim PARC ini.</p>
<h3>Pencuri Bernama Jobs dan Gates</h3>
<p>Pada saat yang bersamaan, Jobs sedang disibukkan dengan proyek <strong>Lisa</strong> dan <strong>Macintosh</strong>. Beberapa pegawainya berusaha meyakinkan Jobs untuk berkunjung ke departemen PARC yang dimiliki oleh Xerox.</p>
<p><div id="attachment_4044" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4044" class="size-large wp-image-4044" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4044" class="wp-caption-text">Jobs dan Gates Muda (<a href="https://id.pinterest.com/pin/619878336187930292/"><span class="pM4Snf">Pinterest</span></a>)</p></div></p>
<p>Sempat enggan berkali-kali, akhirnya Jobs memutuskan untuk menengok apa yang dimiliki oleh mereka pada tahun 1979. Di sanalah ia melihat bagaimana komputer bisa dioperasikan oleh manusia dengan mudah menggunakan GUI.</p>
<p>Jobs pun berambisi untuk bisa menerapkan GUI tersebut ke komputernya sendiri. Ia menawarkan 10.000 saham Apple ke Xerox agar dirinya bisa melihat GUI lebih dalam dan detail.</p>
<p>Omong-omong, bukan hanya Jobs yang menyadari kehadiran GUI milik Xerox. Bill Gates juga melihat betapa GUI akan menjadi masa depan komputer.</p>
<p>Bahkan, Gates lebih dulu meluncurkan sistem operasinya yang bernama Windows pada tahun 1983, setahun sebelum Macintosh rilis ke pasaran.</p>
<p>Kemiripan sistem GUI yang dimiliki keduanya membuat Jobs murka dan berusaha menuntut Gates. Dari sini, keluarlah kalimat terkenal dari Gates:</p>
<blockquote><p><em>I think it’s more like we both had this rich neighbor named Xerox and I broke into his house to steal the TV set and found out that you had already stolen it</em></p>
<p>Aku pikir itu lebih seperti kita berdua memiliki tetangga kaya bernama Xerox ini dan saya masuk ke rumahnya untuk mencuri TV dan mengetahui bahwa Anda telah mencurinya</p></blockquote>
<p>Ketika dibawa ke pengadilan pun, hakim tidak bisa menemukan apa kesalahan yang dilakukan oleh pihak Gates dan Microsoft. Jobs harus menerima kenyataan kalau GUI bukan hanya miliki dirinya semata.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ada sebuah <em>quote </em>yang terkenal dari mendiang Steve Jobs:</p>
<blockquote><p><em>It’s more fun to be a pirate than to join the navy.</em></p>
<p>Lebih menyenangkan menjadi bajak laut daripada bergabung dengan angkatan laut.</p></blockquote>
<p>Jiwa pemberontak yang ada di dalam diri Jobs memang membuatnya lebih memilih untuk menjadi bajak laut daripada angkatan laut yang serba kaku. Bisa saja, <i>quote </i>tersebut digunakan sebagai pembenaran ketika ia mencuri ide GUI dari Xerox PARC.</p>
<p>Memang, Xerox PARC mendemonstrasikan inovasinya tersebut secara terbuka. Hanya saja, Jobs memiliki kebiasaan untuk mengklaim inovasi orang lain sebagai inovasinya sendiri. Ada banyak sekali contohnya.</p>
<p>Apakah mereka berdua bisa dianggap sebagai seorang pencuri ide? Tidak sepenuhnya seperti itu. GUI yang dimiliki oleh Xerox PARC masih memiliki banyak kekurangan. Jobs dan Gates melakukan banyak perbaikan di sana-sini.</p>
<p>Tapi setidaknya kita harus mengetahui bahwa kemudahan kita menggunakan laptop seperti sekarang berawal dari sebuah perusahaan yang terkenal karena mesin fotokopinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 19 September 2020, terinspirasi setelah teringat kisah legendaris GUI</p>
<p>Foto: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=1Bk-qTzN7vE">YouTube</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://medium.com/bc-digest/the-xerox-thieves-steve-jobs-bill-gates-6e1b36fc1ec4">Medium</a>, buku <strong><em>Steve Jobs</em></strong> karya Walter Isaacson</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/">Pencuri Bernama Jobs dan Gates</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2020 07:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis telah menjelaskan bagaimana Apple membeli sebuah startup lantas mengakui teknologi multi-touch sebagai ciptaan mereka. Penulis juga sudah menjabarkan bagaimana Jobs menekan dua tim yang berbeda untuk sama-sama menciptakan smartphone baru yang akan merevolusi dunia digital. Kali ini, Penulis akan menuliskan mengenai pengorbanan para karyawan yang sangat besar. Selain itu, Penulis juga akan menjelaskan apa peran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">tulisan sebelumnya</a>, Penulis telah menjelaskan bagaimana Apple membeli sebuah <em>startup </em>lantas mengakui teknologi <em>multi-touch </em>sebagai ciptaan mereka.</p>
<p>Penulis juga sudah menjabarkan bagaimana Jobs menekan dua tim yang berbeda untuk sama-sama menciptakan smartphone baru yang akan merevolusi dunia digital.</p>
<p>Kali ini, Penulis akan menuliskan mengenai pengorbanan para karyawan yang sangat besar. Selain itu, Penulis juga akan menjelaskan apa peran Steve Jobs sebenarnya dan apakah iPhone benar-benar merevolusi industri digital.</p>
