<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TCG Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/tcg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/tcg/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jul 2024 16:15:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>TCG Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/tcg/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2024 16:15:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[duel]]></category>
		<category><![CDATA[kartu]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[TCG]]></category>
		<category><![CDATA[Yu-Gi-Oh!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7656</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir, Penulis kerap menonton konten-konten Yu-Gi-Oh! di YouTube. Entah apa alasannya, mungkin karena ingin nostalgia saja karena sewaktu kecil gemar membaca (bahkan mengoleksi) komiknya. Penulis pun jadi membaca ulang komiknya, walau tidak semua. Kebetulan, ada beberapa koleksinya yang masih terselamatkan, walau kebanyakan sudah raib entah ke mana. Untuk volume yang hilang, Penulis membacanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/">Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa hari terakhir, Penulis kerap menonton konten-konten Yu-Gi-Oh! di YouTube. Entah apa alasannya, mungkin karena ingin nostalgia saja karena sewaktu kecil gemar membaca <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">(bahkan mengoleksi) komiknya</a>. </p>



<p>Penulis pun jadi membaca ulang komiknya, walau tidak semua. Kebetulan, ada beberapa koleksinya yang masih terselamatkan, walau kebanyakan sudah raib entah ke mana. Untuk volume yang hilang, Penulis membacanya di internet.</p>



<p>Gara-gara hal tersebut, Penulis jadi ingin menulis sesuatu tentang Yu-Gi-Oh!. Awalnya Penulis tidak tahu ingin menulis tentang apa, tapi seperti biasa, Penulis lepaskan saja jari-jarinya di <em>keyboard </em>dan membiarkan mereka ingin menulis apa.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner.jpg 1280w " alt="Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa/">Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Penulis dan Komik Yu-Gi-Oh!</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7665" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Komik Yu-Gi-Oh! (<a href="https://shopee.co.id/Komik-Yu-Gi-Oh-Bekas-i.14433722.2786489266">Shopee</a>)</figcaption></figure>



<p>Seingat Penulis, <a href="https://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/">komik</a> Yu-Gi-Oh! yang pertama kali Penulis baca adalah komik <strong>volume 15 </strong>milik sepupunya, yang waktu itu menceritakan pertandingan final antara Yugi melawan Pegasus sebagai bos terakhir. </p>



<p>Waktu itu, peraturan duel kartunya masih <em>sakarepe </em>mangakanya (RIP Kazuki Takahashi). Bayangkan saja, kartu sekuat Dark Magician bisa dipanggil tanpa perlu pengorbanan. Hanya saja, waktu masih kecil tentu Penulis tak terlalu memedulikan hal tersebut.</p>



<p>Komik Yu-Gi-Oh! pertama yang Penulis beli sendiri adalah <strong>volume 19</strong>. Di volume tersebut, ceritanya Yugi sedang mengikuti turnamen duel di Kota Domino dan melawan seseorang yang ternyata juga pemilik kartu Dark Magician.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7660" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yugi vs Arcana di Komik Volume 19 (<a href="http://Yugi vs Arcana di Komik Volume 19 (Fandom)">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari komik tersebut, Penulis jadi terus melanjutkan membeli komik Yu-Gi-Oh!. Setiap mampir ke toko buku, setiap ada volume baru, pasti akan Penulis beli. Oleh karena itu, koleksi komik Yu-Gi-Oh! Penulis hampir lengkap dari volume 19 hingga 38, yang merupakan volume terakhir.</p>



<p>Penulis tidak tertarik membeli volume-volume awal karena belum ada duel-duel kartu. Di <em>arc </em>Pegasus pun peraturannya masih mentah dan kurang menarik. Apalagi di <em>arc </em>turnamen ini, ada banyak pertarungan antar-<em>duelist </em>yang menarik, meskipun jujur saja kadang sangat tak masuk akal.</p>