<h3>Pengorbanan Para Karyawan</h3>
<p><div id="attachment_3400" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3400" class="size-large wp-image-3400" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3400" class="wp-caption-text">Prototipe iPhone (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiMge-NurLnAhXY73MBHTYZCHkQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fappleinsider.com%2Farticles%2F17%2F06%2F29%2Foriginal-iphone-keyboard-designer-shows-off-apples-wallaby-hardware-prototypes&amp;psig=AOvVaw3RTygp86jdCTJ34Pb_1d_-&amp;ust=1580718681855394" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiMge-NurLnAhXY73MBHTYZCHkQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">AppleInsider</span></a>)</p></div></p>
<p>Membuat iPhone tidak lah mudah. Karena membuat barang yang benar-benar baru, para karyawan Apple harus benar-benar menemukan sesuatu yang baru dan minim referensi.</p>
<p>Selama pengembangan iPhone, banyak karyawan yang memutuskan untuk keluar bahkan bercerai dari pasangannya. Tidak sedikit yang bekerja berminggu-minggu tanpa stop hingga tidur di kantor.</p>
<p>Emosi tim jadi tidak terkontrol sehingga banyak cekcok yang terjadi antar karyawan. Suasana benar-benar menimbulkan stres tingkat tinggi dan fakta ini jarang diketahui oleh orang lain.</p>
<p>Contoh masalah pada prototipe iPhone adalah <em>keyboard </em>yang terlalu kecil. Untungnya, salah seorang karyawan Apple bernama <strong>Ken Kocienda</strong> menemukan suatu sistem AI yang akan memprediksi huruf apa yang kira-kira akan kita tekan setelah menekan huruf tertentu,</p>
<p>Jadi ketika kita menekan huruf T, besar kemungkinan huruf selanjutnya adalah H karena banyak kata dalam bahasa Inggris yang seperti itu. Sistem <em>autocorrect </em>juga banyak membantu.</p>
<p>Hal ini terus berlangsung hingga hari presentasi telah tiba. iPhone masih belum benar-benar sempurna. Masih ada banyak masalah seperti <em>bug </em>CPU yang bisa membuat iPhone <em>crash </em>sewaktu-waktu.</p>
<p>Pada akhirnya presentasi iPhone berjalan dengan lancar, namun orang-orang di belakangnya kurang mendapatkan kredit yang layak mereka terima.</p>
<h3>Steve Jobs Ngapain?</h3>
<p><div id="attachment_3399" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3399" class="size-large wp-image-3399" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3399" class="wp-caption-text">Steve Wozniak Bersama Jobs (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.businessinsider.com/how-to-know-if-youre-more-like-steve-jobs-or-steve-wozniak-2017-7" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjV_7C3urLnAhXg6XMBHflkD5gQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Business Insider</span></a>)</p></div></p>
<p>Setelah membaca cerita-cerita di atas mungkin kita akan bertanya-tanya, lantas Jobs ngapain? Apa cuma marah-marah enggak jelas sambil menekan anak buahnya sedemikian rupa?</p>
<p>Jika dilihat dari kacamata negatif mungkin akan seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah pendiri sekaligus CEO dari Apple sehingga punya hak untuk bersikap seperti itu.</p>
<p>Walaupun begitu, Jobs adalah orang yang peduli dengan produk hebat. Tidak banyak orang yang sevisioner Jobs ketika melihat teknologi-teknologi bermunculan.</p>
<p>Dulu sewaktu <strong>Steve Wozniak</strong> menciptakan komputer <strong>Apple I</strong>, ia sama sekali tidak berpikir untuk menjualnya. Jobs lah yang menemukan potensi bahwa komputer buatan Woz akan merevolusi dunia dan itu terbukti benar.</p>
<p>Begitupun pada kasus iPhone dan produk-produk lainnya. Di dalam Apple, ia mampu mengumpulkan orang-orang terbaik untuk menciptakan produk-produk terbaik, meskipun dalam prosesnya memiliki dampak buruk untuk karyawannya.</p>
<p>Selain itu, kebanyakan perusahaan teknologi yang besar memiliki pemimpin yang kejam. Bill Gates yang keliatan sabar pun bisa galak tak karuan ketika memaki karyawannya yang melakukan kesalahan.</p>
<p>Terkadang, kekejaman itulah yang mendorong teknologi untuk maju hingga melampaui batasnya. Hasilnya mungkin bisa kita lihat pada Apple yang sekarang dipimpin oleh <strong>Tim Cook</strong>.</p>
<p>Apa inovasi terbaru yang dimiliki oleh Apple sekarang? Face ID? Apple Watch? Semua hanya bersifat komplementer alias pelengkap.Tidak ada produk yang benar-benar baru, walaupun mungkin kita sedang berada di ambang batas perkembangan teknologi.</p>
<p>Entah bagaimana yang terjadi di Apple sekarang, tapi rasanya sulit membayangkan Cook meneriaki karyawannya dan memberi <em>deadline </em>2 minggu untuk menciptakan produk yang benar-benar baru dan revolusioner.</p>
<h3>Apakah iPhone Benar-Benar Revolusioner?</h3>
<p><div id="attachment_3401" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3401" class="size-large wp-image-3401" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3401" class="wp-caption-text">Apps Store Pada iPhone 3GS (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.tapscape.com/ios-app-store-old-apps-old-iphones/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi16vujurLnAhXk6nMBHa6xDLEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Tapscape</span></a>)</p></div></p>
<p>iPhone sendiri sebenarnya tidak benar-benar merevolusi industri smartphone, kecuali antarmukanya yang benar-benar baru dan terlihat keren.</p>
<p>Sama seperti sekarang, sebenarnya iPhone waktu memiliki banyak sekali kekurangan. Jaringannya belum 3G, tidak punya kamera depan, tidak punya slot untuk memori eksternal (hingga sekarang), tidak bisa merekam video, dan lain sebagainya.</p>
<p>Baru pada iPhone 3G lah revolusi yang sebenarnya dimulai akibat munculnya Apps Store, walaupun kekurangan di iPhone generasi pertama masih ditemukan pada produk ini.</p>
<p>Awalnya, Jobs sama sekali tidak ingin ada aplikasi dari pihak ketiga karena khawatir akan merusak ekosistem Apple yang begitu rapi. Setelah dibicarakan lagi, akhirnya Jobs menyetujui adanya Apps Store dengan pengawasan ketat dari Apple.</p>
<p>iPhone telah mendorong Google untuk mengikuti di belakangnya dengan membeli dan mengembangkan sistem operasi Android. Microsoft juga ikut membuat sistem operasi sendiri, namun gagal di pasaran.</p>
<p>Kemunculan sistem Android membuat merek teknologi seperti Samsung membuat smartphone <em>touchscreen </em>mereka sendiri dan menjadi pesaing berat. Hingga kini, ada banyak sekali merek smartphone bertebaran di muka bumi.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>iPhone memang telah merevolusi dunia digital. Kenyamanan yang kita dapatkan dari gawai di genggaman kita berawal ketika iPhone mulai dijual.</p>
<p>Hampir semua jenis aktivitas bisa kita lakukan melalui smartphone, mulai dari bermain game, membuat catatan, mengirim surel, bertukar pesan dengan gratis, dan lain sebagainya.</p>
<p>Akan tetapi, terkadang kita melupakan jasa orang-orang yang ada di balik pembuatan produk tersebut. Mereka ini adalah pahlawan yang namanya sering tidak disebutkan.</p>
<p>Oleh karena itu, tulisan ini mengajak kepada para Pembacanya untuk bisa menghargai orang-orang yang ada di balik layar, bukan sekadar orang-orang yang selalu mendapatkan <em>spotlight</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 2 Februari 2020, terinspirasi setelah menonton video seputar sejarah iPhone</p>
<p>Foto: <a href="https://qz.com/881051/iphone-aapl-10-year-anniversary-how-people-described-it-in-2007/">Quartz</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=24O00Jz8R04">ColdFusion</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=xxBc1c3uAJw">Wall Street Journal</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=vN4U5FqrOdQ">Steve Jobs iPhone Presentation</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-2/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Feb 2020 08:25:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa smartphone buatan Apple, iPhone, telah merevolusi industri digital hampir secara keseluruhan. Sebelum produk ini diperkenalkan oleh mendiang Steve Jobs tahun 2007, yang disebut smartphone adalah HP-HP dengan keyboard plastik. Pemain besarnya antara lain Nokia, Blackberry, hingga Motorola. Ketika melakukan presentasi biasa, Jobs mengatakan akan mengumumkan tiga produk sekaligus yang ternyata [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa smartphone buatan Apple, <strong>iPhone</strong>, telah merevolusi industri digital hampir secara keseluruhan.</p>
<p>Sebelum produk ini diperkenalkan oleh mendiang <strong>Steve Jobs </strong>tahun 2007, yang disebut smartphone adalah HP-HP dengan keyboard plastik. Pemain besarnya antara lain Nokia, Blackberry, hingga Motorola.</p>
<p>Ketika melakukan presentasi biasa, Jobs mengatakan akan mengumumkan tiga produk sekaligus yang ternyata semuanya hanya terdapat pada satu perangkat:</p>
<ul>
<li><em>Widescreen iPod with touch screen control</em></li>
<li><em>A revolutionary mobile phone</em></li>
<li><em>Breakthrough internet communicator</em></li>
</ul>
<p>iPhone menggebrak industri smartphone karena menawarkan banyak hal baru, mulai dari layar <em>touchscreen</em>, <em>swipe to unlock</em>, kecepatan <em>scrolling</em>-nya yang hanya butuh satu usapan, hingga istilah <em>pinch </em>untuk memperkecil dan memperbesar gambar.</p>
<p>Hanya saja, ada beberapa sejarah kelam yang tidak diketahui oleh orang banyak mengenai bagaimana iPhone bisa lahir. Ada pengorbanan yang luar biasa besar dari orang-orang yang menciptakannya di belakang panggung.</p>
<h3>Bukan Penemu <em>Multi-Gesture</em></h3>