<p>Tidak hanya dari efek kartu yang disesuaikan dengan plot cerita, terkadang ada saja bumbu drama seperti &#8220;<em>shadow game</em>&#8221; yang menumbalkan nyawa. Bayangkan, kita bisa kehilangan nyawa karena bermain kartu!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7661" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pertempuran Roh di Ingatan Pharaoh (<a href="https://super-lovely-collection.tumblr.com/post/182541304483/yugioh-thief-king-bakura-vs-pharaoh-atem-and-the">Tumblr</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika disuruh memilih duel favoritnya, di antara sekian banyak, mungkin Penulis akan memilih pertarungan antara <strong>Yugi Mutou melawan Yami Bakura</strong> di dalam ingatan Yugi Pharaoh (di komik volume 37). Duel tersebut membuktikan kalau Yugi yang selama ini seolah menjadi bayangan Yugi Pharaoh juga bisa bertarung.</p>



<p>Berbicara tentang Pharaoh, <em>arc </em>terakhir dari seri ini berfokus pada masa lalu Yugi. Ceritanya cukup menarik dan seru bagi Penulis, di mana Yugi berhadapan dengan musuh-musuh tangguh, mulai dari <strong>Bakura dengan Diabound-nya </strong>hingga <strong>Zorc Necrophades</strong>.</p>



<p><em>Arc </em>ini juga bisa menjadi konklusi yang pas untuk serialnya. Setelah mendapatkan ingatan masa lalunya yang berdarah, Yugi Pharaoh (yang bernama Atem) dan Yugi Mutou berduel untuk menentukan nasib mereka. Atem kalah dan pergi meninggalkan Yugi dan kawan-kawan lainnya.</p>



<p>Kalau animenya, Penulis sesekali menonton di televisi pada hari Minggu pagi. Namun, jujur Penulis tidak terlalu ingat karena tidak terlalu <em>memorable</em>. Mungkin yang paling Penulis ingat adalah episode <em>filler </em>di mana Yugi dan Kaiba bersatu melawan The Big 5 yang memiliki kartu Five-Headed Dragon dengan ATK 5000.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penulis dan Permainan Kartu Yu-Gi-Oh!</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="690" height="545" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3.jpg" alt="" class="wp-image-7662" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3.jpg 690w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3-300x237.jpg 300w" sizes="(max-width: 690px) 100vw, 690px" /><figcaption class="wp-element-caption">Peraturannya Makin Ruwet (<a href="https://www.yugioh-card.com/my/howto/master_rule_4.php?lang=en">Yu-Gi-Oh!</a>)</figcaption></figure>



<p>Banyak <em>meme </em>yang bertebaran di internet tentang bagaimana bingungnya pemain Yu-Gi-Oh! yang sudah lama pensiun, lantas melawan pemain yang masih aktif hari ini. Yu-Gi-Oh! hari ini seolah tentang bagaimana menghabisi lawan secepat mungkin, kalau bisa sejak putaran pertama.</p>



<p>Padahal, dulu waktu masih main, Penulis merasa ada banyak &#8220;seni&#8221; dari peraturan aslinya, di mana untuk memanggil monster berbintang besar harus mengorbankan monster berbintang kecil. Ada cara unik lain, seperti <strong>Fusion </strong>ataupun <strong>Ritual</strong>.</p>



<p>Kita bisa mempelajari banyak peraturan Yu-Gi-Oh! dari manganya, meskipun terkadang efeknya dibuat <em>nyeleneh </em>demi kebutuhan plot cerita. Namun, dari sana dasar bermain Yu-Gi-Oh! Penulis dapatkan dan menjadi ingin mencoba bermain <em>game</em>-nya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-1024x576.webp" alt="" class="wp-image-7663" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-1024x576.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-300x169.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-768x432.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4.webp 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gameplay Yu-Gi-Oh! Tag Force (<a href="https://gbatemp.net/threads/ppsspp-settings-how-to-have-the-best-yu-gi-oh-tag-force-performance-while-emulating-it-on-pc.580762/">GBA Temp</a>)</figcaption></figure>



<p>Ada beberapa <em>game </em>Yu-Gi-Oh! yang pernah Penulis mainkan, seperti <em><strong>Yu-Gi-Oh! Forbidden Memories</strong></em> (PlayStation 1) dan <em><strong>Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses</strong></em> (PlayStation 2). Namun, baru di <em>game </em><strong><em>Yu-Gi-Oh! Tag Force</em> </strong>(PlayStation 2) Penulis benar-benar paham cara bermain Yu-Gi-Oh!.</p>