<p><div id="attachment_3390" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3390" class="size-large wp-image-3390" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-1.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3390" class="wp-caption-text">Cikal Bakal Multi-touch (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.microsoft.com/buxtoncollection/detail.aspx?id=213" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjm5smmtrLnAhWPXisKHa28AqcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Microsoft</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis berkali-kali menonton presentasi Jobs dalam memperkenalkan iPhone, sehingga bisa berkata banyak seputar acara perilisan iPhone.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Jobs mengatakan bahwa Apple telah mematenkan teknologi <em>multi-gesture </em>yang membuat layar mampu membaca apa yang kita lakukan pada layar tergantung gerakan jari yang dilakukan.</p>
<p>Masalahnya, teknologi tersebut bukanlah murni buatan Apple, melainkan temuan dari <em>startup </em>kecil bernama <em><strong>Fingerworks</strong> </em>yang didirikan oleh <strong>Wayne Westerman</strong>.</p>
<p>Hal ini berawal dari seorang karyawan Apple membawa alat buatan <em>Fingerworks </em>karena mengalami masalah pergelangan tangan. Rekan-rekannya di Apple tertarik dan mencoba untuk membuat sesuatu dari teknologi tersebut.</p>
<p>Kepala bagian desain Apple, <strong>Johnny Ive</strong>, mencoba untuk memberitahu Jobs mengenai ide ini. Hasilnya? Jobs menolaknya dengan mengatakan bahwa produk tersebut hanya akan digunakan untuk orang-orang yang ingin membaca di toilet.</p>
<p>Ive sedikit tersinggung dengan respon Jobs, dan tim secara diam-diam terus mengembangkan bagaimana layar <em>touchscreen </em>ini akan menjadi masa depan Apple. Jobs sendiri pada akhirnya berubah pikiran.</p>
<p>Penulis tidak terlalu mengerti kronologi pastinya, yang jelas pada saat itu Apple juga sedang mengembangkan cikal bakal iPad di masa depan, sebuah komputer layar sentuh.</p>
<p>Untuk itu, Apple memutuskan untuk membeli <em>Fingerworks. </em>Semenjak itu, nama Westerman seolah hilang begitu saja. Bahkan ketika iPhone diperkenalkan, ia tidak mendapatkan undangan acara.</p>
<h3>Tony Fadell vs Scott Forshall</h3>
<p><div id="attachment_3391" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3391" class="size-large wp-image-3391" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3391" class="wp-caption-text">Tony Fadell (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjp4pGDtrLnAhWIYysKHWVaCO0QjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.theinformation.com%2Farticles%2Ftony-fadell-leaving-nest&amp;psig=AOvVaw18PFxJv0HNrp3eDrwxeyY_&amp;ust=1580717586014588" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjp4pGDtrLnAhWIYysKHWVaCO0QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Information</span></a>)</p></div></p>
<p>Apple pernah bekerja sama dengan Motorola untuk membuat HP dengan fitur iTunes bernama Motorola ROKR. Hasilnya? Sampah. Produk tersebut benar-benar gagal total. Mungkin itulah yang menjadi motivasi Jobs untuk melirik pasar <em>mobile</em>.</p>
<p>Jobs, yang terkenal akan kekejamannya terhadap karyawannya, memberi tim tenggat waktu dua minggu untuk membuat konsep smartphone buatan Apple. Inilah awal mimpi buruk bagi karyawan-karyawan Apple.</p>
<p>Ada dua konsep yang sama-sama diajukan ke Jobs: antara mengembangkan iPod menjadi HP baru atau membuat Mac versi kecil. Jobs sendiri tidak yakin mana yang akan berhasil, sehingga ia meminta keduanya untuk melanjutkan riset.</p>
<p>Pada tahun 2005-an, Apple menjadi sangat sukses berkat keberhasilan iPod-nya. Sekitar 50% pemasukan Apple berasal dari penjualan iPod yang dipimpin oleh <strong>Tony Fadell</strong>.</p>
<p>Ia berusaha membuat smartphone berdasarkan perangkat iPod yang sudah ada. Kala itu, iPod memiliki kontrol yang mudah dengan sistem gulirnya. Akan tetapi ketika digunakan sebagai telepon, sistem tersebut tidak terlalu efektif.</p>
<p><div id="attachment_3392" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3392" class="size-large wp-image-3392" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3392" class="wp-caption-text">Scott Forstall (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=apngavjVJqE" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj29NKMtrLnAhWMdn0KHfocDOYQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div></p>
<p>Di sisi lain, kepala <em>multi-touch </em>MacOS bernama <strong>Scott Forstall </strong>juga menyiapkan sebuah prototipe smartphone dengan layar <em>touchscreen </em>yang berbasis MacOS. Singkat cerita, ide dari tim Forshall lah yang akan dipilih untuk menjadi iPhone.</p>
<p>Ketika Jobs melakukan presentasi iPhone, ia menghapus kontak Fadell di hadapan penonton. Beberapa menganggap bahwa itu adalah pertanda Fadell akan segera dipecat dari Apple.</p>
<p>Fadell sendiri akhirnya keluar tak lama berselang setelah perilisan iPhone. Forstall sendiri juga dipecat pada tahun 2012 akibat kegagalan aplikasi Maps pada iOS 6.</p>
<h3>Masih Ada Hal Kelam Lainnya</h3>
<p>Kerasnya persaingan dalam membuat iPhone tidak hanya terjadi di level manajer, karyawan yang ada di level bawah pun kecipratan stresnya.</p>
<p>Bahkan mereka mungkin yang paling besar menerima tekanannya. Penulis akan menuliskannya lebih dalam pada bagian kedua tulisan ini.</p>
<p>Selain itu, sebenarnya apa peran Jobs dalam membuat iPhone? Mengapa ia yang justru paling banyak menerima kredit dan pujian dari pengguna iPhone?</p>
<p>Lantas, apakah benar iPhone mengubah industri telepon genggam secara keseluruhan sedangkan ia memiliki banyak fitur yang tidak dimiliki? Semua akan Penulis bahas pada bagian kedua dari tulisan <strong><em>Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone</em></strong>!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 2 Februari 2020, terinspirasi setelah menonton video seputar sejarah iPhone</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjGpMXFtbLnAhWMXisKHS-wDpQQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fqz.com%2F881108%2Fwatch-steve-jobs-unveil-the-apple-aapl-iphone-on-jan-9-2007%2F&amp;psig=AOvVaw15SunXZHAMAoE7eCxsa7Ae&amp;ust=1580717447105392">Quartz</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=24O00Jz8R04">ColdFusion</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=xxBc1c3uAJw">Wall Street Journal</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=vN4U5FqrOdQ">Steve Jobs iPhone Presentation</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">Sejarah Kelam di Balik Revolusi iPhone (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Apple Pada Inside Apple</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 15:26:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Inside Apple]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1717</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya memang agak berlebihan bila diberi judul rahasia, akan tetapi penulis tidak bisa menemukan padanan kata lain yang lebih menarik dari itu. Setidaknya, buku ini akan memberi banyak pengetahuan baru bagi orang-orang yang penasaran dengan Apple, termasuk penulis. Sedikit Drama Tentang Buku Ini Penulis selalu menyukai buku-buku yang berbau Steve Jobs dan Apple semenjak menamatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/">Rahasia Apple Pada Inside Apple</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya memang agak berlebihan bila diberi judul rahasia, akan tetapi penulis tidak bisa menemukan padanan kata lain yang lebih menarik dari itu. Setidaknya, buku ini akan memberi banyak pengetahuan baru bagi orang-orang yang penasaran dengan Apple, termasuk penulis.</p>
<h3>Sedikit Drama Tentang Buku Ini</h3>
<p>Penulis selalu menyukai buku-buku yang berbau Steve Jobs dan Apple semenjak menamatkan <a href="http://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">buku biografi resminya</a> yang ditulis oleh Walter Isaacson. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa penulis ambil dengan mendalami sejarah perusahaan teknologi tersebut beserta para pendirinya.</p>
<p>Dulu, sewaktu menemukan buku berjudul <strong>Inside Apple </strong>ini di toko buku Togamas, penulis sempat merasa ragu untuk membelinya karena beberapa alasan. Sewaktu hati sudah mantap untuk membelinya, eh stoknya sudah habis hingga terbitlah rasa sesal di dalam hati.</p>
<p>Untunglah, penulis bisa menemukan ini di <strong>Togamas Affandi</strong>, Yogyakarta, pada 16 Desember 2017, seusai menjalani tes IELTS. Bagi pecinta buku, pasti sudah paham bagaimana rasanya menemukan buku yang telah lama di cari-cari.</p>
<p><div id="attachment_1718" style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1718" class="size-full wp-image-1718" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_.jpg" alt="" width="720" height="540" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_.jpg 720w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><p id="caption-attachment-1718" class="wp-caption-text">Togamas Affandi (yogyakarta.panduanwisata.id)</p></div></p>
<p>Buku ini terdiri dari 10 bab yang berbeda dengan topiknya masing-masing. Salah satu hal yang membuat penulis merasa yakin untuk membeli buku ini adalah karena adanya kisah Apple di bawah kepemimpinan <strong>Tim Cook</strong>.</p>
<p>Akan tetapi, sewaktu awal-awal membaca buku ini, entah mengapa terasa begitu membosankan, sehingga buku ini tersimpan rapi di rak buku penulis. Sekitar 9 bulan kemudian, barulah penulis memutuskan untuk membaca buku ini kembali.</p>