<p>Di seri tersebut, masih belum ada peraturan <em>summon </em>monster yang aneh-aneh, masih mengikuti peraturan dasar yang Penulis pahami. Dalam bermain, Penulis sering mengandalkan <em>archetype</em><strong><em> </em>Cyber Dragon</strong>, yang di <em>game-</em>nya menjadi andalan Zane Trusdale.</p>



<p>Selain Cyber Dragon, salah satu <em>archetype </em>favorit Penulis adalah <strong>Blue-Eyes White Dragon</strong>, sedangkan adik Penulis sangat menyukai <strong>Elemental Hero</strong>, sampai-sampai tidak mau mencoba <em>archetype </em>yang lain. Bahkan, ia sampai mencetak sendiri kartu-kartu Elemental Hero dan ditempel ke kartu Yu-Gi-Oh! asli.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7664" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Blue-Eyes White Dragon (<a href="https://www.deviantart.com/nhociory/art/Blue-Eyes-White-Dragon-Rush-Duel-Wallpaper-984310369">Devianart</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain itu, Penulis juga pernah mencoba platform Yu-Gi-Oh! yang tersedia secara <em>online</em>, walau seringnya cuma melawan adiknya, karena kemampuan Penulis tidak cukup hebat untuk bertanding dengan orang lain. Melalui platform ini, Penulis jadi belajar tentang metode <em>summon </em>yang baru-baru.</p>



<p>Pertama ada <strong>Synchro Summon,</strong> yang intinya membutuhkan monster Tuner untuk memanggilnya. Lalu tak lama ada juga<strong> XYZ Summon</strong>, yang intinya membutuhkan beberapa monster dengan level yang sama untuk digabungkan. Sampai sini masih bisa dipahami.</p>



<p>Nah, begitu masuk<strong> Pendulum Summon</strong>, Penulis memutuskan untuk mengangkat bendera putih. Penulis sudah tak mampu mengikutinya lagi. Apalagi sekarang ada <strong>Link Summon</strong> yang makin membuat Penulis malas untuk mengikuti permainan kartu Yu-Gi-Oh!.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Yu-Gi-Oh! jelas telah mewarnai masa kecil dan remaja Penulis, baik lewat komik maupun permainan kartunya. Oleh karena itu, hingga sekarang pun Penulis sesekali masih menonton konten Yu-Gi-Oh! di internet sebagai obat kangen.</p>



<p>Apalagi, gara-gara Yu-Gi-Oh!-lah Penulis jadi menyukai permainan TCG (<em>Trading Card Game</em>). Ada banyak judul lain yang pernah Penulis mainkan, mulai dari Duel Monster, Magic: The Gathering, Hearthstone, Pokemon TCG, hingga Marvel Snap. Tentu, semuanya tidak ada yang benar-benar Penulis kuasai!</p>



<p>Oleh karena itu, Yu-Gi-Oh! selalu punya tempat spesial dalam hidup Penulis, meskipun sudah tidak pernah bermain atau mengikuti permainannya lagi. Mungkin suatu hari Penulis akan mencetak kartu Yu-Gi-Oh! sendiri untuk melawan <em>deck </em>Elemental Hero milik adiknya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Juli 2024, terinspirasi setelah banyak menonton konten Yu-Gi-Oh!</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.yugioh-card.com/eu/news/">Yu-Gi-Oh!</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/">Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #5: 7 Wonders (1st Edition)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 May 2023 05:14:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[7 Wonders]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[kartu]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[TCG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum mendalami hobi board game, pada dasarnya Penulis merupakan penggemar TCG alias Trading Card Game. Beberapa yang pernah Penulis mainkan adalah Yu-Gi-Oh!, Duel Master, Pokemon TCG, Magic the Gathering, Hearthstone, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, ketika memulai hobi board game, tentu Penulis mulai mencari board game yang memiliki komponen utama berupa kartu. Setelah melakukan riset, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/">Koleksi Board Game #5: 7 Wonders (1st Edition)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebelum mendalami hobi <em>board game</em>, pada dasarnya Penulis merupakan penggemar TCG alias Trading Card Game. Beberapa yang pernah Penulis mainkan adalah Yu-Gi-Oh!, Duel Master, Pokemon TCG, Magic the Gathering, Hearthstone, dan lain-lainnya.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika memulai hobi <em>board game</em>, tentu Penulis mulai mencari <em>board game </em>yang memiliki komponen utama berupa kartu. Setelah melakukan riset, Penulis pun merasa kalau <strong>7 Wonders</strong> lumayan menarik untuk dimiliki.</p>



<p>Ketika mencarinya di Tokopedia, ternyata harganya cukup mahal. Untuk versi 2nd Edition yang baru, harganya mencapai Rp800 ribu. Penulis pun jadi merasa ragu-ragu untuk membelinya, mengingat komponen utama <em>board game </em>ini hanyalah kartu-kartu.</p>





<p>Untungnya, ketika sedang <em>nongki </em>di Nexus Cafe Surabaya yang merupakan <em>board game cafe</em>, ternyata tempat tersebut juga menjual beberapa <em>board game second</em>. 7 Wonders 1st Edition ada di dalam daftar <em>board game </em>yang dijual.</p>



<p>Penulis pun langsung membelinya karena <em>board game </em>tersebut hanya dijual setengah dari harga barunya, yakni <strong>Rp400 ribu </strong>saja. Sebagai &#8220;bonus&#8221;, kartu-kartu yang ada di dalamnya pun sudah dilengkapi dengan <em>sleeves</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: 7 Wonders</li>



<li>Desainer: Antoine Bauza</li>



<li>Publisher: Repos Production</li>



<li>Tahun Rilis: 2010</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 &#8211; 7 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30 menit</li>



<li>Rating BGG: 7.7</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 2.32/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain 7 Wonders (1st Edition)</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="7 Wonders - How To Play (updated video in description)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/z_Wfdn5Es8U?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Goal </em>dari 7 Wonders sederhana saja, yakni menjadi pemain dengan poin tertinggi di akhir permainan. Caranya adalah dengan membangun &#8220;peradaban&#8221; dari kota yang kita miliki dengan menggunakan berbagai kartu yang jenisnya dibedakan berdasarkan warna.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Cokelat: Raw Material, yang terdiri dari kayu, batu, mineral, dan tanah liat, digunakan sebagai material dalam permainan</li>



<li>Abu-Abu, Manufactured Goods, yang terdiri dari kertas, tekstil, dan kaca, digunakan sebagai material dalam permainan juga</li>



<li>Biru: Civilian Structures, digunakan untuk menambahkan Victory Points (VP)</li>



<li>Hijau: Scientific Structures, digunakan untuk menambahkan VP tergantung dengan banyaknya kartu hijau di arena</li>



<li>Kuning: Commercial Structure, digunakan untuk berbagai keperluan yang terkait dengan perekonomian kita, seperti menambah koin ataupun menurunkan harga <em>trading</em></li>



<li>Merah: Military Structures, digunakan untuk memperkuat posisi militer kita atas lawan di kiri-kanan dan mampu menambahkan VP jika militer kita lebih kuat dan mengurangi VP jika lebih lemah</li>



<li>Ungu: Guilds, digunakan untuk menambah poin dengan beberapa kriteria yang spesifik</li>
</ul>



<p>Sesuai dengan namanya, terdapat 7 peradaban yang bisa kita bangun yang dilambangkan dengan sebuah papan. Masing-masing papan memiliki dua sisi yang sama-sama bisa dimainkan. Semuanya terinspirasi dari Seven Wonders of the Ancient World.</p>



<p>Masing-masing peradaban memiliki Wonders-nya dan dengan efek yang berbeda-beda, yang membutuhkan material tertentu untuk bisa membangunnya. Ketujuh peradaban tersebut adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>The Collosus of Rhodes</li>



<li>The Hanging Gardens of Babylon</li>



<li>The Lighthouse of Alexandria</li>



<li>The Mausoleum at Halicarnassus</li>



<li>The Pyramids of Giza</li>



<li>The Statue of Zeus in Olympia</li>



<li>The Temple of Artemis</li>
</ul>



<p>Permainan akan dibagi menjadi tiga ronde, yang dilambangkan dengan angka romawi yang terdapat di belakang masing-masing kartu. Jumlah kartu yang dimainkan akan menyesuaikan dengan jumlah pemain yang ada.</p>