<p>Saat itulah penulis merasa aneh, bagaimana dulu bisa merasa bosan, sedangkan pemaparan isinya begitu menarik dan menjelaskan berbagai aspek dari Apple yang sebelumnya belum pernah penulis ketahui. Pada akhirnya, buku ini penulis tamatkan dengan cepat.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Seperti judulnya, buku ini menjelaskan tentang bagaimana perusahaan sebesar Apple bekerja menghasilkan produk-produk yang digemari oleh banyak orang. <strong>Adam Lashinsky </strong>selaku penulis bisa menceritakan banyak hal karena kedekatannya dengan staf-staf penting Apple.</p>
<p>Banyak orang yang mengira kematian Steve Jobs akan berdampak besar kepada perusahaan yang telah didirikannya bersama Steve Wozniak tersebut. Pada buku ini, dijelaskan bahwa hal tersebut ditangkis oleh Apple melalui para anggotanya.</p>
<p>Roh, ideologi, dan pemikiran Jobs telah merasuki para petinggi Apple yang sekarang memegang dampuk kekuasaan untuk memimpin perusahaan dengan logo apel tergigit tersebut. Kekhawatiran akan runtuhnya Apple tidak terbukti, setidaknya sampai sekarang.</p>
<p><div id="attachment_1719" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1719" class="size-large wp-image-1719" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-1024x532.jpg" alt="" width="1024" height="532" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-1024x532.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-300x156.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-768x399.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-356x185.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1719" class="wp-caption-text">Tim Cook (dancingastronaut.com)</p></div></p>
<p>Penulis sangat terbantu dengan banyak membaca buku tentang Apple sebelumnya, karena banyak sekali orang-orang penting yang disebut, seperti <strong>John Ive</strong> dan <strong>Scoot Forshall</strong>. Tentu penulis akan sedikit kesulitan memahami isi buku jika tidak memiliki pengetahuan tentang mereka.</p>
<p>Secara garis besar, buku ini menceritakan tentang perbedaan Apple dari perusahaan-perusahaan lainnya, seperti ketatnya mereka dalam menjaga rahasia produk yang belum diluncurkan dan bagaimana Apple memperlakukan karyawannya.</p>
<p>Buku ini juga menjelaskan tentang berbagai strategi yang dilakukan Apple, baik ketika dipimpin oleh Jobs maupun oleh Cook, dalam menghadapi dinamika bisnis yang penuh gejolak, termasuk menghadapi lawan-lawan (yang kerap merangkap menjadi mitra) bisnisnya.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Buku ini penulis rekomendasikan bagi pembaca yang tertarik dengan sejarah perkembangan teknologi, khususnya Apple sebagai perusahaan. Budaya perusahaan diceritakan dengan baik oleh Lashinsky membuat kita bisa berimajinasi tengah berada di kantor Apple.</p>
<p>Kalau pembaca menginginkan buku yang menjelaskan tentang sosok Steve Jobs, maka buku ini kurang bisa memberikannya karena fokus dari buku ini adalah Apple-nya, bukan sang pendiri. Ada banyak buku yang bisa bercerita tentang itu.</p>
<p>Banyak bahasa teknis yang mungkin akan susah dipahami oleh orang awam, walaupun bahasa bercerita yang digunakan oleh Lashinsky tergolong mudah. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan motivasi bagi para wirausahawan yang sedang berusaha mendirikan perusahaannya.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 November 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku <strong>Inside Apple</strong> karya <strong>Adam Lashinsky</strong></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/">Rahasia Apple Pada Inside Apple</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Andai Steve Jobs Masih Hidup</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 08:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Pencil]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar dual-sim? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain? Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar <em>dual-sim</em>? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain?</p>
<p>Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin miskin inovasi semenjak meninggalnya Jobs pada tahun 2011 karena kanker.</p>
<p><strong>Apple Pencil</strong></p>
<p>Penulis pernah menulis tentang Apple Pencil ketika dirilis pada tahun 2015. Tentu hal tersebut membuat penulis mengangkat alis karena keheranan. Bukankah Steve Jobs membenci <em>stylus</em>, walapun diberi nama pensil?</p>
<p>Singkat cerita, ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996 (setelah perusahaan tersebut terus menerus mengalami kerugian), Apple telah terjun ke pasar <em>Personal Digital Assistant </em>(PDA) dengan nama Newton. Ketika Jobs pada akhirnya naik jabatan, ia langsung menghentikan produksi Newton (dan berbagai produk lainnya yang dianggap Jobs sebagai sampah).</p>
<p><div id="attachment_1388" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1388" class="size-full wp-image-1388" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg" alt="" width="768" height="213" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-300x83.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-356x99.jpg 356w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1388" class="wp-caption-text">Apple Pencil (http://www.idownloadblog.com/2017/05/24/apple-patent-pencil-iphone/)</p></div></p>
<p>Ketika iPhone pertama rilis pada tahun 2007, ia dengan secara gamblang menyatakan ketidaksukaannya akan <em>stylus</em>. Alasannya sederhana, kita telah dianugerahi <em>stylus </em>terbaik, yakni jari -jari kita.</p>
<p>Berdasarkan fakta itu, penulis jelas berpendapat bahwa adanya produk tersebut jelas bertentangan dengan filosofi yang dianut oleh Jobs. Beda cerita seandainya Jobs meralat ucapannya, sesuatu yang nampaknya sangat jarang terjadi karena ia memiliki keyakinan dan insting yang bagus.</p>
<p><strong>Ke Mana Apple Mengarah?</strong></p>
<p>Visi Jobs dengan Apple sangat jelas, menciptakan pasar. Hampir semua produk yang dirilis di bawah komandonya menjadi pionir. Sebutkan saja iPod, iPhone, hingga iPad. Walaupun pada kenyataannya, produk Apple jarang menjadi yang pertama dalam menciptakan inovasi tersebut.</p>
<p>Sekarang, apa yang menjadi inovasi pada Apple di bawah pimpinan Tim Cook? Coba dibandingkan dengan Samsung dengan layar lengkungnya ataupun Oppo dengan kamera naik turunnya. Mungkin hal inovatif terakhir yang dilakukan oleh Apple adalah Face ID, walaupun penulis yakin pengembang <em>smartphone </em>lainnya juga sudah lama menyiapkan hal tersebut.</p>
<p><div id="attachment_1387" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1387" class="size-large wp-image-1387" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1387" class="wp-caption-text">Inovatif (youtube.com)</p></div></p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, akankah Apple berubah haluan dari pencipta pasar menjadi mengikuti arus pasar seperti yang dilakukan oleh John Sculley (mantan CEO Apple yang memecat Jobs) dulu? Apakah Apple membutuhkan penyegaran seperti yang dilakukan Microsoft dengan menuntuk Satya Nadella sebagai CEO menggantikan Steve Balmer?</p>
<p>Mari kita amati bersama-sama perkembangan Apple dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya ke depannya. Tentu yang bisa kita harapkan, perkembangan teknologi yang mereka kembangkan bisa membawa kebaikan untuk kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, terinpirasi setelah penulis membutuhkan portofolio untuk tes kerja di Mainspring Technology</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/">http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Revolusi Diri karena Steve Jobs</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2018 12:13:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[out of the box]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Walter Isaacson]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain tanggal lahir pembalap legendaris Formula 1 Alain Prost, 24 Februari juga merupakan tanggal lahir mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri Apple. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini penulis ingin menulis sedikit tentang orang yang sering menyebutkan kata revolusioner pada presentasinya tersebut. Steve Jobs by Walter Isaacson Buku pertama tentang Steve Jobs yang penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Revolusi Diri karena Steve Jobs</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain tanggal lahir pembalap legendaris Formula 1 Alain Prost, 24 Februari juga merupakan tanggal lahir mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri Apple. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini penulis ingin menulis sedikit tentang orang yang sering menyebutkan kata revolusioner pada presentasinya tersebut.</p>
<p><strong>Steve Jobs by Walter Isaacson</strong></p>
<p>Buku pertama tentang Steve Jobs yang penulis beli adalah biografi resminya yang ditulis oleh Walter Isaacson. Sebelum itu, penulis tidak mengetahui apa-apa tentang Jobs, kecuali ia adalah pendiri Apple yang terkenal karena produk-produk premiumnya. Alasan penulis ingin membeli buku tersebut adalah diharapkan bisa menambah motivasi penulis yang sedang studi di jurusan Informatika.</p>
<p>Memang benar, banyak sekali motivasi-motivasi yang penulis dapatkan dari buku tersebut. Meskipun sangat tebal, penulis telah menghabiskannya dua kali karena Isaacson selaku penulis bisa menceritakan kehidupan Jobs dengan apik.</p>
<p>Buku ini adalah buku favorit nomer satu penulis, dan bisa dibilang buku ini turut &#8220;merevolusi&#8221; pola pikir penulis yang sebelumnya hanya terbawa arus begitu saja.</p>
<p><strong>Membiasakan Diri Melampaui Batas</strong></p>