<p>Pemain masing-masing akan mendapatkan 7 kartu di awal ronde dan 3 koin sebagai modal awal. Di papan permainan masing-masing pemain, terdapat material bawaan yang bisa digunakan kapan saja beserta 2-4 Wonder yang bisa dibangun.</p>



<p>Dalam setiap ronde, kita akan memilih satu kartu yang ingin dipakai, lantas mengopernya ke pemain lawan di sebelah kita. Untuk putaran 1 dan 3 searah jarum jam, sedangkan putaran 2 sebaliknya. Hal ini dilakukan hingga kartu tangan hanya tersisa 1.</p>



<p>Setiap ronde berakhir, pemain akan mengecek apakah kemampuan militer yang dimiliki lebih tinggi daripada lawan di kanan-kirinya. Jika kalah -1, jika menang akan mendapatkan poin sesuai ronde (1=1, 2=3, 3=5), jika seri tidak mendapatkan apa-apa.</p>



<p>Pemain yang membutuhkan material untuk membangun sesuatu bisa melakukan transaksi kepada lawan di kanan-kirinya, di mana setiap material dihargai dua koin. Harga ini bisa lebih murah jika kita memiliki Commercial Structure tertentu.</p>



<p>Semakin jauh rondenya, semakin mahal kartu-kartu yang bisa dibangun karena membutuhkan material yang begitu banyak. Namun, beberapa kartu bisa dibangun secara gratis apabila kita telah memiliki kartu yang disyaratkan.</p>



<p>Pada akhir permainan, poin pun akan mulai dihitung satu per satu dari masing-masing elemen yang ada. Karena cukup banyak, Pembaca bisa menonton video tutorial yang ada di atas agar lebih jelas. Pemain dengan poin terbanyak akan menjadi pemenangnya. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain 7 Wonders (1st Edition)</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6505" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">7 Wonders 1st Edition (<a href="https://www.theboardgamefamily.com/2012/05/7-wonders-card-game-review/">The Board Game Family</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai penggemar TCG, tentu Penulis menikmati 7 Wonders. Meskipun terkesan sederhana, kemampuan <em>drafting </em>kartu yang tepat akan menentukan berapa banyak poin yang bisa kita dapatkan.</p>



<p>Ada banyak pilihan untuk bisa mendapatkan poin juga menjadi salah satu kekuatan utama <em>board game </em>yang satu ini, sehingga strateginya bisa menjadi bermacam-macam. Penulis sendiri paling sering berfokus mengembangkan Science Stuctures.</p>



<p>Desain <em>board </em>dan kartu-kartunya juga sangat keren (walau 2nd Edition punya desain yang lebih baik), apalagi bagi <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">Penulis yang merupakan penggemar sejarah</a>. Mungkin yang cukup disayangkan adalah kualitas koin dan token militernya yang B aja.</p>



<p>Selain itu, sebagai <em>board game </em>yang terinspirasi dari dunia kuno, 7 Wonders bisa dianggap terlalu &#8220;damai&#8221; karena pemain tidak bisa saling menyerang. Para pemain hanya berfokus pada peradaban mereka sendiri untuk mengumpulkan poin terbesar.</p>



<p>Terlepas dari kekurangannya, Penulis menyukai <em>board game </em>yang satu ini. Bahkan, Penulis sering memainkannya secara digital melalui <em>Board Game Arena </em>(<em>BGA</em>), di mana Penulis bisa bermain secara <em>online </em>melawan pemain-pemain dari berbagai belahan dunia.</p>



<p>Meskipun statusnya barang <em>second</em>, kualitas 7 Wonders yang Penulis miliki bisa dibilang tidak memiliki cacat. Selain sudah mendapatkan <em>sleeves</em>, <em>box-</em>nya pun juga telah diberi semacam <em>wrapping </em>plastik agar tidak mudah rusak atau kotor.</p>



<p>Penulis pun merasa kalau membeli <em>board game second </em>bukan keputusan yang buruk. Apalagi, sewaktu bermain <em>board game </em>di kafe tempat membeli 7 Wonders, ada satu yang berhasil mencuri perhatian karena konsep <em>battle monster </em>yang dimiliki: <strong>King of New York</strong>.</p>



<p><em>Selanjutnya -&gt; King of New York</em></p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 18 Mei 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/">Koleksi Board Game #5: 7 Wonders (1st Edition)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