<p>Ketika membaca biografi tersebut, penulis menangkap bahwa Jobs adalah seorang yang visioner. Ia melihat beberapa langkah ke depan dan selalu menargetkan sesuatu yang bagi orang lain melampaui batas. Sifat ini, ditambah dengan perfeksionisnya, membuat banyak orang yang stres ketika bekerja dengan Steve Jobs. Lagipula, Jobs dikenal kejam terhadap bawahannya yang tidak bisa memenuhi ekspetasinya.</p>
<p><div id="attachment_442" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-442" class="size-large wp-image-442" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-1024x698.jpg" alt="" width="1024" height="698" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-1024x698.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-300x205.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-768x524.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP-356x243.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Steve-Jobs-at-Next-Computer-in-1993-AP.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-442" class="wp-caption-text">Berpikir Melampaui Batas</p></div></p>
<p>Karakter ini penulis hayati ketika merefleksi diri untuk mengubah sifat penulis yang jarang menargetkan diri. Penulis sadar, bahwa hidup tanpa target sama dengan menyetir tanpa tujuan. Kita tidak akan pernah tahu kemana kita akan membawa kendaraan &#8220;hidup&#8221; kita dan hanya berputar-putar tanpa arah yang jelas.</p>
<p><strong>Berpikir Di Luar Kotak (atau Tanpa Kotak Sama Sekali)</strong></p>
<p>Sifat menginspirasi lain yang dimiliki oleh Jobs adalah pola pikirnya yang sering kali tidak terpikirkan oleh orang lain. Ia bukan penemu yang original (contoh: GUI pada Macintosh dicuri dari XEROX PARC), namun ialah yang membuat penemuan tersebut menjadi terkenal dan digunakan oleh khalayak umum.</p>
<p><div id="attachment_443" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-443" class="size-large wp-image-443" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/steve-jobs-macintosh.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-443" class="wp-caption-text">Jobs dan Macintosh</p></div></p>
<p>Pemutar musik bukanlah barang baru ketika iPod diluncurkan. Namun iPodlah yang memulai perpindahan dari musik analog menjadi musik digital. iPhone bukanlah handphone dengan teknologi <em>touchscreen</em> pertama, namun iPhonelah yang memulai revolusi industri ponsel genggam (hingga membuat Nokia yang mengusai pasar ketika itu terjun bebas).</p>
<p>Mengapa Jobs bisa melakukan hal tersebut? Bagi penulis, jawabannya adalah karena ia berpikir di luar kotak ketika pesaing masih berpikir di dalam kotak. Bahkan, terkadang ia tidak menganggap ada kotak sama sekali (Jobs terkenal suka melanggar aturan, dan ini tidak baik untuk ditiru). Berani berbeda bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih di masa kini.</p>
<p><strong>Buku Steve Jobs Lainnya</strong></p>
<p>Tulisan ini akan sangat panjang jika penulis menuliskan semua inspirasi yang didapatkan dari buku tersebut. Pada tulisan kali ini, penulis menyukupkannya hanya dengan dua poin di atas. Penulis ingin membahas buku-buku tentang Steve Jobs lainnya.</p>
<p>Setelah buku tersebut, penulis semakin penasaran dengan Steve Jobs dan Apple. Beberapa buku yang penulis beli setelah itu adalah:</p>
<ul>
<li>Inside Steve&#8217;s Brain dan Jony Ive (kepala designer Apple, salah satu anak emas Jobs) karya Leander Kahney</li>
<li>Apple vs Google karya Fred Vogelstein</li>
<li>Life by Design karya George Beahm</li>
<li>Inside Apple karya Adam Lashinsky</li>
</ul>
<p>Selain itu, ketika ada even <strong>Big Bad Wolf </strong>yang mengobral buku impor, penulis memborong banyak sekali buku terkait Steve Jobs, termasuk versi asli biografi karya Isaacson. Buku-buku impor tentang Steve Jobs yang penulis miliki antara lain:</p>
<ul>
<li>Kompilasi Majalah Time</li>
<li>The Apple Revolution karya Luke Dormehl</li>
<li>Steve Jobs: The Man Who Thought Different karya Karen Blumenthal</li>
<li>iWoz karya Steve Wozniak (pendiri Apple selain Jobs) bersama Gina Smith</li>
<li>Becoming Steve Jobs karya Brent Schlender dan Rick Tetzeli</li>
</ul>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Jobs adalah manusia biasa yang tak lepas dari kekurangan. Masa muda Jobs adalah salah satu sisinya yang sama sekali tidak ingin penulis tiru. Namun penulis harus memberikan kredit spesial kepada Steve Jobs dan Walter Isaacson sebagai penulis biografinya, karena telah merevolusi pola pikir penulis seperti yang sering dilakukan Jobs dan Apple kepada industri digital.</p>
<p>Andai penulis tidak pernah membaca buku tersebut, penulis tidak tahu apakah pola pikir mengikuti arus yang dimiliki akan dapat berganti dengan pola pikir selalu menaruh target di depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 24 Februari 2018, setelah (lumayan) sembuh dari flu yang melanda sejak pagi.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Revolusi Diri karena Steve Jobs</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
